Lee Jung Shin Dolittle Part 1 [1/2]

 

 

Author : C’troublM

Cast : Lee Jung Shin and other member CN BLUE

Rating : -+15

Genre : Fantasy

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari movie Dr. Dolittle.

 

 

  • Sesuatu terjadi pada Lee Jung Shin, tepat di hari ulang tahun nya. Pemuda jangkung itu tiba-tiba saja bisa berbicara dengan binatang,senangkah dia mendapatkan sesuatu yang special itu? tidak! ia malah frustasi, bahkan ia ragu jika dirinya masih waras.
    Bagaimanakah reaksi Blue Boys saat Lee Jung Shin menceritakan kelebihan nya? apakah mereka akan mempercayainya? atau malah menganggap maknae mereka gila?

 

___________________________________

 

 

Beberapa hari ini jadwat CN BLUE begitu padat, dan baru saja mereka pulang dari Busan, CN BLUE ikut berpartisipasi dalam konser amal untuk anak-anak penyandang cacat.

Lelah? Yah…tentunya mereka merasa lelah, dan malam ini mereka ingin cepat-cepat pergi tidur.

Jung Shin dan Min Hyuk segera masuk ke kamarnya, begitu juga dengan Yong Hwa dan Jong Hyun.

“Hyung, aku mandi duluan ya..!”

“Tidak, aku dulu, yang muda harus mengalah pada yang tua..” ucap Min Hyuk, pemuda cute itu mulai menanggalkan pakaian nya.

“Terbalik, harusnya yang tua mengalah pada yang muda, bukan nya yang muda mengalah pada yang tua, baiklah….aku mengalah, kau duluan, lagi pula kau sudah bertelanjang dada” Jung Shin pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. “Ya Tuhan….malam ini gerah sekali, padahal udara di luar dingin sekali, mana tubuh ku bau keringat lagi, orang itu benar-benar tidak mau mengalah” pemuda jangkung itu melepaskan t-sert nya, dia pun terlelap tidur, dia terlalu lelah.

30 menit kemudian Min Hyuk keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya yang basah.Tidakah terlalu lama menghabiskan waktu selama 30 menit hanya untuk mandi dan keramas? . Min Hyuk berjalan mendekati tempat tidur Jung Shin. “Ckk….tumben sekali anak ini mendengkur, apa dia begitu kelelahan? Harusnya dia mandi dulu sebelum tidur, dasar!”

 

1:00 KST, 15 September 2012

 

Yong Hwa segera membuka matanya begitu jam wekernya berbunyi, tidak mungkin dia bisa tetap terlelap tidur jika jam wekernya berdering keras seperti itu. “Jong Hyun…..bangun…..ini sudah waktunya” pemuda yang bertubuh paling pendek diantara ke 3 member CN BLUE lain nya itu melemparkan sebuah bantal kearah Jong Hyu yang masih berkeliaran di alam bawah sadarnya. “Ish….anak itu…” Yong Hwa gemas karena Jong Hyun tidak kunjung membuka mata. “Menyebalkan” dengan malas Yong hwa bangkit dari tempat tidurnya.”Hey….bangun…!” Yong Hwa mengguncang Jong Hyun. Usaha ke2 pemuda itu untuk membangunkan teman sekamarnya gagal. “Baiklah, jangan salahkan aku jika gendang telinga mu robek, 1….2….3… LEE JONG HYUN bangun……!” Yong Hwa berteriak tepat di telinga kanan Jong Hyun, seketika itu Jong Hyun langsung terperanjat, dia pun menutup telinga kanan nya, usaha ke3 sukses.

“Hyung, kau gila…! ada apa? kenapa membangunkan ku pagi-pagi buta begini?”

“Ish..kau lupa? bukankah hari ini hari spesial maknae kita? Hari ini Jung Shin kita berulang tahun”

Jong Hyun menepuk keningnya, ia lupa kalau hari ini Jung Shin berulang tahun, padahal semalam dia semangat sekali ingin mengerjai si maknae Lee Jung Shin. “Akh…aku lupa kalau hari ini maknae kita semakin bertambah tua” Jong Hyun pun menyibakan selimutnya.“Ayo, kita bangunkan Min Hyuk”

 

Yong Hwa dan Jong Hyun masuk ke kamar Jung Shin dan Min Hyuk, sebisa mungkin mereka tidak membuat keributan, mereka tidak ingin rencana yang sudah di susun jauh-jauh hari berantakan.

“Min Hyuk……Kang Min Hyuk….bangun…” Jong Hyun mengguncang tubuh Min Hyuk.”Kang Min Hyuk, bangunlah…” Jong Hyun berbisik di telinga Min Hyuk.

“Aaah…aku masih ngantuk” ucap Min Hyuk sembari memeluk erat gulingnya.

“Ayolah, ini saatnya kita  melancarkan aksi kita”

Min Hyuk membuka matanya.” Aksi? Ah ia,…hari ini ulang tahun maknae kita” ucapnya sembari menggaruk bokongnya.

“Sssttt…jangan berisik” Yong Hwa menaruh telunjuk tangan kanan nya di depan bibirnya, menandakan ‘jangan berisik’.

“Ah maaf” ucap Min Hyuk setengah berbisik.

“Baiklah…aku mau ambil kue tart nya” Jong Hyun pun segera pergi ke dapur, semalam Yong Hwa dan Jong Hyun membeli tart tanpa sepengetahuan Jung Shin, mereka berdua membodohi Jung Shin.

 

3 menit kemudian Jong Hyun kembali ke kamar Jung Shin dan Min Hyuk dengan kue tart di tangan nya.

“Kalian sudah siap?” tanya Yong Hwa.

“Ya..kami siap” ucap Jong Hyun dan Min Hyuk.

“1….2….3….” Min Hyuk memberi aba-aba.

“Kebakaran………….kebakaran……..kebakaran…..” ke3 pemuda itu berteriak, sontak Jung Shin pun terbangun, ia segera turun dari tempat tidurnya dan berlari ke luar kamar, tubuhnya sempat bertabrakan dengan tubuh Min Hyuk, ia sampai tak sadar bahwa ada sosok Yong Hwa dan Jong Hyun di kamarnya.

“Kebakaran…..kebakaran…..ponsel..ponsel….mana ponselku? Yak….Kang Min Hyuk…cepat keluar, ada kebakaran…!” saking paniknya Jung Shin sampai lupa memanggil Min Hyuk dengan embel-embel hyung, kasihan…Lee Jung Shin benar-benar panik, padahal sama sekali tidak terjadi kebakaran, sementara itu ketiga pemuda usil itu terkikik geli di dalam kamar, tawa mereka pecah.

Yong Hwa dan Jong Hyun pun keluar kamar dan mereka masih saja tertawa, Jung Shin pun bingung melihat kedua hyung nya itu.

“Apa kalian gila?”

“Tidak…kami tidak gila” ucap Yong Hwa sembari menahan tawa.

“Sepertinya kau benar-benar panik Lee Jung Shin…ha..ha….” Jong Hyun masih saja tidak bisa berhenti tertawa.

“Kenapa kalian ada di kamar ku? dan kemapa kalian malah tertawa?”

“Tenanglah, sama sekali tidak ada kebakaran”

“Apa…? lalu siapa tadi yang berteriak ‘kebakaran’? jangan-jangan kalian mengerjai ku?” Yong hwa dan Jong hyun tersenyum.

“Lee Jung Shin….selamat!” Yong Hwa mengulurkan tangan kanan nya, ia berharap Jung Shin menyambut uluran tangan nya, tapi sayang si maknae itu malah menepis tangan nya, sepertinya dia kesal karena hyungdeul nya mengerjai nya di pagi-pagi buta.

“Ini tidak lucu….” Jung Shin memasang tampang kesalnya.

“Jangan marah, bukankah hari ini ulang tahun mu?”

“Eh..? ulang tahun? Aku? Berulang tahun?” Yong Hwa dan Jong Hyun mengangguk.

“Saengil cukkahamnida…..saengil cukkahamnida………..saengil cukkahamnida “ Min Hyuk keluar kamar membawa kue tart sembari menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

“Selamat ulang tahun Shin….” ucap Yong Hwa dan Jong Hyun kompak.

“Aku bahkan lupa hari ulang tahun ku” Jung Shin menggaruk-garuk kepalanya.

“Make a wish….” ucapa Yong Hwa, Min Hyuk pun mendekat kearah Jung Shin

“Yang benar saja, masa lilin nya cuma satu?” protes Jung Shin.

“Hey..memang nya kau ingin berapa lilin hah? Sudah…jangan banyak protes, cepat tiup lilin nya” perintah Jong Hyun. Jung Shin memejamkan matanya, ia mengucapkan beberapa permohonan nya dalam hati, dan setelah itu dia meniup lilin .

PLAKK…..’ Min Hyuk melempar kue tart ke wajah Jung Shin, Jung Shin mendengus.

“Ya!…Kang Min Hyuk, kau…..! ini mubajir, harusnya kau berhemat! Ah…kau menyebalkan, akan lebih baik jika tart yang kau lemparkan ke wajah ku ini masuk kedalam perut kita” Jung Shin membersihkan tart yang ada di wajahnya dengan tangan nya.

“Jangan marah, ini hanya untuk hari ini saja:” Min Hyuk nyengir.

“Shin…tunggu sebentar, aku punya kado spesial untuk mu” Yong Hwa pun segera masuk ke kamarnya.

“Shin…kado dari ku menyusul ya…” ucap Jong Hyun sembari menepuk pundak Jung Shin, Jung Shin masih sibuk saja membersihkan wajahnya.

“Shin…maaf, aku lupa menyimpan kado ku” ucap Min Hyuk sembari menggaruk kepalanya, dasar pelupa. “ Kado ku menyusul juga ya..!”

“Ish….” pemuda jangkung itu berdesis.

“Shin…..ini kado dari ku” Yong Hwa menyerahkan kotak warna biru berukuran sedang.

“Apa ini?” tanya Jung Shin sembari menunjuk kotak biru di tangan Yong Hwa.

“Biar aku yang membukanya”  Min Hyuk pun segera membuka kotak biru itu dengan tidak sabaran. “Hah?”

“Hyuk…apa isinya?” tanya Jong Hyun ingin tau, melihat Min Hyuk yang menahan tawa semakin penasaran dengan isi kotak biru itu. Jong Hyun pun menddekat kearah Min Hyuk dan Yong Hwa, pemuda berdimple itu segera membekap mulutnya sendiri setelah tau isi kotak biru itu.

 

“Shin…kau pasti senang dengan kado yang di berikan Yong Hwa hyung…” ucap Jong Hyun sembari sedikit terkikik.

“Tada……” Yong Hwa memperihatkan isi kadonya pada Jung Shin. Jung Shin merengut. “Bukan kah kolor-kolormu akhir-akhir ini sering hilang? Makanya aku sengaja membelikan mu kolor-kolor ini..he..he…he….” seketika itu pun Jong Hyun dan Min Hyuk tertawa lepas.

“Oke….hyung, dengan senang hati ku terima kado mu yang sangat is…ti…me…wa… ini” Jung Shin meraih kado di tangan Yong Hwa. “Terimakasih, hyung” Jung Shin hendak melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

“Kau mau kemana?” tanya Min Hyuk.

‘Ke kamar mandi, aku ingin membersihkan wajah ku yang tampan ini” Jung Shin melangkahkan kakinya.

‘Eits….tunggu dulu, ini belum berakhir” Min Hyuk menahan kepergian Jung Shin.

“Ada apa lagi?”

“Ayo ikut kami…” Jong Hyun menarik paksa Jung Shin, menyeret pemuda berambut gondrong itu ke halaman belakang.

“Jangan bilang kalian ingin melempar ku ke kolam renang!” Jung Shin punya firasat tidak enak saat Min Hyuk membawanya ke pinggir kolam renang, sementara hyungdeulnya hanya tersenyum jahil.

‘Ya…..awas saja jika kalian menceburkan ku ke kolam renang” ancam Jung Shin. Percuma ke 3 pemuda tampan itu tak mengindahkan ucapan sang maknae, Min Hyuk mendorong Jung Shin ke kolam renang, tidak mau rugi sendiri, Jung Shin pun menarik Min Hyuk, Min Hyuk menarik Jong Hyun, dan Jong Hyun menarik Yong Hwa, terjadi aksi tarik-menarik, dan pada akhirnya ke4 pemuda tampan itu tercebur ke kolam renang, bisa kalian bayangkan betapa dingin nya air kolam itu?

 

Jung Shin POV__

 

“Shin…gara-gara kau menarik ku kolam aku jadi bersin-bersin” ucap hyung ku yang paling cute itu di sela-sela mengelap ingusnya dengan tisyu, dan kemudian melempar tisyu beringus itu sembarang. Ihh…dia jorok sekali, apa dia ingin mengalahkan kejorokan Jong Hyun hyung? Mungkin.

“Kami juga, sepertinya kita akan terserang flu..” tambah Yong Hwa hyng di barengi dengan anggukan Jong Hyun hyung, hidung mereka berdua memerah.

“Salah kalian semua, siapa suruh menceburkan ku ke kolam hah?”

“Ini kan hari ulang tahun mu Shin…” ucap Min Hyuk hyung yang masih sibuk dengan aktifitasnya –mengelap ingus- dan lagi-lagi Yong hwa hyung dan Jong Hyun mengangguk.

“Hyungdeul….aku benar-benar berterimakasih karena kalian ingat dengan ulang tahun ku, tapi kalian tega sekali menceburkan ku ke kolam renang di pagi buta”

“Hey…bukankah kami juga ikut tercebur hah…”  Yong Hwa hyung mengingatkan ku, memang benar bukan cuma aku yang tercebur, ke3 hyung ku juga ikut tercebur, aku tidak ingin merasakan dingin nya air kolam sendirian, biar mereka tau rasa.

Oke….hari ini usia ku bertambah, hari ini aku bertambah tua, walau begitu kulit wajah ku masih kencang, dan sepertinya aku malah bertambah tampan, bukan cuma ke3 huyung ku itu yang ingat dengan ulang tahun ku, orang tua ku, boice, dan teman-teman ku yang lain nya. Owh..aku merindukan orang tua ku, biasanya Ibu ku selalu memasak sup rumput laut untuk ku.

“Shin….kau sudah membuka twitter? Banyak sekali ucapan selamat untuk mu, dan sepertinya hari ini kau akan mendapatkan banyak kado” ujar Jong Hyun hyung.

“Tentu, aku sudah membukanya, tadi”

“Aha….aku ingat….sekarang” ucap Min Hyuk hyung sembari menjentikan jari tangan nya. ‘Shin….aku ingat di mana aku menyimpan kado untuk mu, tunggu sebentar” dia pun segera pergi ke kamar, aku penasaran, kira-kira apa yang akan dia berikan untuk ku, jangan-jangan isi kadonya celana dalam, terlalu kau hyung jika memberiku celana dalam lagi.

“Shin……” Min Hyuk hyung kembali dan ia duduk di sebelah ku dengan kotak kecil di tangan nya, tidak mungkin kalau isinya celana dalam.

“Ini kado dari ku” dengan senang hati Min Hyuk hyung menyerahkan kotak kecil itu pada ku. Dengan tidak sabar aku membuka kado di tangan ku, dan tidak butuh waktu lama untuk membuka kado itu, dan aku sangat suka isi kado di tangan ku ini. Mp4…yah…dia tau saja kalau mp4 ku rusak, akhir-akhir ini aku sering sekali merusak barang-barang ku secara tidak sengaja, seperti terjatuh, terinjak dan tercebur kedalam closet, dan terakhir kali ponsel ku tercebur kolam renang, hebat bukan?.

“Kau suka? Aku tau mp4 mu rusak, jadi aku sengaja membeli mp4 baru untuk mu” Min Hyuk hyung merangkul pundak ku, aku terharu sekali, dia peduli pada ku.

“Aku suka hyung, terimakasih” aku memeluknya.

“Aku masih punya kado untuk mu…” ucap Yong Hwa hyung.

“Aku juga” ucap Jong Hyun hyung. Kedua hyung ku itu segera pergi kekamarnya, dan tak lama mereka kembali lagi keruang tengah dengan sebuah kado di tangan masing-masing, owh…aku berdebar!.

“Kau masih punya kado untuk ku ,hyung?” tanya ku pada Yong Hwa hyung, dia mengangguk dan menyerahkan kado di tangan nya untuk ku. Aku segera membuka kado kedua dari Yong Hwa hyung, aku berharap isi kadonya tidak aneh lagi, owh..dan aku bersyukur karena isi kadonya adalah sebuah ponsel, dengan begini aku tidak usah mengeluarkan uang untuk membeli ponsel baru, untung saja aku belum sempat membeli ponsel, yeah…im lucky!.

“Jangan samapi ponsel mu terceber lagi, Shin! Aku tidak akan membelikan nya dua kali” owh..baiklah, kali ini aku akan berhati-hati dengan ponsel baru ku ini.

“Mana?” aku menadahkan tangan ku, aku meagih kado dari Jong hyun hyung.

“Ini,maaf hanya ini yang bisa aku berikan untuk mu.” Dia tersenyum sembari menyerahkan kadonya. Aku menerima kadonya dan segera membukanya, dan wow….isinya sebuah kamera, ah dia tau saja apa yang ingin aku beli, sekali lagi..aku sangat…sangat beruntung.

“Terimakasih hyung..” aku memeluk Jong Hyun hyung yang berdiri di depan ku, ah…aku lupa, Yong Hwa hyung belum aku peluk, aku pun memeluknya.

“Apa kalian lapar?’ tanya Yong Hwa hyung, yeah tentu saja, kami lapar dan aku tau Yong hwa hyung tidak akan membuat para dongsaengnya kelaparan, dia hyung yang baik walau terkadang dia begitu menyebalkan. “Kalau begitu mari kita makan, aku sudah memasak sup rumput laut.

 

————————-

 

Ting…tong…..

Owh..ayolah, entah sudah berapa kali bel berbunyi, aku sangat yakin itu pengantar paket, yah..hari ini banyak sekali kiriman paket untuk ku, kalian tentu tahu bukan, aku ini seorang Lee Jung Shin salah satu member CN BLUE band yang sedang naik daun, tentu para penggemar ku banyak yang memberi ku kado ulang tahun, untung saja di drom kami ada ruangan khusus kado dari para penggemar, jadi aku tak perlu pusing memikirkan tempat untuk semua kado-kado ku.

“Pengantar paket lagi, Shin?” tanya Min Hyuk hyung, aku mengangguk.

“Wah…kado mu banyak sekali, kau mau membaginya satu untuk ku?”

“Ah..maaf hyung, aku tidak bisa, aku tidak ingin mengecewakan para fans ku, mereka sengaja memberiku kado-kado ini, pastinya mereka berkoban banyak untuk memberiku kado-kado  ini, kau tidak marah bukan?”

“Ah..tentu tidak, aku mengerti itu, kau melakukan hal yang tepat”

‘Ah…ada kado dari menejer, sayang sekali dia tida secara langsung memberikan nya, setidaknya aku bisa memeluknya dan mengucapkan terimakasih” aku sedikit kecewa.

“Ya…kau taulah, menejer kita cukup sibuk, ah…Shin..aku pergi dulu ya…, aku ada janji dengan teman lama ku”

“Baiklah…hati-hati di jalan”

 

 

Aku berbaring di tempat tidur begitu aku selesai membuka satu persatu kado dari fans ku, cukup melelahkan, tapi aku senang. Aku segera bangkit dari tempat tidur ku. Aku harus membeli cemilan di mini market depan, ini giliran ku membeli cemilan. Aku segera merapikan diri, melakukan sedikit penyamaran dan segrega pergi ke mini market.

 

Aku segera membayar semua belanjaan ku, kurasa ini cukup untuk satu minggu.

“Mewoow….meowww….” aku mendengar suara kucing begitu keluar dari mini market, aku mengabaikan suara meongan kucing yang entah dari mana asalnya itu.

“Meoww….meow…..tolong aku…..” benarkah yang aku dengar ini? Seseorang meminta tolong, tapi kenapa dia mengeong? Ah..sudahlah..mungkin aku salah dengar, aku hendak melangkahkan kaki ku, tapi suara seseorang menahan ku.

“Tolong aku….., hei kau yang berkaca mata dan bermasker..!”

‘Siapa kau? Hantu?” ah..mana mungkin sore-sore begini ada hantu. Baiklah..kalau bukan hatu lalu siapa?.

“Aku di sini…..”

“Dimana?” aku menebarkan pandangan ku.

“Disini….!” Aku menemukan sesuatu, berwarna putih, berbulu, kucing…itu kucing. Aku berlari kecil mendekati kucing putih itu.

“Cepat…tolong aku.., kaki ku terjerat”  tunggu dulu, apa baru saja kucing itu berbicara pada ku? Bagaimana bisa? “Hey…cepat…aku sudah tidak tahan lagi” dia berteriak pada ku dan sesekali kucing itu mengeong, oh…apa aku sudah gila?. Aku segera menolong kucing itu, ternyata kaki nya terjerat sebuah kawat.

“Owh…terimakasih” ucapnya. Oke..aku harus segera meninggalkan kucing di hadapan ku ini sebelum aku benar-benar gila.

“Meow….meow…” sial, kucing itu mengikuti ku, jalan nya sedikit pincang, kulihat kakinya berdarah, sepertinya dia terluka. Aku tidak tega meninggalkan kucing yang sedang terluka sendirian, aku terlalu baik. Aku menggendong kucing putih itu, aku berniat membawanya ke drom, aku harap ke 3 hyung ku tidak akan keberatan.

“Terimakasih kau bersedia membawa ku turut serta dengan mu”

“Apa aku gila?”

“Tidak…”

“Aku..bicara dengan seekor kucing?”

“Itu benar, lalu?”

“Kenapa bisa?”

“Entahlah,”

“Aku berhalusinasi?”

“Tidak, kau benar-benar bisa bicara dengan ku”

“Ini gila…!”

“Tidak ini luar biasa”

Owh….seharunya aku tidak meladeni kucing ini bicara, orang-orang mulai memandang ku dengan tatapan aneh, semoga saja mereka tidak menganggap ku gila.

 

 

“Aku pulang…!” seru ku begitu sampai di rumah.

“Kau dari mana?” tanya Yong Hwa hyung yang sedang menonton tv.

“Mini market, kapan kau pulang hyung?”

“10 menit lalu”

“Mana Jong Hyun hyung? Bukan kah kalian pergi latihan menembak bersama?”

“Dia sedang mandi”

“Mewoww….” ah…ada apa lagi ini, kenapa kucing ini mengeong?.

“Kucing? Sejak kapan kau tertarik memelihara kucing?”

“Jangan salah paham hyung, kucing ini bukan milik ku, aku hanya kasihan saja dengan kucing ini”

“Sial…” umpat kucing di gendongan ku ini.

“Ah..maaf hyung, aku harus segera mengobati kucing ini, kakinya terluka”

“Owh..baik hati sekali maknae ku yang satu itu”

 

“Pelan…pelan….”

‘Kau berisik sekali, diam dan biarkan aku mengobati kaki mu”

“Sakit…….” teriaknya, ah…dia menyebalkan.

“Diam…dan biarkan aku mengobati mu sampai selesai”

“Terimakasih….” ucap kucing itu begitu aku selesai mengobati lukanya.

“Sama-sama, jadi..dimana pemilik mu? Aku yakin kau bukan kucing gelandangan”

“Aku tidak tau, aku terpisah dari Hikaru”

“Hikaru? Kau dari jepang? Kenapa kau ada di Seoul”

“Ia…aku dari Jepang, Hikaru sedang berlibur di Seoul, dan aku tersesat saat meninggalkan kamar hotel secara diam-diam, aku bosan terus menerus berada di kamar, sedangkan Hikaru pergi jalan-jalan”

“Ah..rupanya begitu”

‘Shin…kau bicara dengan siapa?” ah..Jong Hyun hyung mengagetkan ku.

“Aku…bicara dengan kucing manis ini”

“Apa? kucing?”

“Aku punya nama, nama ku Alice” owh..rupanya kucing ini tidak suka di panggil kucing.

‘Ah..maksud ku aku bicara dengan Alice” ralat ku cepat.

“Alice? Siapa dia?”

“Baiklah…akan ku kenalkan kau pada Alice, baiklah…Alice…ini Lee Jong Hyun, hyung…dia Alice, Alice…beri salam padanya.

‘Meoww…..”

“Dia bilang senang bertemu dengan mu, dia bilang kau sangat tampan…” hebat, kucing saja mengakui ketampanan Jong Hyun hyung.

“Owh..terimakasih, kau manis sekali…” Jong Hyun hyung mengelus Alice, sepertinya dia senang di elus. “Tunggu dulu, Shin…apa yang terjadi pada mu? Apa kau baik-baik saja?” jong Hyun hyung memegang kening ku, setelah ia sadar ada sesuatu yang aneh dengan ku. “ Suhu tubuh mu normal, Shin….kau berbicara dengan seekor kucing?”

“Panggil aku Alice…!” kucing ini benar-benar menyebalkan.

“Hyung…panggil dia Alice, dia tidak suka di panggil kucing!”

“Min Hyuk…Yong Hwa hyung…..ada yang terjadi pada maknae kita” Tidak…! Jong Hyun hyung terlalu berlebihan.

“Ada apa? Shin kenapa?” tanya Yong Hwa hyung, panik.

“Shin kita berbicara dengan seekor kucing, ah maksud ku dia bicara dengan kucing yang bernama Alice” Aku tau…mereka pasti akan menganggap ku gila, bagaimana cara ku menjelaskan apa yang terjadi pada ke 3 hyung ku ini? Tuhan..tolong aku, buat mereka mengerti dengan apa yang terjadi pada ku.

“Lee…Jung Shin…kau tidak gila..” ah…tidak, bahkan sekarang aku bisa mengeti apa yang di katan seekor lalat.

“Tutup mulut mu, LALAT…!”

“Shin…..!” Min Hyuk hyung mulai bersuara.” Kau baik-baik saja?”

Aku bingung  harus berkata ya…atau tidak.

“Baiklah…hyungdeul….sebenarnya aku mengerti apa yang di katakan Alice dan lalat, dan sepertinya aku bisa bicara dengan binatang”

“Apa…?” ketiga hyung ku terkejut, pasti mereka tak percaya, yah…aku mengerti itu, aku juga sulit untuk mempercyainya, aku bisa berbicara dengan binatang?, sepertinya aku perlu dokter. “Sudahlah jika kalian tidak percaya, Alice..ayo kita tinggalkan mereka..” aku menggendong Alice dan segera pergi ke kamarku.

 

“Shin….kau baik-baik saja?” tanya kucing bernama Alice itu. Aku menenggelamkan wajah ku di bantal. “Shin..ayolah…., tidak semua orang bisa bicara dengan binatang, kau beruntung” apa katanya? Beruntung? Yang benar saja, yang ada aku di kira gila.

“Orang-orang pasti akan menganggap ku gila”

“Tidak, aku tidak menganggap mu gila”

“Oh..ayolah Alice..kau seekor kucing bukan nya manusia seperti ku”

“Aku tau, harusnya kau menerima kelebihan mu ini, ayolah Shin jangan ingkari nikmat yang telah di berikan Tuhan untuk mu, ah..ngomong-ngomong ini tanggal berapa?”

“15 September”

“Berarti hari ini hari ulang tahun mu, selamat ulang tahun..” ah..dia tau hari ulang tahun ku, apa dia salah satu fans ku juga? Oh..ayolah Lee Jung Shin, dia hanya seekor kucing.

“Hikaru seorang Boice, dan sebalnya dia begitu tergila-gila pada mu, aku yakin dia mengirimkan kado untuk mu”

“Benarkah itu?”

“Untuk apa aku berbohong”

“Apa kau juga fans ku?”

“Yang benar saja, aku sama sekali bukan fans mu, aku lebih suka pemuda tampan berdimple itu..”

“Lee Jong Hyun? Owh…bagus sekali, Jong Hyun hyung punya fans seekor kucing betina”

“Ya..! kau mau aku gigit?” dia mengancam. “Shin…aku lapar, apa kau punya susu?” kucing betina ini benar-benar menyebalkan.

“Tunggu sebentar, aku ambilkan dulu”

 

 

Aku melangkah ragu menuju dapur, aku yakin ke 3 hyung ku sedang mengobrol di meja makan, mereka mengalih fungsikan meja makan jadi tempat berbincang. Aku berjalan melewati mereka, membuka bupet dan mengambil susu cair dan kemudian menuangkan nya ke dalam mangkuk.

“Shin…kau marah pada kami?’ tanya Yong Hwa hyung.

“Tidak…” jawabku sinis, aku masih kesal pada mereka.

“Shin…..”

“Maaf Alice sedang kelaparan” aku segera meninggalkan dapur, aku tidak mau Alice mati kelaparan.

 

Alice tertidur begitu perutnya kenyang, sial dia mengambil alih tempat tidur ku.

“Shin….” Min Hyuk hyung masuk kamar dan dia duduk di samping ku. “Sepertinya kau sangat lelah sampai berhalusinsai seperti tadi” dia menepuk pundak ku.

‘Hyung…dengarkan aku…” aku mencengkram pundak nya. “Aku tidak berhalusinasi”

“Shin…..”

“Hyung…, aku masih sangat waras, aku memang bisa berbicara dengan binatang” aku mengguncang tubuh Min Hyuk hyung. Seseorang…tolonglah aku, bantu aku menje;askan semua yang terjadi pada ke 3 hyung ku. Tidak…aku tidak mau orang-orang menganggap ku gila.

 

 

To be continued________

 

 

 

3 thoughts on “Lee Jung Shin Dolittle Part 1 [1/2]

  1. WAWWWWWWWWWWWWWWWWWW
    part 1’a aq baca disini aja ya,,,
    seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    g bakalan bosen baca ff klo yg maen BlueBoys ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s