I LOVE YOU [chapter 1]

Author            : @VIVITDN

Rating             : G

Length            : Chaptered

Genre              : Romance, AU

Cast                :

1. Jung Yonghwa CNBLUE

2. Tiffany Hwang  SNSD, and the other

Disclaimer      : My own plot

Note                : Setelah sekian lama hiatus, akhirnya saya kembali hehehehe. Semoga reader suka sama ff baru yang saya buat, *ya sudah jangan lupa RCL*

@@@@@@

Mataku tidak berhenti berkedip saat aku melihat Yonghwa baru turun dari mobilnya dan berjalan menuju kelas, kedua tanganku memegangi dadaku merasakan degupan jantungku yang semakin kencang saja. Aku hanya tersenyum seperti orang bodoh sambil memandanginya dari jauh. Jung Yonghwa adalah murid pindahan dari Busan saat kita masih kelas 11, saat itu aku masih tidak memiliki perasaan apa-apa padanya, tapi entah kenapa sejak kelas 12 ini  aku merasakan perasaan yang tidak biasa padanya. Senyumnya yang khas membuatku meleleh, ahhhh mungkin ini terlalu berlebihan, tetapi inilah cinta semuanya jadi serba berlebihan. Dia sangat pintar dalam olahraga, dan aku begitu buruk dalam olahraga, dan dia yang mengajariku bermain basket saat jam pelajaran olahraga, walaupun aku masih belum bisa bermain basket dengan baik, tapi setidaknya aku bisa memasukkan bola ke dalam ring berkat kesabarannya mengajariku. Aku terus berjalan sambil tersenyum tanpa melihat jalan yang ada di depanku.

Brakkk

“Awww, appoyo”

“Nuna, kau kenapa. Makanya kalau jalan jangan melamun terus. Apa saja yang kau pikirkan sampai kakimu tersandung?”

“Aishh, jangan cerewet, ayo bantu aku berdiri Jungshin-ah”

“Ne” Jungshin mengulurkan tangannya padaku dan membantuku berdiri.

“Hanya luka lebam sedikit, tidak berdarah. Gwenchanayo nuna?”

“Ne gwenchana, gomawo”

“Chunmaneyo. Ohhh Nuna, kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa tadi kau melamun?”

“Ani,aku tidak melamun”

“Bohong”

“Sungguh, aku tidak melamun”

“Nuna, kau sungguh tidak pandai berbohong. Aku dari tadi melihatmu dari jauh, kau jalan sambil senyum-senyum sendiri. Apa nuna sudah gila?  Sepertinya aku harus menelfon ahjussi untuk memeriksakanmu ke psikiater?”

“YA! Kau ini berani-beraninya mengataiku gila. Sepupu macam kau apa ini?” aku berlari mengejar Jungshin yang sudah berlari duluan masuk ke kelasnya. Ya, Lee Jungshin dia adalah sepupuku, lebih tepatnya sepupuku yang paling menyebalkan. Berani-beraninya dia mengataiku gila, dan dia tau kalau aku baru saja terjatuh dan kakiku sedikit sakit, tetapi anak itu malah memaksaku berlari mengejarnya, ahhh menyebalkan……..

Aku memasuki kelasku sambil mengomel-ngomel, tidak mempedulikan orang sekitar.

“Fany-ah wae? Pagi-pagi sudah cemberut” aku menoleh ke samping dan melihat dia sedang tersenyum padaku

‘omona, Yonghwa? Kau menyapaku? Kau tersenyum padaku? Oh Tuhan, terima kasih’

“Fany-ah? Kenapa kau diam saja?” Wajah Yonghwa sedikit khawatir, dia menggoyang-goyangkan bahuku, dan meletakkan telapak tangannya di keningku.

‘oh Tuhan, dia memegangku, menyentuh keningku, ingin rasanya aku berteriak karna bahagia. Cinta ini sungguh membuatku gila’

“Fany-ah kau sakit? Tapi keningmu tidak panas”

“Ne?” jawabku setelah tersadar (?)

“Akhirnya kau berbicara” dia tersenyum lagi. ‘Yonghwa-ya berhentilah tersenyum, kau tidak tau efek apa yang kau timbulkan dari senyum mu itu’

“Mianhae, aku tidak bermaksud mengabaikanmu”

“Gwenchana. Kenapa hari ini kau Nampak kesal?”

“Oh biasa, hari ini Jungshin mengganguku lagi” aku tersenyum kepadanya.

“Hahaha seperti biasa”

“Ne” Yonghwa lalu pergi dan duduk di bangkunya, mataku selalu mengikuti setiap langkahnya, dan tanpa kusadari aku tersenyum sendiri sambil memandangnya. Semoga saja teman-teman di kelasku tidak menyadarinya, mereka bisa menganggapku gila, dan aku tidak ingin seorangpun tau tentang perasaanku padanya.

@@@@@@

Yonghwa sebenarnya sudah punya kekasih, tetapi kekasih dia beda sekolah dengan kami, nama kekasihnya adalah Seohyun, dan mereka sudah bersama sejak Yonghwa masih kelas 11, sejak rasa cintaku padanya belum muncul. Dulu aku tidak begitu peduli jika dia punya kekasih, saat itu aku juga sudah punya kekasih namanya Siwon. Tetapi itu dulu, sekarang saat rasa cinta ini muncul, aku mulai peduli dengan hubungan dia dan kekasihnya, mungkin aku kejam, tapi aku berharap dia putus dengan pacarnya dan dia akan menjadi pacarku.

Hari ini pada pelajaran Bahasa Inggris, songsaenim memberi kita tugas membuat kelompok dengan anggota 2 orang dan betapa beruntungnya aku karna aku satu kelompok dengan Yonghwa,’Gamshamnida Kim songsaenim, aku akan dengan sungguh-sungguh mengerjakan tugasmu. Asalkan aku bersama Yonghwa, maka tugas sebanyak dan serumit apapun yang diberikan, itu tidak akan terasa’.

Saat pulang sekolah aku menghampiri Yonghwa yang akan masuk ke dalam mobilnya.

“Yonghwa-ya tunggu”

“Ne? Wae?”

“Ehm tentang tugas kelompok, kapan kita akan mulai mengerjakannya?”

“Bagaimana kalau besok? Kau tidak keberatan?”

“Tentu tidak. Mengerjakan di mana?”

“Di sekolah saja, nanti kita bisa mengerjakan di perpustakaan sambil mencari-cari buku panduan”

“Oh, ok”

“Mianhae Fany-ah, kita tidak bisa mulai mengerjakan tugas kita hari ini, karena aku ada janji dengan pacarku”

“Gwenchana, tenang saja. Hati-hati di jalan. Anyeyong” aku tersenyum saat dia memasuki mobilnya dan aku melanjutkan langkahku untuk pulang ke rumah.

‘wae? wae? wae? Kenapa kau harus bilang kalau kau ada janji dengan pacarmu? Yonghwa-ya, bisakah kau tidak usah bicara tentang pacar saat kau di dekatku? Itu membuatku sakit, karena itu menyadarkanku bahwa cintaku hanya bertepuk sebelah tangan’.

“Nuna, kenapa kau lemas sekali? Kau lapar ya?” Jungshin tiba-tiba datang dari belakang, aku sungguh tidak mood hari ini, rasanya tubuhku ini tidak ada tenaga untuk bergurau dengannya.

“Fany nuna, kau kenapa? Apa kau masih marah padaku gara-gara kejadian tadi pagi?”

“Ani” jawabku lemas tanpa memandang kearahnya.

“Nuna kenapa kau tidak menoleh padaku sama sekali? Kau benar- benar marah padaku ya? Mianhaeyo”

“tidak Aku tidak marah padamu”

“Bohong”

“tidak”

“bohong”

“Ya! CEREWET. Aku benar-benar tidak marah padamu, tetapi sekarang aku marah padamu karena kau terlalu cerewet, uhh menyebalkan” Aku berjalan mendahuluinya dengan langkah kesal. Anak itu tidak ada henti-hentinya menggangguku dan membuatku kesal, tapi aku tetap menyayanginya.

“Mianhaeyo nuna, aku belikan es krim ya?” Aku tersenyum padanya.

“Ne, tetapi belikan aku 2 es krim, karena hari ini kau dua kali membuatku kesal” Jungshin hanya mengerucutkan bibirnya, membuatku tertawa melihat ekspresi lucunya.

“Baiklah, dasar”

@@@@@@

Malam ini aku menghabiskan waktuku untuk membaca novel, suara getaran hp ku membuat ku menghentikan aktifitas membacaku.

From: yonghwa

Fany-ah, apakah kau sudah mempunyai refrensi buku sebagai panduan kita untuk mengerjakan tugas kelompok kita???

Mata ku langsung berbinar saat aku membaca sms dari Yonghwa, sungguh bahagianya aku ketika mendapat sms dari orang yang aku cinta, walaupun itu hanyalah sebuah pesan biasa, tapi itu sudah cukup membuat ku heboh dan berloncat-loncat di tempat tidur. Aku tidak terlalu dekat dengan Yonghwa dan tidak pernah telfon-telfonan, sms pun jika hanya ada sesuatu penting seperti tugas sekolah, jadi wajar saja jika aku terlalu senang mendapat sms dari Yonghwa orang yang diam-diam aku cintai.

To: yonghwa

Tentu saja sudah, aku kan rajin hehehehehe ^^

“Send” aku membalas sms dari Yonghwa dengan penuh senyum.

“Panggil aku gila, ini semua gara-gara kau JUNG YONGHWA J “

DRRRRTTTTTTT

From: yonghwa

Baguslah, karena aku belum mempersiapkan apa-apa untuk tugas kita hehehhe.

To: Yonghwa

Huuuuuu dasar malas , makanya jangan kencan terus

From yonghwa

😛 bukan malas, tapi hanya tidak sempat saja.  jangan lupa bawa cemilan yang banyak

To: yonghwa

Alasan…. Baiklah, uhh dasar 

From: yonghwa

Gomawo

To: yonghwa

Chunmaneyo

aku tidak berhenti-hentinya tersenyum sambil melihat layar handphonku. Moment langka bagiku, aku terlalu malu jika seandainya harus mengirim pesan duluan pada Yonghwa untuk bertanya ‘apa kabar? Sedang apa? Sudah makan? Dll ‘ aku malu jika harus melakukan itu, aku buhan sahabat dekatnya bukan anggota keluarganya, bahkan bukan kekasihnya, karena itu aku takut Yonghwa merasa aneh jika aku tiba-tiba duluan mengirim pesan padanya hanya untuk berbasa-basi, aku takut hal itu hanya akan membuat Yonghwa menyadari perasaan ku sebenarnya padanya. Jadi aku tetap menyimpan rasa cinta ini pada Yonghwa tidak berniat untuk secara terang-terangan menunjukkannya pada Yonghwa dan semua orang.

@@@@@@

Sesuai perjanjian kita kemarin, pulang sekolah kita mengerjakan tugas kita di perpustakaan. Kita masih mencari beberapa buku panduan di perpustakaan, karena buku yang aku punya tidak terlalu lengkap materinya.

“berarti pacarmu hari ini pulang sendirian?” aku bertanya padanya sambil sibuk mencari buku yang aku cari.

Bodoh, kenapa aku harus menanyakan tentang pacarnya? Aku memang aneh, aku tidak suka jika dia membahas tentang pacarnya, tetapi aku selalu penasaran dengan hubungan mereka dari hari kehari, apa semakin baik atau semakin buruk. Dan sekarang aku harus siap-siap sakit hati menanti jawaban dia tentang pacarnya, apapun yang akan dia katakan, setiap dia mengatakan ‘pacarku’ atau ‘seohyun’ hatiku rasanya sakit.

“Tidak, pacarku pulang dengan temannya”

“Awas dia diantar dengan teman prianya, apa kau tidak akan cemburu?” aku sengaja menggodanya.

“Hahahaha aniyo.  Aku kan percaya dia, dia juga mempercayaiku jadi tidak ada istilah cemburu, kita kan sama-sama dewasa” dia menjawab dengan penuh senyum, sambil berjalan menuju tempat duduk dimana kita akan belajar.

‘Damn, Tiffany kau benar-benar bodoh, harusnya kau tidak usah bertanya-tanya tentang urusan cintanya, karena kau hanya akan terluka.’ aku merutuki kebodohanku, aku mencoba menyembunyikan kesedihanku dengan tersenyum.

“wuah wuah Yonghwa ternyata bijak juga” dia hanya membalas ucapanku dengan senyuman.

Bagaimana bisa aku melupakan pria ini, jika senyumnya selalu membuatku tergoda, aku sudah berusaha untuk menghilagkan rasa cintaku padanya, tetapi itu terlalu sulit, aku tidak bisa.

Kita mulai membaca refrensi buku yang kita bawa, terkadang satu buku kita baca bersamaan, membuat tubuh kita semakin dekat, aku bisa merasakan bahunya, lengannya bersentuhan denganku saat dia konsentrasi membaca. Hatiku berdetak semakin tidak karuan, aku belum pernah sedekat ini dengannya. Bahkan aku bisa merasakan bau parfumnya yang sangat manly sekali. Aku sungguh tidak bisa berkonsentrasi membaca, mataku terus saja memandangi wajahnya dari samping, memandangi wajahnya yang semakin tampan saja saat dia berkonsentrasi membaca. Aku berharap waktu berjalan sangat lambat, aku ingin seperti ini, sangat dekat dengannya lebih lama lagi. Tiba-tiba saja dia menoleh ke samping dan memandangku yang tengah asyik memandanginya

‘Oh Tuhan. Ottokae, semoga dia tidak sadar jika aku dari tadi terus memandanginya’

“Wae?” tanyanya

“Ehmmm, ani, a, a, aku hanya, hanya tidak bisa berkonsentrasi” jawabku sedikit gugup.

‘DAMN, apa yang aku katakan?’

“Ne? Tidak bisa konsentrasi? Karena apa?”

“Tidak bisa konsentrasi karna, karna karna aku lapar, ya karna aku lapar” aku menunduk ke bawah, ‘bodoh, bodoh, bodoh’ aku terus merutuki kebodohanku, semoga Yonghwa tidak menyadarinya.

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau kau lapar? Ah iya sudah 1,5 kita di sini,  kau pasti sudah lapar, dan di perpustakaan ini kita tidak boleh makan. Baiklah kita sudahi belajar hari ini, ayo pulang”

“Ne” aku menarik nafas panjang. Jika bukan karena kebodohanku, mungkin kita masih bisa lebih lama lagi di sini.

‘Yonghwa-ya, aku tidak lapar, aku tidak mau makan, aku mau kamu, walau sampai malam tidak makan tetapi asal kau di dekatku itu tidak akan terasa’.

“Bukankah aku menyuuhmu membawa cemilan,apa kau membawanya?” tanyanya saat kami keluar dari perpustakaan.

“ini” aku mengeluarkan 2 potong roti dan 1 botol air mineral.

“Gomawo, ayo makan kau kan lapar” aku hanya tersenyum dan memakan roti yang aku bawa.

Yonghwa sibuk membaca dan membalas pesan dari handphonenya sambil memakan rotinya, entahlah dia sedang ber-sms dengan siapa, mungkin dengan pacarnya. Ya pasti dengan pacarnya, jika dilihat dari ekspresi wajahnya yang senyum-senyum itu.

“Fany-ah mau aku antar pulang? Ini sudah sore”

“Tidak usah, Jungshin akan menjemputku sebentar lagi”

“Oh baiklah, hati-hati di jalan. Anyeyong” dia memasuki mobilnya dan aku membungkukkan badanku. Sekarang mobil dia sudah pergi meninggalkan sekolah ini, dan di sini tinggal aku sendirian. Aku sebenarnya berbohong padanya, Jungshin tidak akan menjemputku sekarang. Mana mungkin dia akan menjemputku, karena aku tidak pernah menyuruhnya untuk menjemputku sekarang dan aku juga tidak berniat untuk menyuruhnya menjemputku. Aku hanya ingin sendiri saat ini. Aku memang bodoh dan aneh, aku baru saja menolak ajakan Yonghwa untuk mengantarkanku pulang, hal yang sangat langka dan aku sudah menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Selama ini, ini hanya ada dalam khayalanku, Yonghwa mengantarku pulang mengajakku makan bersama, berdua bersamanya di dalam mobilnya, dekat dengannya. Tetapi hari ini saat khayalanku itu akan menjadi nyata, aku menolaknya. Sejak keluar dari perpustakaan, moodku sedikit menurun apalagi saat aku melihat dia tersenyum mambaca pesan dari handphonenya, entah mengapa hatiku sakit. Aku yakin dia sedang membaca pesan dari Seohyun, makanya aku menolak saat dia mau mengantarku pulang. Senyumannya itu menyadarkanku bahwa sebenarnya senyum dia bukan milikku tapi milik orang lain.

@@@@@@@@

Malam ini aku tidak bisa tidur nyenyak, aku hanya sedang memikirkan, apa yang dia lakukan sekarang. Dan memikirkan cara agar aku bisa melupakannya.

DRRRRTTTT

From: yonghwa

Besok libur dulu ya, kita mengerjakan tugas bahasa Inggris nya, aku besok sibuk.

To: yonghwa

Baiklah. Aku juga lelah jika tiap hari harus kerja kelompok.

Tugas kelompok kita belum selesai dan Kim songsaenim hanya memberi kita waktu satu minggu, jadi ya terpaksa kita harus mengerjakannya secepat mungkin. Tapi besok dia sibuk, entahlah sibuk apa, aku tidak mau menanyakannya, aku takut jika jawabannya nanti hanya membuatku sakit, aku takut dia akan menjawab bahwa dia sibuk berkencan dengan pacarnya. Aku ingin mengubur rasa ini. Bukan salah Yonghwa jika dia tidak pernah menyadari perasaanku. Aku tidak pernah mengatakan bahkan memberinya sebuah hint bahwa aku mencintainya. Ini semua hanyalah sebuah cinta dalam hati yang aku pendam sendiri. Aku ingin melupakannya, dia sudah mempunyai pacar dan dia sangat mencintai pacarnya, bahkan seandainya dia putus dengan pacarnya dan berstatus single, belum tentu dia akan jatuh cinta padaku dan pacaran denganku. Dia bahkan tidak pernah memberikanku sinyal-sinyal kalau dia memiliki perasaan special padaku. Dia memang tidak mencintaiku dan aku terlalu banyak khayal jika suatu saat nanti dia akan menjadi kekasihku. Aku harus melupakanmu Jung Yonghwa, tapi kenapa itu terlalu berat, aku tidak bisa, walaupun aku tau pada akhirnya aku akan terluka karena cintaku hanya bertepuk sebelah tangan tetapi itu terlalu sulit bagiku untuk melupakanmu.

-TBC-

 

Maaf ya kalau bahasanya kadang agak lebay dikit hehehe, ini niatnya mau dibikin one shoot, tapi saya berubah haluan jadi membuat ini cerita berchapter. Semoga reader suka ceritanya

5 thoughts on “I LOVE YOU [chapter 1]

  1. kok aku ngerasa jd bnran ya kalo fany suka sm yong? hehe abis fany ska ngungkapin rasa kgumny sm yong scr blak2an #abaikan

    lanjutan ffnya aku tnggu yaa, pgn tau yong bkal setia ama seohyun atau nggak =)

  2. for the first time baca FF dg pairing yong-fany… hehe…
    msh btuh beradaptasi *saya-nya maksudnya* kkkk…
    tapi critanya keren dan menarik, berasa ‘cidaha’ gtuh fany-nya…

    lanjutkan thor !!! ^_-

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s