Butterfly In Your Thumb (Chapter 1)

Title : Butterfly In Your Thumb

Author : c’TroublM and Kim Sung Rin

Rating : pg 15

Genre : Romance, Fantasy, Au

Length : Chaptered

Main  cast : Lee Jonghyun, Jung Yonghwa, Park Shin Bi (oc), Park Eun Bi (OC)

Other Cast : Lee Jungshin, Kang Minhyuk

Disclaimer : cerita ini terinspirasi dari komik yang berjudul sama, Butterfly In You Thumb.

Note : Smoga suka and dont forget to RCL. reader yang baik pasti RCL dan memberikan kritik serta saran yang membangun hmhmhm🙂

~~~

Summary :

Dua pasangan yang saling mencintai tidak dapat bersatu di kehidupan mereka. Sebelum meninggal, kedua pasangan ini mengikat roh mereka dengan menato tubuh masing-masing dengan gambar seekor kupu-kupu. Dengan tato itu, roh mereka tetap hidup untuk mencari pasangan sejati di kehidupan selanjutnya.

Shin Bi dan Eun Bi, dua bersaudara ini memiliki sebuah tanda lahir yang sama, yaitu sebuah gambar kupu-kupu kecil di ibu jari masing-masing, letak tanda lahir itu pun sama, yakni ibu jari sebelah kanan. Mereka menganggap tanda itu sebagai tanda yang menyatukan keduanya.Kehidupan mereka terlihat berjalan dengan baik, sampai akhirnya Lee Jong Hyun secara tidak sengaja melihat gambar kupu-kupu pada ibu jari Shin Bi. Jong Hyun pun memiliki gambar kupu-kupu yang sama di ibu jarinya. Dari Jong Hyun Shin Bi mengentahui bahwa di kehidupan sebelumnya, mereka adalah pasangan yang mengikat janji dan sudah di takdirkan untuk bersatu di kehidupan selanjutnya.Keduanya bisa melihatingatan di masa lalu dari satu pasangan yang mengikat janji sebelum mereka meninggal, apabila jari mereka bersentuhan.

Tapi saat Shin Bi mengetahui bahwa mereka bukanlah pasangan di masa lalu, semuanya sudah terlambat. Shin Bi sudah terlanjur jatuh cinta pada Jong Hyun. Semuanya semakin rumit, karena selain dirinya, Eun Bi dan juga Jong Hyun, Jung Yong Hwa senior Eun Bi, ternyata juga memiliki gambar kupu-kupu di ibu jarinya.

***

Shin Bi asyik berkutat dengan ponselnya, sudah hampir 20 menit gadis itu berkutat dengan ponsel di tangan nya, seperti biasa, di waktu senggangnya ia selalu menyempaatkan diri untuk mengirim SMS pada kakak nya, sekedar menanyakan apa yang sedang di lakukan kakak nya di sela-sela istirahat syuting.

Park Shin Bi adalah seorang gadis biasa, ia bahkan terkesan sebagai gadis kutu buku dengan kacamata besar yang dipakainya. Di kampus ia tidak memiliki teman dan waktunya banyak di habiskan untuk mengirim SMS pada kakak nya, Eun Bi.

Park Eun Bi adalah seorang aktris terkenal dengan nama Jiee Park. Tidak ada yang tau bahwa Jiee Park adalah karakter yang di ciptakan Shin Bi yang kemudian di perankan oleh Eun Bi,kakak nya.

Meski Shin Bi dan Eun Bi bersaudara, tetapi mereka sama sekali tidak terlihat mirip. Eun Bi memiliki wajah seperti sang Ibu yang cantik, sedangkan Shin Bi mirip dengan sang Ayah yang biasa-biasa saja.

Dulu Ibu mereka adalah seorang aktris yang sangat populer, namun mengundurkan diri karena kakinya lumpuh akibat kecelakaan yang di alaminya. Sejak itulah sang Ibu bermimpi untuk menjadikan Eun Bi seorang artis. Sayangnya Eun Bi adalag gadis yang pemalu, tidak suka berakting di hadapan orang banyak, ia pun merasa tertekan karena keinginan Ibunya, karena itulah Shin Bi menciptakan satu karakter untuk di perankan oleh Eun Bi. Karakter ciptaan Shin Bi mereka namakan Jiee Park yang memiliki sifat percaya diri tinggi dan tidak suka memuji orang lain. Berbeda dengan sifat yang di miliki Eun Bi yang ceria, pemalu dan mudah tersenyum. Semua mereka lakukan dengan mudah mengingat Shin Bi yang suka menulis dan mengarang drama sejak kecil dan Eun Bi yang pandai berakting. Semua nya berjalan dengan baik dan dengan cepat, Jiee Park menjadi artis populer.

Meski wajah mereka berbeda tetapi mereka memiliki tanda lahir yang sama, yaitu gambar kupu-kupu kecil pada ibu jari masing-masing, letaknya pun sama, pada ibu jari sebelah kanan. Keduanya menganggap tanda lahir itu sebagai tanda yang menyatukan mereka.

To: Jiee Park eonni

‘Baiklah, semoga syuting mu menyenangkan , aku sedikit sibuk, aku harus pergi ke perpustakaan kota, akhir-akhir ini Jisun kangsa sering sekali memberikan tugas, kau tau sendiri bukan apa yang akan dia lakukan jika tugasnya di abaikan? He…he…he..’

Pesan terkirim

Ting!

Pesan masuk

From Jiee Park Eonni

‘Ne, aku tau, dia menyeramkan sekali kalau sudah marah, kau harus berhati-hati Shin Bi-ya! Baiklah..aku harus melanjutkan syuting ku, bye…! I miss u so much ’

To: Jiee Park eonni

‘Me too, eonn….!’

Tentu saja kakak beradik itu saling merindukan, hampir satu minggu lebih Jiee Park berada di Pulau Jeju untuk syuting drama terbarunya, mau tidak mau Jiee Park harus tinggal berjauhan dengan sang adik.

Shin Bi memasukan beberapa buku ke dalam tas selempangnya, ia pun menyampirkan tas di pundaknya dan segera meninggalkan kamarnya.

“Semoga saja perpustakaan nya belum tutup” gadis itu berharap, ia takut perpustakaan lengkap itu tutup,hari Rabu seperti ini perpustakaan hanya buka sampai jam 13:30, gadis berkucir di samping itu begitu tergesa-gesa pergi menuju perpustakaan.

~~~

Shin Bi, gadis itu segera berlari masuk kedalam perpustakaan begitu ia turun dari taxi, ia lega karena perpustakaan nya masih buka, setengah jam lagi perpustakaan akan tutup.

“Oke….hari ini aku benar-benar harus mendapatkan buku-buku itu, harus…!” ia pun menebarkan pandangan nya, matanya mencari lemari yang berlabelkan Art, setelah menemukan nya, ia segera mencari buku penting yang akan menunjang tugas kampusnya itu, dan setelah 15 menit mencari-cari buku penting itu, akhirnya gadis itu menemukan buku yang sangat di butuhkan nya itu di rak tengah, di antara dereten buku art lain nya.

“Hi Miss Anie..!” sapa Shin Bi pada sang penjaga perpustakaan yang berkewarga negaraan Inggris.

‘Owh…hi Shin Bi, sudah lama kau tidak datang untuk meminjam buku, kau sibuk?” tanya perempuan yang kira-kira berusia 35 tahunan itu. Perempuan berambut coklat tua itu cukup akrab dengan Shin Bi.Miss Anie adalah guru les bahasa inggrisnya dulu, saat SD.

“Begitulah, tugas kampus ku cukup menumpuk” Shin Bi mendesah, ia menyerahkan 2 buku yang ingin di pinjam nya pada Miss Anie.

“Semangat..! kartu anggota mu?” Miss Anie menadahkan tangan kanan nya, meminta kartu anggota milik Shin Bi.

“Ah…tunggu sebentar…” Shin Bi merogoh tasnya. “Ini kartu nya….” ia menyerahkan kartu miliknya pada Miss Anie. “Dan ini buku yang aku pinjam beberapa minggu lalu”

“Owh..Thank, kau menjaga buku ini dengan baik, biasa nya buku yang terlalu lama di pinjam kembali dengan kondisi memprihatinkan,lusuh, robek, dan kau tau bukan?” tanya Miss Anie dan Shin Bi hanya mengangguk . “Ah..aku hampir lupa memberi tau mu, ada novel romantis terbaru, kau mau pinjam?”

“Sebenarnya aku mau, tapi sepertinya aku tidak punya waktu untuk membacanya, mungkin lain kali aku akan meminjamnya”

“Baiklah kalau begitu, ini kartu dan buku yang akan kau pinjam”

Shin Bi segera memasukan buku dan kartu miliknya kedalam tasnya dengan terburu-buru “Thanks Miss, aku pergi..bye!” dia melambaikan tangan nya dan berjalan riang meninggalkan perpustakaan kota, tanpa ia sadari barang miliknya jatuh tertinggal di perpustakaan, gadis ceroboh.

@ Jeju Island 15:30 KST

“Cut……!” teriak sutradara. “Jiee….akting mu sangat bagus” puji sang sutradara, Jiee tersanjung menerima pujian dari sang sutradara, setaunya sutradara Han jarang sekali memuji akting aktor atau aktris yang bekerja sama dengan nya. “ Baiklah…syuting di lanjutkan nanti malam pukul 19:00 aktor dan aktris jangan sampai ada yang terlambat datang ke lokasi, ok..!” sang sutradara bertangan dingin itu mengingatkan.

Jiee dan lawan main nya –Jung Shin- membungkuk.

“Wow…sepertinya akting mu benar-benar bagus, sampai-sampai sutradara memuji mu” ucap Jung Shin, sudut bibirnya pun tertarik.

“Kenapa? Kau iri? Apa kau juga ingin mendapat pujian dari sutradara? Ah…tapi sayang sepertinya sutradara tidak akan memuji mu dengan akting mu yang seperti itu” Jiee meremehkan kemampuan Jung Shin, tentu saja pemuda jangkung itu tidak terima. “Kenapa? Kau tidak suka hah? Memang kenyataan nya begitu, akting menangis mu sangat buruk, Lee jung Shin..!” gadis itu pun berlalu meninggalkan Jung Shin setelah mengeluarkan kata-kata pedasnya.

“Aish…gadis itu benar-benar menyebalkan, menyesal aku menerima peran ini, ku pikir beradu akting dengan nya akan menyenangkan, tapi nyatanya tidak, dia arogan .”

20:00 KST

“Cut….cut….cut….!” sutradara Han berteriak kesal, lagi-lagi akting Jung Shin tidak memuaskan entah berapa kali Jung Shin melakukan kesalahan, Jiee mendengus kesal, ia menatap sinis Jung Shin, beradu akting dengan Jung Shin benar-benar membuatnya kehilangan banyak waktu. “Shin….kenapa akting mu jelek sekali?, tatapan mu itu bukan tatapan suka, tapi tatapan benci, apa kalian berdua baik-baik saja?” tanya sutradara pada Jiee dan Jung Shin.

“Tentu saja kami baik-baik saja…” jawab Shin berbohong, sebenarnya ada apa-apa, ucapan Jiee benar-benar membuatnya benci pada lawan main nya itu, biasanya Jung Shin bukan orang yang mudah tersinggung, tapi kali ini ucapan gadis berambut agak pirang itu membuatnya tersinggung.

@Seoul 22:00 KST

Ting..!

From: Jiee Park eonni

‘Owh…hari ini benar-benar menyebalkan’

To: Jiee Park eonni

‘Waeyo? Apa lawan main mu akting nya sangat payah?”

Pesan terkirim..

Ting..!

From: Jiee Park eonni

‘Sangat….! akting Lee Jung Shin sangat buruk = =’ ‘

To: Jiee Park eonni

‘Benarkah?, menurut analisa ku akting pemuda jangkung itu tidak buruk’

Pesan terkirim.

From: Jiee Park eonni

‘Analisa mu salah, sayang, baiklah…aku ngantuk, besok aku harus syuting pagi-pagi, ah..maaf aku mengganggu mu, aku tau sekarang ini kau sedang mengerjakan tugas he…he…., good night !”

“Aish….dia itu, sudah tau aku sibuk, tapi masih saja mengirm sms” Shin Bi tersenyum, ia meletakan ponselnya di sampingnya dan melanjutkan tugasnya kembali.

~~~

Shin Bi menyibakan selimutnya, ia meraih jam weker di atas nakas samping tempat tidurnya, matanya membulat begitu melihat weker itu. “ Ya Tuhan….aku bangun kesiangan, ini sudah jam 8:30 , jangan sampai Jisun kangsa menghukum ku.” Gadis itu bangun kesiangan gara-gara terjaga sampai jam 2:30. Gadis itu segera berlari ke kamar mandi., ia membersihkan tubuhnya kilat, ia tak ingin mendapat hukuman.

~~~

Shin Bi berlari menuju kelasnya, ia membungkuk begitu sampai di depan pintu, kedua tangan nya bertumpu pada kedua lututnya, dan nafasnya tersengal-sengal.

“Shin Bi-ya..! kau bangun kesiangan” tebak Jimin yang berdiri di belakang Shin Bi.

“He…he…..semalam aku tidur jam 2:30”

“Mengerjakan tugas dari Jisun kangsa?”

“Yups..kau benar, bagaimana dengan tugas mu? Bukankah hari ini…hari pengumpulan tugasnya?”

“Kau belum tau?”

“Belum tau apa?”

“Jisun kangsa hari ini tidak masuk, tapi kabar burknya dia memberi tugas lagi…! menyebalkan bukan?”

“Aish…..aku buru-buru berangkat ke kampus, melewatkan sarapan pagi, dan ternyata hari ini Jisun kangsa tidak hadir? Menyebalkan…” gadis berkacamata tebal itu menggembungkan pipinya.

Shin Bi menikmati makan siang nya, tiba-tiba saja dia tersedak saat seseorang berteriak memanggil namanya.

‘Uhuk…..Uhuk…..’ Shin Bi terbatuk-batuk, seorang pemuda menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Shin Bi yang sedang menepuk-nepuk dadanya.

“Minumlah…!” pemuda berkemeja kotak-kotak biru putih itu menyodorkan segelas air putih. Shin Bi segera merebut gelas dari tangan pemuda itu dan kemudian meneguk air itu. “Gwenchana?”

“Menurut mu?” tanya Shin Bi dengan ekspresi datarnya.

“Maaf….he..he…”

‘Siapa kau? Ada perlu apa dengan ku?”

“Kau Park Shin Bi kan? Jurusan art?”

Shin Bi mengangguk. “Ada perlu apa dengan ku?” tanya Shin Bi sembari membenarkan letak kacamata tebalnya.

“Apa kau kehilangan sesuatu?”

“Tidak…!”

“Kau yakin?”

“Ya…yakin…” ucap Shin Bi ragu.

‘M…baiklah kalau begitu, kau cari saja aku Lee Jong Hyun mahasiswa jurusan sasatra Korea, jika kau kehilangan…..mm..seperti ID card, misalnya. Benar kau tidak kehilangan sesuatu?” tanya pemuda bernama Lee Jong Hyun itu memastikan sekali lagi.

“Sudah ku bilang tidak!”

“Baiklah kalau begitu, aku pergi, maaf aku mengganggu makan siang mu, aku pergi…!” pemuda ber dimple itu pun beranjak dari tempat duduknya.

“Dasar aneh…” umpat Shin Bi.

@Jeju Island 11:00 KST

Jiee Park duduk di tepi pantai dengan kedua kaki yang di tekuk, semilir angin membuat rambut panjangnya agak berantakan. Gadis itu menghela nafas, tiba-tiba saja gadis itu memekik kesakitan, sebuah bola mengenai kepalanya, dia mendegus, sebentar lagi mulutnya akan terbuka dan mengeuarkan omelan-omelan nya yang memekakan telinga orang yang membuatnya mengomel.

Jiee Park memungut bola yang baru saja membuat kepalanya sedikit sakit, ia menoleh ke belakang dan ada seseorang berlari mendekat kearahnya.

“Maaf, sepertinya bola ku mengenai kepala mu” ucap pemuda bergigi gingsul itu sembari tersenyum canggung, Jiee Park bangkit dari duduknya.

“Ya..kau…..! kepala ku sakit, apa jangan-jangan kau sengaja melempar kepala ku dengan bola mu ini?” Jiee Park melemparkan bola di tangan nya kearah pemuda di hadapan nya, dan bola itu mengenai dada pemuda yang cukup tampan itu.

“Apa perlu aku antar kerumah sakit? Aku takut kepala mu kena gegar otak”

“Tidak..! lebih baik kau segera pergi dari hadapan ku, sekarang……!!” Jiee Park berteriak, kening pemuda di hadapan nya berkerut, seperti sedang mengingat-ngingat sesuatu.

“Sepertinya kau tidak asing, bagi ku…” ucap pemuda itu.

‘Hah…jelas saja, wajah ku sering wara wiri di tv, aku Jiee Park aktris yang sedang naik daun” ucap Jiee Park dengan bangganya.

‘Jiee Park? Sepertinya nama itu aga asing bagi ku” pemuda itu menggaruk kepalanya.

“Aish….kau benar-benar menyebalkan, kau membuat mood ku semakin buruk, dasar pemuda gingsul..” Jiee Park pun segera meninggalkan bibir pantai.

Pemuda itu tak bergeming, baginya nama Jiee Park memang agak asing mengingat dia bukanlah pemuda yang menghabiskan waktunya dengan percuma, dia terlalu sibuk sampai tak punya waktu untuk menonton tv lebih tepatnya menonton drama-drama Jiee Park. Ia masih berusaha mengingat sesuatu.

“Ah…aku ingat…” pemuda itu menjentikan jemari tangan nya. “Jung Yong Hwa….kenapa kau jadi pelupa seperti ini?” tanyanya pada dirinya sendiri. “Park Eun Bi, kau berubah sekarang”

~~~

Jungshin menghabisi waktu breaknya untuk menyusuri bibir pantai. Wajahnya masih ditekuk, sama seperti tadi. Kekesalannya itu dia salurkan dengan menendang pasir yang berhambur di bibir pantai.

“Sialan!” makinya kesal entah sudah yang keberapa kalinya. Tangannya mengepal berusaha menahan amarahnya agar tak meledak-ledak.

Ya, Jungsin kesal, bahkan sangat kesal dengan gadis yang bernama Jiee park itu. Dipikirnya, gadis itu ramah dan mungkin mereka akan terlibat pertemanan yang seru, seperti yang dialaminya dengan rekan-rekannya terdahulu. Namun, Jungshin hanya bisa menghela napasnya ketika mengetahui perangai Jiee Park yang sebenarnya.

Dugh! Sebuah bola mencium kepala Jungshin. Lelaki itu berdecak kesal dan mengambil bola yang sempat mengenai kepalanya itu dengan murka.

“Hei Kau! Kau tidak tau kalau…” Ucapan Jungshin seketika terhenti begitu dapat melihat jelas sang pemilik bola yang tengah berlari mendekatinya.

“Yonghwa hyung!” pekik Jungshin untuk meyakinkan matanya. Yonghwa pun terkejut dapat bertemu dengan sahabatnya disini.

“Lee Jungshin?!”

Kedua lelaki itu berpelukan singkat, Nampak sekali gurat bahagia diwajah keduanya dan melupakan insiden bola seketika.

“Apa kau sedang syuting disini?” Yonghwa dan Jungshin kini sudah duduk dipinggir pantai. Jungshin mengangguk, “Ya kau benar hyung, kau sendiri sedang apa disini?”

“Aku sedang mengunjungi bibiku disini.”

Jungshin tersenyum singkat dan kembali bermain dengan pasir yang terhampar didekatnya.

“Kelihatannya kau sedang suntuk ya? Ada apa?”

Jungshin tak langsing menjawab. Lelaki itu menselonjorkan kakinya yang panjang dan asik memperhatikan anak-anak yang sedang berkutat dengan layangannya.

“Ya kau benar! Aku kesal sekali dengan lawan mainku hyung! Kupikir dia orang yang ramah namun dugaanku salah! Dia sangat arogan dan sombong. Tch! Nampaknya kesabaranku sedang diuji sekarang.”

Yonghwa mengerutkan keningnya, dia kembali mengingat pertemuannya dengan park Eun Bi atau Jiee park beberapa waktu yang lalu di pantai yang sama.

“Apa yang kau maksud Jiee park?” Tanya Yonghwa ragu. Seketika Jungshin menoleh, dari raut wajahnya jelas dia terkejut, “Bagaimana kau tau hyung?”

Yonghwa menggaruk kepalanya yang gatal, “Eungh…itu… aku sempat membaca info tentang dramamu beberapa waktu yang lalu.” Dustanya. Jungshin mengangguk dan itu membuat Yonghwa lega. Tidak mungkin kan dia menjelaskan kalau Jiee Park itu adik kelasnya dulu? Apalagi sosok Jiee Park atau Park Eun Bi yang dikenalnya sungguh jauh berbeda dengan karakter Jiee Park yang sekarang.

“Oh…kukiran kau bertemu juga dengannya disini.” Gumam Jungshin.

“Yah, aku juga sempat melihatnya berkeliaran disini, dan sempat terlibat perdebatan karena kepalanya terkena bolaku.” Yonghwa nyengir. Untuk kedua kalinya, mata besar Jungshin menoleh menatap Yonghwa, “Kau serius bertemu denganya disini?” Yonghwa mengangguk ragu, “Ya kalau tidak salah sih iya, dia menyebut-nyebut nama Jiee Park tadi.”

“Oh sudahlah kenapa aku peduli tentang hal itu?” Jungshin berdecak kesal, “Oh iya hyung, sepertinya aku harus kembali ke lokasi lagi sekarang. Waktu breakku hampir habis.” Lanjut Jungshin sambil melirik arlojinya.

Yonghwa mendengus pelan, baru saja dia ingin menggali lebih dalam tentang Jiee Park namun tampaknya rencana itu gagal karena Jungshin harus kembali kelokasi Syuting.

“Baiklah, semoga kita dapat bertemu lagi ya.” Kata Yonghwa yang membuat Jungshin tertawa, “Yang benar saja hyung! Jarak apartmenku dengan apartmenmu di Seoul sangatlah dekat, tak ada alasan untuk tidak mampir bukan? Sampai nanti.” Jungshin melambai menjauh dari Yonghwa.

“Park Eun Bi, apakah kau seburuk itu sekarang?” gumam Yonghwa pelan.

~~~

Park Shin Bi mengaduk-aduk isi tasnya dengan gusar. Bagaimana tidak? kartu anggota perpustakaannya raib begitu saja. Seingatnya, dia sudah memasukkan dengan benar kartu anggota tersebut setelah peminjaman beberapa waktu yang lalu.

“Kau yakin membawanya dear?” Miss Anie yang dari tadi menunggu menatap ragu Shin Bi. Shin Bi nyengir seadanya sambil terus mengaduk-aduk isi tasnya. Dia mendesah pelan karena tak kunjung menemukan kartu anggotanya.

“Maaf dear, tidak bisa pinjam kalau tidak ada kartu anggota.” Miss Anie berkata seakan tau arti tatapan Shin Bi yang memohon untuk tetap meminjam buku tanpa kartu anggota.

“Miss ayolah, bukankah aku peminjam yang baik?” Shin Bi memohon dengan tatapan memelas. Miss Anie tersenyum kikuk, “Sorry, aku juga ingin meminjamkannya tapi kau tidak bisa menyalahkan aturan perpustakaan ini bukan?”

Shin Bi mendengus pasrah, “Baiklah aku tau hal itu Miss, aku akan kembali bila sudah menemukan kartu anggotaku.” Shin Bi berkata Lirih dan berjalan gontai meninggalkan perpustakaan yang disambanginya hari ini.

Shin Bi tak langsung pulang, dia memutuskan untuk duduk sejenak di taman dekat perpustakaan untuk menghilangkan rasa kecewanya karena tak bisa meminjam buku.

Penasaran, Shin Bi membongkar tasnya entah untuk yang keberapa kalinya namun nihil, kartu anggota itu tetap tidak ditemukan.

“Kita berjumpa lagi rupanya.” Shin Bi menoleh kearah suara berat yang sedang mengajaknya bicara. Wajah tampan itu kembali hadir didepan wajah Shin Bi, “Kau lagi!”

Lelaki bernama Lee Jonghyun itu tersenyum dan mengangguk, “Ya, ini aku! Lee Jonghyun.”

Shin Bi menatap malas Lee Jonghyun. Bukan…bukan karena tidak tertarik dengan wajah tampan serta perangainya yang ramah, namun karena gadis itu sedang tidak mood semenjak mendapati kartu anggotanya hilang entah kemana..

“Sedang apa kau disini?” Tanya Lee Jonghyun yang masih tetap berdiri.

“Kau tidak lihat aku sedang duduk?” Kesal Shin Bi.

“Kau pasti dari perpustakaan!” tebak Jonghyun yang seratus persen benar, Shin Bi hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Jonghyun.

“Memangnya kau…”

“Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu tuan Lee Jonghyun, bagiku itu hanya…hei apa yang kau maksud itu adalah kartu anggotaku?” Shin Bi tiba-tiba teringat kepada seseorang yang menghampirinya dikantin beberapa waktu yang lalu, yang ternyata seorang Lee Jonghyun. Lee Jonghyun tersenyum,

“Akhirnya kau menyadarinya juga, nona.” Jonghyun merogoh tasnya dan menyerahkan kartu anggota dan ID card Shin Bi yang ditemukannya beberapa hari yang lalu saat dia sedang berada diperpustakaan, yah..bukan cuma kartu anggota yang ia temukan, ID card juga. Mata gadis itu berbinar dan akhirnya senyum yang dinanti Jonghyun muncul juga,

“Akh…rupanya ID card ku juga hilang, aku sampai tak menyadarinya, terima kasih aku harus menraktirmu untuk hal ini.” Kata Shin bi sambil mengacungkan kartu anggota dan ID cardnya.

“Tidak perlu begitu, aku hanya membantu.”

Shin Bi mengernyit, “Tidak apa-apa, ini sebagai bentuk ucapan terima kasihku. Ayolah!”

Jonghyun Nampak berfikir, “Baiklah karena kau memaksa, aku akan menerimanya.”

Shin Bi tersenyum senang, “Tapi sebelumnya, aku ingin meminjam buku dulu diperpustakaan.”

“Oh baiklah, kebetulan aku juga ingin meminjam buku.” Kata Jonghyun.

“Kajja!” ajak Shin Bi yang seketika menjadi sedikit riang.

~~~

Shin Bi menyendokkan es krimnya, gadis itu tidak sadar kalau mulutnya blepotan karena dari tadi dia asik berkutat dengan ponselnya.

“Shin Bi, mulutmu blepotan.” Tunjuk Jonghyun yang duduk tepat dihadapannya. Shin Bi menoleh, “Nde?”

“Mulutmu, blepotan.” Jonghyun menyodorkan tissue kehadapan Shin Bi. Shin Bi pun terkikik lantas membersihkan mulutnya.

“Kau sedang smsan dengan siapa sih? Kulihat dari tadi kau asik berkutat dnegan ponselmu.”

“Dia kakak perempuanku,” jawab Shin Bi singkat karena kini sepenuhnya dia focus memakan eskrim.

“Apa dia sedang berada jauh darimu, Shin Bi?”

Shin Bi mengangguk, “Ya, dia sedang berada di Pulau Jeju. Hah aku rindu kepadanya. Hampir dua minggu kami tidak bertemu.” Keluh Shin Bi.

Jonghyun hanya mampu tersenyum. Dia semakin penasaran dengan Shin Bi yang menurutnya sangat tertutup walaupun saat diperpustakaan tadi dia sangat semangat memilih dan menceritakan buku yang dia gemari.

“Aku jarang melihatmu, apa kau murid pindahan?”

Shin Bi menggeleng, “Tidak, aku bukan murid pindahan. Setelah usai kuliah biasanya aku langsung pulang dan aku banyak menghabiskan waktuku untuk menulis dan membaca.”

Jonghyun membulatkan mulutnya, “Pantas saja kartu anggota perpustakaan itu sangat penting bagimu.”

Shin Bi tersenyum singkat lalu meyuap sendok terakhir eskrimnya. Dan seperti yang sudah diduga Jonghyun sebelumnya, gadis itu kembali berkutat dengan ponsel hitam miliknya.

Setelah membayar, Shin Bi dan Jonghyun berjalan berdampingan. Keduanya sama-sama bungkam, tidak seperti sebelumnya saat diperpustakaan.

“’Kita berpisah disini.” Kata Shin Bi yang berdiri di perempatan jalan.

“Baiklah, terima kasih untuk eskrimnya dan kapan-kapan kau bisa mengenalkan kakak perempuanmu kepadaku.” Jonghyun mengedipkan sebelah matanya sebelum melanjutkan perjalanan pulangnya. Shin Bi masih terdiam ditempatnya, mengawasi punggung Jonghyun hingga benar-benar hilang dari jarak pandangnya.

Shin Bi menghela napasnya lalu bergumam pelan,”Kenapa perasaanku menjadi aneh begini kalau kau ingin berkenalan dengan Eun Bi eonni?”

~~~

To be continued————-

7 thoughts on “Butterfly In Your Thumb (Chapter 1)

  1. wahhhh ber-4 pnya tanda yg sama!!!! pst ada “sesuatu”nya nih ^^
    gi2 gingsul’a yongppa kan bnr2 istimewa,,,he3
    aq suka-aq suka-aq suka
    part selanjut’a pst ditunggu ya >_o

  2. Oiya thor, judulnya salah tuh
    Harusnya kan “butterfly in YOUR thumb”
    Your nya menunjukkan kepemilikan kan?
    Miian bawel *pisss

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s