Forbidden Love (Chapter 4)

 

Author: Kim Sung Rin

Rating: PG 15
Genre: romance, fantasy, AU
Length: chaptered
Main Cast:
– Jung Seo Jin (OC)
-Lee Jonghyun
Other Cast:
– Other member CN BLUE
-Kim Sunggyu INFINITE
Disclaimer: ide cerita dari va dan aku merealisasikannya disini. chapter dua dan seterusnya murni pemikian aku
:P
Note: tidak bashing, silent reader dan RCL!! itu sangat penting bagiku dan mungkin bagi author lain juga hahaha.
cerita ini sebelumnya sudah di publis di note FB aku. ini sedikit tidak orisinil karena ada beberapa bagian yang aku ubah. dan buat readers yang udah RCL di part sebelumnya gomawo *bow bareng jonghyun?* I LOVE YOU ALL *kibarin bendera biru ( ?)*
so, happy reading :D
previous part : [1]  [2] [3]
~~~

Seo Jin masih menganga menatap lelaki yang masih saja duduk didepannya. Lelaki itu menatap Seo Jin sendu, “Jangan beritahu kepada siapapun ne?” pintanya memohon namun tidak digubris oleh Seo Jin sama sekali. Lidahnya seolah kelu menanggapi apa saja yang diucapkan lelaki yang berada dihadapannya, Lee Jonghyun.

“Seo Jin apa kau ti –“

Suara Yonghwa terputus begitu melihat lelaki yang berdiri beberapa meter darinya dengan sayap hitam yang terbuka lebar. Rahangnya mengeras, begitu juga Jonghyun yang matanya kini sudah berubah berwarna merah darah -pertanda bahwa jiwa blackdarc nya sedang menyala-nyala-.

“Jadi apa urusanmu datang kemari?” kata Yonghwa dingin. Matanya tak lepas memandang Jonghyun, mengabaikan Seo Jin yang juga berada disitu.

Jonghyun mendengus pelan, “Aku tidak akan menyakitimu, apalagi Seo Jin! Aku hanya ingin tau keadaannya.”

Yonghwa tertawa dan terdengar menyeramkan bagi Seo Jin. Baru kali ini dia melihat oppanya bertingkah menyeramkan seperti itu.

“Kau pikir aku akan percaya?” Kini Yonghwa sudah berdiri tepat dihadapan Jonghyun, “Sebaiknya kau pergi dari hadapanku sebelum aku benar-benar marah!” hardik Yonghwa. Jonghyun tetap ditempatnya, tak berniat melaksanakan apa yang Yonghwa inginkan. Dibalik bibir tipisnya, taringnya mulai mencuat keluar dan tanpa disangka-sangka, Jonghyun mencekik Yonghwa.

“Apa yang kau lakukan terhadap oppaku?!” Tanya Seo Jin sambil melepaskan cengkraman tangan Jonghyun yang sangat kuat pada leher Yonghwa. Dengan satu hentakan dari tangan kekar Jonghyun, Seo Jin terhempas dan beruntung ada seseorang yang menolongnya.

“Kau siapa?” Tanya Seo Jin bingung. Lelaki bersayap putih itu menatap Seo Jin tak percaya, “Kau pikir ini waktu yang tepat untuk menanyakannya? Sebaiknya kita memisahkan Yonghwa hyung dan Jonghyun.” Kata lelaki bersayap putih yang bernama Minhyuk itu.

SEOjin POV

Aku tak tau siapa lelaki yang berada dihadapanku ini tapi sepertinya dia cukup dekat dengan Yonghwa oppa. Setelah melihat mata dan sayapnya, dengan yakin aku menyatakan bahwa dia adalah Bianco Aloto.

“Hei, kenapa diam disitu? Cepat kesini bantu aku!” teriaknya yang berusaha melepaskan tangan kekar Jonghyun dari leher Yonghwa oppa. Aku yang sempat melamun bergerak sigap namun sepertinya aku tak banyak membantu.

Ah~bagaimana ini? Wajah Yonghwa oppa sudah membiru! Usahaku dan lelaki yang menolongku tadi sepertinya sia-sia saja.

Seketika Ide gilaku muncul! Yah, aku harus melakukannya! ini demi kelangsungan hidup oppaku satu-satunya. Kusambar wajah Jonghyun dan menempelkan bibirku dipermukaan bibirnya. Seketika cengkraman tangan di leher Yonghwa oppa melemah dan ini kesempatanku untuk membawanya pergi.

Sayap putihku mencuat keluar dan aku menyeret Jonghyun pergi menjauh dari balkon barang sejenak. Jonghyun memberontak dan itu membuatku agak sedikit kesusahan membawanya terbang, karena ini pertama kalinya aku menggunakan sayapku.

“Diamlah! Jangan banyak bergerak!”  hardikku kepadanya.

Jonghyun menatapku galak dan dia menggigit leherku sampai aku tak dapat mengontrol sayapku dengan benar hingga aku terjembab di tepi danau, entah dimana.

~~~

Author pov

Seo Jin menggelepar didepan Jonghyun sambil mencengkram lehernya sendiri. Disela-sela buku jarinya mengalir darah dan itu membuat Jonghyun semakin susah untuk mengontrol dirinya.

“Jonghyun, tolong jangan seperti ini. Aku…aku mempercayaimu.” Ucap Seo Jin lemah sambil menatap Jonghyun yang ingin menghisap darahnya dengan tatapan sayu. Sesekali dia meringis menahan perih dilehernya. Melihat Seo Jin sedang kesakitan membuat hati Jonghyun terenyuh. Seketika taringnya hilang dan menatap tajam bola mata biru milik Seo Jin. ‘Yah, apa yang kulakukan terhadapnya? Dia…dia sudah membawaku dari masalah tapi aku malah bernafsu ingin mengigit leher dan meminum darahnya?’ batin Jonghyun.

“Aku tau, walaupun kau blackdarc, kau mempunyai hati yang baik.” Kata Seo Jin melemah.

“Tidak! Tidak boleh seperti ini! Kau harus bertahan, Seo Jin!”

Jonghyun  mengangkat tubuhnya dan mengepakkan sayap hitam miliknya menuju kediaman Sunggyu yang menjadi tempat tinggalnya. Seo Jin tidak berbicara lagi, sepertinya dia benar-benar kesakitan.

 

“Eoh, apa yang kau lakukan terhadapnya Hyun?” Sunggyu meninggalkan makan malamnya dan bergegas mengikuti Jonghyun kedalam kamarnya. Wajahnya panik dan nasi yang sedang berada dalam mulutnya ditelan dengan paksa.

“Sudah kubilang kan untuk hidup sebagai manusia di bumi? Apa kau merasa ini berada di ….?”

“Diamlah!” potong Jonghyun kesal, “Kau pikir ini waktu yang tepat untuk ngomel denganku? Sekarang bagaimana cara agar luka dilehernya tertutup!” bentak Jonghyun. Sunggyu menarik napasnya berusaha menahan amarah terhadap sahabatnya sendiri, “Arasso, aku kan menjahit sendiri lukanya. Sudah kuduga suatu saat ini akan terjadi.” Katanya dingin dan meninggalkan kamar Jonghyun. Jonghyun tidak menggubris kata-kata Sunggyu barusan. Dia hanya menggenggam tangan Seo Jin dan menatap panik gadis yang terkulai lemah dihadapannya.

“Seo Jin bertahanlah, ne?” bisik Jonghyun lirih. Seo Jin membuka matanya sedikit dan tersenyum, “A..ku tau seb…enarnya k…au orang ba…ik.”

Jonghyun semakin erat menggenggam tangan Seo Jin. Air matanya kini menetes dan menyatu dengan keringat yang membanjiri wajahnya.

“Pasti kau menyesal kan telah melakukannya” Sunggyu baru saja datang dengan perlengkapannya. Sunggyu duduk ditepi ranjang dan mulai membius Seo Jin.

“Kau yakin bisa melakukannya?” Tanya Jonghyun. Sunggyu menatapnya sambil menaikkan alisnya, “Aku memang bukan dokter atau semacamnya, tapi aku cukup mahir melakukan ini.”

Jonghyun terdiam dan menatap Sunggyu tak yakin. Tapi setelah melihat Sunggyu menjahit luka Seo Jin dan melakukannya dengan baik, barulah Jonghyun percaya.

“Apa dia gadis yang kau maksud waktu itu?” Tanya Sunggyu sambil membereskan peralatannya. Jonghyun tak menjawab. Dia menatap Sunggyu lalu menghela napasnya, “Aku mau mandi dulu.”

Jonghyun menyambar handuk merahnya dan berjalan gontai menuju kamar mandi. Sunggyu menatap miris Seo Jin yang tertidur akibat obat bius yang disuntikkannya tadi.

Sedangkan dikediaman Yonghwa, tepatnya diruang tengah, Minhyuk sedang memberikan sup untuk Yonghwa yang terkulai di sofa. Aliran darah di kepala Yonghwa sudah kembali normal sehingga wajahnya tidak membiru lagi.

“Kenapa kau bisa ada disini, Minhyuk?” Tanya Yonghwa yang baru saja selesai menghabiskan sup buatan Minhyuk. Lelaki yang daritadi mengamati akuarium diruang tengah kini mengalihkan pandangannya, “Kejutan, sebenarnya. Kau kan tau aku bekerja di bagian administrasi Aloto World dan tak sengaja menemukan nama Jung Seo Jin yang akan bertransformasi sebagai Bianco Aloto dalam waktu dekat ini. Yah,setelah kutelusuri ternyata dia adik perempuanmu.”

Yonghwa setengah tertawa dan menatap Minhyuk heran, “Kejutan? Untuk apa kau memberikan kejutan? Kau kan tidak kenal Seo Jin.”

Minhyuk cemberut, “Aku berniat untuk mengajari Seo Jin terbang, ini pertama kali baginya kan? Dan…hey! Apa kau tidak merindukanku Hyung?”

Yonghwa tertawa lepas sekarang dan itu membuat Minhyuk semakin cemberut.

“Oh maaf, bukan maksudku tidak merindukanmu Hyuk,” Yonghwa meneguk air putihnya sampai setengah, “Ngomong-ngomong kau kenal blackdarc yang menyerangku tadi?”

“Jonghyun? Tentu saja! Dia cukup terkenal di Aloto World karena dia itu pembunuh top di Blackhill. Dia pernah membunuh dua Blackdarc  yang menjelek-jelekkan keluarganya.”

“Benarkah? Kenapa dia bisa semarah itu?” Tanya Yonghwa heran.

“Dia yatim piatu dan bisa dikatakan dia gelandangan tapi nasibnya berubah setelah dia diangkat menjadi putra dari tetua Blackdarc.”

Yonghwa hanya mengangguk namun beberapa saat kemudian dia terperangah, “Oh astaga! Kenapa aku bisa melupakan Seo Jin?”

Minhyuk menahan Yonghwa yang berdiri untuk mencari Seo Jin, Yonghwa menatap Minhyuk heran, “Kau membiarkan dia bersama blackdarc itu?”  Yonghwa menatap Minhyuk tak percaya.

Minhyuk menggeleng, “Tentu saja tidak! Kau tidak perlu mengurus ini! Biar ini jadi tanggung jawabku!”

Yonghwa menggeleng, “Tidak! aku kakak laki-lakinya dan apa aku tega membiarkannya sendirian diluar sana?” Kini suara Yonghwa sedikit meninggi.

“Hyung, beri dia kepercayaan! Setidaknya disaat kali pertama dia menjadi seorang Bianco Aloto.”

Yonghwa terpekur dan kembali duduk di sofa. Dia menghela napas panjang dan meneguk lagi air putihnya sampai tak tersisa, “Ya, kau benar Hyuk! Kumohon cari dia ne? aku…aku benar-benar tak ingin dia terluka!”

Minhyuk mengangguk kuat, “Tentu saja! Aku akan mencarinya sekarang, kau jangan khawatir!”

Yonghwa menatap Minhyuk sejenak sebelum akhirnya mengangguk, “Baiklah, aku percaya padamu Hyuk!”

***

Seo Jin mengerjapkan matanya perlahan lalu menatap sekitarnya. Dia ingin bangun dari tidurnya tapi rasa ngilu dileher Seo Jin membuatnya urung untuk melakukan hal tersebut.

“Kau sudah bangun?” lelaki bermata sipit yang tak lain Sunggyu menerobos masuk dengan nampan besar -yang berisi sarapan serta obat-obatan- dipegangannya, “Kau tidak perlu banyak bergerak ne? aku akan membubuhkan obat pada lukamu dulu.”

Sunggyu tersenyum dan menaruh nampan besarnya di nakas, “Tenang saja, kau berada ditempat yang aman sekarang.”

Seo Jin mengangguk lemah dan sangat berterima kasih kepada lelaki yang berada dihadapannya karena mengingatkan dia akan pertanyaan yang sempat terlupakan tadi.

“Aku…aku dimana?” tanya Seo Jin.

“Kau dirumahku.” Kata Sunggyu sambil membalurkan cairan coklat pada luka dileher Seo Jin, dan itu membuat Seo Jin meringis.

“Tapi.. kenapa aku bisa sampai disini?”

Sunggyu menghentikan pekerjaannya membalurkan cairan coklat tersebut, “Apa kau lupa? Ah kurasa tidak!”

Seo Jin mengerutkan keningnya. matanya membulat kala mengingat kejadian semalam mencuat dan berputar dengan cepat diotaknya. Dia membelalak menatap Sunggyu, “Dimana Jonghyun?”

“Anak itu berangkat kuliah pagi-pagi sekali.” Seo Jin terdiam lagi dan benar-benar tak bisa bicara karena rasa perih itu kembali menggelayuti lehernya.

Ting Tong

Sunggyu berpaling lalu menatap Seo Jin lagi, “Sebentar, kurasa ada tamu.”

Seo Jin mengangguk. Buru-buru Sunggyu menuju pintu masuk untuk melihat siapa yang datang.

“Oh Hai,” Sapa Minhyuk ketika Sunggyu membuka pintunya, “Aku sudah mencari semalaman dan kurasa ini tempat yang benar.” Lanjutnya sambil tersenyum.

Sunggyu mengerutkan keningnya menanggapi ucapan Minhyuk, ‘Orang yang aneh! Tapi apa dia kerabatnya Seo Jin?’ batin Sunggyu dalam hati.

Sunggyu menatap Minhyuk dari ujung kepala hingga ujung kaki, “Apa kau kerabat Seo Jin?” Tanya Sunggyu kepada Minhyuk.

Minhyuk mengangguk kuat, “Tentu saja, apa aku boleh masuk?”

“Yah, tentu saja!”

Sunggyu berjalan menelusuri rumahnya lebih dalam, disusul Minhyuk sampai akhirnya sampai disebuah pintu.

“Sebentar, aku akan membawakanmu minum.” Ucap Sunggyu meninggalkan Minhyuk sendiri didepan pintu itu.

“Ne, terima kasih!” jawab Minhyuk.

Setelah Sunggyu menjauh, perlahan Minhyuk memutar kenop pintu dihadapannya. Dan tak perlu menunggu waktu lama, tubuh lemah Seo Jin yang tengah terbaring dapat terlihat jelas oleh Minhyuk.

“Terima kasih sudah menyelamatkanku semalam,” Seo Jin menatap Minhyuk sambil tersenyum, “Dan…siapa namamu? Kita belum berkenalan.”

“Oh aku Minhyuk, dan Kau pasti Seo Jin.”

Seo Jin tersenyum sambil mengangguk pelan.

“Bagaimana keadaan Yonghwa oppa? Apa dia baik-baik saja?”

Minhyuk mengangguk kuat, “Tentu saja! Dia sudah jauh lebih baik…tapi kau?”

“Oh, semalam aku digigit oleh Jonghyun, blackdarc yang mencekik oppa semalam.”

Minhyuk terbelalak, “Kau… digigit?”

Seo Jin mengangguk lemah, “Yeah, kurasa dia ingin darahku tapi setelah mengigitku dia tidak jadi menghisap darahku. Dia malah membawaku kesini. Ah iya apa kau kesini untuk menjemputku?”

“Tentu saja, Yonghwa hyung yang ingin mencarimu, tadinya. Tapi aku larang karena dia akan membutuhkan waktu yang lama!”

Seo Jin mengernyit, Minhyuk sedikit membungkukkan wajahnya lalu membisikkan sesuatu, “Yah, maksudku sayap terkadang membantumu menjadi jauh lebih cepat bukan?” Lanjut Minhyuk terkekeh dan tak dipungkiri Seo Jin pun tersenyum.

“Jadi, apa kau kesini untuk menjemput Seo Jin?” Tanya Sunggyu yang datang dengan dua jus jeruk. Minhyuk tersenyum senang melihat cairan berwarna orange itu dan langsung meneguknya hingga setengah, “Kau benar! Ngomong-ngomong Jus jeruk ini enak sekali!” puji Minhyuk sambil tersenyum. Sunggyu hanya tersenyum simpul menanggapi pernyataan Minhyuk barusan.

“Kalau boleh tau, siapa namamu?” Seo Jin melirik Sunggyu yang terpaku dengan gelas jus jeruk ditangan kanannya. Sunggyu tersenyum, “Oh aku lupa memperkenalkan diriku, Aku Sunggyu, ex blackdarc.”

Minhyuk hampir saja tersedak jus jeruknya, “Jinjja? Kau tidak bercanda kan?”

“Untuk apa aku bercanda? Tentu saja tidak! Yah~ dua tahun yang lalu aku mencopot atribut blackdarc ku. Aku tak suka hidup sebagai blackdarc.”

Seo Jin dan Minhyuk sama-sama terdiam, tak berniat menjelajahi lebih jauh masa lalu Sunggyu yang ternyata blackdarc.

“Hm, baiklah kurasa aku akan membawa pulang Seo Jin, oppanya sangat menghkhawatirkan dia.” Minhyuk memecah keheningan.

Sunggyu yang sempat melamun terkesiap sambil tersenyum , “Begitukah? Baiklah, aku akan memberimu sejumlah obat untuk membantu luka Seo Jin agar cepat sembuh.”

“Baiklah, terima kasih sudah menjaga kerabatku ini.”

“Sama-sama.” Jawab Sunggyu.

~~~

Jonghyun kini menghela napas panjang dan memutuskan untuk duduk di taman kampusnya.

Tangannya bersilang di dada sambil memandang hamparan rumput yang tersebar didepannya serta menikmati semilir angin yang memainkan rambut  coklat pekatnya.

Entah sudah berapa kali dia menghela napas seolah menyesali sesuatu yang secara tak sadar diperbuatnya. Yah, dia memang menyesal membuat Seo Jin terluka dengan taringnya sendiri.

“Apa yang kau lakukan disini?” suara berat itu membuat Jonghyun mengalihkan pandangannya. Beberapa meter dari tempat duduknya, Sunggyu berdiri dengan map di tangan kanannya.

“Memangnya aku tak boleh menikmati fasilitas kampus?” gerutu Jonghyun sebal yang disambut kekehan Sunggyu. Dia lalu memposisikan dirinya untuk duduk disamping Jonghyun.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Jonghyun memecah keheningan. Sunggyu yang sedang menelisik paper didalam mapnya menoleh kearah Jonghyun, “Dia sudah pulang, tadi pagi dijemput oleh seorang lelaki.”

Mata Jonghyun membelalak menatap Sunggyu, “Lelaki? Bagaimana perawakannya?”

“Tinggi, putih dan sipit,” Jawab Sunggyu sambil menutup mapnya, “Dan sepertinya dia sangat suka orange juice.”

Jonghyun mengangguk, sepertinya lelaki yang menjemputnya bukanlah seseorang yang dicekiknya kemarin.

“Kau tak mau pulang?” Tanya Sunggyu yang telah berdiri. Jonghyun menggeleng mantap, “Tidak, aku harus pergi ke suatu tempat dulu.”

“Jangan membuat onar lagi, ingat kau di Bumi sebagai manusia.”

“Ya, Aku mengerti!”

~~~

 

Jonghyun pov

Aku melirik jam tangan di pergelangan tangan kiriku, hampir jam 7 malam. Aku bangkit dari dudukku, masih di bangku taman kampus dimana aku bertemu Sunggyu tadi. Kuregangkan tanganku untuk melepas penat yang menggelayut di bahuku. Kini aku bingung harus berbuat apa. Biasanya jam segini aku berada dirumah Seo Jin, menikmati kegiatannya dibalik pohon linden disebrang rumahnya. Ah~Seo Jin. Nama gadis itu mencuat lagi kedalam otakku setelah beberapa saat aku melupakannya. Perasaan lembut itu menelusup kedalam sanubariku kala mengingat namanya. Astaga~Jonghyun, kau sadar kan tidak boleh menyukainya dan apa misimu turun ke bumi?

Aku menghela napas panjang. Beberapa saat yang lalu aku merasa begitu mudah menjalankan perintah dari tetua Blackhill -dunia dimana blackdark tinggal- yang merupakan Ayah angkatku sendiri. Namun, setelah aku bertatap muka dengan Seo Jin dan mengenalnya, aku menjadi enggan untuk melakukan misi ini.

“Ah sebaiknya aku pulang.” Gumamku entah kepada siapa. Kulangkahkan kakiku yang lelah dengan perlahan menuju kediamanku, rumah Sunggyu.

~~~

“Darimana saja kau?” cegah Sunggyu yang baru keluar dari dapur. Aku melempar tasku di sofa ruang tengah “Menurutmu darimana?”

Sunggyu memicingkan matanya, “Kau tidak pergi kerumah gadis itu lagi kan?”

Aku menatap Sunggyu sebal, “Jangan ikut campur tentang masalahku dengan gadis itu lagi!” hardikku marah. Entah kenapa setiap kali Sunggyu menginterogasiku tentang Seo Jin aku akan merasa marah dan kesal kepadanya.

“Oh tentu aku harus ikut campur setelah kejadian kemarin! Lihat gadis itu, bagaimana kalau dia mati semalam?”

“Tentu saja dia tidak akan mati!” kataku setengah berteriak, “Dan dia tak akan mati!”

Sunggyu terkekeh pelan, “Jangan kira aku bodoh, Jonghyun! Aku juga pernah menjadi blackdarc! Kau kira aku tidak tahu tujuanmu turun ke bumi?”

Aku terbelalak dan sukses terdiam. Ya, Sunggyu juga blackdarc dimasa lalunya dan dia sudah beberapa kali turun ke bumi, sama sepertiku mengemban tugas dari pada tetua Blackhill.

“Sudahlah, itu bukan urusanku dan aku tidak mau tau tentang dunia itu lagi,” Sunggyu melepas celemeknya dan menggantungkannya dibelakang kulkas, “Makan malammu ada di meja makan.” Lanjutnya lagi sebelum dia masuk kekamarnya.

Aku menghela napasku panjang sambil memijit kepalaku yang mendadak pusing.

~~~

Author pov

“Yak, oppa! Kau pikir perutku terbuat dari apa?” kesal Seo Jin yang daritadi disuguhi oleh berbagai macam makanan yang Minhyuk buat.

“Ini bagus untuk pemulihanmu, sudah jangan membantah!”  Sanggah Yonghwa.

“Tapi kan yang terluka itu leherku oppa, apa hubungannya? Lagipula sudah tiga minggu ini leherku baik-baik saja.”

Seo Jin mengerucutkan bibirnya tanda kesal. Dia memutuskan untuk ke ruang tengah meninggalkan oppa yang akan mengomel.

“Anak itu tidak tau terima kasih, seharusnya menurut saja dengan perkataanku. Itu lebih gampang kan?” gerutu Yonghwa sambil membabat apel ditangannya. Minhyuk tersenyum, “Biarkan saja, jangan membentaknya hyung, ingat dia itu wanita, perasaannya jauh lebih sensitif.”

Yonghwa tak menjawab, melainkan memakan buah apel ditangannya dengan ganas.

Seo Jin yang merasa bosan karena tidak ada tontonan yang bagus segera meluncur kekamarnya dan menguncinya agar kakaknya tidak menyuguhkan berbagai macam makanan lagi.

Dihempaskan tubuhnya di ranjang berukuran single itu. Matanya intens menatap langit-langit kamarnya yang dipenuhi dengan glowing bergambar bintang.

Pintu balkonnya berderit dan tak berapa lama tubuh tinggi itu memasuki kamar Seo Jin.

“Untuk apa kau kesini?” Tanya Seo Jin ketus. Lelaki didepan Seo Jin tersenyum simpul sambil perlahan mendekatkan wajahnya, “Tentu saj auntuk menciummu,” desisnya dingin.

TBC

 

._.v maaf kalo banyak typo dan sebagainya ya

 

10 thoughts on “Forbidden Love (Chapter 4)

  1. kak meeeeeg!!! maaf baru sempat komen sekarang u.u
    ceritanya bikin aku penasaran ih, cepetan dong updatenya xD *minta digampar*

    eh eh, aku jadi naksir minhyuk dimari :3 habis bang JH galak sih -,-
    oiya kak, jonghyun-nya ntar jadi baik kaya sunggyu juga kan? iya dong harus! *maksa* xD

    -sekian-

    • eh ini amer kan ya? muahahaha xD iya kok kamu tau sih? ah gak seru nih udah ketauan duluan V,v
      btw cepet lanjutan fff mu itu yaa hahaha

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s