Perplexity [Chapter 3 End]

 

  • Author :c’troublM

 

  • Cast :

Jung Yong Hwa

 Lee Jong Hyun,

KangMin Hyuk

Lee Jung Shin

Juniel

 

  • Rating: 15+

 

  • Genre : Fantasy

 

Disclaimer: Cerita di FF ini hanya karangan belaka, ingat HANYA KARANGAN BELAKA. Maaf Miss typo sepertinya masih bertebaran, ceritanya makin gak jelas, dan…masih pendek.

Oke, selamat membaca bagi yang berminat 😀

———————————————————-

 

“Yong Hwa hyung terkena kutukan? Kau bercanda? Ckk..!” Jung Shin berdecak sebal, ingin sekali pemuda berambut sebahu itu menoyor kepala bocah kecil di hadapan nya, ia merasa Yong Hwa kecil benar-benar mempermainkan nya.

“Sepertinya kau terlalu sering membaca atau mendengar dongeng, mana ada kutukan di jaman modern seperti ini” pemuda imut itu sama sekali tidak percaya dengan adanya kutukan.

“Ah…sudah kuduga mereka pasti tidak akan percaya, apa lagi kalau aku mengaku sebagai Jung Yong Hwa lagi, mereka pasti mengusir ku” gumam Yong hwa kecil, bocah itu menghela nafas pasrah. “Aku ngantuk, bisakah hyungdeul meninggalkan kamar ku? Ah maksud ku kamar ini” bocah kecil itu tersenyum .

“Kau mengusir kami? Kau pikir ini rumah mu? Seenaknya saja mengusir kami, kau beruntung karena aku tidak mengusir mu dari dorm ini” Jung Shin berkaca pinggang. Mendengar itu Yong hwa kecil hanya menggembungkan pipi cubie nya.

“Hey…little Yong Hwa! Jangan-jangan gadis bernama Juniel itu hanya hayalan mu saja, kau hanya beromong kosong”tuding Min Hyuk. Yong Hwa menggeleng lemah.

“Baiklah, kalau kalian tidak mau keluar dari kamar ini, aku tidur di kamar yang satunya lagi” Bocah kecil itu hendak turun dari tempat tidurnya. Dengan segera Jung Shin dan Min Hyuk berlari ke arah pintu kamar.

“Kalau begitu cepat tinggalkan kamar ini!”

“Aku tidak perlu meninggalkan kamar ini kan? Ini kamar ku” akhirnya pemuda berdimple itu buka mulut.

“Tentu saja, inikan kamar mu hyung, mestinya bocah itu yang keluar dari kamar ini” Jung Shin segera berlari meninggalkan kamar Jong Hyun dan Yong Hwa, selang 3 detik Min Hyuk pun menyusul Jung Shin.

Jong Hyun berbaring di tempat tidurnya , pemuda tampan itu mengurut pelan keningnya.

“Hyung….!”

“Hmmm…”

“Apa kau juga tidak percaya dengan apa yang aku bisikan tadi?” tanya little Yong Hwa.

“Cukup sulit untuk mempercayainya, bukan nya aku tidak mempercayaimu, hanya saja aku sedikit ragu”

“Itu sama saja kau tidak percaya pada ku, hyung!”

Hening……….

“Sebenarnya aku ini memang benar-benar Jung Yong Hwa, Jung Yong Hwa yang tubuhnya menyusut menjadi tubuh mungil ini karena kutukan. Aku tak habis pikir kalian benar-benar tidak mengenali ku, bukankah kalian sering sekali melihat album poto ku waktu kecil? . Kau satu kamar dengan ku, dan pastinya kau tau betul apa saja kebiasan ku, begitu juga dengan ku, aku tau kebiasaan mu, kebiasan yang tidak di ketahui para boice, perlukah aku menyebutkan nya?” Yong Hwa mengubah posisi nya, ia menyamping menghadap Jong Hyun yang sudah mulai mendengkur, sia-sia bocah itu bicara panjang lebar. “Ya Tuhan….anak ini cepat sekali tertidur, berarti sejak tadi aku bicara sendiri dan sama sekali tidak ada yang mendengarkan, ah…menyebalkan, lebih baik aku tidur saja, siapa tau setelah bangun tidur tubuh ku kembali normal” Little Yong Hwa menarik selimut, ia memejamkan mata yang mulai terasa berat.

 

=============================

 

Jong Hyun beranjak dari tempat tidurnya, ia mengacak rambutnya yang memang sudah berantakan. “Ho…a..m” pemuda itu menguap. Selama beberapa detik pemuda itu memandangi bocah kecil yang masih terlelap tidur, pemuda itu tersenyum. “Melihat bocah kecil ini tidur seperti ini, seperti melihat Yong Hwa hyug yang sedang tertidur” ucapnya pelan, ia pun meninggalkan kamar.

10 menit kemudian…..

Little Yong hwa membuka kedua matanya. “Semoga saja aku kembali normal” ucapnya dalam hati, ia pun segera turun dari tempat tidur dan berjalan menuju cermin berukuran sedang yang terletak di salah satu sudut kamar. Yong Hwa kecewa saat melihat dirinya di cermin, tubuhnya masih belum normal.

“Oppa……” Juniel, gadis yang mengaku sebagai fans Jung Yong hwa itu kini berdiri tepat di belakang Yong Hwa yang sedang duduk berselonjor kaki di lantai kayu.

Dengan ragu Yong hwa menoleh ke belakang, ia mendapati seorang gadis dengan rambut coklat berponi dengan ekspresi muramnya. “Kau lagi.. kau membuat ku kaget saja”

“Maaf…”

“Sudah berapa kali kau mengucapkan kata MAAF? Kau ini sebenarnya siapa? Hantu atau apa hah?”

“Bukankah sudah aku katakan kalau aku adalah fans mu” perlahan gadis itu berjalan mendekati Yong hwa, dan kemudian duduk di samping Yong hwa kecil.

“Kalau kutukan ini terjadi gara-gara kau, pasti kau juga bisa mengembalikan tubuhku normal kembali bukan?”

Gadis manis itu menggeleng. “Maaf, aku tidak bisa, lagi pula ibu ku yang mengutuk mu, bukan nya aku”

“Lalu? Bagaimana caranya agar aku bisa kembali normal? Aku tidak mau berlama-lama menjadi anak usia 7 tahun, kau tau? paradongsaeng ku menganggap ku beromong kosong, di tambah lagi aku harus memanggil ke3 dongsaeng ku dengan embel-embel hyung, menyebalkan, seharusnya aku yang di panggil hyung!”

“Aku tau itu”

“Jadi, bisakah kau meminta Ibu mu mencabut kutukan nya? “

“Sepertinya itu tidak mudah, maafkan aku”

“Sudah cukup..! jangan meminta maaf lagi, telinga ku panas mendengarnya! Lebih baik kau bantu aku cari cara agar aku terbebas dari kutukan ini”

 

 

@Rumah sakit Seoul , 10:00 KST

 

Seorang perempuan paruh baya menatap lekat putrinya yang sedang terbaring koma, perlahan air matanya mengalir membasahi pipinya.

‘Kau bodoh, jika saja kau tidak mengejar ketras tak bergunana itu, mungkin Ibu masih bisa bercengkrama dengan mu, harusnya kau tak tergila-gila pada Jung Yong Hwa yang sombong itu, kau mempertaruhkan nyawa mu hanya karena selembar kertas yang di tandatangani bias mu itu” perempuan paruh baya itu terisak, sudah hampir satu minggu Juniel –putrinya- terbaring koma akibat kecelakaan, gadis itu tertabrak sebuah truk pengangkut barang saat mengejar kertas bertanda tangan sang idola yang terbang tertiup angin.

 

Flash Back________

 

Nyonya Choi – Ibu Juniel- menunggu CNBLUE keluar dari salah satu stasiun tv, ia berharap bisa bertemu dengan CNBLUE terutama Jung Yong Hwa, dia tau betul putrinya adalah fans pemuda bergigi gingsul itu.

Para member CNBLUE dan menejernya meninggalkan stasiun tv, dengan segera Nyonya Choi mengejar member CNBLUE yang hendak memasuki mobil.

“Tungu…..! “ teriak Nyonyai Choi sembari terus berlari. Jong Hyun, Min Hyuk dan Jung Shin sudah masuk kedalam mobil, hanya Yong Hwa yang belum masuk, pemuda itu menghentikan langkahnya, ia berbalik dan mendapati Nyonya Choi sedang berlari kearahnya.

“Jangan pergi…..” ucap Nyonya Choi dengan susah payah karena nafasnya tersengal-sengal, usianya tak muda lagi lari sebentar saja bisa membuatnya kelelahan. “Bisakah kau ikut dengan ku? Putri ku membutuhkan mu…” Nyonya Choi menarik tangan Yong Hwa.

“Em..maaf…aku tidak bisa”

“Hyung…cepat…..!” teriak Jung Shin dari dalam mobil.

“Kumohon…., putri ku membutuhkan mu”

“Ta…tapi…..”

“Jika kau tidak bisa ikut bersama ku, setidaknya kau meninggalkan pesan suara untuk putri ku, kumohon, putri ku sedang koma, mungkin dia akan segera sadar kalau dia mendengar pesan suara dari mu” perempuan paruh baya yang masih terlihat muda itu merogoh tasnya, ia mencari sebuah alat perekam.“Ini….” Nyonya Choi segera menyerahkan alat perekam itu pada pemuda tampan di hadapan nya.

“Tapi…nyonya…..”

“Yong….kau ini lama sekali, cepat kita sudah terlambat, jadwal masih padat,  masih ada beberapa pemotretan” menejer Park menarik lengan Yong Hwa dengan paksa, memaksa pemuda itu segera masuk kedalam mobil.

‘Braaaankk’ alat perekam yang di pegang Yong Hwa terjatuh dan hancur berserakan. Nyonya Choi kecewa, kedua tangan nya mengepal kuat begitu mobil yang di tumpangi para member CNBLUE melaju semakin menjauh dari pandangan nya.

“Begitukah sikap seorang bintang idola? Menemui fans yang sedang koma saja tidak mau, walaupun hanya sekedar meninggalkan sebuah pesan suara? Pantas kah orang seperti itu mendapat banyak cinta dari para penggemarnya? Tanpa fans dia bukan apa-apa.  Juniel…kau sudah salah memilih idola mu, dia begitu mengecewakan, Ibu membenci Jung Yong Hwa”.

Flash back end____

 

@Taman belakang Dorm CNBLUE, 13:30 KST

 

Jung Shin menjatuhkan tas belanjaan nya begitu ia mendapati little Yong Hwa sedang berbicara sendiri+ senyum-senyum sendiri, dia tidak tau kalau Yong Hwa sedang berbincang-bincang dengan Juniel “Apa bocah itu sudah gila? Bicara dengan siapa dia? Teman hayalankah?” Lee Jung Shin menggaruk kepalanya yang bersih dari ketombe.

“Aku memang tampan, dan gigi gingsul ku memang terlihat manis”

“Hey….kau bicara dengan siapa? Kau baik-baik saja bukan? Perlukah aku membawa mu ke rumah sakit?”

“Apa yang kau bicarakan, hyung?” tanya little Yong Hwa pura-pura tidak tau. “Apa itu? Kau habis belanja?”

Jung Shin memungut tas belanjaan nya yang di jatuhkan nya beberapa meit lalu. “Pakaian untuk mu”

“Wah……kau baik sekali, bukankah kau tidak suka pada ku? Kenapa membelikan ku pakaian?”

“Jong Hyun hyung yang memintaku membelikan nya untuk mu, dan kau tau? Itu sangat menyebalkan”

‘Ah…rupanya begitu, ku kira kau yang berinisiatif sendiri membelikan ku pakaian, tapi walau pun kau terpaksa, aku harus mengucapkan terima kasih, terimakasih Jung Shin Hyung”

Jung Shin menarik kedua sudut bibirnya dengan terpaksa, dan kemudian meninggalkan little Yong hwa.

 

“Jadi sebenarnya kau ini hantu atau bukan?”

“Aku hanyalah seorang gadis yang sedang terbaring koma”

“Koma? ”

“Ya…”

“Kenapa bisa sampai begitu? Kau menyebrang jalan sambil melamun?”

“Bukan, tapi karena aku tidak mau kehilangan tanda tangan mu, oppa!”

“Apa?? apa kau gila?”

“Entahlah, tapi sepertinya memang begitu, aku begitu tergila-gila pada mu, maksud ku aku benar-benar fans berat mu, oppa..” Juniel tersenyum.

“Terimakasih karena kau sudah menjadi fans ku”

Lagi, gadis manis itu tersenyum.

 

=======================

 

Jung Shin dan Min Hyuk merepat dan menguping pembicaraan Jong Hyun dan menejer Park di telpon.

“Apa? di undur? Tapi syukurlah, setidaknya kita bisa mencari kembali Yong Hwa hyung, dan konser akan berjalan sempurna, ah..baiklah, bye!”

“Apa katanya?” tanya Min Hyuk.

“Konsernya di undur?” tanya Jung Shin.

Jong Hyun mengangguk.

“Baguslah…..” ucap Min Hyuk sembari tersenyum.

“Ada apa? sepertinya kalian senang sekali” tanya little Yong Hwa.

“Konser kami di undur” ucap Jong Hyun sembari menaruh kembali gagang telpon pada tempatnya.

‘Kenapa kalian malah senang?” tanya Yong Hwa.

“Siapa tau Yong Hwa hyung kembali sebelum konsernya terlaksana, aku senang sekali” ucap Min Hyuk, pemuda cute itu mencubit pipi little Yong Hwa dengan gemasnya.

 

———————————————

“Hey….berhentilah mondar-mandir di depan tv, kau tidak lihat aku sedang menonton tv ?” teriak Jung Shin. “Gaya mu seperti orang dewasa yang sedang gelisah saja, cepat menyingkir” tambahnya lagi. Little Yong Hwa menyipitkan matanya dan kemudian melirik pemuda jangkung itu.

“Little Yong….! kau mau ice cream?” tawar Min Hyuk, ia berteriak dari arah dapur.

“Kau tidak menawari ku? Kau pilih kasih..” Teriak Jung Shin dari ruang tengah.

“Bukankah kau sudah memakan jatah ice cream milik Yong Hwa hyung?” ujar Min Hyuk yang baru saja kembali dari dapur, ia pun bergabung dengan Jung Shin dan juga Yong Hwa.

‘Selalu saja…” gumam Little Yong.” Hyung…kemarikan ice cream nya, ”  Min Hyuk pun menyerahkan cup ice cream berukuran sedang pada Yong Hwa. Bocah itu menyendoki ice cream di tangan nya. Saat sedang menikmati ice cream rasa vanila itu, tiba-tiba little Yong Hwa teringat sesuatu. Bocah kecil itu pun berhenti dari aktifitasnya –makan ice cream- dan menaruh cup ice cream yang masih terisi penuh di meja. Melihat ice cream yang menganggur begitu saja di meja membuat Jung Shin menelan ludah.

Lee Jung Shin tersenyum .” Hey….bolehkah aku memakan ice cream mu? Kau tidak akan memakan nya lagi kan?” tanyanya.

“Tidak, makan saja kalau kau mau”

“Baiklah kalau begitu…” Jung Shin pun hendak meraih cup ice crem di atas meja, namun ia kalah cepat, Jong Hyun terlebih dahulu meraih cup ice cream itu.

“Hyung…!”

“Apa? ini jatah ice cream ku, bukankah kau sudah memakan ice cream mu?”

“Tapi hyung….aku masih ingin menikmati ice cream nya”

“No…no…no…”

“Yong…kenapa kau melamun?” tanya Min Hyuk.

‘Ah…aku sedang mengingat sesuatu”

“Apa?” tanya Jung Shin.

“Aku tidak akan memberitau me, ueee….” Little Yong Hwa memeletkan lidahnya kearah Jung Shin, dan ia pun segera berlalri menuju kamar Jong Hyun.

“Yak.,…..kau mau ku hajar? Ish…dasar bocah menyebalkan” teriak Jung Shin kesal.

 

Yong Hwa termenung di kamarnya ia mengingat sesuatu. “Aku ingat, sebelumnya aku pernah bertemu dengan perempuan paruh baya yang mengutuk ku di dalam mimpi , kalau tidak salah dia bilang putrinya sedang koma, apa jangan-jangan yang dimaksudnya Juniel? Apa dia kesal karena aku tidak menggubris permintaan nya, dan akhirnya dia mengutuk ku? Ya Tuhan…apa yang sudah aku perbuat? Harusnya aku menyempatkan waktu untuk menjenguk fans ku itu, aku benar-benar menyesal, lagi pula tanpa fans aku bukanlah siapa-siapa, Juniel…aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf” Yong hwa menitikan air matanya, ia menangis, menangis bukan karena kutukan yang menimpanya, tapi ia menangis karena kesalahan yang telah ia perbuat.

==============================

 

“Hyung….! ini benar-benar kau?” Jong Hyun mengucek matanya, ia sedikit sangsi dengan apa yang di lihatnya. Pemuda itu duduk di samping tempat tidur Yong Hwa, pemuda itu mengguncang tubuh Yong Hwa. “Hyung…..! Shin….Hyuk….cepat kemari, Yong Hwa hyung sudah kembali…!” teriak Jong Hyun kegirangan. “Shin….Hyuk….! cepat kemari……” teriaknya lagi.

15 menit kemudian Jung Shin dan Min Hyuk masuk ke kamar Jong Hyun, kedua pemuda itu masih merasa ngantuk, semalaman mereka bermain game.

“Ada apa, hyung? Pagi-pagi begini kau sudah ribut” Tanya Min Hyuk sembari menggaruk kepalanya,

“Yong Hwa hyung sudah kembali “

“Benarkah?” tanya Jung Shin, matanya berbinar, tentu saja dia merasa senang dengan kembalinya sang leader sekaligus hyungnya.

“Hyung….hyung….bangun….” Jong Hyun membangunkan Yong Hwa yang masih tertidur.

‘hhmmm….aku masih ngantuk, hyung” gumam Yong Hwa.

“Apa dia bilang? Hyung? Kenapa dia memanggil mu hyung? “ tanya Min Hyuk.

“Hyung bangun……” sekali lagi Jong Hyun berusaha membangunkan Yong Hwa, dan kali ini usahanya berhasil. Yong Hwa membuka matanya.

“Ada apa? kenapa membangunkan ku?”

“Hyung….aku merindukan mu…” Jong Hyun memeluk Yong Hwa erat. “Kau kemana saja?”

“Hyung kata mu?  Sekarang kau percaya kalau aku ini Jung Yong Hwa?”

“Tentu saja, kau ini hyung kami”

“Tunggu dulu, ada yang aneh, sejak kapan Yong Hwa hyung tidur bertelanjang dada? “ tanya Min Hyuk.

‘Hyung…bukankah kau tidak suka tidur bertelanjang dada? “ tanya Jung Shin.

“Bertelanjang dada? Aku?” Yong Hwa pun. Yong Hwa segera menarik selimut begitu ia mendapati dirinya tak mengenakan sehelai benang pun.”Kenapa aku tidak mengenakan sehelai benang pun?”Ketiga dongsaengnya menggeleng kompak.

“Ah…little Yong…kemana dia? Bukankah semalam dia yang tidur di tempat tidur ini? Atau jangan-janga….” Jong Hyun menggantung ucapan nya.

“Jangan-jangan apa, hyung? Aku harap bocah itu sudah pulang kerumahnya” ujar Jung Shin, Yong Hwa menatap Jung Shin datar. “Hyung…kenapa kau menatap ku seperti itu? Kau membuat ku takut”

“Hyung…kau benar-benar kena kutukan? Little Yong itu benar-benar kau, hyung?” tanya Jong Hyun.

“Ya…itu benar, aku terkena kutukan dan tubuh ku menyusut, dan diantara kalian bertiga sama sekali tidak ada yang percaya”

“Oh…tidak, sepertinya aku sudah berbuat kesalahan” Jung Shin berjalan mundur. Jung Shin nyengir “ Hyung…maafkan aku ya…he…he…” ucapnya sembari mengelus tengkuknya dengan tangan kirinya. “Hyung..kumohon jangan marah pada ku, aku janji aku akan melaksanakan perintah mu, asalkan kau tidak marah pada ku”

‘Baiklah, kalau begitu, cuci kembali semua kolor-kolor ku, kau bersedia?”

“Apa…? menyuci semua kolor-kolor mu lagi?”

‘Kenapa? Kau tidak mau?”

‘Ah…baiklah…” Jung Shin pasrah.

“Shin….jangan kau anggap serius, aku hanya bercanda”

“Ah…syukurlah…” Jung Shin bernafas lega.” Hyung…aku merindukan mu”

“Aku juga, hyung!” timpal Min Hyuk.

‘Sayang nya aku tidak merindukan kalian”

“Hyung….!” ucap Jung Shin dan Min Hyuk berbarengan.

 

————————————————

 

“Jadi apa penyebab kutukan itu?” tanya Jong Hyun sembari mengoleskan selai pada selembar roti.

“Hm….maaf aku tidak bisa menceritakan nya”

“Hyung…ayolah, kami ingin tau” ucap Jung Shin.

“Ah sudahlah, lupakan saja, yang terpenting sekarang ini aku sudah terbebas dari kutukan itu, dan konser kita akan berjalan dengan lancar”

“Hyung, bagai mana dengan Juniel? Dia benar-benar ada kan?” tanya Min Hyuk.

“Kau pikir aku berbohong hah? Tentu saja, tapi dia belum muncul lagi, dia datang dan pergi dengan seenaknya . Ah…hari ini aku berencana untuk pergi ke rumah sakit, apa kalian mau menemani ku?”

“Memangnya siapa yang sakit?” tanya Jung Shin dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Kau sakit, hyung?” tanya Min Hyuk.

“Tidak, aku hanya ingin menjenguk fans ku yang sedang koma”

“Ah..begitu, baiklah…kalau begitu kami ikut” ucap Jong Hyun. “Bukankah begitu Shin…, Hyuk?” Min Hyuk dan Jung Shin mengangguk.

“Hyung….kita belum menghubungi menejer Park…” ucap Min Hyuk.

“Jangan bilang padanya kalau aku sudah kembali”

“Tapi kenapa?”

‘Ah…sudahlah, aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran”

 

————————————————-

 

@Rumah sakit Seoul 13:00 KST

Ke4 pemuda tampan itu sudah berdiri di depan pintu ruangan ber nomor 123, kamar tempat Juniel di rawat, bukan hal yang sulit bagi Yong Hwa mengetahui ruangan dimana fans nya itu di rawat.

“Hyung…sebenarnya kita mau menjenguk siapa?” tanya Jung Shin berbisik.

“Juniel…”

“Apa? Juniel?” jadi Juniel benar-benar ada? dan sekarang dia sedang koma? aku penasaran dengan wajahnya”  ucap Min Hyuk.

“Hyuk…tutup mulut mu, kau berisik” ucap Jong Hyun.

Yong Hwa pun memutar knop pintu di hadapan nya. Ke4 pemuda itu memasuki ruangan bernomor 123 itu. Tidak ada siapa-siapa di ruangan itu keculai Juniel yang terbaring koma, dan sekarang tentu saja ada ke4 pemuda tampan itu.

“Wah..dia cantik juga, hyung…” Min Hyuk tersenyum melihat wajah gadis itu. Sebuah jitakan mendarat manis di kening pemuda bermata sipit  itu, Jong Hyun menjitaknya.

“Juniel…aku datang menjenguk mu…” ucap Yong Hwa. “Cepatlah sadar!” pemuda itu menggenggam tangan kanan Juniel.

Tiba-tiba saja seseorang masuk, perempuan paruh baya itu terkejut melihat ke4 member CNBLUE itu .

“Kalian….”

“Annyeong haseyo….” para pemuda itu memberi salam.

“Bisakah kalian meninggalkan kami berdua?” tanya Yong Hwa pada ke3 dongsaengnya. Tanpa banyak tanya Jung Shin, Min Hyuk, dan Jong Hyun segera meninggalkan kamar 123 itu.

 

“Aku minta maaf, nyonya” ucap Yong Hwa.

“Untuk apa kau minta maaf? Seharusnya aku yang meminta maaf, aku sudah salah paham, harusnya aku tau kalau kau memang benar-benar sedang sibuk” ucap Nyonya Choi penuh sesal.

“Aku juga bersalah, seharusnya aku menyempatkan diri untuk menjenguk putri anda”

“Putri ku pasti senang karena kau menjenguknya, terimakasih sudah menjenguk putri ku, dan masalah kutukan itu aku benar-benar minta maaf, kau pasti mengalami banyak kesulitan saat tubuh mu menyusut”

“Tidak juga, ah…bisakah anda menyerahkan tiket konser ini? Aku yakin putri anda akan segera sadar, aku ingin putri anda menghadiri konser kami”

“Baiklah, dia pasti akan segera sadar”

 

=============================

 

Jung Shin segera berlari kearah pintu saat mendengar suara bell. “Hyung….!” serunya saat melihat menejer Park.

“Jung Shin,,…bagaimana ini? Aku belum juga menemukan Yong Hwa” ucap Menejer Park, ia tampak resah.

“Shin siapa yang datang?” teriak Yong Hwa dari ruang tengah.

‘Shin….bukankah itu suara Yong Hwa, dia sudah pulang?” Jung Shin mengangguk. “Shin…kenapa kau tidak memberitau ku kalau Yong Hwa sudah kembali pulang? Kau tau? Aku mencari dia kemana-mana!” Menejer Park mengomel pada Jung Shin.

“Hyung, kenapa kau mengomel pada ku?, harusnya kau mengomel pada Yong Hwa hyung, dia yang menyuruh kami untuk tidak memberitau mu”

“Mana dia? Yong…..Yong Hwa…..kau benar-benar keterlaluan!”

“Ada apa, hyung?” tanya Yong Hwa sembari mengganti-ganti chanel tv dengan santainya.

‘Kenapa kau tidak menghubungi ku hah? Aku kemana-mana mencari mu”

“Ayolah hyung, jangan marah-marah, lagi pula sesuatu terjadi pada ku itu gara-gara kau juga”

“Memangnya apa yang terjadi pada mu?”

“Sebenarnya selama ini, Yong…..” Jung Shin tak melanjutkan ucapan nya, ia ingat Yong Hwa pernah berpesan untuk tidak memberitahu tentang kutukan yang menimpanya pada menejer Park.

“Selama ini Yong kenapa?”

‘Ah…selama ini…dia bersemedi di gunung, he..he…”

“Hah…yang benar saja”

“Sudah lah hyung, jangan mengomel lagi, nanti kerutan-kerutan di wajah mu semakin bertambah..” ujar Yong Hwa bercanda. “Yang penting aku sudah kembali”

‘Ish..kau ini”

 

 

===============================

4hari kemudian….

Usai sudah konser mini CNBLUE yang nyaris saja di batalkan itu. Para Boice begitu terhibur dengan penampilan pemuda-pemuda tampan itu. CNBLUE membawakan lagu-lagu hits mereka, namun ada raut kekecewaan di wajah Yong Hwa, di antara barisan penonton ia sama sekali tidak melihat Juniel, padahal pemuda itu berharap fans nya yang satu itu bisa hadir.

“Hyung, kau kenapa? Bukankah konser kita berjalan dengan lancar?” tanya Min Hyuk.

“Apa Juniel belum sadar juga?”

“Hello…hyung, kau melamun?” Min Hyuk menjentikan jarinya di depan wajah yong Hwa.

“Ah..tidak, ayo kita pulang, aku lelah”

‘Sini, biar aku yang bawa gitar mu”

 

Yong Hwa hendak masuk kedalam mobil namun seseorang memanggilnya.

“Jung Yong Hwa oppa…….” teriak gadis yang duduk di sebuah kursi roda, Yong Hwa menoleh, ia tersenyum, senang karena melihat fans nya, Juniel. Yong Hwa berlalri kecil kearah Juniel. “Oppa…kau benar-benar sangat…sangat…keren saat di atas panggung”

“Kau melihat konser nya?”

“Tentu saja, aku tidak mau melewatkan konser CNBLUE” Juniel tersenyum.

“Kukira kau tidak datang” Yong Hwa mengacak rambut Juniel.

“Terimakasih….”

“Untuk apa?”

‘Karena oppa menjenguk ku, dan memberiku tiket gratis, apa kau tau? aku sering kesusahan mendapatkan tiket konser kalian, tiketnya selalu terjual habis”

“Terimakasih…..”

“Aku kan tidak melakukan apapun untuk mu, oppa”

“Kau dan ibu mu memberiku banyak pelajaran hidup, kutukan itu menyadarkan aku akan sesuatu, terimakasih”

“Oppa, bolehkah aku memeluk mu?”

“Emm.., tidak boleh”

Juniel menggembungkan pipinya.

“Bagaimana kalau aku yang memeluk mu?”

Juniel tersenyum, Yong Hwa pun memeluk Juniel. Mereka berdua sama-sama tersenyum.

“Oppa….”

‘Apa? kau minta aku cium?”

“Bukan..”

“Lalu….?”

“Mobilnya….”

“Kenapa mobilnya?”

“Mobilnya sudah melaju, mereka meninggalkan mu”

“Apa?..” Yong Hwa melepaskan pelukan nya, ia menoleh kebelakang dan benar saja, mobil berwarna hitam itu sudah melaju, dengan jelas Yong Hwa melihat para dongsaengnya melambai-lambaikan tangan dari jendela mobil. “Ya…..! kembali…, jangan tinggalkan aku, awas saja aku akan membuat perhitungan dengan kalian, kalian dengar itu??” teriak Yong Hwa. Juniel terkikik melihat tingkah pemuda itu.

 

 

 

The End_______________

 

Ok…Perplexity selesai, emm….maaf ya low ff nya abal banget, bagi yang mau kasih saya saran atau kritik, saya terima dengan senang hati. Terimakasih buat yang udah baca ff ini dari Chap 1-3  J

 

 

 

16 thoughts on “Perplexity [Chapter 3 End]

  1. ga abal kok!! suka sama ceritanya.
    jadi cuma karena salah paham, syukur deh udah balik lagi keadaannya.
    ceritanya seruuuuuuu
    bikin lagi ya cerita fantasi ^^

  2. Kirain aku nanti junielnya bakalan meninggal tapi ternyata nggak🙂
    Ooh yonghwa dikutuk sama ibunya juniel toh, kirain gara2 minum obat apa gitu *kayak conan*…
    Hmm mestinya manajer park yg dikutuk haha
    Keren ^^

    • tadinya aku mo bikin Juniel meninggal, tapi ga jadi he…he….
      ia gara” kutukan Ibu y Juniel bukan karena obat.
      Iya,harus y gitu…

      makasih ya dah R,C 🙂

  3. Wahhhhhh
    Aq berkaca kaca nih bacax,,,,,tambah bangga jd boice,,,,klo yongppa aja segitu berjuangx buat boice,,,boice jg hrs dong

    ff’a okey punya nih😀

  4. akhirnya sang leader kembali, konser terlaksana dan juniel bangun dr komanya. super happy ending. thankyou thor buat karya nya

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s