IN THE LIBRARY

 

Tiitle                :  IN THE LIBRARY

Cast                 :  CNBLUE/OC ; Yonghwa/Jieun

Length             :  OneShot

Genre              :  Romance

Rating             :  All Age

Author             :  Yen Yen Mariti

.

.

.

 

IN THE LIBRARY

 

“Apa kalian belum berencana untuk punya bayi ?” Jonghyun menyemburkan minuman dari mulutnya ke luar, yang kemudian di pelototi oleh Yoona karena dianggapnya kurang sopan. “Jonghyun-a… apa aku salah bicara…?” tanyaku ragu, yang kemudian dijawab gelengan cepat dari Yoona-istri Jonghyun-.

“Jieun-a bagaiman denganmu, apa kau belum berencana untuk menikah ? Yoona dan Jonghyun sudah mendahuluimu, jangan sampai aku dan Minhyuk Oppa juga akan mendahuluimu.” Dan kali ini aku yang tersedak, “Gwaenchana…?” Minhyuk menepuk-nepuk punggungku ringan.

“Gwaencahan Minhyuk-a,” dan dapat kurasakan semua mata kini tertuju pada ku. Yoona dan suaminya menatap ku curiga, begitu juga dengan pasangan yang akan menikah bulan depan –Juniel dan Minhyuk-.

“YA! KENAPA MENATAP AKU SEPERTII ITU ??” gertakku pada mereka semua.

“Arra…. kami tidak akan membahasnya lagi, tapi jika kau sudah punya rencana untuk menikah kau harus cepat beritahu kami, arasseo ?!” yahhh aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku pada Jonghyun. Tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh ku sebelumnya tentang pernikahan. Hatiku masih kosong.

Tba-tiba Yoona yang duduk di sampingku menyikut pelan siku-ku, “Jangan bilang karena kau masih menunggu Jung Yonghwa…” kualihkan wajahku, memandang wajah perempuan cantik namun jahil ini. “Jieun-a benar kan kau masih menunggu Jung Yonghwa…?” Yoona menaikan satu alisnya, membuat ia terlihat seperti perempuan terjahil sejagat raya.

“Yoona-a jangan sok tahu !” aku balas menyikut sikunya, namun lebih kuat daripada ia menyikut siku-ku. Tapi ia hanya tertawa kecil.

“Tenaaang, sebentar lagi dia akan datang padamu… stttt” Yoona kembali berbisik di telinga ku. Aku tahu apa yang dikatakannya tadi itu mustahil, tapi hati ku sungguh berharap itu benar… JUNG YONGHWA.

TRING…..

Pintu cafe tempat kami berkumpul terbuka, seorang laki-laki bertubuh tinggi sempurna masuk ke kafe ini. Ia mengenakan seragam SMA, sama seperti yang kami kenakkan. Mata ku menyipit, setahuku kami berjanji mengadakan reunian hanya berlima, tapi kenapa ada satu orang lagi yang mengenakan seragam SMA angkatan kami ?

“AH ya aku lupa, aku juga mengundang dia untuk datang ke acara reunian kita”, seru Jonghyun. Kualihkan pandangan ku ke arah Juniel, tapi ia sibuk ber-selca bersama calon suaminya. Kualihkan pandangan ku ke Yoona, ia mengerling cerdik. Dan kutahu apa maksudnya.

“Maaf aku terlambat, aku baru tiba di korea semalam jadi aku sedikit kelelahan,” Lelaki itu menarik kursi di depan ku lalu mendudukinya. Aku meliriknya sekilas, ia tersenyum padaku. Entahlah, aku tidak dapat mendeskripsikan semuanya dengan jelas. Namun hatiku rasanya bergetar hebat saat melihat wajanya, senyumnya.

“Lee Jieun, apa kabar ?” sapanya secara santai padaku, tidak terlihat sama sekali ia malu padaku.

“B-baaik. Bagaimana denganmu Yonghwa-ah..” terasa begitu sulit mengeluarkan suaraku untuknya.

“Aku juga baik, meskipun selama di Amerika aku sangat sibuk”

“YA! JUNG YONGHWA apa kau menemukan wanita pujaan hatimu di Amerika sana..?” tanya Yoona dengan keantusiasannya, yang kemudian di pelototi oleh suaminya.

“YA! Yoona kau ini kenapa, antusias sekali menanyakan hal itu padanya?” Jonghyun memasanga wajah tidak enaknya pada istri tercintanya.

“Kau marah? Aigoo Mianhae Oppa… hehe..” Yoona mencubit gemas pipi suaminya.

“Kalian seperti anak kecil. Huh !” gerutu Minhyuk, Juniel malah ikut-ikutan mengejek YoonJong Couple. Yonghwa menggeleng geli melihat tingkah laku mereka berempat yang masih sama saat kami SMA dulu. Tapi aku hanya diam, aku tidak tertarik dengan semua percakapan yang mereka lontarkan. Aku sibuk bergelut dengan perasaanku yang terus-menerus merasa tidak tenang, hingga acara reunian kami selesai.

Kulangkahkan kaki ku ke gedung sekolah yang hanya berjarak sepuluh meter dari kafe tadi. Sudah lima tahun aku meninggalkan tempat ini. Begitu banyak cerita di sini. Ikut memanjat gerbang sekolah bersama Jonghyun dan Minhyuk saat aku terlambat. Mengempeskan ban sepeda motoor Jonghyun saat aku tahu ia menolak mengantar Yoona pulang. Menyembunyikan cermin Minhyuk saat aku diejeknya karena aku tidak tahu bagaimana caranya berdandan. Makan di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung, hingga akhirnya kami semua dihukum membersihkan toilet tapi kami malah asik bermain di sana sampai-sampai hukuman kami di tambah dua kali lipat. Aku tertawa mengingat semua itu. Meski sekarang kami semua masih bisa bertemu tapi rasanya berbeda, apalagi mereka sudah punya kehidupan dan keluarga masing-masing. Aku merindukan masa-masa SMA-ku.

 

Sekolah ini sepi dan senyap, karena ini adalah hari sabtu. Tidak ada kegiatan belajar-mengajar hari ini. Kaki-ku melangkah menuju RUANG MULTIMEDIA. Meski sudah lima tahun lamanya, tapi tidak ada yang berubah di sini. Mataku tertuju pada Piano tua di tengah ruangan ini, tiiiiiiing……. bunyinya berdengking saat kutekankan jari ku di salah satu tuts-nya.

“Aku akan memainkan sebuah lagu untukmu, kau harus memperhatikan aku dengan baik. Arasseo ?”, aku mengangguk, dan Yonghwa pun mulai menari-narikan jemarinya di atas papan hitam-putih tersebut. “Ini lagu cinta,” akunya saat ia telah menyelesaikan sebuah lagu.

“Lagu cinta?”  Yonghwa mengangguk.

“Lagu cinta hanya untukmu, Jieun-a… saranghae…” Yonghwa menggenggam kedua tanganku yang mendadak dipenuhii keringat dingin.

Aku seperti kembali ke masa lima tahun yang lalu, di mana hari itu aku dan Yonghwa menjadi sepasang kekasih. Piano tua ini, ruang ini… semua menjadi saksi cinta kami saat itu. Putarlah waktu oh TUHAN. Bawa aku kembali ke masa itu. Dadaku sesak, rasanya aku ingin menangis. Tapi sudahlah aku terlalu banyak menagis.

aku keluar dari ruang multimedia, dan melangkahkan kaki ke perpustakaan sekolah ini. Sama saja, tidak ada yang berubah. Saat sekolah di sini dulu, perpustakaan adalah tempat favorit-ku. Aroma kertas tua dapat tercium oleh hidungku. Satu lagi, yang membuat ku merasa kembali ke masa lalu.

Nah, di sini. Aku sangatttt suka berdiam diri di antara rak-rak buku tinggi yang ada di sini. Selama jam istirahat aku selalu bersembunyi di sini karena takut Juniel akan meminta ku menemaninya berpacaran.

Jar-jariku menyentuh buku-buku yang tersusun rapi di rak-nya. Kupejamkan mataku, mencoba mengingat apa saja yang pernah aku alami di perpustakaan ini.

“Setelah lulus apa rencanamu?” Yonghwa menyandarkan tubuhnya di rak buku ini. Sedangkan aku sibuk menyeret jari ku mengitari tulisan-tulisan pada buku yang sedang kubaca.

“Masuk Universitas, tentu saja..”

“Di mana?” tanyanya lagi, sambil memasukan tangannya ke saku jas sekolah-nya.

“Aku tidak berniat untuk melanjutkan ke tempat yang jauh. Aku ingn menetap di sini.”  Tatapan ku masih mengacu pada buku yang ada di tangan ku. dapat kudengar Yonghwa menghembuskan nafas beratnya.

“Ada yang ingin kukatakan padamu Jieun-a…” kulipat halaman yang sedang kubaca. Kualihkan perhatianku padanya. “Aku berencana akan ke Amerika setelah lulus nanti, menetap di sana.” Aku terkejut, namun aku tidak menampakan keterkejutanku padanya.

“Itu bagus Yonghwa -ah…” aku tersenyum selebar mungkin. Padahal aku merasa sangat shock !

“Oleh karena itu Jieun-a, kita…. berpisah saja,” buku tebal itu terlepas dari peganganku. Seperti di hantam topan, rasanya hati ku terlempar entah ke mana.

“Yonghwa -ah apa maksudmu…? tidak masalah jika kau harus berada di Amerika. Aku akan menunggumu, aku akan tetap mencntaimu, Yonghwa -ah…”

“Mianhae, tapi aku takut aku tidak bisa memegang kesetiaanmu, aku takut hanya akan membuatmu kecewa pada akhirnya.” Air mata sudah mulai membanjiri wajah ku, “Mianhae… kita cukup sampai di sini saja…” aku menahan tangan kekarnya, aku memohon padanya agar tidak meninggalkan ku, tidak mengakhiri huubungan kami, tapi ia tetap berkata ‘kita berpisah saja, itu juga demi kebaikanmu…’  aku menangis sejadi-jadinya. Menemui Yoona-sahabatku-, memeluknya erat, menceritakan padanya akhir kisah cintaku. Dan sejak hari itu semua terasa begitu berbeda, hati ku terasa kosong, karena ia meninggalkanku yang mencintainya.

Kubuka mataku, aku tersadar itu semua hanyalah masa lalu. Jari ku kembali mengitari buku-buku di rak tinggin ini, dan terhenti saat kurasakan ada jari yang lain menyentuh jari-jari ku. Jung Yonghwa ….?

“Aku merindukan tempat ini,” aku tidak tahu dia berbicara pada dirinya sendiri atau padaku. “kau banyak berubah Jieun-a…” aku diam, iya aku berubah ini semua karenamu.

“kau lebih pendiam, tidak seperti yang kukenal dulu…” perlahan tangannya menggenggam tanganku utuh.. aku dapat merasakannya.

“Lepaskan, aku harus pergi sekarang…” aku tidak pernah melakukan ini padanya, menepis tangannya dengan kasar dan berjalan mendahuluinya begitu saja.

“Jieun-a saranghae..” apa aku tidak berhalusinasi sekarang ??? ayo katakan lagi, aku ingin mendengarnya dengan jelas. “Saranghae….”

Tanpa membalikan tubuhku menghadapnya,”untuk apa kau mengucapkan semua itu?”

“Mianhae…. kenapa aku melepasmu dulu karena aku takut kau akan tersakiti jika terus menungguku. Mianhae, aku sekarang kembali Jieun-a…” suaranya terdengar serak.

“kau bohong Yonghwa -ah !” aku sulit percaya dengan apa yang dikatakannya barusan.

“Aku tidak berbohong. Lima tahun hidup jauh dari mu tidak ada satupun wanita yang dapat menggantikanmu di hatiku. Aku… aku benar-benar mencintaimu, kumohon maafkan aku.” Beritahu aku sekarang juga apa yang harus aku ucapkan padanya. Aku tidak mengerti, aku bingung !! TUHAN tolong jelaskan padaku, tolong katakan padaku apa yang harus aku perbuat sekarang….

Sunyi… ia tidak lagi bersuara. Hanya isakan ku yang mulai menyeruak. Aku menunggu petunjuk dari Tuhan, tapi sepertinya Tuhan ingin aku membuat keputusan berdasarkan hatiku. Ya benar. Aku harus menuruti hati ku, yang berkata bahwa aku benar-benar mencintaimu, Jung Yonghwa…

“Saranghae….” aku berbalik ke arahnya, memeluknya dengan sangat erat. Kali ini aku yakin kami akan hidup bersama selamanya. Aku mencintaimu Jung Yonghwa, selamanya~~~

 

_THE END_

 

Hai bertemu lagi dengan saya. Seperti sebelumnya, lagi-lagi ini adalah ff remake hehe…pernah dipost di wordpress lain dan dengan cast yang berbeda. Sebelum mengirimnya saya sudah mengedit dengan seteliti mungkin, namun apabila masih dijumpai banyaaaaak typo saya benar-benar minta maaf. Semoga kalian menikmati ff ini. Jangan lupa kritik/sarannya ^^

– @6002yen –

 

 

 

7 thoughts on “IN THE LIBRARY

  1. jeng jeng jeng ……. happy endiiiiinggggg ~~ (/”)/
    tapi itu awalannya daebak gwela -_-” nanyain mau punya anak apa enggak /melongo/ /ngakak/
    good job, keep writing u,u

  2. loh pendek bgt thor critanya, baru aja baca udh end.
    -menunggu tidak hanya diisi dgan kebisuan, kau bisa melakukan hal2 yg membuatmu bahagia. hesek.,… hasek dah

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s