Surprise for Jung Yong Hwa in Jakarta

Title : Surprise for Jung Yong Hwa in Jakarta

Author : Kim Sung Rin

Cast : Jung Yong Hwa, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin.

Genre : friendship, comedy entahlah ya, yang satu ini tidak terjamin karena selera orang berbeda-beda,

Length : ficlet

rating : PG 15

disclaimer : murni dari otak saya yang galau dan ini cuma reka-rekaan saya ajaloh ya :D

note : bosen ya yang ngepost saya lagi hahaha. kalo bosen maaf ya, saya emang gak ada kerjaan banget soalnya masih libur juga *padahal hafalan ada banyak* jadi hari-hari saya ngetik, ngetik, dan ngetik #curhat. ini sih cerita iseng aku aja, berandai-andai jika Yonghwa dkk beneran ke Jakarta hoho. ini sih udah diedit, tapi kalo masih ada typo ya maap. so, silahkan membaca, semoga suka :) ah iya, reader yang baik tidak lupa untuk RCL pastinya :)

enjoy ^^b

~~~

Yonghwa pov

Hah…gue boleh bernafas lega sekarang. Seenggaknya gue bisa ketemu kasur beneran, tidur dimanapun menurut gue gak afdol kalo gak di kasur.

Disinilah gue, baru lima menit yang lalu pesawat Garuda Indonesia landing di Jakarta, Indonesia. Sebuah Negara yang pengen banget gue kunjungin, setelah setahun yang lalu gue dan yang lainnya gagal kesini.

“Hyung, lap noh!” Minhyuk memperingatkan gue sambil menunjuk pinggir bibirnya. Sedikit kesel, gue akhirnya ikutan lap juga pinggir bibir gue yang menggenang sesuatu dan sesuatu itu sudah kering. Yap, iler gue!

“Wah aku gasabar nih, kira-kira banyak gak yah boice yang jemput kita?” Jungshin sedari tadi sibuk membenahi penampilannya sebelum akhirnya kita bisa keluar dari pesawat ini.

“Yah kayaknya sih banyak, You’re beautiful kan juga ditayangin disini.”

Jungshin,  Jonghyun dan Minhyuk menatap gue keki, “Maksud loh hyung?”

Gue tatap ketiga mata mereka yang baru kali ini tampak menyeramkan, “Ma…maksud gue, pasti kpop lagi merajalela di Indonesia kan, dan pa…pasti kita terkenal disini. Lagipula kalo gak terkenal kita gak bakalan manggung disini.” Kata gue tergagap yang untungnya tidak disadari ketiga bocah tengil ini. Senyum mereka merekah, “Iya juga ya hyung, wah aku harap ‘A gentleman dignity’ segera ditayangkan di Indonesia.” Kini si Jonghyun mulai angkat bicara yang disertai anggukan setuju Minhyuk, “Iya, kuharap juga begitu untuk  ‘My husband got a family’.”

Gue hanya diam. Untung aja mereka gak nangkep maksud gue untuk menyombongkan diri, karena gue yakin Emotional Angels lebih banyak, membayangkan itu gue ketawa dalam hati.

“Heh hyung! Please deh, dikit lagi kita bakalan ketemu fans kita. Jangan nyengir-nyengir sendiri dong! Kayak orang gila tau!”

Sialan! Si maknae Jungshin makan apa hingga ucapannya pedes kayak dendeng balado gitu? Gue mendecak kesal sebelum akhirnya menyadari, apa tadi gue terlalu asik mengkhayal ya?

Sorry, gue udah ngebayangin makan rendang yang katanya makanan paling enak nomor satu di dunia itu.” Ucap gue berdusta.

Mereka ber ‘oh’ ria sambil tetap meneruskan acara make up mereka yang menurut gue lebayatun banget!

Ok are you ready?” manajer gue berbicara. Gue yang mengenakan kaos putih dan jins hanya bisa ngangguk pelan. Sedangkan ketiga bocah tengil yang seketika berubah lenjeh itu Nampak gugup.

“Si..siap manager hyung!” lagi, mereka terlihat kompak dan mengabaikan gue. Gue bingung, kenapa sih mereka bertiga lagi pada ribet banget? Yah kalau Minhyuk sih emang ribet, daritadi galau mau pake topi apa enggak, Jungshin ya kadang-kadang aja ribet. Nah yang paling gue bingung, kenapa Jonghyun juga ribet? Daritadi gak lepas dari kaca dan membenarkan poninya yang baik-baik saja. Biasanya tu anak cool dan tidak memperdulikan ini semua. Ckckck kepala gue mendadak pusing.

“Hyung kau tidak apa-apa?” Minhyuk menghampiri gue. Gue senyum kecut, sekecut ketek gue saat ini, “Gapapa kok. Yaudah kita jalan deh, gue pengen cepet-cepet sampe hotel, pusing nih.”

Minhyuk pun mengkoordinir kedua orang lainnya –Jungshin dan Jonghyun- untuk segera keluar dari gate yang sudah dipenuhi para boice. Manejer gue bilang, ini salah satu bentuk kepedulian kita terhadap boice yang cuma bisa ngeliat kita di bandara ini karena tidak mampu membeli tiket yang lumayan merogoh kocek mereka. Gue pun tersenyum kepada mereka yang udah teriak histeris menatap kita. Suatu saat gue akan buat konser gratis buat para boice.

Dari sini gue sempet kaget bin terkejut. Bagaimana tidak? Emotional angel tenggelem oleh beberapa banner Minhyuk, puluhan poster Jungshin dan Jonghyun. Bisa gue liat emotional angel yang lumayan banyak tapi mereka tetep  tenggelem oleh fans-fans ketiga bocah tengil ini yang histerisnya minta ampun. Tapi tetep aja tuh fans mereka nyorakin gue soalnya gue paling murah senyum disini.

Gue menoleh kebelakang dan seketika terkejut. Ketiga bocah tengil nan lenjeh ini tidak bereaksi apa-apa. Mereka hanya sesekali melambaikan tangan dan berpose. Lalu, apa gunanya dandan lama-lama? -_-

~~~

Gue menghempaskan tubuh gue kekasur. Rasanya nyaman banget dan seolah otot-otot gue yang pada ngambek dan kaku tadi berlonjak bahagia. Ya, sekarang gue dan yang lainnya telah sampai disalah satu hotel di kawasan Senayan, Jakarta. Ketiga dongsaeng gue nampak mengabaikan kasur yang menurut gue sangat berharga ini. Mereka bergegas mengeluarkan laptop yang baru satu jam lalu di matiin a.k.a di shut down.

“Kalian sebaiknya istirahat. Nanti malam kita bakalan manggung selama tiga jam buat boice.” Nasihat gue. Mereka memandang gue sebentar lalu kembali menatap laptop intens, “Iya hyung, istirahat sebentar juga gapapa kok. Tadi aku dikasih ini nih sama manajer hyung.”

Minhyuk mengibarkan serentetan minuman sachet berenergi berlabel ‘kukubima’ berwarna ungu. Ah pasti itu merek dari Indonesia makanya gue gak terlalu kenal.

“Ya tau, tapi istirahat juga penting. Apalagi kau hyuk, emang gak pegel ntar main drumnya? Biar bagaimanapun stamina itu pen…”

Belum lagi gue selesai ceramah si Jungshin udah nyelak duluan, “Sudah deh hyung, kami udah paham betul apa yang bakalan hyung sampein. Mendingan hyung tidur duluan aja deh, tadi katanya pusing.” Tanpa menatap gue, mulutnya sukses membuat gue keki.

Gue menghela napas, kenapa saat konser yang satu ini mereka susah sekali diaturnya? Tanpa memusingkan mereka lagi, akhirnya gue memilih untuk memejamkan mata dan tidur sebelum rehearsal di venue konser.

~~~

“Hyung, bangun! Kita mau rehearsal di venue konser nih.”

Gue mengerjapkan mata dan gue liat Minhyuk, Jungshin dan Jonghyun sudah rapih. Sedikit lega gue gak melihat keribetan mereka yang sempat dipertontonkan tadi. Gue lalu bangun dan menuju kamar mandi buat cuci muka sama sikat gigi.

“Hyung kau tidak mandi dulu?” Minhyuk menatap gue sedikit terbelalak. Gue menggelengkan kepala, “Enggak, ntar juga sebelum konser gue mandi lagi.”

Minhyuk tetep menatap gue dengan tidak santai, seolah gue ini adalah gembel yang masuk ke hotel.

“Gue wangi kok hyuk, tenang aja.” Kata gue dingin, yang membuat Minhyuk tersentak, “Hahaha hyung ini bisa aja. Aku gak bilang hyung bau loh!”

Tch! Memangnya gue gak tau arti tatapan lo itu hyuk? Lo kira gue baru kenal lo kemaren sore? Huh! Anak itu menyebalkan!

~~~

Sampailah ditempat venue konser yang sudah 98% ready untuk dipakai. Langsung saja gue men-tuning gitar yang akan gue pakai, begitupun yang lainnya.

“Ayo kita mulai lat…” lagi, mereka asik dengan laptop itu. Gue berkacak pinggang menatap mereka, “Mau latihan kapan? Gue udah ready nih.”

Mereka melirik sebentar lalu heboh sendiri, “Arasseo hyung, kita latihan.”

Gue sedikit bernafas lega karena mereka tidak bertingkah lagi. Latihan berjalan lancar, tapi…hanya 15 menit.

Jonghyun kembali menatap laptop yang berada diujung meja sana, diikuti Jungshin dan Minhyuk. Ini bener-bener keterlaluan, rehearsal Cuma 15 menit? Paling sebentar itu minimal setengah jam selama karir gue di CN BLUE.

“Ayo latihan lagi!” teriak gue kepada ketiga makhluk yang berkumpul dibelakang sana.

“Ntar lagi ah hyung, masih ada waktu kan? Santai hyung!” suara Jonghyun menggema. Gue udah terlanjur emosi, gue tarok gitar gue dan meninggalkan venue konser.

“Yak! Hyung mau kemana?!” teriak Minhyuk yang sempat gue liat menarik dua JJ itu untuk mengejar gue.

“Mau nyari sambel lontong!” teriak gue murka lalu membanting pintu, keluar dari sana.

Gue menuju toilet untuk membasuh wajah gue yang Nampak dua kali lebih kusut dari sebelumnya.  Yaiyalah! Gue udah sebel banget sama mereka sejak kedatangan kita di Indonesia. Mereka melupakanku! Sangat melupakanku! Mereka selalu bertiga tanpa mengajak aku! Aku benci dijauhi seperti ini! Apa coba salahku kepada mereka?

Ketiga anak itu, awas saja!

Pintu toilet terbuka, masuklah seorang paruh baya  dengan menggandeng anak kecil yang menurut gue lucu banget!

Lelaki paruh baya itu masuk kedalam toilet sedangkan anak kecil lucu nan imut itu berdiri didepan pintu toilet yang dimasuki oleh seseorang yang gue gugat sebagai Ayahnya.

Mata gue tak bisa lepas dari wajahnya dan pipinya yang membulat persis bakpao itu. Badannya yang sedikit gempal serta kulitnya yang putih membuat dirinya Nampak tampan. Dan rasa kesal gue menguap seketika.

Sadar dilihati, anak itu kini menatap gue. Bola matanya yang besar membuatnya semakin terlihat tampan, ah! Aku ingin punya anak secepatnya kalau begini!

“Apa lo liat-liat! Bapak lo jago silat! Eeknya bulat-bulat! Weeeekk!” kaget, gua melangkah mundur. Anak itu mengucapkan serentetan kata dengan bahasa Indonesia yang tidak gue mengerti. Juluran lidahnya membuat gue menyimpulkan kalau dia itu kesel sama gue.

Seorang paruh baya yang kemungkinan ayahnya itu keluar dari toilet dan menatap anak kecil tadi dengan mengerutkan keningnya, “Kiki, kamu gak boleh ngomong gitu sama om itu ya!” sepertinya ayahnya itu sedang menasehatinya.

Anak kecil itu cemberut, “Abisnya kiki kesel yah diliatin mulu sama orang itu! Kiki takut!”

Ah are you Indonesian?” Ayanya itu menegurku sambil tersenyum, aku menggeleng kuat, “No. I’m Korean!”
dia Nampak mengangguk, mungkin menyadari wajah orientalku yang sempat diamatinya ini.

“Sorry, my boy screaming to you earlier. he said he was afraid of you because you look at him continuously.” Jelasnya. Gue tersenyum sambil manggut-manggut,

“That’s all right. I looked at him continuously because your son is very cute and handsome. Sorry for making your child afraid.” Kata gue mengakhirinya. Lelaki itu tersenyum dan membungkuk ramah. Gue pun memberanikan diri untuk mencubit pelan pipi anak kecil tadi walaupun dia semakin cemberut.

May I know what the word he shouting about? I’m really curious.”

Ayahnya tersenyum kikuk, “Actually, the words were spoken a little disrespectful. I apologize for my son.”

Mereka membungkuk singkat lalu meninggalkan toilet. Gue berusaha mengingat-ingat perkataan anak kecil tadi.

“Apa lo liat-liat? Bulat bulat?” gumam gue sambil mengedikkan bahu gue.

~~~

Time is over!

Salah satu judul lagu yang berada di tracklist album baru kami yang berjudul ‘Code Name Blue’ nampaknya cocok untuk keadaan disini.

Yah, apalagi kalau bukan ketiga bocah tengil itu? Mereka terlihat begitu ribet dan sibuk berganti-ganti pakaian yang sudah disiapkan oleh coordi noona.

Gue menghela napas pelan, jam sudah menunjukkan pukul 18.45 WIB tapi nampaknya kata kata ‘siap’ itu masih jauh untuk digapai.

“Yak! Mau sampai kapan disini terus? Kau lupa kita harus ke venue lagi untuk konser yang sebenarnya?” teriak gue yang hampir lumutan karena terlalu lama menunggu.

“Yonghwa benar! Ppali ppali! Kalian bisa terlambat nanti!” ucap manajer gue sambil menyuruh ketiga temen gue bergegas. Dan seperti yang udah gue duga, mereka kelabakan. Haha! Pemandangan ini lumayan menghibur gue yang sejak tadi tampak terasingkan.

“Aduh hyung, mataku ngantuk nih.” Gumam Jungshin sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Gue mendelik tajam kearahnya, “Siapa suruh main laptop mulu? Lagian nih ya, kalian itu daritadi asik bertigaan mulu. Lupa kalo ada gue ya?”

Mereka bertiga saling pandang, “Ah perasaan hyung aja kali. Buktinya pas rehearsal yang singkat tadi kita bermain sama hyung kan?”

“Ketek!! Rehearsal 15 menit? Itu maksud lo saat main sama gue?!” ucap gue sedikit emosi. Untuk menghindari perdebatan yang lebih sengit lagi, gue berjalan duluan dan memasuki van yang berbeda dari mereka.

~~~

Walaupun gue sedikit keki berkat keanehan tingkah laku ketiga bocah tengil itu, gue tetep melempar senyuman paling manis terkhusus untuk boice. Tidak ada ketegangan yang terjadi jika ada di panggung, begitulah prinsip gue. Gue harus professional akan pekerjaan gue.

Finally, lagu terakhir berhasil berdendang dengan baik. Lagu ‘You’re Fallen For Me’, ost heartstring karena gue dengar popularitas drama itu juga membuat kpop semakin menjamur disini.

“Terima kasih Indonesia.” Teriak gue yang disambut teriakan histeris dari boice. Ya, ini pertama kalinya gue menjajal bahasa yang agak berlibet ini namun nyatanya gue berhasil melafaskannya, walaupun gak enak didenger, “Sampai ketemu di bluestorm 3.” Lanjut gue dengan bahasa Indonesia yang semakin acakadut.

“Sudah siap semuanya?” teriak Jonghyun yang bikin gue bingung dengan maksud kata-katanya barusan.

Gue hanya nyengir, biar keliatan gue tau semua ini namun oh.. rasa penasaran gue bikin wajah gue yang ganteng ini semakin ganteng.

“Dalam hitungan ketiga ya.” Teriak Minhyuk yang entah sejak kapan meninggalkan drum nya. Gue pun semakin bingung dan memilih untuk cengar-cengir gajelas lagi.

Isyarat tangan Jungshin membuat gue semakin deg-degan, kira-kira apa yang terjadi dalam hitungan ketiga ya?

“Sorijileoooo.” Teriak Jungshin yang membuat gue hampir jantungan.

“Jung Yonghwa saranghaeyo.” Teriak semua penghuni venue konser ini. Gue cengo dan menutup mulut gue yang ternganga-nganga. Air mata gue hampir merembes dari ekor mata gue. Gue menatap ketiga bocah yang senyum tanpa dosa sembari melebarkan tangannya, mengajak gue untuk bergabung dan memeluk mereka.

Gue pun melaksanakannya dan sukses menangis. Bukan gue banget nangis-nangisan gini tapi gue bener-bener tersentuh.

“Hyung, kaulah yang terbaik. Beruntung mempunyai orang sepertimu didalam kehidupanku. Kau banyak membantuku menyelesaikan lagu hyung.” Jonghyun berucap dengan haru. Anak cool itu Nampak mengontrol emosinya agar tidak menangis seperti Minhyuk.

“Hyunggggg, walaupun aku suka ngabisin makananmu tapi kaulah hyung yang paling mengerti aku. Terima kasih hyung sudah sering masak masakan yang enak.” Minhyuk mengusap matanya yang sudah dibanjiri air mata sejak tadi.

“Dan hyung makasih, kau selalu membuatku tertawa dengan ocehan-ocehanmu. Maaf ya, kami tidak bermaksud untuk menjauhimu kok. Bagaimana bisa hyung kami melakukan itu?” Jungshin memeluk gue dengan hangat. Ah~ mereka benar. Mereka tidak akan menjauhiku kan? Karena mereka juga yang terbaik yang pernah kutemukan dalam hidupku.

“Jadi ini yang membuat kalian menjauhiku huh? Nappeun!” aku menjitak ketiganya yang meringis sambil tersenyum. Mereka mengangguk dan kembali memelukku.

“Uri blue boys, saranghaeyo.” Lagi, para boice yang memenuhi venue konser berteriak bersamaan sambil membuat love sign.

Gue begitu terharu, mereka, boice, begitu mencintai CN BLUE. gue pun melambai kearah mereka sambil melemparkan senyuman gue yang paling manis.

“Gomawo Indonesian boice. Nado saranghaeyoo.” Kamipun mengikuti mereka, berteriak sambil membuat love sign.

Ah, hari ini benar-benar sangat berkesan bagiku. Terima kasih guys!

Akupun merangkul ketiga bocah tengil ini menjauhi area venue.

~~~

Author pov

Kini saatnya mereka kembali ke Korea. Tepat lima jam setelah konser berakhir. Sebenarnya mereka ingin sekali berlibur lebih lama di Jakarta, namun jadwal mereka tidak bisa berkompromi.

“Gue seneng banget bisa ke Jakarta dan konser disini. Boice Indonesia keren banget!” Gumam Yonghwa yang bisa didengar oleh ketiga bandmate lainnya. Merekapun tersenyum dan mengangguk setuju, “Banget hyung. Padahal kita cuman minta bilang ‘Jung Yong Hwa saranghaeyo’ eh mereka juga teriak  ‘Uri blue boys saranghaeyo’ meaning banget tuh.” Jungshin berkoar dengan semangat. Yonghwapun seperti tersadar akan sesuatu yang sejak tadi menghantui pikirannya, “Ngomong-ngomong bagaimana kalian bisa menyuruh mereka berkata seperti itu?”

“Jadi, pas kita sibuk dengan laptop kita, itu kita lagi sosialisasiin ide kita ini hyung,” Jonghyun bersuara disambung dengan Minhyuk, “Makanya mereka kompak banget gitu. Haha puas deh akhirnya bisa terealisasikan juga.”

Sekali lagi, Yonghwa menguraikan senyumannya yang sejak kemarin redup. Diapun menjitak ketiga dongsaengnya itu.

“Ih Yonghwa hyung kok malah jitak kita sih?” Minhyuk mengerucutkan bibirnya sambil mengusap kepalanya yang berdenyut. Yonghwa tergelak tertawa, “Itu hadiah dariku sekaligus tanda terima kasihku kepada kalian.”

Ketiga bandmate Yonghwa itu hanya bisa manyun sedangkan Yonghwa tergelak renyah. Bad moodnya menguap begitu saja setelah kejadian tadi, yah, nampaknya boice adalah obat terampuh untuk CN BLUE itu sendiri.

“Ah, ternyata ini menyenangkan. See you next time Jakarta!!” Batin Yonghwa sambil melemparkan pandangannya pada pemandangan Jakarta yang akan ditinggalkannya beberapa menit lagi.

THE END

17 thoughts on “Surprise for Jung Yong Hwa in Jakarta

  1. Aish….aku jadi pengen liat konser CNBLUE….!!!
    Hayo….tanggung jawab loh…# apa hubungan nya coba?

    Yongppa…mari kita nikah biar cepet-cepet punya momongan.
    Andai aku ada di tengah-tengah para Boice itu…aku teriak sekenceng-kenceng y deh….

    Yongppa..walau ileran kau tetep keyen kayanya..ya..

  2. Jadi pengen CNBLUE konser disini
    semoga suatu saat nanti uri blueboys bisa konser disini.amin.
    Ff’a keren,terutama yong sama bocah it wkwkwk
    oh yong oppa,q jg menyayangimu..hoho

  3. uwoooooooooooo pengen liat cnblue di indo!!!
    “Suatu saat gue akan buat konser gratis buat para boice.”
    bakal gue tagih!

    ff nya kocak juga. apa lagi yg pas di toilet. HUAHAHAHAHA

    • tagih ke Yonghwa eon, kan yang ngomong yonghwa wakakak xD gomawo yaaa😀 kuharap kamu komennta seperti komen yang sebelumnya tuh, yang ada pembenarannya😀 #plak

  4. wuuaahhh .. aku jadi pengen nonton konser CNBLUE.! kapan yach CNBLUE dtg ke Indonesia.??
    pengenn liat langsung yong oppa…hehe
    CNBLUE SARANGHAE.!!❤

    • nanti mereka dateng semua kok kalo aku dan jonghyun menggelar resepsi pernikahan aku xD kkkkkkkk~
      iya sama, jadi pengen bener-bener teriak “uri blue boys saranghae’ sambil bikin love sign gitu hehe.
      makasih ya chingu🙂

  5. omaigaaaattt!! awalnya galau liat judulnya, jadi flashback bluestorm yang batal itu -_- eh ternyata isinya beda jauh sama judulnya. gabisa berenti ketawa pas baca “bulat bulat?” bwahahahaha *ini di lab komputer-_-

    jadi itu intinya Yonghwa ulang tahun ya? masih ga ngonek u.u

  6. Uwaaaaaahh..
    Iya ya. Ngga nyangka bluestorm yg batal itu uda lewat setaon..
    Ngga nyangka jga aq uda lewatin bnyaaak ff di page ini… Lama ngga mmpir.kkkkkk
    Daebak daebak..
    Soal dramax Minhyuk jgn ampe tayang di sini deh, bisa nangis kejer saya ㄱ.ㄱ
    *plak, digebukin burning soul (?)
    Nice ff^^

  7. huwaaaa.. baru sempet baca ff yng ini,
    jdi pngen liat konser CNBLUE dh,
    aargh..,nyesek bnget ga bsa nnton wktu ntu, 🙂

    gomawoyo, ff’ny daebak,
    aqu trsentuh nh (?)
    lho?

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s