A Lover [Part 2]

PROLOG| Part 1

Author: @hannamoran

Rating: T

Genre: romance

Length: chaptered

Cast:

  • Jung Yong Hwa (CNBLUE)
  • Seohyun (SNSD)
  • Lee Hyun MI (OCs)
  • Lee Jong Hyun (CNBLUE)

Dis: My own story

Note: Happy reading and comment

 

******

 

Author Pov

Tubuh Hyunmi menghantam tubuh Yonghwa yang sudah lebih dulu menyentuh lantai yang dingin.

“aaawwwhhh….” Ringis Hyunmi. Ia lalu bangkit, lalu ia menoleh kearah yonghwa, namja itu tergeletak tak bergerak dengan mata tertutup. Ia amsih kaget saat mendapati tangan yonghwa tanpa sengaja ada di bagian depan tubuhnya. Bagian yang sangat sensitive bagi seorang yeoja.

“ya… yonghwa-ssi” panggil hyunmi memastikan apakah ia baik-baik saja. Tapi tidak ada respon lalu hyunmi berlutut dan mengguncang tubuh yonghwa pelan tapi namja itu tetap terdiam. Hyunmi segera memeriksa denyut nadinya, dan baik.

“yonghwa-ssi… buka matamu… apa kau baik-baik saja?” hyunmi cemas. Lalu tiba-tiba segerombolan anak-anak yang kelas kursusnya baru selesai turun tangga dengan berlari, tanpa mempedulikan hyunmi yang tengah panic karena yonghwa masih belum sadar juga. Dan salah satu anak tanpa sengaja menubruk tubuh hyunmi sehingga tumpuan kaki hyunmi kehilangan keseimbangan, ia oleng dan tubuhnya terjatuh diatas tubuh yonghwa, dan dideryik yang sama mata yonghwa mulai terbuka.

Chu~~ wajah hyunmi tepat berada didepan wajah yonghwa dan tanpa sengaja bibir mereka bersentuhan. Yonghwa terbelalak begitu juga Hyunmi. Mereka terdiam membeku dan

“eheeem….. apa yang kalian lakukan?” suara seorang namja mengaggetkan mereka dan mereka segera memisahkan diri.

“jonghyun oppa….” Hyunmi beringsut bersembunyi dibelakan tubuh jonghyun, kakanya demi menyembunyikan wajahnya yang merah parah.

Sedangkan yonghwa meringis sambil memegangi punggunya, sepertinya efek terjatuh ditambah di tindih tubuh hyunmi membuat punggung yonghwa cedera.

“kalian kenapa?” Tanya jonghyun dengan wajah bingung

“ah ini… aku… anu… eh aku terjatuh” kata hyunmi terbata-bata

“lalu, tadi apa yang aku lihat tadi?? Kalian berciuman?” Tanya jonghyun

“anio!!” jawab hyunmi dan yonghwa bersamaan

“tadi hyunmi jatuh diatas tubuhku, karean ia ditabrak anak-anak yang berlari-lari… dan yang tadi itu tidak sengaja” kata yonghwa disusul anggukan hyunmi.

“ada apa ini? Ada sesuatu yang terjadi?” Tanya seohyun yang datang dengan wajah penasaran

“onni…”

“tadi aku mendengar ada sedikit keributan disini”

“tidak ada apa-apa kok seohyun-ssi. Aku dan hyunmi hanya jatuh dari tangga” kata yonghwa

“ommo… jatuh dari tangga bagaimana mungkin baik-baik saja, pasti ada yang sakit. Dimana yang sakit? Biar aku obati”

“tidak ada yang sakit kok….” Kata yonghwa sok kuat

“lututku sakit onni” hyunmi bersuara “tanganku juga” lanjutnya

“baiklah, sini aku obati” kata seohyun sambil mengajak hyunmi keruangannya dan membawa kotak P3K

“dasar manja…” ejek jonghyun pada adiknya

“masih bagus seohyun onni perhatian padaku, daripada kau oppa ku tapi tidak membantu apa-apa” ejek hyunmi balik.

“kau yakin tidak apa-apa hyung?” Tanya jonghyun pada yonghwa

“ya, aku baik-baik saja. Aku kembali kekelas ya” kata yonghwa lalu kembali ke ruangan kelasnya mengajar.

 

****

Yonghwa sedang memetik gitar kesayangannya, ini memang bukan waktunya untuk mengajar karena sedang tidak ada jadwal, tapi ia masih ingin di tempat kursus, duduk disisi jendela lanjat dua sambil emmetik gitarnya, ketimbang harus kembali ke rumah yang ia sewa bersama 2 temannya yang lain dan hanya duduk bermalasan atau mengerjakan tugas kuliah.

Saat sedang asik memetik gitar, pick yang sedang ia pegang terjatuh, reflex yonghwa membungkuk untuk mengambil pivk gitarnya.

“aaaw…” yonghwa meringis, punggungnya masih sakit karena terjatuh kemarin, mau tidak mau yonghwa turun dari kursinya dan berjongkok untuk mengambil pick gitarnya. Lalu yonghwa kembali meringis merasakan sakit dipunggungnya, ia pun mengusap punggungnya pelan.

“yonghwa-ssi, gwenchana?” yonghwa terkejut mendengar suara yeoja, ternyata seohyun sedang berdiri dipintu ruangan.

“seohyun-ssi?” Tanya yonghwa

“mian, tadi aku kebetulan lewat didepan kelas dan tanpa sengaja mendengarmu mengaduh, punggungmu pasti amsih sakit karena terjatuh kemarin ya?”

“hmm… tapi hanya sakit sedikit”

“sedikitpun tetap saja sakit, tunggu disini sebentar”

“seohyun…” yonghwa hendak melarangnya, tapi gadis itu keburu meninggalkan ruangan dan segera menuju lantai dasar mengambil kotak p3k

“tidak usah … aku baik-baik saja” kata yonghwa sata seohyun datang membawa kotak p3k

“berbaliklah, aku akan memasangkan ini” seohyun menunjukan plester pengurang rasa sakit *kalo disini dibilangnya koyo*

Mau tak mau yonghwa berbalik membelakangi seohyun dan mengangkat kemeja yang ia pakai sampai sebatas punggung. Lalu dengan perlaha-lahan seohyun menempelkan plester itu dipunggung yonghwa.

“sudah” kata seohyun, lalu yonghwa kembali membenarkan kemejanya.

“gomawo”

“cheonmaneyo… ah kau mau teh atau kopi?”

“kau mau membuatkannya?” Tanya yonghwa

“ne, sore-sore begini paling pas menikmati secangkir kopi atau teh panas”

“kalau begitu aku mau kopi saja”

“kalau begitu tunggu disini” seohyun meninggalkan ruang kelas lagi, dan yonghwa melanjutkan memetik gitarnya. 10 menit kemudian seohyun kembali muncul dengan secangkir teh dan kopi panas, ia meletakan cangkir itu di atas meja, lalu duduk dikursi dihadapan yonghwa.

“siapa musisi yang paling kau suka?” Tanya seohyun

“banyak… tapi yang paling aku suka rolling stones” kata yonghwa

“kau guru piano kan? Siapa pianist yang paling kau suka?” yonghwa balik bertanya

“chopin” kata seohyun mantap

“aku bisa memainkan beberapa lagu chopin dalan versi akustik” kata yonghwa

“kalau begitu maukan kau mainkan itu untukku?” Tanya seohyun, dan tak lama jari-jari yonghwa sudah memainkan lagu yang diminta seohyun dengan indahnya.

 

***

Hyunmi POV

Aku mendengar suara petikan gitar, dan benar saja aku melihat yonghwa dan seohyun onni sedang duduk disalah satu ruangan. Seohyun onni tampak sedang memegang cangkir tehnya sambil memperhatikan permainan gitar yonghwa dan yonghwa tengah asik memetik gitarnya. Pantulan sinar matahari sore menyorot tubuh mereka berdua, membuat suasana tampak sangat romantic, sedetik kemudian aku merasa kalau mereka berdua sangat serasi.

Lalu perkataan peramal itu terngiang kembali, kenapa peramal itu meramalkan kalau aku akan bertemu dengan yonghwa bahkan ia bilang yonghwa itu jodohku?? Dia pasti bercanda. Mana mungkin aku bisa dengan orang seperti yonghwa, memang sih dia baik, tapi untuk jadi jodohku?? Rasanya sangat jauh. Bahkan aku tidak memiliki perasaan apapun padanya.

Lama aku berfikir akhirnya aku memutuskna untuk pergi dari situ.

 

Aku baru saja menghempaskan tubuhku disofa sehabis membantu omma mengurus tanamannya dihalaman belakang, tiba-tiba ponselku bergetar

“yoboseo soohyo-ni…”

“kau sedang apa hyunmi?” Tanya soohyo

“baru saja membereskan pekarangan, waeyo?”

“besok lusa kita ke pasar malam lagi yuk… tapi kali ini aku ajah min dan sulli, jadi lebih ramai”

“waktu itu kan kita sudah kepasar malam”

“tapi lusa itu penutupannya, akan banyak toko yang memberikan diskon karena itu hari terakhir juga aka nada parade dan pesta kembang api. Pasti lebih seru dari yang kemarin”

“hmm… boleh juga, kalau begitu tunggu aku ditempat biasa jam 7 malam ya”

“baiklah, aku akan kabari yang lainnya dulu”

“baiklah, sampai jumpa”  akupun meletakan kembali ponselku diatas sofa dan meraih remote dan menyalakan televisi.

Tak lama jonghyun oppa masuk rumah sambil membawa sesuatu yang langsung ia sembunykan dibalik punggunya tepat saat aku menoleh kearahnya, mencurigakan!

“apa yang kau sembunyikan oppa?” tanyaku, jonghyun oppa terlihat gelagapan

“ani…anio.. aku tidak menyembunyikan apapun” tapi dengan cepat aku melompat kebelakang tubuhnya dan mengambil sebuah kantong kertas kecil berwarna pink.

“ini apa?” tanyaku

“hei… jangan dibuka” ia merebutnya kembali

“aku ingin lihat.. sejak kapan oppa membeli sesuatu yang dibungku dalam kotak pink seperti itu… manis sekali. Kau kan macho oppa….masa kau…..homo?” kataku sambil menyelidiki lalu berusaha merebutnya lagi.

“shiro!!” jonghyun mengangkat kotak itu tinggi hingga aku tidak bisa menjangkaunya.

“aku bilang omma kalau kau homo… omma……jong eemmmppp….emmmpp” aku berusaha berteriak tapi tangan besar jonghyun oppa sudah membekap mulutku.

“baiklah, kau boleh lihat! Tapi itu bukan untukku” katanya, lalu aku membuka isi kantong itu dan mengeluarkan sebuah kotak, lalu membukanya. Aku tertegun melihat sebuah kalung dengan liontin kecil tapi sangat cantik. Ini pasti untuk yeoja yang oppa suka, tapi siapa?? Lalu aku menemukan sebuah kartu ucapan dan membukanya… aku membaca setiap deret kaliamtnya hingga aku terdiam menatap nama yeoja itu, dan melirik jonghyun yang terlihat makin gelagapan.

“oppa menyukain seohyun onni?” tanyaku

“hmm.. itu… memangnya kenapa? Aku tidak boleh menyukainya apa?”

“boleh saja, hanya saja aku tidak menyangka. Sejak kapan oppa menyukainya?”

“sudah lama… sejak ia mulai mengajar ditempat kursus”

“ommo… itu berarti hampir 2 tahun lalu… “

“iya… besok ulang tahunnya, aku ingin memberikannya sebuah hadiah. Jadi aku belikan dia kalung, bagus tidak menurutmu?”

“bagus. Kalau aku jadi seohyun onni aku pasti akan tersentuh oleh pemberian oppa ini”

“jinjja?” Tanya jonghyun memastikan

“tentu saja….”

“baiklah, kalau begitu akan aku berikan padanya” lalu jonghyun menuju kamarnya dan aku melanjutkan istirahatku.

 

***

“mau kemana kau?” Tanya jonghyun saat berpapasan denganku dipagar rumah

“aku mau ke pasar malam, hari ini hari terakhir jadi pasti sangat seru dan ramai. Oppa dari mana?”

“dari tempat kursus” kata honghyun oppa dengan wajah sumringah

“ohh… oppa sudah memberikannya?” tanyaku, senyum jonghyun oppa semakin mengembang

“sudah”

“lalu bagaimana seohyun onni?”

“dia terlihat senang, ah tadi juga aku sempat memakaikan kalungnya, sangat pas dengannya”

“syukurlah kalau begitu. Ada kemajuan berarti. Oppa tidak mengajaknya ke pasar malam? Akan ada kembang api hari ini, pasti sangat romantic”

“aku belum berani sejauh itu, mungkin lain kali”

“Kalau begitu aku pergi dulu ya oppa, teman-temanku sudah menunggu”

“ne…hati-hati dan jangan pulang terlalu malam”

“ne… annyeong oppa” aku pun meninggalkan rumah. Senang rasanya tahu kalau seohyun onni memberi respon baik pada hadiah jonghyun, kalau jonghyun oppa berpacaran dengan seohyun onni, aku orang pertama yang merestui. Mereka sangat cocok satu sama lain. Dan aku juga tahu pasti seohyun onni orang yang sangat baik.

 

***

Author POV

Langit malam itu dihiasai warna-warni kembang apa.. ratusan mata terkagum-kagum melihatnya, tidak terkecuali hyunmi yang saking terpesonanya dengan kilauan kembang apa sampai lupa menghabiskan cotton candy dalam genggamannya.

“indaaah” kata kyuna disambut anggukan hyunmi

“lebih indah lagi kalau kita melihatnya dengan kekasih kita” komentar sulli.

“tapi kita semua tidak punya pacar” jawab min dengan wajah yang sengaja dibuat cemberut

“kalian ini… melihat kembang apa dengan teman-teman seperti kaliansaja sudah membuatku senang” kata kyuna dan semua sahabat ini berpelukan. Dan kembali menikmati ramainya pasar malam.

“tunggu” kyuna mengehntikan langkah

“wae?” Tanya hyunmi

“itu… tempat peramal itu kan?” Tunjuk kyuna pada sebuah tenda bergaya gipsi yang pernah ia datangi dengan hyunmi dan soohyo beberapa waktu lalu.

“iya.. lalu?” Tanya hyunmi

“kita kesana lagi yuk”

“untuk apa?” Tanya hyunmi

“berterima kasih padanya, kau sungguh-sungguh bertemu dengan namja yang ia ramalkan, jadi aku harus berterima kasih padanya”

“kyuna….” Hyunmi hendak menolak

“ayolaaah….” Hyunmi tidak bisa menghindar karena kyuna sudah menyeretnya menuju tenda itu sementara teman-teman yg lainnua memilih untuk mencari makan, dan nanti kyuna dan hyunmi akan menyusul.

Kyuna dan hyunmi disambut senyuman madam peramal itu lagi.

“kalian datang lagi…” sambutnya senang

“ya madam… ada yang mau temanku beritahukan sesuatu” kata kyuna

“annyeong madam… aku hyunmi yang waktu itu kau ramal” kata hyunmi

“ah kau aku amsih ingat. Bagaimana? Apakah ramalanku meleset?”

“anio… justru ramalan anda sangat tepat. Aku sudah bertemu dengan namja yang anda ceritakan waktu itu. ternyata ia adalah guru music baru ditempat kursus milik ayahku”  sebuah senyum puas terukir di wajah peramal itu, menghilangkan sedikit kesan misteriusnya.

“lalu, kau ingin aku meramalmu lagi?” tany madam itu

“tidak… aku hanya ingin bilang terima kasih saja” kata hyunmi

“kau gadis yang baik… aku sangat senang membantumu” jawabnya

“kalau begitu aku permisi dulu” kata hyunmi

“baiklah, baik-baiklah kalau begitu. Oh ya… aku ingin memberitahumu sesuatu” hyunmi dan kyuna menghentikan langakh mereka

“hati-hatilah. Dia ada titempat yang sama denganmu saat ini” hyunmi mengerutkan kening

“maksudnya ia ada di pasar malam juga?” Tanya hyunmi, tapi madam itu hanya menjawab dengans enyum misteriusnya

“kalau begitu aku permisi dulu”

“oh ya, mungkin kau akan merasakan sakit hati atau mungkin terluka. Tapi ingat kata-kataku, percayalah pada hatimu. Hatimu tidak akan pernah menipu”  kata peramal itu hyunmi amsih ingin bertanya tentang maksud kalimat peramal itu tadi, tapi kyuna sudah menariknya menjauh.

 

***

hyunmi menyusul teman-temannya yang sudah menunggu dikedai ttokpokki yang amsih berada di area pasar malam. Mereka menghabiskan makanan kesukaan mereka dengan lahap hingga kenyang.

“kita langjut keliling?” Tanya sulli

“ne… masih ada waktu 1 jam sebelum jam malamku habis” kata kyuna. Mereka lalu bergerak emnuju bazaar pakaian yang di diskon gila-gilaan.

“hyunmi… bukankah itu yonghwa?” Tanya soohyo. Benar saja, hyunmi melihat yonghwa sedang duduk sendiri disalah satu kursi sambil menegang minuman soda kaleng.

“Dia ada titempat yang sama denganmu saat ini” kaliamat peramal itu berputar lagi dalam otaknya. Tanpa sadar hyunmi tersenyum melihat yonghwa ada disana.

“datangi dia, ajak dia bergabung dengan kita” kyuna menyikut tubuh hyunmi

“tunggu sebentar” kata hyunmi melangkah mendekat menuju tempat yonghwa, tapi langkahnya terhenti saat ia melihat seseorang berjalan mendekati yonghwa. Seorang yeoja yang langsung duduk disamping yonghwa dan yonghwa menyambutnya dengans senyuman. Dan hyunmi makin tertegun saat tahu kalau yeoja itu adalh seohyun.

Hyunmi menghentikan langkahnya, matanya terus memperhatikandua orang itu dari kejauhan, mereka tampak sangat akrab bahkan lebih akrab dari sebelumnya, saling bercanda dan tertawa. Hyunmi menyentuh dadanya yang tiba-tiba terasa tidak enak. Ada sesuatu yang ia rasakan, sesuatu yang ia tidak tahu apa namanya. Ia lebih memilih kembali pada teman-temannya.

“waeyo?” Tanya min melihat hyuna datang dengan wajah terlipat sempurna

“mana yonghwa?” Tanya kyuna lagi.

“aku mau pulang saja” pinta hyuna

“kenapa? Kau sakit?”

“anio… aku hanya sedikit lelah. Kalau kalian masih ingin keliling teruskan saja, aku bisa pulang sendiri”

“jeongmal gwenchanayo?” Tanya kyuna khawatir

“ne… kalian bersenang-senanglah…” lalu hyunmi pulang dengan gontai. Yang ada dipikirannya adalah pemandangan yang baru saja ia lihat, lalu wajah jonghyun oppanya ikut menyusup dalam pikirannya. Dada hyunmi terasa sesak lagi.

“kenapa? Apa ada yang salah dengan nya?? Bukankah tidak ada yang salah kalau yonghwa dan seohyun bersama?” pertanyaan itu melintas di otak hyunmi

 

-TBC-

3 thoughts on “A Lover [Part 2]

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s