Eyes (Minhyuk Story) –Can I Be Your Eyes?

Title : Eyes (Minhyuk Story) –Can I Be Your Eyes?

Author : Im Hyena (@vidyantipswr)

Rating : PG-13

Genre :

(This part : Romance,family)

Length : Universal

Main Cast :

-Kang Minhyuk

-Jung Krystal

Other Cast :

-Jung Yonghwa

 

Disclaimer :

Cerita ini adalah Universal,jadi memiliki beberapa part dengan judul yang berbeda dan POV yang berbeda,tetapi masih saling berhubungan

Note :

Annyeong readers! Gimana? Ada yang nunggu ff ini gak? Lanjutan dari Eyes(Krystal Story) – I Lost My Eyes nih. *krik krik,sepi*

Maaf ya aku telat nge post._. Ada beberapa hal yang mengganggu aku mingu-minggu ini,jadi gini deh. Maaf kalau part ini gak serame part sebelumnya (emang part sebelumnya rame?) Maaf kalau gaje,maaf kalau gak rapi,maaf typo,aku gak sempet ngedit lebih jauh lagi. Okedeh,happy reading! Don’t bashing! Don’t be a silent readers! DON’T BE A PLAGIATOR!

 

Aaah! Senangnya aku sampai kembali ke Korea! Setelah cukup lama sekolah di LA,aku memutuskan untuk melanjutkannya di Korea saja. Aku sungguh-sungguh merindukan segala hal tentang Korea!

Hari ini,setelah pulang dan istirahat sebentar dirumah,aku ingin berjalan-jalan keliling Seoul. Setelah puas pergi ke puat perbelanjaan Korea,pergi ke Namsan Tower dan ke berbagai tempat lain,aku pergi ke salah satu café setelah benar-benar merasa lapar. Hmm,jajangmyeon!

Menunggu pesananku tiba,aku ingin pergi ke toilet. Tidak kusangka,saat aku memundurkan bangkuku,aku menabrak seseorang hingga ia terjatuh.

“Ah!” rintih seseorang yang kutabrak –seorang gadis-. Aneh,padahal aku tidak terlalu keras menabraknya.

“Gwenchana?”

“N,ne…” katanya sambil meraba-raba sekitarnya. Aku membantunya berdiri.

“Kamsahamnida” dia membungkuk. Aku hanya sembat membalas tersenyum dan buru-buru ke toilet.

Tunggu. Aku berbalik,melihat gadis tadi.

Ada yang ganjil padanya. Tapi apa ya?

 

****

Seusai makan,aku hendak mencuci tanganku di washtafel. Aku mencuci tanganku disamping seseorang. Aku tidak melihat wajahnya sampai ia berbalik menuju pengering tangan.

“Yonghwa Hyung?”

“Minhyuk? Kang Minhyuk?”

“Ne Hyung!” jawabku bersemangat. Kami tertawa dan berpelukan.

“Ya!! Aku merindukanmmu! Kapan kau pulang dari LA hyukkie?”

“Baru saja kemarin Hyung! Haaaa aku juga merindukanmu! Bagaimana karirmu setelah aku meninggalkan band hyung? Sudah lama ya? Hampir 4 tahun!”

“Aku tetap nge band! Ya,masih dari café ke café sih,seperti dulu. Kau mau bergabung lagi? Siapa tahu kita bisa jadi band terkenal!”

Kami sedang asyik mengobrol sampai suara seseorang menginterupsi kami.

“Oppa..”

“Ya! Krystal! Mian,oppa lupa kau di toilet. Kau tidak apa-apa? Tidak terpeleset? Atau apa?”

Gadis itu! gadis yang kutabrak tadi! Kuperhatikan detail tubuhnya. Mataku terbelalak.

Mata gadis itu. berkabut putih.

Dia… buta?

“Ah Minhyukkie kenalkan,ini adikku. Krystal”

“Ah ne! Minhyuk,Kang Minhyuk imnida” kataku membungkukkan badan

“Jung Krystal imnida” katanya tersenyum,tapi ia tidak balas membungkuk. Buru-buru akku bangkit,merasa malu,seola aku tidak menghargainya.

“Oh Minhyuk-ssi,yang tadi terimakasih ya” katanya,masih mengulas senyum.

“Ta..tadi?”

“Iya,tadi kau yang membantuku berdiri kan? Sejak mataku buta,pendengaranku jadi lebi tajam”

Dia mengatakan “buta” dengan ringan! Seolah itu bukanlah apa-apa baginya. Membuatku semakin salah tingkah.

“Ah,mianhae ya tadi,aku menabrakmu”

“Kau menabraknya Minhyukkie?” Yonghwa Hyung menatapku tajam dengan nada suara yang sama tajamnya. Krystal tertawa.

“Sudahlah Oppa,Minhyuk kan tidak sengaja”

“Hahaha,iya Krystal sayang. Tapi Minhyuk,meskipun kita sudah akrab,apabila kau berani melukai adikku,awas ya!” canda Yonghwa Hyung. Krystal kembali tertawa.

“Eh,ngomong-ngomong Oppa,kalian sudah saling kenal? Sejak kapan?”

“Kami teman band dulu sebelum Minhyuk pindah ke LA”

“LA?”

Aku hanya bisa melihat kakak-beradik ini bicara. Mataku tidak bisa lepas dari sosok Krystal. Oh,jadi ini adiknya Yonghwa Hyung. Aku sering mendengar dulu,bahwa hyung punya adik yang sangat ia sayangi.

Hanya satu kata yang bisa kuucapkan.

Cantik. Dia…cantik

“Sepertinya kita harus pulang Krys. Hyukkie,kami duluan ya?” suara Yonghwa Hyung menyadarkanku.

“Ah,ayo kita keluar bersama! Aku juga mau pulang sekarang Hyung”

“Benarkah? Kalau begitu,bisa kau jaga Krystal sebentar sementara aku mengambil mobil?

“Ah,tentu saja Hyung”

Yonghwa hyung pergi keluar café. Sementara aku dan Krystal hanya diam. Aku bingung harus bicara apa. Takutnya malah salah bicara. Sampai akhirnya dari luar café Yonghwa hyung mengklakson mobilnya.

“Itu Hyung. Ayo Krys!” hampir aku melangkah kalau saja Krystal tidak memanggilku.

“Minhyuk-ssi”

“Ne?” jawabku.

“Hmm,tongkatku dimana ya? Tadi Oppa yang pegang” katanya sedikit canggung. Buru-buru aku mengedarkan pandanganku dan menemukan tongkatnya bersandar di dinding. Aku mengambilnya.

“Ini” kataku sambil mengulurkan tangan. Tapi Krystal tidak kunjung mengambilnya. Membuatku merasa bersalah lagi. Akhirnya aku mengambil tangan kanannya dan menyerahkan tongkatnya. Krystal tampak sedikit terkejut,tapi tersenyum.

“Gomawo”

Dia mulai menggoyangkan tongkatnya dan berjalan perlahan. Aku merasa khawatir,dan akupun meraih tangan kirinya lalu kugenggam.

“Ah”

“Biar kubantu” kataku lembut,dan aku menuntunnya keluar café.

Sampai diluar café,Yonghwa Hyung membukakan pintu untuk Krystal. Tiba-tiba Krystal melepas genggaman tangan kami dengan lembut,membuatku tersentak kaget,ingat bahwa sedari tadi aku masih menggenggam tangannya. Buru-buru aku membantunya masuk mobil.

“Minhyuk-ssi!” panggil Krystal membuatku berbalik.

“Ne?”

Dan Krystal pun mengulas senyum termanisnya.

“Terima kasih banyak ya”

Mobil Yonghwa Hyung melaju dan Krystal melambai. Sementara aku hanya terpaku melihatnya.

 

****

 

Tidurlah Minhyuk,tidur!!!

Satu domba,dua domba,tiga domba…

Oh god! Buatlah aku tidur!

Ayolah Kang Minhyuk.. Kenapa senyum itu terus terbayang? Kenapa wajahnya masih terus berlarian di kepalamu?

Bukankah ia hanya gadis biasa? Bahkan ia buta.. Kenapa ia bisa menghilangkan rasa kantukmu?

Tunggu,aku ralat ucapanku tadi.

Justru ia bukan gadis biasa.

Tapi apa yang istimewa darinya?

Hanya satu hal yang sudah pasti.

Senyumnya…manis sekali

 

****

Hari ini aku gelisah sekali. Akumerasa aneh. Aku merasa sangat ingin bertemu Yonghwa Hyung. Akhirnya aku nekat. Aku mengunjungi rumah Yonghwa Hyung. Kudengar,ia masih tinggal dirumah orangtua angkatnya seperti dulu.

Aku sudah sampai. Rumah ini masih sama megahnya seperti dulu. Aku menekan bel dan bersiul meunggu seseorang membukakan pagar. Tidak kusangka yang keluar adalah Krystal. Ia berjalan dari pintu menuju pagar dengan lancar,tanpa tongkatnya.

“Cari siapa?” tanyanya sambil tersenyum. Aku kepikiran untuk menggodanya.

“Cari kamu” kataku usil. Ia mengerutkan kening.

“Minhyuk-ssi?”

“Ternyata kamu masih inat aku”

“Tentu saja” Krystal tertawa. “Oppa sedang tidak ada dirumah Minhyuk-ssi” lanjutnya.

“Loh,siapa yang mencari Hyung? Tadi sudah kubilang kan,aku mencarimu?” aku tersenyum nakal. Krystal mengerutkan keningnya lagi,lalu lanjut tertawa.

“Baiklah,silakan masuk tuan” candanya membuat akutertawa. Ia membukakan pagar dan akupun masuk. Kamipun berjalan bersama melewati taman rumahnya.

“hmm,Minhyuk-ssi,tidak apa-apa kalau kitamengobrol di taman saja? Oppa melarangku mengajak siapapun ke dalam rumah kalau ia tidak ada”

“Loh,Oppamu kan sudah kenal aku? Apa perlu aku meneleponnya untuk minta izin?” aku masih menggodanya. Krystal tergagap.

“Eh,bukannya begitu tapi…”

“Aku tahu Oppamu hanya khawatir. Tapi memangnya aku mau berbuat apa padamu? Memangnya kau mau ku apa-apakan?” godaku,membuat bibir Krystal mengerucut sebal. Aku tertawa melihatnya. Duh,dia menggemaskan sekali.

“Ahaha,mian,aku hanya menggodamu. Buatku,dimana pun tidak masalah asal bersamamu”

“Cih,gombal!” Krystal tertawa. “Baiklah,ayo kita duduk” lanjutnya.

“Tidak mau. Aku tidak mau duduk dikursi taman. Aku maunya duduk di ayunan bersamamu” rajukku. Lagi-lagi ia tertawa dan mengangguk. Lalu tanpa minta izinnya aku menarik tangan kanannya. Akupun membantunya duduk di ayunan dan setelah ia duduk,aku mendorong ayunan itu agar bergerak sebelum aku duduk di hadapannya.

“Minhyuk-ssi”

“Ne?”

“Boleh aku tahu bagaimana rupamu?” tanyanya,sukses membuatku salah tingkah dan merasa tidak enak. Tapi aku malah menggodanya lagi supaya ia tidak merasa kalau aku canggung.

“Yang jelas aku tampan” jawabku,membuat ia memanyunkan bibirnya

“Seriuuus…” rajuknya,membuat aku tertawa gemas.

“Aku betul-betul tampan Krystal-ah…”

“Baiklah,beritahu aku seperti apa ketampananmu”

“Hmm,aku lebih tinggi darimu,kulitku putih,mataku sipit,hidungku mancung. Apalagi?”

“Rambutmu?”

Aku bingung menjelaskan bentuk rambutku. Akhirnya aku menarik kedua tangannya dan mengarahkannya untuk meraba rambutku. Ia kaget dan hendak menarik tangannya,tapi kutahan.

“Rasakan saja sendiri,aku bingung menjelaskannya” aku melepas tanganku di pergelangan tangan Krystal. Ia mulai meraba rambutku dengan lembut.

“Hmm,baikalh,aku sudah bisa membayangkannya. Semoga saja kau lebih tampan dari bayanganku” ia tertawa dan aku ikut tertawa.

“Krystal,dimana orangtua angkatmu? Bekerja?” tanyaku. Seketika air mukanya menjadi mendung.

“Loh,Krys..?”

“Mereka sudah meninggal 2 tahun yang lalu dalam kecelakaan”

“Ah mianhaeyo Krystal,jeongmal mianhae..”

“Ani,gwenchana” ia tersenyum sedih.

“Kecelakaan itu juga yang merenggut mataku” lanjutnya. Tiba-tiba ia menceritakan semuanya padaku. Awal mula kecelakaan itu terjadi,sampai sempat menurunnya kondisi mentalnya setelah mengetahui orangtuanya meninggal dan ia harus menerima kenyataan atas kebutaannya.

“Umma tewas seketika,meski lukanya tidak terlampau parah,tapi ia terkena serangan jantung. Sementara Appa sempat sadar dan mewariskan seluruh miliknya padaku dan Oppa,sebelum koma selama seminggu dan tidak bisa bertahan” Krystal mengakhiri ceritanya. Ia menghembuskan nafas seolah menguatkan dirinya sendiri,dan matanya yang kosong itu menoleh padaku. Mata indah yang kosong itu berkaca-kaca

“Menangislah jika kau ingin Krys,aku tahu kau sedih dan terpukul”

Krystal menggeleng. Tapi saat itu juga air matanya mengalir deras.

“Aku… aku sangat terpukul. Tapi aku tahu Oppa jauh lebih terpukul daripada aku. Dia harus menerima kenyataan kehilangan kedua orangtua kami,kenyataan mengenai kebutaanku. Dan tanggung jawabnya pasti berat juga,menjaga aku sendirian. Tapi Oppa tidak pernah memperlihatkan kesedihannya padaku. Oppa selalu tersenyum,meski aku tahu ia lelah,jauh lebih lelah daripada aku. Aku tidak mau menangis karena aku tidak mau membuat Oppa semakin tertekan.”

Aku beranjak dari dudukku dan pindah ke sampingnya. Aku menyandarkan kepalanya ke bahuku. Membiarkannya menangis beberapa saat.

“Terima kasih Minhyuk-ssi. Haha,aku jadi malu. Kita baru bertemu beberapa kali dan aku sudah secengeng ini” ia tertawa kecil.

“Krystal! Berhenti memanggilku Minhyuk-ssi. Panggil aku Oppa” aku menunjukkan puppy eyes-ku,meski aku tahu ia tidak bisa melihatnya.

“Oppa?” lalu ia tertawa. Aku memanyunkan bibirku.

“Kenapa? Aku ini lebih tua darimu! Aku hanya berbeda 2 tahun dengan Yonghwa Hyung. Ayolah…”

“Hahaha,ne,ne,Minhyuk Oppa…”

 

****

 

Aku tidak bisa berhenti tersenyum mengingat obrolanku dengan Krystal tadi siang. Candaannya,wajahnya saat merengut,saat sebal,suaranya. Apalagi saat ia menyenderkan kepalanya ke bahuku. Aku senang,meski merasa sakit juga karena ia menangis.

Terutama senyum dan tawanya.

Tidak bisa hilang dari benakku.

Aku berguling ke kiri dan menarik selimut sampai ke daguku. Aku tersenyum lagi. Aku berguling ke kanan dan memeluk guling,tapi tersenyum lagi. Sampai kesal sendiri.

“Aaaaargh Kang Minhyuk! Tingkahmu sungguh seperti remaja yang baru merasakan jatuh cinta!” sungutku pada diri sendiri.

Tunggu.

Jatuh cinta?

Aku… jatuh cinta? Pada Krystal?

****

 

Semakin hari,semakin lama,akhirnya aku sadar. Aku mengakui. Bahwa aku memang jatuh cinta pada gadis itu. pada Jung Krystal.

Tapi semakin lama,semakin aku coba memahami,semakin aku berfikir,aku tidak tahu kenapa aku bisa merasakan hal ini.

Padahal ia hanya gadis biasa. Padahal ia bukan siapa-siapa. Ia tidak secantik gadis-gadis di LA. Bahkan ia buta. Dan ia malah belum pernah melihat rupaku. Malah mungkin saja ia tiak bisa melihat rupaku.

Tapi entah kenapa,di mataku ia sama sekali bukan gadis biasa. Ia sungguh menjadi orang terpenting dalam hatiku. Yang selalu berputar dalam kepalaku. Dimataku ia lebih cantik dari artis Hollywood manapun. Bahkan aku tidak peduli ia tidak melihat wajahku. Dan aku bergidik ngeri membayangkan,memikirkan ia tidak mungkin bisa melihat wajahku. Karena aku ingin ia sembuh. Aku sungguh tidak paham! Tapi aku tidak memperdulikannya.

Hanya satu hal yang kumengerti. Satu hal yang kupedulikan.

Aku mencintainya.

Tulus.

Tidak peduli kenapa,pokoknya aku tulus mencintainya.

 

****

 

Hari ini aku pergi kerumah Yonghwa Hyung. Ia pergi nge band bersama teman-temannya,dan aku dimintanya untuk menjaga Krystal.

Kami sedang berada di ayunan,tempat favorit kami berdua sekarang. Kami sama-sama diam. Entah kenapa hari ini kami terdiam. Padahal biasanya kami selalu ribut mengobrol,tertawa-tawa. Apa jangan-jangan Krystal bisa merasakan detak jantungku kalau aku berada didekatnya? Oh tuhan kumohon jangan,aku belum siap.

“Oppa” Krystal memanggilku.

“Ada apa Krys?”

“Boleh aku menanyakan satu hal?”

Aku mengerutkan kening. Tidak biasanya apabila ia mau berbicara ia bertanya dulu.

“Tentu saja. Untuk apa kau bertanya dulu?” aku tertawa kecil menjawab pertanyaannya. Tetapi ia tidak ikut tertawa. Ia malah terus terdiam.

“Krys? Ada apa? Mau bertanya apa? Tanyakan saja”

“Oppa… sebenarnya kenapa mendekatiku?”

Aku mengerutkan kening lagi. Apa maksudnya?

“Apa maksudmu Krys? Aku tidak mengerti”

“Oppa kenapa mendekatiku? Kenapa Oppa mau mendekatiku? Apakah Oppa punya maksud tertentu?”

Pertanyaan itu sungguh menohok hatiku. Membuat hatiku sakit seketika. Apa maksudnya ia bertanya seperti itu? Apakah selama ini ia menyangka aku punya maksud terselubung mendekatinya? Apakah aku terlihat ingin membuat kejahatan padanya? Dia pikir aku mau mencelakainya? Apa pernah selama ini aku merencanakan sesuatu untuk mencelakainya? Aku tulus menyayanginya! Bahkan lebih. Aku mencintainya. Tidak ada maksud apapun! Jadi sebenarnya ia tidak mempercayaiku? Selama ini sebenarnya ia tidak percaya padaku? Kalau begitu apa maksud kedekatan kami selama ini? Kecewa. Sungguh,aku sangat kecewa!

“Jadi selama ini sebenarnya kamu tidak percaya padaku Krys?”

“Oppa! Tidak,bukan begitu maksudku!”

“Selama ini kau tidak percaya padaku kan? Kau menyangka aku punya maksud tertentu untuk mendekatimu? Aku menyayangimu Krys! Tulus! Aku tidak butuh apapun darimu!”

“Oppa,dengarkan aku dulu!”

“Kalau begitu untuk apa aku mendekatimu selama ini kalau kau memang tidak percaya padaku? Aku tulus Krys! Aku nyaman ada didekatmu! Bukan karena aku mau apapun! Oh,kau pikir aku mau mencelakaimu? Aku tulus Krys,tulus! Aku sayang padamu! Aku nyaman bersamamu! Aku kecewa. Sungguh,aku sangat kecewa” aku bangkit dari dudukku. Aku mau pergi,tetapi aku merasakan Krystal menarik kemejaku. Aku berbalik menatapnya. Matanya yang kosong mendongkak keatas. Matanya berkaca-kaca.

“Oppa,maafkan aku… Dengarkan aku dulu…”

Aku berpaling. Aku tidak tega melihat gadis yang aku cintai menangis. Tapi sakit hati dan kecewa yang aku rasakan jauh lebih besar. Aku melepaskan tangan Krystal pada ujung kemejaku perlahan-lahan. Dan akupun pergi meninggalkannya.

 

****

 

Aku bergerak menuju meja belajarku dan mengambil handphone. Sudah hampir seharian aku mematikannya. Belum lama aku menyalakannya,teleponku berdering. Dari Yonghwa Hyung

“Yeoboseyo Hyung,ada apa?”

            “Minhyukkie!! Aku sudah beribu kali mencoba menelefonmu tapi handphonemu mati. Baru sekarang kau angkat”

“Mianhae Hyung. Ada apa?”

“Ada apa dengan kau dan Krystal?”

“Emm.. Tidak ada apa-apa Hyung”

“Bohong. Kau tahu,dari tadi ia menangis dikamarnya. Tidak mau keluar,tidak mau makan. Ada apa?”

“Ya! Hyung menyalahkanku? Bisa saja kan Krystal menangis ingat orangtua kalian”

“Ya!! Jangan membentakku! Kau ini jangan bodoh,aku jauh lebih mengenal adikku. Dia tidak mungkin terlarut dalam kesedihan karena masa lalu kami sampai seperti ini. Ini pasti karena sebab lain. Ayo,jujur padaku sebelum aku marah karena kau telah membuat adikku menangis”

Aku terdiam. Berpikir beberapa saat. Akhirnya kuputuskan untuk menceritakan semuanya pada Yonghwa Hyung.

“Jadi begitu Hyung” aku mengakhiri ceritaku.

Tidak kusangka,bukannya marah,Yonghwa Hyung malah tertawa kecil.

“Ya Hyung! Kenapa kau malah tertawa?”

“Tidak,tidak apa-apa. Kau marah,itu artinya kau menyayanginya kan?”

“Tentu saja Hyung,aku menyayanginya”

“Menyayanginya,atau mencintainya?”

“Emm…”

Pertanyaan Yonghwa Hyung menohokku. Darimana dia tahu kalau aku mencintai Krystal?

“Sudahlah. Aku tahu kok. Meskipun aku jarang bersama kalian,bukan berarti aku tidak mengamati kalian”

“Aku mempercayaimu untuk menjaga adikku,karena aku tahu Krystal juga percaya padamu.”

“Tapi Hyung..”

“Aku minta maaf padamu. Mungkin sejak kebutaannya,ia kehilangan banyak orang. Hampir semua teman-temannya meninggalkannya,karena ia buta. Mungkin ia tidak bisa mempercayai siapapun lagi selain aku. Hanya aku yang tulus menyayanginya. Dan kamu datang,sebagai orang yang tulus,membuat dia ragu. Ia takut kamu tidak tulus,mengingat banyak orang meninggalkannya. Ada yang mendekatinya,tetapi banyak maksud dibelakang itu. Ia hanya takut. Ia takut kamu meninggalkanmu. Itu artinya dia juga menyayangimu,karena dia takut kehilanganmu.”

Aku terdiam mendengar perkataan Yonghwa Hyung. Kenapa aku begitu egois? Kenapa aku tidak pernah melihat dari sisi dirinya? Kehilangan banyak orang karena kebutaannya pasti sangatlah menyakitkan. Memang siapa yang mau buta? Sudah kehilangan penglihatannya,kehilangan orang tuanya,ia juga kehilangan banyak teman. Kenapa aku sangat egois? Harusnya aku tahu ia hanya meyakinkan dirinya,bukan meyakinkanku apakah aku tulus atau tidak. Kenapa aku begitu bodoh?!

“Maafkan aku Hyung,aku tidak melihat dari sisi Krystal. Aku tidak memikirkannya. Aku egois. Maafkan aku”

“Minta maaflah sendiri pada Krystal. Kau harus tanggung jawab,tenangkanlah ia. Ia tidak berhenti menangis sejak tadi.”

 

****

 

Aku masuk kerumah Yonghwa Hyung yang besar itu. Aku berjalan masuk dan naik ke lantai 2. Disana,ada Yonghwa Hyung yang sedang duduk di sofa,menungguku.

“Hyung.”

“Ah Minhyuk! Akhirnya kau datang juga. Cepatlah ke kamarnya,ia tidak melakukan apapun selain menangis sejak tadi. Dia belum makan,membuat aku khawatir.”

Aku mengikuti Yonghwa Hyung memasuki sebuah pintu kamar. Yonghwa Hyung membukanya dan membiarkan aku masuk. Didalam sana,Krystal sedang berbaring menyamping ditempat tidurnya sambil memeluk bantal. Badannya bergetar. Aku tahu ia sedang menangis,membuatku tambah merasa bersalah.

Aku menghampiri Krystal dan duduk di tepi tempat tidurnya. Aku mengelus rambutnya perlahan.

“Krystal…”

Krystal langsung terduduk mendengar suaraku. Ia menolehkan kepalanya padaku,meskipun matanya kosong.

“Minhyuk Oppa?”

Aku mengangguk dan tersenyum,meski aku tahu ia tidak bisa melihatku.

“Oppa? Minhyuk Oppa?”

“Ne Krystal…”

Dan tanpa kuduga,ia menghambur memelukku.

“Oppa,maaf,maaf Oppa,aku minta maaf… Aku tidak bermaksud seperti itu Oppa,maaf… Maafkan aku…” ia menangis lagi. Air matanya membasahi kemejaku. Aku sungguh merasa gugup. Aku menarik nafas perlahan dan menghembuskannya. Aku menariknya dari pelukanku,dan memegang bahunya.

“Krystal,aku yang seharusnya minta maaf. Aku yang bodoh,aku tidak melihat dan merasakan sakitnya dari sisimu. Aku hanya mementingkan diriku sendiri. Maafkan aku ya Krys,harusnya aku yang mengerti perasaanmu. Mengerti bagaimana sakit dan beratnya menjadi dirimu. Maafkan aku..”

“Oppa mau memaafkanku?”

“Kau mau memaafkanku?”

Kami tertawa.

“Krys,kau tahu kan aku menyayangimu? Aku tulus menyayangimu Krys..”

“Ya Oppa,aku tahu. Maafkan aku pernah meragukanmu Oppa..”

“Tapi perasaanku bukanseperti itu.”

“M..maksud Oppa?”

“Aku tidak menyayangimu”

“Oppa…”

“Aku tidak menyayangimu,tapi lebih dari itu. Aku mencintaimu Krys..”

Krystal terdiam.

“Apa maksudmu Oppa? Kau…”

“Ya Krys,aku mencintaimu. Perasaanku bukan seperti teman biasa,bukan pula seperti Yonghwa Hyung kepadamu. Lebih dari itu. Aku mencintaimu Krys..”

“Oppa..”

“Aku mencintaimu. Bisakah,aku menjadi matamu? Menjadi mata keduamu. Yang akan membuka mata hatimu tentang cinta. Bukan hanya dari  kakakmu,tetapi juga dari aku. Aku adalah orang lain yang mencintaimu,tetapi aku mencintaimu bukan karena kekuranganmu. Aku juga mencintaimu bukan karena kelebihanmu. Tapi aku mencintaimu. Entah karena apa! Hanya satu hal yang dapat aku mengerti. Aku tulus mencintaimu. Hanya itu yang aku mengerti,dan aku tidak peduli akan hal lain. Aku mencintaimu Krystal. Aku mencintaimu.”

“Oppa… Aku…”

“Aku juga mencintaimu..”

Aku terbelalak mendengar jawabannya. Krystal..juga?

“Kau serius?”

“Tentu Oppa…”

Aku tidak bisa mengekspresikan bagaimana perasaanku sekarang. Aku hanya bisa tersenyum membalas senyumannya.

“Oppa mau berjanji padaku?  Oppa janji tidak akan meninggalkanku? Apapun kekuranganku? Akan menjagaku?”

“Aku berjanji Krys”

Kami tersenyum. Aku mendekatkan wajahku padanya dan menyentuh dagunya. Semakin dekat wajahku dengan wajahnya. Bibir kami bertemu. Aku hanya menciumnya perlahan dan melepaskannya. Aku tersenyum sementara Krystal tersenyum malu. Aku mencubit pipinya gemas dan kami tertawa.

“Ehem”

Terdengar dehaman dari pintu kamar Krystal. Aku dan Krystal menoleh kearah pintu dan melihat Yonghwa Hyung sudah berdiri disana sambil mengulum senyumnya.

“Ya!! Oppa!! Sejak kapan kau berdiri disana?!” bentak Krystal.

“Hmm,sejak tadi mungkin?”

“Oppa!!!” Krystal berteriak marah,sementara Yonghwa Hyung tertawa.

“Sudah! Kita makan dulu. Krys,kamu belum makan sejak tadi. Daritadi hanya menangis”

Krystal mengerucutkan bibirnya dan pergi keluar kamar,meninggalkanku.

“Ck,adikku sudah dewasa ternyata” didepan pintu Yonghwa Hyung mengacak rambut Krystal dengan lembut. Krystal menepis tangan Yonghwa,tapi ia tersenyum dan pergi meninggalkan kami. Aku berdiri dan berjalan kearah pintu.

“Minhyuk”

“Ne Hyung?”

“Aku titip adikku. Awas kalau kau membuatnya menangis seperti tadi lagi”

Aku tertawa dan mengacungkan jempol.

“Serahkan adikmu itu padaku Hyung. Aku mencintainya,sungguh”

 

 

Yakk! Selesailahi! Gimana,seru gak? Apa gaje? Maaf banget atas semua kesalahan part ini termasuk telat post. Tadinya aku mau post sekitar tanggal 4-6 sept,tapi minggu lalu aku full banget OSIS,ada masalah,sibuk kerja kelompok,dll jadilah baru post sekarangL maaf aku gak sempet ngedit banyak,aku dikejer waktu banget,mau ulangan kimia tapi belum belajar-_- *krikkrik,apa urusan readers* jadi mohon doanya ya semoga nilaiku baik😀

Oh iya,untuk para readers,aku mau jelasin satu hal. Minggu lalu aku dapat masalah soal PLAGIATOR ffku yang Beggar Of Love. Ada cerita di blog lain yang ceritanya 85% sama dengan ffku itu. Akhirnya setelah berunding,kami sebagai kedua author cerita masing-masing memutuskan damai. Aku sendiri gak tau dia itu plagiator atau bukan,tapi aku gak mau memperpanjang masalah jadinya kami milih jalan damai. Jadi,untuk para readers apabila ada yang nemuin cerita aku yang BOL sama dengan cerita lain,gausah jadi masalah ya,kami udah berdamai😀 dan aku mau berterima kasih sama mmmpeb eonni dan jinyeongi eonni yang udah ngebantu aku nyelesein masalah ini.. maaf ya mmmpeb eonni,aku ikut ngomongin masalah ini J

Okedeh,jangan lupa RCL ya! Atau gak R+C ajadeh.

Untuk part selanjutnya :

Eyes(Yonghwa Story) – Please,Be My Eyes

15 thoughts on “Eyes (Minhyuk Story) –Can I Be Your Eyes?

  1. kyaaaaaa sweet banget dan ikutan sedih pas minhyuk salah paham sama krys🙂
    part selanjutnya jangan lama-lama ya🙂 nice ff, aku suka soalnya sweet banget minhyuknya xP

  2. hyukstal my fav couple hihi…
    yg ditunggu ff diblog ini itu selain couple yongseo ya ini couple minhyuk krystal :p
    suka suka minhyuk so sweet. paling suka bagian yg bilang minhyuk akan menjadi mata kedua bagi krystal aaaaaaa terharu hihi…
    buat lagi ya ff cast mereka thor🙂

  3. Minhyuk sweet banget.. Sedikit terharu pas bagian dia mau jadi mata kedua buat krystal :’)
    Aigo si akang satu ini baru aja jadian udah main nyosor aja😀

  4. Aaaa so sweet hihihi

    itu lucu bgt yg minhyuk guling2an di kasur wakakak. ah hyukkie, kenapa kau selalu menggemaskan>< daebak thor, ditunggu next ff yo

  5. Omooooo!!!!
    Aku gereget bacanya!! Minhyuk disini lucu banget, bikin gemess!!

    Krystal juga.. Bayangin mereka deket knp aku yg bahagia banget ya??

    Ada sequel lagi?? Nyeehheeh😄

  6. hua.. minhyuk keren!!! aaaa~ thor ini part selanjutnya mana ya? yg eyes yonghwa? maaf baru baca ffnya.. trus ga nemu lanjutannya.. kkk~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s