Hope’a Good Romance [part 1]

 

Title : Hope’a Good Romance

Author :Shinme

Cast : Lee Jong Hyun, Park Jimin (OC) , Song Joong Ki.

Other cast : Other Member CNBLUE, Lee Hyunmi (OC)

Genre: Romance

Lenght : Chapter

Rating : PG 15

Disclamer : FF ini terkontaminasi beberapa lagu.

Note: Maaf kalau ff nya ga romance, masih terselip typo, ceritanya ketebak atau sebagainya. Jangan lupa tinggalin jejak yooo……!  ^^

 

 

Jimin, gadis itu duduk di halte bus, ia merapatkan mantel bulunya. Gadis itu tersenyum getir, detik kemudian air mata gadis itu jatuh, gadis itu menangis. Hampir dua jam gadis itu duduk di halte, salah besar jika kalian berpikir gadis itu sedang menunggu bus, gadis itu sedang menunggu kekasihnya. Kekasihnya yang semakin hari semakin sibuk, saking sibuknya sampai lupa pada gadis manis itu.

“Baiklah !, sepertinya kau tidak akan datang, ini sudah jam 10 malam” gadis berambut agak ikal itu beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan meninggalkan halte bus.

‘As I walked you home, our first kiss under the street light was so sweet’

Tiba-tiba saja gadis itu menghentikan langkah nya, ia mendongak, matanya sedikit terpejam, matanya tidak kuat  dengan cahaya lampu jalan yang memayunginya. Jimin tersenyum, ia ingat betul di bawah naungan lampu jalan itu ia mendapat first kiss nya.

 

Pemuda tampan itu dengan gusar memainkan ponselnya, ia seperti sedang menunggu telepon dari seseorang.

“Hyung! Kau sedang menunggu telepon dari seseorang?” tanya Min Hyuk sembari menepuk pelan pundak Jong Hyun yang sedang duduk di depan meja rias. Pemuda berdimple itu hanya menggeleng. “Saatnya kau ganti baju, hyung!”

“Baiklah…” pemuda itu menyimpan ponselnya di atas meja rias, dia pun pergi ke ruang ganti. Malam ini dia dan band nya sedang mengisi sebuah acara penggalangan dana untuk korban gempa di Haiti.

Derttt…..! dretttt….!

Ponsel berwarna putih itu bergetar beberapa kali, hingga akhirnya ponsel itu berhenti bergetar, batrai ponselnya habis.

 

Jimin menghela nafasnya, ia menjatuhkan tubuhnya keatas kasur setelah melepaskan mantel bulunya.

“Kau benar-benar keterlaluan, Lee Jong Hyun!” gadis itu melempar boneka kelinci pemberian kekasihnya itu ke sembarang arah. Selama ini Jimin sudah cukup bersabar, tapi kali ini ia benar-benar sudah tidak tahan dengan Lee Jong Hyun yang mengabaikan nya, selalu. Sudah hampir 4 tahun mereka berpacaran, namun sudah hampir satu tahun ini Lee Jong Hyun begitu sibuk dengan jadwal nya yang begitu padat merayap. Setelah band nya CNBLUE debut, popularitas band nya semakin meroket, tak ayal membuat pemuda itu sibuk dengan jadwal manggungnya,pemotretan, bahkan syuting iklan, sampai-sampai Jimin merasa seperti tidak punya kekasih.

“Kalau begini, lebih baik aku putuskan saja dia” lagi, gadis itu menghela nafas, ia pasrah dengan percintaan nya yang semakin hari semakin membuatnya bosan.

“Aku mencinta mu Lee, bagaimana dengan mu? Apa kau masih mencintai ku? Kau bilang setelah debut, kau akan tetap memperhatikan ku, tapi sekarang? Kau begitu asyik dengan ketenaran mu, Sepertinya hubungan kita memang harus benar-benar berakhir” Jimin meraih frame potonya bersama Jong Hyun di atas nakas, dan kemudian memasukan nya kedalam laci nakas.

 

@ Dorm CNBLUE 22:30 KST

“Aduh…! rasanya lengan ku ini pegal-pegal sekali” keluh Min Hyuk, Jong Hyun hanya tersenyum mendengar keluhan dongsaengnya itu.

“Tanggal berapa sekarang?” tanya Jong Hyun.

“Kalau tidak salah tanggal 12 Oktober, memangnya kenapa?”

“12 Oktober? Celaka!” cepat-cepat Jong Hyun merogoh saku blezer nya dan mengeluarkan ponselnya. “Pantas saja, batrai ponsel ku habis, Jimin….maafkan aku” gumamnya, ia pun segera beranjak dari tempat duduknya, berlari meninggalkan dorm.

“Mau kemana dia?” tanya Yong Hwa yang baru saja keluar dari kamarnya. Min Hyuk mengangkat kedua bahunya, pemuda itu juga tidak tau kemana perginya Jong Hyun.

 

Jong Hyun mengatur nafasnya begitu ia sampai di halte bus, matanya mencari-cari sosok Jimin, pemuda itu berharap keksaihnya masih menunggunya di halte bus, namun nihil, ia sama sekali tidak melihat sosok kekasihnya itu.

“Kau pasti marah pada ku, Jimin. Maaf…, aku benar-benar lupa kalau malam ini adalah peringatan 4 tahun hubungan kita. Maafkan aku” Jong Hyun segera berlari kearah telepon umum, ia berniat menghubungi Jimin. Sudah 5 kali Jong Hyun mencoba menghubungi Jimin, tapi gadis itu sama sekali tidak menjawab telepon dari nya, memang gadis itu tidak akan sembarangan mengangkat telepon dari nomor tak di kenal.

 

___________________________

@Jimin House  6:00 KST

“Pagi, Bu…!” Jimin mengecup pipi kanan Ibunya, perempuan payuh baya itu tersenyum.

“Ah…matamu bengkak? Kau menangis semalam?”  jelas saja mata gadis itu bengkak, semalaman dia menangis, menangis karena seorang Lee Jong Hyun.

“Sepertinya aku terlalu lama tidur, Bu..” dusta gadis itu, tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya, Ibunya pasti akan mengatainya bodoh karena menangis semalaman hanya karena seorang laki-laki.

“Kalau kau ada masalah, cerita saja pada Ibu, Ibu mu ini adalah pendengar yang baik”

“Aku tau itu, Bu. Tenang saja, aku baik-baik saja” gadis itu menarik kursi makan nya, dan kemudian mendudukinya.

“Jimin…”

‘Ya..?”

“Tidak apa-apa kau tinggal sendirian di rumah?”

“Memang nya Ibu mau kemana?”

“Ibu ada urusan bisnis di Busan, tidak apa-apa bukan?”

“Tentu saja, aku ini bukan anak kecil lagi, Bu!, umurku sudah 25 tahun!”

“Baiklah kalau begitu”

 

@Dorm CNBLUE 7:00 KST
“Ada apa dengan nya?” tanya Jung Shin pada Yong Hwa yang sedang mengoles selai pada selembar roti.

“Entahlah, aku juga tidak tau, dari tadi dia terus saja memainkan ponselnya seperti itu, mungkin dia sedang ada masalah” Yong Hwa berasumsi.

Jong Hyun membanting ponselnya ke atas sofa, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah dapur, dia begitu lesu, seperti orang yang tidak mau hidup lagi.

“Kenapa? Kau putus cinta, hyung?” tanya Jung Shin dengan mulut penuh makanan. Jong Hyun hanya diam.

“Memang nya kau punya pacara, Jong?” tanya Yong Hwa. Jong Hyun hanya diam, tidak mengatakan ia atau tidak.

Selama ini, tidak ada seorang pun dari 3 member CNBLUE yang mengetahui kalau Jong Hyun sudah memiliki kekasih, Jong Hyun sengaja merahasiakan nya dari hyung, dan dongsaengnya di CNBLUE. Pemuda itu memang cukup tertutup, begitu juga dengan Jimin. Sebenarnya Ibu dan teman-teman Jimin tau, kalau Jimin mempunyai seorang kekasih, hanya saja Jimin tidak memberi tau orang-orang di sekelilingnya siapa kekasihnya itu, cukup tau saja kalau Jimin memiliki seorang kekasih.

 

@FNC Office 11:00 KST

“Jimin….ponsel mu berdering terus! Kenapa kau tidak mengangkat telepon nya? Berisik…!” ucap Hyunmi teman sekaligus rekan sekantornya, mereka berdua memang satu ruangan .

“Aku malas” ucap Jimin dengan cueknya, membuat Hyunmi sedikit geram.

“Ish….kalau begitu berikan ponsel mu pada ku! Biar aku saja yang menjawab, siapa tau itu telepon penting” Hyunmi beranjak dari meja kerjanya, berjalan kearah meja kerja Jimin.

“Tidak…! ini bukan telepon penting” Jimin segera menyambar ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya, buru-buru gadis itu mengeluarkan batrai ponselnya. “Nah…begini lebih baik” gadis itu berucap.

“Kenapa tidak kau buang saja ponsel mu itu? Kurasa benda itu tidak ada manfaatnya untuk mu” Hyunmi memukul puncak kepala Jimin dengan pena warna perak miliknya, Jimin hanya terkikik menerima perlakuan dari sahabatnya itu. “Ah…ia, ada gosip yang beredar kalau ketua editor kita yang killer itu akan mengundurkan diri”

“Benarkah? Aku baru tau, itu pun dari mulut mu” Jimin kembali fokus pada layar komputer di depan nya.

“Ish…kau ini, sekali-kali ikut bergosip ria tidak ada salahnya bukan?”

“Aku sama sekali tidak tertarik, maaf”

“Ish…kau ini” Hyunmi berdesis.

“Kembalilah kemeja kerja mu!, kau mengganggu ku”

“Kau duluan kan yang mengganggu ku dengan bunyi ponsel mu itu”

“Ia…ia…, aku minta maaf, cepat kembali bekerja jika kau tak mau gaji mu di potong” Hyunmi pun kembali ke meja kerjanya gadis itu tidak mau gaji nya di potong.

 

@Studio CNBLUE  1:30 KST

Yong Hwa menghela nafas, begitu juga dengan Jung Shin dan Min Hyuk, lagi-lagi Jong Hyun salah memainkan nada.

“Ada apa dengan mu? Kenapa kau tidak fokus latihan? Apa yang sedang kau pikir kan hah?” tanya Yong Hwa sedikit emosi. “Latihan kita ini penting, Jong” tambahnya lagi, Jong Hyun menaruh gitar miliknya.

“Maaf”

“Ayolah, hyung! Kau seperti bukan Lee Jong Hyun yang aku kenal, biasanya kau yang selalu semangat untuk latihan” Min Hyuk berucap.

“Maaf” lagi-lagi pemuda berdimple itu hanya mengucapkan kata maaf.

“Latihan kali ini, cukup sampai di sini. Percuma jika latihan ini di teruskan,itu hanya buang-buang waktu.  Aku kecewa pada mu, Jong!” Yong Hwa keluar dari studio latihan dengan membawa gitar kesayangan nya. Jung Shin dan Min Hyuk pun menyusul Yong Hwa, kedua pemuda itu juga meninggalkan Jong Hyun sendirian di studio latihan. Jong Hyun mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan nya, pikiran nya benar-benar kacawau saat ini. Jong Hyun merogoh saku celana nya, mengeluarkan ponselnya, ia berniat untuk mengirim pesan singkat pada Jimin.

To : My Lovely

‘Jimin, kenapa telepon dari ku tidak kau jawab? Kau marah? Aku benar-benar minta maaf, aku tau aku salah, aku lupa kalau kemarin adalah perayaan hari jadi kita yang ke 4tahun. Sebagai permintaan maaf ku, aku akan mengajak mu kencan, bagaimana? .Love U’

Jong Hyun menunggu balasan sms dari Jimin dengan gusar, sayang sekali kekasihnya itu sama sekali tidak membalas pesan singkat darinya, pemuda itu kecewa, tapi semua ini terjadi karena ulahnya sendiri, terlalu sibuk.

 

Jimin menghentikan langkah kakinya, berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, orang-orang itu berlari menghindari hujan, yah…tiba-tiba saja cuaca yang tadi nya cerah berubah mendung, hujan pun turun dengan derasnya. Gadis itu masih diam mematung di tepi jalan, ia sama sekali tidak peduli meski kini badan nya basah kuyup, gadis itu memangis, air matanya bercampur dengan air hujan.

처음만난기억하니오는압구정거리에
우산하나에어깨를적시며우린행복했잖아

‘Do you remember the day we first met?
It was a rainy day on the streets of Apgujung
We were under one umbrella and though our shoulders got wet, we were so happy

Jimin menoleh kesampingnya, ada seorang pemuda yang sedang memayunginya, pemuda tampan itu tersenyum kearahnya, manis sekali. “Kau akan terkena flu jika hujan-hujanan seperti tadi” ujar pemuda yang sedang memayungi Jimin itu. Jimin hanya diam, rasanya dia kembali ke 4 tahun silam, saat pertama kali dia bertemu dengan Lee Jong Hyun, kekasihnya. Hujan yang mempertemukan keduanya, di bawah naungan payung yang sama, Jong Hyun dan Jimin saling berbagi payung, seperti saat ini, bedanya kali ini dia bukan berbagi payung dengan Lee Jong Hyun, melainkan seorang pemuda yang sama sekali tidak di kenalnya .

“Ehem…” pemuda tampan itu berdehem, Jimin sedikit melamun. “Kau baik-baik saja?” tanyanya.

“Aku baik-baik saja, terimakasih. Tidak seharusnya kau membagi payung mu dengan ku” Jimin melangkahkan kakinya.

“Tunggu…” Pemuda itu menarik lengan kiri Jimin, menahan kepergian gadis cantik itu. “Apa salahnya berbagi payung? Toh payung ku cukup besar, bisa untuk berdua”

“Tapi aku tidak suka berbagi payung dengan seseorang”

“Oh..begitu. Baiklah kalau begitu aku akan memberikan payung ku ini pada mu, kau bisa memakainya sendiri” Pemuda itu menyerahkan payung nya pada Jimin. “Aku pergi…” pemuda itu berlari kecil meninggalkan Jimin dengan payungnya.

 

Jimin duduk di halte bus, menunggu bus yang selalu di tumpanginya. Gadis itu memang lebih suka menaiki kendaraan umum di bandingkan kendaraan pribadi.

“Jimin…..” seseorang memanggil namanya,  gadis itu hapal betul dengan suara itu, suara kekasihnya.

Dengan ragu Jimin menganggat wajahnya yang semula ditekuk, benar saja, kekasihnya kini berdiri tepat di hadapan nya mengenakan penutup kepala dari jaket yang di kenakan nya. Pemuda itu basah kuyup.

“Kenapa kau ada di sini? Bukan nya kau sangat sibuk?” tanya Jimin sinis.

“Kenapa kau tidak membalas pesan dari ku?”

“Maaf, ponsel ku mati, lebih baik kau pulang, aku tidak ingin bertemu dengan mu!” Jimin memalingkan wajahnya. Jong Hyun pun duduk di samping Jimin, menggenggam tangan kanan Jimin yang mengepal kuat.

“Kau bohong Jimin” Jong Hyun tau betul kebiasaan Jimin, gadis itu selalu mengepalkan tangan kanan nya jika sedang berbohong. “Maaf kan aku, Jimin” ucap pemuda itu lirih, ingin sekali gadis itu menumpahkan air matanya, namun ia menahan nya.

“1 tahun, hampir satu tahun kau mengabaikan ku, kau terlalu sibuk!”

“Maafkan aku, apa harus aku meninggalkan band ku?”

“Untuk apa? bukankah impian mu adalah menjadi seorang musisi yang terkenal? Sekarang ini kau sudah terkenal. Memangnya kau rela meninggalkan band mu jika aku memintanya?” Jong Hyun terdiam. “Sudah ku duga”

“Aku rela, aku akan meninggalkan band ku jika kau menginginkan nya”

“Tidak perlu, susah payah kau debut bersama band mu, lanjutkan saja karir mu, bukankah menyenangkan di puja-puja gadis-gadis cantik? Kau menikmati itu bukan? “

“Jimin….”

“Sudahlah, lupakan saja aku, fokuslah pada karir mu, maaf bus ku sudah datang” Jimin pun segera masuk kedalam bus, gadis itu berharap Jong Hyun menyusulnya, tapi pemuda itu sama sekali tidak beranjak dari tempat duduknya, Jimin menghela nafas, ia kecewa.

 

Jung Shin melempar handuk berukuran sedang kearah Jong Hyun, pemuda jangkung itu tidak ingin hyung nya terkena flu. “Kenapa kau hujan-hujanan, hyung?” tanya nya.

Jong Hyun mengeringkan rambut basahnya dengan handuk berwarna biru tua itu.

“Jong….! kau harus menjelaskan sesuatu” ucap Yong Hwa yang sekarang berdiri di belakang Jong Hyun, pemuda itu melipat kedua tangan nya.

“Apa yang harus aku jelaskan, hyung?” tanya Jong Hyun yang masih sibuk mengeringkan tubuhnya.

“Siapa gadis ini?” tanya Yong Hwa sembari memperlihatkan poto di tangan nya.

“Gadis?” Jung Shin mendekati Yong Hwa, pemuda itu ingin lebih jelas melihat poto di tangan Yong Hwa. “Cantik sekali…!”

“Kekasih mu?”

“Benar, dia kekasih ku”

“Kenapa kau tidak pernah bilang pada kami jika kau memiliki seorang kekasih?”

“Kurasa, aku tidak perlu memberi tahu itu pada kalian”

“Sekarang aku tau kenapa kau tidak fokus latihan, pasti kau sedang ada masalah dengan kekasih mu itu, benar begitu?”

“Hyung, kau kan sibuk, bagaimana cara mu membagi waktu dengan kekasih mu? Ternyata kau ini pandai sekali menyimpan rahasia” ujar Jung Shin.

“Hampir satu tahun ini aku mengabaikan nya, aku bukan kekasih yang baik untuknya, haruskah aku mengakhiri hubungan kami?”

 

_______________________

Hyunmi terburu-buru memasuki ruang kerja.

“Hey…Park Jimin…cepat keluar, pengganti si killer itu sudah datang!” gadis itu menarik paksa Jimin keluar dari ruang kerja.

“Hey, tangan ku sakit jika kau menyeret ku seperti ini”

“Aku sudah terlihat cantik? Apa aku perlu memoles bibir ku lagi?” tanya Hyunmi,  Jimin hanya menggeleng. “Aku dengar dia tampan, dan masih muda” Hyunmi berbisik.

“Memangnya kenapa kalau dia tampan dan masih muda? Kau ingin memikatnya?”

“Apa salahnya? Eh…sepertinya mereka sudah datang”

Jimin dan rekan kerja nya yang lain sudah bersiap untuk menyambut kepala editor yang baru. Benar saja apa yang di katakan Hyunmi, kepala editor baru itu memang masih muda dan…..tampan.

“Perkenalkan, ini adalah kepala editor yang baru yang akan menggantikan aku” ujar kepala editor lama yang terkenal killer bernama Jungin. “Dia adalah salah satu putra dari pemilik perusahaan ini” tambahnya lagi.

“Annyeong haseyo…..nama ku Song Joong Ki, senang bertemu dengan kalian!” Joong Ki membungkuk.Jimin dan yang lain nya ikut membungkuk. Gadis itu sedikit terkejut melihat wajah kepala editor yang baru itu, ini kedua kalinya Jimin bertemu dengan pemuda bernama Song Jong Ki itu.

“Kita bertemu lagi…” ucap Joong Ki, ia melempar senyuman nya kearah Jimin.

“Kau mengenalnya?” tanya Hyunmi berbisik.

‘Tidak, aku tidak mengenalnya, hanya saja kemain kami sempat bertemu di jalan” balas Jimin berbisik.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Joong Ki.

“Tidak ada” Jimin tersenyum kikuk.

“Baiklah….kembalilah ke tempat masing-masing!”

 

“Jimin….”

“Hm…”

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau pernah bertemu dengan kepala editor kita yang baru?”

“Mana ku tau kalau orang itu kepala editor kita yang baru”

“Bagaimana pendapat mu?”

“Pendapat ku?”

“Apa menurut mu dia cukup tampan?”

“Ya…dia cukup tampan”

“Jimin…senyuman nya manis sekali”

“Bagi ku tidak ada yang bisa menandingi senyuman nya”

“Maksud mu, senyuman kekasih mu?”

“Tentu saja, kalau bukan dia, lalu siapa lagi?”

‘Aku jadi penasarn dengan rupa kekasih mu itu, apa dia tampan?”

“Tentu saja”

“Aku ingin melihatnya, Jimin”

“Kau bisa melihatnya di tv”

“Kau bercanda?”

“Tentu saja tidak!”

“Kau pikir kekasih mu itu selebritis?”

“Sudahlah, lebih baik kau kembali bekerja dan tutup mulut mu rapat-rapat”

 

Siang ini Jimin terpaksa makan siang sendirian karena Hyunmi makan siang bersama kekasihnya, Jimin sedikit iri pada sahabatnya itu, setidaknya sahabatnya itu masih bisa makan siang bersama kekasihnya, lain halnya dengan dirinya, makan siang bersama kekasinya sudah menjadi moment langka saat ini.

“Boleh aku duduk disini?”

Jimin mendongak, ia pun mengangguk.

“Terimakasih, kenapa kau makan siang sendirian? Mana teman mu?” Tanya Joong Ki.

“Ah, dia sedang makan siang dengan kekasihnya”

“Tidak apa-apakan kalau aku makan siang bersama mu?”

“Tentu saja tidak”

“Aku senang sekali bisa bertemu dengan mu lagi, Park Jimin”

“Kau tau nama ku?”

“Ya, tuan Jongin yang memberi tahu ku, kau cantik, Jimin. Kau mengingatkan ku pada seseorang. Maukah kau menjadi kekasih ku? ”

“Apa kau gila? ”

 

 

To be continued______

 

 

 
 

7 thoughts on “Hope’a Good Romance [part 1]

  1. sumpah deh !!
    wlaupun aq jg suka joongki, aq bkal ttp mlih jonghyun tuh:))
    Hmm…
    ayo jinmi trima cinta joongki..
    *culik jonghyun*
    #plakplakplak

    • YUps…Jimin#mangguk”
      Ia ya…member AOA ada yg nama y JIMIN, tapi bukan Jimin yang itu,
      ih…mau nya, Ajong ma Shinme bukan ma SUng Rin…ha…ha…

      Thanks…#kecup kering… LOL

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s