Firefly

Title : Firefly

Author : @Febywinch

Genre : Fantasi, Frienship

Rating : PG-13

Length : Chapter

Cast : Jong Hyun, Lee Jung shin, Kang Min Hye (OC),  and you’ll find another cast in story.

Disclaimer : cast di sini milik orang tua masing-masing. orang tua mereka dan author berbeda. Tapi engga tau kenapa author masih ada ikatan batin sama mereka, mungkin karena cinta kita. #plak! di tampar boice, walau sebenarnya author bingung mau pilih Yonghwa, Jonghyun, Min hyuk atau jungshin sebagai namjachingu author, hehe… (cengengesan). So don’t be wary to read my fanfic, enjoyed it. Jangan terjebak dengan judulnya. J

Note : Happy birthday 21st  To Lee Jung Shin oppa. Wish you’ll find me promptly. Hehe….

 

~~~the story begins~~~

JongHyun POV

“Dimana ini? Dimana ini?” Batinku berkali-kali, panic dan nafasku tersenggal-senggal mendapati tempat yang sama. ya aku seperti berputar-putar di tempat yang sama, Tanah yang licin seperti habis tersiram air hujan, pepohonan lebat yang menutupi cahaya masuk hingga tampak seperti waktu senja.

Aku terus berlari mencari jalan keluar, tapi hanya berakhir dijalan ini kembali. Nafasku semakin sesak, keringat membasahi hampir semua badanku. Mataku berkunang-kunang hampir putus asa mencari jalan keluar. Kini lututku sudah mulai terasa lemas, tapi entah kenapa aku masih saja berlari mencari jalan keluar dan akhirnya aku menemukan sebuah cahaya kecil di ujung jalan, dan segera aku berlari cepat menuju sumber cahaya. Melangkah, melangkah hingga akhirnya “Aaaaaaaaaaaaaaaa!” kakiku tak lagi menginjak tanah, terasa melayang.

“Huh… huh….” Nafasku tersengal dan segera meraih air di meja sebelah tempat tidurku, Aku bermimpi. Mimpi ini lagi, mimpi yang hampir setiap malam muncul dan tidak bisa membuatku tidur sampai matahari terbit. Mimpi yang membuatku sering dimarahi sonsaengnim karena aku tertidur saat jam pelajaran, dan kini mimpi itu sudah menjadi hal yang rutin bagiku.

Bulan begitu terang malam ini, tanpa sadar aku melangkahkan kaki diantara barang-barang yang tergeletak sembarangan dilantai, kearah jendela. Kubuka pintu jendela lebar-lebar, membiarkan angin malam yang dingin menabrak wajahku yang memperlihatkan kedua lesung pipiku ini.

 

Author POV

Diatas pohon lebat tepat didepan jendela kamar Jonghyun seorang yeoja menatapnya sedih, andai ada yang bisa di lakukannya dia akan melakukan apapun agar Jonghyun bahagia. Tapi apa yang bisa di perbuatnya, dia hanyalah seorang Lamphoturiscens atau yang biasa di sebut Lampho, wujudnya tidak bisa dilihat siapapun.

Yeoja itu hanya makhluk transparan yang selalu memperhatikan sahabatnya itu tanpa bisa memperlihatkan wujudnya. Lamphoturiscens adalah makhluk yang mungkin bisa di sebut sejenis elf bersayap. Sama seperti manusia lainnya Lampho merupakan sosok yang sempurna, memiliki kaki yang panjang, tubuh ramping, dan tegap. Sangat sempurna. Hanya saja memiliki warna kulit putih pucat, lebih putih dari butiran salju dan rambut panjangnya yang bercahaya, serta sepasang sayap putih tipis dan lebar namun bukan bulu.

——–

“hey pabo serahkan buku pr mu!” Kyuhyun memukul meja di depan namja berkaca mata bernama Jungshin. #padahal author belum pernah ngeliat jungshin pake kacamata

Hening, seperti biasa namja berkaca mata itu masih menutup mulutnya rapat-rapat sama sekali tidak terusik kedatangku dan para kyuline. Terpaksa aku mengambil paksa buku pr bersampul coklat, belum sempat buku itu terpisah dari meja jungshin mencengkram tanganku sangat kuat.

Aku menatapnya tidak terima dan dib alas dengan tatapan marahnya.

“Aku heran kenapa kenapa Min Hye lebih dekat denganmu?! Mungkin kalau denganku, gak akan kayak gini!”Aku langsung terdiam pandanganku kosong dan Jungshin menatapku benci.

“Jangan asal bicara kau!” Minho mencengkram kerah Jungshin, tidak terima.

“Sudahlah, biarkan saja dia!” seakan tahu perubahan sikapku Ryewook mengajak kami semua pergi dan Changmin mendorongku sedikit paksa dengan tangannya yang ada dibahuku.

Menyebalkan, kenapa dia mengingatkanku kembali akan MinHye. Karena Cuma Minhye yang mampu membuat waktu disekitarku berhenti dan Cuma dia yang membuatku menjadi diri sendiri. Tapi itu dulu, saat dia masih seorang anak laki-laki yang masih polos. Dulu, aku Minhye dan Jungshin adalah sahabat dekat karena kami bertetangga. Tapi Minhye menghilang dan masih belum di temukan sampai hari ini, lima tahun sejak hari itu. Dan karena itu pula Jung shin menjauh dariku karena menurutnya ini salahku.

Flashback

“Shin-aa, hyunie jadi ya kalian ikut aku, oemma dan appaku ke puncak?” Minhye tersenyum kepada kami, dan aku. Deg! Entah kenapa senyumannya kali ini berbeda, jantungku terasa berdetak lebih cepat dari biasa tapi anehnya waktu seperti berhenti berputar dan kakiku terasa lemas.

Aku memandangnya agak lama tanpa membalas senyumannya. Menyadari itu Minhye langsung memukul bahuku membuatku sadar dan melambaikan “Kau tau Hyungie, aku sepertinya mulai menyadari kalau aku suka sama Minhye.” Kali ini Jungshin menyadarkanku.

“Mwo?” jawabku kaget.

Flashback end

——

“Dimana ini? Dimana ini?” Batinku berkali-kali, panik dan nafasku tersenggal-senggal mendapati tempat yang sama. ya aku seperti berputar-putar di tempat yang sama, Tanah yang licin seperti habis tersiram air hujan, pepohonan lebat yang menutupi cahaya masuk.

Berlari dan berlari mencari jalan keluar. Entah kenapa aku terus berlari, walau tenagaku hampir habis, nafasku semakin sesak, dan pandanganku semakin kabur. Cahaya, ada cahaya. Akhirnya aku menemukannya, dengan langkah yang semakin kupercepat aku menuju sumber cahaya itu “Aaaaaaaaaaaa!” langkahku terhenti bersama dengan lepasnya kakiku dari tanah.

Pukulan air yang deras, kaki yang terasa hampir lepas, dan jantungku yang seperti meloncat kelur. Byurrr! Aku tenggelam kedalam air setelah terjatuh dari air terjun yang begitu tinggi. Blebeb blebeb Gelembung-gelembung udara keluar dari mulutku, aku hampir kehabisan udara dan semakin tenggelam.

“Huh… huh….” Nafasku tersengal, lagi-lagi mimpi ini. Segera aku bangkit untuk mengambil minumku, dan kulihat cahaya begitu menyilaukan tepat di depan tempat tidurku. Apa aku sedang mimpi? Tidak ini nyata. Cahaya itu semakin mendekat dan mendekat, menampakkan wajah seorang yeoja berparas cantik dengan rambut panjang dan sayapnya yang bersinar. Aku membisu tidak bisa mengucapkan secuil kata pun melihat yeoja ini, begitu cantik pikirku. Tapi sepertinya wajah ini tidak asing, klek! Pintu kamar terbuka dengan cahaya lampu dari luar dan yeoja itu seketika menghilang.

“Jonghyun-aa, Gwechanayo?” melihatku penuh keringat dan tatapanku yang kosong eomma segera menghampiriku dan menggenggam tanganku, menyadarkanku.

Aku mengalihkan pandangan kewajah eomma, masih dengan tatapan kosong dan datar. Eomma mengusap rambutku, mengelap keringat diwajahku.

“Tadi kau berteriak Jonghyun, keras sekali. oemma benar-benar khawatir, Apa kamu mimpi buruk hyungie?” eomma menatapku khawatir.

“Ini! Kau pasti haus”. Eomma mengambilkanku segelas air putih dan menepuk bahuku, kali ini dengan senyuman tulusnya.

“sudahlah, tidur lagi jonghyunie. Besok kau harus sekolah, eomma akan menemanimu sampai kamu tidur” aku hanya mengangguk dan merebahkan tubuhku. Tangan eomma memang benar-benar nyaman, eomma membelai rambutku sampai akhirnya aku tertidur.

—–

Min Hye POV

“Aaaaaaaaaaaa!” langkahku terhenti bersama dengan lepasnya kakiku dari tanah.

Pukulan air yang deras, kaki yang terasa hampir lepas, dan jantungku yang seperti meloncat kelur. Byurrr! Aku tenggelam kedalam air setelah terjatuh dari air terjun yang begitu tinggi. Blebeb blebeb Gelembung-gelembung udara keluar dari mulutku, aku hampir kehabisan udara dan semakin tenggelam.

“uhuk…..uhuk….” aku memuntahkan beberapa air dari mulutku. aku masih hidup, seseorang menyelamatkanku.

“Gwechanayo Agassi?”

“Ne, Gamsa…………” ucapanku berhenti, sontak aku kaget melihat sosok didepanku. Apa aku sudah ada disurga?, tapi sosok ini begitu mempesona. kulitnya yang putih pucat, wajahnya yang rupawan, dan rambut serta sayapnya yang putih bersinar mendominasi hutan yang saat ini begitu gelap.”

“Nu gu se yo?” tanyaku terbata-bata masih terpesona dengan parasnya.

“Oh, Jung Yong hwa imnida” ucapnya memperkenalkan diri, memperlihatkan senyum yang paling manis yang pernah kuliat.

“Ne Min Hye, kau adalah sonjaku. Park shin hye adalah istri anakku, Kang Shin Woo. Kang Min Hyuk adalah ayah tirimu” dia melanjutkan.

“Mwo?” aku tidak percahaya dia adalah harabojiku, mana mungkin haraboji berumur lebih muda dari eommaku. Dan appaku yang sekarang adalah appa tiriku? aku tidak percaya. Siapa sebenarnya orang ini? Apa dia ingin mencelakaiku?

“tidak mungkin, kau pasti berbohong. Siapa kau?! Dimana aku?”  sekarang aku benar-benar semakin panik.

“Tenanglah MinHye, perhatikanlah dirimu sekarang!” perintahnya tenang dan entah kenapa aku menurutinya.

Mataku membesar, aku membisu tidak percaya apa yang aku lihat. Ini tidak mungkin, bruk! Aku jatuh seketika dan semuanya kembali gelap.

 

Author POV

BUK! BUK! Jungshin memukul pintu kamar mandi yang kokoh berharap ada seseorang yang mendengarnya ketika melewati kamar mandi. Tapi nihil tak ada seorang pun yang mendengarnya. ditatap jam tangan silver ditangan kirinya, sudah hampir pukul 7. “shit! Handphoneku mati. Awas saja kau Jonghyun, Kyuline akan ku balas perbuatanmu!” Jungshin mengutuki Jonghyun dan teman-  temannya.

Seharusnya jam segini jungshin sudah berada di rumah, tapi karena mereka jungshin terpaksa terjebak didalam kamar mandi sejak tiga jam yang lalu.

Flashback

“Kami tidak peduli seberapa dekat kalian waktu kecil, tapi kalau sesuatu terjadi pada Jonghyun kau akan berurusan dengan kami!” Minho mencengkram lengan baju jungshin menyeretnya paksa sampai kepala jungshin membentur dinding kamar mandi. Tapi Jungshin masih belum bergeming, dia menatap tajam Minho yang raut wajahnya sedang sangar dan melepas cengkramannya.

“Ya, kau Pabo!” Kyuhyun melangkah maju memukul keras wajah Jungshin, menyisahkan bekas cairan meran merah yang keluar dari hidung Jungshin.

“Kalian pikir jonghyun tidak masuk sekolah karenaku?!” Jungshin tidak terima.

“Tentu saja kau pabo!” dengan kasar Ryewook menendang Jungshin.

“Cih!~ Kalian hanya berani main keroyokan” Jungshin berkata santai, menarik sedikit ujung kiri bibirnya. Membuatnya terlihat tersenyum sinis.

“DIAM kau Jungshin!” Changmin menarik ujung rambut Jungshin, membenturkannya ke dinding.

(disini kesannya kyuline itu kejam ya? Padahal mereka sebenarnya sayang banget ma jongyun)

Flashback end

 

Jung shin POV

Kutatap jam tangan silverku, Sudah hampir jam delapan tapi aku masih juga belum bisa menemukan cara untuk keluar dari tempat ini. Aku menatap sekeliling kamar mandi, sunyi. Lama-lama aku merinding merasa kalau kamar mandi ini sudah benar-benar gelap karena tidak ada cahaya yang masuk. Benar-benar sunyi karena tidak ada seorang pun di sekolahnya dan tak ada lampu disekitar sini. Aku yakin pasti para kyuline sudah memecahkan lampu-lampu kamar mandi tadi.

“shit!” aku mengeluh pasrah, menahan sakit di hidung dan bibirku juga perutku yang sudah mulai terasa sakit karena lapar.

“Jungshin? Jungshin?” aku tersontak kaget, ada seseorang memanggil namaku. “Nuguseyo?” tanyaku parau.

“Jungshin ini aku” Jungshin tersontak kaget, kepalanya membentur dinding dibelakangnya. Omo yeoja ini cantik sekali, merasa tidak percaya dengan penglihatannya, jungshin mengucek kedua matanya, Tidak percaya dengan sosok didepannya. seorang yeoja cantik sempurna menatapnya lembut, rambut panjang dan sayap putihnya menyinari ruangan yang awalnya benar-benar gelap. Siapa dia? Makhluk apa dia? Kenapa wajahnya tidak asing? Apa aku bermimpi?. Sekelebat  pertanyaan muncul dibenakku.

“mwo?” tanyaku lagi

“Ne Jungshin, MinHye. Sahabatmu sejak kecil” dia tersenyum kepadaku, senyum yang sudah lama kurindukan. Apa benar dia Min hye cinta pertamaku, seseorang yang mendadak hilang? Tidak, tidak mungkin! Minhye tidak bersayap, dan tunggu dari mana dia datang?.

“Bagaimana aku bisa percaya padamu?” Minhye tersenyum mendengar ucapanku. “Aku ada ketika tidak ada cahaya sama sekali” ucapnya tenang.

“Mwo?” tanyaku heran seketika sosoknya menghilang bersamaan dengan cahaya lampu yang masuk ketika lampu kamar mandi berhasil dibuka.  Jonghyun dan penjaga sekolah masuk, menyadarkankanku.

“Jungshin-ssi Gwechana?” Jonghyun menatapku khawatir, tapi masih ada sikap angkuh di wajahnya.

“Cih!~” aku menatapnya benci, dan bangkit berdiri melewatinya.

“Gomawo ahjussi” aku sedikit membungkuk.

 

~~tbc~~

 

Gomawo reader udah baca ff author, comen yak comen plis…. Biar author semangat buat bikin ff yang banyak dan semakin bisa di baca. T_T

/ Lam apa? /./ Lamphoturiscens. /./ Ya itu maksudnya. Apa sih itu? Aneh banget namanya?/./Ya lah orang itu ngarang sembenarnya itu gabungan dari Lampyridae dan Photuris Lucicrescens. Photuris Lucicrescens itu Kunang-kunang dan Lampyridae itu familinya *pasang tampang sok /./ Oooo *sambil nendang /

#Loh kok jadi pelajaran biologi? Heehee mian author Cuma keinget sama masa SMU yang guru biologinya kocak abis. *jadi curhat -__-

Sekali lagi gomawo reader. Mian kalau terlalu banyak tokoh disini, dan partnya minhyuk dan yonghwa juga belum muncul di part ini. Gamsahabnida…..

 

 

 

One thought on “Firefly

  1. rame bgt nih,,,,,kyuline’a lengkap!!!! tapi kasihan my shin
    lanjut yaaaaaaaaaaaa
    penasaran kenapa Minhye jd seorang “Lamphoturiscens”

    penasaran jg nih sama peran’a yongppa n hyukie

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s