Don’t Give Up !!

 

 

 

Tittle                : Don’t Give Up !!

 

Author             : Eng_gar (@Everlf_13)

 

Length             : Oneshoot (1.874 kata) *sempet-sempetnya author ngitungin

 

Genre/Rating    : *bingung*  T aja deh ._.v

 

Cast                 :

Park Jiyeon T-Ara

 

Kang Minhyuk CNBlue

 

 

Disc                 :  Cerita ide nyomot dari sebuah drama, dan kalau reader uda baca pasti tau judul dramanya.Tapi sebagian alur punya saya juga. Mirip-mirip dikit laah.

 

Note                 :  FF ini sebenernya uda lama dibikin, sejak sebelum ulang tahunnya Minhyuk mungkin. Rencana mau di post buat event ultahnya dia, tapi baru bisa saya post sekarang. Muehehehehe..

 

Author  PoV

 

“Hanya ini?”

 

Seorang namja yang berumur sekitar 50-an melempar secarik kertas ke atas meja sambil memandang dengan tatapan remeh pada yeoja muda yang kini menunduk di hadapannya. Ruangan mewah dan luas itu sunyi tanpa ada jawaban.

 

“Apa ini yang aku ajarkan selama ini? Mana usahamu?”  tanya namja itu lagi. Yeoja itu semakin menunduk.

 

“Mianhae, abeoji. Aku tidak konsentrasi sewaktu..”

 

“Alasan apa lagi itu? Sudah cukup, Park Jiyeon. Kau bilang kau akan membuat appa bangga di uji coba kali ini, akan berusaha yang terbaik, tapi apa? Anak seorang Park Jungsoo hanya bisa dapatkan angka 2.”

 

“Itu usaha terbaikku, abeoji. Aku sudah belajar semalaman untuk..”

 

“Kalau hanya ini usaha terbaikmu, eomma mu pasti kecewa disana.” namja paruh baya itu berdiri dari kursi kerjanya dan membuang kertas itu ke tempat sampah yang ada didekat pintu sebelum dia meninggalkan ruangan.

 

Yeoja itu, Park Jiyeon, berjalan pelan ke tempat sampah dan memungut kertas yang tadi dibuang appanya. Terpampang jelas ada gambar bebek sedang bertelur alias angka 20 dengan tinta merah di pojok  kertas itu. Jiyeon menghembuskan nafas pelan dan beranjak meninggalkan ruangan itu.

 

Ini bukan pertama kalinya dia mendapatkan nilai bebek berenang seperti itu. Appanya selalu setres setiap kali wali kelas memanggilnya untuk menghadap. Bukan karena Jiyeon bertingkah, tapi karena nilainya  tidak pernah ada di atas rata-rata yang ditentukan.

 

“Ottokeka?”

 

Jiyeon membanting diri ke atas kasurnya. Kembali dilihatnya kertas ujian yang telah kucel setelah diremat oleh appanya. Jiyeon memalingkan wajah, menatap langit-langit kamarnya yang terbentang di atasnya *yaiyalah*. Wajahnya dibiarkan manyun sambil memikirkan nilainya yang tak pernah bagus.

 

“Mianhae, umma.” Bisiknya. Tak lama setelah itu dia tertidur.

 

 

 

“Kau sudah tentukan akan masuk universitas mana? Jurusan apa?”  tanya appa Jiyeon saat mereka sarapan bersama.

 

“Belum. Nilaiku saja seperti itu, abeoji.” Balas Jiyeon lesu. Appanya tersenyum lalu mengacak-acak rambut Jiyeon.

 

“Don’t give up! Fighting!”  setelah berkata demikian, appa Jiyeon mengambil jasnya yang tersampir di sofa ruang tamu dan berangkat ke kantor. Jieyon tertegun sebentar.

 

“Padahal semalam habis menceramahiku.”

 

Jiyeon segera menghabiskan sarapanya dan mengambil motor  matic-nya yang ada di bagasi. *ada gitu di Korea motor matic?*  Bulan ini adalah bulan yang berat untuknya. Ujian kelulusan sekolah. Appanya selalu menekan Jiyeon untuk mendapat nilai baik di ujiannya kali ini. Bukan menekan, tapi memang sudah seharusnya.

 

Jiyeon memacu santai skuternya *author sukanya nyebut skuter, bukan matic ._.v*  Di tengah jalan..

 

 

PEESSSSSSSSSS..

 

“Aigo! Ini kenapa bocor segala sih? Mana uda siang begini lagi!”

 

Dengan jengkel sepenuh hati, Jiyeon menuntun skuternya mencari bengkel. Tapi seingatnya, tidak ada bengkel disekitar situ. Kalau ada itupun lebih jauh dari jarak menuju sekolah Jiyeon. Parah.

 

“Kenapa nona? Kehabisan bensin?” seekor (?) motor tiba-tiba mendarat (?) disamping Jiyeon.

 

“Bukan. Ban nya boc..” Jiyeon menoleh ke arah orang itu. Dia bengong.

 

“Annyeong, Jiyeon-ssi? Lama tidak bertemu.” Orang itu memberikan senyum manis ke arah Jiyeon. Jiyeon langsung menepuk wajahnya begitu tau siapa orang itu.

 

“Wae? Tidak mau membalas salamku?” orang itu tersenyum jahil.

 

“Ne. Lama tidak bertemu. Mianhae, oppa. Aku sibuk.” Jiyeon kembali mendorong skuternya (?).

 

“Hari ini kau ujian bukan? Aku antar?”

 

“Shireo!” jawab Jiyeon spontan.  “Mmmm.. maksudku, oppa juga harus kuliah, apa tidak mengganggu?”

 

“Kelas ku baru dimulai jam 9 nanti. Kajja, daripada kau tidak ikut ujian? Motormu biar aku yang urus.”

 

Akhirnya, Jiyeon naik juga ke boncengan namja yang dipanggilnya oppa itu. Dengan agak canggung, Jiyeon melingkarkan tangan kanannya ke pinggang namja itu. Namja itu tersenyum merasakan tangan Jiyeon.

 

“Bogoshippo, oppa.” Batin Jiyeon.

 

 

 

“Nomer hp ku masih sama. Mungkin saja kau mau menghubungiku.”

 

Kata-kata itu terngiang di telinga Jiyeon, kata-kata namja itu sebelum kembali ke kampusnya setelah mengantar Jiyeon ke sekolah. Jiyeon  menatap layar hp-nya. Tertulis nama ‘Minhyuk oppa’ di daftar nama di hp nya.

 

“Aku sangat merindukan oppa. Aku mau seperti dulu. Kenapa aku bodoh sekali saat itu?”

 

Jiyeon berjalan menuju bengkel dimana Minhyuk, namja tadi mereparasikan ban skuter Jiyeon. Hari ini hari ketiga Ujian kelulusan. Masih ada 5 hari  lagi yang harus dilewati Jiyeon. Minhyuk? Taukah reader kenapa Jiyeon sangat merindukan namja itu?

 

 

 

-Flashback-

 

“Pantas saja ahjusi marah. Kalau aku jadi beliau, aku juga akan memarahimu.”

 

Minhyuk menaikkan sebelah alisnya sambil memandang kecewa ke arah Jiyeon yang duduk tertunduk disebelahnya. Sesekali Jiyeon menendang-nendang kerikil yang ada di sekitarnya. Bibirnya manyun.

 

“Setidaknya ini lebih baik dari nilai minggu lalu.” Sela Jiyeon.

 

“4,2 kau bilang baik?” Minhyuk merentangkan kertas ulangan Jiyeon di depan wajahnya.

 

“Masih ada yang lebih rendah di kelas ku. Dia yang paling rendah..”

 

“Berapa?”

 

“4” jawab Jiyeon mantap. Minhyuk pingsan seketika.

 

“Jangan melihat yang ada dibawahmu, lihat yang ada di atasmu kalau kau ingin maju!” Minhyuk berbicara dengan nada jengkel. Mereka diam sejenak.

 

“Bahkan nilaiku tidak pernah seburuk ini, Jiyeon.” Mendengar kata-kata Minhyuk barusan, hati Jiyeon serasa ditusuk sama sapu lidi *elaah, kagak keren amat*

 

“Jangan bandingkan aku dengan kau, oppa. Kau kan pintar sedangkan aku?”

 

“Maka dari itu, kau harus berusaha dengan giat. Apa kau tidak malu tidak bisa mengalahkan namjachingumu sendiri?”

 

Jiyeon diam sejenak mendengar kata-kata Minhyuk. Ada sedikit perasaan untuk berubah menjadi lebih baik setelah  pak haji Minhyuk menceramahi nya. Minhyuk menggeser posisinya menghadap ke Jiyeon.

 

“Kau tidak mau kan aku berpaling darimu hanya karena ini?” Minhyuk tersenyum menggoda Jiyeon. Tapi saat yang tidak tepat diajak bercanda, Jiyeon mengira Minhyuk berkata serius.

 

“Aku pikir, Krystal tidak  kalah cantik denganmu. Nilainya juga tidak buruk.” Lanjut Minhyuk yang semakin membuat Jiyeon naik darah. Yang tadinya sudah bad mood karena appa-nya, sekarang makin buruk setelah Minhyuk bercanda seperti itu.

 

“Dia baik, ceria, menyenangkan. Dan aku yakin kalau dia juga menyukaiku. Kita serasikan, Jiyeon?”

 

Mendadak keinginan Jiyeon untuk berubah menjadi lebih baik lenyap seketika. Bagaimana tidak? Namjachingunya sendiri bertanya apakah dia serasi dengan yeoja lain. Sarap banget itu namja.

 

“Ya, sudah!” Jiyeon berdiri dari duduknya. “Pacaran saja sana dengan Krystal unni!” Jiyeon meletakkan kedua tangannya di depan dada. Mukanya semakin cemberut dan hendak pergi.

 

“Ya. Maka dari itu kau harus dapatkan nilai yang baik. Aku suka yeoja pintar dan cantik. Hmm?” Minhyuk menahan lengan Jiyeon dan tersenyum.

 

“Terserah, oppa! Kalau mau sama Krystal unni, ya sudah sana temui dia. Jangan temui aku, jangan hubungi aku, jangan menegurku, dan jangan bilang kalau aku yeojachingumu lagi!”

 

Jiyeon marah dan meninggalkan Minhyuk. Sementara Minhyuk Cuma senyum cengar-cengir kuda bukan malah mengejar Jiyeon dan menjelaskan kalau tadi dia hanya bercanda.

 

Setelah kejadian itu, Jiyeon benar-benar tidak pernah menhubungi Minhyuk. Kalaupun dia melihat Minhyuk di jalan, dia segera berbalik arah menghindari Minhyuk. Hingga akhirnya tiba saat kelulusan, Minhyuk yang memang kakak kelas Jiyeon yang tergolong pintar  pun lulus dengan nilai terbaik di sekolah. Jiyeon ingin memberi ucapan selamat saat itu, tapi langkahnya terhenti saat melihat Krystal lebih dulu jalan ke arah Minhyuk.

 

“Jadi Krystal eonni memang tipe mu ya, oppa?”

 

Flashback End

 

“Sudahlah, kemampuanku memang hanya sebatas ini. Kenapa mereka terus menekanku?” Jiyeon ngomel tidak jelas di sepanjang jalan.

 

“Bagaimana ujianmu hari ini?” Minhyuk tiba-tiba saja sudah ada di samping Jiyeon sambil nangkring di atas motornya. Jiyeon sampai terlonjak kaget.

 

 

“Jadi oppa kuliah sambil bekerja? Di perusahaan? Oppa hebat..” Jiyeon mengacungkan dua jempolnya kea rah Minhyuk sementara Minhyuk hanya semyum kecil.

 

“Tidak perlu basa-basi. Kau tidak berubah, Jiyeon. Percuma saja dulu aku membuatmu marah kalau kau tidak berubah. Aku pikir setelah aku membuatmu cemburu dengan Krystal kau mau berubah.” Minhyuk meneguk sodanya.

 

“Ternyata aku salah. Sekarang dengan iming-iming apa lagi aku harus membuatmu mau berusaha lebih keras?” lanjut Minhyuk.

 

Dia membuang kaleng sodanya yang telah habis dia teguk. Mereka sedang ada di kafe di sebelah bengkel tempat motor Jiyeon direparasi. Jiyeon menghembuskan nafas pelan. Dia baru saja berbagi kisah *jiah* ke Minhyuk kalau dia dimarahi appanya lagi.

 

“Aku sudah berusaha oppa. Mungkin hanya itu kemampuanku. Jangan menekanku seperti itu.” Balas Jiyeon.

 

“Siapa yang menekanmu? Aku yakin kau belum mengerahkan semua kemampuanmu. Bukankah dulu kau pernah cerita kalau kau masuk 10 besar saat masih SMP?” desak Minhyuk. “Kenapa tidak kau ulangi lagi sekarang?” lanjutnya.

 

“Itu dulu. Saat SMP. Saat eomma masih ada.” Balas Jiyeon lirih. Minhyuk tersenyum sangat manis.

 

“Tidak ada perbedaan. Kalau kau sayang pada ahjuma kau tetap harus membuatnya bangga walaupun dia tidak ada disini, di dekatmu. Buatlah eomma mu tersenyum di surga, Jiyeon.” Minhyuk mengacak poni Jiyeon. Jiyeon kembali menghembuskan nafas dan diam beberapa saat.

 

“Aku rasa, aku payah. Appa dan oppa kecewa denganku. Bahkan mungkin eomma juga kecewa. Aku menyer..”

 

“Begini saja!” Minhyuk memotong kata-kata Jiyeon dan tersenyum menatap Jiyeon.

“Kalau ujian kali ini nilaimu bisa lebih baik dari nilaiku dulu atau minimal sama dengan rata-rata kelas, maka…” Minhyuk menggantung kata-katanya.

 

Jiyeon menatapnya tidak berminat. Rasanya mustahil bagi Jiyeon kalau dia bisa mengalahkan nilai Minhyuk. Dapat  sama dengan rata-rata saja susahnya minta dijambak, apalagi menyaingi nilai tertinggi di sekolah?

 

“Maka.. aku ada hadiah special untukmu..” Minhyuk tersenyum misterius.

 

“Hadiah apa?” Jiyeon manyun menatap kaleng sodanya.

 

“Apa ya? Kau mau hadiah apa?” goda Minhyuk. Jiyeon makin manyun.

 

“Memang oppa punya apa?”

 

“Apa ya? Kkkkk..”

 

“Tidak ada yang menarik bukan? Pasti Cuma hadiah kecil.” Jiyeon meguk habis sodanya, tidak bersemangat.

 

“Mmmmmm…. Aku masih punya banyak stok perasaan suka padamu..” Minhyuk jahil menyenggol bahu Jiyeon.

 

“Don’t say Give Up, and Don’t Give Up.” Minhyuk kembali tebar senyum, mengacak rambut Jiyeon dan berdiri menuju motornya.

 

Jiyeon tidak percaya dengan apa yang dikatakan Minhyuk barusan. Dia bengong sampai tidak sadar kalau motor Minhyuk sudah melaju.

 

 

Setelah pertemuannya dengan Minhyuk, Jiyeon benar-benar mau berubah. Dia belajar giat, bahkan saat makan pun ada bertumpuk buku yang dia ajak makan. Untung waktu mandi dia ngga bawa buku.

 

“Appa tidak suka sistem belajar kebut semalam seperti ini, Jiyeon.” Tegur appa Jiyeon saat dia terusik dengan buku-buku Jiyeon yang memenuhi meja makan.

 

“Abeoji diam saja. Katanya mau aku berhasil.”

 

“Tapi..”

 

“Sssstttt..” Jiyeon meletakkan telunjuknya di bibir. Appanya mingkem seketika. *anak nakal*

 

Sampai malam pun begitu. Jiyeon masih membaca buku-buku tebal yang dia tumpuk di kasurnya sambil sesekali mengisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang keluar. Appa nya hanya tersenyum saat mengintip Jiyeon.

 

 

Akhirnya tiba saatnya hari ujian berlangsung. Jiyeon mati-matian mengingat apa yang dia pelajari dan menjawab soal yang terjejer di kertas ujiannya. Tidak jarang Jiyeon menyelesaikan jawabanya bertepatan dengan bel tanda ujian berakhir. Namun dia berusaha keras demi apa yang telah Minhyuk janjikan kepadanya.

 

“Demi Minhyuk oppa, Hwaiting..!!” Jiyeon mengepalkan tangan menyemangati dirinya sendiri.

 

 

 

 

“Appa… Appa.. Appa… lihat kesini.. Appaaaa….” Jiyeon berlari ke ruang kerja appa nya di kantor. Tidak peduli dengan karyawan lain yang memandanginya dengan tatapan  –ada-apa-dengan-putri-direktur-kami-?- *halah*. Dia berlari sambil berteriak ria menuju ruangan appa nya.

 

Dan begitu sampai di ruangan appa nya..

 

“Appaaa… lihatlah.. kali ini aku mendapat nilai rata-rata 7,9, bukan bebek berenang lagi appa.. Lihat ini..”

 

Jiyeon dengan bangganya menyodorkan raportnya ke meja appa nya. Tidak peduli kalau appa nya sedang ada orang mungkin bawahan appanya yang duduk di kursi samping Jiyeon saking senengnya dapat nilai 7,9. Appa Jiyeon membuka raport Jiyeon dan tersenyum kecut saat melihat angka 7,9 *nanggung amat nilainya*

 

“Kenapa hanya 7,9? Tidak bisa 10?” ucap appa nya sambil tersenyum jahil. Jiyeon manyun seketika.

 

“Jelek, ya?” Jiyeon kembali menekuk wajahnya. Appa nya tersenyum dan mengacak rambut Jiyeon.

 

“Cukup. Tapi lain kali harus lebih tinggi dari ini.”

 

Jiyeon tersenyum mendengar kata-kata appanya. Dia tertunduk senang dan mengedarkan pandangannya ke ruang kerja appa nya. Dia baru sadar kalau appa nya ada tamu. *telaaatt*

 

“Nilaimu ada peningkatan.”  Ucap orang yang duduk santai dari tadi.  Jiyeon terbelalak setelah tau siapa orang yang duduk di depan  appa nya itu.

 

“Minhyuk oppa???”

 

 

-end-

 

 

 

Gaje? Tapi tetep RCL ya^^

 

15 thoughts on “Don’t Give Up !!

  1. “Jangan melihat yang ada dibawahmu, lihat yang ada di atasmu kalau kau ingin maju!” ini ngena banget dan tetep aku gabisa kayak gitu T^T

    eoh? emang drama apa? aku blm pernah nonton kayaknya. tapi aku suka. ceritanya sederhana, bisa bikin senyum2 sendiri. cieeeee minhyuk magang di kantor camer rupanya ya..

  2. Simple tapi keren,kadang2 emg perlu dijanjikan sesuatu biar memotivasi belajar seseorang.
    Yah ending.a nanggung.
    Ngemeng2 mirip drama apa? Sepanjang bca gak keinget drama apapun tuh.

  3. sukaaa, geregetan jg ma sikap minhyuk.aaaaaaaaaaaa tenyata udh end sbelum minhyuk menepati janjinya huhu. apa itu nilainya masih blm cukup ampe syrat yg dikasih minhyuk? hmmm.
    tapi suka ma ceritanya. minhyuk itu penebar senyum yg bs buat hati meleleh hehe

  4. Ngek ngok, kwek..kwek *bebek deul nyelip*… Hadiah?? Ahah.,, aku mnta hadiah ya,thor.. pan uda ninggalin sejumput kotoran *iyaks,jorok nih anak*, komen mksutnyaa.. -_- Minta ciuuuuum~ *eh walah*
    Tuh jiyeon kog gitu2 amat sih,thor.. Kasihan jiyeon dpt minhyuk *dibogem author plus boice*,
    Baguuus.. EpEpnya ampun bagusnya, tp lbih seruan minyuk 123 sih *diinjek author*, pertahanin *apanya??* ..😀

  5. padahal tali y udah q gunting truz q pindahin k leher author *nyengir* tp knpa Ending y gantung ???

    oppa,, *narik” kpla minhyuk eh salah baju mksud y* wktu nilai q bagus oppa kga ngasih hadiah apa” k q ??? hiks hiks
    tw gini ,, nilai q bakal anjlog z truz byar ntar kLo nilai q bagus oppa langsung ngajak q nikakh.
    hohohoho *stress!!*

  6. minhyuk jiyeon momentnya kurang panjang… Hahaha…. Don’t give up untuk terus berkarya bikin ff🙂 kalau bisa main cast femalenya jiyeon t-ara😀

  7. Nanggung cerita’a,kan minhyuk blm kasih hadiah’a buat jiyeon,bikin lg thor yg cast mrk ber2 atau klau bs nambah lee hyunwoo jd org ketiga’a.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s