[SongFic] Tokyo Lights Fade Away

Author : @hannamoran

Length : Oneshoot

Genre : Romance, SongFic

Rating : G

Cast :

–          Kang Min Hyuk

–          Miyuki (OCs)

Disclaimer : the story is mine, but the song from adhitia sofyan’s song from his    latest album, wanna listen this song? >>  “tokyo lights fade away

 

Note: berawal dari menemukan penyanyi Indonesia berbakat dengan lagunya yang “ajaib” dan “pas” dihati, jadilah FF ini. Listen to this song, drink your coffee or your hot tea, and enjoy this story🙂 and rain will make it perfect🙂

 

*****

 

Finally we walked along in the dark
as I watched the light reappear
As she held on my hand I believe it would last
I don’t mind if the world standing still

 

Minhyuk POV

Akhirnya, setelah sekian lama aku bisa mengenggam tangannya lagi. Jemarinya terasa pas dengan jemariku, langkah kaki kami seirama.

Sudah hampir larut memang, tapi jalanan di Shibuya tidak pernah sepi. Lampu-lampu jalan, juga lampu-lampu pertokoan tidak pernah padam. Diantara ribuan manusia yang berlalu-lalang dijalanan ini, ada kami berdua. Aku dan Miyuki, yang sedang berjalan bersama dalam diam, tangan kami saling bertaut, langkah kami terhenti saat kami harus menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Aku menutup mataku sejenak.

“Ya Tuhan, bolehkah aku berharap satu hal? Izinkan kami seperti ini selamanya” pintaku dalam hati. Aku merasakan tanganku yang menggenggam tangannya bergerak.

“ayo kita jalan” lalu kamipun mulai menyebrangi jalan.

“Okay, aku terlalu muluk. Mana mungkin kami seperti ini selamanya” pikirku dalam hati. Aku mencuri pandang padanya, kupluk dan poni tebalnya sedikit menutupi wajahnya, tapi aku masih bisa melihat kecantikannya.

“Riyu? (Kenapa)” tanyanya

“Nani Mo (Tidak apa-apa)” jawabku, lalu ia tersenyum.

“Ya Tuhan, biarkan kami seperti ini selamanya” pintaku dalam hati, terlalu bodoh untuk terus berharap walaupun aku tahu ini semua sia-sia.

 

***

 

Author POV

“ mau kopi?” Tanya Miyuki pada minhyuk saat mereka masih menikmati suasana malam kota Tokyo dalam diam yang hangat.

“boleh juga, aku hampir lupa bagaimana rasanya kopi buatanmu”

“kalau begitu, malam ini kau mampir ke apartemenku” lalu mereka berdua terus berjalan hingga sampai di sebuah gedung apartemen.

 

“harum sekali…” miyuki menghirup dalam aroma dari kepulan asap panas kopi buatannya. Kedua tangannya memegang sisi cangkir putih itu.

“kopi buatanmu selalu enak” puji minhyuk, gadis itu hanya tersenyum. Tangan minhyuk meraih rambut-rambut yang menutupi wajah Miyuki dan menyibakannya sehingga wajah gadis itu lebih jelas terlihat.

“nah, kalau begini kan lebih cantik” lagi-lagi gadis itu hanya tersenyum menanggapi pujian minhyuk, senyum yang selalu minhyuk kagumi. Senyuman yang membuat minhyuk bertekuk lutut.

“kalau kau mau lagi bilang ya, nanti aku buatkan” kata Miyuki sambil berjalan ke balkon apartementnya diikuti minhyuk dibelakangnya, lalu mereka berdua duduk disebuah sofa dibalkon itu. Miyuki mengangkat kakinya dan menopangkan kedua tangannya diatas lututnya, sembari memainkan cangkir kopinya. Tiba-tiba ponsel Miyuki berdering.

“tunggu sebentar” Miyuki merogoh sakunya, lalu ia mengambil ponselnya sambil berlalu kedalam apartementanya untuk menjawab telepon masuk itu.

Minhyuk memperhatikan gadis itu yang sekarang tengah bersandar pada meja makannya, seulas senyum terbentuk diantara obrolan-obrolan gadis itu dengan si penelepon. Minhyuk tau dia hanya jadi yang kedua, Miyuki memang sudah berkata jangan, tapi minhyuk memaksa. Ia lebih rela menjadi yang kedua ketimbang tidak pernah bisa bersama gadis itu lagi.

Minhyuk menyesap kopinya, matanya menelusiri kilau-kulai lampu kota Tokyo dibawah sana, mulai menghitung mundur karena waktunya tak lama lagi.

***

Further along I could see how I wished
That I knew, how to stop time
As she held on my hand I could see it won’t last
I don’t mind if the world crashes down

“maaf menunggu lama” Miyuki kembali duduk disamping minhyuk. Minhyuk hanya mengangguk

“itu tadi….”

“jangan bicarakan itu denganku” potong minhyuk, iya menoleh pada Miyuki, gadis itu hanya menatap minhyuk. Lalu tangan minhyuk membelai puncak kepala gadis itu, mata mereka slaing bertemu. Tak lama Miyuki menyandarkan kepalanya dipundak minhyuk.

“aku berharap waktu bisa berhenti” bisik Minhyuk.

“kenapa?” hanya kalimat Tanya itu yang keluar dari mulut Miyuki

“supaya hanya aku yang bisa memilikimu saat ini” Miyuki sedikit terkekeh mengejek.

“bukankah aku memang milikmu selama hampir 2 tahun ini?”

“tapi aku ingin memiliku mu hingag 10 tahun lagi… 20 tahun lagi… bahkan sampai aku mati” Lagi-lagi Miyuki hanya tertawa pelan

“aku sudah bilang, ini semua tidak akan berlangsung lama. Tapi kau tetap mengambil resiko itu, inilah jadinya”

“jadi kau menyalahkanku?” Tanya minhyuk dengan muka kesal yang dibuat-buat. Miyuki kembali duduk tegak, ia meraih tangan minhyuk mengusapnya dengan lembut. Mata miyuki menatap hangat namun dalam pada mata minhyuk.

Jemari tangan miyuki kembali mengenggam jemari tangan minhyuk.

“sttt…. Bisa biarkan malam ini hanya ada aku dan kau saja? Kau tidak inginkan kita habiskan malam ini dengan berdebat?” Miyuki merajuk. Lalu minhyuk mendekap tubuh gadis itu dan memeluknya.

Minhyuk mulai bersenandung, menyanyikan lagu malam untuk gadis yang ada dipelukannya saat ini. Sampai gadis itu tertidur pulas dan minhyuk mengecup bibirnya sekilas, ucapan selamat tidur untuknya.

 

***

                   Funny how all stretches far and it
felt like a dream and I’m wide awake
As the sunlight have fallen I stood by the bed
I don’t mind if world standing still

 

Miyuki membetulkan posisi kepalanya diatas bantal yang empuk dengan mata masih terpejam. Dan semakin menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut hangat. Minhyukpun semakin mengeratkan pelukannya pada Miyuki. Mereka tidur bersama selama, hanya terlelap tanpa ada hal-hal lain yang terjadi, minhyuk tahu itu bukan hak nya.

Mata Miyuki mulai terbuka, membiasakan diri dengan cahaya remang-remang disekilingnya.

“ohaiyo…” sapa minhyuk masih sambil memeluk Miyuki, yang disapa tersenyum manis sambil mengusap matanya.

“tidur nyenyak?” Tanya minhyuk, Miyuki mengangguk.

“kau tidur nyenyak?” Tanya Miyuki dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.

“aku tidak tiudr semalaman” kata minhyuk

“kenapa?”

“aku hanya memperhatikan wajahmu, kau begitu nyenyak tadi malam”

“astaga… hanya itu yang kau lakukan semalaman?” minhyuk hanya tertawa lalu beranjak dari tempat tidur. Menyingkap tirai yang langsung membiaskan sinar matahari masuk kedalam ruangan. Miyuki mengernyit kesilauan. Lalu minhyuk beranjak kedalam kamar mandi untuk menggosok gigi. Miyuki berancana ikut turun dari tempat tidur tapi ia urungkan saat melihat sebuah tanggal yang ia lingkari dengan tinta merah dikalender . Ia tahu semalaman minhyuk mungkin hanya menatapi kalender itu. Lalu ia memperhatikan pria yang sedang memunggunginya, Miyuki mendekat dan emmeluk minhyuk dari belakang, menyandarkan kepalanya dipunggung lebar minhyuk.

“arigatou” bisiknya pelan.

***

While moments of you slowly trapped in a jar
When I heard a knock on the door
As my faithful old friend mister time came along
I don’t mind if the world crashes down

 

“semua sudah siap?” Tanya miyuki sambil duduk diatas meja mini bar apartementnya memperhatikan minhyuk yang tengah membereskan sesuatu dalam tasnya.

“ya…” jawab minhyuk singkat. Lalu mengeluarkan kamera SLR nya , membidik objek yang kini sedang menunduk untuk menyendok yogurt nya, tidak sadar minhyuk sedang mengabadaikan dirinya.

“kau yakin tidak tinggal semalam lagi?” Tanya miyuki sambil melahap sesendok yogurtnya.

“tidak… “ lalu minhyuk ikut duduk disamping miyuki, menrebut yogurtnya tanpa protes dari minhyuk.

“mau jalan-jalan?” ajak minhyuk

“kali ini kemana?” Tanya miyuki

“distrik aikoyama?”

“jangan!! Ada Ryuta disana”

“kau takut aku bertemu dengannya? Kami sering bertemu…”

“hei… itu permasalahan yang lain, yak au tahu sendirilah…..kali ini hanya aku dan kau, anggap saja ini pesta perpisahan kita” kata miyuki

“kalau begitu, taman jimako-shin?”

“ide yang bagus…”

 

***

“waktu berjalan cepat ya…” kata minhyuk sembari menoleh pada Miyuki disampingnya

“hmm…. Aku tidak menyangka akhirnya akan seperti ini” miyuki sedikit tersenyum

“20 tahun kita berteman, selama itu juga aku menyayangimu…”

“aku juga menyayangimu minhyuk…”

“bohong!! ….. ah kau benar, kau menyayangiku tapi aku mencintai Ryuta”

“hahaha…. Kau cemburu?” miyuki tertawa riang

“tentu saja, apa bagusnya Ryuta? Aku lebih tampan.. aku lebih baik…”

“hei!! Kau mengatai calon suamiku?” miyuki protes, kali ini minhyuk yang tertawa riang.

“kau akan menemukan jodohmu juga minhyuk, mungkin di seoul sana…”

“ya….” Lalu suasan menjadi hening. Lalu miyuki memeluk tubuh minhyuk, menyandarkan kepalanya dibahu minhyuk.

“cepat kembali….” Kata miyuki, minhyuk mengusap kepala miyuki.

“sudah siang, aku harus pulang. Besok aku tunggu kau jam 9 malam”

“kau sudah mau pulang? Secepat inikah?” miyuki agak kecewa, ternyata waktu kebersamaan mereka semakin sedikit.

“aku tidak mau berubah pikiran kalau aku terlalu lama didekatmu” ejek minhyuk

“aku akan sangat merindukanmu…” miyuki terdengar hampir menangis

“sampai besok malam… jangan terlambat atau aku akan kehilangan aku…” lalu minhyuk beranjak pergi, miyuki masih diam duduk ditaman hingga punggung minhyuk hilang menjauh.

“ternyata ‘tuan waktu’ tidak mendengarkan permintaanku, kenapa dia datang terlalu cepat?” Tanya minhyuk sambil melangkah, dan tanpa minhyuk tau pertanyaan yang sama sedang terbersit dipikiran miyuki.

***

 

I held on too close the sky’s finally fall over me
I stood all too tall the ground’s finally shake under me
I fell to the light they were more translucent than I knew.
I fell in too deep the truth knocks me flat down on the ground

 

Minhyuk POV

Malam ini aku hanya ingin diam diruang tamu apartementku, setelah selesai membereskan apa yang harus aku bawa. Aku emmatina semua lampu, hanya lampu dari balkon yang aku biarkan tetap menyala, membiaskan sdikit cahaya kedalam ruang tamuku.

Aku menutup mataku, tidak bermaksud untuk tidur. Dan tanpa perintah otakku memutar semua memori sejak 20 tahun lalu, gadis manis dengan dua ikatan rambut di atas kepalanya, dengan dress lucu selutut berwarna merah muda, dan ommaku mengenalkannya sebagai teman baruku di taman kanak-kanak. Dia teman pertamaku dijepang.

Bayangan gadis mungil itu memudar, tergantikan dengan gadis anggun dengan balutan dress cantik berwarna kuning cerah yanga ku temui sebulan lalu, gadis yang sama dengan gadis yang aku temui 20 tahun lalu, tapi kini aku bertemu dengannya disebuah pesta pertunangan meriah… pesta pertunangannya dengan seseorang yang sebentar lagi menjadi suaminya.

***

 

Wake up wake up
Isn’t time always been on the run?
We walked to the door and we said our goodbyes
And then Tokyo lights fade away

 

Author POV

“Minhyuk….” Seorang gadis berlari kecil kearah minhyuk, kedatangannya disambut senyuman minhyuk, gadis itu menghambur kedalam pelukan minhyuk, tidak memperdulikan pandangan orang-orang yang berlalu lalang disekitar mereka.

“aku masih mengizinkanmu mengurungkan niatmu untuk pergi” Miyuki merajuk

“percuma kau berlutut juga, aku akan tetap pergi”

“aku menunggumu pulang”

“pulang? Rumahku sekarang dikorea , okay” minhyuk mengingatkan

“aku juga rumahmu!” miyuki kembali mengeratkan pelukannya pada minhyuk, minhyuk mengecup puncak kepala miyuki.

“sudah waktunya aku pergi… sampai jumpa… sayonara” minhyuk melepaskan pelukan miyuki, gadis itu menatap lekat wajah minhyuk.

“jangan menangis” kata minhyuk sambil mencubit pipi miyuki, gadis itu menarik tubuh minhyuk dan mengecup bibir minhyuk singkat.

“aku disini bersama Ryuta, aku akan bahagia bersamanya. Dan aku juga harus bahagia dikorea sana”

“ya, aku membawanya bersamaku” kata minhyuk. Dan langkah minhyuk semakin menjauh, miyuki menatapi kepergian minhyuk sahabatnya, sahabat sehidup sematinya.

“sayonara…” miyuki melambaikan tangannya pada minhyuk, dan ia segera menghapus air mata yang bersiap membasahi pipinya.

Minhyuk berlalu, duduk tenang dan memulai perjalanan yang akan membawanya pulang dalam waktu 2 jam. Matanya menyusuri pemandangan dibawah sana, lampu kota Tokyo yang perlahan memudar… ia semakin tinggi hingga lampu-lampu kota Tokyo yang gemerlapan disembuyikan awan.

-END-

5 thoughts on “[SongFic] Tokyo Lights Fade Away

  1. Omg…Minhyuk bahkan sampai rela menjadi yang kedua saking cintanya ya hyuk ma cwe itu?, tapi…setidaknya Minhyuk dan cewe itu meraskan kebahagiaan walau hanya sesaat….

  2. ceritanya nyampe kok (kalo aku). buta karena cinta, bahkan rela jadi yang kedua dalam keadaan sadar kalo dia gabakal pernah bisa jadi milik miyuki. gitu kan?
    pukpuk minhyuk T^T dikorea sana nanti pasti nemuin jodoh kok. kang hyeri menunggu :3
    penulisannya sar. bahasanya udah bagus lho. tapi typonya di mana-mana xD saran aku pas udah selesai dicek lagi. typo dan penggunaan kapital xD

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s