Confession

Confession

Cast:

Jung Yonghwa
Lee Jonghyun
Kang Minhyuk
Lee Jungshin
Park Shinhye
Im Yoona
Jung Soojung [Krystal f(x)]
Choi Jinri [Sulli f(x)]
others..

Genre: school life, etc

Length: chaptered

Author: putriaans

Disclaimer: my own plot. Real from my mind. Cast pinjem nama dan badan doang, karakternya asli imajinasi author. Mohon maaf atas segala typo dan kata-kata yang tidak berkenan😀

A/N: ini udah dipublish di acc fb author🙂 dengan judul yang berbeda hehee :p

 

***

 

Namsan High School, sebuah sekolah menengah atas yang terdapat di kota Busan, salah satu kota terkenal di Korea selain Seoul. Gumaman abstrak dan hiruk pikuk di setiap sudut merupakan hal yang biasa di tempat ini. Suasana sekitar Namsan High School terlihat basah karena guyuran hujan semalam.

“Haahh, bisa gila aku kalau begini caranya!” seru seorang yeoja dengan mimik kesal. Ditendangnya apapun yang menghalangi langkahnya. Hingga tanpa sadar ia menendang kaleng cola hingga mengenai kepala yeoja lain yang tengah berjalan di depannya.

“Ya! Apa kau tidak punya mata eoh?!” bentak yeoja itu sembari berkacak pinggang. Ditatapnya si gadis-kaleng-cola itu sengit.

“Kau yang salah! Sudah tahu aku mau menendang itu, kenapa kau berjalan di depanku?” balas gadis-kaleng-cola itu tak mau kalah. Wajahnya semakin kusut.

“Apa? Cih, mana aku tahu kau mau menendang itu, gadis bodoh!”

“Gadis bodoh? Berani sekali kau mengataiku gadis bodoh! Aku punya nama!”

“Hah! Aku tak peduli dengan namamu. Yang kutahu dan yang akan kuingat, kau adalah gadis bodoh penendang kaleng! Hahahhahaaaa” tawa yeoja itu memanasi telinga gadis-kaleng-cola.

“Hey! Namaku Park Shinhye! Apa perlu kuulangi lagi eoh? Park-Shin-Hye!” balas gadis-kaleng-cola itu yang mengaku namanya Park Shinhye sembari menunjuk name tag di seragam sekolahnya.

“Apa peduliku? Mau namamu Park Shinhye, ataupun Park Koho sekalipun aku tak peduli,” jawab yeoja itu meremehkan. Shinhye melirik name tag yeoja itu, diketahuinya namanya Jung Soojung.

“Park Koho? Namamu eoh?” ejek Shinhye pada Soojung.

“Apa?!” seru Soojung marah. Ia sudah bersiap untuk menarik rambut yeoja di hadapannya kini. Dan Shinhye pun tampaknya tak mau kalah. Aura kemarahan dan kebencian terpancar dari keduanya.

“Ugh! Rasakan ini!” Soojung mendekati Shinhye, kemudian ditariknya rambut yeoja itu. Dan Shinhye pun tidak hanya diam, ia justru melawan dan balas menarik rambut Soojung.

“Park Koho. Rasakan ini huh!” seru Shinhye di sela-sela ‘penganiayaannya’.

“Aku bukan Park Koho! Kau. Lepaskan! Rambutku rusak!” balas Soojung kemudian mengencangkan tarikannya di rambut Shinhye. Dan Shinhye pun balas mengencangkan tarikannya.

“Tenagamu payah, Park Koho. Oh, aku tahu. Kau selalu dimanja kan di rumah? Hahhahahahaa” tawa Shinhye yang menurut Soojung menjijikkan pun meledak.

“GYAAAAAA!!”

Soojung melepaskan tarikan rambutnya, kemudian ia menunjukkan tangannya, beberapa helaian rambut Shinhye terdapat disana.

“Kau mencabut rambutku?!”

“Memangnya kenapa?” balas Soojung tersenyum sinis. Kemudian dibersihkan tangannya dari helaian rambut itu. Diinjaknya. Kemudian berlalu pergi.

“Cih. Park Koho, awas saja kau!” gumam Shinhye sembari merapikan rambutnya yang berantakan.

 

***

 

“Minhyuk,”

“Hm?”

“Kau sudah mengerjakan peer dari Professor Hwang?” tanya namja bertubuh tinggi sembari menaruh tasnya di meja sebelah soulmatenya yang dipanggil Minhyuk.

“Sudah. Wae?” jawab Minhyuk tanpa mengalihkan pandangannya dari komik yang dibacanya.

“Aku pinjam ya, semalam aku keasyikan nonton dvd, hehehhee”

“Yah, aku tahu Jungshinnie. Sekalipun kau tak menonton dvd itupun kau pasti akan datang padaku dan tetap meminjam peerku.” Desah Minhyuk, kemudian meraih tasnya dan mengambil peer yang dimaksud Jungshin.

“Hahahaa, kau tahu persis keinginan soulmate mu ini..” Jungshin terkekeh dan mengambil peer yang disodorkan Minhyuk. “Gomawo, chagiya..”

“Apa? Chagiya? Mimpi apa aku semalam kau memanggilku chagiya? Kau menakutkan,” balas Minhyuk dengan memicingkan mata.

“Justru kau yang membuatku takut!”

“Hahahhaa, iya. Sudah sana cepat salin peerku. Sebentar lagi bel masuk.” Minhyuk terkekeh dan meninju lengan Jungshin pelan.

.

Minhyuk mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kelas. Kemudian ia terpaku pada satu sosok cantik yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Jungshin-ah. Lihat siapa itu..” panggil Minhyuk, Jungshin mengangkat kepalanya dan mengedarkan pandangannya. Mencari sosok yang dimaksud Minhyuk.

“Maksudmu, Sulli?”

“Ne, Ms.Choi mu itu. Hahaha”

Minhyuk tertawa keras. Hingga yeoja yang dimaksud dan bernama Sulli itupun menoleh dan menatap mereka bingung.

“Ada yang salah denganku?” tanyanya bodoh. Minhyuk tertawa semakin keras.

“Aniya..” jawab Jungshin gugup. Dipukulnya kepala Minhyuk yang tak henti-hentinya tertawa. “Diam kau, pabo!”

“Aish, ne. Aku diam. Appoyo..” Minhyuk mengelus kepalanya yang terasa sakit. Kemudian ia kembali menekuri komiknya dengan mempoutkan bibirnya.

“Jungshin-ah, katakan padaku,” desak Sulli yang sudah berdiri tepat disamping Jungshin.

“Sulli-ah, tidak ada apa-apa kok. Minhyuk pabo itu obatnya sudah habis, jadi ya, begitulah..” jawab Jungshin asal.

“Hahahaha.. caramu berbicara membuatku tertawa, Jungshin-ah” Sulli tertawa geli mendengar ucapan Jungshin tadi. Terlebih ketika Minhyuk mendengus mendengar ejekan yang ditujukan untuknya itu.

“Ah, Jungshin-ah. Sudah dulu ya, annyeong!” ujar Sulli. Ia melambaikan tangannya pada Jungshin seraya tersenyum manis sebelum kembali ke teman-temannya.

BLUSH

“Ne, annyeong!” balas Jungshin setelah Sulli berbalik. Ia sempat terpaku sesaat. Senyumnya mengembang lebar setelah itu. Seorang Sulli memberikan senyuman untuknya.

“Kembalikan peerku,” suara datar Minhyuk membuyarkan segala angan indah Jungshin.

“Aku belum selesai,”

“Kembalikan!” Minhyuk menarik paksa peernya dari genggaman Jungshin.

“Ish, kau merajuk ya. Hoh, tidak mau. Aku belum selesai,” balas Jungshin seraya menarik kembali peer Minhyuk.

“Kembalikan!”

“Baiklah, akan kukembalikan. Tapi ada syaratnya.”

“Apa itu?”

“Kau harus memanggilku ‘chagiya’ sampai hari kelulusan. Bagaimana?” tawar Jungshin dengan evil smirk nya.

“Apa?”

“Mau tidak? Akan kukembalikan peermu kalau kau menyanggupi. Hehehe..”

“ANDWAE! Jungshin, kenapa kau mau padaku? Aku masih normaaaaaal!” teriak Minhyuk sembari menjambak rambutnya sendiri. Dilupakannya masalah peer. Ia terlalu shock dengan perkataan Jungshin.

“Ya sudah, mana peermu?” Jungshin tertawa keras setelah merampas kembali peer Minhyuk yang hanya pasrah.

 

***

 

“Yoona-ya, bisa kau desain covernya?” tanya Jonghyun seraya menghampiri Yoona yang sedang berada di depan layar komputer.

“Cover apa?” tanya Yoona menghentikan aktivitasnya sejenak. Kemudian menoleh ke arah Jonghyun yang membawa setumpuk kertas.

“Cover majalah sekolah bulan ini, yang mengusut tema festival sekolah.” Jawab Jonghyun sekenanya.

“Desainmu lebih bagus, Jonghyun-ah,” sahut Yoona merendah. “Lagipula tugasku diluar itu sudah menumpuk, kau tahu kan, aku yang mendata calon anggota baru, aku yang membuat artikel, aku pun menjadi editor, haahh semua itu membuatku pusing.” Yoona menghela napas, kemudian mengacak rambutnya sendiri.

“Ah, mianhae, aku tak tahu tugasmu menumpuk. Baiklah, aku saja yang mengerjakannya. Tapi kau bantu aku ne?” jawab Jonghyun terkekeh.

“Memangnya tugasmu juga menumpuk?”

“Tidak, hanya itu sebenarnya. Kupikir kau tidak sibuk, tadinya aku ingin menyerahkan tugas desain itu padamu dan aku latihan band, hehehe..”

“Eoh? Baiklah, aku tahu kau dan bandmu akan perform di festival nanti. Hahaha. Sebenarnya aku ingin membantumu, tapi ini saja membuatku hampir gila..” Yoona menunjuk layar komputer di hadapannya, Jonghyun mendekatkan kepalanya untuk melihat apa yang dimaksud Yoona dengan lebih jelas.

“Oh, alasan calon anggota baru itu masuk klub ini?”

Yoona mengangguk. “Alasan mereka kebanyakan aneh dan main-main. Hanya sedikit yang bersungguh-sungguh ingin masuk klub ini kurasa.”

“Kalau begitu mudah saja, kau tinggal menerima yang bersungguh-sungguh saja dan sisanya kau tolak. Mudah bukan?”

Yoona mencubit lengan Jonghyun. “Hey, jangan begitu! Mereka calon juniormu juga. Hahaha.”

“Arasseo. Ya, cubitanmu lumayan menyakitkan, kurasa aku harus mengompresnya dengan es batu begitu sampai rumah,” goda Jonghyun dan pura-pura mengaduh kesakitan.

“Jangan membuatku benar-benar membuat lenganmu dikompres Jonghyun-ah..” balas Yoona kemudian terkekeh.

Detik berikutnya, suasana hening dan berubah canggung. Atmosfer yang tidak mengenakkan.

“Bagaimana kalau segelas kopi?” tawar Jonghyun mencoba mencairkan suasana. Yoona hanya mengangguk dan mengikuti Jonghyun keluar ruangan klub.

 

***

 

“Hot cappuccino dan mochaccino float,” ujar Jonghyun pada pelayan café Namsan High School. Kemudian mereka melangkah dan memilih tempat duduk persis di samping jendela. Keduanya kembali terdiam, tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.

Yoona memilih menatap keluar café. Mengamati segala yang ada disana dengan menopang dagu. Ekspresi yang begitu imut. Sementara Jonghyun menatap Yoona tanpa berkedip.

“Sampai kapan kau mau menatapku seperti itu?”

“Eh? Siapa yang menatapmu?”

“Kau, apa yang kau lihat?”

“Tidak ada,”

“Bohong”

“Tidak,”

“Ayolah”

“Apa?”

“Apa yang kau lihat?”

“Tidak ada.”

“Ya,”

“Itu, pesanan kita sudah tiba” Jonghyun mengalihkan pandangannya ke arah pelayan yang membawa pesanan mereka. “Gomawo,”

“Ne, cheonmaneyo..”

“Jonghyun,” panggil Yoona pelan. Jonghyun yang tadinya sedang mengaduk hot cappuccinonya pun menoleh ke arah Yoona.

“Mm?”

“Habis ini kau latihan band saja. Biar aku yang mendesain cover majalah,” ujar Yoona.

“Tidak, itu tugasku. Lagipula tadi aku hanya bercanda,” jawab Jonghyun kemudian menyesap hot cappuccinonya.

Tiba-tiba ponsel Jonghyun berdering. Jonghyun merogoh sakunya dan menatap siapa yang menelepon. Jonghyun melirik Yoona sekilas, seolah meminta izin untuk mengangkat telepon. Yoona tersenyum tipis kemudian menekuri mochaccino float miliknya yang belum tersentuh.

“Yeoboseyo?”

“Hyung, dimana kau?” seru suara di seberang.

“Aku di café. Kenapa?”

“Kau lupa hari ini latihan eoh? Malah bersantai di café..”

“Ne ne ne, jangan ceramah padaku. Aku kesana sekarang. Tunggu aku.” Kata Jonghyun malas kemudian mendesah pelan seraya memutuskan sambungan telepon.

“Teman bandmu?” tanya Yoona, Jonghyun mengangguk.

“Pasti mereka menyuruhmu ikut latihan sekarang. Sudahlah, sana latihan. Biar aku yang urus cover majalah itu, arachi?”

“Tidak, kau selesaikan dulu tugasmu. Nanti kukerjakan di rumah saja desain cover itu,” tolak Jonghyun.

“Yakin? Kau tidak lelah seharian beraktivitas di sekolah tanpa jeda eoh?”

“Hey, aku bukan anak mami!”

“Hahaha. Baiklah, jangan memaksakan dirimu ya?”

Jonghyun mengangguk singkat kemudian ia pamit pada Yoona sebelum memburu langkahnya ke ruang band. Yoona memandangi punggung Jonghyun yang kian menjauh dari kaca jendela seraya tersenyum. Namun tiba-tiba ia melihat Jonghyun berbalik dan kembali masuk ke café.

“Ada apa? Ada yang tertinggal?” tanya Yoona bingung.

“Bukan, aku belum membayar semua ini,” tunjuk Jonghyun ke minuman pesanan mereka tadi.

“Jeongmal? Ah, aku saja yang bayar. Sudah, ini bawa–” Yoona meraih gelas hot cappuccino Jonghyun dan menaruhnya di tangan Jonghyun.

“Tidak, aku yang mengajakmu kesini, jadi aku yang bayar.”

“Sudah sana.”

“Kau mengusirku?”

“Iya, aku mengusirmu, sudah sana!” Yoona terkekeh kemudian mendorong paksa tubuh Jonghyun ke pintu keluar. “Kau berat,”

“Hahaha. Ne, annyeong!”

 

***

 

Nae aneul pagodeunun neon machi like Tattoo
Nae baneul da gajyeogan neon machi like Tattoo

Seuchyeogan ni hyanggi sogaedo

Nae maltu sogaedo

Nae bbyeotsok deuri bakhyeoittnun Tattoo

Niga namgigogan ddaddeuthan ni ongiga
Nae shimjangeul pago deureowa

Keu eoneu ddaeboda ggamanbam

Soktanun naeman

Michil geot gateun neoui keu Motion
Seuchildeut maldeuthan neoui Motion

Jiouryeo aesseodo momburim chyeobwado

Munshincheorum bakhin neoui Motion

Keep on (I wanna keep on)
Keep on (on and on and on)

Keep o
n
Keep on (I wanna keep on)

Keep on (on and on and on)

Keep on

(CNBLUE – Tattoo)

 

“Hyung, aku lapar. Kita makan dulu yah” pinta Minhyuk ketika break latihan mereka. Semua mengiakan, karena mereka sudah latihan beberapa kali tanpa break. Kemudian mereka melirik sang leader yang hanya diam.

“Yonghwa hyung, kita makan ne?” panggil Jonghyun. Tak ada jawaban. Kemudian Jonghyun menepuk-nepuk punggung Yonghwa, guna menyadarkannya.

“Mian, aku tidak ikut. Aku disini saja.”

“Jeongmal?”

“Ne,” jawab Yonghwa singkat. Membiarkan ketiga rekan bandnya berlalu meninggalkannya pergi makan. Kemudian ia kembali melamun.

Tiba-tiba pintu ruang band terbuka. Namun Yonghwa tetap terfokuskan pada lamunannya.

“Oppa!”

 

 

_to be continued…

 

19 thoughts on “Confession

  1. Haha ketawa ngakak ngebayangin jungshin sama minhyuk yg lagi nyontek2an pr😀
    Ffnya bagus. Sepengelihatanku (?) gak ada typo.
    Lanjutin thor ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s