FNC, I’m in Love (Part 3)

 

Title : FNC, I’m in Love (Part 3)

Author : Na Ah Ra

Length : Chaptered

Genre : Romance

Rating : G

Casts :

CNBLUE’s Lee JongHyun

AOA’s Youkyung/Y

Yoon Jin Yi

Kyungjae (OC’s)

CNBLUE

 

Disclaimer : My own plot! Tulisan ini fiksi, jadi apabila ada adegan2 atau deskripsi yang tidak berkenan tentang bias reader, author mohon maaf sebelumnya.

 

Note: Please pay attention to this part. I put some effort to bring Jonghyun’s gentle side up. So, happy reading! ^.^ Don’t forget to leave comments.

 

 

♪ Jonghyun POV ♪

 

Pesta yang melelahkan. Pesta keluarga seperti ini harusnya sangat tidak disarankan. Tahu sendiri, FNC isinya pejantan-pejantan rusuh. Lihat saja ini hasilnya,dorm kami sukses jadi korban perang dunia ketiga. Niatnya irit pesta di dorm, malah gini hasilnya. Mess up. Hahaha.. But I enjoyed it so much. FNC is my greatest family ever!

 

“HYUNG!” Minhyuk berteriak di depanku dan Yonghwa hyung sambil menenteng tumpukan piring dan gelas kotor. Mukanya nampak kesal bercampur frustrasi. Why? Lihat saja posisiku dan Yonghwa hyung. Yonghwa hyung duduk bersender di sofa sambil melipatkan tangan di dada dan memejamkan mata. Aku tiduran di pangkuannya sambil memeluk Martin. Hahaha… Pantas saja dia kalap! Obviously, we are the laziest hyungs.

 

“Wae?” tanyaku berlagak oon. Sedetik setelah aku melontarkan pertanyaan itu Jungshin tiba-tiba menarik paksa Martin-ku dan memberikan vacuum cleaner padaku. Tak hanya itu ia menarik paksa tubuhku agar berdiri. Minhyuk pun meletakkan tumpukkan piring dan gelas kotor itu ke pangkuan Yonghwa hyung. Woa! Maknae rebellion!

 

“Ara, ara!” ucap kami tak bersamangat, lalu menjalankan tugas dari dua dongsaeng kami itu dengan malas-malasan.

 

Setelah bekerja cukup keras, dorm kami pun akhirnya bersih total. Tentu saja berkat manajer kebersihan Kang. Ahhh, rasanya aku tak ingin bersih-bersih lagi untuk satu bulan ke depan! Setelah kami juga membersihkan kamar masing-masing, kami dengan reflek masuk ke kamar Jungshin. Ya, berkumpul di kamar Jungshin memang sudah menjadi kebiasaan kami sebelum tidur. Di saat-saat seperti ini, kami manfaatkan untuk… bergosip!

 

Seperti biasa Yonghwa hyung yang mendominasi percakapan. Ia benar-benar cerewet. Kalau ia sudah tidak sempat tarik nafas karena terlalu sibuk berbicara, Minhyuk dan Jungshin pasti langsung jengkel padanya. Aku, sih, lebih suka berbaring sambil menjadi pendengar yang baik.

 

“Jonghyun-ah,” panggil Yonghwa hyung nampak ingin mengganti topik. “Sebenarnya apa hubunganmu dengan Jini?”

 

Aku tersentak mendengarnya, sontak aku pun langsung duduk. “Wae?” Kembali kupertunjukkan kata dan ekspresi andalanku.

 

“Aktingmu itu sudah expired, hyung!” ujar Jungshin sambil melempar bantal ke mukaku.

 

“Kau tak mau mengakuinya pada kami, hyung?” desak Minhyuk. “Lalu bagaimana dengan belanjaan Jini noona yang dua koper itu? Sampai-sampai kau tak sempat bertemu Eric Clapton demi mencari barang-barang yang ada di daftar belanjaan. Baru kali ini Lee Jonghyun begitu peduli dengan yeoja.”

 

Pernyataan Minhyuk menohokku telak. Rasanya seperti dibanting KO oleh lawan judoku. Akhirnya, jawaban reflekku hanya tertawa. Mereka nampak kesal, maka kujawablah. “Dia noona-nya Kwangjin.”

 

“MWO?”

 

“Yoon Jini itu stage name-nya. Namanya Yoon Jin, dan marganya Kwon. Kwon Yoon Jin, kakak Kwon Kwang Jin.”

 

“Eiiiiiiii!!!!”

 

“Kau pikir aku tak tahu Lee Jonghyun?” Yonghwa hyung nampak sangat kesal.

 

Joke-mu selalu garing, hyung!” ujar Jungshin.

 

“Marganya KIM, hyung. KIM YOON JIN!” Minhyuk menegaskan seolah takut aku akan segera kehilangan kewarasanku.

 

“Jinjja?” Aku menunjukkan keterperanghanku. Muka mereka tambah kesal. Merasa tak ada tanggapan, aku pun akhirnya kembali berbaring dan menarik guling Jungshin. “Mwolla,” ucapku. Aku tak ingin menjawab pertanyaan Yonghwa hyung.

 

♪ Jonghyun POV End ♪

 

♪ Author POV ♪

 

“Ga On! Ga On~ah!” Seorang namja yang memakai mantel berwarna hijau berlari kecil menghampiri seorang yeoja yang dipanggilnya Ga On itu.

 

Yeoja berambut pirang itu pun membalikkan tubuhnya untuk mencari dari mana arah datangnya suara yang memanggilnya itu. “Kyungjae~ah!”  Yeoja ini berbinar ketika mengetahui siapa namja itu.

 

“Aku rindu sekali, Ga On~ah…” Kyungjae memeluk Ga On sesaat. “Hwaaa… Kupikir aku tak akan pernah bertemu denganmu lagi. Kau sukses sekarang!”

 

“Kyungjae~ah, jangan berbicara seperti itu. Kau tahu, aku memulainya dari nol lagi. Tak perlu membahas soal itu. Aku rindu sekali denganmu. Mumpung kita bertemu, ayo kita rayakan!”

 

“Kalau begitu ayo kita minum! Kajja!” Kyungjae pun langsung menarik tangan yeoja itu.

 

Percakapan singkat mereka ternyata tak sengaja terlihat dari kejauhan oleh namja dan yeoja lain. Sepertinya keduanya mengenali Kyungjae atau Ga On. Ketika Kyungjae menarik Ga On, namja yang dari tadi melihat mereka pun refleks mengikuti mereka.

 

“Kau bisa pulang sendiri, kan? Aku ada urusan,” ucap namja itu pada yeoja di sebelahnya.

 

♪ Author POV End♪

 

♪ Jini POV ♪

 

Malam sudah hampir larut. Angin musim gugur berhembus lumayan kencang, membuatku harus mengencangkan sweaterku. Di sampingku ada Jonghyun yang berjalan dalam diam. Kami memang sudah pergi bersama dari dua jam yang lalu. Dan suasana ini benar-benar awkward. Tidak sehangat hubungan Meahri-Collin yang berlangsung hingga lima belas menit lalu.

 

Apakah aku salah mengambil keputusan? Lima belas menit lalu, apa yang dilakukan Jonghyun benar-benar di luar dugaanku. Dia menyatakan cintanya padaku! Aku benar-benar hampir gila jika memikirkannya. Dia benar-benar Lee Jonghyun, bukan Collin Black yang selama ini kuanggap! Aku belum siap menerima kenyataan bahwa dua karakter ini benar-benar berbeda, walaupun wujudnya hanya satu orang.

 

Lee Jonghyun itu bergolongan darah O, orangnya sangat straightforward. Ia mengungkapkannya tanpa ada basa-basi atau dengan hal-hal romantis lain. Gamblang begitu saja. Bahkan refleknya lebih cepat dari otakku: ia menciumku sebelum aku sempat menjawabnya! Lee Jonghyun benar-benar…

 

Pada akhirnya, aku pun menjawabnya. Aku tidak membencinya, tidak juga tidak menyukai sikapnya, bahkan aku tak menolak ciumannya. Namun, untuk menjadi yeojachingoo-nya aku benar-benar tak bisa. Aku masih menganggapnya sebagai Collin dan memposisikan diriku sebagai Meahri noona-nya, although in fact he is an oppa to me.

 

Untunglah, ia tidak marah ketika kutolak. Untuk hal ini, kurasa ia sedang memunculkan sisi Collin dalam dirinya yang juga ditolak oleh Meahri. Aish, Kim Yoon Jin! Kau harusnya tidak melanjutkan drama itu di kehidupan nyata. Lihatlah, beberapa menit kemudian setelah penolakanmu Lee Jonghyun yang sedang berada di sisimu lebih banyak diam dari sebelumnya. Nampaknya ia sakit hati. Aku benar-benar bingung bagaimana harus menghadapinya.

 

“Meahri,” Jonghyun akhirnya mengeluarkan suaranya. “Tak perlu kau merasa bersalah seperti itu. Keriput di dahimu bertambah nanti,” ujarnya dengan dimple smile-nya.

 

“Aih, jinjja,” aku mendengus mendengar ucapannya itu.

 

“Hahaha…” Ia tertawa lepas. “Mianhe-yo, noona!” ucapnya kemudian sambil mengacak-acak rambutku.

 

“Nado, oppa,” balasku tak enak hati.

 

“Aku tak keberatan jika kau menganggapku Collin, Jini-ya.” Aih, yeoja mana yang tak meleleh melihat muka cerahnya ini. Semoga tak hanya di luarnya saja.

 

Namun, muka cerah itu tiba-tiba berubah ketika ia melihat ke satu titik di seberang sana. Alisnya menaut tanda heran dan khawatir. Aku pun mengikuti arah pandangannya dan kulihat seorang yeoja yang sepertinya kukenal. Bukankah itu Youkyung? Ia nampak sedang berbicara dengan seorang namja di sebelahnya, bahkan mereka sempat berpelukan sekilas. Tak lama kemudian, mereka pun pergi.

 

“Kau bisa pulang sendiri, kan? Aku ada urusan.” Jonghyun tiba-tiba langsung berlari kecil menyebrang jalan. Ia pergi ke arah Youkyung dan namja itu pergi. Ada apa sebenarnya?

 

♪ Jini POV End♪

 

♪ Jonghyun POV ♪

 

Youkyung? Mau ke mana dia malam-malam begini? Bukankah ini sudah lewat dari jam malam AOA? Dengan seorang namja? Aishh, bocah ini pikir FNC main-main dengan peraturan? Segera kuikuti mereka berdua hingga sampailah ke ujung jalan ini.

 

Mereka nampak masuk ke sebuah gang. Aku ikut juga ke sana. Rupanya sebuah pub. Tidak begitu ramai hanya ada beberapa orang bergaya hipster yang ada di sini. Kudapati mereka duduk di sofa di pojok ruangan. Aku pun duduk di tempat yang dengan leluasa dapat memperhatikan mereka tanpa mereka tahu keberadaanku.

 

Aku tidak suka dengan namja yang bersamanya itu. Sorot matanya membuatku terganggu. Mereka berbincang dengan sangat akrab. Youkyung yang kutahu pendiam nampak dengan leluasa mengobrol dengannya hingga tertawa terbahak-bahak, nampak bahagia sekali. Aku menelan ludahku terperanjat, ketika kulihat jumlah botol minuman keras kosong mereka terus bertambah.

 

Seo Yeokyung! Aku duduk dengan geram melihatnya. Begini kelakuanmu di luar? Kau tak tahu siapa kau sekarang? Bagaimana kalau ada paparazzi yang melihatnya? Aku stres sekali melihatnya. Namja itu merapatkan tubuhnya pada Youkyung dan… menciumnya! Ya, Tuhan! Aku sudah tak tahan lagi. Dengan geram aku berdiri dan menghampiri mereka.

 

Namja itu melirikku sekilas ketika mengetahui aku berjalan menghampiri mereka. Youkyung nampak sudah tidak dapat menguasai dirinya. Aku terperangah! Namja itu mencoba membuka kancing baju Youkyung. Namja bejat! Langsung saja kutarik namja itu dan kubanting ia ke lantai.

 

“Berani-beraninya kau!” Namja itu nampak marah dengan perlakuanku. Tapi aku yang lebih berhak marah di sini!!!

 

“Aku yang akan membuat perhitungan denganmu nanti!” tegasku. Kurasa wajahku sudah seperti monster.  Segera kulepas jaketku dan kupakaikan pada Youkyung, kupapah ia keluar dari pub itu.

 

“Aih, Lee Jonghyun-ssi, mukamu menyeramkan sekali,” ceracau Youkyung. Ia benar-benar mabuk. Karena langkahnya sudah tidak benar, akhirnya kuputuskan untuk menggendongnya di punggung.

 

“Aaa~! Aku takut ketinggian, Lee Jonghyun-ssi,” ia terus mengoceh. “Turunkan aku, jebal!” Ia memohon sambil memukul pundakku lemah.

 

Aku diam. Kau tahu aku benar-benar marah denganmu sekarang, Seo Youkyung? Kau sangat bodoh!!! Menjaga diri sendiri saja tidak bisa. Ia terus meracau minta diturunkan. Aku pun mempercepat langkahku menuju tempat parkir mobilku tadi dan segera mendudukannya di dalam mobil. Ah, ke mana aku harus membawanya pulang?

 

“Lee Jonghyun-ssi!” Ia memegang tanganku, mencegahku mengoper persneling. “Kau mau membawaku ke mana? Aku tidak ingin pulang! Bukankah kau ingin menemaniku?”

 

Aku memutar kunci mobil kembali ke keadaan off. Nampaknya ia akan berbicara lebih banyak. Mengapa ia tidak ingin pulang? Apa yang terjadi sebenarnya?

 

“Aku benci berada di dorm itu! Aku benci dengan manajer!” teriaknya. “Kau tahu? Aku debut setelah CNBLUE dengan bandku dulu, jauh lebih dulu daripada mereka. Aku memulai semuanya kembali dari nol dengan AOA. Aku berusaha, tapi kenapa manajer tak pernah menganggap keberadaanku? Selalu saja mereka, mereka, mereka. Memang salah kalau aku hanya bermain drum? Ahjussi itu selalu menuntutku untuk bisa koreografi. Memangnya aku robot yang bisa ia perintah sesuai keinginannya?”

 

Kulihat sebutir air mata jatuh membasahi pipinya.

 

“Ia bahkan memaki-makiku ketika tanganku cedera kemarin,” isaknya. “Tadi bahkan ia menyuruhku pulang dari ruang latihan. Katanya aku tak perlu latihan jika hanya untuk bermain drum, kecuali kalau aku ingin ikut latihan koreografi. Aku benci… uhuuuu… benci….”

 

Isaknya berubah menjadi tangis yang kencang, hingga ia nampak sesak nafas. Kulihat pancaran sakit hati yang mendalam di matanya. Amarahku padanya hilang seketika, berpindah pada manajer AOA itu. Dancing or playing drum, there’s nothing better between both of them. Art cannot be rated like that! Art is a freedom choice and expression! Bagaimana ia memperlakukan artisnya dengan sedingin itu? Tak tahukah akan begini akibatnya? Bagaimana jika tadi paparazi yang melihatnya, bukan aku. Hal itu akan lebih buruk daripada Youkyung tak mau belajar koreografi.

 

“Jaesonghamnida, Lee Jonghyun-ssi,” ucapnya di sela-sela isak yang mereda.

 

“Sudahlah, Kyungi. All is well.” Kuseka air matanya dan kuusap-usap kepalanya. Nafasnya pun mulai teratur kembali hingga beberapa saat kemudian ia terlelap. Lebih baik di sini dulu saja, tak perlu ke mana-mana. Setelah melihat ia benar-benar tenang, kuambil ponselku.

 

“Choa~ya, Kyungi ada bersamaku. Kalian tak perlu khawatir, ia hanya butuh menenangkan diri sebentar.”

 

♪ Jonghyun POV End♪

 

♪ Youkyung POV ♪

 

Enghhhh. Aku menggeliat. Pening sekali kepalaku, rasanya seperti ditimpa besi ribuan ton. Kubuka mataku perlahan. Ha? Di mana aku? Kulihat Han River tak jauh dari jangkauan pandang mataku. Sebentar, sebentar, kuingat. Semalam aku kesal sekali pada manajer-nim dan pergi dari ruang latihan sesuai perintahnya. Lalu, di jalan aku bertemu dengan Kyungjae. Ah, iya! Kyungjae, crew bandku dulu. Ehm, setelah itu Kyungjae mengajakku minum-minum dan setelah itu… Ah, aku tak bisa mengingatnya lagi. Mabukkah aku? Lalu bagaimana bisa sampai di sini? Ah, Lee Jonghyun! Sepertinya aku bertemu dengan Lee Jonghyun juga.

 

Kusapu pandanganku ke kanan dan ke ki… ri. Aku hampir meloncat kaget saat kulihat Jonghyun oppa berada di samping kiriku. Ia masih tertidur dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya. Aku mulai bisa mencerna keadaan. Sepertinya ini di dalam mobil Jonghyun oppa. Berarti semalam aku benar-benar bertemu Jonghyun oppa. Sebentar, kuingat lagi. Bagaimana aku bisa berakhir tidur di mobilnya?

 

Aku minum dengan Kyungjae, lalu tiba-tiba Jonghyun oppa datang. Ah, bagaimana ia bisa ada di tempatku bersama Kyungjae? Semoga bukan hal buruk yang ia lihat. Tiba-tiba jantungku berdebar kencang hanya karena memikirkan apa yang terjadi semalam.

 

Kulepas jaket yang menyelimutiku. Ah, ini ‘kan jaket Jonghyun oppa? Kulepas juga seatbelt yang melingkar di tubuhku. Kukibaskan jaket itu dan kuselimutkan pada pemiliknya. Namun, gerakku justru membangunkan Jonghyun oppa.

 

“Engh, kau sudah bangun?” tanyanya dengan mata belum sepenuhnya terbuka.

 

Reflek aku menarik tanganku kembali dari jaket yang sudah menutupi tubuh Jonghyun oppa itu. Kubalikkan tubuhku hingga kembali duduk menghadap Han River. Aduh, kikuk sekali rasanya!

 

Run minchindeusi noppitweo run

Mudaebbake modu nawa run

Ireona sorichyeo run run run

 

Tiba-tiba ringtone ponsel Jonghyun oppa terdengar. Ia pun segera mengangkatnya.  Ah, thanks to whoever for calling him!

 

“Ne, hyung!” sahutnya. “Kalian sudah berangkat?… Aku masih ada urusan. Kalian rehearsal dulu saja, nanti aku menyusul… Ne… Miane-yo, hyung… Ne, arasso!”

 

Ternyata tidak bertambah baik. Aku menyembunyikan mukaku dengan kedua tanganku. Aduh, nampaknya aku terlalu merepotkannya. Ia sekarang ada jadwal manggung, tapi sekarang ia masih di sini. Sebenarnya apa yang terjadi semalam? Ayo, ingat, ingat, bodoh!

 

“Kyungi, sebaiknya kaubersihakan diri dulu sebelum pulang. Dorm-ku kosong. Lebih baik jika tak ada yang mengetahui,” ujarnya.

 

Aku mencerna maksudnya, tapi sebelum aku sempat memahami maksudnya, Jonghyun oppa sudah menancap gas mobilnya, melenggang pergi dari tepian Han River. Tak lama kami pun sampai di parkiran apartemen dorm CNBLUE. Dengan menggunakan hoody jacket Jonghyun oppa untuk menutupi kepalaku, aku turun dari mobilnya. Bisa bahaya kalau ada yang tahu. Untung pakaianku seperti pakaian namja dan beralaskan sneakers.

 

Jonghyun oppa langsung masuk ke kamarnya ketika kami sampai di dorm, tanpa mempersilahkanku duduk. Ia keluar dengan membawa handuk dan kaos di tangannya. “Mandilah! Kaos ini mungkin terlalu besar untukmu, tapi tidak ada pakaian yeoja di sini,” ujarnya. Aku mengambilnya handuk dan kaos itu dengan ragu. “Kamar mandinya di sana,” tunjuknya pada sebuah ruangan.

 

Kulangkahkan kaki ke arah ruangan yang ditunjukkan Jonghyun oppa. Aaa~! Aku ingin berteriak kencang rasanya. Kenapa absurd seperti ini keadaannya? Kuperhatikan diriku di kaca. Ya, Tuhan! Lihat mata merah dengan kantung hitam ini! Dan… uh, bau alkohol sangat menyengat di tubuhku. Bagaimana bisa dari tadi aku tak tahu? Jonghyun oppa? Ia tahan selama semalaman dengan kondisiku yang seperti ini! Aduh, aku malu sekaliiiii…

 

Setelah mandi cukup lama, akhirnya kuberanikan diriku keluar kamar mandi untuk menghadapi Jonghyun oppa. Aku hampir frustrasi karena bau alkohol di tubuhku sangat kuat dan kurasa tak hilang-hilang. Dengan langkah perlahan, kuhampiri Jonghyun oppa yang berada di dapur. Hmmm… wangi makanan! Aduh, perutku jadi lapar.

 

“Oppa,” panggilku. “Gomawoyo!”

 

Dia hanya membalasnya dengan senyuman. “Kau suka nasi goreng kimchi? Makanlah,” ujarnya sambil menyediakan alat makan untukku. Kenapa orang ini baik sekali, sih? Membuatku semakin malu saja. Seo Youkyung, how thickness skin you are!

 

“Kok, diam? Kau tak suka?” tanyanya lagi. Kali ini ia melepas celemek masaknya dan ikut duduk di hadapanku, siap untuk makan juga.

 

Aku tersentuh. Pertanyaan itu, perhatian ini. Ya, aku tahu ini hal kecil, tapi kapan terakhir kali aku mendapatkannya? Selama ini aku hidup sendiri, berjuang sendiri. Kemarin aku bahkan kembali disia-siakan. Tapi, mengapa orang yang tidak begitu kukenal ini begitu baik padaku? Tanpa terasa sebutir air mata turun ke pipiku.

 

“Kau benar-benar tak suka? Kau mau makan roti saja?”

 

“Aniyo, oppa. Aku suka,” ujarku tersenyum sambil mengelap air mata di pipiku.

 

Jonghyun oppa nampak senang mendengar jawabanku. Ia langsung melahap makanan di piringnya. Ya, ampun lahap sekali makannya. Kudengar memang Jonghyun oppa paling banyak makannya di antara member CNBLUE yang lain. Saat ia makan, nampak seperti orang yang tidak ingin diganggu.Tak sampai genap lima menit, piringnya sudah bersih kosong. Sementara, piringku masih setengah penuh.

 

“Kalau tak suka, jangan dipaksakan,” ujarnya tiba-tiba.

 

“Aniyo, oppa. Aku sangat suka. Ini enak sekali. Oppa yang memasaknya?”

 

“Jinjja? Thank you,” sahutnya.

 

“Setelah ini kau mau kuantar pulang?” tanyanya hati-hati.

 

Mendengar pertanyaannya, sontak kuletakkan sendok makanku. Pulang? Ke dorm? Entahlah. Aku merasa masih belum bisa melihat groupmate-ku, apalagi ahjussi itu! Tapi, bagaimana aku bisa menjelaskannya pada Jonghyun oppa? Aku pun tak mungkin terus-terusan berada di sini.

 

“Kau harus pulang, yang lain mengkhawatirkanmu, Kyungi,” sambungnya lembut. “Manajermu sudah kuhubungi, ia merasa sangat bersalah dan ingin minta maaf padamu. Kau tak perlu khawatir lagi.”

 

Aku terperangah. “Bagaimana oppa bisa tahu?”

 

“Mungkin kau tak sadar, tapi kau menceritakan semuanya semalam,” ujarnya.

 

Omigod, omigod, omigod! Dia tahu! Dia tahu! Sebenarnya apa saja yang kulakukan semalam? Aku benar-benar tak bisa ingat. Ke mana pula perginya Kyungjae sampai aku bisa bersama Jonghyun oppa hingga saat ini?

 

“Kyungi, siapa namja yang bersamamu semalam?”

 

“Ah, dia… Dia crew bandku yang dulu, oppa. Waeyo?” Ah, mungkin Jonghyun oppa bisa membantuku mengingat kejadian semalam.

 

“Apa hubungan kalian?”

 

Kenapa harus menanyakan hal ini? Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi semalam, oppa! “Memangnya kenapa?”

 

“Memangnya kenapa?!” sahut Jonghyun oppa dengan nada yang tiba-tiba berubah tinggi. Aku sempat tersentak kaget demi melihat perubahan raut mukanya yang menjadi menyeramkan.

 

“Kau tahu siapa kau sekarang? Paham bagaimana posisimu? Dan kau ini perempuan! Bagaima bisa kau pergi minum dengan seorang namja yang…”

 

“Tapi, dia teman lamaku, oppa. Kami sudah lama sekali tidak bertemu.”

 

“Teman? Teman macam apa dia yang membuatmu mabuk begitu parah? Kau sadar tidak? Dia menciummu dan hampir…”

 

“Mwo???” Aku kaget. Kyungjae menciumku? Sontak kututup mulutku.

 

“Ah, kau benar-benar tak tahu?” Nada Jonghyun oppa sudah kembali normal, tapi lebih terdengar seperti orang frustrasi. “Kuharap kau tak akan menemuinya lagi. Namja itu bukan namja baik-baik, Kyungi. Bukannya aku ingin mencampuri urusanmu, tapi aku tahu apa yag terjadi semalam. Aku oppamu, aku sunbaemu, aku tak ingin hal seperti itu terjadi lagi pada dongsaeng atau hoobaeku.”

 

♪ Youkyung POV End ♪

 

P.S: Ga On adalah stage name Youkyung di band lamanya, SPONGE Band.

 

#AuthorTime

Bagaimana dengan part yang ini? Ingin tahu kelanjutan Jonghyun dan Youkyung?

Lalu bagaimana dengan Jini dan Kyungjae?

Ada masukan? Silakan tulis di bawah ini. Kkamsahamnida. ^.^

12 thoughts on “FNC, I’m in Love (Part 3)

  1. Keren…youkyung sepertinya udh mulai suka sama Ajong krn perhatian ajong itu,tp ajong msi suka meahri itu? Ntar lama2 jg ajong menyadari keberadaan youkyung..bener ga thor? Hahaha lanjoooot

  2. Kasian youkyoung… Ternyata dia disuruh ngelakuin hal yg dia nggak suka sama manajernya ckck…
    Kya~
    Jonghyun gentle banget aaaa mau dong digendong #plak😄
    Oh ya untuk part
    selanjutnya, aku ada usul thor…
    Moment mereka berdua tetep ada (dan harus banyak + romantis #maksa :D) terus masukin juga part youkyoung sama member aoa thor. Kan mereka lg ada masalah ya? Kayaknya seru deh ngeliat member girlband musuhan #plak😄
    Udah gitu aja hehe gomawo thor ^^

    • Wah, author jg pengen digendong, tuh. *.* #LemparKolor
      Mereka? Jonghyun-Youkyung?
      Wah, pengennya yg ricuh2, nih? Tsk, tsk, tsk.
      Okedeh, ditampung, ya!
      Chingoo, gomawo! ^^ #Ngaku2 *plak*

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s