Confession [chapter 2]

Confession chapter 2

Cast:

Jung Yonghwa
Lee Jonghyun
Kang Minhyuk
Lee Jungshin
Park Shinhye
Im Yoona
Jung Soojung [Krystal f(x)]
Choi Jinri [Sulli f(x)]
others..

Genre: school life, angst, etc

Length: chaptered

Author: Raineze

Disclaimer: my own plot. Real from my mind. Cast pinjem nama dan badan doang, karakternya asli imajinasi author

A/N: Disini ada cast tambahan, tapi dirahasiakan sama authornya supaya ada misteri-misteri gitu dehh. Oya kalau misalnya judul ngga pas sama ceritanya author mohon maaf, cuma itu yang terlintas di benak author soalnya, hehehe.

Ohya disini author juga minta maaf karena author membuat penyelewengan couple: seenaknya me-mix and match couple-couplenya. Jadi misal Sulli yang harusnya sama Minhyuk jadi sama Yonghwa *ini ngasal, gaada di ceritanya. Hahaha. Author hanya mau mengakrabkan mereka doang kok! *heh? Akrab?

Ohya special thanks buat yang udah menyisipkan jempol dan menorehkan tinta emas di kolom comment di teaser kemaren yaa. Tadinya sih mau dilanjut  dua bulan kemudian, eh tapi udah ditagih sama eon Werren dan eon Kuroshiro. Jadilah saya ngebut. Semoga alurnya ga kecepetan dan ga maksain yaa.

Ohya *ini yang terakhir* Happy Reading!! Hope you like it! *tebar roti dari helikopter #eh?

 

 

 

 

“Oppa!”

Yonghwa tersentak dan menoleh kepada seseorang yang memanggilnya Oppa itu.

“Ne?” jawabnya serak, nyaris tanpa suara. Membuat kening yeoja itu berkerut tiga.

“Aigo, kenapa wajahmu begitu pucat eoh? Kau tidak sakit kan, oppa?” yeoja itu melangkah maju, kemudian menepuk-nepuk kedua pipi Yonghwa tanpa ampun.

“Ya ya ya! Kau apakan aku?” seru Yonghwa, namun yeoja itu tak peduli dan terus menepuk-nepuk pipi Yonghwa kian keras.

“Krystal!”

Gerakan tangan itu terhenti dan melayang di udara. Kemudian ia menyengir sembari menurunkan tangannya takut-takut.

“Ups. Mianhae oppa. Aku hanya tidak ingin kau sakit.” ujarnya. Yonghwa hanya mendengus mendengar alasan yeoja yang notabene-nya adalah kekasihnya itu.

“Nae gwaenchanayo. Sudahlah kau tidak perlu khawatir. Aku hanya.. kelelahan. Ya, benar kelelahan.”

“Jeongmalyo?”

“Ne. Apa kau tidak percaya padaku?”

“Ani. Aku percaya padamu, oppa.”

“Apa yang ingin kau katakan padaku tadi Krystal-ah?” ujar Yonghwa tersenyum. Sedikit mengacak puncak kepala Krystal penuh sayang.

“Ah! Ne. Benar. Aku hampir lupa.”

“Dasar pikun,” ledek Yonghwa membuat Krystal menatapnya sengit.

“Tega sekali kau padaku. Mm, hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu oppa. Aku ingin menonton film sepulang sekolah bersama temanku. Mianhae.”

“Temanmu? Siapa?”

“Seohyun eonni, oppa. Tenang saja, aku tidak akan membohongimu. Setiap perkataanku 100% akurat! Hehehe.”

“Ahh, baiklah. Aku juga sepertinya latihan band sampai larut. Jadi, bersenang-senanglah chagiya!” Yonghwa tersenyum kecil.

“Ehm, oppa. Aku pergi dulu, ya. Annyeong!” Krystal melambaikan tangannya riang pada Yonghwa sembari melangkah mundur menuju pintu keluar.

“Krystal-ah..” panggil Yonghwa tepat ketika Krystal hendak menutup pintu. Krystal pun melongokkan kepalanya dan menatap Yonghwa polos. Membuat Yonghwa terkekeh.

“Kemarilah.”

Krystal menurut dan kembali menghampiri Yonghwa. Ketika Krystal sudah di hadapannya, Yonghwa pun sedikit melangkah maju dan mengecup kening Krystal.

“Selamat bersenang-senang! Hati-hati di jalan!” pesan Yonghwa tertawa melihat rona merah mulai menjalar di seluruh wajah Krystal. Krystal mengangguk dan menggigit bibir bawahnya, seolah menimang-nimang sesuatu.

Cup.

“Annyeong oppa! Aku, pergi dulu ya!” seru Krystal gugup lalu segera kabur dari tempat itu.

Yonghwa tersenyum kecil sembari memegang pipi kanannya yang baru saja dikecup Krystal. Kemudian ia terkekeh pelan. “Dasar anak itu..”

 

***

 

“Annyeong!”

“Oh! Annyeong!”

Dua yeoja itu saling melempar senyum satu sama lain. Salah satunya ikut duduk di rerumputan bukit sekolah yang lembut itu.

“Sedang apa, Yoona-ya?” tanya gadis itu pada Yoona. Yoona menoleh dan tersenyum kecil.

“Hanya ini Shinhye-ya.” jawab Yoona pelan.

“Hanya ini?” ulang Shinhye tak mengerti. Kedua alisnya hampir bertautan.

“Ehm..  ne. Aku sedang mengerjakan artikel majalah sekolah. Haahh pegalnya tengkukku!” seru Yoona memijit tengkuknya. Shinhye hanya manggut-manggut.

“E-Eh! Jangan begitu! Nanti tengkukmu keseleo!” cegah Shinhye buru-buru menghentikan gerakan tangan Yoona yang memijit tengkuknya asal-asalan.

Serta merta Shinhye menurunkan tangan Yoona dan mempraktekkan gerakan memijit tengkuk yang benar. “Nah, begini caranya. Bagaimana? Lebih baik bukan?”

“Ne. Ahh, benar. Tengkukku terasa lebih ringan sekarang. Gomawo Shinhye-ya” ucap Yoona tersenyum manis. Shinhye terkekeh.

“2800 won.” Shinhye mengulurkan tangannya kepada Yoona dan mengerling jahil.

“Mwo?! Kau memberiku tarif?”

“Tentu. Jika tidak, aku ru-gi!” desis Shinhye persis di telinga Yoona. Kemudian terbahak keras.

“Dasar..” Yoona ikut terbahak bersama Shinhye. Menghabiskan waktu senja di bukit sekolah dengan tawa riang bersama.

“Uhm, Shinhye-ya,”

“Ye?”

“Siapa sebenarnya ‘H’-mu? Katakan padaku, aku benar-benar penasaran!!”

“Bimilyo. Hehehe. Aku takkan mengatakannya padamu, Yoona-ya! Hahaha.”

Yoona merengut mendengar ucapan Shinhye. Sejujurnya ia sangat penasaran pada ‘H’ Shinhye. Shinhye hanya berkata dia adalah seorang namja di Namsan High School yang pada saat pertama kali Shinhye melihatnya, namja itu sedang memakai hoodie coklat tua. Hanya itu. Tidak lebih.

“Sudah kukatakan ‘H’ untuk Hoodie! Atau bisa juga Hye”

“Hoodie katamu? Aigo.. setiap hari pasti ada saja namja yang memakai hoodie! Dan warnanya coklat tua, itu terlalu umum! Kenapa tidak pink saja yang sedikit langka?” pekik Yoona gemas.

“Aahh, ‘H’ kau terlalu tampan untuk ukuran manusia~  Kau seperti malaikat~ lalalala~” tanpa memedulikan Yoona yang ribut sendiri, Shinhye menyanyikan kalimat itu untuk menggoda Yoona. Kemudian ia menatap layar ponselnya penuh gairah. Seperti ada gambar namja itu di ponselnya.

“Perlihatkan padaku!” Yoona langsung merebut ponsel Shinhye, namun nihil. Hanya layar gelap yang dilihatnya. Yoona tak langsung menyerah, ia menekan tombol power, dengan harapan wallpaper ponsel Shinhye adalah namja itu. Tidak ada lagi. Yoona hendak mengutak-atik ponsel Shinhye, Yoona memutar otaknya keras, mencari segala kemungkinan. Namun ia tak menemukan password-nya.

“Password-nya apa?” tanya Yoona begitu ia sudah lelah menebak-nebak password dan sedikit putus asa.

Tidak dijawab. Shinhye masih terbahak melihat kegigihan Yoona mencari tahu siapa itu ‘H’. Persis seperti stalker yang mencari info mengenai idolanya hingga begitu mendetail.

“Ahh hari mulai malam, Yoona-ya. Aku pulang dulu. Nanti halmeoni memarahiku habis-habisan kalau aku pulang terlambat. Kembalikan ponselku.” Shinhye kembali mengulurkan tangannya, namun ditahan oleh Yoona.

“Katakan padaku siapa ‘H’!” ujarnya, matanya memicing. Membuat Shinhye sedikit takut akan tatapan Yoona yang sedikit menyeramkan itu.

“Ahh sudahlah. Kapan-kapan kuberi tahu. Janji! Ayo kemarikan ponselku! Halmeoni akan ceramah sampai pukul delapan malam nanti, ayolahh.” pinta Shinhye kembali dengan aegyo yang benar-benar membuat Yoona luluh. Dengan enggan Yoona mengembalikan ponsel Shinhye. Namun sejengkal lagi ponsel itu mendarat di telapak tangan Shinhye, Yoona menariknya kembali.

“Janji ya katakan padaku nanti.”

“Iya! Tenang saja. Memangnya kenapa sih kau begitu penasaran? Tenang saja, aku tahu kau menyukai Jonghyun. Dan ‘H’ itu untuk Hoodie, bukan Hyun. Nah, sudah kan? Aku pulang ya! Annyeong!” sambar Shinhye dengan sekali tarikan napas dan tanpa babibu lagi langsung berlari pulang meninggalkan Yoona yang mendengus sebal.

“Apa? Aku menyukai Jonghyun katanya? Enak saja. Dia hanya partnerku di klub majalah kok,” cibir Yoona pada dirinya sendiri kemudian membereskan barang-barangnya dan ikut berlari pulang menyusul Shinhye.

“Shinhye-ya! Tunggu aku! Kita pulang bersama!”

 

***

 

“Eonni! Apa kau menunggu lama?” Krystal sedikit berlari menghampiri seorang yeoja cantik yang sedang menatap jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

“Kukira kau takkan datang, Krystal-ah.”

“Aniyo. Aku pasti akan datang, untuk menemani eonni kemanapun eonni mau! Hehehe.” Krystal tertawa mendengar ucapan bodohnya sendiri. Sementara yeoja yang dipanggilnya eonni, yakni Seohyun terkekeh.

“Dasar Pengikut Seohyun.”

“Yee, enak saja. Mana mau aku menjadi Pengikutmu eonni. Hahaha.”

“Hahaha. Oh ya, kenapa tadi kau lama sekali?” tanya Seohyun ikut melangkah bersama Krystal menuju halte bus terdekat.

“Oh itu. Aku memberitahu Yonghwa oppa dulu aku tidak bisa pulang bersamanya karena akan menemani eonni. Dan katanya tidak apa-apa karena dia juga akan latihan band sampai larut.” jelas Krystal riang. Seohyun hanya manggut-manggut.

“Ohh urusan sepasang kekasih ternyata. Untung saja aku tidak jadi meneleponmu tadi. Jika ya, nanti aku menjadi pengganggu dong.” ujar Seohyun sementara Krystal hanya nyengir.

.

“Eonni, kita mau beli apa saja disini?” tanya Krystal begitu ia dan Seohyun mulai melangkah memasuki department store.

“Aku? Aku ingin beli buku, makanan untuk kucingku, dan sebuah miniatur gitar. Kau?” jawab sekaligus tanya Seohyun.

“Gitar? Jangan bilang untuk Yonghwa oppa.”

“Hahaha. Aniyo. Kau ini, curiga sekali padaku. Tentu saja bukan untuknya! Atau kau juga beli saja untuknya Krystal-ah! Hadiah dari kekasih pasti sangat berharga..” goda Seohyun membuat kedua pipi Krystal mulai merona.

“Eonni! Apa sih? Sudah, ayo kita kemana dulu?” seru Krystal menutupi kegugupannya. Ia juga sedikit mendorong tubuh Seohyun yang masih tertawa-tawa habis menggoda hoobae yang sudah dianggap adiknya itu.

.

“Nah Krystal-ah. Menurutmu lebih bagus yang mana? Yang biru ini atau yang merah ini?” tanya Seohyun menunjukkan kedua benda kecil yang merupakan miniatur gitar dengan kedua tangannya.

“Ehm.. ah. Aku ambil yang merah. Yang biru untukmu eonni!” jawab Krystal langsung merebut miniatur gitar berwarna merah tanpa peduli reaksi Seohyun. Kemudian ia berjalan menuju kasir mendahului Seohyun.

“Baiklah, aku yang biru kau yang merah. Nah, sekarang kita ke toko buku!”

Krystal tersenyum melihat tingkah Seohyun yang sedikit kekanakan itu sembari mengikutinya menuju toko buku. Mungkin saja ada salah satu buku yang menarik baginya meskipun dalam setahun bisa dihitung berapa kali ia menyentuh sebuah buku.

“Hoahem..”

Entah sudah kali ke berapa Krystal menguap. Ternyata membosankan berada di area yang bahkan tidak terdaftar dalam kamus hidupmu. Krystal baru tahu akan hal itu. Dan dia ingin Seohyun bertobat menjadi tidak betah berada di dekat buku kemudian mereka pulang kemudian Krystal langsung terbang ke kasur dan tidur.

Itu hanyalah khayalan Krystal yang terlalu tinggi. Sejatinya Seohyun bahkan sudah menaruh beberapa buku di samping Krystal. Dan semua buku itu lumayan tebal. Krystal enggan melihat ke arah itu, ia takut akan menjadi gila setelah melihat benda yang membuatnya syok itu.

Glek.

 

***

 

“Hyung, tadi kau..” kata Jungshin terputus, tak sanggup melanjutkan kalimatnya.

“Hey, kau masih dibawah umur! Ah, seharusnya tadi aku menutup matamu Jungshin-ah. Kau belum boleh melihat yang seperti itu!” ujar Jonghyun memukul kepala Jungshin. Minhyuk tertawa sedangkan Yonghwa melongo tidak mengerti.

“Appoyo hyung.. Kenapa kau selalu menganggapku anak kecil eoh?” balas Jungshin sebal.

“Memang kau yang terkecil kan.”

“Kata siapa? Aku yang tertinggi diantara kalian kok!” Jungshin mengerucutkan bibirnya semakin kesal. Sementara Yonghwa diam-diam ikut kesal, merasa tersindir.

“Yonghwa hyung, kau kenapa?” tanya Minhyuk polos. Yonghwa hanya diam tanpa melirik Minhyuk. Ia sudah terlanjur kesal oleh perkataan Jungshin.

“Ohh, jadi kau yang tertinggi, betul?” ujar Yonghwa dengan nada amat manis dan sedikit aegyo.

“Ne. tentu saja. Aku yang tertinggi dan termuda diantara kalian. Dan kau hyung, kau yang tertua dan terpen..” Jungshin menghentikan ucapannya menyadari seringaian maut dari Yonghwa.

“Terpen- apa?”

“A-Aniyo hyung. Tidak jadi.” Jungshin tergugup. Sedikit bersembunyi dibalik punggung Jonghyun. Yonghwa mendengus dan melangkah menuju gitarnya.

“Ayo latihan lagi.”

Mereka bertiga mengangguk mendengar komando dari Yonghwa. Semua langsung ambil posisi dan mulai memainkan alat musik masing-masih sesuai tempo yang telah ditentukan.

.

Dua jam berlalu sudah. Latihan band berakhir lancar. Semua merasa puas. Keringat mereka kini terbayarkan oleh kinerja yang semakin membaik. Tentu saja untuk persiapan menyambut festival sekolah. Sebuah event akbar yang sangat dinantikan keempatnya.

“Hey Jungshin-ah!” panggil Yonghwa tanpa menatap Jungshin yang sedang minum air mineral langsung dari botolnya.

“. . . Ne hyung?” jawab Jungshin setelah menelan beberapa teguk air yang diminumnya. Rasanya jalur kerongkongannya tidak lagi kering seperti tadi. Sejuk dan nyaman.

“Aniya. Tidak jadi.”

Ketiganya saling berpandangan. Minhyuk mengangkat bahu. Tidak tahu menahu tentu saja. Yonghwa tetap cuek sembari membersihkan keringatnya yang serasa melengket ke tubuhnya. Lebih tepatnya diam.

“Kukira kau ingin memukuliku karena yang tadi..” Jungshin memecah keheningan dengan mencoba bergurau. Kemudian ia tertawa hambar, tak ada yang mengikuti jejaknya. Hanya diam. Ya, diam. Rasanya itulah yang paling tepat dilakukan saat ini.

“Yang itu? Lupakan saja. Aku sudah terbiasa menemui makhluk macam dirimu.”

“Siapa saja hyung?” tanya Jonghyun antusias. Yonghwa sedikit memutar bola mata dan mendesah pelan.

“Lee Jungshin. Jungshin Lee. Jungshinnie. Bassist CNBLUE. Roomate sekaligus soulmate Minhyuk. Yah kurasa hanya itu, makhluk semacam dia,” jawab Yonghwa enteng. Minhyuk tertawa begitu pula Jonghyun.

“Itu sama saja diriku-diriku juga hyung!” bantah Jungshin.

“Memangnya aku bilang orang itu adalah orang lain selain dirimu? Tidak kan.” Jungshin menutup mulut. Ia sudah kalah telak. Tak bisa membalas perkataan Yonghwa. Terlebih karena nada bicara Yonghwa sudah ada tanda-tanda berbahaya.

“Ah! Aku pulang dulu ya! Hm, kalian rapikan saja ruangan ini sebelum pulang ne? Annyeong!” Yonghwa meraih tas punggungnya dan mulai melangkah keluar ruangan meninggalkan ketiga namdongsaengnya yang masih melongo tidak mengerti.

“Omo! Hari ini aku ada les! Aku juga pulang ya! Annyeong!” Minhyuk yang paling pertama menyadari akan disuruh bersih-bersih pun langsung angkat kaki dari ruangan itu. Sebenarnya ia berbohong, tidak ada les apapun hari ini. Hanya saja ia sedang malas bersih-bersih. Alasan yang simpel bukan?

“Minhyuk! Tunggu aku!” Jungshin berlari mengejar Minhyuk. Menjadikan Jonghyun seorang diri di ruangan itu.

“Oh baiklah. Lee Jonghyun berbaik hati merapikan ini semua, dasar kalian berdua, durhaka padaku, hyungnya!” ujar Jonghyun sedikit mengumpat pada duo maknae yang melarikan diri itu.

 

***

 

Dalam ruangan beraroma khas dengan nuansa putih itu, terdapat beberapa orang disana. Sedikit. Tentu saja. Sudah lewat jam yang seharusnya. Seorang namja berhoodie hitam tengah duduk diam di salah satu kursi dingin di pojok ruangan. Tertunduk dalam. Kedua tangannya saling meremas satu sama lain. Sangat kuat. Tak peduli meskipun buku-buku jarinya akan memutih sekalipun. Ruangan panjang ini terasa sepi. Lalu-lalang para perawat yang biasanya 30 detik sekali – itupun jika kau menghitungnya – mulai berkurang. Sudah 20 menit lamanya dan tidak ada satu perawatpun yang melewati koridor sepi ini. Entah mengapa, ia merasa kedinginan. Padahal ini baru awal musim gugur, masih sedikit hangat. Atau hanya karena kesehatannya yang akhir-akhir ini terasa kurang baik ya?

Tiba-tiba terdengar suara pintu berderit kecil terbuka. Menampakkan seorang perawat cantik kemudian ia berjalan menghampiri namja berhoodie hitam itu. Menepuk bahunya pelan, dan berkata;

“Tuan Jung..”

Refleks, namja bermarga Jung itu mengangkat kepalanya. Sedikit mengerjapkan mata. Ia pun bangkit mengikuti arah perawat itu pergi. Ke tempat yang seharusnya ia berada. Pergi tanpa sepatah katapun.

“Jang uisanim.”

Namja berhoodie hitam itu sedikit membungkuk hormat pada dokternya itu. Jang Wooyoung, ya, itulah nama dokter itu. Dokter muda yang amat handal dan tidak seperti dokter-dokter lainnya yang bersikap formal, ia cenderung lebih santai. Bahkan hobinya bermain video games atau menggebuk drum di waktu luangnya. Dokter yang.. ajaib?

“Annyeonghaseyo, Yonghwa-ya. Lama tidak bertemu.” jawab Jang Wooyoung berbasa-basi. Ia bangkit dan sedikit memeluk Yonghwa. Yonghwa hanya tersenyum kecil.

“Baiklah, ada yang bisa kubantu?” ujar Wooyoung setelah melepaskan pelukannya dan mempersilakan Yonghwa duduk.

“Ne Wooyoung-ah. Aku akhir-akhir ini merasa sering sakit kepala, nafasku pendek-pendek, sakit di dada, bahkan aku cepat lelah dan penglihatanku sedikit terganggu karena apa yang kulihat itu terlihat selalu ganda. Apakah itu gejala suatu penyakit?” tanya Yonghwa pelan. Wooyoung sedikit menerawang, menatap lurus tembok di belakang Yonghwa. Seperti sedang berpikir.

“Sakit di dada? Apakah kau sedang patah hati eoh?” goda Wooyoung membuat Yonghwa membelalak lebar.

“Enak saja. Krystal masih padaku. Dan aku masih pada Krystal. Jangan meledekku. Atau mungkin kau menutupi alibimu yang tak kunjung mempunyai kekasih ya? Apa tidak ada yang menginginkanmu Woo? Makanya, bersikap cool-lah sedikit! Hahaha.”

“Aku bukannya tidak cool! Apa kau tidak lihat penampilanku eoh? Tidak cool dimananya coba?” balas Wooyoung membela diri. Menunjukkan bagian yang menurutnya cool di tubuhnya.

“Dan aku hanya belum ingin memiliki kekasih, nanti pekerjaan dokterku terganggu. Hohoho.”

“Mwo? Hah, kau berusaha mengakaliku, ya kan? Hahaha.”

“Hahahaha.”

Mereka tertawa bersama. Perbedaan usia yang terpaut tak terlalu jauhlah yang membuat keduanya bersikap layaknya bertemu teman lama. Bernostalgia ini dan itu. Saling meledek satu sama lain. Berdebat hebat hingga atmosfer keduanya tidak terlalu baik. Dan pada akhirnya mereka akan tertawa bersama. Melupakan niat awal berjumpa.

“Hey, jadi bagaimana?” kata Yonghwa setelah puas menertawakan Wooyoung yang menertawakannya. Wooyoung sedikit berdeham, mengembalikan image dokter berwibawa yang tadi dilepaskannya begitu saja.

“Apa kau selalu meminum multivitamin-mu secara rutin?” tanya Wooyoung serius.

“Ne. Aku saja sampai bosan mendengar ocehan Krystal yang setiap satu jam sekali meneleponku hanya untuk menanyakan aku sudah minum multivitamin atau belum,” cerita Yonghwa menggebu-gebu. Wooyoung hanya terkekeh mendengar cerita Yonghwa.

“. . . .”

“Jadi..?”

“. . . .”

“Wooyoung-ah! Kau kenapa?”

“Eh? A-Aku.. hmm, aku tak percaya akan mengatakan ini, tapi ini faktanya Yonghwa-ya–” Wooyoung mendesah berat. Sesungguhnya ia tak ingin mengatakan ini, tapi membohongi Yonghwa dan berkata ia baik-baik saja padahal tidak tentu lebih tidak ingin dilakukannya.

“Apa?”

“Hm, ayo kita pastikan dulu. Ikut aku ke lab sekarang. Kita cek darahmu.” Kata Wooyoung parau. Ia berusaha meneguk ludahnya sendiri karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering. Wooyoung bangkit dengan sedikit enggan. Sungguh tak percaya temannya memiliki penyakit itu.

“Katakan dulu apa diagnosa-mu,” kata Yonghwa dengan raut sedikit cemas melihat perubahan ekspresi Wooyoung yang begitu drastis itu. ia menahan lengan Wooyoung dan menatapnya penuh tanda tanya.

“Tidak. Kita cek dulu darahmu baru aku akan mengatakannya.” jawab Wooyoung melepaskan genggaman Yonghwa di lengannya. Kemudian melangkah menuju pintu dan menghilang dibaliknya diikuti Yonghwa yang masih memanggilnya, menanyakan apa yang disembunyikan Wooyoung darinya.

 

 

 

To be continued..   

 

Yeay! Chapter 2 udah jadi! *merenggangkan otot* Eotthe? Makin aneh gaje abal standar biasa pasaran ngga bermutu kan? Hahaha. Apa chapter 2 nya memuaskan dirimu readers? Emm, ini bener-bener suka-suka jidat author masukin castnya, hehehe. Oh ya maaf banget Sulli gaada sama sekali disini, huehehehehee. Uwaaa comment kalian sangat diinginkan diriku~ mohon maaf atas segala typo yang mungkin bertebaran._.

Jeongmal kamsahaeyo udah mau bacaaa *tebar biasmu. *dadahdadah a la Miss Universe \(^.^)/ untuk chapter selanjutnya author gatau bakal post kapan. Doakan saja ganyampe setahun *readersnya keburu jamuran-__- eh maksudnya doakan saja ide brilian hinggap di otak author dan makin cepet postnya. Oh ya respon readers juga membantu chapter 2 dipost lebih cepet lohh huahahahahahahhaaa

 

21 thoughts on “Confession [chapter 2]

  1. Aku agak susah ngebayangin yonghwa-krystal pacaran, soalnya mereka biasanya jadi kakak-adek hehe🙂
    Mix n match shipper bikin aku jadi agak susah berimajinasi nih #payah.com #plak😀
    Tapi tetep keren ffnya, ditunggu next partnya ya. Btw yonghwa jangan dikasih penyakit macem2 (?) ya thor. Fighting!

  2. wah, knp it yong? skt apa dy?
    ok, sy tnggu ja part slnjtnya..
    trz sya jg sngat mghrapkn ada sweet moment bwt scne tiap coupke..kekeke~
    gute job bwt authornya, jgan ptus dtengah jalan ne?

  3. wah,,,,cwo2 misterius buat shinhye n seohyun ^^
    penasaran!!!!!!!!!!!!
    jungshin mah ju2r bgt,,,,,dia lah si mood maker❤

    yongppa kenapa dengan diri mu???????
    author lanjutttttttttttttttttttt
    seru jg bnyk pemain'a,,,,,,,jadi harus extra konsentrasi baca'a

  4. Terus-terus??
    Minhyuknya pasangan ama siapa nanti???
    Smoga ama Krystal.. *ditelen Yonghwa*
    Ngebayangin abang Wooyoung jadi dokter ngakak beraat.. *dicekek Wooyoung*

    Lanjuuuutttt..😀

  5. huaaaa aku baru baca masa dan aku rampungkan part 1 disini ya put *kedipkedip
    entah kenapa selalu suka ff yang settingannya di sekolah, lebih gimanaaa gitu. dan aku suka ff ini, ceritanya ringan dan membuat aku tidak ingin menolehkan kepalaku barang sejenak hohoho *jujur loh ini
    dan…ada apa dengan yonghwa? semoga dia tidak apa-apa🙂
    next ditunggu ^^

    • hahaha beneran nih eonni? ahh gomawo *pasang aegyo.
      sebenernya gatau ini sekolahnya SMA atau udah universitas -_- aku campur dua-duanya kkk.
      ada apa dengan yonghwa? hanya kita yang tau. ahahaha😀

  6. kryss eonni jadi.x ama yoong oppa yaa ???
    agak anehh sihh,, berasa adek-kakak#plakk#
    trusss minhyukk ama cv ???
    duhh… jangan pisahin minhyuk-krystal donkk kka!!!!
    aq shipper trr’besarr mereka tauuuu !!!🙂
    mm.. ituu ajja dehh.. cepett lanjutt yaa,,
    cemungudhhh😀

  7. Ya! Eonni aku udah berulang ulang kali baca tapi chapter 3 nya manaaa?? *nangisdipelukanminhyuk* sumpah aku suka ceritanya dan penasaran banget yong oppa kenapaaa.. Ppaliwa noonaaaa post chapter 3 nya.. Kalo perlu ampe end

  8. thor kenapa yong hwa sama krystal..kenapa gx sama shin hye…yong hwa punya penyakit apa eaa..jadi penasaran…terimakasih thor…

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s