FNC, I’m in Love (Part 4)

 

Title : FNC, I’m in Love (Part 4)

Author : Na Ah Ra

Length : Chaptered

Genre : Romance

Rating : G

Casts :

– CNBLUE’s Lee JongHyun

– AOA’s Youkyung/Y

– Yoon Jin Yi

– FNC Family

 

Disclaimer : My own plot! Tulisan ini fiksi, jadi apabila ada adegan2 atau deskripsi yang tidak berkenan tentang bias reader, author mohon maaf sebelumnya.

 

Note: This chapter is a gift to cherish CNBLUE’s Arena Tour and AOA’s 2nd Single Album.

 

♪ Jonghyun POV ♪

 

Aku melangkah lemas menuju ruang keluarga. Kujatuhkan tubuhku lemah di sofa depan TV. Baru saja aku selesai menghadap Yonghwa hyung di kamarnya. Baru kali ini aku dipanggil ke kamarnya karena selama ini kami partner in crime, jadi kalau kesalahan kecil saja ia tidak akan menyuruhku menghadap. Berbeda kalau yang melakukannya itu Minhyuk atau Jungshin. Namun, kali ini nampaknya kesalahanku cukup besar. Tentu saja, aku tidak pulang semalaman tanpa pemberitahuan dan telat datang rehearsal tadi pagi.

 

Huaaa… Hari yang tidak akan pernah kulupakan. Sempurna sekali kemalanganku! Ditolak Jini, mengurus yeoja mabuk, dan dipanggil Yonghwa hyung plus mendapatkan hukuman menggantikan tugas rumah tangga Minhyuk dan Jungshin selama satu bulan. Aku yang selama ini tidak pernah menyentuh pekerjaan rumah tangga dan benci bersih-bersih? Ini akan berat. T.T Aku tidak bisa menceritakan apa yang terjadi semalam karena itu masalah internal AOA. Jadi, walaupun Yonghwa hyung mengatakan akan meringankan hukumanku kalau bercerita, aku memilih tetap tutup mulut.

 

“Minhyukiiii!” Kudengar suara Jungshin melengking memanggil Minhyuk.

 

“Wae?” Minhyuk langsung keluar dari kamarnya menuju ke arah datangnya suara Jungshin.

 

“Kenapa kautaruh stik drum di kamar mandi, hah? Kau menggosok gigimu dengan ini?” Pertanyaan Jungshin dapat kudengar dengan jelas. Mereka ini suka berdebat yang tidak penting.

 

“Ini? Aku tak punya stik drum seperti ini! Lagipula, aku belum ke kamar mandi dari tadi,” sahut Minhyuk dengan nada jengkel.

 

“Kalau bukan punyamu, punya siapa?” Jungshin masih saja ngotot.

 

Eh, tunggu dulu? Stik drum? Bukan punya Minhyuk? Di kamar mandi? Tadi sebelum pergi rehearsal yang terakhir memakai kamar mandi…

 

“Itu punyaku!” sahutku segera sambil berlari menuju ke tempat perdebatan Minhyuk dan Jungshin.

 

“Eh, sejak kapan?” Jungshin dan Minhyuk bertanya serempak menunjukkan keheranannya.

 

“Sejak saat ini,” sahutku cuek sambil merebut stik drum di tangan Minhyuk. Langsung saja kutinggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar.

 

“Besok jangan lupa bangun pagi, hyung!” Kudengar Minhyuk berteriak di depan kamarku.

 

“Selamat menjadi ibu rumah tangga yang baik!” Jungshin menimpali. Aishh, jinjja!

 

♪ Jonghyun POV End ♪

 

♪ Youkyung POV ♪

Finally, September ends.

 

“Wai, kau sudah tahu? Besok mereka berangkat ke Jepang, lho!”

 

Kata-kata Mina tadi pagi terus menghantuiki sepanjang hari. Ya, aku tahu! CNBLUE besok pergi ke Jepang untuk Arena Tour mereka selama sebulan ke depan. Demi menyadari hal itu, tiba-tiba semangatku mengendur. Aku belum bertemu Jonghyun oppa sejak kejadian itu, bahkan aku belum sempat berterima kasih padanya. Telepon? SMS? Aku tak punya nomornya dan enggan memintanya pada Choa eonni.

 

***

 

Hari sudah larut malam. Kami, AOA, baru selesai mempersiapkan video clip single terbaru kami yang akan release 11 Oktober nanti. F&C Academy sudah sepi saat kami kembali. Masih ada urusan yatng harus kami selesaikan sebelum kembali ke dorm. Namun, bukan hal itu yang membuatku gelisah sekarang. Kau tahu? CNBLUE ada di sini juga! Aku harus bertemu Jonghyun oppa sebelum mereka pergi ke Jepang besok, tapi aku masih sangat malu dengannya jika mengingat kejadian lalu.

 

Aku sebenarnya sudah tahu karena sudah menjadi kebiasaan mereka, tidur di F&C Academy pada malam sebelum overseas tour. Oleh karena itu, aku sangat bersyukur AOA kembali ke sini lagi, walaupun sudah larut malam. Aku juga sudah membawa baju Jonghyun oppa untuk dikembalikan, tinggal mencuri kesempatan agar dapat menemuinya dan tentu saja harus mempersiapkan mental dulu.

 

Pembicaraan manajer dengan kami berlangsung serius, tapi aku tidak dapat berkonsentrasi. Aku gelisah memikirkannya. Bagaimana kalau ia sudah tidur? Berarti satu bulan lagi baru bisa bertemu? Pikiran-pikiran semacam itu yang terus mengusikku hingga tanpa sadar diskusi kami sudah selesai dan kami pun harus pulang ke dorm. Hah, hilang kesempatan untuk bertemu dengannya. Aku pun mengikuti langkah groupmate-ku keluar ruangan dengan lunglai tanpa gairah.

 

“Kyungi,” panggil seseorang. Suara namja. Nugu? Aku memutar kepalaku ke arah datangnya suara. Omo~! Jonghyun oppa! Ia sudah berdiri di samping kananku. Bagaimana ia bisa ada di sini?

 

“Kami tunggu di mobil,” ujar Choa eonni yang berada di belakangku, mengembalikanku ke realita. Hhh, untung yang lain sudah berjalan di depan.

 

“Bye, Choa~ya!” ucap Jonghyun oppa pada Choa eonni yang berjalan meninggalkan kami.

 

“Oppa, bagaimana kau tahu aku ada di sini?”

 

“Choa yang memberi tahu,” jawabnya. “Karena kurasa aku harus bertemu denganmu sebelum berangkat ke Jepang, jadi aku menanyakan keberadaanmu padanya.”

 

“Ah, Choa eonni,” anggukku mengerti, “tapi untuk apa oppa mencariku?”

 

“Ini.” Jonghyun oppa mengeluarkan sesuatu dari saku belakangnya. Ah, stik drum?

 

“Kau meninggalkannya di kamar mandi waktu itu,” ujarnya menjawab ekspresi bingungku.

 

“Ah, jadi aku meninggalkannya di sana? Gomawoyo,” ucapku sambil menerima stik drum itu. “Ah, aku juga ingin mengembalikan ini,” tambahku sambil mengeluarkan bungkusan yang berisi kaos dan jaket Jonghyun oppa. “Neomu neomu gomawoyo!”

 

“Eonggg,” sahutnya.  “Sudah hampir pagi, pulanglah!”

 

♪ Youkyung POV End ♪

 

♪ Jonghyun POV ♪

 

“Bye, oppa! Sukses untuk konsernya! Fighting!” pamit Youkyung lalu melenggang pergi.

 

Aku pun segera pergi menuju Studio A, tempat tidurku malam ini. Ini memang kebiasaan kami, menginap di sini sebelum overseas tour. Tidur di tempat latihan kami seperti ini dapat menimbulkan energi yang besar untuk kami sehingga kami dapat maksimal dalam pertunjukan mendatang. Walaupun tak ada perlengkapan tidur yang memadahi di sini, kami cukup nyaman dengan ini. Sudah jarang sekali kami tidur berempat seperti ini.

 

Kubuka pintu Studio A perlahan agar tidak membangunkan yang lain. Ah, Lee Jungshin! Selimutku dipakai juga! Kutarik paksa selimutku itu, tapi ia menarik lagi selimut itu dengan mata tertutup. Payah, pasti dia mengigau! Ah, sudahlah. Susah kalau menghadapi Jungshin yang mengigau. Ahya, ‘kan ada jaket yang tadi dikembalikan Youkyung. Kukeluarkan hoody jacket itu dari dalam bungkusan. Namun, ketika akan kupakai ada selembar kertas yang jatuh. Alih-alih ingin memakai jaket, kubuka lipatan kertas itu. Bukan tulisanku. To: Jonghyun oppa, bacaku dalam hati. Untukku?

 

Oppa, jeongmal jeongmal mianeyo.

Aku sudah merepotkanmu kemarin. Aku telah melakukan hal yang sangat memalukan.

For made you mad, for made you embarassed, I’m so sorry.

Aku juga telah membuatmu berada dalam keadaan yang sulit.

Kudengar kau dihukum Yonghwa oppa. Untuk itu, aku juga minta maaf.

Aku tak tahu bagaimana harus membalasnya.

Setelah konsermu di Jepang nanti, kuharap aku bisa membalasnya.

Ohya, untuk Arena Tour CNBLUE, Fighting!

Ah, I can’t support you very well. But I hope the best for you and CNBLUE.

I can’t write any more words, so at least I should repeat these.

Joesonghamnida, kkamsahamnida, fighting!

 

~Y~

 

♪ Jonghyun POV End ♪

 

♪ Youkyung POV ♪

 

Groupmate-ku sudah terlelap dalam mobil, sedangkan pikiranku masih melayang-layang. Kuputar-putar stik drumku yang tadi dikembalikan oleh Jonghyun oppa. Ah, Jonghyun oppa, mengapa orang itu melintas di kepalaku dari tadi? Mengingatnya akan berada di Jepang selama satu bulan, tiba-tiba aku merasa mood-ku down. Padahal, kalaupun ia berada di Korea, kami juga jarang sekali bertemu.

 

Kuusap-usap stik drum kesayanganku itu. Hm? Ada yang berbeda, rasanya ada bagian yang kasar. Sejak kapan? Kuperhatikan kondisi stik drumku itu. Ha? Apa ini? Deretan angka? Kulihat dengan baik deretan angka yang tercetak di situ. Berdasarkan jumlah digitnya dan angka yang mengawalinya sepertinya nomor ponsel? Kulihat lagi, dan kutemukan tulisan lain di belakang deretan angka itu. Text me. LJH.

 

Omona~! Ini nomor Jonghyun oppa-kah? Apa kucoba saja SMS, biar tahu? Andwe! Kalau salah orang bagaimana? Tapi, yang terakhir memegang stik drum ini ‘kan Jonghyun oppa. Lalu, LJH itu siapa kalau bukan Lee Jonghyun?

 

“Jonghyun oppa?”

 

Akhirnya SMS itu yang kukirim. Ah,paling ia sudah tidur! Drrt. Drrt. Ponselku bergetar. SMS balasan. Dugeun deugun.

 

“Nuguseyo?”

 

Ah, tentu saja ia tak tahu nomor ponselku.

 

“Youkyungiya.”

 

“Ah, Kyungi! Aku menunggu SMS-mu dari tadi.

Kukira kau tak melihatnya.

Ohya, aku sudah membaca suratmu.

Kau tak perlu memikirkan kejadian waktu itu lagi, Kyungi.

Arasso?”

 

“Arasso, oppa. Kundae, aku tetap ingin membalasnya.>.<”

 

“Kupikirkan lagi nanti. =.=”

 

“Ne…:/ Good night, oppa! Fighting! ^.^9”

 

“Be good, Kyungi. I’ll send u an email in Japan later.

So give me ur email address.

Fighting! ^o^9

 

Mwo? Is he asking me to keep contact?

 

♪ Youkyung POV End ♪

 

♪ Jonghyun POV ♪

 

From: guitarjaengyi@fnc.co.kr

To: yhalfangel@fnc.co.kr

Subject: \^o^/

 

Wed, Oct 10th 2012 03.55am

 

Anyong, Kyungi! Are u doing well?

Maaf, baru mengirim email sekarang.

Nagoya selalu membuat kami kewalahan, tapi aku sangaaat senang.

Kami baru selesai rehearsal untuk konser nanti malam.

Tebak, sekarang aku berada di mana?

Yup, di Osaka! Kami sampai ke sini kemarin siang, berangkat langsung setelah fansigning di Niigata.

Ya, seperti di Nagoya, konser di Osaka pun akan berlangsung dua hari.

Makanya, kusempatkan mengirim email untukmu karena aku takut tidak sempat lagi.

Ohya, besok AOA release single kedua ‘kan? Pasti tidurmu kurang.

Jaga kesehatan, ya! Jangan banyak minum! *jitak*😛

Sayang sekali aku tak dapat memberikan supporting speech lagi.😥

Hahaha… tapi setidaknya aku bisa memberikan supporting word untukmu.

Fighting! Hehehe…

 

Email sent!

Sepuluh hari sudah aku berada di Jepang, baru kali ini aku sempat mengirimi Youkyung email. Entah mengapa, rasanya aku harus memberinya kabar. Aneh memang, tapi aku tipe orang yang akan melakukan hal yang aku suka, tanpa memerlukan alasan yang jelas. Entahlah.

 

Fajar hampir menyingsing, rasaya aku belum mengantuk. Pasti karena espresso double shot yang tadi kuminum. Huaaa… aku lapar. Cari kedai ramen, ah. I think it’s okay to wandering around since there is no morning schedule today. Kulihat Yonghwa hyung juga masih asyik dengan Tablet PC-nya, pasti ia juga susah tidur.

 

“Hyung, aku lapar. Wanna do some crime?” godaku.

 

Ia melirikku, detik berikutnya lirikannya berubah menjadi kerlingan jahil. “Don’t tell anyone!” sahutnya sambil bergegas mengemas barang bawaannya. Ah, ID Card jangan ketinggalan, nanti kami bisa konser di penjara kalau lupa membawanya. Haha…

 

Kami pun akhirnya keluar dari hotel dengan penyamaran, tanpa sepengetahuan Jungshin dan Minhyuk yang sudah tidur, juga tanpa pamit manajer kami. Kalau ia tahu, pasti kami dimarahi habis-habisan. Sudah lama sekali tidak menikmati Jepang dengan bebas. Oh, menjelang fajar di Osaka, hmmm… aroma pagi yang menyegarkan membuat tubuh kami merasa bergairah.

 

“Hei, kau masih dihukum, ya!” Yonghwa hyung memperingatkan ketika kami akhirnya sampai di sebuah kedai ramen, tak jauh dari hotel tempat kami menginap.

 

“Araso, hyung,” sahutku enteng. Kukeluarkan Tablet PC-ku, mencari hiburan dan informasi terkini. “Hyung, lihat! Antrian tiket sudah panjang sekarang. Astaga, bahkan kita saja belum tidur,” ujarku menunjukkan berita yang memuat tentang konser kami nanti.

 

“Jinjja?” Yonghwa hyung antusias melihat foto-foto Boice yang sudah berada di Osaka Castle Hall. “Eh, lihat! Lihat yeoja ini. Lihat apa yang dia bawa,” katanya menunjuk pada seorang yeoja dalam salah satu foto. Kulihat ia membawa coffee cup yang ukurannya sebesar galon air minum, nampaknya terbuat dari gabus. Kuperhatikan tulisan yang ada dalam jumbo cup itu: CNBLUE COME ON. Lalu di baris bawahnya: HAVE A GOOD NIGHT. Dan sebagai identitas coffee cup itu, di barisan bawah cup tertulis: Espresso Double Shot.

 

“Subarashii!” komentarku. “Bagus sekali kalau ada isinya, kurasa aku tak perlu tidur untuk satu bulan ke depan.”

 

“Ah, aku juga ingin mencobanya,” sambung Yonghwa hyung sambil men-scroll down layar Tablet PC-ku untuk melihat foto-foto yang lain. Namun, sebelum ia sempat mengklik link berita lain. Ada pemberitahuan di Tablet PC-ku. Meahri is now online. Disusul kemudian dengan sapaan Meahri dengan aplikasi chatting itu.

 

Meahri: Jonghyu~un!

Collin: Wae?                                                                    

Meahri: I’m in a bad mood.:/ Cheer me up!

Collin: Sebentar…

 

Entah mengapa yang ada di pikiranku hanya ini. Kuambil foto close-upku bersama Yonghwa hyung yang sedang menyantap ramennya.

 

Collin: _photo_ Aku sedang makan ramen dengan Yonghwa hyung.

Kaulihat lobak yang ada di mangkuknya? Warnanya putih pucat.

Meahri: Lobak memang warnanya putih!

Collin: Ani. Ia pucat karena nervous akan dilihat idolanya.

Meahri: ??

Collin: Sst… Ia malu-malu mengatakannya, ia fans berat Yoon Jini.

Meahri: Aish, jinjja! Kriuk-kriuk. Humormu tidak pernah bermutu. :hammer:

Collin: Miane L

Meahri: _photo_ Ani. Bwa! I can smile now.😀

Collin: Smile? With those dark circle? Aih, kantung matamu, Jini~ya.😛

Meahri: Jonghyuuuuuuun! >.<”

Collin: Hehehe…😛 You should take a rest. Stay healthy!

Meahri: Okay! ^^!! You too. Fighting! :*

Collin: → :* ← Ige mwoya? Kau menggodaku?

Meahri: Ani.😛 <offline>

 

“Aish, jinjja!” keluhku. Yoon Jini! Aku benar-benar tak dapat mengatasinya dengan baik. Hubungan kami masih dekat seperti dulu, walaupun aku tahu ia tak menyukaiku seperti aku menyukainya. Yeoja itu masih tetap playful. Kau tak sadar sudah membuatku patah hati, hah? Tapi aku senang, tak ada yang berubah di antara kami. Mungkin lebih baik tetap begini.

 

“Kau masih belum mau bercerita?” Suara Yonghwa hyung menyadarkanku kembali ke realita. Ohya, aku tak pernah bercerita apa-apa tentang hubungan kami ini.

 

“Aku ditolak, hyung,” tuturku.

 

“Mwo? Hahaha… Lee Jonghyun ditolak?” Yonghwa hyung nampaknya sangat terhibur mendengarnya. Kupasang sulky face-ku agar ia menghentikan tawanya. “Ah, miane. Kalau kau ditolak, mengapa ia masih menghubungimu?”

 

“Memang ada larangannya? Kau pun begitu, masih berhubungan dengan Seohyun walaupun kau ditolak,” balasku. Skak mati!

 

“Ara, ara. Don’t bring it up!”

 

♪ Jonghyun POV End ♪

 

♪ Youkyung POV ♪

 

Lelah, lelah, tapi sangat memuaskan. Acara peluncuran single terbaru AOA berjalan dengan lancar dan sambutannya pun cukup positif.  Kali ini FT Island oppadeul yang memberikan supporting speech. Tak ada Juniel, apalagi Minhyuk oppa dan Jonghyun oppa. Jonghyun oppa? Katanya ia akan mengirim email, tapi mengapa dari kemarin tidak ada email darinya. Hmmm… Coba kucek, siapa tahu sekarang ada. Aha! Ini dia!

 

Wah, emailnya ia kirim tadi pagi. Ia sekarang di Osaka? Ohhh… Balas sekarang, ah. Pasti konsernya juga baru selesai.

 

From: yhalfangel@fnc.co.kr

To: guitarjaengyi@fnc.co.kr

Subject: Re: \^o^/

 

Thurs, Oct 11th 2012 00.31

 

Maaf, emailmu baru kubaca.

Gwenchana. Aku tahu, kau sibuk, oppa. J

Bagaimana konsernya tadi? Pasti menyenangkan!

Good news, oppa! Guess what?

Comeback  AOA dimajukan jadi tadi siang, bukan siang nanti.

Baru saja kami pulang dari academy, setelah single release tadi siang.

Kau kaget? Kami juga kaget.

Aku tak menyangka begitu banyak dukungan untuk kami.

Rasanya proses ini kilat sekali *zapzapzap*, seperti cahaya.

 

Uhm, akhir-akhir ini tidurku memang kurang. Kau juga, pasti!

Oppa~!!! Aku tidak suka minum2, hanya waktu itu saja!!! :@

Ah, lupakan.

Oppa, stay healthy! Don’t take too much caffeine!

Fighting! ^^9

 

Email sent!

 

♪ Youkyung POV End ♪

 

♪ Author POV ♪

 

14 Oktober 2012

Deungchon-dong, SBS Building

Setelah comeback stage di Music Bank dan Music Triangle dua hari lalu, AOA Black (band part) pun kembali mempromosikan single terbaru mereka di Inkigayo. Cuaca sangat cerah di luar sana. Kalau boleh mengutip perkataan Juniel, musim gugur adalah musim cinta karena udara yang agak dingin membuat orang-orang merindukan kehangatan. Yah, mungkin benar, tetapi bagi Youkyung musim gugur dengan kombinasi dedaunan oranye, seperti warna rambutnya, dengan hembusan angin dingin lebih mendatangkan perasaan lega.

 

Dari jendela ruang tunggu AOA, Youkyung memandang ke luar ke arah dedaunan yang berguguran. Pikirannya melayang jauh, menerawang hari-hari yang telah ia lewati. Berbekal kemampuannya bermain drum yang sudah ia pelajari dari kecil, ia menantang dirinya sendiri untuk memasuki dunia entertain. Terseok-seok di awal karir hingga dapat berdiri kembali sekarang. Semuanya ia lakukan sendiri, tanpa ada dukungan orang-orang terdekatnya. Keluarga? Ia tak tahu apa definisi keluarga sesungguhnya. Yang ada dalam ingatannya adalah suara debaman pintu, dentingan barang pecah, dan isak tangis seseorang yang dulu ia panggil eomma. Lalu, kehidupan berjalan dengan cepat, tanpa ia sempat memahaminya. Datang ke rumah seseorang yang mereka sebut dengan ‘kerabat’, lalu berpindah ke rumah ‘kerabat’ lain. Ribuan mili air mata berjatuhan selama perjalanan itu, tanpa ia sempat tahu alasannya hingga ia menjadi trainee sebuah agency pada musim gugur enam tahun lalu dan memutuskan segala hal yang berkaitan dengan istilah ‘keluarga’.

 

Jalan di FNC kali ini juga ternyata tidak semulus yang diharapkan, walaupun ia masuk tanpa  audisi. Masih saja ada orang yang tidak dapat memahami prinsipnya, seperti manajer AOA. Hal yang aneh sebenarnya karena dari awal pun Han Seungho–CEO FNC–mengkonsepkan AOA dengan gabungan band dan dance group seperti itu, dengan Youkyung hanya berada di formasi band dan Hyejeong-Seolhyun-Chanmi hanya di dance group. Namun, mengapa hanya Youkyung yang dipermasalahkan? Entahlah. Untung saja, setelah kejadian malam itu manajer AOA itu dapat terbuka pemikirannya. Walaupun, sikapnya pada Youkyung masih belum sehangat sikapnya pada member yang lain.

 

Member AOA sendiri selalu menerima Youkyung apa adanya karena mereka segan dengan kemampuan Youkyung itu. Mereka juga merasa menyesal karena tak dapat memberikan membela Youkyung terang-terangan setiap kali Youkyung dimarahi dengan alasan tak jelas. Youkyung sendiri juga bukan orang yang akan mencari pembelaan, ia hanya dapat memendamnya hingga menumpuk. Ah, lupakan. Semuanya nampak membaik sekarang, segala hal sendu perlahan hilang bersama daun-daun yang berguguran.

 

Hiroshima Castle

Semalam adalah konser keenam CNBLUE dalam rangkaian Arena Tour 2012 di negeri sakura. Besok mereka harus kembali berpindah ke kota lain. Oleh karena itu, para member band itu mengambil waktu luang mereka dengan memuaskan diri di kota saksi sejarah pembangunan Jepang ini.Menikmati udara musim gugur di kastil tua bersejarah ini membuat Yonghwa, Jonghyun, dan Minhyuk sejenak terhanyut dalam simfoni alam. Bagi idola seperti mereka, setiap detik waktu istirahat adalah saat yang sangat berharga. Sayang, Jungshin harus kembali ke Korea tadi pagi untuk syuting drama.

 

Ketiga namja berhoody jacket itu melangkahkan kaki mereka dengan ringan, menyusuri jalan setapak yang di beberapa sisinya tertutup dedaunan berwarna jingga. Mereka nampak terlalu asyik menikmati keadaan di sana hingga tak satu patah kata pun terlontar, seolah tak ingin melewatkan tiap inchi panorama yang ada di sekitar mereka. Langkah mereka pun terhenti di bangku di pinggir kolam koi yang menjadi ciri kastil ini. Momen seperti ini harus diabadikan, kata Minhyuk yang suka dengan fotografi. Oleh karena itu, mereka mengambil beberapa gambar dengan kamera Minhyuk dan v-sign pun memenuhi tiap hasil jepretan. Bahagia sekali mereka. Andai Jungshin juga ada di sini.

 

Setelah merasa puas menikmati panorama sekitar dan mengabadikannya, ketiganya asyik dengan gadget masing-masing. Minhyuk main game, Jonghyun memainkan gitar digital, dan Yonghwa surfing. Yang terakhir ini sekaligus mengunggah foto-foto tadi ke jejaring sosial. Yah, Yonghwa nampaknya memang lebih sering mengurus jejaring sosial CNBLUE. Dari ketiganya yang paling asyik nampaknya Yonghwa. Hmmm, pasti dia kepo artis-artis lain, deh. Dasar tukang gosip! Tsk, tsk, tsk… Tobat oppa, tobat… *ups* #AuthorDigampar

 

“Ah, Hongki anyong! Ppyong!” seru Yonghwa tiba-tiba, membuat Jonghyun dan Minhyuk melihat ke arahnya.

 

♪ Author POV End♪

 

♪ Jonghyun POV ♪

 

Aku melirik kaget pada Yonghwa hyung yang duduk di sebelahku. Kaget sekali aku mendengarnya yang tadi cekikikan membaca gosip, tiba-tiba menyapa Hongki sedikit berteriak. Ah, dia sedang berbicara dengan Hongki lewat skype. Tumben sekali Hongki menghubungi Yonghwa hyung pada saat seperti ini.

 

“Sedang di mana kau, Hongki-ya? Ramai sekali di belakangmu.”

 

Samar kudengar suara Hongki menjawab, “Di SBS, hyung. Bersama yeoja-yeoja cantik, hahaha…”

 

“Yeoja cantik? Siapa, hyung?” Minhyuk tiba-tiba sudah menyeruduk dari belakang Yonghwa hyung, menimpali percakapan mereka. Membuat Yonghwa hyung menyingkirkannya jauh-jauh.

 

“Hahaha… Itu Minhyuk, hyung? Kalian sedang di mana?” Kembali kudengar suara Hongki di seberang sana.

 

“Kami di Hiroshima sekarang, sedang memanfaatkan waktu luang,” jawab Yonghwa hyung.

 

“Kami akan menyusul kalian ke Jepang satu minggu lagi,” sahut Hongki. Yah, kudengar mereka akan ke Okinawa untuk konser minggu depan.

 

“Jinjja? Aku rindu pada Jaejin, hyung. Cepatlah kemari!” Lagi-lagi Minhyuk ikut campur, kali ini bahkan merebut Tablet PC dari tangan Yonghwa hyung. Sebagai teman satu umuran hubungan Minhyuk-Jaejin-Jungshin memang sangatt baik. Tak heran jika Minhyuk bertingkah seperti itu.

 

“Hahaha… Kau mau bicara dengannya? Jaejin~ah dicari Minhyuk!” Kudengar suara ribut di seberang sana sampai akhirnya Minhyuk pun dapat mengobrol denga Jaejin. Minhyuk nampak sangat senang berbicara dengannya, lain halnya dengan Yonghwa hyung yang duduk dengan kesal karena percakapannya dengan Hongki dipotong tiba-tiba.

 

“Hei, cepat kembalikan!” gusar Yonghwa hyung.

 

“Sebentar, hyung!” Minhyuk hanya membalasnya dengan lambaian tangan. “Ah, Seunghyun~ah! Jonghyun, hyung? Itu dia!” Minhyuk menghadapkan Tablet PC Yonghwa hyung padaku dan dapat kulihat wajah tengil Seunghyun ada di sana. Melihat teman masa trainingku itu, maka kuambil alihlah Tablet PC itu.

 

“Ya! Apa yang kaulakukan, hah?” sapaku padanya.

 

“Tentu saja menebarkan pesona ketampananku, hyung,” sahutnya menyebalkan. “Lihat yeoja-yeoja di belakangku!” Aku agak tersentak ketika Seunghyun mengedarkan Tablet PC di tangannya itu ke sudut-sudut ruangan tempatnya berada. Itu di ruang tunggu SBS dan yeoja-yeoja cantik yang ia maksud adalah AOA. Melalui kamera Tablet PC itu dapat kulihat Jimin sedang mengabadikan beberapa momen di ruangan itu, Choa masih di make-up, Yuna dan Mina sedang mengobrol seru dengan anggota FT Island lainnya. Ah, mana yang lainnya?

 

“Hei! Tutup mulutmu itu, hyung. Nanti lalat masuk!” Sial, tiba-tiba layar Tablet PC yang tadi menampakkan para angel berganti menjadi wajah close-up Seunghyun.

 

“Inkigayo?” tanyaku memastikan.

 

“Iyalah, masa’ D*hsyat (#eh)! AOA Black lagi promo single baru, nih,” jawabnya dengan nada sedikit jengkel. Hm? AOA Black? Pantas saja hanya sedikit. Tadi ada Jimin, Choa, Yuna, Mina… Youkyung?

 

“Ah, Wai! Jangan melamun!” seru Seunghyun melemparkan pandangannya ke arah lain. Dari tampilan di layar, nampak ia sedang berjalan ke suatu arah.

 

“Hyung! Lihat, anakmu ini kerjaannya melamun saja!” Kulihat Seunghyun merangkul pundak Youkyung yang duduk di dekat jendela dan mengacak rambut jingganya.

 

“Hahaha… Sejak kapan aku punya anak sebesar itu, eoh?” sahutku. Ah, rupanya dia ada di sana juga. Tanpa sadar aku menghela nafas lega dapat melihatnya baik-baik saja.

 

“Ah, oppa! Lihat rambutku acak-acakan! Sebentar lagi aku mau tampil!” Nampak Youkyung protes atas tindakan Seunghyun itu. Dengan wajah cemberut yang nampak lucu itu, ia melepaskan rangkulan Seunghyun dan beranjak pergi.

“Eh, kau tak mau memberi salam pada appamu dulu, Wai?” Seunghyun nampak berusaha mencegah Youkyung. Ish, Song Seunghyun! Asal saja menyebutku appa Youkyung. Memangnya aku sudah begitu tua? Dan bagaimana dia bisa memberi julukan ini tiba-tiba?

 

Ppyong! Tiba-tiba Tablet PC di depanku dimatikan dengan paksa oleh Yonghwa hyung yang sudah berdiri di sampingku. Eh, jangan melihatku dengan sorot mata seperti itu, Jung Yonghwa! Kang Minhyuk yang memulainya, bukan aku. Aku memprotes tatapannya dengan tatapan yang sama. Ara, aku masih dihukum, tak boleh melawan. Huh.

 

♪ Jonghyun POV End ♪

 

♪ Author POV ♪

 

Tanpa terasa Oktober hampir sampai pada penghujungnya, bersama guguran daun-daun jingga ia meninggalkan beragam memori di belakang sana. Begitu juga dengan Japan Arena Tour yang sudah lengkap terpenuhi. Maka, Sabtu terakhir di bulan Oktober, keempat namja itu pun kembali menginjakkan kakinya di tanah air mereka. Hal tersebut berarti, Jonghyun harus benar-benar menjalankan hukumannya yang sempat tertunda. Setelah benar-benar sampai di dorm, status ‘ibu rumah tangga’-nya pun aktif. Dalam hati ia bertobat, ternyata tak mudah tugas dua maknae itu selama ini. Membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, mencuci piring, dan sebagainya tak pernah benar-benar disentuhnya sebelumnya kecuali memasak.

 

Hari Minggu ini keempat namja itu harus ke F&C Academy menemui Han Seungho untuk membicarakan konsep album baru Korea mereka yang akan rilis sebentar lagi. Untuk itu, Jonghyun harus bangun pagi, membangunkan groupmate-nya, mempersiapkan keperluan mereka, dan memasak sarapan untuk mereka. Padahal, rasanya ia ingin tidur lebih lama lagi. Maka, jadilah ia datang dengan kacamata hitam karena kantung matanya benar-benar bukan main, sangat kontras dengan kulit putihnya.

 

“Oppadeul!” suara riang Juniel menghentikan langkah keempat namja itu yang sedang berjalan ke arah kantin F&C untuk makan siang.

 

“Junhee~ah!” sambut keempatnya.

 

“Kapan kembali? Mengapa tidak memberitahuku?” protes Juniel dengan aegyonya.

 

“Kau juga kapan kembali, hah? Tahu-tahu sudah di sini,” sahut Jungshin sambil menjitak kepala Juniel. Yah, Juniel juga sedang melakukan aktivitas di Jepang, jadi keberadaannya di sini juga mengejutkan.

 

“Hahaha… Mian, mian. Oppadeul mau ke kantin? Aku ikut, ya!” Minhyuk pun merangkulnya sebagai tanda setuju dan kelimanya pun pergi ke kantin bersama.

 

Mereka duduk di meja deretan tengah. Di saat keempat tablemate-nya sibuk memilih menu makanan, Jonghyun menelungkupkan wajahnya ke meja, tidur. Juniel terheran-heran melihat oppanya yang biasanya sangat bersemangat untuk makan lebih memilih tidur. Namun, member lain hanya menanggapi tatapan hera Juniel dengan isyarat “biarkan saja”.

 

“Lalu, ceritakan! Mengapa kau ada di sini?” Minhyuk mengembalikan topik obrolan tadi.

“Ada yang perlu diurus sedikit, selebihnya aku ingin bertemu dengan nae chingudeul. Hehehe…”

 

“Nugu? Memangnya kau punya chingu?” ledek Yonghwa yang dibalas Juniel dengan death glare-nya.

 

“Junhee!” Pertanyaan Yonghwa pun terjawab seketika dengan datangnya dua yeoja yang menghampiri meja mereka.

 

“Mina~ya, Hyejeong~ah,” sambut Juniel dengan memeluk kedua yeoja itu bergantian. Yah, sejak keduanya menjadi trainee FNC, Juniel akhirnya mempunyai teman perempuan. Oleh sebab itulah, mereka menjadi akrab, selain karena umur mereka yang sama.

 

“Ah, anyonghaseo, oppadeul!” sapa keduanya melihat keberadaan CNBLUE.

 

“Anyong!” jawab Yonghwa, Minhyuk, dan Jungshin bersamaan. Mereka pun mengubah posis duduk agar meja makan itu muat.

 

“Nugu?” bisik Mina pada Juniel melihat seorang namja yang sedang tidur pulas dengan kepala di meja.

 

“Jonghyun oppa,” jawab Juniel juga dengan berbisik.

 

“Jinjja?” Mata Mina tiba-tiba membulat disusul dengan kerlingan jahil yang mewakili ide jahil yang terlintas di kepalanya.

 

“Ah, oppadeul. Bagaimana kalau kita makan di tempat lain saja? Kemarin ada restoran yang baru buka dan makanannya enaaak sekali. Aku yang traktir. Anggap saja ini perayaan kesuksesan konser kalian di Jepang,” Mina mulai menjalankan rencana dadakannya itu. Ketiga namja itu mengerutkan dahi heran. “Kalian setuju juga, kan?” tanyanya pada Hyejeong dan Juniel dengan lirikan ancaman untuk mengiyakan idenya.

 

“Ah, not bad. Keurom,” jawab Yonghwa memberi persetejuan. Tangannya hendak beralih ke pundak Jonghyun untuk membangunkannya, tapi tangan Mina lebih cepat menghalanginya.

 

“Biarkan saja Jonghyun oppa tidur dulu. Youkyung tadi ke toilet, sebentar lagi ia ke sini. Biar saja mereka menyusul nanti, Youkyung tahu tempatnya, kok.”

 

♪ Author POV End ♪

 

♪ Youkyung POV ♪

 

Meja nomor 5? Aku mengernyitkan dahi melihat SMS yang baru saja dikirim oleh Mina. Hari ini aku, Mina, dan Hyejeong membuat janji untuk makan siang bersama Juniel di kantin F&C. Kami memang teman seumuran di FNC sejak predebut AOA, sudah lama sekali makan siang bersama sejak masa-masa itu.

 

Kuedarkan pandanganku ke penjuru kantin, tapi tak dapat kutemukan sosok ketiga yeoja itu. Ah, lebih baik kutunggu saja di meja yang diberitahukan Mina tadi. 8, 9, 6, 7, 4, ah itu meja nomor 5! Eh, tapi di situ sudah ada orangnya. Kucek lagi SMS Mina. Hmm? Ada satu sms lagi?

 

“Kalau kau sampai ke meja nomor 5, kami sudah pergi dengan CNBLUE oppadeul. Namja di meja itu Jonghyun oppa. Kami tak berani mengusik tidurnya, kau lakukanlah sesukamu.😛 Fighting! ^^9 ”

 

Kwon MinAh~! Bocah satu itu, apa coba maksudnya ini? Aduh, aku harus bagaimana? Kutinggal saja? Toh, dia dari tadi ‘kan tidur, dia tak akan tahu kalau aku ada di sini. Tapi, bagaimana kalau saat dia bangun CNBLUE oppadeul tidak ada? Aku duduk dengan gelisah menatap tubuh yang menelungkup dengan damainya.

 

Otteokae? Otteokae? Waktu itu melihatnya lewat video chatting yang disambungkan Seunghyun oppa saja aku tidak berani dan ini harus berhadapan dengan wujud nyatanya? Ah~ Awkward. Komunikasi kami selama ia di Jepang memang berjalan dengan baik, tapi untuk bertemu langsung dengannya seperti ini? Aku belum siap mental. Jadi, lebih baik aku pergi. Sekarang…

 

“Kyungi?”

 

♪ Youkyung POV End♪

 

♪ Jonghyun POV ♪

 

Pandangan pertama kali yang kulihat dari balik kacamata hitamku saat bangun tidur di kantin F&C adalah siluet yeoja berambut pendek yang duduk gelisah di sebelahku. Setelah kutegakkan posisi kepalaku, aku baru menyadari siapa yeoja itu. “Kyungi?”

 

“Ne?” sahutnya bingung sambil memalingkan tubuhnya ke arahku. “Ah, oppa sudah bangun?”

 

“Hahaha… itu benar-benar kau, Kyungi?” tanyaku memastikan kembali.

 

“Ne, oppa. Makanya lepas kacamatamu biar penglihatanmu lebih baik.”

 

“Ani, ani. Mataku seperti panda, kau tak boleh melihatnya. Ah, mana Yonghwa hyung, Minhyuk, Jungshin, dan Juniel?” tanyaku penasaran karena keempat orang itu tiba-tiba berubah menjadi Youkyung.

 

“Mereka pergi bersama Mina dan Hyejeong.”

 

“Geurae? Ke mana?”

 

“Entahlah, aku harusnya bertemu Mina, Hyejeong, dan Juniel di sini. Tapi mereka tidak ada,” jawabnya dengan raut kecewa.

 

“Hahaha… Sudahlah biarkan mereka. Kau ke sini untuk makan, ‘kan? Aku lapar sekali, tenagaku terkuras habis tadi pagi.”

 

“Memang apa yang oppa lakukan tadi pagi?” tanyanya hati-hati.

 

“Bangun pagi untuk membangunkan tiga namja itu, bersih-bersih, masak, ah semuanya,” lontarku dengan nada jengkel.

 

“Ah, apa itu… hukuman dari Yonghwa hyung karena kejadian waktu itu?”

 

“Ani, ani,” sergahku langsung. Aduh, mengapa aku harus melontarkan kekesalanku padanya. Ia tentu akan merasa bersalah lagi.

 

“Mianeyo, oppa,” ujarnya dengan kepala tertunduk. “Kalau boleh, aku saja yang menggantikan hukumanmu itu.”

 

“Eiii, sudah kubilang itu bukan hukuman. Kau tak perlu merasa bertanggung jawab seperti itu.”

 

“Keundae… Aku masih berhutang padamu. Setidaknya izinkan aku membalasnya. Aku sudah bilang sebelumnya, ‘kan?”

 

“Ah, kapan kau mengatakannya?” Aku pura-pura lupa.

 

“Sudahlah, oppa. Aku benar-benar ingin membalasnya. Hm, bagaimana kalau tugas memasakmu aku gantikan? Setidaknya hanya itu yang paling mungkin kulakukan. Aku bisa mengantarkannya ke dorm kalian dengan tepat waktu. Dengan begitu, waktu istirahat oppa bisa lebih lama lagi. Ottae? Oppa setuju, kan? Ya, oppa harus setuju.” Perkataannya beruntun tanpa jeda, tanpa aku sempat menyanggahnya kembali.

 

♪ Jonghyun POV End ♪

 

TBC_

 

#AuthorTime

Aaa~ Part ini kentang! Gaje, ya? Silakan komen, kritik, masukan ditulis di bawah. Kkamsahamnida!

 

10 thoughts on “FNC, I’m in Love (Part 4)

  1. Itu juniel, mina sama hyejeong kompakan buat ‘nemuin’ jonghyun sama youkyoung pas di kantin yaa? Duuh beruntung sekali kamu wai, teman2mu pada ngedukung kamu sama jonghyun >.<
    Btw cara jonghyun buat nulisin nomor hp di stik drum bener2 unik. Idenya ada2 aja nih…
    Keren banget!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s