A way to catch you (chapter 1)

Title : A way to catch you

Author: Kim Sung Rin

Rating: PG 15

Genre: Romance, AU

Length: Chapteres

Main Cast:

-Lee Jonghyun

-Han Eun Jin (OC)

-Han Min Jin (OC)

-Lee Jungshin

Other Cast:

-Suho (EXO)

-Lee Taemin (SHinee)

-Lee Hyun In (Lee Jonghyun sister)

Disclaimer: My Own stories, perdana publish disini, tapi ada di wp pribadiku juga.

Note: Ini Ff iseng aku gegara aku bête dan berada dibawah tekanan, so, kalau cerita didalam ff ini ngawur bin gak jelas harap maklum. Aku bikinnya disela sela pengerjaan tugasku hohoho.

No Bash! Plagiat or silent reader! Coment kalian sangat aku butuhkan untuk membenarkan tulisan aku okeeeey? intinya RCL deh!

Oke happy reading all J

~~~

Han Eun Ji pov

Sore hari yang mengesalkan! Bayangkan saja, sudah sepanjang hari ini handphone Min Jin tidak aktif. Sial! Apa batinnya tidak merasakan sesuatu terjadi padaku, kembarannya?

Yak! Han Eun Jin!”

Aku menghentikan langkahku untuk menoleh ke sumber suara. Seorang gadis dengan rambut sebahu yang tergerai nampak menghampiriku dengan berlari-lari kecil. High heelsnya membuat pergerakannya dua kali lebih lambat.

“Kemana saja kau hah?!” geramku saat Min Jin –Kembaranku- sudah berdiri dihadapanku dengan nafas tersengal. Dia masih terdiam dan mengatur nafasnya. Ya, dia tidak suka berlari dan itu pasti menyiksanya.

MianhaeHandphoneku….mati,” Ucapnya putus-putus, “Oh astaga! Aku gila rela mengejarmu bermil-mil! Ini sungguh menyiksaku!” sesalnya sambil bertumpu pada lutunya. Aku mendengus kearahnya, “Jadi panggilanku tak lebih penting, begitu? Asal kau tau, aku seperti ini demi membantu Pria yang kau lindungi itu! Siapa namanya? Byun? Hyun?”

“Lee Jonghyun!” potong Min Jin kesal, “Lagipula kan kau sudah deal mau membantuku dan mengerjakan ini semua. Kenapa harus melibatkan aku lagi sih?”

Aku menatap Min Jin dengan geram. Entah setan apa yang tengah merasuki tubuhku saat ini, tapi dengan jelas, aku ingin membuangnya ke tengah jalan sekalian!

“Kenapa kakakku jauh lebih bodoh dariku  sih? Satu yang kau lupakan Min Jin, kau tidak meminta persetujuan Lee Jonghyun!! Kita perlu tanda tangannya! Dan karena itulah aku habis dibentak oleh eomma. Sekarang kau paham?”

Min Jin menepuk dahinya sendiri lalu terbengong, “Kau benar! Sudah ya, aku kembali kecafé sebelum dia pulang!”

Aku mendecak kesal saat melihat Min Jin yang berlari lagi menjauhiku. Dasar bodoh! Bagaimana bisa dia melupakan hal penting ini huh?

“Hah semua ini gara-gara eomma!”

~Flashback~

“Eun Jin~ah jebal tolong aku sekarang!” Min Jin masuk kekamarku tiba-tiba, dan itu membuatku kesal sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi.

“Bodoh! Berniat membuatku mati hah?! Ada apa?” tanyaku kesal, masih mengusap dadaku untuk menenangkan debaran jantungku yang berpacu. Min Jin masih menatap pintu yang sudah ditutup rapat sebelumnya.

Eomma, dia akan memecat Lee Jonghyun! Kau tau kan aku menyukainya? Dan aku sedang mendekatinya, dialah orang yang membuatku kembali menyukai seorang errr pria.” Ucap Min Jin sambil mengusap tengkuknya.

Ya, aku cukup salut dengan pria dingin itu. Dia hanya seorang pelayan di café keluarga kami, namun dia bisa membuat Min Jin benar benar menjadi ‘wanita’ karena pacar-pacar sebelumnya adalah seorang yang tidak seharusnya dipacarinya –wanita.”

“Lalu? Apa masalahnya?!” tanyaku yang mulai tak sabar.

“Masalahnya Eomma akan menyidak pelayan-pelayan yang tidak jelas asal-usulnya!”

Aku mengernyitkan alisku, “Memangnya Jonghyun itu tidak jelas?”

Min Jin menggeleng dengan cepat, “Jelas, tentu saja! Dia lelaki berkompetenan, namun sungguh sangat disayangkan karena  sekarang dia bekerja di dua tempat. delCafé dan sebuah taman kanak-kanak di Incheon. Dan disini dia tidak tinggal bersama orang tuanya!”

“Lalu apa masalahnya? Aish~kau ini membuatku pusing saja!” keluhku kesal. Min Jin masih menatapku memohon, “Kau ini! Pura-pura tidak tau akan sifat eomma hm? Dia akan memecat siapa saja yang bekerja di dua tempat! Kau tau kan hal itu? Eomma selalu memperhatikan hal yang menurutku sepele ini. Dan tentu banyak yang ingin bekerja dicafé kita, karena delCafe terkenal di seantero Seoul dan mempunyai banyak cabang, jadi tidak susah untuk mencari pegawai baru yang benar-benar ‘murni’  bekerja di café kita.” Min Jin hampir menangis memaparkan apa yang baru saja dijelaskan olehnya. Sebegitu cintakahnya dia dengan pria itu? Pria dingin yang bahkan tak pernah benar-benar berbicara dengannya.

Aku menutup komik yang sempat teranggurkan semenjak datangnya Min Jin. Menatap mata Min Jin yang jelas-jelas memohon kepadaku lalu menghela napas pasrah.

“Baiklah aku akan membantumu! Aku tau beberapa hari yang lalu Eomma minta surat keterangan itu kan? Dan Jonghyun sampai sekarang belum menyerahkannya. Aku akan membuat surat keterangan palsu bahwa Jonghyun tidak bekerja di taman kanak-kanak. Aku tau eomma tak langsung percaya begitu saja kepada seseorang, kuyakin dia akan mengirim orang untuk mengawasi pelayan di café kita dan….” Belum lagi aku selesai memaparkan rencanaku, tubuhku sudah diserbu dengan pelukan dari Min Jin. Kembaranku yang lahir lima belas menit lebih awal ini bergumam kecil selagi dia memelukku.

“Gomawo adikku, aku tau kau pasti membantuku.”

~flashback end~

Aku melangkah terburu menyusul Min Jin, ke delCafé. Sudah setengah jam aku menunggu di taman tempat kami bertemu tadi namun dia tak kunjung datang membawa surat pernyataan itu.

“Selamat sore noona, ada yang bisa kubantu?” Suho, salah satu pelayan yang bekerja disini menghampiriku.

“Kemana Min Jin? Aku tidak melihatnya disini?” tanyaku yang masih mencari-cari sosok Min Jin ditengah hiruk-pikuk yang ada di café.

“Oh Min jin noona? Dia tadi kesini dan mencari-cari Jonghyun hyung. Tapi, Jonghyunhyung sudah pulang lima menit sebelum Min jin noona datang. Jadi, kemungkinan Min jinnoona pergi ke apartmen Jonghyun hyung.” Jelas Suho.

Aku menghela napasku panjang, pantas saja batang hidung Min Jin tidak muncul semenjak tadi.

“Apa ada hal yang penting noona?” pertanyaan Suho membuatku tersadar akan lamunan, “Ah iya, bisa kau antarkan aku ke apartmen Jonghyun?”

Suho mengangguk, “Tentu saja! Kebetulan apartmennya tak jauh dari rumahku.”

“Baiklah, sekarang lepaskan celemekmu dan antarkan aku. Kutunggu kau di mobil!”

~~~

“Kau yakin ini benar-benar tempatnya?” tanyaku pada Suho selagi mataku mengamati apartmen yang berada dihadapanku. Suho yang berjalan disampingku mengangguk mantap, “Tentu saja! Aku beberapa kali kesini membantunya mengetik.”

Aku menghentikan langkahnya lalu menatap Suho dengan tak percaya, “Mengetik? Mengetik apa sampai-sampai kau harus membantunya segala? Gila, sudah sebesar itu tidak mampu mengetik, Tch!” gumamku lalu melanjutkan menulusuri lorong sepi dilantai dua ini.

“Hanya daftar nama-nama orang yang bersekolah di taman kan…” Spontan Suho menutup mulutnya lalu membelalak menatapku. Sepertinya dia sudah tau kalau Jonghyun bekerja di taman kanak-kanak.

“Sudahlah. Aku sudah tau kalau dia bekerja di taman kanak-kanak di Incheon.” Balasku lagi yang tiba-tiba malas melihat wajah Suho yang terkejut secara berlebihan.

Noona tau darimana kalau dia bekerja di taman kanak-kanak?” Tanya Suho. Aku menghentikan langkahku dan membalikkan tubuhku untuk menatapnya. Lagi, dia terkejut, seperti melihat setan yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

“Itu tidak penting aku tau darimana, kau pikir kenapa aku mencarinya? Aku akan membantunya mengurus beberapa surat-surat.”

“Surat? Surat untuk apa noona?” Tanya Suho penasaran. Aku tetap melanjutkan langkahku sambil menjawab pertanyaannya.

“Ingat kan saat kalian dimintai keterangan tidak bekerja dimana-mana selain di delCafe?Eommaku akan menyelidiki pelayan di cafe. Dia tak mudah percaya begitu dengan orang, apalagi hanya sebatas surat keterangan. Jadi, sebelum dia memulai penyelidikan ini, aku harus menyelesaikan surat surat palsu ini, karena aku tau hanya Jonghyun yang tidak menyerahkan surat itu.” Jelasku. Suho membulatkan mulutnya tanda mengerti.

“Yah, ternyata kau baik juga ya,” kikik Suho geli, “Sebelah sini noona.”

Akupun menghentikan langkahku dan melihat Suho yang sudah berdiri disebuah pintu yang terlewatkan olehku. Suho berkali-kali memencet bel yang berada disamping pintu itu.

“Sepertinya tidak ada orang noona.”Kata Suho mengedikkan bahunya.

Aku tak menanggapi perkataan Suho. Sekarang gentian, aku yang memencet bel dengan tak sabar.

Beberapa detik setelahnya pintu menjeblak terbuka, menampakkan sosok lelaki putih dengan rambut yang acak-acakan. Ya, dia Jonghyun.

“Suho? Ada apa kau datang kemari?” Tanya Jonghyun dengan suara sedikit seraknya. Dia menatapku sekilas lalu kembali beralih menatap Suho.

“Aku mengantarkan sajang…maksudku Eun Jin Noona. Katanya dia ada keperluan denganmu.” Jelas Suho. Jonghyun menatapku sinis dan menaikkan alisnya, “Kau yang sering berada di cafe itu?”

Aku menggeleng dan tersenyum –terpaksa- “Bukan, mungkin yang kau lihat adalah kembaranku, Min Jin.” Jelasku yang membuatnya dia mengangguk mengerti, “Baiklah silahkan masuk.” Kata Jonghyun akhirnya.

Noona, sudah kan? Aku kembali ke Café ya, pekerjaan menungguku.” Suho bersuara, membuatku menoleh kepadanya dan tersenyum. Ah, dia sungguh giat, aku harus membalas kebaikanya hari ini.

Ne, terima kasih ya sudah mengantarku. Dan, tunggu aku usai petang nanti.” Kataku sambil mengedipkan sebelah mataku. Suho tersenyum dan melambai kearahku, “BaiklahnoonaHyung, aku pergi ya!”

Akupun mengikuti Jonghyun memasuki apartmennya. Kulihat ada high heels –yang kupikir milik Min Jin- tapi nyatanya bukan setelah aku memasuki ruang tengahnya.

Nampak seorang gadis dengan rambut hitam tergerai panjang, mengenakan dress selutut dan menggunakan celemek baru saja menaruh sebuah mangkuk di meja makan. Nampaknya dia suka memasak. Dan senyumnya mengembang selagi melihatku duduk diruang tengah.

“Wah, Jonghyun! Kau sudah dewasa ya! Lihat, siapa yeoja cantik ini?” gadis itu menghampiri kami diruang tengah dengan mata yang berkedip-kedip. Jonghyun menatapnya malas.

“Kau ini berisik sekali, noona! Dia ini atasanku di Café.”

Oh, jadi gadis itu noona nya. Aku sempat bernafas lega, karena itu artinya Min Jin tidak akan kecewa dalam waktu dekat ini.

“Kau ini! Sopan sedikit terhadap noonamu! Aish~kalau begitu aku menyesal membuatkanmu sundubu chigae. Seharusnya aku tega melihatmu menyantap mi instan setiap hari!” cibirnya sambil melepas celemeknya. Jonghyun terkekeh, “Mianhae Hyun Innoona, tapi kurasa kedatangannya ini benar-benar berkaitan dengan urusan kantor. Bisa kan tidak menggangguku sebentar saja?”

“Tidak apa-apa jika dia disini, memang berhubungan dengan urusan pekerjaan, tapi tidak terlalu serius menurutku.” Jelasku tersenyum, yang membuat Hyun In eonni lantas duduk disampingku.

“Tuh kan benar, oh iya namamu siapa?” Tanya Hyun In eonni sambil mengulurkan tangannya.

“Han Eun Jin imnida.” Kataku sambil tersenyum. Hyun In eonni trsenyum, “Nama yang bagus! Jadi, ada apa kau datang kemari?” Tanya Hyun In eonni yang jelas penasaran.

“Begini, aku ingin membuat surat keterangan palsu untuk Jonghyun.”

Baik Jonghyun dan Hyun In eonni mengerutkan keningnya. Nampaknya tidak mengerti kenapa aku repot-repot membuatkan Jonghyun surat keterangan palsu.

“Kupikir kau mengerti kenapa Han sajangnim meminta surat keterangan seminggu yang lalu.” Aku menghela nafas. Jonghyun mengangguk, “Tentu aku tau. Han sajangnim ingin melakukan ‘pembersihan’ terhadap karyawannya.” Jelas Jonghyun. Aku bersyukur, setidaknya aku tidak perlu repot-repot menceritakan kenapa aku melakukan ini semua.

“Dan aku akan membantumu agar kau tetap errrr bekerja di delCafe.”

Jonghyun terkekeh pelan, membuatku dan Hyun In eonni menatapnya heran.

“Apanya yang lucu Hyun? Kenapa kau terkekeh begitu?” Hyun In eonni bertanya, mewakilkan aku yang sebenarnya sangat ingin menanyakan hal itu.

“Tidak ada, aku tak mennyangka ternyata kau repot-repot kesini hanya untuk membicarakan hal itu. Aku sengaja tidak mengembalikan surat keterangan itu agar aku segera dipecat!”

Aku ternganga sekaligus kesal. Lelaki ini, aku tak habis pikir kenapa Min Jin menyukai lelaki ini. Oke dia tampan, tetapi tidak dengan sifatnya!

“Hyun, jaga bicaramu!” pekik Hyun In eonni tertahan. Nampak sekali dia tersenyum malu kepadaku. Aku tersenyum dipaksakan sambil meremas ujung blazerku untuk menahan emosi yang membuncah.

“Ya mungkin kau ingin, tapi kami tidak begitu saja melepas karyawan yang errrr berbakat?”

Lagi, Jonghyun tertawa. Dan ini jelas membuatku merasa tolol berada duduk manis di apartmennya saat ini.

“Berbakat? Jangan terlalu melebih-lebihkan! Aku ini tidak –”

“Hentikan Lee Jonghyun!” aku sudah tidak tahan lagi dengan lelaki dihadapanku ini, “Kau boleh saja benci terhadap eommaku, kau bahkan tidak menghargai kedatanganku disini untuk menolongmu sebelum sesuatu yang buruk terjadi kepadamu.” Nafasku tersengal, tak habis pikir kenapa aku sampai saat ini tidak melayangkan pukulan sama sekali.

Jonghyun menaikkan sebelah alisnya, “Oke terima kasih! Tapi apa hal buruk itu adalah pemecatan? Sudah kubilang, kau tidak perlu repot-repot melakukan ini semua!” bentaknya kasar yang membuatku beranjak dari dudukku dan hampir saja menonjok wajahnya. Kalau aku tidak ingat Min Jin yang sedang jatuh cinta terhadapnya dan Hyun Ineonni yang sedang berdiri ketakutan disampingku, mungkin aku sudah menghabisinya.

“Terserah!” akupun pergi membanting daun pintu apartmen Jonghyun. Aku menghela napas kesal. Hal tolol apa yang sedang aku lakukan sekarang ini? Benar-benar gila!

“Lee Jonghyun, habis kau!”

~~~

Author pov

Min Jin berkali-kali melongo keluar jendela Café. Sudah dua jam yang lalu cafe tutup, namun batang hidung Eun Jin tak kunjung Nampak.

“Suho, kau yakin tadi Eun Jin bilang sehabis petang akan kesini?”

Suho yang sibuk memainkan psp miliknya hanya mampu mengangguk, “Eoh, tadi saat aku mengantarkannya ke apartmen Jonghyun hyung dia berkata seperti itu.”

Min Jin menghela napas lagi. Tangannya tak berhenti bergerutuk di meja. Ya dia merasa bersalah karena Eun Jin harus mengurus hal ini demi kepentingannya sendiri. Tapi, dia harus melakukan itu karena Min Jin tidak ingin kehilangan Jonghyun.

“Nah itu dia!” Lamunan Min Jin buyar, lalu mengikuti Suho yang sudah terlebih dulu berlari ke pintu masuk.

“Eun Jin bagaimana?” Tanya Min Jin ragu karena melihat raut wajah Eun Jin yang sangat semrawut.

Eun Jin masih bungkam, sampai akhirnya Suho datang dengan hot chocholate yang dibuatnya bebeapa menit yang lalu.

“Benar-benar brengsek Lee Jonghyun itu! Aku tak habis pikir kenapa ada manusia seperti dia!” Eun Jin Nampak frustasi mengacak poninya yang memang sudah acak-acakan.

Min Jin dan Suho saling berpandangan lalu menatap kembali Eun Jin.

“Memangnya Jonghyun hyung mengatakan apa?” Tanya Suho takut-takut. Eun Jin meneguk lagi hot chocholate yang ada dihadapannya lalu menatap Suho, yang membuat Suho terkejut bukan main karena sempat melihat death glare Eun Jin.

“Dia bilang dia tidak perlu bantuanku karena dia SENGAJA melakukannya agar dipecat!”

Min Jin Nampak lesu. Jonghyun, bagaimana jika dia benar benar dipecat? Batin Min Jin.

“Tidak usah mengurus dia lagi, Min Jin. Dia kurang ajar! Dan andai kau ada disana kau bisa lihat betapa tololnya aku disana!”

Min Jin diam, matanya telah berkaca sekarang. Suho langsung menyenggol tangan Eun Jin yang memang sedang menopang kepalanya yang pusing.

“Oh Min Jin, maafkan kalau kata-kataku kasar.” Ucap Eun Jin pada akhirnya. Min Jin masih diam, menyembunyukan wajah sedihnya dibalik kedua telapak tangannya.

“Kau tau kan dia sangat berarti untukku, Eun Jin?! Kumohon jangan bilang dia brengsek, dia baik. Tidak seperti yang kau kira.” Gumamnya yang kini jelas telah menangis.

Gentian, Suho dan Eun Jin saling berpandangan lalu menatap Min Jin lagi.

“Ya, kau benar noona, Jonghyun hyung orang yang baik!” Suho menambahkan untuk menaikkan suasana hati Min Jin. Sedangkan Eun Jin, gadis itu menghela napasnya panjang. Nampaknya kesabarannya sedang diuji saat ini.

Aku akan berusaha sekali lagi, jadi kau tidak perlu khawatir Min Jin!” batin Eun Jin.

~~~

Min Jin pov

Pagi ini aku buru-buru ke delCafe. Setidaknya aku bisa bertemu sendiri dengan Jonghyun dan menjelaskan ulang apa yang telah Eun Jin paparkan sebelumnya. Aku tidak ingin Eun Jin kembali merasa kesal akibat tingkah laku Jonghyun.

“Wah noona, tumben kau sudah datang kesini.” Taemin, pelayan café yang lainnya tersenyum menyambutku. Akupun tersenyum singkat, “Kau lihat Lee Jonghyun?”

“Jonghyun hyung? Dia berada didapur, dia baru datang.”

“Terima kasih Taemin.” Ucapku sambil mengacak rambutnya sekilas.

Kubuka pintu dapur perlahan. Terlihatlah Jonghyun yang sedang memasang celemeknya.

Merasa ada yang datang, dia mengurungkan niatnya untuk mengikat tali celemeknya.

“Kau Lee Jonghyun kan?” aku bertanya, pura-pura meyakinkan. Dia mengamatiku lalu mengangkat sebelah alisnya, “Apa kau kembaran Eun Jin?”

Aku tercengang dia mengetahui akan hal itu, aku lantas tersenyum, “Ne kau benar. Aku ingin mengatakan kalau –“

“Stop!” potongnya yang membuatku sedikit bergidik karena terkejut. Dia memasukkan tangannya di kantong celemeknya, “Aku sudah tau apa maksudmu, dan aku tidak berniat untuk menandatangani surat yang telah disebut-sebut oleh kembaranmu itu kemarin.”

“Tapi Jonghyun, aku akan terus membujukmu sampai kau terus mengiyakan apa yang kami inginkan.”

Sialan! Apa yang baru saja kau katakana Min Jin? Babo! Kau benar-benar bodoh!Rutukku dalam hati.

Dan benar, Jonghyun memicingkan matanya menatapku lalu terkekeh, “Kenapa? Apa yang membuatmu begitu ingin aku bekerja disini hm?”

Jonghyun melangkah mendekatiku. Aku lantas bergerak mundur menjauhinya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kuinginkan. Dan…astaga, sungguh luar biasa jantungku berdegup begitu kencangnya karena lelaki ini. Benar-benar diluar dugaan!

“Apa alasannya hm?” aku terkejut begitu menyadari diriku terantuk dinding dibelakangku, dan tubuh Jonghyun yang berada tepat didepanku sampai-sampai aku dapat menghirup aroma tubuhnya.

“Kau tidak bisa menjelaskannya kan?” seringai muncul di wajah Jonghyun.  Oh tidak! kenapa sih aku berubah tolol seperti ini? Menghampirinya dan membujuknya? Padahal jelas-jelas aku tidak mempunyai pengalaman berhadapan dengan lelaki yang kusuka sebelumnya.

“A-aku..”

Ckrek~pintu menjeblak terbuka. Tubuh tinggi yang baru saja masuk membeku di ambang pintu dan dapat kurasakan nafasnya yang tertahan begitu melihatku.

“Han Min Jin, apa yang kau lakukan?”

TBC

10 thoughts on “A way to catch you (chapter 1)

  1. walaupun rada jutek tp ngebayang;in abang hyun sebagai seorang guru,,,,,jd berasa wawwwwwwwww

    jungshin siapa’a min jin nih?????
    siphhhhh dah author
    lanjuttttttttttttttttttttttt

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s