Every Memories of Love and Rain

Every Memories of Love and Rain

image

CNBLUE & Kwon Kwangjin

Angst,Friendship

Ficlet
(By Yen Yen Mariti)

“Everybody changes

Everybody grows up

But memories doesn’t”

WARNING !! ALURNYA TIDAK JELAS !!

(Terinspirasi dari lagu-lagu CN BLUE yang mengandung unsur Love/Rain)

Jepang sudah semakin berubah—begitu kata Yonghwa dalam hati.

Negara itu semakin maju, penduduknya semakin ramai dan bahkan cuacanya sudah mulai panas—akibat pemanasan global,mungkin. Tapi walau semuanya berubah, disana, di sebuah apartemen kecil dan murah tetap tersimpan sejuta kenangan. Kenangan terindah, sekaligus kenangan terpahit yang dia dan adik-adiknya punya.

Yonghwa ingat jelas. Pertama kali mereka menjejakkan kaki di Jepang—dia,Jonghyun,Kwangjin dan Minhyuk. Tinggal di apartemen super kecil, murah dan kotor. Mereka tidak punya uang yang cukup bahkan untuk makan sekalipun hingga Yonghwa berkata suatu hari “Ayo kita mencari uang,” dan mereka setuju.

“Kami adalah CN BLUE,” keempat laki-laki muda itu memperkenalkan diri. Saat pertama kali berada di atas panggung—meskipun hanya panggung kecil sebuah club malam dan penontonnya tidak banyak.

Pengalaman pertama tampil di depan penonton. Yonghwa masih ingat jelas itu, Minhyuk hampir menangis setelahnya, begitu juga Jonghyun, begitu juga Kwangjin dan begitu juga dia.

Mereka punya uang, meski tidak banyak. Kemudian bersama-sama pergi ke warung ramen ataupun ayam goreng di pinggir jalan raya. Rasa kemenangan, rasa kekeluargaan dan kebahagian bercampur menjadi satu.

“Hey…” Yonghwa menatap langit-langit apartemen mereka yang berdebu. Mereka ber-empat berbaring di lantai aparetemen yang lebih bersih daripada langit-langit. “Aku bertemu gadis cantik hari ini, dia masih SMA. Biasa aku melihat dia membantu Ibunya berjualan ayam goreng di pinggir jalan,” senyum mengembang di wajah Yonghwa, dan adik-adiknya tertawa.

Jonghyun mengeluarkan tawa yang nyaring, Kwangjin juga, bahkan Minhyuk yang pendiam juga bisa tertawa setelahnya.

“Hyung, kau mudah jatuh cinta ya?” sindir Jonghyun sambil menyikut siku Yonghwa.

“Tidak, aku hanya pacaran dua kali seumur hidupku.”

“Begitukah?” Kwangjin ikut bersuara, “ Ngomong-ngomong, apa kau sudah pernah berciuman?” tanyanya dengan santai dan tampang lugu.

“Pernah, saat aku kelas satu SMP hehe…” jwab Yonghwa dengan semburat merah di kedua pipinya. “Jonghyun juga sudah pernah berciuman.”

“Aku…aku kelas 2 SMP, di tangga sekolah,” Jonghyun menjawab dan setelah itu Yonghwa dan Kwanjin tertawa keras dan saling meledek. Sedangkan Minhyuk hanya diam, dan memilih untuk tidur. Dia tetap sama, selalu menjadi pendiam dan tidak ingin menjadi pengganggu—menurut Minhyuk sendiri.

Bagaimana mereka berusaha, bagaimana mereka saling menguatkan satu sama lain, bagaimana mereka menangis bersama…semuanya masih sama di kepala Yonghwa, dia mengingatnya sangat jelas. Ketika mereka berbaring saat lelah, bercerita akan cita-cita. Bagaimana Minhyuk yang menangis karena merindukan orangtuanya, bagaimana Jonghyun yang hampir sakit karena menahan lapar, bagaimana Kwangjin yang begitu menyukai hujan. Bagaimana semuanya bisa berakhir…..?

“Yonghwa hyung menangis,” Kwangjin berbisik sangat pelan suatu sore, saat gerimis membasahi kaca jendela. Jonghyun mengerutkan dahi tidak percaya.

“Kenapa?”

“Gitarnya rusak,” jawab Kwangjin. Laki-laki itu merasa sedih, dia ingat saat mendengar suara isakan Yonghwa secara diam-diam.

Jonghyun mendesah, menatap kaca jendela yang dibasahi titik-titik gerimis, “Jika aku punya banyak uang, aku akan membelikan gitar untuk Yonghwa hyung,” dia berbisik, pada dirinya sendiri, pada Tuhan juga.

Mereka bahagia saat bersama, meski jauh dari tanah air, meski jauh dari orang tua, meski jauh dari harta benda. Bagi mereka, selama bersama maka rasanya mereka berhasil menaklukkan dunia. Mereka mampu menulis lagu bersama, menghasilkan melodi-melodi yang indah….inilah mereka, empat laki-laki istimewa yang mencintai persahabatan.

“Jika kita debut nanti, aku ingin kita tetap seperti ini,” Kwangjin berbisik begitu pelan pada Yonghwa suatu malam.

“Tentu saja, tidak akan ada yang berubah. Tidak sedikitpun.”

Kedua laki-laki itu tersenyum, memandang langit malam yang dipenuhi bintang. Mereka akan debut, itu yang dikatakan pihak agensi. Hanya menunggu beberapa bulan lagi. Yonghwa tertawa saat melihat ekspresi Jonghyun yang begitu bahagia, Minhyuk yang menangis terharu serta Kwanjin yang menghambur kepelukan Yonghwa. Mimpi mereka akan terwujud—pikir Yonghwa.

“Kau harusnya menutup jendela saat hujan deras seperti ini, kau bisa sakit. Kau itu selalu saja menyepelekan nasihatku,” Yonghwa menggerutu pada Kwangjin yang seenaknya saja berdiam diri di tepi jendela yang tidak tertutup padahal hujan di luar sangat deras.

“Aku suka hujan,” jawabanya pelan.

“Hujan bisa membuatmu sakit, jika kau sakit kau tidak akan ikut debut bersama kami,” ujar Yonghwa. Dia bercanda, dan Kwangjin tahu itu, jadi diapun hanya tertawa.

Yonghwa menghirup nafas dalam, telinganya agak asing dengan suara riuh di sekelilingnya. Dan saat dia membuka mata, dia menyadari dirinya berada di atas panggung, bersama ketiga sahabatnya. Di depannya begitu banyak penonton yang meneriakkan “CNBLUE”. Debut pertama mereka, di Jepang. Setelah lama menanti, akhirnya mereka pantas untuk tampil menjadi ‘bintang’, Yonghwa tersenyum, matanya berkaca-kaca. Terdengar suara drum Minhyuk saat dia mulai bernyanyi, terdengar suara merdu Jonghyun yang ikut bernyanyi bersamanya, lalu Yonghwa menoleh ke samping, ada sosok lain. Bukan Kwon kwangjin, si laki-laki hangat yang suaranya memenuhi apartemen kecil mereka. Bukan. Bukan. Itu Jungshin, Lee Jungshin.

Dan kenangan terpahit terputar di kepala Yonghwa. Beberapa hari setelah mereka mendapat kabar bahwa mereka akan debut, beberapa hari setelah Yonghwa melihat hujan bersamanya. Kwangjin pergi, Kwangjin membuat keputusan besar dalam hidupnya.

Laki-laki itu meninggalkan apartemen kecil mereka, laki-laki itu membuat Minhyuk menangis, laki-laki itu membuat Jonghyun kaku di tempat, Kwangjin membuat Yonghwa merasa gagal sebagai seorang kakak laki-laki.

Kwangjin tidak menepati janjnya untuk tidak akan berubah, dia tidak menepati janjinya untuk segera debut, dia jahat, dia pembohong. Yonghwa menangis hampir setiap kali langit mendung dan langit juga ikut menangis.

Jungshin datang, menggantikan Kwangjin. Semua terasa sulit, semua terasa berbeda. Tapi Yonghwa adalah lelaki yang kuat, lelaki yang bijaksana. Bagaimapun dia mampu menghadapai segalanya. Dia bangkit, dia berdiri dan dia bernyanyi. Mereka tampil sebagai CN BLUE, mereka bahagia dan menangis bersama. Yonghwa berharap kali ini tidak akan ada yang meninggalkan lagi, baik itu Jonghyun, baik itu Minhyuk dan baik itu Jungshin. Dia mencintai CN BLUE, keluarganya, adik-adiknya.

Apakah Kwangjin mendengarkan suara gitar ? Kwangjin, seseorang yang menyukai hujan. Apakah dia mengingat CN BLUE-nya? Ketika hujan, CN BLUE-nya merindukannya.

Yonghwa,Jonghyun dan Minhyuk berharap seandainya jika saja Kwanjin melupakannya, maka tolong ingatlah mereka lagi—CN BLUE.

Jungshin kadang suka sedih saat melihat ketiga hyungnya sedih ketika melihat hujan —ketika teringat Kwangjin. Maka laki-laki muda itu berbisik pelan, “Kwon Kwangjin, semoga kau akan bahagia, di manapun itu.”

#END

Hai kawan-kawan bertemu lagi J kali ini saya membawakan fic friendship. Entah ini termasuk ff bagus apa gagal lagi haha. Sebenarnya kalau boleh jujur saya tidak tahu apapun tentang kwangjin oppa, sungguh maafkan saya. Habisnya, info kwangjin oppa sulit sekali ditemukan L dan ngmong-ngomong setelah saya baca berulang-ulang di sini lebih banyak menceritakan yonghwa dan jonghyun dibanding kwangjinnya padahal niat awal mau fokus ke kwangjin >,< sungguh maafkan saya. Dan mungkin setelah ini saya akan hiatus (lagi), sebentar lagi Ujian Semester dan komputer saya tidak bisa buka wordpress (hikss :”), inipun saya update lewat ponsel -___- Akhir kata assalammualaikum wr wb, silahkan tinggalkan komentar kalian ^^ terima kasih.

Salam super !!

9 thoughts on “Every Memories of Love and Rain

  1. Wah, Kwangjin… Kenyataannya dia nggak pergi begitu aja, kan? Dia masih jadi trainee di FNC, kok. cmiiw^^
    Wah, sebelum baca ini, aku juga baru selesai nulis soal perjuangan CNBLUE minus Jungshin. Kok, sama, ya? hehe…

  2. hallo kawan… terima kasih sudah mau baca ff saya🙂
    gitu ya? aku ngga tau apa” soal kwangjin oppa. oh ya ff kamu we start our dreams here kan? aku baru baca loh hehe…kebetulan sama karna kita sama” mencintai CN BLUE🙂

  3. Kwang jin pernah debut single dgn fnc tp albumnya kurang sukses.., gosipnya dia skrg ada di jajaran manjemen fnc .. Leader saat d jepang sebenarnya jonghyun baru setelah akan debut di korea digantikan yonghwa
    Btw ffnya bagus kok ..🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s