Blanky Days

image

Tittle : Blanky Days

Cast : One of CN BLUE member

Genre : Angst, Romance

Length : Oneshot

By Yen Yen Mariti

(SEMUA POV MILIK NAMJA)

Blanky Days……

Sepertinya pagi sudah datang, itu dapat kurasakan lewat sinar mentari yang mulai menyentuh kulit-kulitku. Aku enggan membuka mataku sedikitpun. Aku tidak mau, meski sinar matahari semakin menyengat kulitku dan perutku berteriak-teriak nyaring. Tetap seperti ini, dan aku akan merasa lebih baik.

Tapi sial, kedua mataku tidak bisa diajak bekerja sama, mereka tidak mau menutup lebih lama lagi, otot-otot mataku rasanya kaku. Hingga dengan terpaksa dan ditemani umpatan-umpatan, kubuat celah kecil dari kelopak mataku dan mengintip dari bulu-bulu mataku. Ternyata benar-benar sudah pagi atau bahkan menjelang siang.

Tanganku dengan refleksnya meraba-raba sebelahku yang kosong. Aku tidak suka ini. Ini yang membuatku tidak ingin bangung. Menyadari aku tidur sendirian semalaman, menyadari tidak ada ciuman hangat yang mengisi pagiku dan tentu saja tidak akan ada sarapan yang dibuat dengan penuh kasih sayang untukku.

Masih bisa kuingat dengan jelas kebiasaan yang kami lakukan di setiap pagi ; bergulat di tempat tidur karena aku yang ngotot ingin menciumnya atau karena aku yang susah untuk dibangunkan. Mengingat semuanya membuat aku merasa hari-hariku yang sekarang ini tidak berarti lagi. Tidak ada dia, wanita tercantik setelah Ibuku, tidak ada dia istriku yang sangat kucintai dan kurindukan.

Harum shampoonya masih memenuhi kamar mandi saat aku membasuh muka dan kulihat pantulan wajahku di cermin, begitu menyedihkan, bisa juga dibilang seperti mayat hidup. Ini semua karena dia, istri bodoh yang tega meninggalkan suaminya, tega membuat suaminya menderita berkepanjangan. Dadaku bisa meledak jika lama-lama menghirup harum shampoonya.

Aku grasak-grusuk menggeledah dapur dan tidak menemukan makanan apapun. Inilah aku yang sekarang, tidak terurus dan berada di titik kehancuran. Lagi-lagi aku mengingat wajah cantik tapi tolol itu. Semua ini karena dia. Jika saja dia tidak pergi aku tidak akan mungkin hidup menderita seperti ini. Dan aku menyerah, membiarkan perutku kosong (lagi).

“Oppa jika terlalu lama berada di depan televisi matamu bisa rusak,” sayup-sayup suara halus itu terdengar oleh telingaku. Dengan senyum merekah dan hati yang berharap penuh aku melihat kesamping, berharap itu dia. Dia yang kembali untuk menasehatiku, tapi senyum merekahku meredup begitu saja, harapan itu pecah dan hancur detik itu juga. Aku hanya terlalu banyak mengenangnya hingga hari ini (lagi) aku berhalusinasi.

Semakin lama rasa sesak itu semakin memenuhi dadaku. Aku sudah duduk di depan televisi selama berjam-jam dengan perut kosong dan penampilan yang sangat berantakan, biasanya dia akan datang dan mengomeliku tapi kali ini siapa yang peduli ? namun aku masih saja berharap dia datang, mengomeliku dan memberiku makan.

Ruang keluarga ini menyimpan banyak kenangan kami, saat kami noton TV bersama, saat membaca buku bersama, saat berciuman, saat tidur siang dan banyak lagi. Aku mengingat semuanya, dan dia pasti melupakan segalanya. Jika dia tidak melupakannya dia pasti sudah kembali sekarang, dia pasti tau semuanya tidak boleh berakhir dan menjadi kenangan begitu saja.

Aku lelah sayang. Sangat lelah dan lebih lelah dari apapun. Kau membuatku hancur dengan mudahnya. Aku menjatuhkan diri di atas sofa, berbaring dengan perasaan yang tak karuan. Kulihat di luar cuacanya sudah mendung. Sial, ini mengingatkanku akan dia. Lagi dan lagi. Sepertinya aku tidak kuat lagi. Pertahananku runtuh, air mataku jatuh pelan dan teratur. Rasa sesaknya tidak bisa dipungkiri lagi. Dan kepalaku berkunang-kunang.

Sayang kumohon kembalilah aku membutuhkanmu. Maafkan aku, ini semua salahku. Aku yang bodoh. Masa lalu biarlah masa lalu, dan kumohon kembalilah. Tetap bersamaku dan aku tidak akan kembali melakukan hal bodoh. Istriku, harta karun berhargaku…..

“Aku merindukanmu….” suara serak itu dapat terdengar oleh telingaku, ternyata itu suaraku sendiri. Aku bergumam tidak jelas sejak tadi. Badanku rasanya panas, mungkin aku sakit.

Aku masih di ruang keluarga, berbaring di depan TV, sungguh menyedihkan sekali. Tapi lagi-lagi aku bermimpi melihat wajah istriku. Dia membawa nampan dengan mangkuk-mangkuk yang mengepulkan asap yang beraroma harum. Bahkan sekarang aku sudah menjad gila karenanya.

“Oppa sudah bangun?” suara itu bagai nyata, dan bodohnya aku malah tersenyum dan menganggukkan kepala. “Baguslah jika begitu. Oppa sakit, membuatku khawatir saja,” suara itu kembali terdengar. Ya, kau memang harus mengkhawatirkanku.

“Tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini,” aku memeluk pinggangnya saat dia duduk di tepi sofa tempatku tidur. Aku berucap dengan suara yang begitu serak,meskipun begitu aku menyukainya karena dia membelai rambut-rambutku dengan penuh kasih sayang. “Kumohon….”

“Apa efek demamnya separah ini? Kau bahkan sudah seperti setengah gila,” dia tertawa menatapku tapi aku tidak ikut tertawa. Tidak ada yang lucu, tahu?! “Ayo bangun, kau harus mengisi perutmu dan minum obat demam.”

Aku menggeleng.

“Jangan bodoh, cepat bangun.”

Aku menggeleng lagi.

“YAAA!!” teriakan menggema di ruangan ini, wanita yang kutangisi menarik kasar telingaku dan kuyakin pasti telingaku sudah memerah. Tapi….? apakah mimpi bisa senyata ini?

“Sampai kapan kau akan berpikir ini mimpi. Aku disini, benar-benar hidup. Bukan ilusi, kenapa suamiku bodoh sekali?!” wanita cantik itu mendengus dan menatapku dengan jengkel. Aku hanya mengernyitkan dahi tidak percaya. Tapi sepertinya dia benar, ini memang bukanlah…..mimpi?

Kupeluk erat tubuh mungil itu, benar-benar hangat dan nyaman. Aku bahkan menciumi rambutnya berkali-kali, aroma shampoonya menusuk hidungku dan aku menyukainya. Dan yang lebih kusukai lagi ini memang bukanlah mimpi. Aku memeluk sosok yang sangat kurindukan selama ini, dia kembali, istriku bersamaku sekarang.

“Kupikir kau tidak akan kembali,” bisikku pelan setelah puas menciumi rambutnya. Kudengar suara tawa konyolnya.

“Suamiku kenapa kau begitu berlebihan. Aku hanya menginap di rumah nenekku selama dua hari dan kau berkata seolah-olah aku ini pergi jauh meninggalkanmu.”

“Kenyataannya memang seperti itu, kau pergi jauh ! meninggalkanku.”

“Itu semua salahmu, kau tidak mau mengantarku kerumah nenek. Jika kau ikut menginap di sana kau pasti tidak akan semenderita seperti ini !”

Aku terdiam dan tidak merespon ucapannya. Memang benar ini semua salahku. Aku menolak mengantarnya kerumah neneknya dua hari yang lalu, dan aku benar-benar menyesali itu. Aku menderita tanpanya, meski hanya dua hari.

“OPPAAAAA!!” dia berteriak nyaring saat aku mengecupi leher putih bersihnya, tapi apa peduliku. Aku tetap melanjutkan. “Dasar kau, cepat lepaskan. Aku tidak mau dicium olehmu.”

Aku tersinggung dengan ucapan wanita tolol ini, “Aku suamimu, lalu apa yang salah?”

“Tentu saja salah, kau bau, kau berantakan, kau jorok dan lihat bahkan lendir-lendir di hidungmu itu hampir menetes kekulitku. Aaahhh ! aku bisa gila !” dia memberontak dan akhirnya lepas dari pelukanku. Lalu berjalan melewatiku begitu saja, “Jika mau memelukku kau harus bersih !”

Senyum terukir jelas di bibirku, aku ikut mensejajari langkah dengannya. Menggandeng tangannya, “Ayo kita mandi bersama, aku rindu gosokanmu.”

“Sialan kau !”

Wanita bodoh itu meninju pelan bahuku dan berusaha menyembunyikan wajah malu-malunya. Aku menertawainya kemudian menggendong tubuhnya dengan cekatan, dia tertawa dan aku semakin tertawa lalu kami siap untuk menghabiskan waktu bersama lagi.

Inilah aku, pria tampan yang begitu mencintai istriku. Aku tidak bisa hidup tanpanya walau hanya setengah haripun. Aku bukanlah pria kuat, tapi bersama istriku aku akan menjadi pria terkuat di seluruh dunia. Aku juga bukan pria sempurna, tapi percayalah aku akan menjadi pria paling sempurna saat aku memeluk istriku.

Ini ceritaku, apa ceritamu?

#THE END

Dooh ini ff apaan ya ? sumpah ini ngetiknya benerbener singkat (sesuai sih sama kualitasnya) -___-ahhaha. Saya membayangkan sosok istri itu adalah saya dan si pria itu adalah Kang Minhyuk xD bagaimana dengan kalian? ヽ(○´∀`)ノ♪

10 thoughts on “Blanky Days

  1. Ni ff bikin kaget deh di akhirnya ..
    Kirain si istri pergi jauh dan wkt lama ..
    Ternyata -___-
    Aku bayangin itu aku sama jong hyun (ʃ⌣ƪ)

  2. gokil bgt euyyyyy
    suami yg bnr2 cinta sma istri’a,,,,,baru 2 hari ditinggal nginep dirumah ne2k udah kya dihianati selingkuh gto,,,,,wkwkwwkkwkwkwkwkkwkw
    but ending’a so romantic ^^

  3. thor, sumpah aku kira kenapa itu suaminya…. sampe dibilang istrinya tolol segala…… padahal udah sedih-sedih gimana gitu, ga taunya -________-
    good job, thor!🙂

  4. aduuuuuuuuuuh, ini ff sesuatu banget. dikirain beneran ditinggal pergi, kali selingkuh soalnya istrinya sampe dikatain tolol. taunya cuma nginep. kekanakkan. dan karena kekanak-kanankkannya itu aku mikir ini si Yonghwa hahahaha.
    nice~

    tapi aku masih ga ngerti kenapa di bagian akhir di tetep bilang istrinya tolol o.O

  5. Ih sama thor..q jg byngin tu hyukie oppa..critany g ktbak..tdny q pkir oppa nglakuin kslahan trus d tnggalin istrinya gitu..eh..ternyata…kerren lah..d tunggu karya slnjtnya..

  6. Aku udah tau suaminya itu minhyuk ! Karena dia yang paling antusias sama cewek . Kukira istrinya meninggal , ternyata cuma nginep di rumah nenek -_- Aku udah ngebayangin krystal ma minhyuk , daebak eonni !

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s