Too Easy

image

Too Easy ; Jung Yonghwa ॥Seo Juhyun ॥Angst ॥ Ficlet

Dia mendapat kejutan besar beberapa hari sebelum hari ulang tahunnya


Teman-teman menghubungi Yonghwa yang berada di Seoul lewat telepon.

“Hyung harus kembali ke Busan, kita harus merayakan umurmu yang semakin bertambah tua,” Suara Jungshin menggelitik perut Yonghwa sore itu. Sudah terlalu lama mereka tidak saling memberi kabar karena kesibukan masing-masing, dan itu adalah kalimat pertama yang dikatakan Jungshin setelah satu tahun tidak saling menyapa.

“Aku akan datang, katakan itu pada Jonghyun dan juga Minhyuk,” jawab Yonghwa setelah tertawa mendengar Jungshin mengatakan ‘bertambah tua,’ Yonghwa tidak berpikir dia benar-benar tua, jadi dia hanya menganggap kalimat Jungshin sebuah lelucon yang menyimpan kerinduan.

Beberapa hari setelah Jungshin menelepon, Yonghwa sudah berada di dalam pesawat, membawa ransel kecil yang berisi oleh-oleh yang dibelinya di Hongdae untuk Jungshin, Minhyuk dan Jonghyun dan juga orang lain. Dia menatap awan putih yang melayang-layang di langit, dan dia mengukir senyum saat mengingat beberapa saat lagi dia akan kembali ke Busan. Tempat di mana dia dilahirkan, tempat di mana dia mengenal ketiga sahabat laki-lakinya dan sekaligus tempat di mana tertulisnya kisah cinta pertamanya.

Sampai di Busan, bukan rumah yang menjadi tempat persinggahan pertamanya. Melainkan di sebuah apartemen sederhana yang balkonnya dipenuhi bunga mawar, yang kode kombinasi pintunya sudah dihapal di luar kepala oleh Yonghwa.

“Halo, apa kabar. Seo Juhyun?” Yonghwa mengejutkan gadis yang tengah menggunting daun-daun kering yang menempeli batang bunga mawarnya.

“Kau…Yonghwa?” Yonghwa dapat melihat mata hitam dan bulat itu terperanjat beberapa detik setelah menyadari bahwa dirinya benar-benar ada di tempat itu. Di busan. “Kapan kau datang?”

“Baru saja, aku bahkan belum sampai di rumah dan lebih memilih mampir ke tempatmu dulu.”

“Oh, itu bukanlah sesuatu yang baik,” Yonghwa tidak melihat suatu keterkejutan atau perasaan senang lewat pancaran mata Juhyun. Gadis itu bahkan berkata dengan nada yang begitu datar. Suara terdatar yang pernah Yonghwa dengar seumur hidupnya, selama dia mengenal Juhyun.

Yonghwa mendekat beberapa langkah, gadis itu melihatnya dengan tatapan datar. Sama sekali tidak menunjukkan kerinduan. Padahal Yonghwa sudah membayangkan sejak di pesawat tadi, Juhyun akan melompat saat menemukannya di apartemennya, akan memeluknya erat, akan mengecupnya berkali-kali sambil berkata ‘Aku merindukanmu Oppa’ atau ‘Aku mencintaimu’. Tapi itu semua hanya seperti kebohongan belaka.

“Kau harus datang besok,” Yonghwa menyerah setelah beberapa menit dia berdiri di depan Juhyun dan gadis itu tidak melakukan seperti apa yang dia harapkan.

“Datang? Kemana?” gadis itu mengedikkan bahu penuh tanda tanya, membuat Yonghwa mengernyitkan keningnya.

“Kau…tidak mengingatnya?”

“Apa?”

“Hari esok,” Yonghwa menekankan suaranya, rasanya ada sesuatu yang tertahan di tenggorokannya, begitu juga dengan pita suaranya.

“Oh ayolah, jangan berlama-lama katakan saja padaku ada apa dengan hari esok,” Juhyun mendengus, menatap balik mata Yonghwa. Gadis itu tidak menyadari ada pancaran aneh dari mata hitam Yonghwa.

Laki-laki itu mendesah, membasahi bibirnya dengan lidah dan menelan liurnya berkali-kali sebelum kembali berkata.

“Lupakanlah Juhyun, tidak ada apa-apa dengan hari esok. Tidak ada yang penting, yah tidak ada yang penting,” Yonghwa berkata setelah berhasil melincinkan tenggorokannya, menatap langit dan hampir ingin tertawa. Lagipula dia benar, tidak ada sesuatu yang penting dengan hari esok. Hanya ulang tahun, dan itu hanya akan memperlihatkan bahwa dirinya semakin tua, Yonghwa teringat kata-kata Jungshin beberapa hari yang lalu sebelum dia terbang ke Busan. Dan besok akan semakin menjadi hari yang tidak penting, mereka ber-empat (dia,Jonghyun,Minhyuk dan Jungshin) hanya akan menyalakan lilin di atas kue tart, menyanyikan lagu selamat ulang tahun lalu meniup kembali lilin, semuanya akan dilakukannya tanpa Juhyun. Benar-benar tidak penting, sungguh.

“Aku membawa sesuatu untukmu,” Yonghwa membuka resleting ranselnya, memberikan kotak kecil berwarna merah dan berpita emas pada Juhyun. Gadis itu melongo tak mengerti. “Ini untukmu, kau pernah bilang kau ingin oleh-oleh boneka yang memakai hanbok khas Hongdae kan?” ujar Yonghwa setelah gadis itu membukanya dengan wajah datar.

“Kau mengingatnya…? aku bahkan telah melupakannya. Itu sudah terlalu lama, Jung Yonghwa,” gadis itu menggenggam bonekanya, menatap nanar Yonghwa tapi laki-laki itu tidak melakukan apapun selain membagi senyum kecilnya yang tidak punya arti apapun.

“Kupikir aku harus pergi sekarang, Ibu pasti merindukanku,” Yonghwa beralasan dan Juhyun hanya menggumam kecil. Jadi Yonghwa melangkahkan kaki dengan ringan meninggalkan apartemen Juhyun.

Tidak ada lagi alasan untuk dia berada di sana. Juhyun melupakannya terlalu banyak. ‘sudah terlalu lama,’ perkataan Juhyun terngiang di kepalanya dan membuatnya meringis. Bagi Yonghwa satu tahun bukanlah waktu yang lama, dia bahkan masih mengingat hampir seluruh tentang Juhyun dan kenangan-kenangan yang mereka ciptakan semasa Yonghwa masih tinggal bersama kedua orang tuanya di Busan. Juhyun yang suka bunga mawar, Juhyun yang benci musim salju, Juhyun yang tidak bisa minum soju dan Juhyun yang berkata dengan semburat merah tahun lalu ‘jika pulang tolong bawakan aku boneka yang memakai hanbok, beli di Hongdae ya,’ serta Juhyun yang dulu suka memanggilnya Oppa, ‘Oppa, Yonghwa Oppa.’

Sekarang tidak ada lagi Juhyun, si gadis penuh senyum menawan yang merupakan cinta pertama Yonghwa. Suaranya yang hangat, serta pancaran kerinduan lewat matanya kinipun sudah menghilang entah kemana. Tidak ada lagi sapaan manja ‘Oppa’ yang Juhyun berikan padanya.

Semuanya sudah terlupakan, Yonghwa hanya bisa mendecakkan lidah saat menatap langit Busan yang cerah sambil berkata, “Waktu mengubah segalanya.”

#

By Yen Yen Mariti (yeo-won)
Posted from WordPress for Android

6 thoughts on “Too Easy

  1. Aishh author ni hrs tanggung jawab karena aku jadi penasaran kelanjutanny#plaak😄
    wajib bikin sequel y#give wink😉

  2. authooor bikin sequel.y hebal…
    ini crta.y ngegantung bnget ksian kan yonghwa…
    ayo thor sequel jebal jebal jebal buat yong jgn sdih di ulth.y dan buat dia bhgia ma kekasih.y seohyunnn…

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s