Appa … Oppa I Love You (Part 1)

Author @Eonn1k4D

Rating : PG17

Genre : Romance

Leght : chaptered

Cast :

Lee Jong Hyun

Kwon Min Ah

Note  : Lama ya eon nggak posting …, moga terhibur dgn FF ini dan jangan lupa koment ya BOICE

Gedung bertingkat  yang berdiri megah di depan Mina membuat yeoja itu terkagum2, maklumlah selama ini di Busan dia hanya melihat gedung bertingkat biasa tanpa ada kemewahan yang berti seperti gedung ini. Terpampang dengan jelas dan besar huruf MIRACLE di pucuk gedung. Benar2 megah guman Mina seraya melangkahkan kakinya memasuki lobby.

“ Anyeong nona , bisakah saya bertemu dengan Direktur Lee .” gadis di resepsionis memandang dari ujung rambut sampai ujung kaki Mina dengan tatapan heran campur geli. Mana ada orang yang ingin bertemu dengan direktur mereka dengan penampilan acak2an macam gini. Sepatu sneakers , kaos oblong bertulis I’m a Girl dan rambut hanya diikat asal.

“ Apakah anda sudah punya janji temu dengan Direktur kami .” tanya resepsionis itu dengan tetap ramah, karena sesuai Motto perusahaan Tamu adalah Raja walaupun kalau dilihat raja macam apa yang acak2an gini.

“ Belum sih, tapi mungkin pengacara saya sudah memberitahu Direktur .”

“ Pengacara ? .. Nama anda dan siapa nama pengacara anda nona. Saya akan mengecek mungkin hari ini Direktur memang menunggu anda .” Mina menyebut nama dan nama pengacaranya.

“ Iya betul , Kim Kyu Joong pengacara anda telah membuat janji temu dengan Direktur kami tapi saat ini Direktur belum datang. Anda silahkan tunggu di sana nona. Nanti jika Direktur sudah datang kami akan mengantar anda bertemu dengan beliau .” kata resepsionis menunjuk sofa di sudut lobby seraya membatin ada keperluan apa hingga gadis seperti ini menemui Direktur dan janji temupun lewat pengacara.

“ Gumawo nona, saya akan tunggu di sana .” Minapun beranjak menjauh tanpa menghiraukan tatapan heran penuh tanya ,

Sebodo amat dia heran yang penting aku bisa ketemu dengan Direktur dan menyelesaikan urusan sebelum kemudian cari tempat tinggal dan mengurus barang2 yang saat ini masih ada di hotel. Aigooo semoga urusan ini cepat selesai guman Mina menghempaskan tubuhnya di kursi empuk warna marun itu.

“ Direktur tunggu sebentar ….. “ JongHyun menghentikan langkah kakinya yang hendak masuk lift.

“ Wae .. “

“ Ada yang ingin bertemu anda , tapi saya ragu apakah dia anda ijinkan bertemu …. “

“ Sudah bikin janji ?.” tanya JongHyun

“ Sudah sih lewat pengacara Kim , hanya saja saya masih ragu apakah benar dia ada keperluan dengan anda …. “ jawab resepsionis ini ragu .

“ Yang mana orangnya ?.” tanya JongHyun agak heran karena biasanya orang yang ingiin bertemu dengannya baik itu telah membuat janji ataupun belum pasti telah menyambutnya di pintu lobby.

“ Itu yeoja yang duduk di ujung sana .” JongHyun menatap seorang yeoja yang dengan santai menyandarkan tubuhnya di sofa seraya menutup mulut karena menguap.

“ Diaa ? … Kau nggak tanya ada keperluan apa ?. Namanya siapa ?.”

“ Namanya Kwon Min Ah tapi dia tak menyebut apa keperluannya hanya menjawab pengacaranya sudah pasti menghubungi anda Direktur .” JongHyun mengerutkan alis , seingatnya pengacara yeoja itu belum mengkonfirmasi pertemuan ini dengannya tapi mungkin seketaris Park yang membuat janji temu ini.

“ Persilahkan dia naik dan atur pertemuan ulang dengan Minjae Ent bilang ke mereka aku ingin bertemu langsung dengan Ceo-nya jangan dengan seketarisnya yang ganjen itu . ” resepsionis itu anggukkan kepala tanda mengerti. Pengacara Kim ? … Kwon Min Ah ? … baru kali ini aku mendengar nama ini, ada urusan apa ya ? guman JongHyun seraya naik lift menuju kantornya di lantai 6.

“ Masuk “ perlahan Mina membuka pintu dan melongokkan kepala kedalam ruangan yang luas dan mewah seperti kebanyakan ruang yang diintipnya sepanjang lorong. Di sudut ruangan berdiri JongHyun menatap yeoja ini dari ujung kepala sampai ujung kaki. Senyum simpul menghias bibirnya baru kali ini melihat yeoja dengan tampilan acak2an memasuki kantornya. Biasanya para yeoja eksekutif dari kantornya sendiri atau relasi selalu berpenampilan menarik begitu pula dengan teman2 kencannya.

“ Anyeong ahjussi … saya Kwon Min Ah, panggil saja Mina … aku ingin bertemu dengan Direktur Lee , apakah beliau sedang keluar ? Kata nona resepsionis beliau bersedia menemui saya. Aissshh kenapa malah pergi ya .” kata Mina seraya memelankan kalimat terakhirnya.

“ Ada keperluan apa ingin bertemu dengan Direktur Lee ?.” tanya JongHyun makin heran, masa gadis ini tak mengenalinya sebagai Direktur Miracle.

“ Eh .. sebenarnya agak rahasia, tapi ya sudahlah saya rasa ahjussi orang terdekat beliau jadi kukatakan saja keperluanku. Lagipula kalau menunggu pengacara Kim dia pasti datangnya telat atau malah tidak datang sama sekali. Benar2 tidak kompeten seperti biasa .” JongHyun anggukkan kepala mengiyakan.

“ Silahkan duduk .”

“ Begini ahjussi , pengacara Kim telah menunjukkan berkas wasiat dari orang tua saya yang telah meninggal bahwa Direktur Lee sekarang adalah Orang Tua wali saya berikutnya hingga usia saya 21 tahun yang jatuh 9 bulan lagi….”

“ Tapi saya rasa jika Direktur Lee tidak berkenan menerima saya sebagai anak angkat maka saya tidak berkeberatan beliau melepas kewajiban itu dan saya sanggup kok mengurus diri saya sendiri tanpa wali .” Mina menjelaskan panjang lebar tanpa melihat raut wajah JongHyun yang berubah bingung dengan ucapan yeoja itu.

“ Anak angkat ? … Direktur Lee jadi ayah angkat begitu .. dan kau ini anak angkatnya ?. “

“ Ne betul sekali ahjussi … tapi saya garis bawahi jika beliau tidak berkenan saya juga tidak marah. Saya malah bersyukur bisa hidup mandiri .”

“ Sebentar nona … saya kok bingung dengan penjelasan kamu. Bagaimana ceritanya Direktur Lee bisa menjadi  ayah angkatmu. Kapan dia menandatangai dokumen2 itu … dan ayah angkat berikutnya ? apa sih maksudmu ?.”

“ Aisshh … kalau kujelaskan akan panjang lebar. Kupersingkat saja ya ahjussi. Ayahku dalam wasiatnya menuliskan beberapa nama sahabatnya  yang kelak jika sewaktu2 terjadi hal yang tidak diinginkan dalam artian ayahku meninggal , maka sahabat2nya itulah yang akan menjadi waliku hingga usiaku 21 tahun. Nah Direktur Lee adalah urutan ke4 dan yg terakhir … .. “ JongHyun bengong sekaligus heran mendengar cerita tak masuk akal yeoja ini.

“ Benarkah apa yang kau katakan itu ? .” sanggah JongHyun tak merasa pernah menandatangani dokumen perjanjian apapun dengan orang lain, dan seingatnya tak ada teman yang baru2 ini mati. Gadis ini hanya mengada2 nih.

“ Aigoo ahjussi kenapa nggak percaya sih. Direktur pasti sudah mendapat salinan dokumen itu dari pengacaraku. Aku kemari hanya ingin mengusulkan pada Direktur, kalau bisa sih dia menolak saja kewajiban itu … toh sebentar lagi usiaku 21. Aku sanggup hidup mandiri. Lagipula aku tak ingin ada hal buruk menimpa beliau seperti para ayah angkatku sebelumnya .” Mina menjelaskan panjang lebar.

“ Seketaris Park tolong kau ambilkan dokumen dari pengacara Kim … Ne .. ne .. “ perintah Jonghyun lewat telepon. Mina hanya angkat bahu tak peduli Ahjussi didepannya ini percaya atau tidak.

“ Lalu hal buruk apa yang akan menimpa ayah angkatmu ? … Aku jadi penasaran .”

“ Yaaahh aku ternyata telah di kutuk ahjussi. Siapapun yang menjadi ayah angkatku akan mengalami kecelakaan atau meninggal. Aku tak mau hal ini terjadi lagi ahjussi. Aku sangat menyayangi para ayah angkatku dan aku tak ingin kali ini terulang lagi .” JongHyun hanya tersenyum geli mendengar penjelasan Mina, hari gini masih ada kutukan sihir .. aigoo.

Tak berapa lama seketaris Park masuk dengan membawa bendel dokumen yang di minta JongHyun. Mina menatap sekeliling ruangan mewah dan luas itu sementara JongHyun membaca salinan dokumen dari pengacara Mina. Dan benar apa yang dikatakan yeoja itu, hanya saja yang di maksud Direktur Lee adalah Lee Hang Jun ayahnya. Dan benar ada cap dan tanda tangan ayahnya. Kini yang jadi masalah ayahnya sudah meninggal setahun lalu. Dan rasanya pengacara yeoja ini tak mengetahuinya. Atau … JongHyun segera menemukan catatan kecil di baris paling bawah dokumen itu

Bla bla …. jika terjadi sesuatu hal kepada nama yang tertulis di atas (meninggal) maka kewajiban tersebut di atas menjadi tanggung jawab ahli warisnya … bla … bla ..

MWOOO JongHyun membelalakan mata … dan dengan cepaat memencet sederet angka di ponselnya.

“ Hyung .. kau menerima salinan dokumen dari pengacara Kim … Ne  … dari kantor pengacara Kim and Partner .. Ada .. ya kutunggu secepatnya .. “ Mina hanya menatap ahjussi didepannya itu dengan santai sementara JongHyun sibuk menelpon dan membolak balik lembar dokumen itu.

“ Bagaimana hyung ….. “ JongHyun terdiam mendengar penjelasan pengacaranya.

“ Begitu ya .. ahhh tidak bisa batal ?.” kata JongHyun lagi

“ Ara aku mengerti … tidak .. tidak apa2 bisa kuatasi. Oke hyung gumawo .”

“ Ahjussi … bagaimana dokumen itu ? Bener kan apa yang kukatakan. Jadi .. sekarrang aku bisa ketemu Direktur Lee tidak ?.” usik Mina setelah lama JongHyu diam. Belum JongHyun menjawab, ponselnya berbunyi lagi

“ Yeoboseo … Ne eomma.. Dia sudah disini, bagaimana kau tahu … Ara .. ara aku segera membawanya. Ne … ne … Secepatnya .. segera .. “

“ Aishh …. “ JongHyun mengusap wajahnya. Bagaimana bisa ibunya mengetahui hal ini, pasti hyung yang memberitahu. Dasar apes benar hari ini guman JongHyun menatap yeoja yang duduk sembarangan di depannya itu. Bagaimana bisa aku mempunyai anak angkat seperti dia .. aigooo.

“ Oke .. ikut aku sekarang. Kupertemukan kau dengan Direktur , di rumahnya … kajja .”

“ Lho katanya Direktur ada di tempat, bagaimana sih ahjussi … “ gerutu Mina kesal, sudah capek menunggu ternyata Direktur tak ada.

“ Sudah ikut saja … “ JongHyun berjalan cepat keluar dari kantor dan mau tak mau Mina mengekor di belakangnya.

“ Jauhkah rumah Direktur ahjussi … ?.” tanya Mina setelah beberapa saat hanya diam di mobil sementara JongHyun menyetir.

“ Lumayan … “

“ Hmm mmm maaf kalau boleh tahu jabatanmu di kantor itu apa sih ahjussi, sepertinya kau orang yang cukup penting di sana. Padahal kau ini masih muda lho … “

“ Apa hubungannya antara jabatan dan umur masih muda ?.” tanya JongHyun

“ Maksudku biasanya jabatan strategis itu diduduki oleh orang2 senior, bukan orang muda macam kau ini ahjussi. Paling banter umur ahjussi hanya lebih tua 6 – 8 tahun dariku. Ngomong2 namamu siapa ahjussi. ?.” JongHyun tersenyum mendengar yeoja itu blak2an bicara.

“ JongHyun imnida … .”

“ Salam kenal ahjussi … kau boleh memanggilku Mina kurasa kita akan sering bertemu kelak .”

“ Hmm Mina ? … Minaring … “

“ Huaahh kau tahu nama Minaring juga JongHyun-ssi ?.” tanya Mina kaget.

“ Bukankah itu nama angelmoon … “

“ Waahh kau hebat JonHyun-ssi tak banyak orang yang tahu jika ada angelmoon bernama Minaring. Kurasa kau dan ayahku memang sama2 penggemar dongeng legenda. Kurasa dulu eomma appaku memanggilku Minaring karena aku memang secantik angelmoon. Bukankah begitu JongHyun-ssi .” JongHyun hanya anggukkan kepala. Yeoja ini tak berhenti bicara sepanjang perjalanan, selalu saja ada topic yang dibahas. JongHyun tak hendak berandai bagaimana hidupnya besok jika harus punya anak angkat seperti Mina ini.

“ Huaaahhh rumah Direktur benar2 daebaaakk …. “ itu komentar Mina begitu turun dari mobil.

“ Apakah rumahmu dulu juga sebagus ini, maksudku rumah keluarga angkatmu sebelumnya.” Tanya JongHyun.

“ Ne , rumah mereka tak kalah bagus dari ini. Tapi kurasa rumah ini yang paling bagus. Tapii .. “ Mina menggantung ucapannya .

“ Ada tapinya ?.” usik JongHyun.

“ Sepertinya tidak ada anak kecil ya disini. Apakah Direktur tidak punya anak ? Ahh pasti anaknya sudah dewasa semua .. hmm pantas rumah ini kelihatan sepi banget. “

“ Kau suka anak kecil ?.”

“ Tentu saja… selama ini aku hidup sebatang kara. Jadi aku menyukai anak kecil eh tepatnya aku menyukai jika aku punya banyak saudara walaupun saudara angkat sih.”

“ Hmm kira2 Keluarga Direktur menerimaku atau tidak ya ?… Rasanya kan aneh punya anak angkat di usia dewasa gini. Aku jadi khawatir JongHyun-ssi .”

“ Tenang saja .. ayo kita masuk.” Ajak JongHyun menarik lengan Mina yang setengah ragu melangkah. Begitu pintu terbuka pelukan hangat langsung menyambut Mina

“ Aigooo … jadi ini anak angkat itu. Huaa kau cantik sekali … Siapa namamu, kau sudah kuliah …. kau punya pacar … ?.” serentetan pertanyaan langsung menghambur keluar dari bibir wanita setengah baya. Mina hanya cengar cengir dan matanya bertanya pada JongHyun yang hanya angkat bahu geli melihat eommanya.

“ Ehh Kwon Min Ah inmida Direktur .” Mina menebak jika ahjumma ini adalah istri Direktur Lee. Rasa lega menyusup di hati saat mendapat sambutan hangat seperti ini.

“ Aisshh siapa yang Direktur, duduklah … aku ingin mendengar semua ceritamu. Hyun bilang pada ahjumma untuk menyediakan teh. Dan kau jangan kembali ke kantor sebelum urusan ini selesai .”

“ Ne .. “ JongHyun membungkuk hormat dan Minapun terkikik geli karena jelas terlihat JongHyun hanya menghormat dengan asal-asalan.

“ Jadi begitu ceritanya hingga kau menjadi anak angkat keluarga ini. “

“ Ne … tapi jika ahjumma dan keluarga tidak bisa menerimaku juga tak apa2 kok. Saya sudah cukup dewasa untuk hidup mandiri .” begitu percakapan yang di dengar JongHyun dari ruang sebelah. Eommanya begitu detail menanyai riwayat hidup gadis ini.

Ingin hidup mandiri ya ? guman JongHyun seraya membaca ulang dokumen dari pengacara Mina tentang aset2 yang dimiliki yeoja itu. Ternyata aset yang ditinggalkan orang tua Mina cukup besar. Dan ayah2 angkat Mina tak mengambil sepeserpun harta yeoja itu, malah mereka menginvestasikan harta warisan itu hingga kini kekayaan yeoja itu berlipat ganda. Hmmm ternyata yeoja ini tahu jika dia adalah gadis muda kaya.

“ Hyuuunn kemari sebentar .” JongHyun bergabung mereka dan memilih duduk di sudut sofa lain seraya menanti keputusan ibunya.

“ Dia ingin kita menolak isi wasiat itu. Andwe .. kau tak kuijinkan keluar dari rumah ini. Mulai sekarang kau adalah anggota keluarga kami. Kalau begitu kau bisa memanggilku Halmeonni … “ Mina membelalakkan mata mendengar kata Halmeoni .. Nenek ? ah yang benar saja.

“ Halmeoni ? …. Jadi anda bukan istri Direktur Lee … ?.”

“ Aku istri Direktur Lee .. Lee Hang Jun Direktur lama Miracle tapi suamiku sudah meninggal setahun lalu. Dan direktur yang sekarang adalah anakku Lee Jong Hyun .. DIA Direktur Miracle sekarang .” tunjuk nyonya Lee pada anaknya yang senyam senyum di ujung sofa.

“ DIA … ?.”

“ Ne .. dialah ayah angkatmu seperti yang tertulis di dokumen itu. Dan aku adalah nenekmu. Oke .. masalah sudah beres. Kau boleh menempati kamar biru diatas. Kau Hyun harus baik2 mengurus anakmu, aku senang sekali mempunyai cucu yang cantik seperti dia.” Nyonya Lee masih memberi instruksi panjang lebar sebelum meninggalkan keduanya.

“ JADIII … kau ayahku ? … “ Mina menunjuk JongHyun yang hanya bisa garuk2 kepala.

“ Kurasa begitu … Kau keberatan ?.” kata JongHyun pasrah, menolak dokumen itu bisa saja dilakukannya tapi menolak keputusan eommanya adalah suatu bencana besar.

“ Ahh nggak juga .. hanya rasanya aneh punya appa semuda dirimu ahjussi.” JongHyun hanya angkat bahu tak berkomentar dan tetap asyik melihat Mina yang berpikir keras.

“ Aiisshh …. baru saja aku ingin hidup mandiri … ehh ehh bagaimana kalau kita bikin kesepakatan, aku tetap menjadi anak angkatmu tapi kau memperbolehkanku tinggal sendiri di apartemen. Jadi kau tak usah repot mengurusku. Bagaimana … kau setujukan ahjussi ?.”

“ Hmm sebenarnya aku setuju usulmu itu, tapi kau dengar sendiri ucapan HALMEONI tadi. Kau tak diijinkan melangkah keluar dari rumah ini yang artinya mulai sekarang kau bagian dari keluargaku, .. anakku tepatnya. Aiisshhh aku punya anak perempuan sebesar ini .” keluh JongHyun putus asa . Keduanya saling berpandangan antara ayah dan anak. Sesaat kemudian tawa membahana diseluruh ruangan hingga terdengar jauh ditelan semilir angin awal musim panas.

***

Matahari belum sepenuhnya terbit namun JongHyun merasakan rumah ini sudah hiruk pikuk. Semalam JongHyun pulang agak larut karena harus menemani relasi. Kurang tidur membuat kepalanya berdenyut. Terdengar di lantai bawah suara tawa ceria anaknya dan eommanya. Huufft baru satu minggu tinggal disini tapi anak itu sudah berhasil merebut hati semua orang. Bukan tidak suka hanya tidak hari ini … JongHyun menutupkan bantal di kepala.

“ Appa … kau belum bangun juga ?. … “ Mina membuka perlahan pintu kamar JongHyun.

“ Appa .. ini sudah siang, kau harus ke kantor … “ Mina menarik korden dan sinar matahari langsung menerobos dalam ruang. JongHyun mengernyitkan alis dan menarik selimutnya.

“ Appaaaaa … kau harus bangun.. Paliwaaa …” Mina menggoyang2 kaki JongHyun yang tetap pura2 tak mendengar.

“ Appa kau janji akan mengantarku ke kampus hari ini.” Mina berbisik tepat di telinga , hembusan nafas hangat yeoja itu seketika membuat JongHyun kaget dan menoleh mendapati paras Mina tepat di hadapannya. Mata yeoja itu berkedip jenaka,..

“ Ughh appa bau alkohol , sana cepat mandi .. aku sudah membuatkan omelet enak lho untukmu. Halmeoni saja memujiku … “ dengan santainya Mina menarik selimut JongHyun dan melipatnya di pinggir tempat tidur. Jonghyun bersyukur tadi malam langsung tidur tanpa  sempat berganti baju, apa jadinya jika yeoja ini melihatnya hanya pakai boxer seperti biasa saat dia tidur.

“ Yaa … kau ini sembarangan saja masuk kamar orang .. “ gerutu JongHyun.

“ Emang nggak boleh aku masuk kamar appaku sendiri. Atau jangan2 kau tak menganggapku anak ? Kulaporkan halmeoni tau rasa kau appa ..” Mina menjulurkan lidah sebelum keluar kamar meninggalkan JongHyun yang kesal. Menyesali bagaimana bisa tiba2 punya anak sebesar ini yang kelakuannya masih seperti anak SD.

“ Appa kau janji akan mengantarku ke kampus dulu lho.” Kata Mina begitu Jonghyun bergabung di meja makan.

“ Bisakan kalau kau sama sopir saja. Aku ada meeting pagi ini.”

“ Tidak bisa, aku hari ini harus regristasi bersama waliku karena aku anak pindahan. Bukankah kau waliku sekarang ?.” Mina menekan kalimat terakhir seraya melirik halmeoninya yang sedang menyeduh kopi.

“ Hyuuun ..”

“ Iya iyaa .. nanti kau kuantar.” JongHyun memotong suara eomanya dan cengiran lebar langsung tersungging di bibir Mina yang penuh dengan omelet buatannya sendiri.

“ Kau nanti bisa pulang sendiri kan ? “ tanya JongHyun saat menyusuri lorong kampus Univ Seoul. Udara kampus tak banyak berubah, masih sama seperti saat dulu kuliah disini guman JongHyun. Pohon akasia dan cherrybloom yang mulai mekar masih tetap sama seperti 10 tahun lalu. Bangku2 di taman juga masih sama, senyum JongHyun tersungging tipis tak lepas dari pandangan Mina.

“ Appa dulu kuliah disini juga ?.”

“ Hmm ..sekitar 10 tahun lalu.”

“ Pasti kau punya kenangan indah disini. Benar kan ?.”

“ Mau tau aja kau ini. Sana ke kelasmu, pulangnya nanti naik taksi saja. Jangan naik bis kau belum hapal rute rumah kita. Arrachi .”

“ Ne appa .. “ JongHyun mengacak rambut Mina sebelum berlalu dari hadapan yeoja itu.

“ Huaa anak baru, … kau anak baru kan. Kenalin namaku SeolHyun, dia EunJi .. dan kau.”

“ Kwon Min Ah , panggil saja Mina. Aku anak desain. Kalian ?.” Mina menyambut uluran tangan dua orang yeoja yang menyapanya.

“ Sama denganmu. Yuk ke kelas…. “ ajak yeoja yang bernama SeolHyun.

“ Ngomong2 oppamu sangat tampan. Dia sudah punya pacar belum ?.” tanya EunJi menyela.

“ Kalian kakak beradik kan ? .. dia bukan kekasihmu kan ?.” EunJi bertanya lagi.

“ Aishh dia bukan kekasihku. Sepertinya oppaku belum punya pacar … “ kata Mina ragu. Jika kubilang pada mereka kalau JongHyun adalah appaku bisa heboh ini.

“ Bagus … berarti aku ada kesempatan .” kata EunJi mantab membuat Mina tertawa geli. Hari pertama kuliah sudah dapat teman yang menyenangkan.

“ Kau tadi darimana saja ? Meetingnya hampir selesai baru muncul .. untung saja mereka tetap komit pada perusahaan kita. Jika gara2 kamu proyek ini gagal .. awas kau !!.”

“ Mian hyung .. ini gara2 Mina minta diantar ke kampus. Mesti registrasi wali .. huffttt ternyata susah punya anak .” keluh JongHyun seraya menghempaskan tubuhnya di sofa kantor.

“ Anakmu itu ?.” YongHwa terkekeh geli.

“ Kau kan tahu dia anakku. Umur sudah nyaris dewasa kelakuan masih bocah. Aku jadi heran bagaimana para ayah sebelumnya mendidik yeoja itu. … “

“ Tenang saja Hyun .. hanya 9 bulan saja kok dia jadi anakmu. Selepas ulang tahun ke 21 dia bebas menentukan hidupnya. Apakah dia sangat bertingkah ya ?.” tanya YongHwa yang juga pengacara di Miracle sekaligus senior JongHyun saat di Universitas dulu.

“ Bertingkah sih tidak, … eh belum. Lagian kami juga baru satu minggu tinggal bersama. Tapi kelihatannya di masa mendatang aku bakal repot dengan kelakuannya. “

“ Eomma bagaimana ?.” YongHwa menyebut ibu JongHyun dengan panggilan eomma juga.

“ Eomma seakan dapat durian runtuh. Kau tau sendiri kan hyung, eomma ingin punya anak lagi tapi tidak bisa. Kini malah dapat cucu .. klop sudah.”

“ Dan hidupmu mulai seakan di neraka ya ?…” tebak YongHwa sambil tertawa. Siapa yang nggak kenal eomma jongHyun wanita hebat di balik berdirinya Miracle, toh begitu dia seorang ibu rumah tangga yang care terhadap keluarganya terutama terhadap anak semata wayang JongHyun. Dan YongHwa bisa menebak seperti apa sikap eomma kali ini terhadap Mina.

“ Cantikkah anakmu itu ?.”

“ Hmm lumayan juga … “

“ Hanya lumayan yaa ?… “ senyum YongHwa muncul, ukuran lumayan JongHyun adalah benar2 lumayan. Namja satu ini sangat kritis menilai penampilan seorang gadis. Tak ada satupun teman kencan Jonghyun yang jelek atau lumayan, semuanya cantik. Kadang YongHwa iri dengan insting JongHyun tentang wanita. Selalu pas dan tepat.

“ Kapan2 aku ingin bertemu dengannya . Boleh kan Hyun ?.”

“ Kalau hanya bertemu saja boleh. Tapi awas kalau kau berani macam2 dengannya.” ancam JongHyun tegas. Bibir YongHwa membentuk kata Woow tanpa suara, sebegitu protectnya JongHyun ke Mina  membuat YongHwa makin penasaran seperti apa paras anak angkat itu.

“ Appa … kau sudah tidur belum ?.” suara Mina dari balik pintu.

“ Belum .. masuklah .” jawab JongHyun seraya tetap menatap layar monitor mengoreksi laporan dari tim pelaksana proyek pengembangan taman hiburan.

“ Bagaimana kuliahmu ?.” tanya JongHyun tanoa mengalihkan pandangan dari laptop.

“ Hmm baik saja, dosenku baik semua … teman2ku sudah banyak…. “ Mina menggantung ucapannya.

“ Lalu apalagi … “

“ Appa .. boleh tidak jika aku membeli mobil . Aku kerepotan sekali jika harus naik bis .. belum lagi jika kuliahku sampai sore . Pakai uangku sendiri dech tapi aku butuh tanda tanganmu. Boleh ya appa .. plisss .” rengek Mina.

“ Kau bisa menyetir mobil ?. Pakai sopir saja knapa sih, memangnya kau sudah bilang ke halmeoni jika kau ingin menyetir mobil sendiri ?.”

“ Yaachh appa .. kau tahu sendiri bagaimana halmeoni, pasti aku tak diijinkan menyetir sendiri. Kalau pakai sopir kan kasihan Choi ahjussi harus mondar mandir mengantarku, belum lagi kalau halmeoni ada acara dengan yayasan amalnya. Dan aku tentu saja bisa menyetir .”

“ Yaachh appa .. boleh ya aku beli mobil. Dan nanti appa yang merayu halmeoni ya .. pliss appa .. plisss ..” rengek Mina. JongHyun berpikir sesaat

“ Akan kupikirkan … “

“ Huaaa gumawo appa … gumawo .” Mina langsung berjingkrak kegirangan dan spontan memeluk serta mencium kedua pipi JongHyun.

“ Appa memang yang paling hebat . Gumawo .. janji ya akan memikirkan. Janji ..” Mata Mina berbinar senang dan segera yeoja itu melesat kembali kekamarnya meninggalkan JongHyun yang terperangah kaget.

“ Gadis gila …. Sembarangan saja mencium laki2 walaupun itu ayah angkatnya. Aishh aku bisa gila .” jantung JongHyun berdebar tak karuan. Bukannya tak pernah berciuman dengan wanita hanya saja ini Mina yang notabene anak angkatnya.

Sementara di kamar lain Mina bersandar lemas seraya memegang dadanya yang berdebar keras.

“ Aisshh apa yang tadi aku lakukan, kenapa aku menciumnya. Dia kan appaku .. paboya Mina .. paboya .” runtuk yeoja itu mengomeli diri sendiri.

“ Aku harus kuat .. aku nggak boleh tertarik pada JongHyun appa. Ingat Mina dia ayahmu .. dia ayahmu .” ucap Mina seolah itu mantra yang menyadarkan pikirannya yang sedang kacau.

tbc

16 thoughts on “Appa … Oppa I Love You (Part 1)

  1. Waaaaah …
    Kereeeen ..
    Bener2 beruntung hidup mina , dia udah kaya, dapet appa angkat cakep pula .
    Aku mau jadi mina , punya appa sekeren jonghyun oppa ..
    Ah , tidak2 aku mau jonghyun jadi pacar ku saja😀
    Thor lanjutnya jangan lama2 ya ..

  2. Oenni klo bikin ff pasti T.O.P deh, lanjutannya ditunggu bgt nih, baru part 1 aja udh seru & bikin penasaran. Fighting oenni

  3. Hmm….cerita ini adaptasi dari cerita novel ya. Judul novelnya, eon lp. Ceritanya emg bgs n happy ending. Klo di novel, akhirnya mereka saling mencintai dan utk menghapus kutuk mereka ke paranormal.
    Ya wes, lanjut lagi dech bacanya. Mian klo komennya pas akhirnya.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s