Sonjinan Sarang [part 1]

 

Tittle: Sonjinan Sarang

Author: Danieehee

Rating: PG-13

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

-Yonghwa (CNBlue)

-Suzy (miss A)

-Im Jae Bum/JB (JJ Project)

-Sung Lee [OCs]

Other Cast:

-member CNBlue

-Lee Ji-eun (IU)

-Park Jin Young/Jr (JJ Project)

-Min (miss A)

Disclaimer: terinspirasi dari muka ganteng Yonghwa❤ hohoho dan terinpirasi dari drama korea dan MV CNBlue ^^ selebihnya, cerita asli karangan saya sendiri.

Note: Heyya! Akhirnya jadi juga FF pertamaku! Huehehe~ aku author baru disinii jadi mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang sreg atau cerita yang nggak jelas mungkin?:/ oya, FF ini pernahku post di wattpad accountku. Tolooong banget jangan jadi silent reader ya T^T Gomawoyo^^

*** 

PROLOG

Yonghwa menyusuri taman alang-alang seorang diri. “ya, sudah 2 tahun bukan? Dimana kau sekarang?” tanyanya pada diri sendiri. Ia memandang alang-alang yang menari-nari bersama angin. Panas cahaya matahari, menyilaukan pandangannya. Yonghwa lalu terduduk. Tiba-tiba, datang seorang namja tampan. Ia berjalan menghampiri Yonghwa. “Kau sudah di sini?” tanya namja itu. Yonghwa mengangguk. Kemudian, namja itu duduk tidak jauh dari Yonghwa. “JB…” Panggil Yonghwa.

“Apa?”

“kau tau selama ini dia dimana?”

“tidak. Kita hanya disuruh menunggu bukan? ini sudah 2 tahun. Ia pasti akan datang ke tempat ini.”

Yonghwa mengangguk. Menunggu kedatangannya dengan hati berdebar-debar.

 

Author POV

“Annyeonghaseyo! Namaku IU! Salam kenal!” IU memperkenalkan dirinya di depan Yonghwa yang sedang asyik menyantap semangkuk ramen. Yonghwa hanya melirik sekilas lalu melanjutkan memakan ramennya tanpa mengindahkan perkataan IU. IU yang sudah bersikap manis di depan namja itu langsung mengerucutkan bibirnya dan berbalik. “Aish! Dasar namja sombong!” Gerutunya pelan sambil berjalan meninggalkan Yonghwa dan kawan-kawan. “Ya! Hyung! Kau jahat sekali.. Kenapa kau tak membalas senyum manis yoeja itu? Aiissh! Dasar!” Minhyuk yang sejak tadi memperhatikan, langsung protes melihat perilaku Yonghwa. Yonghwa mengangkat kepalanya dan menatap Minhyuk dengan dingin. “Memangnya kenapa? Kalau kau suka dia, kejar saja sana.” Ucapnya dingin lalu pergi meninggalkan Minhyuk, Jungshin dan Jonghyun yang sedang menatapnya bingung. “Ada apa dengannya? Aneh sekali.” Kata Jonghyun sambil menggaruk-garuk kepalanya. “Ah, sepertinya dia sedang patah hati.” Ucapan Jungshin membuat Jonghyun dan Minhyuk kaget. “Mwo??!! Pa-patah hati?! Dengan siapa?? Aigoo.. Apa iya dia patah hati? Rasanya tak mungkin.” Komentar Jonghyun. “Aku penasaran, siapa yang sudah membuat hyung patah hati ya?” Tanya Minhyuk sambil menerawang ke atas. Jungshin mendekatkan kepalanya ke tengah-tengah meja. “Sini-sini, akan ku beri tau.” Bisiknya sambil merangkulkan tangannya ke leher Minhyuk dan Jonghyun lalu menariknya mendekat. “Kau tau? Siapa-siapa??” Tanya Minhyuk kemudian. “Kau tau Sung Lee? Ku dengar, dia yang sudah membuat hyung patah hati.” Jelasnya. “Hmm.. Sung Lee? Siapa itu?” Tanya Minhyuk dengan muka polosnya. “Aiisshh! Masa kau tidak tau? Huh payah!” Ejek Jonghyun kemudian ia memasang headphone yang sedari tadi hanya menggantung di lehernya. “Aku duluan ya.” Jonghyun beranjak dari duduknya. “Mau kemana kau? Buru-buru sekali?” Tanya Jungshin. “Aku harus menjemput sepupuku. Sudah ya! Bye!” Jawabnya sambil lalu.

***

Langit terlihat cerah. Semilir angin menari-nari bersama dedaunan dan menimbulkan suara merdu yang menenangkan. Tapi, suara merdu itu tidak berlaku bagi IU yang sedang berada pada suasana hati yang buruk. IU menghampiri Min yang sedang bermain gitar di bawah pohon besar di lapangan kampus dengan cemberut. “Ya! mengapa kau memasang wajah seperti itu?” Tanya Min begitu melihat IU dengan tampang kusutnya. Mendengar pertanyaan itu, IU merasa lebih kesal. “Huh, kau ini pura-pura tidak tau lagi!” IU kemudian mengguncang-guncangkan bahu Min, “aah! Aku malu! Kejadian tadi sangat memalukan! Kalau kau tidak menyuruhku berbuat yang aneh-aneh, pasti aku tidak akan merasakan hal semalu ini! Huaaaa!” Seru IU sambil menelungkupkan mukanya di kedua tangannya. “Mwo? Kau menyalahkanku? Siapa suruh kau memilih dare saat bermain truth or dare?” Tuntut Min sambil menyipitkan matanya ke arah IU. Seketika itu, IU tersenyum lebar sambil menggaruk-garuk kepalanya. “Hehehe, iya ya.. Ya sudahlah tak apa. Mianhae Min sudah menyalahkanmu.” Ucap IU dengan manis yang dibuat-buat. “Tidak perlu berperilaku manis yang dibuat-buat, itu sangat menggelikan. Dan kau tidak cocok berperilaku manis! Hahaha” ejek Min sambil menjulurkan lidahnya. “Yaa!! Kau ini!!” IU menggelitik perut Min tanpa ampun. Min berusaha menghindar tetapi kepalanya malah terbentur batang pohon. “Aaaw!!” Pekik Min tertahan sambil mengelus-elus kepalanya yang terbentur. “Aaaa maaf!!!” IU langsung menghampiri Min dan memeluknya sambil mengelus-elus kepala yang terbentur. “Mianhae, Min.. Aku menyesal..” Ucap IU dengan tulus.

“Kepalamu terbentur?” Tiba-tiba seorang namja tampan datang menghampiri IU dan Min. IU dan Min terlihat bingung melihat namja itu tiba-tiba menyentuh kepala Min lalu meniup-niupkan bagian yang terbentur. Setelah selesai, namja itu tersenyum manis kepada keduanya. “Oh ya, namaku Jr!” Katanya dengan semangat. Min yang sudah sadar dari lamunannya langsung tersenyum lebar, “Annyoenghaseyo! Namaku Min dan ini Lee Ji-eun, kau bisa memanggilnya IU.” Jelas Min sambil menyenggol-nyenggol pinggang IU menggunakan sikunya. Merasakan ada yang menusuk-nusuk pinggangnya, IU langsung sadar dan membungkukkan badan sekilas, “Ne, namaku IU. Salam kenal.” Jawab IU dengan sedikit salah tingkah. Seketika itu, semburat merah menghampiri pipinya. Membuat hawa panas yang tidak nyaman di wajahnya. Jr tersenyum lebih lebar lagi lalu membungkukkan badannya. “Oh ya, terima kasih ya, yang barusan.” Kata Min kemudian. “Tidak masalah. Aku senang membantu orang-orang yang sedang punya masalah.” Katanya, tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang putih dan rapi.

“Yaa! Jr! Kau lama sekali! Ayo cepat!” Seseorang memanggil Jr dari arah selatan. “Ah! Ne ne, aku akan segera ke sana.” Ia membalikkan badannya dan membungkukkan badannya sedikit. “Mian.. Aku tak bisa berlama-lama, temanku sudah menunggu. Sampai ketemu lagi ya! Annyoeng!” Jr kemudian berlari menghampiri temannya dan pergi menjauh. Min menyikut pinggang IU, “Ya, namja itu sangat tampan ya?” Tanyanya sambil melihat ke arah IU. IU hanya mengangguk sambil terus memperhatikan punggung namja itu melangkah pergi.

***

“Oppa!” Seorang yoeja cantik dengan rambut kuncir kudanya yang berwarna hitam pekat, menghampiri Jonghyun yang sedari tadi berkutik dengan handphone-nya. Jonghyun mengangkat kepalanya dan langsung tersenyum lebar. “Suzy-aah~ akhirnya kau jadi juga kuliah di Seoul. Hahaha” Jonghyun langsung memeluk sepupu jauhnya itu dengan hangat dan erat. “Oppa, ayo kita pulang. Aku lelah sekali.” Keluh Suzy sambil bergelayut manja di lengan Jonghyun. “Oke, kajja!” Ajak Jonghyun. Mereka berdua menaiki mobil berwarna merah dan langsung melesat pergi.

***

Suzy terbangun ketika seseorang membuka gorden jendelanya. Cahaya matahari yang menyilaukan mata membuat Suzy mau tak mau harus bangun dari tidurnya. “Suzy, ayo bangun.” Kang Tara, ibu Jonghyun menyuruh Suzy untuk bangun. Suzy mengangguk sambil menggeliat. “Ne, Ahjumma.”

***

Suzy POV

Ketika aku dan Jonghyun oppa sampai di pintu gerbang, perempuan-perempuan -yang sepertinya penggemar Jonghyun oppa- langsung mengerubunginya seperti semut yang melihat gula. “Oppaaaa!!” Teriakku saat melihat Jonghyun oppa ditarik-tarik oleh perempuan-perempuan itu. Mendengar aku berteriak, perempuan-perempuan itu menoleh kepadaku dengan tatapan sinis. Salah satu di antara mereka kembali menoleh kepada Jonghyun oppa dan bertanya, “oppa, siapa perempuan itu? Berisik sekali!” Omelnya dengan tampang judes. Jonghyun oppa tersenyum kepadaku, “ini sepupuku, namanya Suzy.” Jonghyun oppa memperkenalkanku sambil merangkul bahuku. Aku tersenyum simpul sambil mengangkat tangan sedikit, menyapa. “Annyoeng.” Sapaku. Mereka semua masih menatapku dengan tatapan tak suka. Namun, ada satu orang yoeja berjalan menghampiriku dan membungkukkan badannya. “Annyoenghaseyo, Suzy-aah~! Perkenalkan, namaku Lee Ji-eun! Kau bisa memanggilku IU.” Katanya sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya. Tidak terasa, ternyata Jonghyun oppa sudah tidak ada di sebelahku. Begitu juga dengan perempuan-perempuan itu. Aku menghentakkan kaki dengan kesal. “Aiiish!! Jonghyun oppa sudah dibawa kabur! Aku harus bagaimana ini!” Gerutuku sambil menarik-narik ujung kemejaku. IU memandangku dengan heran. “Kau.. Kenapa?” Tanyanya dengan bingung. Aku tersenyum agak dipaksakan, “ah ani.. Aniyo..” Ujar Suzy sambil mengibaskan tangan. IU menatapku curiga. “Aah baiklah..” Aku menyerah. “Sebenarnya, aku anak baru di sini.. Dan aku tidak tau harus kemana..” Keluhku dengan tampang memelas. “Hahaha, kau ini.. Dikira apa.. Yaa, kau bisa ikut denganku. Apa jurusanmu?” Tanya IU sambil menggapit lenganku dan membawaku entah kemana. “Aku jurusan seni musik.” Jawabku. “Wah! Ternyata jurusanmu denganku sama!” Pekik IU dengan girang. Aku tersenyum lega. “Haaah ku kira aku akan seperti anak hilang di sini. Untung aku bertemu denganmu! Gamsahamnida IU-aah~” aku menundukkan badanku dalam-dalam. “Ye ye.. Sudah-sudah, kajja, aku mau mengenalkanmu pada seseorang.” Ajaknya lalu menarik tanganku sambil berlari-lari kecil.

***

Aku dan IU sampai di lapangan kampus, tepatnya dibawah pohon besar. Di sana, ada seorang yoeja bermuka imut sedang memetik gitarnya yang berwarna pink. Ia juga berpakaian serba warna pink.

“Yaa! Min! Lihat, kita kedatangan teman baru!” Kata IU dengan girang. Aku hanya tersenyum simpul dan menyapa, “Annyoenghaseyo, namaku Suzy..” Kataku memperkenalkan diri. Yoeja bernama Min itu menghentikan permainan gitarnya dan berdiri. “Hello! Aku Min! Salam kenal!” Sapanya ramah lalu menarikku hingga terduduk di rerumputan. “Ya, apa kau bisa bermain musik?” Tanyanya kemudian. Aku hendak menjawab, tapi IU sudah menyelaknya, “tentu saja bisa! Jurusannya sama dengan kita!” Kata IU bersemangat. “Waah! Benarkah? Ayo tunjukkan pada kami. Kau maukan?” Tanya Min dengan mata berbinar. Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal, “hmm.. Bagaimana ya.. Ng.. Sebenarnya, aku tidak bisa bermain alat musik.. Aku hanya bisa bernyanyi.. Hehe” jawabku malu-malu. “Tidak apa! Coba sekarang, kau nyanyi ya!” Aku hanya mengangguk dan memperhatikan Min bermain gitar. Ternyata ia memainkan lagu I need a girl dari Taeyang. “Kali ini, kita menggunakan versimu, IU-aah~” kata Min kemudian. “Let’s sing together! I need a boy! Yeah! And let’s see your talent, Suzy-aah~!” Min tersenyum ramah padaku. Akupun bernyanyi bersama mereka.

~~~ 

Senggak omnun mal tu Orinedul malgu nal Gamsa anajul yeh~ 

Shimshim haltte gakeum Nonun aedul mal gu Naman saranghejul

Gamanissodo danyeojadeul Jeonhwagil naemiljiman 

Jarangseureopge nae sajineul Keonae boinungeureon

Boy I need a boy 

Mwol hedo ipeun 

Momae do ipeun 

Boy I need a boy 

Baby I need you 

Boy you need me too

Syojuboda buinekidojal eoulgorinun keureon namja 

Kimchi bokkeum babeun naega jal malboga daesin jal mandul su innun namja 

Naika manhado daeron kyuyun namja nan gureon namjaga johdeora 

Namjadaoun cheok hamyeon sodoSomseo haljuk anun boy 

Pyeongsoen sikkeuhancheokhaedo Dulman isseumyeon

Boy I need a boy 

Mwol hedo ipeun 

Momae do ipeun 

Boy I need a boy 

Baby I need you 

Boy you need me too

Dashi nae ga sumeumeul dweke hae jwo 

Dashi dalkomhan no rael mandeulke haejwo

You know donina mwo dan ji keu reon ke anya 

Naemameul jugo shipeun saram

I need a boy uhmm yeah yeah 

Boy like you gotta make you mine 

I’ma treat you right baby

Boy I need a boy 

Mwol hedo ipeun 

Momae do ipeun 

Boy I need a boy 

Baby I need you 

Boy you need me too

Boy I need a boy yeah 

Boy I need a boy yeah 

Nae mareul deutgo inni 

Baby I need you boy you need me too 

Boy I need a boy 

~~~

Tak terasa, akupun sudah berdiri dan menari-nari bersama mereka. Ketika lagu sudah selesai, kami semua bertepuk tangan dan saling merangkul. “Sepertinya kita bisa menjadi teman yang sangat baik!” Ucap IU dengan percaya diri. “Yes, why not?” Timpal Min sambil tersenyum lebar. Tanpa bisa ditahan, senyumku merekah dengan begitu lebar.

***

Yonghwa POV

Hari sudah sore. Aku menunggunya sambil berbaring di taman yang penuh dengan alang-alang di belakang kampus. Mataku tak bisa lepas dari sesosok gadis yang tengah melukis di balkon kampus. Tentu saja ia tak pernah tau kalau aku selalu memerhatikannya dari sini. Tangannya seolah-olah sedang menari di kanvas putih, meninggalkan jejak-jejak warna-warni yang selalu membuatku terpukau. Ia adalah pelukis paling hebat yang pernah kulihat. Sambil menunggunya, aku mencoret-coret buku musikku dengan not-not yang akan kujadikan sebuah nada lagu. ‘Haaah suasana seperti ini memang yang paling pas untuk membuat sebuah lagu’ pikirku girang.

Ketika sedang asyik mencoret-coret sambil memerhatikan Sung Lee -gadis itu- , kegiatanku terganggu dengan kedatangan seorang gadis yang terlihat sangat ceria. Ia meloncat-loncat ringan, terkadang juga berlari sambil bersenandung pelan. Rambutnya yang panjang tergerai, melambai-lambai terkena hembusan angin. Ia berlari kecil kearahku, dan sepertinya ia tak melihat kehadiranku di situ. Sampai akhirnya, ia menginjak tanganku. “Aww!” Seruku saat ia menginjak dengan tepat mengenai seluruh jari-jariku. Gadis itu berbalik dengan tampang pucat. “Aah! Mianhae! Mianhae!! Aku benar-benar tidak sengaja!!” Ia menundukkan badan dalam-dalam. Aku mengibaskan tanganku, “tidak apa..” Kataku sambil meringis kesakitan. “Aah.. Aku benar-benar tidak sengaja.. Maaf ya..” Ulangnya lagi. Aku melirik sekilas ke arah balkon, kulihat, Sung Lee seperti menyadari bahwa ada orang di tempatku ini. Dengan cepat, aku menarik gadis itu sampai tengkurap di sebelahku, tanpa menghiraukan rasa sakit yang masih terasa berdenyut-denyut di jariku dan sikap protes yang kuterima dari gadis itu. “Isshh, apa yang kau lakukan?” Tanya gadis itu. “Sstt.. Kau diam saja sampai aku membolehkanmu pergi.” Kataku sambil membungkam mulutnya dengan tanganku. Lama aku menahannya dalam.. ekhm, dekapanku -yang tidak disengaja- , aku menoleh ke arahnya, yang ternyata sedang tertidur pulas. Alisku kontan menyatu, dalam hati aku bertanya-tanya, ‘sebegitu nyamankah hingga membuat yoeja ini bisa tertidur?’ Sudut bibirku terangkat membentuk senyuman. Aku melepaskannya dari dekapanku dengan sangat hati-hati. Aku menaruh tasnya di bawah kepalanya, bermaksud menjadikannya sebuah bantal. Ia menggeliat sebentar lalu kembali tertidur. Aku memerhatikannya sambil tersenyum. ‘Benar-benar gadis yang aneh’ pikirku. Aku hendak pergi meninggalkannya ketika muncul rasa tidak enak. ‘Bagaimana jika ia tertidur sampai larut malam ya?’ Pikirku dalam hati. Aku memikirkan cara yang tepat tanpa membuat ia pulang terlalu larut dan membuatnya bangun dari tidurnya itu.

Tring!

Layaknya lampu yang menyala di tengah-tengah ruangan gelap, aku menemukan ide yang cukup baik, menurutku. Aku mencari-cari handphone gadis itu, kemudian mengotak-atik sebentar lalu mengambil secarik kertas dan menulis sesuatu untuknya. Lalu aku pergi dengan sehati-hati mungkin. Meninggalkan gadis yang namanya pun aku tak tau.

***

Author POV

Alarm di handphone-nya membangunkan Suzy yang entah sejak kapan tertidur di taman alang-alang. Ia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan baju yang ia kenakan agar rumput-rumput yang menempel hilang. Ketika itu, ia melihat secarik kertas tertempel pada tasnya. “Jangan sampai kau pulang terlambat. Maaf aku tidak membangunkanmu. Aku tidak tega membangunkanmu. YH.” Aku memebaca dengan bingung. ‘Apakah kertas ini dari namja yang tadi ya?’ Tanya Suzy dalam hati. ‘Mungkin iya’ jawabnya pada diri sendiri. Senyumnya pun mengembang tanpa dapat dikendalikan. Memikirkan namja tampan itu… Seperti melihat malaikat. Ia pun pulang dengan hati berbunga-bunga.

***

 

 

21 thoughts on “Sonjinan Sarang [part 1]

  1. Alhamdulillah akhrx ada juga yg bkin cast Yonghwa Suzy
    *sujudsukur*
    q uda lama nyari soalx.hehe
    suzYnya lgsg jath tpesona y ma yonhwa .hehe
    lanjud thor🙂

  2. Wah..ternyata diblog ini ada ff yg main cast’a Suzy unni🙂 Annyeong..new reader here #plak gk da nanya😀

    Jarang” nih ada ff pairing Yong Hwa n Suzy ^^
    kya’a bakalan seru nih😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s