Sonjinan Sarang [part 2]

 

Tittle: Sonjinan Sarang

Author: Danieehee

Rating: PG-13

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

-Yonghwa (CNBlue)

-Suzy (miss A)

-Im Jae Bum/JB (JJ Project)

-Sung Lee [OCs]

Other Cast:

-member CNBlue

-Lee Ji-eun (IU)

-Park Jin Young/Jr (JJ Project)

-Min (miss A)

Disclaimer: terinspirasi dari muka ganteng Yonghwa❤ hohoho dan terinpirasi dari drama korea dan MV CNBlue ^^ selebihnya, cerita asli karangan saya sendiri.

Note: Heyya! Akhirnya jadi juga FF pertamaku! Huehehe~ aku author baru disinii jadi mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang sreg atau cerita yang nggak jelas mungkin?:/ oya, FF ini pernahku post di wattpad accountku. Tolooong banget jangan jadi silent reader ya T^T Gomawoyo^^

Author POV

Yonghwa berjalan menyusuri trotoar sambil membawa gitarnya. Ia terlihat sangat tampan dengan celana jeans biru dengan kaus berwarna abu-abu yang dilapisi dengan kemeja kotak-kotak biru tua. Yonghwa terlihat sangat ceria, ia bersenandung sepanjang perjalanan menuju kampus. Sesampainya di kampus, ia langsung menaruh tas dan gitarnya di kelas dan berlari menuju balkon tempat yang biasa dipakai Sung Lee untuk melukis. Ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya lalu mengambil kertas dan pulpen dari saku celananya. Dan mulai menulis, “Happy Birthday.. Kutunggu kau di taman alang-alang. YH<3” lalu ia menempelkannya pada easel dan berlalu pergi.

Sementara itu, Suzy sedang asyik berfoto-foto di taman alang-alang sendirian. Suzy menggunakan bando berbentuk telinga kucing yang dilengkapi dengan hidung beserta kumisnya lalu mengangkat kameranya ke atas dan memotret dirinya sendiri. Saat sedang tidur-tiduran di sana, ia mendengar suara-suara berisik tak jauh dari tempatnya. Suzy kemudian mengangkat sedikit kepalanya dan mencari-cari, barangkali ada orang di sana. Ternyata ia melihat namja tampan yang kemarin tak sengaja terinjak kakinya oleh Suzy. Ia hendak memanggil namja itu ketika tiba-tiba datang seorang yoeja cantik. Ia mengenakan dress selutut bercorak bunga. Rambutnya yang panjang kecoklatan dikepang satu. Matanya hitam besar dengan bulu mata yang sangat lentik. Senyuman manis terlukis di wajah cantiknya. ‘Waa.. Cantik sekali yoeja itu.. Dia siapa ya?’ Tanya Suzy dalam hati. Ia memilih untuk bersembunyi sambil memperhatikan keduanya.

“Yonghwa sunbae, ada apa kau menyuruhku ke sini?” Tanya yoeja itu.

“Aku ingin memberimu sesuatu dan membicarakan hal penting” jawab Yonghwa sambil tersenyum cerah. “Ayo duduk” ajak Yonghwa kepada Sung Lee. Sung Lee mengangguk lalu duduk di sebelah Yonghwa. Ia memberikan kotak kado berwarna merah dengan pita pada tutupnya kepada Sung Lee. “Apa ini?” Tanyanya dengan bingung. “Buka saja” jawab Yonghwa. Sung Lee lalu membuka kotak itu dengan hati-hati. Di kotak itu, terdapat 1 paket kuas dan 1 buku gambar. Sung Lee menatap Yonghwa dengan tatapan tak percaya. “Ba-bagaimana kau tau kalau aku sedang membutuhkan kuas dan buku gambar?” Tanyanya dengan senyuman lebar. Sung Lee memang gadis yang sangat sederhana, ia tinggal di Seoul tidak bersama dengan keluarganya, melainkan hanya mengontrak rumak kecil sendirian. Dengan keadaannya yang sekarang, ia harus menghemat uang sakunya. Yonghwa hanya tersenyum sambil merogoh isi sakunya. Ia mengeluarkan kotak kecil berlapis kain beludru lalu membukanya. Lagi-lagi Sung Lee dibuat terkejut dengan hadiah yang diberikan Yonghwa, sebuah cincin emas perak dengan mutiara di tengahnya. Yonghwa memasang cincin itu di jari manis Sung Lee. “Selamat ulang tahun, Sung Lee.” Ucap Yonghwa dengan lembut lalu memeluk Sung Lee dengan erat. Sung Lee balas memeluk Yonghwa dengan hangat. “Ah ya, satu lagi.” Kata Yonghwa membuat kedua alis Sung Lee saling bertautan. “Saranghae, Sung Lee-ah.” Sung Lee terlihat sangat kaget, “Apa maksud-” kata-katanya terpotong saat Yonghwa mengecup lembut bibir Sung Lee.

Suzy melihat semuanya. Ia terlihat sangat shock dengan adegan romantis tadi. Ia menutup mulutnya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Baru pertama kali ini aku melihat yang seperti ini…’ Ujar Suzy dalam hati. ‘Tapi, mengapa ada rasa yang mengganjal ya?’ Pikir Suzy sedih. Ia lalu beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan taman dengan hati yang entah mengapa terasa tak enak.

***

Yonghwa POV

Aku berjalan menyusuri lorong kampus sambil menenteng gitarku menuju kelas. “Haah hari ini memang hari yang sangat indah!” Gumamku pelan sambil tersenyum. “Ya hyung! Kau kenapa? Sepertinya moodmu sedang bagus ya?” Tanya Minhyuk tiba-tiba mengagetkan Yonghwa. “Ya! Bisa tidak kau datang bilang-bilang?!” Protes Yonghwa sambil mengelus-elus dadanya. “Hehe, mianhae hyung.. Aku tidak bermaksud untuk mengagetkanmu…” Jawab Minhyuk dengan cengiran khasnya. “Hah sudahlah lupakan saja.” Kata Yonghwa kemudian, “oya, bagaimana.. Kalau hari ini, kau ku traktir ayam goreng di kantin?” Tawar Yonghwa. Minhyuk menyambutnya dengan suka hati. “Waaah! Moodmu benar-benar sedang bagus, hyung! Kajja! Kita beli ayam goreng! Perutku rasanya lapar sekali.” Jawab Minhyuk dengan semangat. “Huh, kau ini.. Pasti setiap mendengar kata ‘makan’ perutmu langsung lapar.” Gumam Yonghwa pelan. Namun, Minhyuk sudah pergi mendahuluinya sambil meloncat-loncat girang. “Ayam goreng! Ayam goreng!” Serunya sambil meloncat-loncat riang. “Dasar!” Gerutu Yonghwa sambil menggeleng-gelengkan kepala.

***

Author POV

“Suzy-aah!” IU berlari tergopoh-gopoh sambil menenteng gulungan kertas yang besar. Suzy menoleh sambil melepas earphone-nya yang tidak bersuara. “Ada apa?” Tanyanya kemudian. “Tolong bantu aku.” Pinta IU sambil langsung menyerahkan gulungan kertas yang ia bawa tadi. Sebelah alis Suzy terangkat karena heran. “Apa ini?” Tanyanya. “Ah ini, ini poster acara yang akan di selenggarakan kampus dua bulan lagi. Setiap anak dari jurusan-jurusan di kampus ini harus menampilkan bakat mereka. Aku yakin, pasti akan seru!” IU menjelaskan dengan semangat. Suzy hanya manggut-manggut sambil berjalan mendekati papan pengumuman. “Ya! Kenapa kau hari ini sangat tidak bersemangat?” Tanya IU sambil memperhatikan Suzy dengan polos. “Ah, ani… Aku tidak apa-apa.” Jawabnya, “beri aku selotipnya.” Katanya kemudian. IU memberikan selotipnya lalu berjalan ke sisi lain papan pengumuman. “Kau ingin menampilkan apa Suzy-aah?” Tanya IU. Suzy mengangkat bahu sekilas, “aku tidak tau..” Jawabnya sambil terus menempel poster. IU hendak menjawab ketika tiba-tiba terdengar pengumuman dari pengeras suara. “Perhatian kepada seluruh murid jurusan kesenian, harap berkumpul di aula sekarang juga.”

“Ho? Ada apa ya?” Tanya IU, “ayo Suzy-ah!” Ajak IU sambil menggandeng tangan Suzy. Suzy dan IU berjalan masuk ke aula. “Annyoenghaseyo, IU-ah!” Sapa seorang namja dengan sangat manis. “Ah! Annyoeng Minhyuk-sunbae!” Balas IU sambil membungkuk. “Siapa temanmu yang cantik ini?” Tanya Minhyuk kemudian sambil tersenyum ke arah Suzy. “Ah, kenalkan dia temanku-” “dan juga sepupuku.” Perkataan IU terpotong oleh seorang namja tampan yang segera merangkul Suzy. “Jonghyun? Dia sepupumu?” Tanya Minhyuk agak terkejut. “Ne..” Jawab Jonghyun sambil mengangguk mantap. “Wa… Kenapa sepupumu cantik tapi kaunya…..” Minhyuk dengan sengaja menggantung perkataannya. “Ya! Kau ini! Aku ini termasuk siswa tertampan di kampus ini!” Protes Jonghyun sambil mengerucutkan bibirnya. “Hahaha iya iya, aku tau…” Jawab Minhyuk sambil tertawa. “Ah ne, IU dan Suzy.. Silahkan masuk!” Kata Minhyuk kemudian ketika mengingat tugasnya, menjaga pintu masuk sambil memberi snack untuk di dalam. “Ini, ambil.” Minhyuk memberi 2 box makanan dengan 2 botol air mineral. “Gamsahamnida” jawab IU dan Suzy bersamaan. “IU-ah, Min kemana ya?” Tanya Suzy sambil mengedarkan pandangannya, mencari Min. IU menggeleng, “aku juga tidak tau..” IU menarik tangan Suzy, “sudah biarkan saja, dia memang suka menghilang.. Ayo Suzy! Kita duduk di sana!” Kata IU sambil menunjuk kursi di tengah-tengah. “Tes tes tes..” Seorang guru perempuan sedang mengecek mic di atas panggung. “Annyoenghaseyo!” Sapanya dengan ceria. “Annyoenghaseyo, songsaengnim!” Jawab semua orang yang ada di aula dengan semangat.

“Semua dalam keadaan baik bukan???” Tanyanya. “Neeee!!”

“Bagus! Karena, hari ini, saya akan menjelaskan tentang acara kampus yang akan diselenggarakan 2 bulan lagi. Kalian siap????”

“Neeeee!!”

“Okee, jadi.. Kalian semua akan menampilkan bakat kalian… Dengan berkelompok!”

Semua orang yang berada di aula berteriak senang. IU dan Suzy saling memeluk karena senang. “Huuufttt aku sangat lega! Kukira kita semua akan tampil sendiri-sendiri!” Kata IU dengan senang. Suzy hanya mengangguk sambil tersenyum. “Tapiiiiii…” Suara guru Nam menciptakan kesunyian dan hawa tegang di aula. “Satu kelompok hanya berisi 3 orang..” Kembali semua orang berteriak. Tapi dengan panik. “Omo… Bagaimana bisa kalau hanya 3 orang satu kelompok??” Keluh yoeja di sebelah Suzy. Suzy jadi ikutan panik. ‘Aduh.. Bagaimana ini? Hanya 3 orang..’ Pikir Suzy. “Oh ya, satu lagi!” Kata guru Nam lagi. “Kelompok akan di tentukan, oke?” Suzy mendengus kesal. “Saya akan membacakan kelompok 1 sampai seterusnya, yang merasa namanya dipanggil, tolong maju ke depan.” Kata guru Nam. Selama guru Nam menyebutkan nama-nama murid dengan kelompoknya, Suzy memikirkan kira-kira siapa yang akan menjadi teman sekelompoknya. “Kelompok 10, Bae Suzy, Jong Yong Hwa dan Im Jae Bum.” Suzy terperanjat ketika mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh kepada IU, “IU-aah.. Kita tidak sekelompok..” Kataku memasang tampang sedih. “Tidak apa Suzy-aah~ sudah sana kau ke panggung.” Kata IU sambil tersenyum. Suzy mengangguk lalu berjalan ke panggung. Suzy melihat teman sekelompoknya telah menunggu di pojok aula. “Annyoeng, namaku Suzy.” Suzy memperkenalkan dirinya. Kedua teman sekelompoknya itu yang tadinya menunduk, mengangkat kepalanya. Suzy kaget melihat teman sekelompoknya itu, ‘oh tidak! Aku sekelompok dengan 2 orang namja yang sangat tampan!’ Pikir Suzy panik. ‘Tenang Suzy… Tenang… Semua akan berjalan lancar… Kau hanya perlu relaks…’ Suzy menarik napas perlahan, lalu membuangnya. Suzy tersenyum lalu duduk di depan kedua namja tersebut. Suzy sangat kaget ketika mendapati ternyata satu dari namja tampan itu adalah namja yang kemarin tidak sengaja ia injak kakinya. “Ah, kau….” Namja itu mengangkat kepalanya dan melihat Suzy dengan tampang terkejut juga. “Kau… Kau yang kemarin menginjakku bukan?” Tanya Yonghwa, masih memperlihatkan wajah kagetnya. “Mianhae… Aku benar-benar tidak melihatmu di sana..” Ujar Suzy dengan tampang menyesal. “Jadi.. Kalian sudah saling mengenal?” Suzy dan Yonghwa menoleh ke arah namja yang daritadi hanya memperhatikan. “Ah, aniyo..” Jawab Suzy. Namja itu hanya mengangguk kemudian memasang earphone-nya. Keheningan memenuhi udara di antara mereka bertiga. Karena tidak tahan hanya berdiam-diam saja, Suzy bertanya kepada kedua namja tersebut, “ekhm.. Jadi.. Siapa nama kalian?” Tanya Suzy. Yonghwa hanya melirik sebentar lalu sibuk kembali dengan gitarnya. Sementara, namja yang satunya melepas earphone-nya, “Jae Bum. Kau bisa memanggilku JB” katanya lalu mengalihkan kembali pusat perhatiannya pada iPhone yang ia pegang. “JB…..” Gumam Suzy pelan lalu menoleh pada Yonghwa. “Berarti kau Yonghwa, benarkan?” Tanya Suzy.

Yonghwa pura-pura tidak mendengar, ia masih terus memetik gitarnya. “Aiiish!! Dosa apa aku bisa sekelompok dengan 2 namja tampan tapi sombong??!!” Gumam Suzy frustasi. Suzy hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya. “Perhatian semuanya!” Seru guru Nam, mengambil perhatian semua orang di aula. Suzy, Yonghwa dan JB mengangkat kepalanya dan memperhatikan guru Nam. Begitu juga yang lainnya. “Tugas kalian adalah menentukan tema apa yang akan kalian tampilkan! Oke?” Guru Nam kemudian berjalan keluar. Suzy memandang Yonghwa dan JB dengan tatapan putus asa. “Bagaimana bisa…..” Ia menghembuskan napasnya keras-keras lalu berdiri. “Yaa!! Kalian berdua! Apa tema yang akan kita pakaaaaiii???” Teriak Suzy frustasi. JB melepas earphone-nya kemudian mengangkat kepalanya, melihat ke arah Suzy. “Aku tidak peduli. Kau saja yang menentukan.” Jawabnya santai lalu memasang earphone-nya kembali. “Benar-benar……..” Suzy menarik napas lalu menghembuskannya dengan perlahan-lahan. “Ya, bagaimana pendapatmu?” Tanya Suzy sambil menahan amarahnya kepada Yonghwa. Yonghwa mengendikkan bahunya, “terserah kau saja.” Jawabnya. Suzy menggembungkan pipinya lalu duduk dengan kasar. Ia meniup poninya lalu menumpukan kepalanya pada kedua lengannya. “Yaa! Yonghwa-hyung!” Tiba-tiba seseorang memanggil Yonghwa lalu duduk di sebelahnya. “Annyoeng Suzy! Kita bertemu lagi!” Sapa Minhyuk sambil tersenyum ceria. “Ah, annyoeng Minhyuk-sunbae!” Suzy tersenyum kepada Minhyuk. “Kau mengenalnya?” Tanya Yonghwa. “Tentu saja! Diakan sepupunya Jonghyun!” Jawab Minhyuk dengan semangat. “Ah, rupanya kau sepupu yang sering di bangga-banggakan oleh Jonghyun.” Mendengar itu, Suzy tersenyum cerah sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, salah tingkah. “Ah.. Terima ka-” “cih! Kukira cantiknya seperti apa.. Kalau yang sepertimu….. Standar.” Suzy merasa darah dari seluruh tubuhnya pindah ke kepala semua. “Ya! Apa maksudmu?!” Teriak Suzy marah. “Mukamu… Standar. Sudah jelas?” Jawab Yonghwa santai. Suzy merasa seolah-olah Yonghwa menjentikkan jarinya pada luka yang dimiliki Suzy. Sungguh, ia merasa sakit hati dibilang seperti itu. Kemudian Suzy hanya tersenyum kecut lalu bangkit dan pergi dari aula tanpa mengucapkan sepatah katapun.

***

Suzy POV

“Huuuh! Namja tampan berhati busuk! Bilang apa dia tadi? Mukaku… Standar?! Hah! Dia pikir, dia siapa?! Seenaknya saja bilang kalau mukaku ini standar! Lihat saja kau Yonghwa sunbae! Kalau kau bukan senior-ku, sudah kubuat kau seperti bola-bola daging!!! Kau akan menyesal!!!” Aku menggerutu kesal dan menyumpah-nyumpahi Yonghwa sunbae sambil berjalan ke arah kantin. “Ahjumma, aku pesan jus stroberi ya!” Seruku. Aku mengeluarkan handphone-ku dan menelpon Jonghyun-oppa. “Yoeboseyo” terdengar suara yoeja menyapa disebrang sana. ‘He? Kenapa suara perempuan?’ Tanyaku dalam hati kemudian melihat ke layar handphone, memastikan bahwa aku tidak salah menelpon. “Ah, halo.. Ini dengan siapa ya?” Tanyaku.

“aku Sung Lee.. Kau mencari Jonghyun sunbae?”

“Ne.. Bisa aku bicara dengannya?”

“Tentu, tunggu sebentar ya..”

“Oke”

Tak lama kemudian, suara Jonghyun oppa terdengar disebrang sana. “Yoeboseyo.. Ada apa kau menelponku?” Tanya Jonghyun oppa kemudian.

“Oppa.. Aku kesal dengan temanmu itu..”

“Ho? Siapa?”

“Ituuu.. Mukanya seperti malaikat, tapi hatinya hitam seperti arang..”

“Hahaha, maksudmu.. Yonghwa?”

“Ne!! Dia sangat menyebalkan oppa!”

“Biarkan saja dia.. Kau harus bersikap baik padanya jika ingin diperlakukan baik..”

“Tapi aku sudah bersikap baik!”

“Hmmm.. Berarti kau harus lebih baik lagi!”

“Mwo?? Aku malas berbaik hati kepada namja angkuh itu! Tidak sudi!”

“Hahaha.. Kau ini, sudahlah. Diamkan saja kalau dia berulah”

“Ne oppa. Oya, Sung Lee itu siapa oppa?”

“Ooh, dia temanku..”

“Sedang apa oppa sama dia?”

“Dia sedang berlatih gambar untuk acara 2 bulan lagi.”

“Oooh”

“Sudah dulu ya.. Aku sudah ditunggu Sung Lee.. Byebye Suzy-ah.”

“Ah, ye..”

Setelah sambungan telepon sudah diputus, aku meminum jus stroberi yang tadi ku pesan. “Suzy-ah!” Aku menoleh dan mendapati IU dan Min sedang melambaikan tangannya padaku. “Heey! Kalian kemana saja?” Tanyaku kepada IU dan Min. “Tadi aku dan IU sedang mendiskusikan tema yang akan kami gunakan.” Jawab Min sambil memesan pisang coklat. “Ah. Jadi, kalian sekelompok?” Tanyaku. “Yap!” Jawab IU dengan semangat. “Lalu, 1 lagi siapa?”

“Jr! Kau tau dia? Kyaaa! Dia tampan sekaliii! Dan dia sangat baik! Ya kan IU-ah?” Kata Min sambil menyenggol pinggang IU. IU hanya tersipu-sipu, membuatku curiga. Aku memicingkan mata ke arahnya. “Yaa, apa kau… Suka pada namja itu?” Tanyaku dengan tatapan penuh arti. IU menunduk. Kulihat pipinya sudah seperti tomat saking merahnya. “Yaa! Teman kita sedang jatuh cinta Min-ah!” Seruku pada Min lalu mencubit pipi IU gemas. “Kau ini… Lucu sekali kalau sedang tersipu!” Ujarku gemas. “Halo IU, Min-ah daan….??” Tiba-tiba 2 orang namja datang menghampiri kami lalu menyapa kami dan menanyakan namaku. “Suzy.” Aku kaget karena orang yang menjawab justru namja yang satunya. Setelah kulihat lagi, ternyata dia JB. “Ah, annyoeng Suzy! Namaku Jr, salam kenal!” Sapanya sambil tersenyum manis. Aku langsung menoleh ke arah IU dan tersenyum penuh arti. IU hanya menggaruk-garuk kepalanya dengan salah tingkah. “Kami boleh gabung di sinikan?” Tanya Jr. “Tentu saja boleh!” Jawab Min sambil tersenyum manis. Jr mengambil tempat duduk di sebelah IU dan JB di sebelahku. Min, IU dan Jr sibuk berbincang-bincang. Aku hanya duduk sambil mengaduk-aduk jus stoberi. “Kalian sekelompok bukan? Kenapa tidak membicarakan sekarang? Mumpung ada waktu luang lho.” Kata Jr memecah kesunyian antara aku dan JB. Aku hanya diam. “Baiklah. Aku akan memanfaatkan waktu ini.” Kata JB kemudian. “Jadi, kita mulai dari mana?” Tanyanya padaku. “Tema” aku menjawab dengan singkat. “Oke. Hm.. Temanya apa ya?” Tanyanya lebih pada dirinya sendiri. Aku mengendikkan bahu. “Apa tema yang kalian ambil?” Tanya JB pada IU, Min dan Jr. “Ng.. Kami memilih tema persahabatan.” Jawab Min. JB mengangguk-angguk sambil memegang dagunya. “Memangnya, ada tema apa saja?” Tanya JB. “Persahabatan, kekeluargaan, perjuangan, romansa, keagamaan. Hanya itu yang aku tau.” Jawab IU. “Romansa yang paling mudah menurutku.” Komentar JB. “Bagaimana menurutmu?” Tanyanya padaku. Aku hanya mengangguk dengan muka polos. “Oke, sekarang, kita hanya perlu mencari Yonghwa sunbae.” JB lalu berdiri. “Kajja! Ayo kita cari Yonghwa sunbae.” Serunya sambil tersenyum padaku. Bumi terasa berhenti berputar. Selama sepersekian detik, dunia terasa berhenti karena senyuman JB yang ekhm memukau.

Senyumannya membuatku terpaku. Aku berani bersumpah, kalau ada perlombaan senyum terindah, dia pasti menang. Bahkan Jonghyun oppa sekalipun tidak dapat mengalahkannya. “Ya, jangan melamun. Ayo kita cari Yonghwa sunbae.” Suaranya membuyarkan lamunanku seketika. Ia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. “Ah, oke..” Aku mengerjap-ngerjapkan mata sambil menepuk pipiku dengan kedua telapak tangan. “Apa yang aku pikirkan! Babo!” Makiku pada diri sendiri. “Mwo?” Tanya JB. “Ah, aniyo..”

Aku dan JB berjalan beriringan mencari Yonghwa sunbae. “Ah, itu dia!” Seru JB sambil menunjuk ke arah utara. “Ah iya.” Aku hendak memanggilnya ketika kusadari apa yang sedang dilakukan Yonghwa sunbae dengan seorang yoeja cantik. Sangat cantik. Aku dan JB sama-sama melongo tak percaya. Kemudian JB meringis, “ini bukan tontonan yang pas untuk kita, ya kan? Lebih baik kita pergi.” Ujar JB sambil berbalik dan melangkah pergi. Diikuti aku yang mengekor di belakangnya. ‘Lagi-lagi.. Aku melihat tontonan romantis gratis..’ Gumamku dalam hati. Tanpa sadar, aku memegang dadaku lalu menarik napas panjang. ‘Tidak apa Suzy.. Kau akan baik-baik saja.’ Kataku dalam hati lalu tersenyum, melupakan semua hal yang tadi kulihat.

TBC =)

 

10 thoughts on “Sonjinan Sarang [part 2]

  1. Waaah keren keren , artis2 terkenal ada semua ..
    Bayangin minhyukk kayak upin ipin bilang ayam goreng ayam goreng😀
    Lanjuuuut thor

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s