Sonjinan Sarang [part 3]

 

Tittle: Sonjinan Sarang

Author: Danieehee

Rating: PG-13

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

-Yonghwa (CNBlue)

-Suzy (miss A)

-Im Jae Bum/JB (JJ Project)

-Sung Lee [OCs]

Other Cast:

-member CNBlue

-Lee Ji-eun (IU)

-Park Jin Young/Jr (JJ Project)

-Min (miss A)

Disclaimer: terinspirasi dari muka ganteng Yonghwa❤ hohoho dan terinpirasi dari drama korea dan MV CNBlue ^^ selebihnya, cerita asli karangan saya sendiri.

Note: Heyya! Akhirnya jadi juga FF pertamaku! Huehehe~ aku author baru disinii jadi mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang sreg atau cerita yang nggak jelas mungkin?:/ oya, FF ini pernahku post di wattpad accountku. Tolooong banget jangan jadi silent reader ya T^T Gomawoyo^^

Author POV

Hembusan angin memadati ruangan di antara Yonghwa dan Sung Lee. Rambut Sung Lee menutupi mata dan dahinya. Ia hendak menyingkirkannya, tapi Yonghwa menahannya. Yonghwa tersenyum pada Sung Lee lalu menyingkirkan rambut yang menutupi mata dan dahi Sung Lee. Wajah Yonghwa terlalu dekat, membuat Sung Lee merasa canggung. Ia menepis tangan Yonghwa yang sedang menyingkirkan helaian rambutnya. “Sunbaemin, aku bisa sendiri..” Katanya lalu tersenyum agak kaku. Yonghwa yang semula tersenyum langsung menatap Sung Lee heran. Yonghwa menatap dalam ke mata Sung Lee, ada rasa yang asing di sana. ‘Kenapa?’ Tanya Yonghwa dalam hati. ‘Kenapa kau tak bisa menerimaku?’ Tanyanya perih. Ia menghembuskan napas pelan lalu menjauh dari Sung Lee. Sung Lee menatap Yonghwa dengan pandangan bersalah. Yonghwa melihat seakan-akan Sung Lee meminta maaf lewat matanya. Yonghwa mengangguk. “Tak apa.. Aku tidak memaksa.” Kata Yonghwa sambil tersenyum simpul. “maaf sunbaemin.. Aku tidak bisa..” Kata Sung Lee. “Tidak apa..” Sekali lagi, Yonghwa menghembuskan napasnya. “Tapi, bolehkah aku meminta satu permintaan?” Tanyanya kemudian. Sung Lee ragu tetapi akhirnya mengangguk. “Bolehkah aku… Memelukmu?” Tanyanya. Sung Lee memikirkan sejenak kemudian mengangguk dengan ragu. Yonghwa langsung memeluk tubuh mungil Sung Lee dengan erat. Matanya terpejam, seolah-olah, jika matanya terbuka, semua itu ternyata hanya mimpi. Yonghwa benar-benar menghayati saat-saat itu. Berpelukan dengan gadis yang amat dicintainya. Namun, gadis yang dicintainya itu, tidak membalas cintanya. “Gomawo. Aku tidak akan mengganggumu lagi.” Kata Yonghwa sambil tersenyum lalu mengacak-acak rambut Sung Lee. “Annyoeng hi gyeseyo, Sung Lee-ssi..” Ucap Yonghwa dengan suara parau. Jauh di dalam hatinya, rasa perih sangat terasa. Ingin rasanya ia berteriak sekeras-kerasnya. Yonghwa menundukkan badannya sedikit, lalu berbalik tanpa menoleh lagi.

***

Suzy dan JB terus berjalan tanpa tau arah mana yang mereka tuju. Suzy terus saja berjalan dengan tatapan kosong. ‘Ada apa sebenarnya?’ Tanyanya dalam hati. ‘Kenapa… Rasanya tidak enak?’ Tanyanya lagi. “Awas!” Tiba-tiba, tubuh Suzy terdorong ke sebelah kirinya. Suzy memejamkan matanya lalu merasakan tumpahan air mengenai sebagian badannya. “Ah! Maaf.. Aku tidak sengaja..” Kata seseorang yang Suzy tak tau siapa. “Iya, tidak apa, maaf sudah membuat air yang kau bawa tumpah..” Seseorang menjawabnya. Suzy mengenali suara itu, suara JB. Tapi….. ‘Kenapa terasa dekat sekali?’ Pikirnya dalam hati. Kemudian, ia membuka matanya. JB menoleh ke arahnya dengan rambut yang basah. Jarak di antara mereka kira-kira hanya 5 cm. Keduanya sama-sama terpaku. Dengan posisi Suzy yang setengah tiduran, hanya disangga oleh kedua sikunya dan JB yang sedang duduk di sebelahnya dengan tangan melingkar di pinggang Suzy plus keadaan yang basah kuyup, membuat keduanya merasa canggung. JB segera sadar lalu berdiri, memeras bajunya yang basah dan menyerahkan tangannya ke arah Suzy. “Ayo bangun” katanya. Suzy menaruh tangannya di atas telapak tangan JB lalu berdiri. “Gamsahamnida..” Kata Suzy sedikit salah tingkah. Ia merasa pipinya mulai memanas. Begitu juga dengan JB. Ia langsung memakai earphone-nya dan berlalu begitu saja. “Ya! Kau mau ke mana?” Tanya Suzy setengah berlari mengejar JB. JB hanya mengangkat bahu. Suzy meraih tangan JB dan berhenti tepat di depannya. “Tunggu dulu!” Serunya sambil merentangkan tangannya. JB berhenti dan hanya berdiri melihat ke arah Suzy. “Sekarang kita harus mencari Yonghwa sunbae” kata Suzy. “Kau lihat kan tadi?” Tanya JB sambil mengacungkan jempolnya ke belakang. “Ditambah dengan keadaan kita sekarang?” Lanjut JB. “Iya.. Aku tau.. Tapi kita tetap harus mengajaknya kerja kelompok sekarang…” Kata Suzy. “Ayo sekar-” kata-kata Suzy terpotong oleh Yonghwa yang sedang berjalan tergesa-gesa melewati mereka. “Ah! Sunbaemin!” Teriak Suzy. Namun, Yonghwa terus saja berjalan tanpa memedulikan sekitarnya. Suzy dan JB terlihat heran. Tanpa berpikir panjang lagi, Suzy mengikutinya. JB hanya diam di tempat tanpa bergerak sedikitpun. Suzy menoleh ke arah JB. “Ya! Cepat!” Serunya. JB tetap diam. Suzy kemudian berbalik dan menariknya.

“Kalau tidak cepat, kita bisa kehilangan jejak.”

“Sudah kehilangan.”

“Ne?”

JB menunjuk ke arah belakang Suzy dengan dagunya. Suzy berbalik dan mendapati sepanjang koridor sudah tidak ada orang. “Aisssh! Bagaimana ini???” Tanyanya. JB mengedikkan bahu. Suzy berpikir sejenak. “Ah! Aku tau! Ayo ikuti aku!” Seru Suzy. “Ya! Kita mau kemana?” Tanya JB. “Ikuti saja!” Suzy menarik JB sambil berlari-lari kecil.

***

Yonghwa bersandar pada sebatang pohon di taman alang-alang. Di tangannya, terdapat gitar kesayangannya. Ia lalu memainkan gitar tersebut dan bernyanyi.

~~~ 

Eotteohke neol dugo tteona 

Eotteohke neo eopshi sara 

Sumdo mot swige apeunde eotteokharago 

Geureohjiman geureohjiman nan mothae

Eotteohke nal dugo tteona 

Eotteohke na eopshi sara 

Naengjeonghan ni moseubi nan eosaekhaeboyeo 

Geureojiman neodo apeungeon ara

Neoman saranghaeseo neo bakke sarangeul mollaseo 

Ajik nae meorineun neo bakke gieogeul mothaeseo 

Garago mireo naedo mireo naedo naneun jal andwe nabwa 

Jigeumeun hajiman geumal say good bye

Useumyeon sarajyeo andwae 

Ijeuncheok sokyeodo andwae 

Dareun sarameul mannado neoeui gieogi 

Jakku nae balmogeul jabgo isseoseo

Neoman saranghaeseo neo bakke sarangeul mollaseo 

Ajik nae meorineun neo bakke gieogeul mothaeseo 

Garago mireo naedo mireo naedo naneun jal andwe nabwa 

Jigeumeun hajima geuman say good bye

Jogeumman kidaryeojweo huhwe eopneun sarangi 

Jugo namyeon ijeulke geuttae neol saranghae~

Neoman barabwaseo neobakke sarangeul mollaseo 

Geujeo nae gaseumeun neo bakke dameuljul mollaseo 

Ijeuryeo jiweobogo jiweobwado naneun jal andwe nabwa 

Jigeumeun hajima geumal say good bye 

(Don’t Say Goodbye – CNBlue) 

~~~

Yonghwa menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan. Bola matanya sudah diselimuti oleh air mata. Tak kuat menahannya, ia pun meneteskan air mata itu tanpa suara. Namun, ia tidak menyadari, bahwa tidak jauh dari tempatnya bersandar, ada Suzy dan JB yang sedang memperhatikannya dengan tatapan terharu. Tepatnya, hanya Suzy. Mata Suzy ikut berkaca-kaca dibuatnya. Ia merogoh tasnya, lalu mengeluarkan sapu tangannya dan menghapus air matanya yang baru saja jatuh. “Ya, kenapa kau menangis? Hanya seperti itu saja.” Kata JB dengan cueknya. Suzy melirik JB dengan kesal. “Kau ini! Tidak punya hati ya! Masa kau tidak terharu?” Omel Suzy sambil berbisik. JB hanya mengendikkan bahunya.

“Sung Lee! Kenapa kau tidak menerima perasaanku?! Apa yang kurang dariku?! Apa?!” Tiba-tiba Yonghwa berteriak sambil menghempaskan gitarnya begitu saja di antara alang-alang. Mendengar itu, Suzy langsung terkejut. ‘Jadi.. Yoeja itu bernama Sung Lee? Apa jangan-jangan… Dia yang bersama dengan Jonghyun oppa?’ Tanya Suzy dalam hati. Suzy hanya memerhatikannya dalam diam sambil menggigit jarinya. “Ayo kita pergi dari sini.” Ajak JB sembari menarik tangan Suzy. “Tidak!” Bentak Suzy agak keras. JB terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Kemudian Suzy tersadar lalu menutup mulutnya dan berbisik. “Maafkan aku sudah membentakmu. Tapi, aku akan menunggu di sini. Ah! Salah, maksudku, kita. Kita tidak boleh membiarkan dia sendiri pada saat seperti ini, lebih baik kita ajak dia melakukan sesuatu agar dia melupakan masalahnya untuk sejenak. Atau, mungin kita bisa bantu. Mungkin.” Jelas Suzy setengah berbisik. JB hanya diam. Sementara itu, di dalam kepala JB penuh dengan pikiran-pikiran. Ia gelisah. ‘Mwo? Yonghwa hyung suka Sung Lee juga? Aigoo.. Apa yang harus ku lakukan.’ Pikir JB resah tapi mimik wajahnya hanya datar. Tanpa JB sadari, Suzy sudah berjalan pergi ke arah Yonghwa. ‘Gadis itu benar-benar….’ JB menahan amarahnya dengan mencabut paksa alang-alang disekitarnya lalu memotong dengan tangannya hingga menjadi bagian yang lebih kecil lalu menyusul Suzy.

***

Yonghwa POV

 

“Haah! Yonghwa sunbae! Kau kemana saja? Kami mencari-carimu dari tadi!” Seru yoeja bernama, ng.. Siapa ya? Ah ne, Suzy. Aku menghembuskan napas panjang. Lagi-lagi dia datang di saat yang tidak tepat. Dan lebih buruk lagi, JB ada dengannya. Haah.. Benar-benar.. Bad day ever..! Aku menatap datar keduanya. Keheningan melanda kami semua. Mungkinkah mereka melihatku barusan? Ah, biarkan saja. Aku sedang tidak mau berdebat. “Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanyaku dingin. “Uh.. Apa kalian tidak sadar kalau kalian.. Benar-benar basah?” Lanjutku lagi. Aku mengernyit melihat keduanya dalam keadaan basah kuyup. Apa mereka habis bermain air? “Ng.. Kami ingin mengajakmu latihan sunbaemin! Bagaimana?” Kata Suzy, lalu melanjutkan, “ah.. Tadi kami tertabrak orang yang sedang membawa ember penuh dengan air.. Jadinya basah seperti ini..” Jelasnya.

Plukk!

Sebuah sapu tangan mendarat di kepala Suzy. “Ini, pakai ini untuk mengeringkan kepalamu.” Kata JB lalu kembali memakai earphone-nya. Aah~ apakah mereka sepasang kekasih?

“Ya, JB. Kau perhatian sekali dengan yoeja ini.. Apa kau pacarnya?” Tanyaku sambil menunjuk Suzy. Mimik keduanya langsung berubah. “A-Aniyo!!” Jawab mereka serentak. Aku menyipitkan mataku dan memandang mereka berdua secara bergantian. “Yaa~ tidak perlu berbohong padaku. Lagi pula, kalian itu cocoook sekali! Haha” seruku dengan nada yang entah mengapa gembira sekali. Kulihat pipi Suzy mulai memerah. “Konyol” gumam JB. “Mengaku saja! Aku tidak akan bilang siapa-siapa..” Kataku sambil tersenyum menang ke arah mereka berdua. “Ah, sudah jangan dibahas. Jadi kau mau latihan atau tidak hyung?” Tanya JB malas-malasan. “Aku sedang malas. Kapan-kapan saja.” Kataku lalu mulai berbaring di rerumputan. “Aah~ ayolah.. Hanya menentukan tema saja!” Seru Suzy. Hah, sungguh.. Suara ini membuat kepalaku pusing! Aku menyangga kepalaku dengan kedua tangan yang kulipatkan ke belakang lalu memejamkan mata, merasakan semilir angin yang berhembus di pori-pori kulitku. Dan merasakan rumput yang menggelitik telingaku. Seketika itu, dunia terasa lenyap dan terlihat hitam dimana-mana. Aku ingin… Melupakan semuanya.. Walau hanya sejenak.

***

Suara kicauan burung membangunkanku. Tak terasa, ternyata aku tertidur. Segar sekali rasanya. Tapi, tunggu dulu, sekarang jam berapa? Kulirik jam tangan yang melingkari tanganku. Jam 16.30. Hah, aku tertidur lama sekali. Aku bangkit dari tidurku dan memperhatikan sekitar. Mereka berdua sudah pergi rupanya.. Huft.. Baguslah, jadi aku tidak perlu mendengar ocehan si gadis cerewet itu lagi! Hahaha~

Aku merapikan pakaian dan tasku. Saat hendak berjalan meninggalkan tempat dimana aku tertidur, kakiku tersandung sesuatu. Aku berjongkok untuk melihatnya, “apa ini?” Gumamku pelan. Kupegang kotak yang sepertinya adalah kotak makanan. Di atasnya terdapat sebuah kertas kecil. ‘Sunbaemin! Kau tertidur lama sekali! Aku dan JB malas menungguimu, jadi lebih baik kami pergi saja! Dan sepertinya kau belum makan. Ya kan? Aku sedang berbaik hati, jadi kubawakan makanan untukmu. Dimakan ya? Besok kita akan latihan. Suzy.’ Haah, terkadang yoeja itu berguna juga. Kubuka tutup kotak makan itu dan otomatis air liurku bersaing ingin keluar saat melihat kimbap yang hangat dengan harum yang sangat lezat. “Hm.. Terlihat sangat lezat. Oke, aku akan memakannya. Selamat makan!” Gumamku lalu menyantap makanan itu sampai tak tersisa.

***

Suzy POV

“Nah! Sudah lebih baik kan??” Tanyaku pada JB yang sedang duduk manis saat aku sedang mengeringkan rambutnya. Dengan muka datarnya, ia menjawab, “sudah kubilang, kalau rambutku basahpun juga sudah baik.” Huh! Lagi-lagi jawaban itu yang dia katakan! Aku tidak mengindahkan perkataannya. Aku berputar-putar mengelilingi JB sambil mengamati sudut-sudut yang mungkin masih basah. “Ya, coba kau lepas kemejamu. Lalu kau jemur kemejamu itu di kursi sebelah sana.” Perintahku. “Hey, siapa kau berani menyuruh-nyuruhku?” Katanya dengan nada protes. “Ya! Mau kering atau tidak?!” Bentakku dengan emosi. “Aku tidak masalah kalau seperti ini saja!” Balasnya tak mau kalah. “Aish!! Kau ini keras kepala sekali! Mau kubukakan kemejamu hah?!”

“Tidak terima kasih!”

“Ya! Sudah bagus aku mau membantumu mengeringkan bajumu!”

“Tidak perlu. Kau dengar itu bukan?”

“Namja ini benar-benar…….” Gumamku pelan lalu langsung menarik kemejanya agar terlepas. “Ya! Apa yang kau lakukan?!”

“Membantumu, dengar?”

“Tidak perlu!” Ia menjepit kemejanya dengan kedua tangannya hingga aku sulit menarik kemejanya. Aku berusaha menarik-narik kemeja itu agar terlepas, tetapi JB menjepitnya terlalu kencang hingga sulit jadinya.

Hosh.. Hosh…

Capek juga menarik kemejanya. Ternyata kuat juga dia! Hm.. Aku harus memikirkan bagaimana cara agar dia menyerah.

Tring! Aha! Aku tau bagaimana caranya… Hahaha siap-siap menerima seranganku JB!! Aku memperlihatkan tampang menyerah. “Haah, lelah sekaliiii!” Seruku sambil memegang dengkul. Sementara itu, JB tersenyum penuh kemenangan melihatku. Kena kau, JB! Hahaha.. Aku tersenyum licik secara diam-diam lalu mulai berdiri tegak, memasang kuda-kuda dan…… “Ciaaaaattttt!!!” Suaraku menggelegar di sudut-sudut kantin. Aku menerjang (?) JB lalu menggelitik perutnya. “Hahahaha geli! Hentikan!!!” Serunya, matanya mulai mengeluarkan air mata, mungkin saking gelinya. “Tidak sampai aku berhasil melepas kemejamu atau kau mau melepasnya sendiri! Hahaha!” Sepertinya aku sudah menjelma menjadi nenek sihir, hahaha. “Tidak akan! Bisa tidak kau tidak memaksa?!” Tanyanya. “Tidak! Lagipula, aku tidak memaksa. Inikan untuk kebaikanmu juga.” Kataku lalu menggelitiknya lagi.

Krek!

Ooow.. Apa itu? Seperti…. Suara baju sobek? Jangan-jangan… “Kyaa! Maafkan akuuuuu!!” Teriakku saat melihat kemeja yang dikenakan JB sudah robek bagian ujungnya. Mukaku pucat seketika. Begitupun dengan JB. “Ya! Apa yang kau lakukan?!” Sepertinya dia marah sekali. Aiih.. Aku harus bagaimana? Aku menatapnya dengan tampang takut-takut. Mukanya merah menahan amarah. Oh tidak.. Dia benar-benar menyeramkan..! Aku menundukkan badanku, tak berani menatap langsung ke matanya. “Kau harus menggantikan ini semuaa!!” Teriaknya dengan suara menggelegar. Aku terus menunduk menahan tangis. Aku menggigit bibirku keras-keras. Bingung harus berbuat apa. Rasanya takut, tapi ada rasa malu juga. Aku terus berdiri sambil menundukkan kepalaku ketika tiba-tiba ia berdeham, “hem.. Kau tak perlu menggantikannya. Aku tak tega melihat wajahmu.” Ujarnya. Secepat kilat, aku mengangkat kepalaku dan langsung menatap matanya dengan wajah berbinar-binar. “Benarkah?” Tanyaku. Ia mengangguk. “Aah! Terima kasih! Maafkan aku telah merusak kemejamu!” Kataku dengan tulus. “Iya iya, tapi, kau harus membenarkan kemejaku seperti semula.” Oke. Aku seperti burung yang sudah terbang tinggiiii sekali, lalu tertabrak pesawat terbang dan jatuh. Aku menatapnya dengan tampang memelas. “Daripada menggantikan, lebih baik membetulkan bukan?” Tanyanya polos. Yah.. Ku akui, perkataannya memang tidak salah. “Kau bisa menjahitkan?” Tanyanya lagi. Aku mengangguk saja, walaupun tak terlalu bisa. “Oke. Kau hanya perlu menjahitnya saja. Nanti kuambilkan peralatannya.” Katanya. Aku hanya memperhatikannya yang sedang berjalan keluar.

 

Tidak lama, ia datang kembali dengan membawa kotak jahit di tangannya. “Ini.” Katanya sambil menyerahkan kotaknya padaku. “Gamsahamnida” kataku lalu mengambil kotak itu dan mulai mencari bahan yang diperlukan. “Ingat, jangan sampai salah ya!” Perintahnya. Aku hanya mengangguk sambil terus berusaha memasukkan benang ke dalam lubang jarum. Keringat bercucuran pada dahi dan leherku. Aku membuka kemejaku dan mengikatnya di pinggang kemudian mengikat rambutku. “Hwaiting, Suzy-ssi!!” Seru JB. Tapi aku yakin dia hanya ingin mengejekku. Senyumnya tidak meyakinkan! Aku mendengus sebal. “Huh, tidak perlu sok-sok menyemangati!” Gumamku pelan. “Ne?” Rupanya JB mendengar gumamanku. “Ah, aniyo…” Kataku berbohong. JB hanya mengangguk lalu kembali asyik dengan iPhone-nya. Akhirnya aku berhasil memasukkan benang ke dalam jarum! Hahaha! Aku mengambil kemeja JB lalu mulai menjahitnya. Di luar perhitungan, tiba-tiba jari telunjukku terkena jarum dan lumayan banyak darah yang keluar. Aku meringin kesakitan dengan mata berkaca-kaca. “Aaw.. Sakit sekali..” Kataku lirih. JB langsung melepas earphonenya dan menghampiriku. “Ya, ada apa?” Tanyanya. Aku hanya menyodorkan telunjukku kepadanya. Tak kusangka, ternyata JB langsung menarik tanganku dan memasukkan jari telunjukku ke mulutnya. Rasa hangat dan basah menjalari jari-jariku. “Ya! Apa yang kau lakukan?!” Pekikku tertahan sambil menahan rasa geli yang menggelitik jariku. “Diam saja. Ini akan membantu menghentikan darahmu.” Katanya lalu merogoh saku celananya. “Kebetulan sekali aku bawa handsaplas.” Ia mengeluarkan handsaplas dari sakunya lalu melekatkannya pada jemariku. “Makasih..” Ucapku tulus. JB hanya mengangguk. Entah mengapa, aku merasa sikapnya yang sekarang lebih manis daripada sikapnya yang tadi. Aku menatap punggung JB yang sedang berjalan ke arah tempatnya tadi. Kulihat ia memasang earphone-nya kembali. Ia menggoyang-goyangkan kepalanya mengikuti irama. Pada saat-saat seperti ini, ia terlihat sangat……tampan. Dan juga, manis? Seulas senyum terlukis di wajahku. Mata ini tak bisa melepaskan pandangan ke arah lain. Aneh memang, tapi… Ya sudah seperti inilah jadinya! Aku juga heran. Tiba-tiba JB yang sedari tadi sedang asyik melihat iPhone-nya, mengangkat kepalanya sehingga bertatapan mata denganku. Aku hendak melempar tatapan tetapi sudah terlamabat. Aish… Aku ini ceroboh sekali! Babo! Suzy babo!! Semburat merah menjalari pipiku. Ah! Memalukan sekali! JB menatapku heran kemudian tersenyum jahil. “Kau.. Tertarik padaku ya?” Tanyanya dengan senyum jahil. Benar-benar namja ini…. Akan kuremukkan dia! “Ya! Aniyo!! Apa ada gadis yang tertarik padamu?! Huh! Pasti tidak ada!” Seruku sambil menjulurkan lidah. “Oh ya? Tentu saja banyak gadis yang tertarik denganku!” JB mengatakan itu masih dengan senyum jahilnya. Oh, sungguh, aku sudah tak tahan melihat senyumnya itu. Ya.. Walaupun memang.. Em.. Kalau ia tersenyum seperti itu terlihat… Ekhem.. Tampan sekali. Hah! Apa yang sedang kupikirkan?! Ewh! Tidak! Dia tidak pantas disebut tampan!

Aku kembali fokus pada jahitanku tanpa menanggapi perkataan JB. Bukannya malah ikutan diam, ia malah menghampiriku dan duduk di sampingku. “Ya.. Mengaku saja~” aku menengok dengan tampang ganas plus kupelototi dia. “Aku tidak mempan dengan yang seperti itu, Suzy-aah~” lagi-lagi ia mengeluarkan senyumnya itu. Aku sangat lemah dihadapan orang yang seperti ini! Aaaah! “Jangan sok akrab!” Kataku lagi dan mulai menjahit kembali. “Haha, bukankah ini lebih bagus? Kitakan sekelompok, jadi sudah sewajarnya kita menjadi akrab bukan?” Uh, aku benci mengakui ini, tapi.. Ah! Kenapa senyumnya begitu manis? Kurasakan pipiku mulai memanas. Ah, aku tidak kuat berada di sini. Aku berdiri dan meletakkan kemeja di meja. “Kau mau kemana?” Tanya JB. “Ke toilet.” Aku menjawab dengan singkat. JB hanya mengangguk. Lalu aku melangkah pergi.

***

Author POV

Suzy membasuh wajahnya dengan air yang mengalir dari keran. Ia meresapi hawa dingin yang menjalari pori-pori di wajahnya. “Hah! Hari yang sangat melelahkan!” Gumamnya pelan lalu menatap ke arah cermin, memandangi dirinya. “Aku.. Apa aku ini cantik?” Tanyanya pada diri sendari. Suzy menyentuk pipinya dengan kedua tangannya. “Aku… Apa aku menarik?” Tanyanya lagi. Seketika, pipinya merona merah saat teringat senyum manis JB. Juga rasa perih yang ia rasakan saat Yonghwa memeluk hangat tubuh Sung Lee. “Aku.. Aku ini kenapa?” Suzy memengang dadanya. “Sakit… Di sini.. Sakit..” Ia bergumam sambil memejamkan mata. “Tak pernah aku mengalami hal yang seperti ini..” Ia membuka matanya dan terkejut saat mendapati seorang yoeja sedang berdiri di sebelahnya dan tersenyum ke arahnya. “Aku tau perasaan apa itu..” Yoeja itu berkata sambil merangkul bahu Suzy. “Min! Kau membuatku terkejut!” Pekik Suzy. “Haha, maaf.. Maaf..” Min lalu melepas rangkulannya dan membasuh wajahnya. “Kau sudah selesai latihan?” Tanya Suzy pada Min. “Hmm..” Min menangguk sambil mengelap wajahnya. “Sedang menentukan gerakan” lanjutnya lagi. “Mwo? Cepat sekali!” Seru Suzy kaget. “Yaah~ habisnya kami sudah menentukan tema dan lagu jadi langsung saja gerakannya..” Kata Min sambil menyisir rambutnya. “Hmm.. Baguslah kalau begitu. Aku juga harus cepat!” Suzy mengembungkan pipinya dan menajamkan matanya. “Aku pasti bisa!” Serunya. “Ne! Kau pasti bisa Suzy-aah! Hwaiting!!” Suzy mengangguk. “Ye! Hwaiting!!”

***

Suzy berjalan dengan semangat ke arah ruang seni tempatnya dan JB tadi. Saat Suzy sedang berjalan, ia terus menunduk memperhatikan langkahnya. Tiba-tiba ia menabrak seseorang. Bruk! “Aww!” Pekik Suzy. “Ah, maaf maaf!” Seorang namja meminta maaf kepada Suzy. “Ne ne.. Tidak apa..” Suzy mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Yonghwa yang ternyata menabraknya. “Yonghwa sunbae!” Seru Suzy. “Ah! Akhirnya aku bertemu denganmu! Nih!” Yonghwa memberi Suzy kotak makan yang tadi Suzy berikan. “Ah, kau sudah makan rupanya?” Tanya Suzy. Yonghwa mengangguk. “Ne, makasih ya!” Ucap Yonghwa. Suzy terpaku melihatnya. “Kau.. Tidak pernah seperti ini sebelumnya..” Suzy melihatnya dengan heran. “Haha, benarkah? Aku merasa… Bebas.” Yonghwa tersenyum manis sekali, membuat rona kemerahan di seluruh wajah Suzy. “Kalau begitu, kau bisa latihan sekarang?” Tanya Suzy dengan sedikit salah tingkah. “Tentu” ujar Yonghwa, senyum manisnya masih tertoreh di wajahnya. Mereka berdua berjalan sambil tertawa-tawa entah membicarakan apa. Tapi, ada seorang yoeja yang melihat mereka berdua dengan hati panas. Sung Lee menatap mereka berdua dengan emosi yang membuncah. “Kau.. Tidak boleh tersenyum seperti itu.. Selain padaku!!”

TBC =)

Note: makasiiiih banyak yang mau meluangkan waktunya buat baca ceritaku yang mmm.. Kurang menarik mungkin._. Hehe please don’t be a silent reader yaa! Comment dan vote ditunggu^^ gomawo

 

15 thoughts on “Sonjinan Sarang [part 3]

  1. bisa ngebayang’in muka merah’a suzy melihat senyum’a JB,,,,,ngebayang’in aja q senyum2 sendiri juga nih ^^
    #JB senyum mu semanis gula didapur q,,,,,,,plakkkkkk

    syukurlah yongppa udah move on dr sung lee,,,,,,,
    tp kenapa tuh sung lee ~.~

    author lanjuttttttttttttttt >_o

  2. Makin seru aja nih😀
    Ckckck…JB ma Suzy lucu, dipart ini banyak moment JB Suzy😀
    YH or JB? Suzy unni suka siapa nih?
    #penasaran

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s