Waiting for you (3//?)

IMG_0841 (1)

 

Judul               : Waiting for you (3//?)

Author            : Indhaw (@Indahhhaaawww)

Cast                 :

– Park Min-jung (Oc)

– Lee Jonghyun a.k.a Jonghyun CN Blue

– Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk Super Junior

– Nyonya Lee

Notes              : Hai. Indhaw kembali lagi dengan waiting for you. Maaf yaaa kalau part ini gak asik atau gak seru, soalnya aku sendiri sempet buntu mau ngelanjutinnya gimana lagi. Tapi tetep semangat buat lanjutinnya kok. Ditunggu yaaa RCL nyaaa, apalagi komennya J

 

Lee Hyuk Jae’s Pov

 

Gadis itu….

Apa dia masih mengingatku yang pergi meninggalkannya. AH! Bukan. Bukan pergi meninggalkannya. Tapi pergi untuk meraih mimpiku. Meraih mimpiku yang tinggi. Dan kurasa gadis itu juga sependapat denganku. Ya. Aku tidak meninggalkannya tetapi aku hanya pergi untuk meraih mimpiku yang tinggi itu.

 

Saat gadis itu hanya berjarak beberapa meter saja dariku, rasanya kakiku ingin berlari kearahnya dan langsung merengkuhnya saat itu juga. Tapi… ada sebersit rasa bersalah. Ya. Rasa bersalah karena aku tidak dapat langsung bercerita kepadanya tentang semua keluh kesanku tentang perjalanan dalam meraih mimpiku ini. Rasa bersalah karena tidak dapat membuat gadis itu menjadi yang pertama tahu tentang mimpiku yang sudah ada di gengggamanku ini.

 

Tapi melihat sosok gadis itu yang sudah ada didepanku saja sudah membuat hatiku lega. Lega karena gadis kecilku itu dapat tumbuh dengan sewajarnya meskipun tanpa adanya aku disampingnya. Bukan. Bukan karena rasa percaya diriku yang tinggi, karena memang saat dulu “kami” masih bersama, gadis itu selalu berkegantungan denganku. Lagi-lagi bukan karena rasa percaya diriku yang tinggi ini. Melainkan ini terbukti saat aku pergi secara tiba-tiba karena haraboji jatuh sakit dan menginginkan aku untuk datang menjenguknya saat itu juga dan tidak sempat berpamitan dengannya. Gadis itu sampai tidak mau untuk makan dan suhu badannya mendadak tinggi. Terbukti memang bila gadis itu dulu sangat berkegantungan dengaku. Aku sangat bersyukur karena sekarang gadis itu tumbuh menjadi gadis yang anggun dan tangguh tanpa adanya aku disampingnya.

 

Kuberanikan diriku untuk melangkah lebih dekat kearahnya. Karena aku berfikir sampai kapan aku harus menahan diriku untuk tidak menemuinya. Tidak bertemu dengannya 7 tahun belakangan ini membuat hidupku menjadi hampa. Mungkin semua orang tidak tahu tentang itu, hanya aku dan perasaanku yang tahu.

 

“Annyeong Jung~ah” Sapaku.

 

Gadis itu hanya diam. Jangankan menjawab sapaanku, menatapku saja tidak.

 

~Waiting For You~

 

Lee Jonghyun’s Pov

 

AISH! Ternyata memilih cincin untuk pertunangan tidak semudah yang aku bayangkan. Memang hanya tinggal memilih dan mencoba lalu selesai, tapi entah mengapa sangat berat untuk memilih cincin mana yang cocok untuk pertunanganku dan Minjung.

 

“Emmm, Eomma apa tidak sebaiknya eomma saja yang memilih? Aku sudah terlalu bingung untuk memilih mana yang cocok. Karena eomma lebih berpengalaman tentang semua ini, jadi aku serahkan semuanya kepada eomma saja ya.” Ucapku pada eomma minjung.

 

“YA! Jong~ah, yang mau bertunangan itu kau dan minjung. Kenapa jadi eomma yang harus memilih? Memangnya yang mau bertunangan eomma dan kau?” jawab eomma dengan nada yang sedikit tinggi.

 

“Mian eomma” Ucapku sambil tersenyum kecil.

 

Lagi-lagi kuarahkan pandanganku kearah etalase yang memperlihatkan jejeran cincin-cincin yang harus aku pilih salah satu diantaranya. Hmmmm bahkan aku tidak tahu bagaimana selera gadis berisik itu. Bagaimana aku mau meilih sedangkan aku tidak tahu apa kesukaan dan selera gadis berisik itu.

 

“Hmm eomma apa eomma tau bagaimana kesukaan minjung? Mungkin aku akan menyesuaikan dengan kesukannya.” Tanyaku pada Eomma Minjung yang masih setia berdiri disampingku untuk memilih cincin.

 

“Kenapa tidak kau tanyakan sendiri pada gadis bawel itu Jong~ah? Lebih baik kau susul dulu dia dan tarik dia kesini lagi. Arra?” jelas wanita paruh baya disampingku yang tampak anggun ini.

 

Dengan berat hati kulangkahkan kakiku kearah deretan caffe caffe yang berada di lingkungan tempat dimana toko perhiasaan ini berada. Tadi gadis itu berkata bahwa ia akan pergi ke caffe seberang toko perhiasaan ini. AH! Mungkin caffe bernuansa taman itu mengingat gadis berisik dan bawel itu sangat menyukai tanam-tanaman.

 

 

DEGG

 

 

Seperti ribuan jarum menusuk jantungku. Kenapa harus ada pria itu?  Kenapa ia harus muncul disaat semuanya seperti ini?

 

 

~Waiting For You~

 

Author’s Pov

 

Pria itu melangkahkan kakinya mendekati gadis yang hanya bisa membeku melihat pria tersebut berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri. Seraya pria itu melangkahkan kakinya mendekati tempat gadis itu, sekelibatan kejadian-kejadian tentang mereka saat bersama kembali terulang di pikiran gadis itu.

 

“Annyeong Jung~ah” ucap pria itu saat jarak diantara mereka sudah memungkinkan untuk gadis itu mendengar sapaannya itu.

 

“……….”

 

Tidak ada jawaban sedikit pun dari gadis itu. Ya. Park Minjung. Gadis bermarga Park itu hanya bisa diam membeku melihat pria yang sudah lama meninggalkannya sekarang ada didepannya. Bukan, bukan meninggalkannya. Gadis itu selalu menanamkan dipikirannya bahwa pria yang sekarang ada didepannya ini bukan pergi untuk meninggalkannya, tapi pria yang sangat ia rindukan senyumannya itu pergi untuk meraih impiannya. Ya, meraih impiannya untuk jadi rapper sekaligus dancer terkenal.

 

“Park Minjung. Annyeong~” Sapa pria itu lagi dengan senyuman yang sangat gadis itu rindukan.

 

“……..” Lagi-lagi gadis itu hanya bisa diam membisu mendengar suara dari pria itu.

 

“Apa kabar? Aku rasa baik-baik saja, bahkan Thunder bilang kau sangat baik belakangan ini.” Lanjut pria itu karena gadis yang disapanya hanya bisa diam membisu mendengar sapaannya bahkan pertanyaannya mungkin.

 

“Thunder Oppa?” akhirnya suara gadis itu terdengar. Meskipun hanya mengeluarkan nama dari Oppanya sendiri.

 

“Ya. Thunder berkata seperti itu, tapi… aku ingin mendengar yang sebenarnya. Apakah Park Minjung-ku ini baik-baik saja?” Ucap pria itu sambil lagi-lagi memunculkan gummy smile andalannya.

 

Jujur. Minjung sangat tidak menyukai gummy smile itu, karena dibalik gummy smile andalannya itu banyak sekali cerita yang disembunyikannya. Banyak sekali tangis yang ingin ia keluarkan. Banyak sekali yang ingin ia ungkapkan tetapi sangat sulit karena tidak ada tempat yang menjadi sandarannya disaat-saat berat.

 

“Seperti yang hyukjae-ssi lihat. Aku baik-baik saja, bahkan sangat baik-baik saja. Thunder Oppa tidak berbohong sedikitpun. Meskipun dulu aku sempat terpuruk ketika ada seorang pria yang pergi dan berjanji kembali tetapi entah kapan. Seperti yang hyukjae-ssi lihat sekarang. Bagaimana dengan hyukjae-ssi?”

 

DEG

 

Seakan ribuan jarum menusuk seluruh tubuh pria itu. Hyukjae-ssi? Bahkan gadis itu memanggil hyukjae -pria itu- dengan embel-embel ssi dibelakangnya. Padahal dulu ketika mereka masih bersama, gadis itu lebih senang memanggil hyukjae dengan monkey dibandingkan dengan hyukjae ataupun hyukjae Oppa.

 

“……..”

 

“Kenapa tidak menjawab? Apa pertanyaanku terlalu sulit untuk dijawab? Ohiya aku melupakan satu hal. Yang didepanku ini bukan Lee Hyukjae, melainkan Super Junior Eunhyuk. AISH! Betapa Babonya aku.” Lanjut gadis itu ketika hyukjae tidak bergeming setelah mendengar ucapan gadis itu sebelumnya.

 

“Apa segitu gampangnya seorang monkey atau lee hyukjae kau lupakan? Kenapa kau bersikap seperti ini kepadaku?” Tanya hyukjae lagi tanpa menatap mata minjung yang menjadi lawan bicaranya kali ini.

 

Mendengar ucapan hyukjae yang seperti itu, membuat minjung tidak dapat lagi menahan tangisnya. Dan tanpa diduga ternyata minjung merasa ada dua lengan yang langsung merengkuhnya tanpa berbicara sedikitpun.

 

“Uljimma. Aku bahkan masih tidak tega melihatmu menangis, padahal kau sudah menjadi gadis dewasa yang anggun minjung~ah. AH! Aku bahkan tidak akan pernah tega melihatmu menangis sedetikpun. Jangankan menangis, melihatmu sedih saja hatiku sudah tidak tega.” jelas pria itu sambil mengelus pelan punggung minjung.

 

“kau…. kenapa kau… kenapa…. tidak memberiku kabar?” ucap minjung disela-sela isaknya.

 

“Mian. Aku tau itu membuatmu tersiksa jung~ah. Tapi cukup kau tau bahwa aku selalu mengetahui semua perkembanganmu tanpa kau ketahui langsung. Mian. Mian karena selalu membuatmu sedih dan tersiksa seperti itu jung~ah.” ucap hyukjae dengan tulus.

 

Minjung sedikit melonggarkan sedikit pelukan hyukjae dan mengusap bekas tangis di pipinya yang putih itu dengan kedua punggung tangannya.

 

“Tadi kau bilang kau tidak tega melihatku bersedih sedikitpun, tapi… kenapa kau tega seperti itu?” ucap minjung sambil menatap langsung manik mata hyukjae.

 

“Mian. Aku akan menceritakan semuanya. Semua yang aku lakukan selalu ada alasan dibaliknya jung~ah. Kau tahukan aku tipikal orang seperti apa?” jawab hyukjae sambil mengusap puncak kepala minjung dengan lembut.

 

Tanpa dua orang itu sadari, tidak jauh dari tempat mereka berdiri ada seorang pria yang memandangi apa yang sedang mereka berdua lakukan. Bahkan pria itu dengan diam-diam juga mendengarkan semua perkataan Minjung & Hyukjae.

 

 

~Waiting For You~

 

Lee Jonghyun’s Pov

 

Kuhempaskan badankku ke kasur berukuran king size yang ada di tengah-tengah kamarku ini. AH! Kenapa kejadian itu terus terulang-ulang di pikiranku. Apakah aku harus merelakannya? Apakah ia akan bahagia kembali lagi bersama pria yang selama ini ia tunggu-tunggu? Apakah HARUS aku meninggalkannya dan melepaskannya?

AH! Lagi-lagi aku harus dihadapkan dengan situasi seperti ini. Pertama pertunangan yang tiba-tiba dilaksanakan antara kami. Sekarang disaat pertunangan itu sudah ada didepan mata dan hanya tinggal beberapa jam lagi, pria yang selama ini gadis itu tunggu-tunggu kembali lagi kehadapannya. APA YANG HARUS KULAKUKAN?

 

drttt… drtt…

 

Park Minjung Calling

 

Satu panggilan. Dua panggilan. Tiga panggilan. Dan akhirnya pertahananku rubuh untuk mengabaikannya.

 

“Yoboseyo”

“…….”

“Lee Jonghyun”

“……”

“YA! Lee Jonghyun kenapa kau diam saja tidak membalas salamku?”

“em…”

“Kau kemana? Aku mencarimu ke toko tadi dan eomma bilang kau pulang karena ada jadwal? Huh?”

“em… aku ada jadwal mendadak. Mian tidak memberitahumu terlebih dahulu. Aku tutup ya.”

“YAAA! Bahkan kau tidak memilih cincin terlebih dahulu Lee Jonghyun.”

“Terserah. Semua terserah padamu saja. Baiklah, aku tutup telfonnya.”

“YA! Kau….” Belum sempat gadis itu melanjutkan pembicaraannya aku sudah memutuskan panggilannya.

 

Huh..

Entah rasa apa yang muncul setelah aku mendengar suara gadis itu. Antara rasa sedih, senang, kecewa dan menyesal. Entah apa yang kurasa saat ini. Tapi mendengar suaranya saja dapat mengembalikan kembali semangatku yang tadi sempat hilang. Meskipun tetap saja kejadian-kejadian tadi tetap terulang-ulang kembali di otakku.

 

AH! Apa sebaiknya aku pergi ketempat Kyuhyun hyung dan Changmin hyung untuk menghilangkan stressku ini? Pasti mereka sedang berkumpul karena jadwal mereka agak sedikit kosong belakangan ini. AISH! Bagaimana kalau aku bertemu dengan pria yang bermarga sama sepertiku nanti disana? AH! Lebih baik aku pergi ke studio dan latihan atau menyelesaikan lagu-lagu yang sedang aku kerjakan.

 

 

~Waiting For You~

 

Park Minjung’s Pov

 

AH! entah sudah berapa lama aku menghabiskan waktuku bersama dengan monyet ini sampai-sampai aku lupa kalau hari sudah beranjak sore.

“Oppa… sudah sore.” ucapku.

 

“Baiklah, akan kuantar pulang kalau begitu.” Jawab pria yang dari tadi tidak mau melepas genggaman tangannya.

 

“Ah… Tidak usah, aku harus kembali lagi ke toko perhiasaan yang ada di ujung sana. Sepertinya aku akan terkena omelan eomma dan pria evil itu Oppa.”

 

“Pria evil? Nugu?” Jawab hyukjae dengan rasa penasaran.

 

“Lee Jonghyun. Yaaa seperti yang Oppa duga, Lee Jonghyun guitarist CN Blue. Appaku dan Appa pria itu menjodohkan kami. Dan besok tepat dihari perayaan ulang tahunnya pertunangan itu akan dilangsungkan. Mian baru bisa menceritakannya sekarang. Baiklah, aku pamit Oppa.” jelasku.

 

“Hu… ternyata banyak cerita diantara kita berdua yang tidak kita ketahui satu sama lain ya Minjung. Baiklah, hati-hati. Beri aku kabar jika kau sudah sampai dirumah.” jawabnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

 

“Siaappp captain monkey. Annyeong…” Ucapku sambil meniru gaya hormat seorang ajudan kepada kaptenya.

 

Kulangkahkan kakiku keluar dari caffe menuju toko perhiasaan yang tadi aku dan Jonghyun datangi.

 

“YAAA! PARK MINJUNG! Kau dari mana saja hah?” Teriakan eomma sudah membahana ketika aku baru saja menginjakan kaki kananku didalam toko perhiasaan ini.

 

“Eomma… Tidak bisakah eomma tidak memarahiku atau berbicara dengan teriak seperti itu huh? Aku tadi bertemu dengan teman lamaku di caffe seberang sana dan aku sudah izin dengan calon menantu eomma tersayang itu. Dan… mana calon menantu kesayang eomma?” Ucapku menjelaskan penjelasanku kepada eomma karena tidak mau terkena omelan eomma lebih lanjut lagi.

 

“15 menit yang lalu Jonghyun kembali dari mencarimu dan ia bilang ia ada jadwal mendadak dan langsung pergi begitu saja tanpa memilih cincin untuk kalian. Bahkan ia meninggalkan iPad kesayangannya begitu saja.” jelas eomma.

 

Apa? 15 menit yang lalu? Mencariku? Apa pria evil itu melihatku bersama Hyukjae Oppa? AISH! Biar saja. Memangnya dia peduli kepadaku. Tapi ada baiknya aku menelfon pria itu.

 

Satu panggilan. Dua panggilan. Tiga panggilan. Pria itu masih saja belum mengangkat telfon dariku. Sampai panggilan keempat masih belum kau jawab. Habislah riwayatmu Lee Jonghyun.

 

Klek…

“Yoboseyo” Ucapku.

“…….” Aish! Mengapa Pria evil ini tidak menjawab. Apa ia bisu hah?

 

“Lee Jonghyun”

 

“……” Lagi-lagi pria evil ini diam seribu bahasa.

 

“YA! Lee Jonghyun kenapa kau diam saja tidak membalas salamku?”

 

“em…” Hanya ini yang kau ucapkan? Dasar pria evil!

 

“Kau kemana? Aku mencarimu ke toko tadi dan eomma bilang kau pulang karena ada jadwal? Huh?”

 

“em… aku ada jadwal mendadak. Mian tidak memberitahumu terlebih dahulu. Aku tutup ya.” Dan sekarang kau seenaknya mau menutup telfon begitu saja. Bagus sekali Lee Jonghyun. Habis riwayatmu nanti.

 

“YAAA! Bahkan kau tidak memilih cincin terlebih dahulu Lee Jonghyun.”

 

“Terserah. Semua terserah padamu saja. Baiklah, aku tutup telfonnya.”

 

“YA! Kau….” Belum sempat aku melanjutkan perkataanku, pria evil itu sudah terlebih dahulu memutuskan sambungannya.

 

AH! Lebih baik aku memilih cincin yang pas lalu pergi kerumah pria evil itu untuk memeriksa langsung apa benar ia ada jadwal mendadak. AH iya, mungkin sekalian untuk mengambil mobilku yang tadi aku tinggal dirumahnya.

 

“Hm… Eomma apa eomma tau mana cincin yang setidaknya Jonghyun lihat berkali-kali?” tanyaku pada eomma yang sekarang sudah beranjak ketempat kalung-kalung canti dipajang.

 

“eum… Tadi sepertinya Jonghyun melihat cincin itu berkali-kali.” Jawab eomma sambil menunjuk dimana cincin yang ia sebut berada.

 

“Baiklah, aku ambil yang itu saja. Tolong dibungkus langsung ya” Ucapku kepada penjaga toko tersebut.

 

Setelah memilih cincin itu aku langsung berpamitan kepada eomma untuk kembali kerumah pria evil itu. AISH! Bahkan aku lupa kalau aku tidak membawa mobil karena tadi aku berangkat bersama pria evil itu. BABO! Lee Jonghyun, kau bahkan lupa aku tadi pergi bersamamu dan tidak membawa mobilku. Yasudah lebih baik aku pergi kerumahnya menaiki taksi saja.

 

 

~Waiting For You~

 

Author’s Pov

 

Pria berperawakan putih dan tinggi itu baru saja mendudukan dirinya pada kursi panjang yang ada dibelakang rumahnya. Niatnya yang tadi ingin langsung pergi ke studio dimana tempat biasa dia bersama bandmate nya latihan tiba-tiba saja hilang karena kejadian-kejadian yang tidak mau diingatnya kembali terngiang diotaknya.

 

TOKTOKTOK

 

Pintu rumah mewah kediaman Lee sepertinya akan kedatangan tamu.

 

“Kyunglim Ahjumma, tolong bukakan pintunya. Mungkin kerabat atau tamu eomma yang datang.” Ucap pria itu dengan penuh sopan santun kepada pelayan yang ada dirumahnya.

 

Ya. Pria itu memang termasuk pria yang memilik manner dan sopan santun yang bagus. Karena kedua orang tuanya akan memarahinya bila ia bertindak tidak sopan kepada orang yang lebih muda ataupun orang lain.

 

“Tuan muda, ada Minjung agassi didepan. Minjung agassi mencari tuan muda, apakah tuan muda akan menemuinya atau harus saya bilang jika tuan muda pergi ke studio atau ada acara lain?” tutur wanita paruh baya itu kepada pria yang sedang duduk manis dibangku belakang taman kediaman itu.

 

“Hmmm… Bilang saja aku ada ditaman belakang. Biarkan dia melakukan apapun yang dia suka. Dan bilang padanya bahwa aku baru pulang dari jadwal mendadak yang tiba-tiba juga dibatalkan, jangan bilang kalau aku sudah ada dirumah tadi ya ahjumma.” ucap pria itu dengan memberikan sedikit senyuman kepada wanita paruh baya yang sedari tadi dipanggil Ahjumma olehnya.

 

“Baiklah tuan muda, saya mengerti. Kalau begitu saya permisi kedepan tuan muda.” Jawab Kyunglim Ahjumma.

 

Lagi-lagi pria itu hanya menatap langit yang sedikit mendung karena mengingat bulan-bulan ini sudah memasuki musim hujan. Dengan perlahan pria itu menutup matanya dan menghirup aroma taman yang memang ia sukai.

 

“Lee Jonghyun…” Teriak seorang gadis dari arah dalam kediaman lee.

 

Pria itu tidak menggubris panggilan gadis itu dan tetap mengadahkan kepalanya. Bahkan pria itu sudah hampir terlelap.

 

“Lee Jonghyun, ada apa denganmu hah? Kenapa kau hilang tiba-tiba? Kau bilang pada eomma ada jadwal mendadak dan sekarang aku malah menemukanmu di taman belakang rumahmu dengan keadaanmu yang hampir terlelap seperti ini. Sebenarnya apa maumu? Kau mau menghindar dariku? Mau menghindar agar tidak dipaksa eommaku untuk memilih cincin buat kita?”

 

Lagi-lagi pria itu tetap diam. Bahkan ia tidak menoleh sedikit pun.

 

“Lee Jonghyun. Aku datang kesini untuk menanyakan semua itu, tapi kenapa sekarang kau hanya diam seperti ini. Apa kau tiba-tiba bisu?” Amarah gadis itu sudah tiba bisa tertahankan lagi.

 

Karena pria itu tidak menjawab sedikitpun. Akhirnya gadis itu menyerah dan beranjak untuk pulang karena seluruh badannya sudah lelah. Ketika ia beranjak untuk pergi meninggalkan pria yang sedari tadi tidak menjawab pertanyaannya bahkan menolehkan kepalanya kearah gadis itu sedikitpun ada tangan yang menahannya untuk tidak pergi. Tangan itu menarik gadis itu untuk tetap duduk disebelah pria yang sedari tadi mengadahkan kepalanya kearah langit.

 

“Apa aku tidak bisa menggantikan posisi pria yang bermarga sama denganku itu Minjung~ah? Apa aku tidak pantas ada disebelahmu? Kenapa kau tega seperti itu Minjung~ah?” Ucap pria itu tanpa menoleh karah gadis yang ada disebelahnya itu.

 

3 thoughts on “Waiting for you (3//?)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s