Sonjinan Sarang [part 4]

Sonjinan Sarang cover

 

Tittle: Sonjinan Sarang

Author: Danieehee

Rating: PG-13

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

-Yonghwa (CNBlue)

-Suzy (miss A)

-Im Jae Bum/JB (JJ Project)

-Sung Lee [OCs]

Other Cast:

-member CNBlue

-Lee Ji-eun (IU)

-Park Jin Young/Jr (JJ Project)

-Min (miss A)

Disclaimer: terinspirasi dari muka ganteng Yonghwa❤ hohoho dan terinpirasi dari drama korea dan MV CNBlue ^^ selebihnya, cerita asli karangan saya sendiri.

Note: Heyya! lama ya gak nge-post? Hehe maaf ya..^^ terima kasih buat yang udah comment di part sebelumnya.. aku seneng banget loh beneran deh._. oya, aku juga mau minta maaf part 3 kemaren banyak banget typonya-_-v hehe maaf ya.. semoga kalian suka.. happy reading^^

Author POV

IU berlari sepanjang lorong kampus sambil menggenggam 3 buah tiket, mencari-cari sosok Suzy dan Min. Nafasnya tersendat-sendat karena terlalu lama berlari. “Suzy-ah!!” Seru IU ketika menemukan sosok Suzy. Suzy menoleh ke arah IU. “Annyoeng IU-ah!” Sapa Suzy sambil melambaikan tangannya. IU menarik nafas dalam-dalam dan menyangga tubuhnya dengan tangan yang bersangga pada lututnya. “Huft! Suzy-ah! Aku mencarimu daritadi!” Kata IU dengan nafas yang masih tersendat-sendat. “Ne? Ada apa kau mencariku?” Tanya Suzy dengan heran. IU mengangkat tangannya yang sedang menggenggam 3 buah tiket tepat di depan Suzy. “Ini!” IU tersenyum penuh arti. Suzy mengerutkan dahinya. “Apa ini?” Tanyanya dengan wajah polos. “Ya! Masa kau tidak tau? Besok akan ada konser CNBlue di sini!” Seru IU dengan semangat. “CNBlue? Apa itu?” Lagi-lagi Suzy bertanya dengan wajah yang sangat polos. IU menatap datar ke arah Suzy. “Kau… benar-benar tidak tau?” Tanya IU, ada nada kecewa di pertanyaannya. Suzy menggangguk dengan wajah heran. IU menghela nafas panjang lalu tersenyum pada Suzy. “Jadiiii… CNBlue adalah band terkenal di kampus ini! Kau tau? Minhyuk sunbae adalah salah satu personilnya! Dia jadi drummer! Kerenkan? Mereka akan tampil hari sabtu ini” IU menjelaskan dengan semangat. Suzy tampak tidak tertarik, ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Maaf-” “Dan Yonghwa sunbae juga! Dia jadi leadernya! Kyaaa~” Suzy yang tadinya berniat tidak ingin ikut langsung berubah pikiran ketika tau bahwa Yonghwa juga personil CNBlue. “Kau mau ikutkan?” Tanya IU dengan penuh harap. Suzy berpikir sejenak lalu mengangguk dengan mantap. “Ne, Aku akan ikut!” jawab Suzy dengan penuh keyakinan. “Oke! Sekarang ayo kita cari Min!” Suzy dan IU berjalan menyusuri lorong kampus. Senyum Suzy merekah dengan lebar. Sangat tidak sabar ingin melihat Yonghwa tampil di atas panggung.

 

***

Hari sabtu telah tiba. Suzy menyisir rambutnya di depan cermin sambil tersenyum. Ia mengepang rambutnya yang hitam pekat menjadi satu. Lalu memoleskan lip gloss beraroma peach ke bibirnya. Suzy mengenakan dress bergaya vintage berwarna krem dengan renda-renda di pinggangnya. “Kau mau datang ke konserku ya?” Tiba-tiba, Jonghyun datang dan duduk di kasur Suzy. “Konser oppa?” Tanya Suzy heran. “Ne, konserku. Konser CNBlue!” Serunya riang. Suzy melongo karena kaget. “Ja-jadi itu nama bandmu oppa?” Tanya Suzy shock. “Ne!” Jonghyun mengangguk mantap sambil tersenyum. “Kajja! Kau mau ke konserku kan? Kita berangkat bersama saja!” Ajaknya lalu menarik tangan Suzy tanpa menghiraukan tatapan kaget Suzy. Sementara Suzy masih terdiam, sedang mencerna perkataan Jonghyun.

***

Suzy POV

Aku baru tau kalau ternyata Jonghyun oppa juga personil CNBlue. Ternyata selama ini dia pulang telat karena latihan ya? Hah! Kalau aku tau lebih awal pasti lebih enak. Aku bisa meminta tempat yang lebih nyaman daripada ini! Huh, berdesak-desakan sangat tidak enak! Aku, IU dan Min terus berdiri di tengah-tengah lautan manusia yang sedang menunggu CNBlue keluar dari backstage dan memperlihatkan bakat mereka pada kami semua. Sudah jam segini, tapi CNBlue tidak keluar juga! Lama sekali. Bisa-bisa kakiku copot menunggu mereka selama ini. Aku menunggu dengan sabar sambil memainkan handphoneku dan sesekali mengambil fotoku bertiga dengan IU dan Min. Saat sedang asyik berfoto-foto, Jonghyun oppa, Minhyuk sunbae dan Jungshin sunbae naik ke panggung. Mereka melambaikan tangan mereka ke arah penonton sambil tersenyum dan dibalas dengan jeritan para yoeja yang histeris. Oh yaampun, setenar inikah mereka? Aku menatap mereka dengan malas. Ng, tapi tunggu, dimana Yonghwa sunbae? Kenapa dia tidak muncul juga? Aku mengedarkan pandanganku ke sudut-sudut panggung. Tidak ada dimana-mana. Aku menyelip di antara kerumunan orang agar dapat berada di depan panggung persis. Aku memanggil Jonghyun oppa dengan setengah berteriak. “Jonghyun oppa!” Aku berteriak memanggilnya tapi ia tidak mendengar. Aku berpikir sejenak lalu mengambil jepitan yang sedang kukenakan dan melemparnya ke arah Jonghyun oppa. Lucky me! Jepitan itu langsung terkena kepala Jonghyun oppa! Haha~ Jonghyun oppa menoleh ke arahku. “Jonghyun oppa! Dimana Yonghwa sunbae??” Tanyaku sambil berteriak karena suara yoeja-yoeja itu tambah kencang ketika melihat Jonghyun oppa bergerak kepinggir panggung. “Aku tidak tau! Tadi dia ada bersama kami!” Jawabnya. Aku langsung berlari ke backstage. Entah mengapa, feeling-ku tidak enak.

Aku harus segera menemukan Yonghwa sunbae! Harus! Aku berlari menerobos orang-orang dengan keringat yang bercucuran di dahi dan leherku. “Dimana kau Yonghwa sunbae? Konser sudah dimulai..” Gumamku pelan sambil terus berlari. Aku sangat khawatir. Aku menyusuri lorong-lorong kampus, barangkali ternyata Yonghwa sunbae berada di sekitar sini. Aku berputar-putar mengelilingi kampus tapi tak kutemukan juga sosok Yonghwa sunbae. Hari sudah pukul 8 malam. Seharusnya konser sudah dimulai daritadi. Tapi, kau dimana? Pertanyaan itu terus berkeliaran di kepalaku. Aish! Ayo Suzy! Kau harus berpikir! Dimana kira-kira Yonghwa sunbae berada! Aku memikirkannya dalam-dalam dan seakan mendapat pencerahan, kakiku berjalan mengarah ke taman alang-alang. Sesampainya di sana, perasaan horor merayapi leher dan kakiku. Taman alang-alang seram sekali kalau malam-malam begini. Aku berjalan dengan perlahan ke arah pohon besar yang ada di taman alang-alang. Aku mengedarkan pandanganku. Tidak kutemukan pula sosok Yonghwa sunbae di sini. Aku hendak berbalik ketika kudengar suara seperti gesekan. Bulu kudukku dalam sekejab langsung berdiri. Apa… Apa itu hantu???!!! Ya tuhan! Tolong selamatkan aku!! Kakiku entah mengapa, rasanya berat seperti batu besar sehingga tidak dapat digerakkan. Hawa dingin mengelus lembut kulit-kulitku. Aku merinding. Sekujur tubuhku sudah bergetar menahan rasa takut. Aku memejamkan mata sambil tak henti-hentinya memanjatkan doa dalam dada.

“Kau mau uji nyali ya?” Sebuah suara menghentakkanku. Aku menoleh ke arah suara itu dan menemukan sosok Yonghwa sunbae sedang duduk di balik pohon besar. “Yonghwa sunbae!” Aku langsung menghampirinya. “Kau kemana saja? Sedang apa kau di sini? Kenapa kau tidak datang ke konsermu?” Aku melontarkan pertanyaan yang bertubi-tubi kepadanya. Ia hanya diam sambil menatapku kosong. Wajahnya pucat. “Kau kenapa? Sakit ya?” Tanyaku khawatir. Ia menggeleng dengan lemah. “Tidak..” Jawabnya. Aku duduk di sebelahnya sambil memeluk kedua kakiku. Kami berdua menatap langit hitam yang bertaburan bintang. “Suzy..” Ia memanggilku. “Ne?”

“Apa kau pernah kehilangan seseorang yang kau sayangi?” Tanyanya. Aku heran kenapa Yonghwa sunbae menanyakan hal ini padaku. Aku menggeleng. “Belum.. Belum pernah..” Jawabku. Aku memandanginya yang sedang menatap jauh ke langit hitam. “Aku… Pernah.”

Tolong jangan katakan, bahwa kau sangat kehilangan Sung Lee… Tolong jangan…

“Ayahku.” Ia tersenyum ke arahku dengan tatapan yang sendu. “Aku baru kehilangan ayahku.” Ya tuhan, terima kasih kau telah mengabulkan doaku.. Tapi, bukankah ini sangat berat baginya? “Baru saja, Suzy…” Ia bergumam. Kini suaranya mulai bergetar. Aku memperhatikan matanya yang mulai berkaca-kaca. Apakah seberat ini ditinggalkan orang yang kita sayangi? Aku menggigit bibirku dan menyentuh pundaknya. “Yonghwa sunbae..” “Aku baru saja kehilangan orang yang paling aku sayangi, Suzy… Kau pernah merasakannya?” Tanyanya, kini dengan tawa yang sangat hambar. Aku menggeleng, “Yonghwa sunbae…” Ia memegang dadanya. “Di sini..” Ujarnya. “Di sini sangat sakit Suzy-ah..” Ia tersenyum ke arahku, setetes air mata telah jatuh ke pipinya. “Sakiiit sekali..” Ia menunduk. Air mata tak bisa ia tahan lagi. Ia menangis sejadi-jadinya. Aku merentangkan tanganku dan memeluknya. “Aku tau.. Aku tau pasti sakit rasanya..” Ujarku. Mataku terasa panas. Entah mengapa, perasaan Yonghwa sunbae terasa sangat nyata bagiku. Aku menggigit bibirku keras, menahan air mata yang mendesak ingin keluar. Ia terisak-isak. “Biasanya.. Kalau aku sedang menangis, oemma selalu memelukku seperti ini..” Aku menjelaskan. Baru kali ini aku melihat seorang namja menangis. “Gomawoyo, Suzy-aah” Rasanya, aku tidak ingin melepaskannya.

***

“Gomawoyo Suzy-ah! Haah~ kalau tidak ada kau, aku mungkin tidak bisa bebas dari kerumunan yoeja-yoeja itu!” Seru Yonghwa sunbae. Saat ini kami sedang berjalan beriringan entah mau kemana. Aku tersenyum sambil terkekeh. “Kalau begitu kau harus mentraktirku makan bulgogi ya! Aku lapaaaar!” Jawabku sambil memegang perutku yang terasa sangat lapar. Ia menoleh ke arahku, “baiklah!” Serunya. Padahal aku hanya bercanda, tetapi ia menanggapinya dengan serius. “Ah, tidak perlu. Aku hanya bercanda saja kok~” ujarku. “Tidak. Aku berutang padamu.” Katanya. “Tapi..-” “sst! Sudah sekarang ikut aku. Kajja!” Ia meraih tanganku dan menariknya sesuka hati. Aku hanya diam sambil mengikuti langkahnya.

 

***

Yonghwa POV

“Kyaaaa!!! Yonghwa oppaaaaaaa!!!!” Suara yoeja-yoeja itu memekakkan telingaku. Akkkhh! Kenapa mereka bisa tau aku ada di sini? Aku melepas pelukan Suzy dan berbalik menatap yoeja-yoeja itu. Mereka terlihat ganas di mataku. Hiiiy seram sekali yoeja-yoeja ini. Aku kembali melihat Suzy dan menatapnya dengan pandangan memohon. “Tolong aku..” Bisikku. Ia langsung mengangguk dengan mantap. “Ah! Yonghwa sunbae! Kau kenapa??” Ia berseru sambil merangkul pundakku. Hah? Apa dia ingin aku berakting? Baiklah~ aku menundukkan kepalaku dan memegang perutku lalu meringis. “A-aku… Sakit.. Perutku sakit…” Aku mulai berakting. Kulihat Suzy menunduk sambil menyembunyikan senyum dibalik rambut kepangnya. Lalu aku melirik ke arah yoeja-yoeja itu dan melihat beberapa yoeja terlihat khawatir. Mian ya.. Aku berbohong hehehe…

Suzy memapahku untuk berdiri dan berjalan melewati yoeja-yoeja itu. “Mianhae.. Aku harus mengecek kesehatan Yonghwa sunbae.. Aku mohon jangan ikuti kami dulu ya..” Kata Suzy. Aku merangkul bahunya dan ia melingkarkan lengannya di perutku agar terlihat Suzy sedang memapahku. “Yonghwa oppa… Cepat sembuh ya..” Salah satu yoeja melihatku dengan tampang khawatir. Aku tersenyum kepadanya, “Ne, gamsa”. Yoeja itu langsung menjerit, “kyaa!!! Yonghwa oppa! Kau berbicara padaku!!! Saranghae oppa!!” Ia menjerit sambil meloncat-loncat. Aku yang melihatnya hanya tersenyum tipis. Suzy membimbingku hingga yoeja-yoeja itu tak terlihat. “Haaah! Fansmu banyak sekali…” Keluh Suzy sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi. “Gomawoyo Suzy-ah! Haah~ kalau tidak ada kau, aku mungkin tidak bisa bebas dari kerumunan yoeja-yoeja itu!” Seruku sambil tersenyum. “Kalau begitu kau harus mentraktirku makan bulgogi ya! Aku lapaaaar!”

“Baiklah!”

“Ah, tidak perlu. Aku hanya bercanda saja kok~”

“Tidak. Aku berutang padamu.”

“Tapi..-”

“sst! Sudah sekarang ikut aku. Kajja!”

Aku meraih tangannya dan entah mengapa, tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat. Ditambah dengan Suzy yang daritadi hanya diam. Suasana berubah menjadi canggung. Hah daripada semakin canggung, lebih baik aku mengajaknya mengobrol saja! Pintar sekali kau Yonghwa! Hahaha~

“Oh ya, mmm jadi apa tema yang akan kita pakai?” Tanyaku sambil menoleh ke arahnya. Ia tampak tersentak, sepertinya sedang memikirkan sesuatu. “Ah, percintaan.. Temanya percintaan..” Katanya agak gugup. Ng? Ada apa ya? Aku hanya manggut-manggut. Tak terasa, ternyata kami sudah sampai ke tempat tujuan. “Wah.. Sunbaemin.. Kau yakin mau makan di sini?” Tanyanya sambil menatap ke gedung bertingkat yang tampak elegant. Aku menganggukan kepala, “yap!” Ia lalu menoleh padaku, “kau punya uangkan? Jangan sampai kau mengajakku tapi tidak punya uang ya” katanya mulai cerewet. Aiissh, ia masih sama saja ternyata. “Iya Suzyyyy! Tenang saja, kau tidak akan berakhir dengan mencuci piring kok!” Seruku sambil mengacak-acak rambutnya. “Kyaa sunbaemiiin! Rambutku jadi berantakaaan!” Omelnya. Ia merapikan rambutnya dengan bibir yang dikerucutkan. Aku tersenyum melihatnya, lucu sekali dia! Aku sampai gemas!>ᵕ< Aku melingkarkan tanganku pada pinggangnya. Ia terlihat sangat terkejut tapi tidak berbuat apa-apa. Aku juga heran, kenapa aku melakukan ini? Yonghwa babo! Seharusnya kau tidak boleh melakukan ini!! Aku merutuki tindakan bodoh yang kulakukan dalam hati. Kulirik Suzy yang wajahnya sudah terlihat merah padam. Seorang pelayan mengantar kami ke tempat duduk yang berada di sebelah jendela besar, menghadap ke arah pemandangan kota seoul yang sangat indah dengan siraman sinar bulan yang membuat suasana romantis kental terasa di antara aku dan Suzy. Suzy melihat pemandangan kota itu dengan antusias. “Waah.. Aku belum pernah melihat yang seperti ini..” Gumamnya sambil berdecak kagum. Aku memperhatikan setiap sudut wajahnya sambil tersenyum. Aku melihatnya dengan jantung yang berdebar-debar. “Selamat malam, mau pesan apa?” Tanya seorang pelayan, mengagetkanku. “Ah, ng.. Saya pesan bulgogi 2 dan jus strawberry, kau mau apa?” Aku memalingkan perhatianku dari pelayan ke Suzy. “Aku samakan saja denganmu.” Jawabnya kemudian. “Baik, 2 bulgogi dan 2 jus strawberry.” Ujar si pelayan mengulangi. Aku mengangguk. Ia menunduk lalu berlalu pergi.

Cahaya bulan terlihat indah menyirami kota malam ini. “Sangat indah..” Gumam suzy. Matanya memandang bulan dengan takjub. “Kau suka bulan?” Tanyaku. Ia menoleh dan mengangguk. “Sangat” Ia tersenyum lalu menghela napas. “Aku menganggap diriku adalah bulan..” Ujarnya sambil menerawang ke atas. “Kenapa?” Tanyaku. “Karena bulan itu sebenarnya lemah.. Ia tak bisa mengeluarkan cahayanya tanpa bantuan matahari di belakangnya.” Katanya dengan tatapan sendu. “Bulan itu hebat lho. Ia tidak pernah mengeluh kenapa ia diciptakan dengan cahaya yang redup.” Kataku. Ia mengangguk. “Ya, terkadang. Tapi, kenapa ia diciptakan dengan cahaya yang redup? Sedangkan matahari memiliki cahaya yang sangat terang. Hidup ini sebenarnya tidak adil…” Suzy menatapku dengan mata yang sendu. “Tidak. Tuhan pasti menciptakan semuanya dengan adil. Tuhan menciptakan semua ciptaannya dengan berpasang-pasang. Apa kau tau apa tujuannya?” Tanyaku. Ia menggeleng, “Tidak”

“Tujuannya adalah agar kita terus bersyukur pada tuhan. Bahwa sebenarnya setiap pasangan di dunia ini adalah pasangan yang saling melengkapi. Seperti bulan dan matahari. Bulan yang cahayanya redup selalu dibantu matahari di belakangnya agar ia tetap kuat menyinari kegelapan malam.” Jelasku. Ia tersenyum melihatku. “Yonghwa sunbae, kau terlihat berbeda dari biasanya..” Katanya lalu tertawa. “Benarkah? Haha” aku hanya tertawa. Tidak lama kemudian, dua orang pelayan datang membawa pesanan kami.

***

Author POV

Suzy memakan bulgoginya dengan lahap. “Hmmmmm enak sekali sunbaemiiin!” Serunya senang. Yonghwa yang sedang diam-diam menatap Suzy kaget ketika Suzy tiba-tiba mengangkat kepalanya. “Eh.. Iya.. Bulgogi di sini memang sangat enak!” Katanya mencoba menutupi rasa salah tingkahnya. Suzy yang sebenarnya tau bahwa ia sedang diperhatikan hanya mengangguk sambil tertawa. “Kapan-kapan kau yang mentraktir aku ya..” Kata Yonghwa lalu terkekeh. “Baiklah.. Tapi tidak di sini ya, di sini harganya mahal sekali..” Kata Suzy sambil berbisik, takut terdengar orang lain. Yonghwa mengangguk, “dimana saja yang penting kau suka” jawabnya lalu menyesap jus strawberrynya sampai kandas. “Kau lapar sekali ya?” Tanya Yonghwa saat melihat Suzy makan dengan lahap. Suzy hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah Yonghwa. Yonghwa menyangga kepalanya dengan kedua sikunya. “Kalau kau sebagai bulan… Siapa yang akan menjadi mataharinya?” Tanyaku di sela-sela makannya. Ia diam sejenak lalu menatap langsung ke mataku. “Yang itu… Sayangnya aku belum menemukannya.” Katanya sambil tersenyum. “Kalau kau boleh memilih.. Siapa yang mau kau jadikan sebagai mataharimu?” Tanya Yonghwa lagi. ‘Aku mau menjadi mataharimu.’ Kata Yonghwa dalam hati. Bersamaan dengan itu, ‘Aku mau kau jadi matahariku.’ Jawab Suzy dalam hati. Suzy mengendikkan bahunya. “Aku tidah tau” jawabnya berbohong. Lalu mereka saling tersenyum dan melanjutkan makannya.

TBC =)

Maaf ya kalau cuma sedikit>< mian mian miaaan! Semoga kalian suka yaaa~ jangan jadi silent reader yaaa hehehe

 

26 thoughts on “Sonjinan Sarang [part 4]

  1. Aku gangerti kenapa ini sosweet gini ya? Baguslah, huehehe.. Senyum-senyum bacanya. Ngerasain jadi Suzy wah itu udahlah, bahagia banget. Jb gimana Suzy? Kyaaa……penasaran!

  2. Hwaa….sweet moment YH Suzy nih😀
    YH : aku mau menjadi mataharimu?
    kyaa..kyaa apa itu arti’a YH mulai ada rasa ma Suzy? Senang’a ^^
    YH, JB ma Suzy blm latihan buat perform ya?
    Hmmm…penasaran gimana perform mereka nanti’a🙂

    Ditunggu lanjutan’a ^0^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s