DECEMBER

DECEMBER

Yonghwa/Juhyun | Drabble PG-13 | Romance

Yen Yen Mariti (yeo-won)

#

image

12 Desember 2012, sebagian besar penduduk dunia percaya bahwa hari itu akan terjadi bencana besar; kiamat. Udara hari itu sepertinya mendukung jika dikatakan bahwa akan terjadi kiamat sebentar lagi.

beberapa daerah di Jepang bahkan terjadi gempa hebat. Menjelang tengah hari keadaan semakin memburuk. Langit seharusnya berwarna biru cerah dengan matahari yang bersinar. Tapi hari itu langit kelam dan matahari bersembunyi dibalik awan.

Juhyun tidak henti-hentinya mengrim pesan pada Yonghwa, meminta agar laki-laki itu berhati-hati, membujuk laki-laki itu agar tidak pergi kemanapun. Yonghwa tidak terlalu percaya mitos-mitos tentang akhir dunia, jadi dia hanya membaca pesan Juhyun tanpa membalasnya.

Hujan mengguyur kota Seoul, Yonghwa masih mengendarai mobilnya, baru pulang dari kantor. Terdengar suara panggilan dari Juhyun di ponselnya; Yonghwa tahu itu karena dia memasang nada khusus jika Juhyun yang meneleponnya.

“Juhyun?”

“Kumohon berhati-hatilah.”

“Tentu saja, apa yang kau takutkan?”

“Aku hanya takut jika hari ini….”

“Tidak Juhyun, tidak akan ada kiamat atau bencana apapun hari ini, percayalah.”

Yonghwa tetap saja Yonghwa. Tidak ada mitos di hidupnya, dia yakin dengan keyakinannya sendiri. Tapi suara isakan Juhyun di seberang sana membuatnya tertegun. Yonghwa memutar jalur mobilnya menuju rumah Juhyun.

Di sana, dia menemukan Juhyun menangis di atas tempat tidurnya. Meringkuk, sepertinya ketakutan. Yonghwa segera melompat ke tempat tidur Juhyun kemudian memeluk gadis itu erat.

“Jangan menangis, ada aku di sini,” tangannya bergerak-gerak mengusap rambut mengkilat Juhyun. Gadis itu tidak mengatakan apapun dan masih saja menangis. “Juhyun, tenanglah.”

Juhyun tidak tenang, terdengar suara petir menggelegar di luar sana, kilat bahkan memancar-mancarkan sinar. Tubuh gadis itu bergetar dan giginya bergemeletukan. Hujan semakin deras, dan air mulai menyelimuti permukaan tanah. Televisi heboh menyiarkan keadaan kota Seoul saat itu, beberapa reporter ada yang berkata bahwa kiamat benar-benar akan terjadi beberapa menit lagi.

“Kau tidak percaya kiamat?” gadis dengan mata bengkak dan bibir pucat itu bertanya dengan nada lemah pada Yonghwa. Laki-laki itu tersenyum meringis.

“Juhyun, dengar,” Yonghwa menangkup wajah Juhyun dengan kedua tangannya. “Mungkin hari ini memang akan terjadi kiamat, mungkin juga tidak. Tapi….apapun yang terjadi kumohon tetap seperti ini, tetap berada di pelukanku,” dia menarik gadisnya kedalam pelukannya. Juhyun sendiri dapat mendengar suara detakan jantung Yonghwa yang tenang. Dia tidak menangis lagi, meski hujan semakin deras, meski pembawa berita semakin heboh memperingatkan agar segera mengungsi. Dia akan tetap seperti ini, berada di pelukan Yonghwa apapun yang terjadi. Karena ini yang terpenting, mereka pernah berjanji akan tetap bersama sampai kapanpun. I’ll love you until end of the day.

#

ini hanya fiksi, saya tidak berpendapat bahwa apa yg dikatakan para peramal (tentang kiamat) itu benar. Maybe, will be some “typo” anywhere, be patience please. Thank you for -will-reading this ‘ababil’ fanfic ^______^ Hope this will be useful for everyone!

Posted from WordPress for Android

2 thoughts on “DECEMBER

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s