Fall For You

Title     : Fall For You

 

Author : thyalluvia

 

Rating : G

 

Genre  : Romance

 

Length : Ficlet

 

Casts :

Kang Minhyuk

Lee Jungshin

A girl (OC)

 

Disclaimer :

FF ini murni dari otak author. Boleh cek toko sebelah, kaka :p Kalau ada unsur-unsur kesamaan, itu adalah hal yang tidak disengaja.

 

Note    :

Kepikiran bikin FF ini pas jam 2 pagi ketika insomnia menyerang. Lalu tiba-tiba datanglah ilham (agak ga sopan ini si ilham bertamu malem-malem buta gitu) dan jadilah FF ini. Oiya, mohon dimaklumi ya kalau FF nya abal atau gimana, soalnya author masih rookie ^^  Terima kasih buat yang udah mau baca. Happy reading ^^

 

=====================================================================

 

Aku memberanikan diri mengangkat mata dan menatapmu yang sedang duduk di depanku. Aku tidak ingin sia-sia menggunakan kesempatan itu untuk menikmati tampak samping wajahmu. Kau sedang memandang jalanan di luar sana dari jendela besar di samping meja tempat kita duduk. Tiba-tiba kau berganti menatapku, membuatku sedikit terkejut. Segera kualihkan pandangan kembali ke buku yang ada di tanganku, walaupun sebenarnya buku itu tidak benar-benar kubaca.

 

Sial, umpatku dalam hati.

 

Kenapa sih kau harus memamerkan senyuman indahmu itu, dan membuat dekik di pipimu terlihat jelas. Aku yakin nanti malam aku akan sulit untuk tidur. Pasti senyumanmu tadi akan terus bermain-main di pikiranku, mencegahku untuk memejamkan mata. Padahal aku harus tidur, agar aku bisa bertemu denganmu di alam mimpi. Setidaknya itu terasa jauh lebih nyata bagiku.

 

Aku masih kewalahan mengatur debaran di dadaku, ketika terdengar seseorang memanggil.

 

“Minhyuk-ah!”

 

Aku mendongak. Seorang pemuda tinggi berambut ikal kecoklatan berdiri di sebelah kursiku.

 

“Jungshin-ah, kau sudah datang?”

 

Sahabatku itu mengangguk. “Apa yang kalian bicarakan selama aku tidak ada?” tanyanya.

 

Tak ada yang menjawab pertanyaan Jungshin. Karena memang sejak tadi kita hanya terlibat sedikit pembicaraan basa-basi di awal pertemuan kita yang sudah terhitung untuk ke sekian kalinya ini. Sebenarnya banyak sekali yang ingin kubicarakan padamu. Tentang diriku. Tentang betapa aku sangat mengagumi dirimu, bukan hanya yang terlihat dari luar, tapi juga kebaikan hatimu. Tapi semua itu hanya dapat tertahan di bibirku dan tak pernah sekalipun sampai di telingamu hingga saat ini.

 

Kulihat Jungshin memutar bola matanya, lalu mengambil tempat duduk di sebelahmu.

 

“Ini bukan pertama kalinya kalian bertemu kan? Kenapa masih saja kaku satu sama lain?” Mata Jungshin tertuju padaku. “Ya! Kang Minhyuk. Kau ini kan laki-laki, kenapa pemalu sekali sih?”

 

Aish. Lee Jungshin, dia kan sudah bersahabat denganku selama tiga tahun, seharusnya dia mengerti kalau ini memang sifatku. Aku juga bukannya tidak berusaha untuk mengubahnya, hanya sulit.

 

“Sepertinya buku itu lebih menarik dari pada aku.” Kau membuka suara.

 

Apa katamu? Aku berteriak di dalam hati.

 

Tentu saja kau jauh lebih menarik daripada tulisan-tulisan yang ada di hadapanku ini. Untuk apa kau membandingkannya? Malah bagiku kau adalah gadis paling menarik yang ada di dunia ini. Berlebihan? Mungkin. Tapi itulah kenyataannya, cinta yang membuatku seperti itu.

 

“Bu.. bukan begitu.” Aku menutup bukuku. “Mianhae.”

 

Lalu kau tertawa.

 

Demi Tuhan, aku mohon berhentilah membuatku gila. Kau tidak tahu kan, kalau tawamu itu bagaikan candu bagiku yang bisa merasuk ke dalam dan merusak pikiranku.

 

“Tenang saja, aku hanya bercanda. Sebenarnya aku juga penasaran dengan buku yang begitu serius kau baca itu.”

 

“Kau ingin membacanya?” tanyaku.

 

“Bolehkah?”

 

Aku mengangguk dan menyodorkan ‘For One More Day’ karangan Mitch Albom itu padamu.

 

“Terima kasih.” Dekik itu kembali muncul bersamaan dengan senyumanmu. Aku ikut tersenyum.

 

Lalu Jungshin melirik jam di pergelangan tangannya. “Sudah jam 11. Chagi-ya, ayo kita berangkat sekarang. Kalau tidak, nanti kita bisa ketinggalan film yang ingin ditonton.”

 

Kau meneguk sisa minumanmu. “Baiklah.” Katamu kemudian.

 

“Minhyuk-ah, kau benar-benar tidak ingin ikut?” tanya Jungshin sambil berdiri.

 

Aku berusaha tersenyum sewajar mungkin dan menggeleng. “Aku tidak ingin mengganggu kalian.”

 

“Baiklah kalau begitu.” Jungshin mengangkat tangannya. “Kami duluan. Annyeong.”

 

Aku pun membalas. “Annyeong.”

 

Aku mencuri pandang untuk terakhir kalinya. Dan aku sempat melihat sebuah senyuman yang kau lemparkan padaku sebelum meninggalkan tempat ini dengan Jungshin, kekasihmu. Tidak ada makna lain dari senyumanmu, hanya sebuah tanda pertemanan. Aku memejamkan mata, berusaha mengikis harapan untuk memilikimu.

 

END

13 thoughts on “Fall For You

  1. TT..uwaa..kalo ak jadi perempuannya psti aku lebih milih min bandingin jung
    secara min itu bias keduaku di cnb*plak
    andai sja ceritanya diperpanjang plus endingnya si yoja ama min bersama..u,u
    apapun..nice story^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s