Sonjinan Sarang [part 5]

Sonjinan Sarang cover (1)

 

Tittle: Sonjinan Sarang

Author: Danieehee (@Danieehee)

Rating: PG-13

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

-Yonghwa (CNBlue)

-Suzy (miss A)

-Im Jae Bum/JB (JJ Project)

-Sung Lee [OCs]

Other Cast:

-member CNBlue

-Lee Ji-eun (IU)

-Park Jin Young/Jr (JJ Project)

-Min (miss A)

Disclaimer: terinspirasi dari muka ganteng Yonghwa❤ hohoho dan terinpirasi dari drama korea dan MV CNBlue ^^ selebihnya, cerita asli karangan saya sendiri.

Note: Heyya~ akhirnya part 5 selesai juga! Hoho. Semoga part ini gak ada typonya deh._. hehe happy reading kawaan~ jangan lupa comment selalu kutunggu^^

Author POV

Tak terasa, bulan Agustus telah tiba. Berarti, hanya tersisa 1 bulan lagi sebelum acara kampus dilaksanakan. Matahari begitu teriknya menyinari kota Seoul di pagi hari. Min berdiri dengan gelisah di halte bus. “Aish! Kenapa busnya lama sekali? Aku sedang buru-buru!” Min mengeluh sambil tak henti-hentinya melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Sesekali ia duduk sambil menghentakkan kakinya kemudian berdiri lagi dan mengulanginya lagi sampai bus pun datang.

Min naik ke bus dan mencari-cari tempat duduk. Namun, tak ada tempat duduk lagi yang tersisa kecuali… “Ewh, benarkah hanya kursi itu yang tersisa?” Gumam Min pelan. “Hah! Yang benar saja! Masa aku harus sebangku dengan namja jorok itu?!” Ujar Min saat melihat namja di sebelah bangku kosong yang sedang tertidur dengan air liur kemana-mana. Ia mengenakan kaos tanpa lengan dan rambut gondrongnya diikat asal.

“Mimpi apa aku semalam bertemu dengan namja seperti ini??” Rengek Min lalu dengan sangat terpaksa duduk di sebelah namja itu. Min berusaha untuk duduk sejauh mungkin dari namja jorok itu. ‘Bisa-bisa aku terkena air liurnya!’ Pikir Min dengan tampang kecut. Tanpa diduga-duga, namja itu malah menggeliat dan kini lengannya dan lengan namja itu menempel. “Kyaaa! Lengket sekaliiii!” Pekik Min lalu menjauh dari namja itu.

Semua orang di bus itu menoleh ke arah Min dengan tatapan protes. Min tersenyum dipaksakan, “ah.. Mian.. Aku tak sengaja..” Kata Min sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia menatap namja di sebelahnya dengan tatapan kesal. ‘Huh! Gara-gara kau aku jadi sial!’ Gerutunya dalam hati. Min melempar tatapannya ke arah lain. ‘Yang penting tidak melihat namja yang ngeselin itu!’ Seru Min dalam hati.

Lama kelamaan, Min mulai bosan tidak ada aktivitas yang ia kerjakan selagi menunggu bus itu sampai di halte bus dekat kampusnya. Ia pun merogoh tas ransel warna pinknya dan mengeluarkan earphone yang juga berwarna pink. Saat hendak memakai earphone-nya, namja itu menggeliat dan menyenggol Min sehingga earphone-nya jatuh. “Ya! Rusuh sekali!” Seru Min pelan. Ia menunduk untuk mengambil earphone-nya. Saat sedang mengambil earphone-nya, ia mendapati sesuatu yang menarik.

“Kyaaa! Lucu sekali gantungan kelinci iniii!” Seru Min sedikit berbisik. Ia menyentuhnya dan gemas melihat gantungan kelinci itu. “Tak kusangka, namja seperti kau suka gantungan kelinci hihihi” gumam Min lalu terkekeh. Ia membolak-balik gantungan itu dan melihat tulisan di baliknya. “Lee.. Jung.. Shin..?” Tanya Min heran. “Aku seperti tau nama ini… Tapi dimana ya?” Gumamnya sendiri sambil memegang dagunya, sedang berpikir. “Ah! Apa dia… Lee Jung Shin CNBlue????” Tanyanya pada diri sendiri. Min langsung duduk dengan normal kembali dan meneliti setiap sudut wajah namja itu. “Apa benar dia Jungshin oppa? Berbeda sekali…” Gumam Min lalu melipat tangannya di depan dada dan mengerutkan dahinya.

Ia sedang membayangkan wajah tampan Jungshin sehari-hari dengan yang ada di sebelahnya. Sangat sangatlah berbeda. Min menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Tidak.. Pasti dia bukan Jungshin oppa… Dia pasti mencuri gantungan milik Jungshin oppa! Ne! Dia pasti melakukan itu!’ Pikir Min heboh. Lalu ia mengguncang-guncangkan tubuh namja itu hingga namja itu terbangun. “Ya! Apa yang kau lakukan? Mengganggu saja!” Protesnya sambil mengucek-ucek matanya. “Ya! Kau dapat darimana gantungan kelinci itu?!” Tanya Min dengan nada yang sengit. “Aku membelinya. Waeyo?” Tanyanya. “Katakan dengan jujur! Kau mencurinya kan??!!” Min mulai mengencangkan suaranya. Membuat beberapa orang menoleh ke arahnya. Namja itu memelototkan matanya. “Apa kau bilang? Seenaknya saja menuduh orang sembarangan!” Namja itu ikut meninggikan suaranya.

“Yaa! Kenapa kalian bertengkar? Kalau mau bertengkar jangan di busku! Sana keluar!” Supir bus yang mulai kesal mendengar pertengkaran mereka langsung mengusir mereka dari busnya. Muka keduanya mendadak berubah pucat. “Ahjussi… Wae???” Tanya keduanya serempak. “Karena kalian telah berbuat ribut di busku. Sudah sana keluar.” Kata supir bus dengan santainya. “Ahjussi… Aku sedang dikejar waktu… Tolonglah..” Rengek Min dengan memasang puppy eyes-nya. “Tidak. Kubilang keluar!” Bentak supir bus membuat Min dan namja itu terkejut.

Mereka kemudian keluar dari bus dengan mengerucutkan bibirnya. “Ini semua gara-gara kau!” Seru Min kepada namja itu. “Ya! Kenapa kau menyalahkanku?! Jelas-jelas seharusnya kau yang disalahkan!” Seru namja itu tak mau kalah. “Kau yang sudah mencuri gantungan kunci milik Jungshin oppa kan?!” Tanya Min sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Namja itu tertawa terbahak-bahak. “Jadi penyamaranku berhasil ya?” Tanya namja itu kemudian. “Mwo?”

“Apa kau tidak mengenaliku?”

“Tidak. Memangnya kau siapa?! Hanya namja jorok yang ewh..”

“Hahahaha! Aku sungguh hebat menyamarkan diri!”

“Apa yang kau maksud?”

“Aku ini Jungshin. Okay?”

 

***

Jonghyun memanaskan motornya sambil bersenandung kecil. “Oppa, kau mau ke kampuskan? Aku ikut oppa ya!” Seru Suzy dengan riang. “Ah.. Mianhae Suzy-ah.. Aku tidak bisa..” Kata Jonghyun dengan nada menyesal. “Lho? Wae?” Tanya Suzy sedih. Ia mengerucutkan bibirnya. “Aku harus menjemput Sung Lee.. Maaf ya.. Besok aku akan mengantarkanmu! Janji!” Ujar Jonghyun. “Oeh? Oppa aku mau menanyakan satu hal padamu” kata Suzy kemudian. Ia mulai curiga terhadap hubungan oppanya dengan Sung Lee.

Wajah Suzy berubah menjadi serius. “Apa?” Tanya Jonghyun sambil mengelap helm-nya. “Apa hubungan oppa dengan Sung Lee?” Tanya Suzy sambil duduk di atas motor Jonghyun. “Hmm.. Tidak ada apa-apa” jawab Jonghyun. Suzy menatap Jonghyun dengan pandangan menyelidik. Jonghyun tersenyum yang tidak meyakinkan ke arah Suzy. Suzy memicingkan matanya. “Jangan berbohong padaku oppa…” Kata Suzy. “Aaaah baiklaaah” Jonghyun menyerah lalu duduk di ayunan. Suzy langsung memasang senyum termanisnya kemudian duduk di samping Jonghyun. “Baiklah. Ayo cerita sekarang!” Seru Suzy dengan semangat. “Jadi…”

“Ya ya ya????”

“Sepertinya… Oppamu ini sedang jatuh cinta…” Jonghyun mengatakan itu dengan wajah memerah. “Kyaaa oppaaa!! Benarkah???” Seru Suzy sambil menggoyang-goyangkan badan Jonghyun. Jonghyun mengangguk. Suzy terlihat senang karena akhirnya oppanya jatuh cinta juga setelah sekian lama tidak pernah dekat dengan wanita lain. ‘Eng.. Tapi.. Tunggu dulu.. Bagaimana dengan Yonghwa sunbaemin?’ Tanya Suzy dalam hati. “Oppa-” “sudah dulu ya. Aku sudah harus berangkat” potong Jonghyun lalu menaiki motornya dan berlalu pergi. “Haah… Aku punya feeling yang buruk..” Desah Suzy lalu menutup pagar rumah dan pergi menuju halte bus.

***

Suzy menghampiri Min yang sedang duduk di bawah pohon di lapangan kampus. “Annyoeng Min-ah!” Sapa Suzy dengan riang. Min mengangkat wajahnya yang sejak tadi terfokus pada laptopnya. “Suzyyyyy” Min langsung mengerucutkan bibirnya dan merengek. “Aku maluuuuu” katanya lalu menekuk wajahnya. “Kenapa?” Tanya Suzy heran. Min pun menceritakan kejadian memalukannya dengan Jungshin lalu memeluk lututnya. “Saking malunya, rasanya aku mau menangis…” Ujarnya sambil terus memasang wajah cemberut. Suzy tertawa cekikikan. “Ya! Kau jahat sekali… Temanmu lagi susah malah ditertawakan…” Kata Min dengan lesu.

“Maaf.. Maaf..” Kata Suzy masih dengan tawa pelan. “Oh ya, ngomong-ngomong, kau sedang apa?” Tanya Suzy kemudian saat melihat ke layar laptop Min. “Ah ini, aku sedang mencoba mencari pakaian yang cocok untuk acara bulan depan.” Kata Min lalu kembali fokus pada laptopnya. “Mwo?! Kelompokmu sudah memikirkan bajunya?! Omo… Cepat sekali..” Seru Suzy lalu menggeleng-gelengkan kepalanya takjub. Min mengangguk dengan senyum bangga. “Kelompokku sangat mudah diatur! Hehe” kata Min lagi. Suzy kemudian berpikir sejenak. “Ah Min, aku duluan ya, sebentar lagi kelasku akan dimulai. Annyoeng!”

“Ne.. Annyoeng!”

***

Selama di kelas, Suzy tidak bisa konsentrasi mencerna pelajaran dari dosennya. Ia terus-terusan berpikir bagaimana caranya agar kelompoknya dapat dengan mudah diatur. Begitu bel berdering, Suzy langsung berhambur dengan mahasiswa-mahasiswi lainnya keluar ruangan. Suzy langsung mencari JB dan Yonghwa. Begitu melihat JB sedang di kantin bersama Jr, ia langsung menarik tangan JB. “Jr, aku pinjam JB dulu ya! Annyoeng” seru Suzy dengan senyum termanisnya. Jr yang sedang menyantap sandwichnya dengan khidmat hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Sedangkan JB terlihat protes dengan perlakuan Suzy yang seenaknya menarik-narik badannya entah kemana.

“Ya ya! Kau kira aku ini kucing?! Aku bisa jalan sendiri! Ya!” Seru JB kesal. Suzy berhenti lalu berbalik ke arah JB dengan senyum lebar. “Ne, kau memang kucingku! Meow..” Katanya lalu meniru suara kucing. Tanda tanya yang super besar telah terbentuk di dahi JB. “Ayo kucingku.. Pus.. Sini ikut aku..” Kata Suzy lalu menarik tangan JB lagi sambil terkikik geli. JB mau tak mau tersenyum melihat tingkah Suzy sambil mengendikkan bahunya. “Yoeja aneh” gumam JB. “Memang” jawab Suzy dengan nada yang ceria. JB lalu tertawa dan membiarkan tubuhnya ditarik oleh Suzy.

***

Suzy POV

Aku menyemangati JB dan Yonghwa sunbae dengan semangat. “Ayo JB-ah! Sunbaemin! Hwaitiiiing!!!!” Seruku heboh. Aku terus mengelilingi pohon besar taman alang-alang sambil melihat-lihat barangkali ada yang kekurangan. JB dan Yonghwa sunbae terus memalu disana-sini. “Ya Suzy!! Kau bantu kami juga dong! Masa kau tidak bekerja sama sekali?!” Seru JB kesal. Ia terus-terusan menyeka keringat yang mengalir di dahinya. “Aku bagian mencat saja ya! Hehe, aku kan wanita.. Jadi tidak bisa membantu kalian membuat rumah pohon dengan cara memalu seperti itu..” Jawab Suzy enteng sambil terkekeh. “Kalau begitu, kau belikan kami makanan dan minuman saja! Lelah sekali rasanya!” Keluh Yonghwa sunbae yang dari wajahnya aku sangat tau kalau dia kelelahan. “Ne! Tunggu sebentar ya!” Jawabku agak berteriak mengingat jarak mereka yang berbeda beberapa meter dariku.

Aku berjalan dengan gembira sambil bersenandung pelan. Aku membeli 3 minuman kaleng, snack-snack ringan dan 3 bekal yang kubeli di supermarket terdekat untuk kami makan bersama. Aku sedang berjalan di lorong kampus. “Annyoeng, Suzy..” Sapa seseorang mengejutkanku. “Ah, ne..” Aku menoleh dan terkejut melihat Sung Lee sudah ada di belakangku. “Kau sedang apa?” Tanyanya dengan senyuman manis. “Eng.. Ini.. Aku sedang membeli makanan dan minuman untuk JB dan Yonghwa sunbae..” Jawabku sambil menunjukkan plastik yang kubawa. “Ah! JB oppa dan Yonghwa sunbaemin? Memangnya kalian sedang apa?” Tanya Sung Lee, wajahnya agak terkejut. “Mm.. Kami sedang membuat rumah pohon di taman alang-alang.”

“Wow! Hebat! Boleh aku ikut denganmu? Aku ingin melihatnya!” Serunya. Aku mengangguk, “tentu saja” jawabku seadanya. Tapi entah mengapa, hatiku terasa menolak dengan keras saat ia ingin ikut bersamaku. Sesuatu yang tidak enak merayapi perasaanku. Aku tidak tau perasaan apa itu, tapi yang jelas, aku merasa…. Dia berbahaya. Dia ingin merebut segalanya. Tapi… Apa itu? Ada apa? Apa yang akan terjadi?

***

Author POV

Suzy berjalan beriringan dengan Sung Lee yang sedari tadi menebarkan senyumnya. “Hmmm.. Hari ini sangat cerah! Ya kan Suzy?” Ucapan Sung Lee membuyarkan lamunan Suzy. “Ah ne..” Jawab Suzy sambil tersenyum kaku. “Mm.. Aku mau bertanya padamu.” Kata Sung Lee kemudian. “Apa?” Tanya Suzy. “Kau dekat dengan JB oppa dan Yonghwa sunbae?” Tanya Sung Lee sambil melihat ke arah Suzy. Suzy terdiam sebentar, “Tidak juga..” Jawab Suzy. “Mm.. Kalau begitu, kenapa kalian bisa bersama?” Tanya Sung Lee lagi. “Ng.. Karena kami satu kelompok” Suzy heran kenapa Sung Lee bertanya tentangnya dengan JB dan Yonghwa. “Ah, lebih baik kita duduk sebentar..” Kata Sung Lee lalu menarik tangan Suzy dan duduk di kursi yang menghadap ke lapangan kampus. “Sebagai sesama wanita, aku juga mau menanyakan sesuatu, bolehkan?” Tanya Sung Lee. Suzy mengangguk. “Apa kau.. Suka dengan Yonghwa sunbae?” Tanya Sung Lee yang sukses membuat Suzy terkejut.

“Ng….”

“Ayo jawab dengan jujur..”

Suzy kemudian memikirkan pertanyaan Sung Lee. ‘Apa aku… Menyukai Yonghwa sunbae?’ Tanyanya dalam hati. Timbul sebercak merah di pipi Suzy. Suzy menggeleng. “Tidak! Mana mungkin aku menyukai namja seperti itu! Aku hanya suka dengannya sebagai teman kok! Tidak lebih!” Jawab Suzy yang tiba-tiba dilanda kepanikan. Sung Lee mendengus. “Huh, baguslah. Karena kau…. Tidak pantas untuk disukai oleh Yonghwa sunbae..” Jawabnya dengan senyuman licik menghiasi wajahnya. Suzy terperangah melihat sikap Sung Lee yang berubah 180 derajat. Berubah total. Sung Lee beranjak dari duduknya. Ia membersihkan celana yang ia kenakan dan menatap Suzy.

“Dan satu lagi… Jangan sampai kau tertarik dengan JB oppa…” Ujarnya sambil tersenyum licik. Suzy memandangnya dengan setengah terkejut juga setengah heran. “Kau tau apa alasannya?” Tanya Sung Lee lagi, kini ia berada tepat di sebelah kanan Suzy. “Kau akan patah hati, karena dia…. ‘Hanya suka padaku'” Sung Lee membisikkan kata-katanya tepat di telinga Suzy dan berlalu pergi. Suzy menatap kepergian Sung Lee dengan kening yang berkerut-kerut. Ia lalu berlalu pergi, menuju taman alang-alang dengan perasaan yang tak menentu.

***

 

Yonghwa POV

Aku lelaaaaah! Rasanya aku ingin pingsan sekarang juga! Aku meletakkan palu di atas lantai kayu rumah pohon dan berbaring di sana. “Akhirnya selesai jugaaa!” Seruku senang. JB juga sudah berbaring di sebelahku sambil mengatur napasnya. “Wow hebat” aku terkejut mendengar suara itu. Aku dan JB langsung terduduk dan menoleh ke bawah. Kudapati Sung Lee tengah mengamati rumah pohon kami dari bawah sambil berdecak kagum. “Kalian yang membuat ini?” Tanya Sung Lee dengan mata berbinar.

Aku mengangguk. JB hanya diam. “Boleh aku ke atas?” Pintanya sambil tersenyum. Ya tuhan, mengapa kau memunculkannya lagi di hidupku? Aku nyaris saja melupakannya! Dadaku seolah tertusuk paku kala melihatnya tersenyum seperti itu padaku. Aku rindu… Aku rindu senyumannya. Aku membalas senyumannya. Aku sebenarnya tidak ingin berharap lagi. Tapi… Apa salahnya bila mencoba?

Aku membantunya menaiki rumah pohon kami. Tangannya menyentuh lembut tanganku. Ya tuhan… Bolehkah aku berharap??? Aku rindu sentuhan lembut tangannya. Aku rindu tatapannya. Aku rindu saat jantungku berdetak cepat saat melihat senyumnya. Aku rindu semuanya.

Ia mengitari rumah pohon kami dengan pandangan takjub. “Hebat hebat hebat!” Serunya lalu tersenyum padaku. Aku mengulum senyum saat melihat ia tersenyum. “Sehabis ini kami mau mengecat, kau mau ikut?” Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku. Aku sendiri tidak tau mengapa aku berani melontarkan pertanyaan itu. Hyaaah! Yonghwa pabo! “Mau” jawaban itu yang ternyata aku terima dari bibir mungilnya. “Aku mau!” Ulangnya dengan semangat. “Ya! Yang mengecatkan Suzy!” Protes JB. “Ah, kalau begitu.. Aku melihat saja.. Biar Suzy yang mengecatnya.” Mimik Sung Lee berubah muram, aku jadi tidak enak. “Ah! Tidak apa Sung Lee.. Kau tetap boleh membantu kok..” Ujarku saat ia hendak turun dari rumah pohon. “Benarkah??”

“Yap!”

“Gomawoyo Yonghwa oppa!”

Apa yang dia bilang? Oppa? Aku.. Dipanggilnya oppa? “Oppa?” Aku bertanya heran. Ia menoleh ke arahku, “kenapa? Tidak boleh ya?” Tanyanya dengan sedih. Aku cepat-cepat menggeleng. “Tentu saja boleh!” Seruku. “Baiklah oppa!” Ia tersenyum manis sekali. Tuhan, ku harap, ini bukan mimpi.

***

Author POV

“Gomawoyo Yonghwa oppa!” Mendengar ucapan Sung Lee itu, JB mendengus kesal. ‘Cih! Apa-apaan mereka!’ Gerutunya dalam hati. JB memilih untuk turun dari rumah pohon karena kesal melihat Yonghwa dan Sung Lee asyik mengecat berduaan. Begitu JB turun, ia menemukan kantong plastik berisi makanan dan minuman. “Berarti seharusnya Suzy ada di sini…” Gumam JB lalu mengambil kantong plastik itu dan mengedarkan pandangan mencari sosok Suzy. “Dimana dia?” Tanya JB pada dirinya sendiri. Akhirnya JB memilih mencarinya setelah ia mengisi perutnya yang kosong. Saat hendak menyuap sesendok nasi, terdengar suara barang jatuh disusul bunyi yang keras.

BRAKK!!!

“Sung Lee!!!” Teriak Yonghwa mengejutkan JB. “Ya!! Ada apa??!!” Tanya JB dengan panik. “JB-ah! Sung Lee pingsan!!!” Yonghwa terlihat panik. Wajahnya pucat melihat Sung Lee yang tergeletak lemah tak berdaya di lantai kayu. “Bantu aku JB!” Seru Yonghwa yang sedang mengangkat Sung Lee. “Ne!!” JB segera mendekatkan dirinya pada tangga rumah pohon dan membantu Yonghwa menggendong Sung Lee.

***

 

 

Suzy POV

Benar dugaanku. Ia ingin merebut segalanya. Ia telah merampas semuanya. Aku berjalan menyusuri lorong kampus dengan pandangan kosong. “Sung Lee… Telah merebut segalanya…” Gumamku pelan. Aku merasa aku telah berubah menjadi wanita yang tidak waras. Aku memilih untuk pergi ke ruang latihan yang sering digunakan untuk menari. Aku duduk di lantai lalu melihat ke arah cermin. Aku terkejut melihat yoeja dengan wajah pucat dan mata yang seolah tak bernyawa. Matanya mengeluarkan air bening bak mutiara. Ya, itu aku. Aku tak tau kenapa aku menangis. Sebenarnya, untuk apa aku menangis? Apa yang aku tangiskan? Haaah! Kepalaku benar-benar sudah penuh!

Aku menangis sambil memeluk kedua lututku. Memejamkan mata mungkin akan membuatku lebih terkendali. Ya.. Benar. Tiba-tiba telingaku mendengar alunan musik yang sangat merdu. “Bagus bukan?” Tanya seorang namja yang kini sudah duduk di sebelahku. “JB…?” Tanyaku agak terkejut. Ternyata dia yang menjejalkan satu earphone di telingaku. “Aku yang membuatnya sendiri, kau suka?” Tanyanya lagi. Aku mengangguk. “Ya.. Aku suka..” Aku mengangguk. Setetes air mata turun ke pipiku. Aku memejamkan mata, menghayati setiap detik dari alunan musik yang kudengar. Air mata terus membanjiri mataku layaknya sungai kecil yang terbentuk di pipiku.

***

Author POV

Setelah membawa Sung Lee ke UKS bersama Yonghwa, JB langsung pergi mencari Suzy. JB mencari Suzy di kantin tapi tidak ada. JB mencari Suzy di rumah pohon juga tak muncul batang hidungnya. Ia mulai kesal karena tidak menemukan Suzy dimana pun. JB duduk di kursi yang menghadap ke lapangan kampus. Ia mendadak khawatir karena Suzy tidak ditemukan dimanapun. Tiba-tiba, JB melihat Suzy di seberang lapangan kampus sedang memasuki ruang latihan menari. JB pun mengikutinya. Ia melihat Suzy duduk memeluk lututnya sambil mengeluarkan air mata. ‘Kenapa? Ada apa?’ Tanya JB dalam hati. ‘Mungkinkah.. Dia melihat Sung Lee bersama Yonghwa hyung?’ Tanyanya lagi. JB mendekati Suzy, lalu memasang earphone di telinga kirinya. “Bagus bukan?” Tanya JB. “JB…?” Tanya Suzy agak terkejut. “Aku yang membuatnya sendiri, kau suka?” Tanya JB lagi, ia membetulkan posisi duduknya. Suzy mengangguk. “Ya.. Aku suka..” Suzy mengangguk.

Setetes air mata turun ke pipinya. Suzy pun menangis sesenggukkan. “Sudah… Aku tau.. Pasti sakit rasanya..” Ucap JB sambil mengelus punggung Suzy. Suzy merebahkan kepalanya di bahu JB. “Kau tau?” Tanya Suzy. JB mengangguk. “Ne, aku tau” ucap JB lalu memejamkan matanya. Lagi, cintanya tak terbalas. Yoeja yang ia cintai, mencintai namja yang sama. Pertama, Sung Lee. Yoeja yang ia cintai itu, dulu juga suka dengan Yonghwa. Sekarang, Suzy. ‘Mungkin memang ini takdirku…’ Pikirnya pahit dalam hati. ‘Mencintai yoeja.. Yang tak pernah balas mencintaiku..’ JB membuka matanya dan menangis dalam diam.

TBC =)

Gimana gimana???? Jelek ya?? Jelek ya????😦 Maaf yaaaa>< semoga kalian sukaa~ hehe

 

12 thoughts on “Sonjinan Sarang [part 5]

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s