Forbidden Love [Chapter 6-END]

jtghf

Author: Kim Sung Rin

Rating: PG 15
Genre: romance, fantasy, AU
Length: chaptered
Main Cast:
– Jung Seo Jin (OC)
-Lee Jonghyun
Other Cast:
– Other member CN BLUE
-Kim Sunggyu INFINITE
 -Shin Jimin AOA
Disclaimer: ide cerita dari va dan aku merealisasikannya disini. chapter dua dan seterusnya murni pemikian aku
:P
Note: tidak bashing, silent reader dan RCL!! itu sangat penting bagiku dan mungkin bagi author lain juga hahaha.
cerita ini sebelumnya sudah di publis di note FB aku. ini sedikit tidak orisinil karena ada beberapa bagian yang aku ubah. dan buat readers yang udah RCL di part sebelumnya gomawo *bow bareng jonghyun?* I LOVE YOU ALL *kibarin bendera biru ( ?)*
so, happy reading :D
previous part : [1]  [2] [3]  [4] [5]
~~~

 

A year later

Kubuka lebar balkon kamarku sambil menghirup udara pagi dengan nikmat. Tak jarang semilir angin memanjakan tubuhku dan mengacak rambut sebahuku.

Kupandangi langit biru yang luas lantas tersenyum. Lelaki itu muncul di benakku setiap kali aku melihat awan, Jonghyun! Setiap pagi yang kuharapkan adalah melihatnya yang sedang terbang menuju balkonku hingga dia menutup kepakan sayap lebarnya dihadapanku. Ah~ nama lelaki itu rasanya enggan untuk meninggalkan pikiranku. Selalu hinggap sehingga aku tak bisa benar-benar melupakannya. Yah mungkin karena aku mencintainya tapi aku tidak bisa bersamanya karena status kami yang mengesalkan ini.

“Seo Jin, kenapa kau tidak menjawab panggilanku?” Yonghwa oppa berdiri diambang pintu dengan celemek biru yang menempel ditubuhnya. Wajahnya cemberut dengan beberapa bagian wajahnya yang dipenuhi oleh tepung.

Aku terbahak menatapnya dan itu semakin membuatnya cemberut, menampakkan bibirnya yang serupa dengan bibir bebek.

“Kenapa malah tertawa?” katanya sambil mengacak rambutku.

“Wajahmu banyak tepung! Kau sedang apa sih oppa?” tanyaku penasaran. Seketika wajah cemberutnya hilang dengan senyumnya yang memukau.

“Kau lupa hari ini hari apa??” pekiknya girang. Aku mengernyitkan keningku, “Hari Rabu kan?” tebakku sambil memicingkan mata.

Yonghwa oppa menyentil keningku, membuatku sedikit meringis sambil mengusap-ngusap keningku yang menjadi sasarannya tadi.

“Kenapa menyentilku? Apanya yang salah? Kan benar hari ini hari rabu!” terangku kesal.

Yonghwa oppa menghela napasnya. “Kau masih muda tapi mudah sekali lupa ingatan. Hari ini adalah hari ulang tahunmu, bodoh! Masa kau lupa?”

Aku menepuk keningku sendiri seraya tersenyum. Benar, hari ini adalah hari kelahiranku dan sekarang umurku 24 tahun!

“Nah, sekarang ayo turun! Aku sudah menyiapkan sesuatu yang special bagimu. Kau pasti tak akan percaya.”

Aku mengerutkan keningku sambil menebak-nebak apa yang Yonghwa oppa siapkan, “Errrr dari penampilanmu sih kau pasti membuatku birthday cake, benar begitu kan?”

Yonghwa oppa yang sedang menuruni anak tangga menghentikan langkahnya lalu menatapku tajam, “Kau tidak bisa berakting? Pura-pura saja kau tidak tau!” kesalnya sambil menuruni anak tangga dengan cepat. Aku terkikik geli melihat Yonghwa oppa yang lagi-lagi cemberut.

Dia menuju meja makan dan membuka sesuatu yang daritadi tertutup dan itu membuatku melongo saking terharunya.

“Taraaamm, birthday cake buatan oppamu yang ganteng ini,” Tunjuk Yonghwa oppa bangga pada dirinya sendiri

Aku menatap takjub birthday cake olahan Yonghwa oppa. Memang terlihat berantakan, coklat batang yang diparut asal diatas selai strawberry yang tersusun tidak rapi. Namun, satu hal yang membuatku sangat terharu. Hiasan yang menancap di birthday cake ku adalah sepasang kekasih, yang pria bersayap hitam, sedangkan yang wanita bersayap putih.

“Yah kue buatanku tidak indah memang. Tapi aku jamin rasanya enak karena aku mengikuti resep yang kudapat dari internet, dan aku telah mencobanya sendiri.” Jelasnya sambil mengusap tengkuknya malu.

Aku menatap Yonghwa oppa dan berjalan menghampirinya.

“Gomawo oppa,” kataku sambil memeluknya, “Kau yang terbaik!”

“Jadi kami bukan yang terbaik?” sambar suara yang sangat kuhafal, aku menatap sepasang suami istri yang menatapku dengan bahagia sambil membawa bungkusan besar dikedua tangan mereka.

“Eomma, appa.” Aku menghambur kepelukan mereka berdua. Tak dipungkiri lagi, saat-saat seperti inilah yang sangat kunanti dalam keluargaku, saat kami berempat berkumpul bersama.

“Aigoooo putri eomma sudah sangat cantik sekarang,” eomma menyelipkan rambutku dibelakang telingaku,membuat sebagian wajahku tersibak dari rambut yang jarang kuperhatikan,  “Oh iya ini kado untukmu, yeobo kau juga.” Eomma menyenggol appa yang tersenyum lalu bergegas membawa kado untukku.

Eomma dan appa memberiku dua kotak besar. Kotak dari eomma berisi dress putih selutut sedangkan appa memberiku wedges berwarna senada dengan dress yang diberikan eomma.

“Gomawo eomma appa, ini sangat indah!” pekikku sambil memeluk mereka.

“Hey, setelah eomma dan appa datang aku diabaikan begitu saja? Lihatlah aku susah payah membuat cake ini!” Yonghwa oppa setengah merajuk dan memandangku kesal. Akupun tertawa dan kembali memeluknya, “Eomma dan appa kan jarang bertemu denganku. Kalau kau kan setiap hari bersamaku.”

Yonghwa oppa mengangguk dan tersenyum, “Aku hanya bercanda. Baiklah saatnya potong kuemu ne?”

Aku mengangguk. Yonghwa oppa menyalakan lilin mengelilingi sepasang kekasih tersebut.

“Make a wish.” Kata Yonghwa oppa yang telah menyalakan semua lilin di kue yang dibuatnya. Aku mengangguk dan menutup mataku.

~~~

Author pov

Pagi ini Seo Jin berencana untuk mengunjungi Sunggyu. Yah, lelaki itu pernah menyelamatkan Seo Jin saat Jonghyun melukai Seo Jin beberapa waktu yang lalu.

Dengan ragu, Seo Jin memencet bel rumah Sunggyu. Dan tak lama kemudian sosok Sunggyu muncul dibalik pintu.

“Eoh, Seo Jin?” tebak Sunggyu ragu.

Seo Jin mengangguk dan tersenyum, “Ne, apa kabar Sunggyu?”

“Aku baik-baik saja, ah silahkan masuk.” Sunggyu membuka pintu rumahnya lebih lebar lagi, mempersilahkan Seo Jin untuk mengikuti langkahnya ke ruang tamu.

“Jadi, bagaimana kabarmu?” Tanya Sunggyu lagi sambil menyajikan dua apple juice. Seo Jin tersenyum, “Aku? Kelihatannya bagaimana?”

Sunggyu menghela napasnya panjang, “Kau kelihatan errrr yah lebih baik. Jadi, apa yang membawamu kesini huh?” Sunggyu bertanya selagi dia memutar-mutar jarinya di gelasnya. Seo Jin mendengus kesal, “Jadi aku tak boleh main-main kesini? Kupikir kita ini teman.” Jawab Seo Jin ketus. Sunggyu tertawa lalu menyesap apple juicenya, “Jangan basa-basi denganku. Kau kesini untuk menanyakan Jonghyun kan?” tebak Sunggyu.

Seo Jin yang sedang minum apple juice itu terdiam dan menatap Sunggyu sendu. Tebakan sunggyu benar, dan itu membuat Seo Jin salah tingkah.

“Maafkan aku. Ya, aku kesini memang untuk menanyakan hal itu dan kau adalah satu-satunya kerabat yang kukenal jadi mungkin saja kau tau keberadaannya.”

Sunggyu menghela napas lagi dan menaruh gelas apple juicenya di meja, “Bukankah kau sudah tau kalau dia kembali ke Blackhill?”

Seo Jin mengangguk, masih menatap Sunggyu seolah menuntut untuk menceritakan lebih detail lagi.

“Blackdarc  tidak seperti Bianco aloto yang bisa turun ke bumi kapan saja. Blackdarc mempunyai waktu tersendiri saat turun ke bumi, yaitu saat dia menjalankan misi dari tetua blackdarc. Dia akan kembali ke Blackhill apabila misi yang dijalaninya sukses atau sebaliknya.” Jelas Sunggyu.

“Apa Jonghyun mendapat hukuman? Dia kan tidak berhasil membunuhku.” Seo Jin bertanya dengan gusar. Sunggyu mengedikkan pundaknya, “Kalau yang itu aku tidak tau Seo Jin,” Seo Jin menghela napas pelan dan memainkan jarinya di pinggir gelas juicenya.

“Maaf, tapi aku benar-benar tidak tau keberadaannya.” lanjut Sunggyu dengan wajah menyesal.

Seo jin tersenyum walaupun hatinya semakin gundah.

“Jonghyun, kau dimana?” batin Seo Jin.

~~~

Seo Jin tengah termenung dibalkon kamarnya. Gadis itu memandangi awan berkali-kali lalu mendengus.

Hampir setiap malam dia melakukan ritual ini –berdiri dibalkon hingga larut. Gadis itu tak berhenti berharap untuk bertemu seseorang yang diyakini sebagai cintanya-Jonghyun.

“Hhhhh aku kesal sekali kepadamu Jonghyun! Selama setahun ini kau tidak pernah memikirkanku kan?” Seo Jin mencaci sendiri, berusaha mengeluarkan beban yang terhimpit didalam benaknya.

“Siapa bilang?” suara berat yang tiba-tiba terdengar membuat Seo Jin terkejut bukan main. Dia menutup mulutnya saking terkejut melihat seseorang yang tengah berdiri didepannya.

“Kau…”

“Jangan sok tau Jung Seo Jin! Aku bahkan tak bisa makan dengan baik setelah berpisah denganmu.” Seloroh Jonghyun terburu.

Seo Jin masih menatap Jonghyun. Meyakini dirinya bahwa yang dilihatnya benar-benar Jonghyun yang dia kenal.

“Hei! Ada apa denganmu huh? Tidak mau memelukku?”

Tanpa berucap, Seo Jin menghambur kedalam pelukan Lee Jonghyun, namja yang ditunggunya selama ini. Air matanya tak terelakkan lagi karena dia benar-benar bahagia bisa bertemu dengan Lee Jonghyun lagi.

“Ini benar-benar kau?” Seo Jin menatap manik mata Jonghyun dengan teliti. Jonghyun mengangguk, “Kau benar, ini aku! Si blackdarc yang pernah mencelakaimu.”

“Mencelakai? Apa yang kau celakai?” Tanya Seo Jin lagi. Jonghyun mendengus kesal dan melipat tangannya didepan dada, “Yak! Kau ini sedang mengadakan kuis atau apasih? Aku kan…”

“Jawab saja.” Potong Seo Jin. Jonghyun mendengus lagi lalu menjawab, “di lehermu, aku pernah merobeknya dengan taringku.”

Seo Jin bernafas lega, kembali dipeluknya Lee Jonghyun yang daritadi bersungut-sungut karena kesal.

“Aku telah menunggu lama untuk momen ini Hyun, asal kau tau!” Gumam Seo Jin yang masih berada didalam pelukan Jonghyun. Jonghyun tersenyum lalu mengusap kepala Seo Jin dengan lembut, “Arasseo, tapi maafkan aku meninggalkanmu ya.” Desah Jonghyun parau. Seo Jin mengangkat kepalanya untuk memandang wajah Jonghyun yang mendadak sendu, “Kau baik-baik saja kan?”

Jonghyun tidak langsung menjawab, melainkan tersenyum sambil mengamati lekuk-lekuk wajah Seo Jin.

“Ya! Ada apa denganmu huh? Ini bukan seperti Jonghyun yang kukenal.” Seo Jin setengah merajuk, mengundang kekehan pelan Jonghyun dan dengan gemas mengacak poni Seo Jin.

“Ini aku, Seo Jin. Tidak ada yang berubah dariku.”

Seo Jin tersenyum pahit. Kalimat terakhir membuatnya sedikit kecewa karena dia sangat berharap Jonghyun dapat merubah statusnya menjadi manusia biasa.

“Nah, aku ingin membayar hutang denganmu.” Ucapan Jonghyun membuyarkan lamunan Seo Jin, “Hutang? Apa maksudmu?” Tanya Seo Jin tak mengerti.

Jonghyun melongok kedalam kamar Seo Jin dan mendapati sebuah dress yang terhampar di kasur Seo Jin.

“Pakailah itu, aku tunggu kau di balkon.”

~~~

Jonghyun menutup sayap hitamnya lalu melangkah menuju sebuah tempat. Lelaki itu tetap berjalan dibelakang Seo Jin sambil menutup mata gadis tersebut.

“Kita mau kemana? Kau tidak mengajakku untuk melihat perkelahian lagi kan?” Nafas Seo Jin memburu begitu dia merasakan tanah tempatnya berpijak dipenuhi oleh ranting-ranting dan sesekali tubuh mulusnya bersentuhan dengan dedauanan yang tak sengaja membelai tubuhnya.

Jonghyun tak menjawab dan terus menuntun Seo Jin ketempat yang diinginkannya.

Seo Jin terlihat memperlambat langkah kakinya, nafasnya pun tersengal dan tangannya memberontak agar jemari Jonghyun tidak menghalangi penglihatannya.

“Jonghyun, kumohon lepaskan!” desak Seo Jin. Bukannya menuruti Seo Jin, Jonghyun malah semakin memperkokoh jarinya agar kuat menahan tangan Seo Jin yang semakin memberontak.

Tiba-tiba Jonghyun menghentikan langkahnya dan itu membuat Seo Jin sedikit merasa lega.

“Jonghyun, kumohon lepaskan tanganmu!” desah Seo Jin pasrah. Bayang-bayang penyerangan antara Jungshin-Jonghyun-Minhyuk pada malam itu menggoreskan trauma pada diri Seo Jin yang sampai saat ini belum bisa dilupakannya.

Jonghyun melepaskan jemarinya dan sukses membuat indra penglihatan Seo Jin mengerjap karena bias sinar lampu yang menyinarinya secara tiba-tiba.

“Aku tidak ingin berbuat jahat kepadamu, Seo Jin. Aku hanya ingin membayar hutang makan malamku denganmu.” Dimple muncul di pipinya saat Jonghyun menyunggingkan senyumnya. Begitu tulus dan penuh dengan kerinduan.

Seo Jin menatapnya sendu. didalam hatinya dia menyesal telah berburuk sangka terhadap Jonghyun. Gadis itu melangkah perlahan mendekati sebuah meja yang diatasnya telah tertata rapi hidangan makan malam.

“Kau, apa ini kau yang membuatnya?”

Jonghyun mengangguk malu sambil sesekali mengusap tengkuk belakangnya, “Aku tidak banyak tau tentang hal romantis, jadi maaf jika kau tidak terlalu suka.”

Seo Jin memandang tak paham lalu tertawa terbahak setelahnya. Apalagi wajah Jonghyun jelas kebingungan sekarang.

“Anieyo, ini keren kok. Walaupun kau harus membawaku ketengah hutan seperti ini.”Seo Jin menarik lengan kekar Jonghyun untuk duduk dan menikmati makan malam.

“Ja! Kita makan, aku sudah lapar.” Tambah Seo Jin bersemangat.

~~~

Jonghyun dan Seo Jin duduk dipinggir danau buatan, tempat dimana dulu Jonghyun pernah mengigit leher Seo Jin. Keduanya bersender di pohon oak yang mengitari danau tersebut.

“Jonghyun, ini kan sudah tengah malam. Kenapa kau membawaku kesini?” Tak dipungkiri hati Seo Jin resah karena sedaritadi Jonghyun terus membawanya ke tempat yang memiliki kenangan buruk di memori Seo Jin. Jemari Jonghyun berhenti membelai lembut rambut panjang Seo Jin lalu menatap wajah cantik yang terpaku memandangnya.

Jonghyun tersenyum, berusaha menghantarkan kenyamanan kedalam diri Seo Jin melalui tatapan matanya, “Aku hanya ingin mengubah memori burukmu menjadi memori yang mungkin akan selalu kau kenang.”

Seo Jin mengernyitkan keningnya, “Kau tidak akan pergi lagi setelah ini kan?” Tanya Seo Jin Khawatir.

Jonghyun hanya menghela napas, berusaha melepaskan beban yang menghimpit hatinya. Jujur saja, kalau boleh memilih, dia lebih memilih tidak kembali ke Bumi untuk bertemu dengan Seo Jin.

“Jonghyun, kenapa kau diam saja? Kau tidak akan pergi lagi kan setelah ini?” Ulang Seo Jin. Gurat kekhawatiran terpancar jelas di kedua bola matanya yang jernih.

Alih-alih menjawab, Jonghyun memeluk tubuh Seo Jin dengan erat. Membuat Seo Jin semakin khawatir dan membalas pelukan Jonghyun dengan tak kalah erat.

“Jebal, jangan tinggalkan aku lagi Jonghyun. Setahun ini aku sudah cukup menderita tidak bersamamu.” Bulir-bulir air mata itu kini meluncur tanpa sadar. Jonghyun mengecup kening Seo Jin. Lama, hingga isak tangis Seo Jin semakin terdengar.

“Mianhae, tapi aku harus meninggalkanmu.” Jonghyun berkata pelas.

“Wae? Kenapa kau harus meninggalkanku lagi?” Seo Jin berteriak. Dia tidak terima jika harus terpisahkan oleh Jonghyun lagi. Jonghyun memejamkan matanya dan berkali-kali menghela napas. Tak terbayangkan olehku akan menjadi seberat ini, batin Jonghyun.

“Aku…aku sedang menjalani hukuman dari tetua Blackhill sampai batas yang tidak kuketahui, Seo Jin. Aku tidak berhasil menjalani misiku, malahan membunuh adik angkatku. Semula tetua Blackhill lainnya ingin aku mati, namun ayah angkatku melarangnya dan menyakini yang lainnya bahwa ada unsur ketidak sengajaan dalam pembunuhan itu.” Jonghyun menjelaskannya dengan terburu, membuat Seo Jin menatapnya nanar. Pita suaranya seolah putus sehingga tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir mungilnya.

“Maaf, aku harus pergi. Saranghae.” Jonghyun melebarkan sayapnya dan melesat tinggi tanpa menatap wajah Seo Jin lagi. Mata merahnya mengeluarkan bulir-bulir air mata sehingga dia semakin bernafsu melesat menjauh dari Bumi.

Seo Jin menatap bayangan hitam yang semakin jauh dari indra penglihatannya. Air mata semakin merembes keluar dari kedua kelopak matanya hingga isakan semakin terdengar di kesunyian malam.

“Lee Jonghyun, Nado saranghanda.”

~~~

6 month later

Seo Jin melangkah terburu menuju sebuah gedung resepsi pernikahan. Dia menghela napas begitu melihat upacara pernikahan telah usai.

“Sunggyu~ya!” teriak Seo Jin memanggil Sunggyu yang sedang bergurau dengan istrinya yang bernama Jimin. Ya,Seo Jin semakin dekat dengan Sunggyu pasca kejadian waktu itu.

Lelaki itu menoleh dan mengajak istrinya untuk menghampiri Seo Jin.

“Ya! Kau kemana saja huh? Kau melewati begitu saja upacara pernikahanku.” Sunggyu pura-pura muram yang langsung dicubit pelan oleh Ji Min.

“Aniyo, maafkan Sunggyu oppa, Agassi. Dia memang sering bercanda.” Jimin kentara malu sedangkan Seo Jin terbahak.

“Ya aku tau Ji Min ssi, ngomong-ngomong selamat menempuh hidup baru ya!” Seo Jin memeluk singkat Jimin lalu menyodorkan sebuah bungkusan kepada Jimin.

“Ah iya kau bilang di telpon tadi bahwa ada sesuatu hal yang ingin kau bicarakan. Penting?” tanya Seo Jin penasaran.

Sunggyu menatap Jimin, meminta izin agar Sunggyu berbicara 4 mata saja dengannya.

Jimin tersenyum lalu mengusap pipi Sunggyu sekilas, “Aku bersama eomma jika kau mencariku.” Ujarnya tersenyum lalu melangkah menjauh meninggalkan Seo Jin dan Sunggyu. Seo Jin mengernyit, “Sebegitu pentingnyakah sampai-sampai kau menyuruh Jimin pergi?” tanyanya sambil memandang Jimin dikejauhan dengan segan.

Sunggyu mengajak Seo Jin mengikuti langkahnya, setidaknya jauh dari hiruk pikuk resepsi pernikahan yang digelar setelah upacara pernikahan selesai.

“Oh ayolah Sunggyu, kau tidak mengatakan apapun sejak tadi!” desak Seo Jin yang kentara sekali penasaran. Alih-alih menjawab, Sunggyu melirik arloji yang bergelung di pergelangan tangan kirinya.

“Yah mungkin dia sedikit terlambat, mengingat sekarang dia tidak bisa instan seperti dulu.” Ucap Sunggyu sambil terus memantau pintu masuk.

Seo Jin mengernyit, “Dia? Siapa orang yang kau sebut dengan dia?”

Sunggyu menatap Seo Jin jengkel, “Kau ini cerewet sekali! Sudahlah, pasti kau senang melihatnya! Aaah! Itu dia datang.” Tunjuk Sunggyu kepada sesosok lelaki yang berjalan lambat-lambat.

Seo Jin lalu menoleh kepada lelaki tersebut, dan setelahnya dia tidak bisa bernafas dengan benar.

“Apa kabar Sunggyu? Ah! Kau cepat sekali sudah menikah!” suara berat itu menghantarkan getaran hangat bagi Seo Jin. Matanya bahkan berkaca melihat pemuda itu tersenyum kearahnya.

“Aish! Kukira kau nyasar! Tapi, kau sudah mulai terbiasa kan?” Tanya Sunggyu. Pemuda itu menjitak kepala Sunggyu dengan sadisnya, “Aku pernah hidup sebagai manusia dan menumpang dirumahmu, bodoh! Kau lupa?”

Sunggyu nyengir sambil mengelus kepalanya yang berdenyut akibat jitakan sadis oleh Jonghyun.

Ya, pemuda itu adalah Lee Jonghyun. Pemuda yang datang pada Seo Jin 6 bulan yang lalu hanya sekedar menerangkan keberadaannya dan melepas rindu dengannya.

Seo Jin menjauh, berlari entah kemana. Rasanya begitu sulit baginya bertemu dengan Jonghyun lagim walaupun tak dipungkiri gadis itu merindukan Lee Jonghyun.

Seo Jin berhenti disebuah taman, jauh dari tempat resepsi pernikahan Sunggyu berada. Nafasnya tersengal dan wajahnya basah karena menangis selama berlari tadi.

“Seo Jin~ah.” Sengal Jonghyun yang tiba beberapa menit setelah Seo Jin. Gadis itu terdiam ditempatnya, enggan untuk menoleh kepada sosok lelaki yang berada beberapa langkah dibelakangnya.

“Seo Jin, kenapa kau seperti ini kepadaku? Bukankah kau senang kalau aku kembali lagi ke Bumi?” Tanya Jonghyun memelas. Seo Jin menoleh menatap Jonghyun, “Senang? Kau pikir kau bisa dengan mudahnya datang dan pergi dari kehidupanku, Lee Jonghyun?” Seo Jin berkata sinis. Air mata mulai bergiliran jatuh melewati kelopak matanya.

Jonghyun menghela napasnya. Baru kali ini dia merasa dirinya payah karena telah mempermainkan perasaan seorang gadis, terlebih gadis itu adalah gadis yang dicintainya.

“Mianhae,” ucap Jonghyun lirih, “Aku memang tak bisa selalu ada disampingmu, tapi aku berjanji, kali ini aku bisa.”

Seo Jin menoleh lalu menatap Jonghyun lekat, “Kau…apa kau sudah…”

“Ya,” potong Jonghyun bersemangat, “Aku sudah menjadi manusia seutuhnya Jin~ah, sama sepertimu. Aku tidak lagi berhubungan dengan Blackhill karena hukumanku sudah berakhir dan aku boleh menjadi manusia.” Paparnya dengan Sumringah. Seulas senyum tergambar diwajah sembab Seo Jin, “Jadi, kau manusia?” Seo Jin menatap Jonghyun tak percaya. Lelaki itu tersenyum dan menarik Seo Jin kedalam pelukannya, “Jangan takut aku akan meninggalkanmu, karena mulai sekarang aku akan selalu berada disisimu, Seo Jin.”

Gadis itu tersenyum lantas menatap wajah Lelaki yang tengah mendekap tubuhnya.

Jonghyun mengecup bibir ranum milik Seo Jin, mereka memulainya perlahan.

~~~

THE END

pfiiiuuuhh! akhirnya end juga *lap keringet* maaf kalo ceritanya tidak sesuai harapan dsb. RCl right🙂

20 thoughts on “Forbidden Love [Chapter 6-END]

  1. Akhirnya happy ending juga. Jonghyun n Seo jin menjadi sepasang kekasih. Knp endingnya ga sampe mrka menikah hehehe. Dibuat epilognya ya, gmn kehidupan seterusnya jonghyun menjadi manusia ya.
    Ceritanya top dech. Dtunggu new story yg lain ya n keep writing…

  2. Suka sm endingnya. Walaupun di tengah part kmrn authornya salah, termaafkan karna ceritanya keren bgt thor. Gomawo ya author…..

  3. akhirnya khatam baca forbidden love..
    ah iya, aku jadi penasaran sama kronologi perkelahian Jonghyun-jungshin-minhyuk.. knpa tiba2 seo jin dibawa ke tmpat itu, jungshin mati, trus gimana dg minhyuk?? haha bnyak tanya nih, mian..
    aku fikir di part ini bakal ada flashback perkelahian itu loh, eh trnyata enggak.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s