A way to catch you [chapter 4]

awtcy-cover

Title : A way to catch you

Author: Kim Sung Rin

Rating: PG 15

Genre: Romance, AU

Length: Chaptered

Main Cast:

-Lee Jonghyun

-Han Eun Jin (OC)

-Han Min Jin (OC)

-Lee Jungshin

Other Cast:

-Suho (EXO)

-Lee Taemin (SHinee)

-Lee Hyun In (Lee Jonghyun sister)

-Lee Jinki (SHINee)

-Choi Jun Hee (Juniel)

-Seo Yuna (AOA)

Disclaimer: My Own stories, perdana publish disini, tapi ada di wp pribadiku juga.

Note:udah lama ya gak update ._. No Bash! Plagiat or silent reader! Coment kalian sangat aku butuhkan untuk membenarkan tulisan aku okeeeey? intinya RCL deh :)

dan buat yang sudah mengkomen ff aku di part sebelumnya, I HEART YOU, GUYS! :**

Oke happy reading all J

previous part : [1] [2] [3]

~~~

Jonghyun meneliti surat pemberitahuan yang beberapa detik lalu selesai dibacanya.  Giginya bergemelutuk menahan emosi yang membuncah setelah melihat kop surat tersebut.

Ya, tak salah lagi. Kop surat itu jelas mengatakan bahwa surat itu berasal dari perusahaan “CK Coorporation” yang merupakan perusahaan milik Han Jook In (Ayah Min Jin dan Eun Jin).

Jonghyun menatap Jun Hee yang telah menangis dan Jinki yang berdiri resah, “Kenapa kalian tidak menghubungiku masalah ini hm?”

Jinki menghela napasnya berat, “Satu karena kau tidak bisa dihubungi. Dua, karena pesuruh itu berpesan kepada kami agar tidak memberitahukan hal ini kepadamu Hyun.” Jelas Jinki.

Kening Jonghyun mengerut, “Kenapa aku tidak boleh tau hal ini?” Tanya Jonghyun penasaran. Baik Jinki dan Jun Hee hanya mampu menggeleng lemah, “Entahlah, aku tidak tau hal itu.”

Jonghyun meremukkan surat pemberitahuan itu sebelum akhirnya berakhir di tong sampah yang berada didekatnya. Dia mengurut keningnya asal. Jonghyun tidak menutup mata atas hal ini. Jelas sekali ini ulah Nyonya Han yang dari awal memang ingin pemurnian pada karyawannya tersebut. Jonghyun menghela napas panjang, kalau sudah begini aku menyesal menyetujui tetap bekerja di café murahan itu, batin Jonghyun.

“Oppa, kau tidak apa-apa kan?” suara Jun Hee memecah lamunan Jonghyun. Lelaki itu tersenyum seadanya, “Ya aku tidak apa-apa.”

“Lalu bagaimana nasib sekolah kita Hyun? Apa kita mau menerima begitu saja?” panik Jinki yang memandang Jonghyun penuh pengharapan. Jonghyun memang bukanlah kepala sekolah ataupun pemilik sekolah. Namun, seluruh guru dan pemiliknya pun percaya Jonghyun bisa bertanggung jawab terhadap sekolah sederhana ini.

Helaan nafas terdengar lagi, “Aku akan urus ini semua. Kalian tenang saja, lakukan tugas kalian seperti biasa.” Ucap Jonghyun pada akhirnya.

Secercah senyum diwajah Jun Hee dan Jinki mulai merekah, menandakan keresahan mereka berangsur menghilang.

“Arrasseo, aku percaya padamu, Hyun.” Ucap Jinki sambil menepuk pelan bahu Jonghyun.

~~~

Jungshin menatap kertas-kertas yang berisikan tender pembuatan café baru didaerah Incheon. Tadi dia sempat ke lokasi tender. Sebuah taman kanak-kanak bernama ‘Haru’ di Incheon.

Pintu ruangannya terbuka, terlihatlah Eun Jin menyembul dibaliknya dengan membawakan dua cangkir kopi panas untuk mereka berdua.

“Kau lembur?” Tanya Jungshin sambil meraih cangkir kopi yang diberikan oleh Eun Jin. Gadis itu menghela napas dan mengangguk pelan, “Ya, kudengar mau ada proyek pembuatan café baru kan? Aku harus melaporkan rancangan keuangan untuk proyek itu besok.” Jelas Eun Jin muram.

Jungshin mengangguk mengerti lalu menyesap kopinya lagi. Eun Jin menangkap gelagat aneh dari wajah Jungshin. Kenapa wajahnya muram? Tanya Eun Jin dalam hati.

“Ada apa denganmu, Shin? Apa proyek itu memberatkanmu? Aku bisa bilang dengan Kim ahjussi agar –“

“Taman kanak-kanak.” potong Jungshin yang membuat dahi Eun Jin berkerut, “Apa?”

“Kau tau? Lokasi proyek kali ini di Incheon akan menggusur sebuah taman kanak-kanak. Ini benar-benar diluar dugaanku karena selama aku bekerja disini belum pernah sampai menggusur tempat seperti proyek kali ini.  Dan kau tau kan aku suka anak kecil? Aku tidak tega melihat mata mereka menatapku sambil tersenyum seperti tadi, Eun.” Jelas Jungshin memaparkan isi hatinya. Kedua tangannya kini telah menelungkup menutup wajah oval nya yang kelelahan. Eun Jin menepuk-nepuk pelan bahu Jungshin, “Ya, kadang kita bekerja dengan hal-hal yang tidak kita sukai, Shin. Tenang saja, aku pasti membantumu.” Eun Jin tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya, dan itu membuat Jungshin tersenyum.

“Ya, terima kasih. Kuharap Proyek di Incheon ini yeah…berhasil.” Jungshin berkata pasrah. Eun Jin memutar otaknya lalu mengerutkan keningnya dengan cepat, “Sebentar, kau bilang taman kanak-kanak di Incheon?”

Jungshin mengangguk pasti, “Ya, namanya taman kanak-kanak Haru. Kudengar sih itu sekolah lama, tapi pengajarnya…oh astaga! Apa ini berkaitan dengan Jonghyun?” mata Jungshin tiba-tiba membelalak.

“Persis!” Eun Jin hampir saja menumpahkan kopinya karena terlalu bersemangat, “Yah memang ada banyak taman kanak-kanak di Incheon, tapi yang kutahu proyek ini akan dibuat di Daegu dan tiba-tiba dipindahkan di Incheon. Ah! Ini pasti ulah eomma!” geram Eun Jin kesal. Sekesal-kesalnya dia dengan Jonghyun, dia tidak ingin merusak apa yang telah Jonghyun punya sebelumnya, salah satunya menjadi pengajar di TK haru.

Jungshin ikut-ikutan frustasi. Cemburu karena Min Jin memilih Jonghyun belum sepenuhnya sirna, namun dia juga tidak ingin pekerjaan mulia Jonghyun diusik dengan hal penggusuran seperti ini.

Lama mereka asik berkutat dengan pikirannya sendiri. Sampai pada akhirnya Eun Jin beranjak berdiri.

“Mau kemana Eun?” Tanya Jungshin yang ikut-ikutan berdiri. Eun Jin menghela napas, “Kita harus bicara pada Jonghyun.”

Jungshin mengerutkan keningnya, “Apa kau yakin? Hei ingat kan dia itu orang yang susah diajak kompromi?”

“Ya aku sangat tau hal itu Shin, tapi cepat atau lambat dia pasti akan tau hal ini. Dan lebih baik kita membicarakannya, siapa tau kita mendapatkan …engggh solusi. Benar kan?” ucap Eun Jin ragu.

Jungshin Nampak berfikir sesaat lalu mengangguk setuju, “Ok kurasa besok pagi atau jam makan siang Eun, bagaimana?”

Eun Jin menggeleng, “Tidak, aku mau sekarang!”

“Mwo? Kau gila ya?! Ini sudah jam 11 malam Eun, tidak sopan bertamu malam-malam.” Jungshin menjitak kepala Eun Jin dengan kesal. Eun Jin menggerutu sambil mengusap kepalanya yang baru saja mendapat jitakan dari Jungshin.

“Arraseo, aku akan bersabar sampai besok.” ucap Eun Jin pasrah.

~~~

Eun Jin pov

Sudah hampir pukul 2 siang. Itu artinya sudah hampir satu jam kami berdiam didepan apartmen Jonghyun menunggu kedatangannya.

“Ya! Kau yakin alien itu akan pulang? Kita sudah menunggunya sejam disini.” Jungshin menatapku kesal bercampur malas. Satu persatu peluh mulai menuruni wajah ovalnya.

Aku memutuskan untuk menjitak Jungshin sehingga lelaki disampingku ini mengaduh kesakitan.

“Kau ini! Kalau bekerja jangan setengah-setengah!” geramku memarahinya. Bukannya kesal, wajahnya justru sumringah.

“Ya! Kau mengejekku ya? Kenapa malah senang eoh?”

“Itu~dia datang.” Tunjuk Jungshin kepada seseorang dibelakangku. Dan benar, Jonghyun tengah berjalan mendekat dengan raut wajah lebih dingin dari biasanya.

“Untuk apa kalian kesini?” belum lagi mulutku melontarkan kata sapaan, lelaki itu sudah bertanya dengan ketus. Aku memandangnya tajam, “Kami ingin membicarakan suatu hal denganmu.”

Tangannya bersedekap didepan dada lalu kembali menatapku, “Bicara? Aku bosan berbicara dengan kalian berdua, terutama denganmu, nona!” tunjuknya padaku. Tatapan tajamnya benar-benar menusuk dan tersirat rasa benci yang amat sangat.

Jungshin menarik bahu Jonghyun sebelum dia melangkah masuk apartmennya.

“Apa lagi?” Tanya Jonghyun malas.

“Kumohon, kami perlu bicara denganmu Jonghyun ssi.”

~~~

Jungshin menyodorkan surat pemberitahuan rencana penggusuran TK Haru dihadapan Jonghyun begitu lelaki itu menyajikan teh hangat untuk kami –Aku dan Jungshin.

“Aku sudah tau tentang penggusuran itu.” Jonghyun mengeluarkan suaranya sambil meremukkan surat yang baru saja Jungshin berikan.

“Lalu, apa kau ingin begitu saja menerimanya tuan Lee Jonghyun?” tanyaku dengan nada dingin. Dia melirikku tajam dan bungkam. Tidak seperti biasanya.

“Jujur saja aku tidak ingin menggusur TK haru. Kau perlu tau aku suka anak-anak dan aku tidak mungkin setega itu terhadap bocah-bocah kecil itu. Jadi, kami berdua datang kemari ingin mendiskusikan hal ini kepadamu, lebih tepatnya mencari solusi yang tepat akan hal ini.”

Jelas Jungshin panjang lebar. Jonghyun hanya diam bagaikan manekin yang dipajang di toko.

“Oke, aku muak melihatmu yang terus terusan bersikap seolah kau tidak perduli tuan lee Jonghyun! Dimana sop…”

“Sopan santun lagi?” potong Jonghyun sambil menaikkan sebelah alisnya, “Kau tidak bosan mengatakan hal itu terus terusan?” ucapnya dengan nada tinggi.

Kali ini aku bungkam. Memang bukan hal baru melihatnya bersikap dingin dan memberontak, tapi kali ini kilat dimatanya membuat mulutku otomatis terkatup.

Kulirik Jungshin yang juga terdiam, sepertinya dia terlalu terkejut dengan perubahan sikap Jonghyun hari ini.

“Sekali lagi kami minta maaf Jonghyun ssi, jadi apa kau punya solusi akan hal ini?” Jungshin bertanya dengan sangsi.

Jonghyun melirik Jungshin lalu menatapnya tajam, “Aku akan menghubungi kalian jika aku sudah menemukan solusinya. Sekarang, bisakah kalian meninggalkan aku sendiri? Aku butuh istirahat.” Tuturnya dingin. Aku buru-buru beranjak untuk menampar wajahnya, namun, Jungshin sudah terlebih dulu menarik tubuhku menjauh dari alien sialan itu.

“Baiklah terimakasih atas waktunya, Jonghyun ssi.” Jungshin membungkuk ramah. Sedangkan aku sudah ngeloyor pergi dari hadapan alien mengesalkan itu.

~~~

Author pov

Taemin yang sedang berdiri didepan kasir seketika Sumringah melihat dua orang berjalan masuk kedalam delCafe.

“Noona, kau datang?” pekiknya riang, mengabaikan tatapan orang-orang yang memandangnya dengan aneh.

“Ya! Kau tidak pernah menyambutku jika aku yang kesini, kau lupa kemarin kau memohon kepada siapa agar noona mu ini kembali?” dengus Jungsin sebal sambil mencoba untuk menjitak kepala Taemin, namun terlambat karena bocah lelaki itu sudah terlebih dulu menghindar.

“Aku tidak bermaksud seperti itu hyung. Aku hanya terlalu senang saja. Jelasnya dengan cengiran lebar, membuat Jungshin semakin sebal karena tidak bisa menghantarkan kekesalannya.

“Aku pesan Iced Lemon Tea dan Cheese cake.” Gumam Eun Jin tidak bersemangat sambil berjalan gontai menuju kursi yang kosong. Taemin menatap Jungsin seolah bertanya ada-apa-dengan-noona?

Jungshin mengedikkan bahunya, “Masalah pekerjaan. Oh iya aku juga pesan Frapucinno dan Sandwich Triple Cheese.” Ucap Jungshin sebelum melangkah duduk dihadapan Eun Jin.

Jungshin menatap lekuk wajah Eun Jin yang tengah memandang keluar jendela. Baru kali ini dia benar-benar melihat gurat sedih di wajah Eun Jin. Gadis keras kepala itu biasanya tidak seperti ini, Gumam Jungshin.

Eun Jin menghela nafasnya lalu memandang Jungshin, yang membuat lelaki itu sedikit terkejut karena tertangkap tengah menatap wajah Eun Jin.

Gadis itu tersenyum, lalu menyenderkan kepalanya di sofa café.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba diam begini?” Tanya Jungshin khawatir. Eun Jin menghela napasnya sekali lagi lalu menggeleng lemah, “Aku hanya lelah dengan keadaan yang seperti ini, dan tentu saja dengan alien jelek itu. Kenapa aku selalu berurusan dengannya?” Tanya Eun Jin setengah kesal, sampai-sampai membuat Taemin yang sedang berdiri dibalik mesin kasir menoleh kearah Jungshin dan Eun Jin.

Jungshin menghela napasnya lalu memutuskan untuk  mengacak poni gadis dihadapannya. Eun Jin tersenyum lalu terkekeh pelan, “Gomawo.” Ucap Eun Jin.

“Gomawo? Hei aku lebih suka Eun Jin yang seperti ini.” Jungshin mengacak lagi poni Eun Jin, kali ini justru membuat gadis itu kembali cemberut.

“Ya! Bisa-bisanya kalian disini tidak memberitahuku.” Min Jin duduk disamping Eun Jin dan menatap kembarannya dengan kesal.

“Aish~kukira kau tidak disini, Min.” balas Jungshin. Min Jin menatapnya lekat, “Mana mungkin? Kan aku manager di delCafe, kau lupa?”

Jungshin terkekeh lagi lalu menyeruput Frapucinno nya, “Tentu saja aku tidak lupa, Min.” Jungshin berkedip kearah Min Jin, membuat gadis itu sedikit salah tingkah.

“Jadi, apa ada masalah lagi?”

Eun Jin menatap Jungshin yang kebetulan tengah menatapnya lalu menghela napas, “Kau tau kan tender café baru di Incheon? Yah, ternyata menggusur sebuah taman kanak-kanak,” Eun Jin menoleh menatap Eun Jin.

“Dan, Jonghyun bekerja disitu.” Lanjut Jungshin. Mata Min Jin membelalak, “Benarkah? Oh astaga, pantas kalian sepusing ini.” Min Jin menghela napas.

“Yah, sebenarnya ini salahku. Aku meminta Eun Jin untuk mencari jalan lain –selain menggusur taman kanak-kanak-. Aku tidak tega melakukan itu semua.” Jungshin berkata murung, meletakkan kembali  Sandwich Triple Cheese yang  baru dipesannya tadi karena nafsu makannya seketika menghilang.

Min Jin tersenyum lalu mengusap punggung tangan Jungshin dengan lembut, “Aniyo, aku tau kau tidak akan setega itu. Tidak apa-apa, aku juga akan membantumu, Shin.” Min Jin menatap tepat di manik mata Jungshin, yang membuat wajahnya terasa panas tiba-tiba.

“T…terima K…asih, Min.” Jungshin pun tersenyum kaku lalu mengalihkan pandangannya untuk menatap Eun Jin yang tengah terkekeh memandangya lalu melemparkan death glare kepada gadis itu.

~~~

Jonghyun berjalan gontai dan berhenti tepat didepan delCafe. Sebenarnya dia sudah tidak ingin menginjakkan kaki ke tempat yang menurutnya awal mula petaka datang kedalam hidupnya. Namun, kali ini dia sengaja datang ke café berhadap dapat bertemu dengan Eun Jin dan Jungshin sekaligus untuk mendiskusikan ide yang mungkin bisa menjadi solusi bagi situasi rumit yang tengah dialami mereka.

“Eoh, Hyung. Apa kabar?” Suho yang tengah mengelap meja-meja menghampiri Jonghyun yang baru saja masuk kedalam café. Jonghyun tersenyum simpul, “Kelihatannya bagaimana?”

Suho mengamati Jonghyun dari atas sampai bawah, “Kelihatannya sih kau kehilangan beberapa kilo berat badanmu, apa selama ini kau tidak masuk karena sakit?” Tanya Suho penasaran. Alih-alih menjawab, Jonghyun tersenyum lalu masuk kedalam ruang ganti untuk memakai seragamnya.

“Suho~ya! Kau dimana?” Taemin yang baru saja datang teriak-teriakan memanggil Suho yang sedang berada didapur. Suho tergopoh-gopoh menghampiri Taemin yang pucat dan berkeringat diambang pintu.

“Aish~kau ini pagi-pagi sudah teriak-teriakan! Ada apa sih?” Suho menatap kesal Taemin, namun sejurus kemudian dia tampak bingung karena menatap wajah Taemin yang pucat.

“Ada apa Taemin?” Suho bertanya lagi, kali ini dengan volume suaranya yang lebih rendah.

Taemin masih diam, tangannya menyerahkan lembaran yang berada ditangannya.

Seketika mata Suho membelalak membaca sederet keterangan dalam kertas tersebut.

“Aku dipecat Suho~ya.” jelas Taemin dengan mata berkaca.

Jonghyun yang baru keluar dari dapur langsung merebut surat yang masih berada didalam genggaman tangan Suho. Sejurus kemudian dia meremukkan surat tersebut.

Otaknya bekerja dan mulai menemukan kelicikan yang kemungkinan akan terjadi lagi. Rahang Jonghyun mengeras lalu merobek kertas tersebut.

“Nyonya Han, kau keterlaluan!” batin Jonghyun yang langsung bergegas keluar dari delCafe.

TBC

 

 

 

 

13 thoughts on “A way to catch you [chapter 4]

  1. akhir y ff yg aku tunggu lanjutan y publish. yea! #jingkrak bareng Jong

    aku kuira part ini mo bongkar lbh dalam masa lalu Jong, tp ternyata…masalah baru lg muncul.

    ya ampun…itu emak si kembar nyebelin banget deh..
    kenapa Taem d pecat? salah apa Taem?

    sungrin..aku merasa part ini pendek.
    next part aku tunggu loh

    • di next part bakalan dijelasin kkkkkk~
      masadeh kurang panjang? baiklah part selanjutnya akan dipanjangin. gomawo ya udah RCL🙂

  2. akhir y ff yg aku tunggu lanjutan y publish. yea! #jingkrak bareng Jong

    aku kira part ini mo bongkar lbh dalam masa lalu Jong, tp ternyata…masalah baru lg muncul.

    ya ampun…itu emak si kembar nyebelin banget deh..
    kenapa Taem d pecat? salah apa Taem?

    sungrin..aku merasa part ini pendek.
    next part aku tunggu loh

  3. yang ini lebih pendek ya? tapi gapapa😀
    konfliknya makin keliatan. tapi firasatku eunjin ini bakal sama jonghyun. tapi gatau deh liat nanti xD
    ditunggu chapter berikutnya~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s