Sonjinan Sarang (part 6)

Sonjinan Sarang cover (1)

 

Tittle: Sonjinan Sarang  (part 6)

Author: Danieehee

Rating: PG-13

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

-Yonghwa (CNBlue)

-Suzy (miss A)

-Im Jae Bum/JB (JJ Project)

-Sung Lee [OCs]

Other Cast:

-member CNBlue

-Lee Ji-eun (IU)

-Park Jin Young/Jr (JJ Project)

-Min (miss A)

Disclaimer: terinspirasi dari muka ganteng Yonghwa❤ hohoho dan terinpirasi dari drama korea dan MV CNBlue ^^ selebihnya, cerita asli karangan saya sendiri.

Note: Heyya! Akhirnya jadi juga part 6! Huehehe~ semoga kalian suka yaaa^^ maaf kalo ceritanya gak seru… oh ya, kira-kira pada suka cerita FF yang genre-nya horror gak? Atau mystery gitu?._. kalo suka bilang yaa, entah kenapa aku tiba-tiba pingin bikin yang horror.-. hehe *curcol okelah kalo begitu.. selamat membaca dan happy reading!😀

Author POV

Suzy tertawa-tawa melihat JB yang menari dengan konyol dihadapannya. “Hahahaha! Sudah JB!! Aku tidak kuat!!” Serunya masih dengan tawa yang menggelitik perutnya. JB menuruti permintaan Suzy lalu duduk dengan keringat yang bercucuran. “Hahaha, lelah juga ya menari-nari seperti itu” ujarnya sambil menyeka keringatnya. “Hahaha kau ini… Nih, pakai saja handukku” kata Suzy sambil melempar handuknya ke JB. JB menangkapnya, “Thanks” ucapnya lalu mengelap keringat yang ada di pelipisnya. Suzy lalu bangkit dari duduknya. “Ayo! Kita latihan lagi!” Seru Suzy dengan semangat. Kira-kira sudah 2 jam mereka latihan dance untuk persiapan acara kampus 1 bulan lagi. JB melatih Suzy yang memang tidak sejago JB saat menari, tapi suara Suzy tidak perlu diragukan lagi, jadi mereka memutuskan untuk latihan dance-nya terlebih dahulu. JB menari di depan Suzy lalu diikuti lagi oleh Suzy di belakangnya. “Yap! Bagus! Kau sudah mulai menguasai bagian ini. Sekarang, kita lanjut kebagian berikutnya, oke?” JB berdiri tepat di depan Suzy sambil tersenyum. Suzy mengangguk dengan semangat. “Ne!!” Lalu JB menari lagi “Satu dua tiga empat. Satu dua tiga empat” begitu panduan menari mereka.

Latihan berjalan lancar ketika tiba-tiba kaki Suzy tersandung kakinya sendiri. “Aw!!” Suzy meringis kesakitan sambil memegang pergelangan kakinya yang terkilir. “Hahaha! Suzy Suzy… Kau ini ada-ada saja” Seru JB sambil terkikik. “Kau baik-baik saja?” Lanjut JB. “Ya! Tentu saja aku tidak baik-baik saja!” Protes Suzy masih memegang pergelangan kakinya. “Hehe mian..” JB terkekeh lalu memegang pergelangan kaki Suzy.

“Sini, biar ku lihat.” Ucap JB. “Ini terkilir. Biar aku memijit kakimu sebentar” lanjutnya lalu melepas sepatu yang dikenakan oleh Suzy. Suzy hanya bisa terdiam melihat sikap JB yang berubah menjadi sangat baik padanya. Meskipun JB sering jahil terhadapnya, tapi sebenarnya JB sangat perhatian pada Suzy.

“JB… Kenapa kau baik sekali padaku? Padahal aku sering membuatmu kesal…”

“Karena kau temanku” jawab JB seadanya. ‘karena aku sayang padamu, Suzy’ ucap JB dalam hati.

Jawaban itu cukup membungkam Suzy. Suzy memandang JB dengan sedih. ‘Andai namja yang kusuka adalah kau JB…. Mungkin aku akan hidup bahagia..’ Pikir Suzy pahit dalam hati. Matanya mulai berkaca-kaca. “Sudah selesai..” JB mengangkat wajahnya dan terkejut melihat Suzy yang mengeluarkan air mata. “Suzy… Kau…” JB melihat Suzy dengan tatapan terkejut tapi tak tau harus berbuat apa. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa melihat Suzy yang seperti ini. “Ah, maaf JB… Aku tak dapat mengendalikan perasaanku…haha” Suzy tersenyum kaku dengan tawa yang terdengar sangat hambar. JB terpaku melihat Suzy yang seperti itu. “Tidak apa-apa… Aku… Mengerti..” Ucap JB lalu merengkuh tubuh mungil Suzy. Suzy menangis dalam dekapan JB.

JB tahu kalau Suzy menyukai Yonghwa. Sangat terpancar dari sinar mata Suzy ketika melihat Yonghwa. JB hanya diam. Tak tahu harus berbuat apa. ‘Andai saja kau tahu Suzy.. Hanya butuh 1 bulan saja untuk kau membuatku jatuh cinta padamu..’ Pikir JB pahit. ‘Andai kau tahu perasaan ini.. Mungkinkah kau berpaling padaku?’ Tanyanya. Ia mengelus rambut hitam Suzy yang masih saja mengeluarkan air mata di bahu JB. ‘Aku tak akan membiarkanmu seperti ini terus Suzy… Tidak akan..’ Janji JB dalam hatinya.

Sementara itu, Yonghwa yang sedari tadi melihat keduanya hanya terdiam. Memperhatikannya dengan perasaan campur aduk. ‘Aku…. Apa yang aku pikirkan…’ Kata Yonghwa dalam hati. ‘Bagaimana aku bisa berpikir bahwa Suzy suka padaku? Jelas-jelas ia suka pada JB!’ Pikirnya kesal. Lalu Yonghwa pun pergi dengan perasaan kesal sekaligus marah pada dirinya sendiri.

***

Suzy POV

“IU-ah!!” Aku memanggil IU yang sedang berjalan tak jauh di depanku. “Oeh, Suzy.. Wae?” Tanyanya sembari tersenyum padaku. “Kau mau kemana?” Aku balik bertanya. “Oeh, aku mau ke kantin. Kau mau ikut?” Aku mengangguk lalu berjalan bersama IU ke kantin.

“IU! Suzy!!” Min memanggilku dan IU yang sedang mencari tempat untuk duduk. Ia melambai-lambaikan tangannya padaku. “aah~ Miiin” aku berseru lalu menghampirinya bersama IU. “Haaah… Kau tau? Aku kesaaaaaaal!” Keluh Min begitu kami sampai di mejanya. “Waeyo?” Tanyaku berbarengan dengan IU. “Namja itu! Lee Jung Shin! Haah! Aku kesal sekali padanya!!” Min menekuk wajahnya hingga berlipat-lipat. “Lho? Memangnya dia berbuat apa?” Tanya IU sambil mencomot kentang goreng milik Min. “Tadi dia membuatku malu lagi di kelas!!!!” Min menceritakan kejadian yang menurutnya konyol kepadaku dan IU dengan menggebu-gebu. “Hari ini adalah hari yang sangat sangat sangat sangaaaaat sial!!!” Serunya berlebihan. “Aku bertemu lagi dengannya di kelas!”

“Lho? Bukannya kalian seharusnya tidak sekelas?” Tanya IU. “Nah, itu dia yang aku pikirkan sampai sekarang. Kenapa dia bisa ada di kelasku? Dan, oooh kalian harus tau! Tadi aku bosan sekali sampai-sampai aku tertidur di kelas. Lalu aku dihukum dan ia mentertawakanku! Aku baru tau kalau namja itu ternyata sangat menyebalkan! Dan yang lebih menjengkelkan lagi adalah… Saat aku berjalan ingin keluar kelas, ia sengaja menyandung kakiku hingga aku terjatuh! Huaaaa mau ku taruh dimana wajahku ini IU-aaah Suzy-aaah! Namja itu benar-benar kejam!” Ia menceritakan semuanya dengan begitu ekspresif.

Aku yang mendengarnya jadi ikutan kesal karena Jungshin sunbae. “Ya! Ya!!! Itu parah sekali!!! Dia tidak menghargai wanita kalau begitu!!” Protes IU dengan mulut yang penuh dengan kentang goreng. Min mengangguk sambil melengkungkan bibirnya ke bawah. “Kau sabar saja… Nanti dia pasti dapat balasannya…” Ucapku sambil tersenyum menyemangati. Ia mengangguk lalu menyesap milkshake strawberry-nya.

“Pengumuman! Pengumuman!!” Seorang namja datang sambil membawa selembar kertas dan memegang toa di tangan kanannya. “Hari Jumat, Sabtu dan Minggu akan ada pelatihan bagi mahasiswa dan mahasiswi jurusan kesenian untuk acara kampus bulan depan di Jeju Island. Pendaftaran akan dilaksanakan pukul 2 siang nanti. Terima kasih” lalu namja itu pergi. Semua orang di kantin langsung bersorak-sorak. “Yeaah!! Jeju Islaaaand!!!!” Seru salah satu namja. Terlihat olehku Jr ikut bersorak-sorak tidak jauh dariku.

JB yang berada di sebelahnya tampak menyembunyikan wajahnya. Tiba-tiba mata kami saling bertatapan. Ia tersenyum padaku sambil melambaikan tangannya. Aku membalas sambil menorehkan senyum termanisku. “Ya.. Senyum kalian itu penuh arti…” Min yang ternyata sedari tadi memperhatikanku tersenyum jahil sambil menopang wajahnya dengan siku. Dengan cepat, wajahku terasa memanas. “Memang, Min.. Mereka sepertinya ‘ada apa-apa’nya.” Sahut IU lalu tertawa. “A-aku dengan dia tidak ada apa-apa kok!” Elakku. Aaahh malu sekalii!!

“Padahal tadinya kukira kau suka sama Yonghwa sunbae lho…” Ucap IU dengan santainya. IU… Aku memang suka dengan Yonghwa sunbae… Tapi tidak sebaliknya. Aah.. Sedih sekali hidupku ini! Min melihat ke arahku. “Aku coba baca pikiranmu ne?” Tanyanya. “Mwo? Kau bisa baca pikiran???!!!” Tanyaku panik. Ia mengangguk. “Tenang saja, aku tak pernah sembarang membaca pikiran orang kok. Kalau kau tidak mau juga tak apa.” Jelasnya. Tadinya aku agak ragu, tapi akhirnya aku mengangguk. Lagipula, untuk apa aku menyembunyikan ini semua? “Kau memang suka dengan Yonghwa sunbae kan?” Pertanyaannya sukses membuatku terdiam. Aku menunduk. Kurasakan Min dan IU menatapku lama.

Aku tak berani mengaku pada mereka. Karena mungkin mereka akan mentertawakanku. “Tidak apa Suzy… Mengaku saja… Kami tidak akan mentertawakanmu..” Ujar Min sambil mengelus pundakku. Hah, Min ternyata sungguh-sungguh membaca pikiranku. Aku mengangguk. “Nah, kalau mengakukan lebih baik…” Ucap IU lalu memelukku. “Sekarang aku lega…” Kataku lalu tersenyum pada kedua sahabatku. Ya.. Mungkin seharusnya aku menceritakan apa yang sebenarnya pada mereka. “Ayo cepat kita habiskan makanan iniiii! Agar kita bisa cepat mendaftar untuk ikut pergi ke Jeju Island!” Seru IU. Aku dan Min mengangguk mantap. “Jeju Island! Kami dataaang!!!” Seru kami semua lalu tertawa.

***

JB POV

Suara deburan ombak terdengar begitu merdu di gendang telingaku. Aku duduk di salah satu karang yang terlihat sangat gagah, yang tak takut dengan serbuan ombak yang ganas. Memandang lautan luas seakan-akan aku berada dalam lukisan yang sangat indah. Lukisan Tuhan yang agung. Aku memejamkan mata, merasakan hembusan angin yang menerpa masuk pori-pori kulitku. Ya, aku sedang berada di Jeju Island. Tempat yang penuh dengan kenangan. Tempat yang sangat kucintai. Tempat pertama aku bertemu dengan Sung Lee… 2 tahun yang lalu.

 

flashback

“Jaebum-ah! Ayo cepat ke sini! Makan malam sudah siap!” Seru oemma. Aku yang sedang asyik bermain ombak langsung berlari menghampiri oemma dan yang lainnya. Aku duduk di pasir sembari mengambil sate kerang laut yang baunya sudah membuat air liurku mendesak ingin keluar sedari tadi. Kami semua menyantap makanan dengan lahap sambil terkadang bercanda satu sama lain. “Aku sudah selesai oemma!” Seruku lalu berdiri. “Aku mau main lagi ya oemma..” Oemma mengangguk, “Ne, hati-hati ya..” Aku langsung berlari menyusuri bibir pantai. Sesekali bermain air dengan kaki-kakiku.

Saat sedang asyik bermain, tiba-tiba, aku mendengar seseorang berteriak minta tolong. “Toloooong!! Toloooong!! Tolong aku!!” Suara itu berteriak lagi. Aku mengedarkan pandanganku dan melihat ke satu titik dimana ada tangan yang muncul di antara air laut tak jauh dariku. Aku langsung berenang menghampirinya. Saat aku sudah tak jauh darinya, aku melihat ternyata dia seorang yoeja yang… Sangat cantik. Aku memegang bahunya dan bertepatan dengan itu, dia tak sadarkan diri. Sepertinya sudah terlalu banyak air yang masuk dalam paru-parunya. Aku membawanya ke pinggir pantai secepat mungkin dan membaringkannya di pasir. Aku menempelkan telingaku di dadanya. Masih ada detak jantungnya.

Aku menekan-nekan dadanya dan ia mengeluarkan banyak air dari mulutnya. Ternyata di sekelilingku sudah banyak orang yang mengelilingi. Yoeja itu membuka matanya perlahan lalu langsung memelukku erat. “Aku… Aku takut…” Ucapnya sambil terisak. Aku mengelus lembut rambutnya. “Tenang, tidak ada yang perlu ditakuti..” Ujarku lalu membantunya berdiri. “Kau punya baju?” Tanyaku. Bajunya yang basah kuyup itu harus diganti kalau tidak mau sakit. Ia menggeleng. Aku tersenyum lalu membawanya ke villa tempatku dan keluargaku berada.

“Aigoo… Kalian kenapa nak? Kenapa bisa basah seperti ini??” Oemma memperhatikanku dan yoeja itu dengan tatapan panik. “Mianhamnida Ahjumma.. Tadi namja ini menolongku saat aku tenggelam..” Ujarnya lalu tersenyum kecil. Oemma tersenyum lalu mengusap-usap kepalaku. “Aigo… Anakku ini memang baik hati… Ya sudah, sana kalian ganti baju.. Oemma akan buatkan sup untuk kalian..” Ucap oemma. “Ng.. Anu.. Oemma, yoeja ini tidak punya baju.. Boleh pinjamkan dia…..?” Aku sengaja menggantungkan ucapanku, karena ini bagian yang agak sensitif bagi setiap laki-laki. Kalau baju luar sih aku bisa meminjamkan.. Tapi.. Kalau pakaian dalam? Aissh..!

Oemma tersenyum maklum ke arah yoeja itu lalu langsung mengantarnya ke kamarnya. Aku mengambil bajuku lalu memberikannya pada yoeja itu. “Gamsahamnida..” Ucapnya dengan pipi memerah. Melihatnya seperti itu, pipiku jadi terasa panas. Aku cepat-cepat pergi dari hadapannya agar tak terlihat wajahku saat berubah menjadi merah seperti ini. Memalukan! Kenapa pipiku jadi panas begini sih?! Aku menangkupkan pipiku dengan kedua telapak tangan lalu langsung mengganti bajuku yang basah dengan yang kering.

Saat aku keluar dari kamarku, ku lihat yoeja itu sudah terlihat akrab dengan keluargaku. Ia tertawa-tawa sambil sesekali menyesap teh hangat yang dibuatkan oleh oemma. Aku ikut bergabung dengan mereka. “Jaebum-ah, ini makan dulu.. Kau pasti kedinginankan?” Tanya oemma lalu memberiku semangkuk sup jagung. Aku hanya mengangguk dan melahap sup jagung dengan senang. “Jadi.. Siapa namamu?” Tanyaku pada yoeja yang tadi ku selamatkan disela-sela makannya. “Sung Lee imnida..” Ia memperkenalkan dirinya sambil tersenyum padaku. “Ah-” “ngobrolnya nanti saja, sekarang habiskan dulu makanannya.” Potong oemma. Aku mengurungkan niat untuk bertanya lebih lanjut dan meneruskan menyantap sup jagung.

“Jadi… Kau diculik oleh sekawanan perampok?” Tanyaku antusias saat mendengar cerita Sung Lee tentang dirinya. Saat ini aku dan Sung Lee sedang duduk-duduk di pinggir pantai memandangi bulan yang dengan sinarnya yang malu-malu menyinari malam yang gelap gulita. Sung Lee mengangguk dengan lesu. “Ne, mereka menculikku saat aku sedang berjalan menyusuri pantai.” Jelasnya. Ada nada sedih yang terpancar dari setiap katanya. “Lalu mereka menceburkanku ke laut setelah tau kalau aku adalah anak yang tak punya banyak kekayaan.” Ujarnya lalu menoleh padaku dan tersenyum. Aku memperhatikannya sejenak lalu merangkul bahunya. Sung Lee membaringkan kepalanya di bahuku. “Oh ya, jaebum-ah, boleh aku pinjam handphone-mu?” Tanya Sung Lee kemudian. Aku mengangguk, “tentu.” Aku memberinya handphone-ku lalu ia mengambilnya dan menekan beberapa nomor. Aku memperhatikannya berbicara dengan seseorang menggunakan bahasa yang tak aku mengerti. “Iya kak, aku gapapa.. Mama baik di sana? Iya aku cepet pulang kok. Besok kayaknya aku udah pulang ya.. Iya.. Dadah..”

Aku memperhatikan wajahnya. Awalnya ku kira Sung Lee orang korea asli, tapi ternyata dia bukan asli korea. Ayahnya orang Indonesia. Tadi setelah ia selesai menelpon, ia menceritakannya padaku. Aku juga tau kalau sebenarnya ia memiliki trauma terhadap laki-laki korea. Tapi tidak denganku, karena katanya aku telah menyelamatkan hidupnya. Besoknya, ia pamit ingin pulang ke rumah oemma-nya. Dan semenjak itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya, padahal aku selalu menunggunya kembali. Di sini. Di Jeju Island.

flashback end

“JB!!” Panggilan Jr membuat lamunanku buyar. Aku menoleh ke arahnya. “Wae?” Tanyaku. “Cepat kemari! Kau harus membantu kami menyiapkan makan malam.” Kata Jr. Ah, aku baru sadar kalau hari sudah sore. Matahari hampir tenggelam di ujung sana. Aku mengikuti Jr ke villa tempat kami semua bermalam. Kulihat Suzy sedang memotong-motong sosis di halaman villa. Aku menghampirinya. “Oeh, annyoeng JB-ah!” Sapanya sambil tetap fokus memotong sosis. “Annyoeng, ada yang perlu aku bantu?” Tanyaku, berharap aku dapat membantunya dan aku juga ingin dekat dengannya. “Tidak ada yang perlu kau bantu. Mungkin dengan yang lain.” Ia menoleh ke arah IU yang sedang kesulitan mengambil ikan. “Kau bisa membantu IU” ia menoleh kembali kepadaku sambil tersenyum. Ada kekecewaan yang muncul di diriku. Haah.. Aku maunya membantumu Suzy! IU menoleh ke arahku dan menghampiriku. “Jaebum-ah.. Bantu aku..” Katanya dengan nada memelas. Ah.. Ayolah.. Kapan aku bisa dekat dengan Suzy? Aku menghela napas, “baiklah..”

“Oeh, noona!!” Seru Jr yang tiba-tiba sudah ada di belakangku. IU mendengus kesal, “huh! Sudah kubilang kau tidak perlu memanggilku noona!” Seru IU kesal. “Tapi kan kau lebih tua. Jadi aku harus memanggilmu noona!” Oeh? Aku baru tau kalau IU lebih tua dariku. Aku seumuran dengan Jr, berarti aku juga harus memanggil IU dengan sebutan noona. “Ah, mianhae noona.. Aku tak tau kalau kau lebih tua..” Ucapku sambil sedikit menundukkan kepala. “Aah jangan…. Tidak perlu! Kalian cuma beda satu tahun dariku..”

“Ah benar.. Tapi kau lebih tua, berarti aku harus memanggilmu oennie?” Sahut Suzy. Ah ne, Suzy juga seumuran denganku~ wajah IU noona memerah. “Tidak perluuuu… Kalian berdua…” ia menunjukku dan Jr. “Harus memanggil Min oennie dengan sebutan noona! Itu baru benar..” Lanjutnya. Aku dan Jr hanya mengangguk sambil memperhatikan Min noona. Benar juga.. Kalau dilihat-lihat wajahnya lebih dewasa dari pada kami. Tapi kalau IU noona? Wajahnya bahkan masih seperti anak kecil! Hahaha~

“Sudahlah tidak perlu diperpanjang. Sana kalian bantu yang lain.” Ujar Suzy. “Ah ne! Aku akan membantu IU noona!” Seru Jr. Kulihat wajah IU noona tambah kesal dengan perilaku Jr. “Kajja, noona!” Jr merangkul IU noona dan berlalu pergi. “JB.. Sana kau bantu yang lain” ujar Suzy masih fokus pada kegiatannya memotong sosis. Aaaah aku maunya membantumu Suzy!!! Aku mengedarkan pandanganku. “Tak ada yang bisa kukerjakan. Jadi aku di sini saja bersamamu.” Ucapku lalu duduk di sebelahnya. “Jaebum-ah!” Seru Min noona di dalam dapur. Aku punya feeling buruk… “Ayo bantu aku! Palli!!” Serunya lagi. Haaah memang aku tak ditakdirkan dengan Suzy. Baiklah.. Kuturuti saja. “Aku pergi dulu ya…” Kataku sambil memperhatikan Suzy. Berharap ia akan bilang, “tunggu JB! Aku membutuhkan bantuanmu. Kau bersamaku saja!” Tapi nihil. Dia hanya mengangguk. Bahkan matanya tak memperhatikanku saat ia mengangguk. Apa aku tak menarik?

Aku berjalan menghampiri Min noona yang sedang mengupas bawang. “Apa yang harus aku lakukan, noona?” Tanyaku. “Aku hanya mau berbicara sesuatu denganmu. Penting.”

***

Suzy POV

Haaaaaahh terima kasih Min oennie! Aku sangat berutang padanya! Kalau tak ada dia, mungkin JB masih saja berada di sini, dan itu akan membuatku semakin nervous! Aku juga bingung kenapa aku selalu nervous bila berada dekat dengannya. Mungkin karena akhir-akhir ini aku selalu menangis jika berada dengannya. Haah aku tak tahu! Aku melanjutkan memotong sosis sampai tiba-tiba Yonghwa sunbae datang menghampiriku. “Annyoeng Suzy” sapanya. Aku menoleh ke arahnya. “Annyoeng sunbaemin” jawabku seadanya. Kami terdiam cukup lama. Hanya suara pisau yang beradu dengan talenan yang terdengar di keheningan kami. Suasana begitu canggung membuatku rasanya ingin pergi saja dari hadapannya.

“Hm.. Suzy..” Ia memanggilku. “Ne?” Tanyaku tanpa menolehkan kepalaku. “Kenapa saat kita sedang membuat rumah pohon kau menghilang?” Tanyanya. Pertanyaan itu yang membuatku teringat lagi dengan kejadian yang membuatku merasa seperti orang yang terbuang. Aku hanya diam. Kurasakan Yonghwa sunbae masih menunggu jawabanku. Aku menghela napas. “Tiba-tiba perutku sakit.. Jadi aku pergi mencari obat. Hehe mian tidak memberi tahumu.” Kataku berbohong lalu tersenyum padanya. “Oeh? Sekarang masih sakit?” Tanyanya, raut wajahnya berubah khawatir. Aku tertawa melihat wajahnya yang seperti itu. “Hahaha, tentu saja aku sudah sembuh! Tapi.. Gomawoyo sunbaemin” ucapku tulus lalu tersenyum padanya. Ia ikut tersenyum. Hmm tapi tumben dia ke sini? Ada apa ya? Masa iya dia hanya ingin bertanya kabarku saja? Dimana Sung Lee?

Ia menatapku. “Waktu itu, saat kau sedang membeli makanan. Sung Lee datang.” Katanya. Ne, aku tau sunbaemin.. Maka dari itu aku pergi dari sana. Aku mengangguk. “Lalu, dia pingsan saat membantuku mengecat, menggantikanmu yang menghilang.” Lanjutnya. Kalau yang ini aku benar-benar tidak tahu. Sung Lee pingsan? Kenapa? Apa dia akting? Pikiran-pikiran buruk tentang Sung Lee segera memenuhi kepalaku. Bukannya tidak mungkin baginya berakting seperti itu di depan Yonghwa sunbaemin. Hah, aku jadi semakin kesal! Dia benar-benar membuatku ingin meledak!! Kenapa dia harus melakukan itu?! Kalau dia memang suka Yonghwa sunbaemin.. Kenapa dia tidak bilang saja! Tidak perlu berlaku seperti ini! Huh! Dasar! Yoeja yang mengemis perhatian! Sangat menggelikan!!

***

Yonghwa POV

Aku berjalan menyusuri taman villa sambil memainkan batu yang tadi ku temukan. Memikirkan yoeja itu sangat memusingkan! Haah! Kenapa sih aku harus pusing memikirkan Suzy?! Memangnya dia siapa?! Yoeja yang cerewet sekali. Aku duduk di ayunan sambil sesekali menggoyangkannya. “Kenapa di kepalaku hanya ada dia ya?” Gumamku pelan. “Dia siapa?” Sebuah suara mengejutkanku. Aku menoleh ke sumber suara dan terkejut melihat Sung Lee yang sedang berjalan ke arahku. “Dia siapa oppa?” Ulangnya. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. “Kau.. Kenapa ada di sini? Bukankah kau sedang sakit?” Tanyaku gelagapan. Dia menggeleng. “Aku sudah sembuh” ucapnya lalu duduk di sebelahku. “Syukurlah kalau begitu..” Aku tersenyum ke arahnya sambil mengacak-acak rambutnya. Ia tersenyum ke arahku. “Oppa.. Apa kau.. Marah denganku?”

Aku bingung kenapa dia bertanya seperti itu. Lagipula, buat apa aku marah padanya? Ia yang menyadari raut wajahku yang kebingungan melanjutkan, “karena aku.. Menolakmu?” Tanyanya lagi. Wajahnya sedikit ragu saat menanyakan hal ini. Aku terdiam sejenak. “Aku tidak marah.” Ucapku jujur. “Tapi aku kecewa” lanjutku sambil menerawang lurus ke depan. Memandangi lautan yang begitu megah.

“Mianhaeyo oppa..” Ucapnya lirih. Ia menundukkan kepalanya. “Tidak apa Sung Lee..” Aku tersenyum ke arahnya dan memegang pundaknya. Meremasnya sebentar lalu mengacak rambutnya. Menyemangati. “Oppa.. Ada namja yang kusukai..” Katanya kemudian. Aku tak tau harus berbuat apa karena aku terkejut. Aku merasa.. Yah.. Lega? Entah kenapa, hatiku tidak lagi sakit. Malah aku senang. Aneh bukan? Aku tersenyum. “Baguslah kalau begitu. Aku mendukungmu Sung Lee-ah! Hwaiting! Kau harus bisa mendapatkan namja itu! Janji?” Aku mengacungkan jari kelingkingku. Ia menerimanya dan tersenyum padaku. “Gomawoyo oppa..” Ucapnya. Aku mengangguk. “Kajja, kita ke dalam. Sudah malam” ajakku lalu masuk ke villa.

***

Author POV

Jonghyun memandang langit luas yang bertaburan bintang di beranda. Di tangannya, ia memetik pelan gitar kesayangannya. Ia tak fokus dengan permainan gitarnya, melainkan dengan perkataan Sung Lee dengan Yonghwa yang tadi tak sengaja ia dengar saat sedang melewati mereka. “Oppa.. Ada namja yang kusukai..” Begitu kata-kata Sung Lee yang di dengar oleh Jonghyun. Membayangkan itu, Jonghyun tersenyum malu-malu karena dia berharap, bahwa yang Sung Lee sukai adalah dirinya. ‘Semoga…’ Harap Jonghyun sambil menatap taburan bintang dengan mata berbinar. Lalu pergi ke kasurnya dan tidur. Mengharapkan hari yang lebih baik di hari esok.

TBC=)

Heyyaaa.. sepertinya cerita ini jadi ngaco ya?._. hehe maaf ya kalo ceritanya kurang menarik.. makasih yang udah comment di part sebelumnya. Gak kerasa deh udah part 6 aja.-. hehe makasih sekali lagi yaa yang mau meluangkan waktunya untuk baca ff ini dan comment-nya ^^

21 thoughts on “Sonjinan Sarang (part 6)

  1. Moment yonghwa suzy nya dikt bget..pdahl ngu bget😦
    neXt chapter bkinin yah thor😀
    Q suka thor yg genre2 horor ato fantasi..so dtgu yah ff author😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s