[Ficlet] Fine

index

Author        : @hannamoran

Rating          : T

Genre           : Romance

Length         : Ficlet

Main Cast     :

– Kang Minhyuk

-Song Minjoo (OCs)

Desclaimer: my own story based of 10cm’s song “I’m Fine, Thank You”

Note: This is my first Ficlet :)  Happy reading and RCL🙂

****

Cerita ini sederhana, tentang ia yang bertemu lagi dengan cintanya dimasa lalu, dan sejenak saja ia sadar hatinya belum benar-benar meninggalkan masa lalunya.

Song Minjoo tengah membereskan meja kerjanya yang berantakan oleh kertas-kertas dokumen perusahaan yang baru saja ia baca ulang. Pekerjaannya akhir-akhir ini menumpuk, itu diakibatkan perusahaan electronic terkemuka dikorea  tempatnya bekerja tengah bersiap membuak cabang diluar negeri, dan sebagai manager pemasaran minjoo lah yang akan ada dibarisan terdepan untuk mulai mempromosikan anak cabang perusahaan ini.

Untuk sesaat minjoo  duduk di kursinya yang nyaman, sedikit mengambil nafas setelah beberapa dokumen sudah ia selesaikan. Belum ada 5 menit minjoo beristirahat suara telepon diatas meja kerjanya berdering, ini pasti dari asistennya.

“ya nayoon?”

“tuan kang meminta anda datang ke ruangannya sekarang nona, ia juga meminta anda membawa berkas yang kemarin sudah anda tanda tangani”

“baik, sebentar lagi aku kesana” minjoo menghela nafas panjang, ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, setidaknya masih ada sisa 90 menit sebelum jam kerjanya selesai itupun kalau CEO perusahaan ini yang sebentar lagi akan ia temui tidak memintanya untuk lembur. Minjoo segera mengenakan blazernya lagi, menutupi kemeja sutra mahalnya dan segera menuju ruangan bosnya.

“tuan kang sudah menunggu anda, nona” asisten pribadi tuan kang menyambut minjoo dengan ramah dan mempersilahkan ia masuk.

Minjoo segera masuk dan memberi salam

“oh kau minjoo, duduklah ada beberapa hal yang harus aku jelaskan padamu mengenai proyek baru kita, kau bawa dokumennya?” Tanya tuan kang, laki-laki diusia 60 menjelang 70 itu menyesap kopinya sebelum mengambil dokumen yang disodorkan minjoo padanya, tak lama tuan kang mulai menjelaskan prospek dan juga rencana-rencana pelebaran sayap perusahaannya, minjoo mendengarkan dengan seksama.

***

Seorang pria tinggi, gagah dengan rambut model terbarunya, juga kaca mata hitam rayban keluaran terbaru, baju karya desainer terkenal, denim yang sangat pas dengan tubuh jangkungnya juga high sneakernya baru saja keluar dari mobil Mercedes benz SLK series hitam miliknya, tampilannya yang begitu keren membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Laki-laki itu segera menuju meja resepsionis, sebelum reseptionis itu bertanya, laki-lai itu membuak kaca matanya dan segera sang reseptionis menunduk memberi hormat. Laki-laki ramah tampan itu tersenyum ramah.

“apa aboji ada diruangannya?”

“ya, beliau ada diruangannya”

“kamsahamnida” laki-laki itu segera menuju lift.

“selamat sore tuan minhyuk” lagi ia disambut oleh asisten pribadi tuan kang, ayah dari laki-laki bernama minhyuk ini.

“katakan pada ayahku, aku datang” pintanya

“baik, tapi tuan silahkan tunggu disana sebentar, ayah anda sedang ada tamu diruangannya” asisten itu menunjuk sofa yang terletak tak jauh

“oh, baiklah” minhyuk lalu duduk disofa itu sambil membaca majalah otomotif yang ada dimeja dihadapannya. 10 menit berlalu akhirnya pintu ruangan tuan kang terbuka, muncul seorang wanita dengan wajah berseri karena barusan saja atasannya mengizinkannya pulang tanpa harus lembur.

“Minjoo…” minhyuk memanggil nama gadis itu, gadis itu sejenak memperhatikan laki-laki asing yang tiba-tiba memanggil namanya. Minhyuk berjalan mendekat

“ah minhyuk” minjoo menemukan lagi ingatannya akan laki-laki itu, mantan kekasihnya di SMA

“kau bekerja disini?” Tanya minhyuk sambil menjabat tangan minjoo

“ne, kau sendiri?”

“aku? Aku kesini untuk bertemu ayahku” lalu mata minjoo beralih dari minhyuk ia melirik pintu ruang CEO perusahaan

“ah kau anak tuan kang? Aku baru tahu…”

“kau baru tahu? aku rasa semua orang disini sudah tahu aku anak kang hyo min”

“maaf, aku baru kerja disini kurang dari 3 bulan lalu, aku sama sekali tidak tahu. marga kang di korea ini tidak hanya kau kan?”

“hmm… benar. Tidak masalah untukku. Apa ini sudah jam pulang kantormu?”

“ya, baru saja ayahmu mengizinkan aku pulang”

“kalau begitu kita berbincang diluar saja, bagaimana? Tapi aku menemui ayahku sebentar”

“boleh juga, aku juga akan meletakan dokumen ini diruanganku”

“okay, tunggu aku 15 menit lagi di lobby”

“baik” lalu minjoo kembali keruangannya, dan minhyuk masuk ke ruangan kerja ayahnya.

***

Minjoo tercenung diam dimejanya, ia tidak menyangka kalau hari ini ia akan bertemu dengan minhyuk, seseorang yang pernah dan masih berarti baginya.

7 tahun sudah sejak terakhir kali mereka bertemu, minjoo yang selama ini selalu bertanya-tanya dimana keberadaan minhyuk akhirnya hari ini mendapat jawabannya, bahkan ia bertemu dengan minhyuk dikantornya, ternyata minhyuk adalah anak bosnya sendiri.

Cukup lama minjoo terlarut dalam pikirannya hingga ia sadar ia harus pulang dan menunggu minhyuk di lobby kantor, minjoo menyampirkan tasnya dipundak lalu mematut bayangannya dicermin, merapikan rambutnya yang biarkan tergerai lalu ia segera meninggalkan ruangan kerjanya.

Sosok minhyuk yang begitu tampan kini tengah bersandar sambil memainkan ponselnya, kaca mata hitam yang kini bertengger dihidung mancungnya membuatnya berlipat-lipat kali  terlihat lebih keren, minjoo hampir saja kehabisan oksigen karena terlalu lama menahan nafasnya.

“oh, kau sudah datang ternyata” minhyuk segera memasukan ponselnya ke saku celanannya

“ne..”

“kalau begitu ayo kita berangkat” ajak minhyuk, tanpa minjoo duga minhyuk menggandeng tangan minjoo hingga minhyuk membukakan pintu mobilnya untuk minjoo dan kini minhyuk sudah duduk dikursi kemudi.

“jadi kemana kita akan pergi sekarang?” Tanya minhyuk

“hmm.. terserah kau saja”

“kalau begitu kita ke costa café, kau masih sering kesana?” Tanya minhyuk sesekali melirik minjoo

“kadang aku kesana, kalau sedang ada waktu”

“apakah ayahku memberikan banyak tugas kantor padamu? Kau tampak sangat sibuk sekali”

“sebenarnya tidak hanya saja ayahmu sedang focus pada pembukaan cabang baru sehingga aku harus membantunya menyiapkan banyak hal, itu sudah tugasku sebagai manager pemasaran diperusahaan ayahmu”

“oh kau seorang manager pemasaran? Kau sungguh hebat diusia semuda ini kau sudah menempati sebuah jabatan tinggi” puji minhyuk

“terima kasih tapi aku baru bekerja selama 3 bulan diperusahaan ayahmu, itulah kenapa aku tidak tahu menau kalau kau adalah anak tuan Kang”

“tidak masalah…”

“kau sendiri kegiatan apa yang kau kerjakan sekarang?” Tanya minjoo

“aku? Sekarang aku sedang menyelesaikan album baru band indie ku dan juga menjadi produser music”

“kau masih  mencintai music ternyata” komentar minjoo, dan berbagai macam perbincangan mulai membuat mereka larut, hingga akhirnya mereka harus menyudahi gelak tawa mereka sementar saat mobil minhyuk sudah terparkir didepan sebuah kafe kesukaan mereka, sebuah kafe yang menjadi saksi minhyuk yang menyatakan cinta pada minjoo 7 tahun lalu.

“kau masih ingat dulu aku menyatakan perasaanku disini padamu?” Tanya minhyuk

“tentu saja, disana… dimeja itu” minjoo menunjuk pada kursi yang agak jauh dari tempat mereka duduk.

“hmm… benar, tempat ini tidak banyak berubah, hanya saja kita yang berubah” kalimat minhyuk sedikit menggores perasaan minjoo, tapi minhyuk tidak melihat perubahan wajah minjoo yang tampak tegang.

“kau banyak berubah sekarang” kata minhyuk sambil tersenyum, minjoo ikut tersenyum Ia tersenyum karena ia masih bisa melihat senyum minhyuk yang begitu memukau, yang masih membuatnya jatuh cinta pada laki-laki itu.

“apa sekarang kau berkencan?” Tanya minhyuk pada minjoo

“tidak, kau sendiri?” Tanya minjoo, minjoo mengigit bibirnya berdebar menunggu jawaban minhyuk

“ya, aku sudah memiliki kekasih” kata minhyuk, minjoo mengulas senyum tipis

“dia pasti wanita yang beruntung” kata minjoo

“lain kali aku akan mengenalkannya padamu”

“ya, lain kali kau harus mengenalkannya padaku”

“kenapa kau tidak mencoba berkencan?” Tanya minhyuk terlihat penasaran

“aku sudah mencobanya beberapa kali setelah kita tidak lagi bersama, tapi aku rasa aku belum menemukan yang pas”

“yang sepertiku?” Tanya minhyuk bermaksud menggoda pada minjoo

“yang lebih baik darimu mungkin” balas minjoo membuat minhyuk terkekeh.

“kalau begitu selamat mencari dan semoga cepat menemukannya”

3 jam sudah mereka menghabis kan waktu bersama hingga keseruan mereka terinterupsi oleh bunyi dering ponsel minhyuk, minjoo memberi isyarat untuk minhyuk mengangkat telepon yang masuk.

“ne jagiya?” jawab minhyuk, minjoo tahu siapa yang menelepon minhyuk

“aku sedang  dicafe bersama temanku, apa kau sudah mau pulang?”

“baiklah… tunggu aku disana, aku akan menjemputmu”

“ne… annyeong” minhyuk terlihat senang setelah menerima telepon dari yeojacinggunya

“minjoo-ya aku harus pergi sekarang, mian”

“ne gwechana, itu pasti yeoja cinggumu ya”

“ne, han sudah selesai bekerja dan aku akan menjemputnya”

“baiklah kalau begitu”

“apa kau mau pulang juga? Biar aku antar kau pulang sebelum aku menjemput yeoja cingguku”

“anio, kau pulanglah duluan, aku masih ingin disini sebentar lagi” kata minjoo

“baiklah kalau begitu, aku duluan. Sampai jumpa” minhyuk pamit.

Diam-diam minjoo memperhatikan punggung minhyuk yang semakin menjauh, berdoa dalam hatinya supaya debar jantungnya yang bergerak cepat bukan karena ia masih menginginkan minhyuk, mungkin hanya karena rasa rindunya saja.

-END-

3 thoughts on “[Ficlet] Fine

  1. i like style like this ! (?) saya suka cerita pendek, drabble maupun ficlet. dan angst adalah genre fav saya *gaadaygnanya* baguss..baguss.. saya suka ff ini hihi. btw boleh saran? seharusnya nama orang dan awal kalimat/percakapan setelah tanda petik menggunakan huruf kapital.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s