He Will Be Part of Our Family

he will be part of our family

 

Title : He Will Be Part of Our Family

Author : @FebianaNS

Genre : Friendship, Family, Romance, AU

Rating : PG-13

Cast : Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk, Jungshin, Junhee (Cameo)

-Happy read-

Siapa tidak kenal CN Blue. Genk paling terkenal seantro sekolah, sudah tajir, keren pula. Sebut saja Yonghwa, leader sekaligus vokalisnya anak CN Blue yang paling berkarisma, jago main gitar, plus murid teladan di sekolah. Nah yang kedua itu jongyun, dongsaeng dari yonghwa sekaligus hyungnya minhyuk. Jonghyun ini kelihatannya aja cuek, brandalan, dan berlidah tajam, tapi dibalik itu dia sayang banget sama dongsaengnya yang bernama Minhyuk. Dan yang terakhir adalah minhyuk, magnae dari genk CN Blue yang punya wajah paling cute disekolah. Karena wajahnya itulah minhyuk menjadi inceran Nuna-nuna di sekolah, bahkan alumni pun banyak yang mengejar-ngejarnya.

“Jong hyuuuuuuuuun!” suara teriakan yang datang dari belakang menghentikan langkah ketiga namja yang sedang berjalan dengan percaya dirinya dilorong sekolah. Tak perlu menengok kearah belakang, mereka semua sudah tahu siapa yang memanggil. Yup, Shin sonsaengnim dan satpam sekolah yang berlari kearah mereka, atau lebih tepatnya hanya kearah Jonghyun.

“KYA………….!” Merasa dalam bahaya Jonghyun melarikan diri sebelum satpam berhasil menangkapnya, melangkahkan kakinya selebar mungkin, mengatur napasnya dan berkali-kali menyibakkan poninya yang menghalangi pandangannya. Kalau sudah seperti ini yeoja-yeoja disepanjang lorong sekolah akan terpesona dan menghentikan semua aktifitas mereka. Apalagi kalau keringat mengalir perlahan dipipinya yang berdimple dan leher jenjangnya yang putih, siapa coba yang tidak terpana.

BUK duk duk duk! Suara benturan buku-buku yang jatuh bercampur menjadi satu begitu Jonghyun menabrak seorang namja. “Yak kau menghalangi jalanku saja, minggir sana!” Jonghyun segera berdiri, sadar kalau dirinya masih dalam bahaya.

“Mau kemana kau hah?” belum sempat Jonghyun melangkahkan kakinya, tangan kekar satpam sekolah sudah menahan lengannya dan Shin sonsaengnim dibelakanya.

“Yak Jonghyun mau kemana lagi kau hari ini? Sekolah mana lagi yang mau kau ajak tauran HAH?” teriakan Shin sonsaengnim menggema, akhirnya ia bisa bernafas lega karena berhasil menangkap tawanan setianya.

“Mian mian mian saengnim” telinga jonghyun yang merah semakin merah karena ditarik oleh Shin sonsaengnim melewati lorong sekolah menuju kantor yang jaraknya dua ratus meter. Walau begitu Jonghyun masih memperlihatkan sisi coolnya dihadapan para yeoja yang setia menontonya hampir setiap minggu.

“Hahaaahaa…. Kau lihat hyungmu itu hyuk, benar-benar burning” Yonghwa tertawa pada Minhyuk begitu Jonghyun melewati mereka dengan wajahnya yang memelas meminta bantuan. Merasa tidak terima, Jonghyun menatap tajam hyungnya itu dengan tatapan awas-kau-ya-hyung. Melihat tingkah dongsaengnya itu Yonghwa hanya tertawa menampakkan gigi-giginya putih tak rata, ‘selalu-saja-seperti-itu’ “semoga kau cepat jatuh cita hyun-ah”.

Bel istirahat berbunyi, hampir setiap anak keluar dari kelas untuk sekedar jajan atau menemui teman dari kelas lain, tapi beberapa anak yang lainnya memilih bertahan dikelas. begitupun Minhyuk, ia lebih memilih dikelas, menghindari keramaian dan menyendiri. Mencoba menyelesaikan novel yang belum selesai dibacanya. Tapi bukan Minhyuk namanya kalau tidak ada yeoja yang mencarinya, beberapa yeoja dari kelas sebelah dan para sunbae masuk kedalam kelas dan mendekati Minhyuk . Mereka semua tersenyum dan membawa kotak bekal yang berwarna-warni.

“Oppa apa kamu sudah makan siang?” seorang yeoja cantik berambut panjang sepinggang  menawarkan bekal makan siang dalam tempat makan berwarna biru, warna favorit Minhyuk.

“Minhyuk-ah, nunna membuatkan bekal untukmu” seorang yeoja yang lebih senior juga tak mau kalah menyodorkan bekalnya. Minhyuk yang tidak tahu harus menjawab apa hanya memperlihatkan senyum manisnya yang membuat mereka semakin tergooda.

“Bagaimana kalau minum? Pasti kau haus? Ini nunna bawakan jus jeruk untukmu,” semakin banyak yang menawarkan ini itu kepada Minhyuk, Minhyuk semakin salah tingkah dan bingung.

“Gomawoyo nunnim tapi aku harus harus pergi, aku belum mengerjakan pr-ku, annyeong” akhirnya Minhyuk bisa melepaskan diri dari mereka.

“Waeyo? Seperti habis di kejar-kejar setan saja”

“Yak! Kau mengagetkanku saja” Minhyuk mendaratkan pantatnya disebelah gadis yang sedang menyendiri dipojok ruang perpustakaan dengan buku dan headset berwarna biru yang berada dikedua telinganya. Minhyuk seperti anak kecil yang ketahuan mencuri mangga tetangganya hanya tersenyum aegyo kepada gadis di sebelahnya itu . gadis yang sudah ia kenal sejak sekolah dasar dulu, gadis yang sudah menjadi sosok teman sekaligus sosok ibu baginya. Yak dialah Jun Hee.

“Hyung, Yonghwa hyung mana?” Minhyuk langsung menghampiri Jonghyun yang sedang berjalan melewati kelasnya.

“Yak Minhyuk, kenapa kau datang tiba-tiba? Mengagetkanku saja!” Jonghyun mendadak  menghentikan langkahnya.

“Mi… mian hyung” Minhyuk memperlihatkan wajah bersalahnya.

“ish…. Kau ini” Jonghyun kesal, lalu menjitak kepala Minhyuk kesal

“Yonghwa hyung tadi mengirimku pesan, katanya kita tunggu dulu sepuluh menit, tadi dia dipanggil sonsaengnim, gak tau mau ngapain” Jonghyun menaruh tangannya di pundak Minhyuk dan mengajaknya pergi.

“Aku telat…..” Yonghwa menghampiri kedua dongsaengnya yang sedang bermain basket.

“Huh hyung katanya sepuluh menit, kenapa jadi setengah jam? Eoh.” Jonghyun menggerutu kesal.

“Mian”  tanpa basa basi Yonghwa langsung merebut bola dari Jonghyun dan berhasil memasukannya ke keranjang, tanpa diberitahupun mereka sudah tahu alasannya.

ooo0ooo

“Annyeong haksaengnim” ruangan kelas yang semula berisik mendadak sunyi begitu saengnim masuk kedalam kelas, semua mata kini tertuju kedepan kelas menatap seorang namja yang datang bersama saengnim. “Hari ini kita mendapatkan murid baru pindahan dari Jepang” setelah memberi aba-aba saengnim mempersilakan murid baru tersebut untuk memperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo. choneun Lee Jung Shin-imnida, bangapseumnida” seorang namja tinggi kurus bernama Jungshin itu membungkuk hormat, memperkenalkan dirinya didepan kelas dengan senyum termanisnys manisnya.

“AIGO kau keren sekali Jungshin-ssi” seru seorang yeoja yang duduk dibelakang dengan antusias.

“Apa kau sudah punya yeojachingu Shin-ah? Kalau belum kau harus duduk disebelahku!” seru seorang yeoja dengan lebih berani bertanya kepada Jungshin sambil mendorong-dorong teman sebangkunya untuk pindah “sana kau pindah saja! Jungshin akan duduk disebelahku”.

“YAK! kau yang harus pindah,  Boon-ah?” seru teman sebangkunya tidak mau kalah, suasana kelas kini menjadi semakin ricuh dan berisik setelah kedua siswi tersebut berselisih untuk mendapatkan perhatian anak baru bernama Jungshin itu.  Hingga akhirnya sonsaengnimlah yang meleraikan mereka dengan mengancam bahwa mereka tidak boleh berada dikelas ini selama jam pelajarannya berlangsung.

“Jungshin kau duduk disebelah Hye In” sangsaengnim menunjukkan tempat duduk kosong yang berada dibelakang Minhyuk.

“Cih apanya yang keren” Minhyuk menyindir Jungshin yang berjalan menuju tempat duduknya, merasa tersindir karena perhatian yeoja beralih kepadanya. Jungshin yang mendengar hanya menyunggingkankan bibirnya tersenyum, ‘siapa takut’.

“AIGO…. Jadi itu yang namanya Jung Shin? Aah nomu yeppeo!” seorang yeoja berbisik- bisik kepada teman yang duduk disebelahnya begitu melihat Jungsin berjalan melewati mereka di lorong sekolah.

“hai?!” Jungshin yang menyadarinya, melontarkan sebuah senyuman dan menyapa kedua yeoja tersebut, membuat kedua yeoja tersebut terharu akan sikap ramah dan hangat yang diberikan Jungshin itu. Bukan hanya kedua yeoja itu saja, tapi para siswi-siswi yang melewatinya menyapa untuk mendapat perhatiannya. Begitupun namja-namja yang sok kenal berbasa-basi mengajak jungshin untuk pergi kekantin bersama.

Baru seminggu Jungshin bersekolah di sekolah menengah itu, popularitasnya sudah menyebar keseluruh penjuru sekolah, bukan hanya para yeoja tapi namja-namja juga banyak yang kagum dan mengikutinya untuk hanya sekedar mencari para perhatian siswi-siswi disekolah. Belum lagi sifat Jungshin yang ramah dan mudah senyum membuat hubungannya dengan para sonsaengnim dan sunbae menjadi dekat.

“Wow tinggi sekali anak itu, berapa tingginya?”Yonghwa bertanya entah kepada siapa mengenai kesan pertamanya melihat jungshin.

“Mungkin 190” jawab Jonghyun cuek.

“Cih! Tertalu tebar pesona! Narsis! Padalah coba saja kalian Lihat badannya itu, kayak tusuk gigi!” merasa tersaingi ,Minhyuk yang sedang menuju ruang musik menghentikan langkahnya sebelum masuk ke ruang musik.

ooo00ooo

“Tadi aku lihat appa mengantarkan sekertaris Lee pulang” suasana makan malam menjadi hening begitu Jonghyun mengalihkan pembicaraan, dan Shinwoo kelihatan canggung.

“Ne, kemarin aku juga lihat bahkan sering” Minhyuk menambahkan, dan kini semua mata penuh tanda tanya tertuju kepada Shinwoo.

“Ne, appa pacaran dengan sekertaris Lee. Mian karena appa belum memberitahu dan meminta persetujuan dari kalian” Shinwoo menghentikan makannya dan menatap ketiga anaknya.

“Arra. Kami percaya pada pilihan appa, apalagi appa sudah lama mengenal sekertaris Lee” ucap Yonghwa dengan bijaksana.

“Ne, lain kali appa harus mengajaknya makan malam bersama kami” Minhyuk mengangguk dan tersenyum.

“Arra”

ooo000ooo

“Annyeong? Kami pulang!” seru Yonghwa dan ketiga namdongsaengnya begitu memasuki rumah.

“Sepi sekali, seperti biasa” keluh Minhyuk dan merebahkan dirinya didalam sofa besar berwarna biru tua nan empuk yang berada diruang tamu mereka, melepas rasa lelah setelah seharian beraktifitas.

“Andai saja eomma masih ada, pasti suasananya engga akan sehampa ini” lanjutnya sambil memejamkan mata membayangkan eomma akan menyambutnya ketika pulang dan menanyakan kegiatannya selama di sekolah. Sedangkan kedua hyungnya itu saling bertatapan sendu, bingung apa yang harus dikatakan.

Diantara mereka bertiga hanya Minhyuklah yang belum merasakan pelukan hangat seorang seorang ibu, eomma mereka meninggal beberapa saat setelah meihat anak terakhirnya berhasil lahir dengan selamat. itulah kenapa kedua hyungnya begitu menyayangi dan menjaganya.

“Aku mau kekamar!” merasa tidak nyaman dan menyesal telah mengucapkan kalimat itu didepan kakaknya minhyuk bangkit menuju kamarnya dilantai atas.

“Hyuk-ah appa udah pulang, ayo kita makan malam!” teriakan Yonghwa  hyung dari bawah membangunkan Minhyuk dari tidurnya.

“huh ternyata aku ketiduran” Minhyuk yang belum membuka sepatu dan mengganti seragamnya segera bangkit menuju kamar mandi.

“Kau lama sekali! cepat pakai pakaian yang sopan, kita kedatangan tamu dibawah” setelah keluar dari kamar mandi, Jonghyu sudah rapih dengan kaos abu-abu bergaris putihnya menunggu ditempat duduk meja belajar Minhyuk.             “Dandannya jangan kelamaan!”  tambahnya sambil  memandang dongsaengnya dengan tatapan cepat-sedikit-dong, melihat adiknya yang santai-santai memilah bajunya.

“Arra” Minhyuk hanya menjawabnya simple, masih mengantuk.

“Memangnya siapa yang berkunjung hyung?” Minhyuk bertanya sambil menyisir rambut hitamnya, dan memilih kemeja kotak-kotak berwarna biru-putih-merah yang membalut kaos putihnya.

“Memangnya siapa yang datang hyung?” Tanya minhyuk kepada hyungnya yang sedang melangkahkan kaki di anak tangga.

“Masa kau tidak bisa menebak? Tentu saja sekertaris Lee dan anaknya” jawab Jonghyun cuek.

“sekertaris Lee punya anak? Apa dia seorang yeoja?” Minhyuk tambah cerewet.

“Molla, aku juga belum melihat karena aku haru menghampirimu”.

“aish…… kau in….” langkah Minhyuk dan Jonghyun terhenti di pintu masuk ke ruang makan begitu melihat siapa tamu yang dimaksud.

“Jonghyun Minhyuk kemari! Ini ada sekertaris Lee dan anaknya” panggil appa yang sedang duduk dibalik meja makan, sementara yang dipanggil masih sibuk dengan pikirannya masing-masih dan berjalan dengan senyum yang dipaksakan.

“Sekertaris Lee bilang kalian satu sekolah dengan Jungsin, benar begitu?” Tanya appa yang ditunjukan kepada anak-anaknya dan Jungshin.

“Ne appa, kami sekelas” jawab Minhyuk dengan senyum terpaksanya.

“Ne, itu benar ahjussi” sambung Jungshin, Jungshin kelihatan menawan dengan rambut yang dikuncir acak kebelakang dan kaos putih yang dibalut cardigan pastel warna hijau toscanya.

Dan kemudian acara makan malam tersebut berjalan lancar diiringi dengan canda tawa dan saling berbagi cerita. Sekertaris Lee yang memang sudah dekat dengan keluarga mereka ikut bergabung, layaknya sudah seperti ibu mereka sendiri. Semua tertarik dengan bahan obrolan kecuali Minhyuk dan Jonghyun yang hanya menanggapi dengan hanya menjawab seperlunya.

“Haaahaa…..itu lucu Jungshin” Yonghwa sebagai anak sulung menunjukan ketertarikannya karena menghormati Nyonya lee, Jungshin dan appanya.

tbc

ooo00ooo

Yonghwa POV

Setelah satu bulan pernikahan appa dan sekertaris Lee, suasana rumah menjadi berbeda. Biasanya kami hanya menemui appa di malam hari, tapi sekarang kami dapat melihat appa di pagi dan dihari libur, malah terkadang appa  membawa tugasnya pulang agar bisa menghabiskan waktunya bersama. Harus kuakui aku benar-benar senang dengan ini, tapi jujur saja aku belum nyaman dengan kehadiran jungshin dan oemmanya sebagai ibu tiri kami dan aku masih memanggilnya Ny Lee.

Walau begitu aku merindukan sosok ibu dirumah ini, dan terkadang aku sering memandangi punggungnya ketika sedang memasak, membayangkan dia adalah eomma. Karena ternyata Ny Lee adalah orang yang baik walaupun dia sibuk dengan pekerjaannya dikantor tapi dia masih sempat mengurus kami. Terbukti ketika beberapa hari yang lalu ketika aku sakit, dialah yang merawatku, dan sejak saat itu aku mulai memanggilnya dengan sebutan oemma.

Kami memutuskan bersantai untuk mengisi akhir pecan setelah ujian semester berakhir  dan menonton acara TV favorit kita bersama. Tentu saja dengan posisi Jungshin-aku-Jonghyun dan Minhyuk karena mereka berdua masih belum menerima Jungshin.

“Ah…khirnya selesai!” Minhyuk bangkit dan menyerahkan bantalnya kepada Jonghyun, sepertinya akan mengangkat jemuran kami.

“Hyung kita harus pura-pura tidur, pasti dia akan menceramahi kita setelah ini” Jonghyun berbisik kepadaku. Dan benar saja, Minhyuk mencerami kami setelah menyerahkan kami. Haha… untung saja kami pura-pura tidur, kalau tidak mungkin ceramahnya tidak akan selesai. Memang diantara kami Minhyuklah yang paling cerewet, sudah seperti ahjumma-ahjumma saja dia itu.

“Liat itu hyuk, mau sok rajin dia didepan kita” Jonghyun memandang Jungshin dengan sinis yang sedang mencuci piring membelakangi kami.

“bagaimana kalau kita mengerjainya hyung?” Minhyuk merapat kerah Jonghyun. Oke sepertinya aku tidak diakui, lebih baik aku keatas dan tidak ikut campur.

Author POV

Sementara Jungshin sedang asyik mencuci piring dengan sarung tangan pinknya     Minhyuk masuk kearah dapur dan mengambil sebuah gelas dan air mineral disamping Jungshin. Selang beberapa detik Jonghyun hyung masuk dan mengambil sebuah gelas yadang baru beberapa saat selesai kucuci, lalu menciumnya untuk memastikan bahwa gelas tersebut tidak meninggalkan sisa bau sabun dan membalikannya agar sesuatu yang kotor terjatuh.

“Yak apa yang kau lakukan hyung?” Jungshin bertanya kesal

“mwo?” Jonghyun menjawabnya santai.

“Aku sudah mencuci gelasnya dengan bersih hyung” Jungshin sedikit kesal, sedangkan Jonghyun hanya berOh riah.

Setelah Minhyuk dan Jonghyun hanya meminum segelas, secara bersamaan mereka menaruh gelas itu kembali bersama Piring-piring dan gelas yang sedang dicuci Jungshin. tentu saja itu membuatnya kesal dan ingin marah, hanya saja dia mengurungkan niatnya. Sementara di luar sana Jonghyun dan Minhyuk tertawa senang karena berhasil mengerjai Jungshin.

ooo00ooo

“Hyung dengar suara itu?” Jonghyun yang sedang berjalan menuju kamar dengan Yonghwa menghentikan langkahnya.

“Ne, seperti suara gitar” mereka mencoba lebih memperjelas pendengaran mereka, mencari sumber suara tersebut.

“coba dengar lebih jelas? Suaranya dari kamar ujung bukan?” Yonghwa melanjutkan

“Nde, dari kamar Jungshin” tanpa aba-aba mereka langsung menuju kamar Jungshin yang berada diujung, mendengarkan dengan seksama dari depan pintu.

“Omo~hyung kalian mengagetkanku saja” Jungshin terkejut begitu melihat kedua hyungnya sudah ada di depan kamarnya begitu ia mau keluar.

“apa itu kau yang memainkannya” tentu saja pertanyaan itu ditunjukan Jonghyun untuk Jungshin dan permainan bassnya

“Ne?”

“Kami ingin mendengarmu bermain bass untuk kami” Jonghyun menerangkan maksudnya.

“Nde, dengan senang hati” kemudian Junghin memberi jalan kepada kedua hyungnya, kemudian mengambil bassnya yang masih tergeletak diujung tempat tidurnya.

“Jadi mereka tidak menganggapku?” Minhyuk yang kamarnya berada didepan Jungshin menghentikan langkahnya menuju kamar dan memperhatikan dongsaeng dan kedua hyungnya bertukar pendapat tanpa dirinya.

Suasana makan malam kali ini tampak begitu menarik dan penuh dengan hal-hal yang dibicarakan. Kecuali Minhyuk dia hanya fokus memandangi makan malamnya.

“Appa kau tahu ternyata Jungshin jago main bass, dia bisa menjadi memperlengkap band kami?” seru Jonghyun yang duduk disebelah Minhyuk dan appa.

“jinja? Oh itu bagus kalau kalian sudah bisa saling akrab” Appa tersenyum kepada eomma yang berada disebelahnya.”

Minhyuk yang dari tadi hanya diam tersenyum sinis ‘Bagus! Sudah berani mengambilo hati rupanya mereka’ Minhyuk kesal sendiri dalam hati

“Makannya pelan-pelan Hyuk-ah” tanpa mempedulikan kata-kata oemma Minhyuk melanjutkan makanannya tanpa jeda dan hampir tanpa mengunyahnya, ‘biar saja, memangnya apa peduli kalian? Dasar tukang jilat!’ tentu saja kalimat makian itu ditunjukan untuk eomma dan dongsaeng barunya, Lee Jung Shin

“Uhuk…. Uhuk….” Sangking cepatnya Minhyuk makan, ia sampai tersendak.

“Gwechana?” dengan sigap Jungshin yang ada di depannya langsung menawarkan air mineral didepannya.

“Aku kenyang” tanpa menerima tawaran Jungshin, Minhyuk mengambil air minum disisi lain dan langsung menuju kamarnya tanpa menghiraukan tatapan heran yang lainya.

“Ish kenapa aku ini? Benar-benar menyebalkan! Apa karena dia sekarang lebih beruntung dariku, jadi aku iri dengannya? Anni, itu pikirang buruk!” Minhyuk merutuki dirinya sendiri  begitu memasuki kamar sambil memukul bantal gulingnya tanda kesal.

 

ooo00ooo

Minhyuk POV

Kring…. Kring….

“Ne hyung. Waeyo?”

“Hyuk-ah? Odiga? Ish… cepat kemari Yonghwa hyung masuk rumah sakit”

“MWO? Chamkamman hyung aku akan segera kesana”

“Ne palli” kemudian Jonghyun hyung segera menutup telponnya.

Tentu aku panic, aku segera mengambil kunci motorku didalam tas dan segera keluar dari perpustakaan sekolah menuju tempat motorku terpakir saat ini dengan tergesa-gesa.  Aish jincha… aku lupa menanyakan kenapa Yonghwa bisa masuk rumah sakit, ah babo. Tapi taka pa yang penting aku segera menemui hyung langsung dan mengetahui kondisinya.

Aish kenapa aku lewat sini, ini kan jam pulang kerja sudah jelas pasti macet. Aku pun tak mungkin berbalik arah karena aku sudah setengah jalan. Ish bagaimana aku bisa sampai dengan cepat kalau macet begini.

Tin…..tin….

Suara klason yang dipencet berkali-kali membuatku semakin pusing dan panic. ‘Apa-apaan mereka memangnya dengan mengklakson kendaraan didepannya akan maju, tambah berisik aja!” Aku terus menyalahkan keadaan sekitar yang tidak mendukungku.

Tin…..Tin…..

“YAK!” kali ini hilang kesabaranku. Begitu truk didepanku jalan, menandakan kemacetan ini selesai aku langsung melaju kecepatanku dengan kencang.

“Ciittttttttttt!”  Dengan segera aku menhentikan laju motorku begitu aku melihat truck itu tiba-tiba berhenti, rodaku bergeser dengan cepat begitu aku menghentikannya, aku terpisah dari motorku dan akhirnya tubuhku terlempar kearah mobil yang berada dibelakangku.

ooo00ooo

“Minhyuk-ah kau sudah bangun?. chamkamman” kulihat jungshin langsung mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibaca dan segera menekan sebuah tombol disebelah tempat tidurku yang digunakan untuk memanggil dokter. Tunggu dulu dokter? Aku langung menagarahkan pandanganku kesekitar, dinding berwarna putih, pintu putih, serta sebuah infuse yang ada disebelah kiriku.

“dimana Yonghwa hyung?” aku langsung bangkit menegakan badanku. Begitu melihatku hendak turun dari tempat tidur, jungshin langsung menahanku, menyuruhku membaringkan kembali tubuhku. Tapi tentu saja aku menolak, aku ingin melihat kondisi hyungku.

“KAU TIDAK BOLEH KEMANA-MANA HYUK! KAU TIDAK LIHAT BAGAIMANA KEADAANMU” bagaimanapun aku mencoba melawan, tenagaku tidak cukup kuat ditambah lagi dengan kaki dan tanganku yang dibalut perban.

“Arrgggg!” erangku

“Yonghwa sudah membaik, dia sakit tipes karena terlalu lelah akhir-akhir ini dan lusa dia sudah boleh pulang” Jungshin menjelaskan setelah membantu membaringkaku kembali. Selang berapa detik kemudian dokter dan para suster menghampiriku.

“hyuk-ah gwechana?” Yonghwa menghampiriku dengan kursi rodanya begitu dokter selesai memeriksa kondisiku.

“Ne, hyung bagaiman? Apa masih terasa sakit?” tanyaku kahwatir namun masih memperlihatkan senyumku kepada hyung.

“Minhyuk-ah. Neomu paboya” Yonghwa mengacak-acak rambutku dan senyumnya mengembang diantara bibir pucatnya, memperlihatkan kasih sayangnya yang begitu tulus.

“Hyung-ah sudah berapa lama aku tertidur dirumah sakit dan kenapa aku ikut-ikutan dirawat dirumah sakit?”

“Aish jinja. Masa kau lupa hyuk-ah” Yonghwa memukul kepalaku.

“Appo hyung… kau tega sekali! Apa kau tidak melihat kondisiku sekarang?” aku memanyukan bibirku dan berpura-pura kecewa.

Yonghwa hyung memandang jungshin dengan pandangan yang sulit diartikan dan berganti memandangku.

“Kau koma 13 hari  hyuk”jungshin menjawabku tapi pandangannya masih tetap kearah Yonghwa hyung.

“MWO?” tanyaku tak percaya.

“kakimu lecet karena bergesekan dengan aspal, dua tulang rusukmu  retak karena menabrak dan tertambrak mobil dibelakangmu.” Yonghwa menggenggap tanganku erat dan menatapku khawatir sambil menjelaskannya.

“Karena terlalu kencang tubuhku terlempar kembali kearah motor yang hendak mendahului mobil gersebut” aku mencoba mengingat-ngingatnya

Yonghwa hyung menarik nafasnya sebelum melanjutkan. “ Nde, tangan kirimu robek karena tergores sesuatu dibagian depan motor saat berusaha melidungi kepalamu dan tulang tangan kirimu patah karena terklir dan  menahan tubuhmu.  tapi tetap saja kepalamu terbentur aspal aspal setelahnya”

Aku menyentuh bagian kepalaku yang terasa sakit. “segitu parahnya kah hyung?”

“Yak kau minhyuk, makanya lain kali jangan terburu-buru dan pakailah jaket yang tebal kalau kalau kau mengendarai motor” Yonghwa malah balik memarahiku.

“Untung saja ada Jungshin yang menolongmu.” Yonghwa hyung menatap jungshin sebelum menatapku kembali.

“Maksud hyung?” aku bertanya kepada hyung dengan tatapan tidak percaya.

“Ne, kau kehabisan banyak darah hyuk-ah. Kau ingat darah Jonghyun dan appa itu O dan aku masih dalam kondisi yang tidak sehat. untunglah golongan darahmu dan jungsin sama, jadi dia bersedia untuk mendonorkannya kepadamu”

Suasana menjadi sunyi setelah Yonghwa hyung menjelaskan peran Jungsin padaku. Aku tidak percaya apakah benar Jungshin benar-benar melakukannya untukku? Apakah ada maksud-maksud tertentu. ‘Arggg…. Apaan-apaan kau ini Minhyuk, kenapa kau selalu berburuk sangka kepada Jungshin, sadarlah dia sudah berbaik hati padamu minhyuk’ batinku.

“Minhyuk-ah. Kau sudah bangun?” Jonghyun hyung dan diikuti oleh Junhee dibelakangnya berlari dari arah pintu kearahku dan hyung langsung memelukku.

“Ish hyung kau ini. Badanmu bau hyung!” aku berusaha melepas pelukannya.

“Hehe mian hyung lupa belum mandi,” jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang mungkin memang benar-benar gatal.

Aku cemberut

“Kau sadar pagi-pagi buta. Begitu mendapat kabar, aku hanya sempat mencuci muka dan berkumur sebelum aku menuju rumah sakit.” Jonghyun hyung cengengesan.

“Tapi hyung masih tetap tampankan?” tanyanya tanpa malu sedikitpun.

“tapi bau!” jawabku masih dengan wajah cemberut. Bukannya menyesal hyung malah memelukku kembali, malah lebih erah dan ditambah dengan mengecup kepalaku. Aish jinja

-end-

BONUS CERITA

“Hyun-ah gwechana?” Yonghwa menatap dongsaengnya dengan heran, sejak pulang dari sekolah (ralat, tauran maksudnya) Jonghyun tidak pernah melepaskan senyumannya sedikitpun.

“Ne?”

“Kau tidak seperti biasanya, apa kau berhasil mengalahkan sekolah lain?” Yonghwa penuh tanda Tanya.

“Ani. kali ini kami kalah, aku lebih memilih untuk mengalah”.

“Mwo?!” seru Minhyuk dan Jungsin bersamaan, menatap heran hyungnya yang satu ini.

“Aiyo aiyo memang benar, untuk apa tauran” Jonghyun menjawabnya santai masih dengan senyumnya yang tidak pernah dilepasnya.

“Hey menurut kalian Jonghyun sudah menemukan gadisnya?” Yonghwa berbisik kepada kedua kedua dongsaenya.

Flashback

Jonghyun POV

Kali ini kami tidak akan kalah karena kami telah mempersiapkan secara matang dan anggota kami semakin banyak. Belum tahu mereka siapa aku sebenarnya, aku pemimpin yang tidak terkalahkan melawan sekolah manapun. Lihat saja nanti, sok sok berani anak-anak SM highschool itu.

“Teman-teman apa kalian semua siap?” aku berteriak dan memberi semangat kepada teman-temanku dibelakang.

“Ne, we are ready” teriak kompak dari teman-teman yang lain bergema sepanjang jalan menuju tempat tujuan.

“Kita harus menang lagi!” aku kembali berteriak memberi semangat agar mereka tahu siapa kami.

“Yak kalian! %?$&!@%$#” ucapku dengan gaya arogan menyapa musuh yang sudah siap dengan tampang soknya didepan kami.

“Yak palli jangan banyak bicara! Kami sudah siap!” seorang yeoja, tinggi, putih, dan berambut pendek keluar dari kerumunan para namja di depannya, berjalan kearahku.

“Yak babo namja” teriaknya tepat dihadapnku, mendorong bahuku dan mentapku tajam. Matanya hitamnya,  tatapanya aigo…. Ada apa ini aku merasa seperti hanya ada aku dan dia disini, jantungku? ada apa ini? Kenapa rasanya berdetak lebih kencang dari biasanya, dan aku merasakan beberapa kupu-kupu di perutku, ini sesuatu yang berbeda dan baru kurasakan. Aku …

Tinggalkan komen. Plisss hargai author😉

8 thoughts on “He Will Be Part of Our Family

  1. Baca ini smpe senyum2 sndri…
    ═╔╦═╦══╦═╦═╦╗
    ═║║═╣║║║╬║║║║
    ═║║═╣║║║╔╣║║╚╗
    ╔╝╠═╩╩╩╩╝╚═╩═╝
    ╚═╝══════════

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s