Miss Independent [Part 2]

k

Title             : Miss Independent (Part 2)

Author        : imun0s

Rating          : T

Genre           : Romance, Friendship, Comedy (little bit), AU

Length         : Chaptered

Main Cast     :

–      Lee Jonghyun (CNBLUE) as Jonghyun

–      Cha Indi (OC) as Indi

Other Cast    :

–      Jung Yonghwa (CNBLUE) as Yonghwa

–      Choi Minho (SHINee) as Minho

–      Stranger, Jonghyun’s chat-mate

–      Choikang Changmin (TVXQ) as Bos Choikang

–      and so on~

Disclaimer     : judul+plot+ide terinspirasi dari lagunya NeYo – Miss Independent, selebihnya asli bikinan sendiri. Beneran! ^o^

Note            : mohon maaf karena FF ini kelamaan terbit. Semoga anda masih sudi baca cerita saya yang penuh akan kekurangan ini u.u

Poster by Hanseora. Thank you very much! ^^

Previous       : Part 1

Happy reading!!!

***

“Annyeonghaseyo, chingudeul. Jeoneun, Cha…”

Yeoja itu berbalik, dan tak sengaja lihat wajah Jonghyun yang mangap-mangap penasaran. Ia tersentak.

“Eh?”

“Kenapa, agashi?” tanya Bos Choikang.

Yeoja itu tergagap, “Eh… anu… enggak Pak, eh… enggak papa, Bos.”

“Ayo, lanjutkan!”

“Jeoneun, Cha Indi imnida. Bangapseumnida!” kata yeoja itu akhirnya, setelah menarik nafas panjang.

“Bangapseumnidaaa…!” kata seluruh isi ruangan tersebut, menyambut Indi dengan gembira, tak terkecuali Jonghyun. Ia gembira karena mendapat teman baru.

“Nah, Indi-ssi, silakan kamu menduduki kursimu, di pojok sana, depan mejanya Lee Jonghyun.”

Jonghyun melambaikan tangannya. Indi tersenyum, lalu menoleh pada Bos.

“Ne, kamsahamnida, Bos.”

Bos mengangguk, lalu menghampiri Jonghyun.

“Jonghyun, kayaknya tadi kursimu kosong waktu saya masuk.”

Mampus, tau aja ini Bos satu, batin Jonghyun.

“Ah, itu… anu Bos, sebenernya saya udah berangkat dari tadi, tapi tiba-tiba saya kebelet, Bos, jadi saya ke WC sebelah dulu… suwer deh!” kata Jonghyun sambil mengacungkan 2 jarinya, meyakinkan Bos *boong tuh, Bos!

Bos menghela nafas malas, “Okelah, saya sedang tidak ingin berdebat dengan kamu. Berkas yang kemarin… gak mau tahu caranya gimana, pokoknya harus sudah ada di meja saya paling lambat sebelum jam 12 nanti!”

“Si… Siap, Bos!” kata Jonghyun sesaat setelah Bos melangkahkan kakinya keluar ruangan.

***

“Huffft…” Jonghyun menghempaskan tubuhnya ke kursi. Malas kian menggerogotinya. Ia melihat Indi yang ada di depannya, yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Baru pertama kali masuk aja udah rajin banget, batin Jonghyun.

“Hai!” sapa Jonghyun, kaku. Indi menoleh.

“Kamu Indi, kan? Aku Jonghyun, Lee Jonghyun.”

Indi tersenyum, mengangguk, lalu menunduk kembali bergumul dengan pekerjaannya. Jika kalian tahu, pekerjaan Indi sudah termasuk berat, baru pertama kali masuk kerjaannya sudah hamper menyamai Jonghyun. Perusahaan ini memang keras sekali *_*

Jonghyun masih melambaikan tangan, masih nyengir, semakin lama semakin kaku. Akhirnya ia menurunkan tangannya dan mengatupkan bibirnya. Sedikit kesal pada anak baru itu.

Sombong sekali, batinnya, mentang-mentang pekerjaannya banyak terus gak mau kenalan sama gue gitu?

Jonghyun malas sekali. Kehadiran anak yang dikiranya bakalan tambah semangat, malahan menjadi salah satu faktor kemalasannya. Godaan kembali datang. Sebuah chat masuk. Jonghyun melek.

flaminho_ : Hey jomblo~ gimana temen gue? Bening kan? Kkk~ :P”

Jonghyun mendengus. Kirain siapa, batinnya kembali berkata. Ia melirik ke arah Minho. Minho diem aja. Pura-pura polos.

JH_jomblo : bening apaan, orang gue panggil malah diem aja. sebel gue >_<“

 

flaminho_ : dia emang kayak gitu, namanya juga baru kenal. Lo deketin aja, ntar kalo udah deket pasti asik deh. Dijamin! ^^”

JH_jomblo : males ah. Gue males kalo dicuekin lagi”

flaminho_ : pantes lu susah dapet pacar, kenalan aja ogah”

 

Jonghyun melirik tajam penuh amarah pada Minho, Minho menahan tawanya >_<

JH_jomblo : ya!!! Gue mau, kenalan, tapi kalo yang diajak kenalan gak responsif, buat apa gue coba lagi?”

flaminho_ : yaudah ntar gue bantu ;)”

JH_jomblo : makasih ^^ tapi gue gak butuh! :3″

Minho tertawa terbahak-bahak. Jonghyun bergidik. Udah gila kali tu anak, ya? Jonghyun membatin.

flaminho_ : ciyus?? Miapaaaah??”

Jonghyun kesal. Ia sangat ingin menyudahi percakapan antara dirinya dengan Minho yang menyebalkan itu. Namun, saat ia akan log out…

 

j_gongju : Annyeong ^^ masih kerja?”

Ah, yang ngajak chat kemarin. Tadinya Jonghyun gak peduli. Ia mengabaikan pesan tersebut. Kursornya sudah mengarah ke tombol log out, tinggal klik saja. Seharusnya ia sudah keluar jika stranger tadi tidak mengiriminya pesan seperti ini :

j_gongju : kamu pasti pekerja keras. Aku yakin”

Jonghyun mendelik. Ia lalu menajamkan penglihatannya. Tidak, tidak mungkin. Komputer ini tidak salah. Di layarnya memang terpampang tulisan seperti yang telah diketikkan di atas. Perasaan Jonghyun campur aduk, antara senang, terharu, gak nyangka, dan bersalah jadi satu. Baru pertama kali ini ada orang yang bilang bahwa dirinya pekerja keras, atau dengan kata lain, RAJIN bekerja. Dan ia merasa bersalah karena orang itu terlalu menyanjung dirinya.

Rasanya, Jonghyun… ingin memeluk komputernya. Untung aja gak jadi. Bisa dikira stress ntar.

Dengan bangga dan penuh senyuman, Jonghyun membalas percakapan itu.

JH_jomblo : ah~ ani, aku cuma pekerja biasa kok. Gak pake keras. FYI, aku empuk kok. Kebanyakan makan sih. Pipiku nih ya, kalo ditonjok, pasti orang yang nonjok bakalan kelempar ke belakang. Saking empuknya, sih. Hehehe :P”

j_gongju : aish~ ternyata kamu ini suka bercanda, ya? Hahaha… berarti cewek kamu seneng dong, kalo kamu peluk. Katanya empuk? Pasti nyaman banget :9″

Jonghyun merasa tersindir.

 

JH_jomblo : nggak juga. Buktinya sampe sekarang aku gak punya cewek (look at my username u.u)”

Lalu menekan tombol enter dengan sedikit malas.

j_gongju : ah, mianhae… aku gak tahu :(“

JH­_jomblo : gwenchana ;)”

j_gongju : tapi masak sih, cowok se-rajin kamu belum punya pacar? Aku agak gak yakin deh”

JH_jomblo : aduh, makasih, tapi jangan terlalu muji gitu dong. Kan malu >___<“

j_gongju : terus aku harus bilang apa dong?”

 

j_gongju : hey kamu, orang yang kebanyakan kerja! Udah kerja terus, gak pernah makan, gak pernah mandi, kurus, acak-acakan, bau, serampangan (?). pantes aja sendiri terus sampe sekarang v.v”

 

j_gongju : gitu? :PPP”

“Huahahahahaha……” tanpa sadar, Jonghyun tertawa terbahak-bahak. Tanpa ia sadari juga, semua mata tertuju padanya *Miss Indonesia dong?😀

Tak terkecuali Indi. Ia menatap tajam Jonghyun karena itu. Tawa Jonghyun berhenti saat beradu pandang dengan Indi.

“W-wae?” Jonghyun merasa tertuduh dengan cara pandang Indi tersebut.

Indi mengernyitkan dahinya, “Seharusnya saya yang tanya begitu.”

“Y-yaaah… setidaknya ini bukan urusan kamu, kan?”

“Iya, memang bukan urusan saya. Tapi tidak ada buruknya jika saya mengingatkan anda. Bukankan tadi Bos Choikang mengatakan bahwa anda harus mengumpulkan berkas sebelum jam 12?”

Jonghyun melihat jam di komputernya.

“Jadi, daripada anda melakukan sesuatu yang nggak jelas seperti barusan, lebih baik anda menyelesaikan pekerjaan anda secepatnya. Sekarang udah jam 11 lebih seperempat,” ceramah Indi panjang lebar.

“Dan saya yakin kalau berkas anda pasti belum selesai,” lanjutnya.

Jonghyun berkecamuk. Antara sebal (sama Indi) dan takut (sama Bos Choikang).

“Aish~ ne, arraseo. Aku kerja, nih!” kata Jonghyun akhirnya. Indi tidak menjawab, namun terbentuk seulas senyum pada bibirnya.

Sebelum melanjutkan pekerjaannya, Jonghyun menyempatkan diri untuk say goodbye untuk si stranger.

JH_jomblo : hahaha… hey, sampai di sini dulu, ya. Ada proyek penting (?.?) saya benar-benar harus kerja sekarang… mianhae :(“

j_gongju : ah, arraseo. Happy work, guy ^^ thanks udah nemenin aku barusan…”

JH_jomblo : yoa =D”

***

Jonghyun ingin cepat-cepat meletakkan tubuhnya di tempat tidurnya. Hari ini ia capek sekali. Udah kerjaan banyak, ditambah ada anak baru yang nyebelin lagi. Huft~

Setelah memasukkan password, Jonghyun memasuki apartemennya. Terdengar suara TV yang menyala.

Eh? Apa aku lupa matiin TV tadi? pikir Jonghyun heran.

Jonghyun menajamkan pendengarannya. Selain TV, terdengar juga bunyi… gitar?

Ah! Jangan-jangan…

“Yonghwa hyung? Kaukah itu?” panggilnya, ragu juga sih sebenernya.

“Ya? Oh, Jonghyunnie. Kau sudah pulang?”

“Aish~ kau ini hyung,” kata Jonghyun, duduk di samping Yonghwa, “Bilang dulu, dong, kalo mau ke sini.”

“Lho, gak boleh, ya? Wah, maaf maaf. Aku baru tahu kalo ada peraturan baru,” canda Yonghwa.

“Bukannya gitu, hyung… Kalo hyung bilang dulu kan aku bisa siap-siap.”

Bohong. Padahal Jonghyun emang lagi males kedatangan tamu.

“Kok pulang malem? Lembur, ya?” Yonghwa mengalihkan pembicaraan.

“Iya, hyung… Eh, tadi ada anak baru, lho, hyung.”

“Cewek?”

“Iya. Temennya Minho.”

Yonghwa langsung bersemangat, “Nah itu, bisa jadi referensi. Temennya sahabat kamu, lagi.”

Jonghyun mengernyitkan dahinya, “Referensi apaan, hyung? Dan satu lagi, emang aku sama Minho sahabatan, ya?”

“Yah… referensi, kamu kan lagi nyari cewek,” jawab Yonghwa, “Dan soal kamu sama Minho itu aku gak peduli, mau sahabatan kek, musuhan kek, tunangan kek, peduli amat.”

“Hiii… amit-amit tunangan sama Minho.”

Yonghwa terkekeh.

“Tapi aku gak suka sama cewek itu, hyung.”

“Lah, kenapa?”

“Abisnya orangnya nyebelin. Gak bisa diajak omong. Mana sok nyuruh-nyuruh lagi, suruh ngerjain ini, ngerjain itu…”

“Aigo… kau dijadikan pembantu sama dia?” Yonghwa terkejut.

“Aduh, bukan itu maksudku, hyung. Masak dia nyuruh aku cepet-cepet ngumpulin berkas ke Bos. Suka-suka aku kan ya.” Jonghyun curhat.

Yonghwa menepuk dahinya, “Aduh Jonghyun, itu artinya dia perhatian sama kamuuu… Dia udah bantu kamu biar gak dimarahin sama si Bos!”

“Yah… tapi dia sok banget, hyung. Sombong, mentang-mentang hari pertama udah dikasih kerjaan banyak…”

“Mentang-mentang gimana?” sela Yong, “Siapa sih, yang mau dikasih banyak kerjaan di hari pertama?”

Jonghyun mendengus.

“Jangan berprasangka buruk dulu sama orang, apalagi baru aja ketemu sehari.”

“Oiya hyung, ternyata chattinganku selama ini ada hasilnya juga, loh,” sahut Jonghyun, cepat-cepat mengganti topik pembicaraan. Semakin inget sama Indi, semakin sebel dia.

“Dapet cewek juga?”

Jonghyun mengangguk, “Iya, hyung, mana dia baiiiiik banget.”

“Baik gimana?” Yonghwa heran.

“Ya itu, dia orang pertama yang bilang kalo aku tu pekerja yang rajin.” Jonghyun membanggakan dirinya.

Yonghwa mencibir, “Bagaimana bisa? Apa dasarnya dia bilang gitu?”

“Haha… jadi ceritanya gini, abis hyung nge-chat aku kemaren, orang itu kan ngirim chat, tapi aku tolak karena mau kerja. Eh, dia-nya ngira aku emang rajin. Wkwkwk.” Jonghyun tertawa geli.

“Heh, hati-hati kamu!”

“Waeyo, hyung?”

“Masak cuma gara-gara kamu bilang gitu, dia langsung nilai kamu rajin?”

“Itu ciri-ciri orang yang berhati mulia dan berbudi luhur, hyung,” jawab Jonghyun sekenanya.

“Ish~ apaan lagi itu.”

Jonghyun terkekeh.

“Kamu tetep harus hati-hati, lho, Hyun. Kayak yang pernah aku bilang dulu. Orang-orang di dunia maya itu belum tentu bener. Bisa aja dia cuma iseng, atau orang jahat malahan.

“…”

“Atau…”

“Cewek jadi-jadian?” sahut Jonghyun, “Aduh, hyung, kau ini terlalu berfikiran negatif.”

“Bukan negatif!” sanggah Yonghwa, “Tapi waspada.”

“Hhh… iyadeh iya.”

Jonghyun beranjak untuk berganti baju.

“Jonghyun, kalau aku lebih prefer ke anak baru di kantor kamu daripada temen chatting kamu,” kata Yonghwa agak keras, supaya Jonghyun yang lagi di kamar bisa denger.

“Lah, kenapa emang?”

“Yah… setidaknya dia itu lebih real dan… reachable.”

Jonghyun terdengar menggerutu. Dia emang sebel kalo diingetin soal itu. Dan payahnya Yonghwa kedengarannya kayak mau nyomblangin dia sama Indi itu.

“Segitu bencinya ya, kamu sama dia?” tanya Yonghwa.

“Hmmm…” Jonghyun bingung mencari jawaban, “Nggak sih. Cuma sebel aja.”

“Nah, mending kamu telusuri tentang dia lebih jauh lagi. Pasti kamu bakalan tahu deh, apa aja kebaikan dia.”

“Hyung, kau kan belum pernah ketemu orang itu, kok bisa-bisanya bilang gitu?” Jonghyun semakin sebal.

Yonghwa terkekeh, “Yah, aku kan berhati mulia dan berbudi luhur.”

Payah. Jonghyun termakan perkataannya sendiri.

***

Siang ini, Jonghyun kepingin makan siang di kantin kantor. Dia udah ngambil makanannya. Namun sial, gak ada bangku kosong. Eh, ada sih, tapi… satu meja sama Indi.

Jonghyun dilanda kebingungan. Makan tapi sama Indi, apa gak usah duduk tapi makan di dalem kantor (terus dimarahin Bos pastinya). Kalo gak makan, ntar kelaperan, makin males kerja, dimarahin Bos lagi, gak dapet gaji. Ayo Jonghyun, dipilih dipilih dipiliiiiiiih! -____-“

Kayaknya aku mending makan di teras kantin aja deh, pikir Jonghyun, melirik keluar kantin, Haha, itu masih ada bangku kosong. Ke sana aaaaah~

Saat Jonghyun mulai melangkahkan kakinya keluar, sebentuk (?) suara memanggilnya.

“Jonghyun-ssi!”

Jonghyun berhenti. Ia kenal betul suara itu. Suara yang tidak diharapkannya. Ia memasang tampang ketakutan, lalu berbalik. Berusaha tersenyum.

“Ya?”

-To Be Continued-

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kelamaan ya? Hehe, maaf ^^v

ya saya kan udah pernah bilang kalo saya ini orang sibuk. Abis saya ngepost chap 1, tiba-tiba ulangan dan tugas berat menerpa. Ditambah jadwal ekstrakurikuler yang semakin membara (?). Eh maaf, saya kelepasan curcol -_-“

Maaf juga kalo chap 2 ini jadinya jelek banget. Entah kenapa saya susah berkonsentrasi saat ini :((. Doakan saja semoga chap selanjutnya gak se-mengecewakan ini #Aamiin

Makasih banget buat para manusia yang tak segan membaca FF saya ini. Saya berharap anda tidak akan bosan dengan cerita saya, dan tetap mau memberi sedikit santunan dengan memberikan like/comment ^^

Bye~

11 thoughts on “Miss Independent [Part 2]

  1. hakhirnya ni ff dipublish jg stelah lama menunggu. kalau kelamaan kan bikin ga minat dan brakhr pada lupa. pisss
    top deh thor
    ngakak bacanya. lol
    jonghyun kau kayak cewek, buawel bgt.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s