Sky Heart [Part 2]

tumblr_lmahk9uVLT1qcrsn7o1_500

caqst

Part 1

Author: Han Seo Ra( burningbuzz)

Cast:

– Lee Jong Hyun (CNBLUE)

– Park Hana

– Kim Soo Hyun

-Song Ha Ra (OC) *You can imagining yourself as Ha Ra ;>

Other casts:

Jung Yonghwa (CNBLUE), Kang Min Hyuk (CNBLUE) , Lee Jung Shin (CNBLUE),

Genre:

AU, Romance, Drama

Length:

Chaptered [2] (On going)

Rating:

T/PG-17

Playlist:

CNBLUE’s songs and your favourite Kpop ballad😀

Disclaimer: It’s pure my imagination. All casts belong to GOD & the entertainment but OC’s cast is mine. Inspired from many k-dramas and kpop songs.

A/N: Annyeong! Ini chapter ke dua dari FF-ku sebelumnya yang terkesan sangat gantung -_- kkk~ xD well, di chapter kedua ini mungkin aku akan lebih menjelaskan hubungan antara JongHyun dengan Hara. Kalau ada cast yang belum muncul mungkin akan muncul di chapter berikutnya. So happy reading and don’t forget to give me a comment. I really need your critics to make this FF better~

Repost from: http://dreamychaser.blogspot.com

Chapter 2 – Real Story

Gangdong-gu, Seoul-Autumn September 2012

Song Hara POV’

“Takdir. Ada yang bilang takdir itu terjadi seperti yang kita inginkan. Aku percaya itu. Setelah bertemu dengan Jonghyun Oppa, aku merasa dia adalah takdir yang diberikan Tuhan untukku. Ia pun juga begitu. Tapi, ada kalanya takdir itu tidak berjalan lurus dan berbelok ke sebuah tikungan yang membuat jalan takdir ini berubah. Dan itulah yang terjadi padaku saat ini. Aku sedang berada di tikungan itu. Dan aku tak tahu harus kemana.”

Aku kembali ke rumah dengan hati yang kacau. Bagaimanapun aku masih belum bisa mempercayai ini semua. Aku harap ini hanyalah mimpi buruk. Mimpi buruk yang tak akan menjadi nyata. Tetapi mimpi buruk itu baru saja dimulai. Dan aku belum siap untuk menghadapinya.

Jonghyun oppa, yang ternyata adalah kakak kandungku sendiri….

Aku mengetahuinya pagi tadi. Saat seseorang yang tak kukenal menelponku dan mengatakan bahwa kalau ia adalah eomma-ku. Aku merasa sangat senang dan ingin menemuinya. Walaupun selama ini aku dibesarkan di panti asuhan bersama Jonghyun oppa tapi bagaimanapun juga sebagai anak aku penasaran siapa orangtuaku sebenarnya. Aku ingin mengajaknya pergi bersama, tapi saat mendengar eomma menyuruhku untuk datang sendiri, aku membatalkannya dan pergi meninggalkannya yang masih tertidur karena bekerja lembur semalam. Sebenarnya aku juga masih belum yakin apa ia benar-benar eomma-ku atau tidak. Tetapi rasa penasaranku mengalahkan semuanya dan memutuskan untuk menemui wanita itu di Myeongdong, tepatnya di sebuah café yang aku tentukan saat berbicara dengannya di telepon.

***

At 08.45 KST

“Hara-ya?” aku mendengar suara seorang wanita dewasa memanggilku saat aku baru saja masuk ke dalam sebuah café. Aku mencari sosok yang memanggilku tadi, seorang wanita cantik dengan pakaian penuh gaya melambaikan tangannya ke arahku di sebuah meja dekat dengan jendela. Aku tak bisa mengedipkan mataku. Bayanganku selama ini tentang eomma sangat berbeda dari yang sebenarnya. Dengan sedikit perasaan ragu aku mendekat ke arahnya.

“Annyeonghaseyo,” sapaku hormat sambil menunduk ke arahnya sebelum duduk di seberangnya. Ia tersenyum kearahku. Dan aku pun membalas senyumnya. Ia menatapku dari ujung kepalaku hingga kakiku. Aku melihat matanya kini mulai berkaca-kaca.

“Nae ttara,”(anak perempuanku) Aku merasa sangat gugup, bagaimanapun juga ini pertama kalinya aku bertemu dengan eomma. “Eo–eomma?” aku mencoba memanggilnya dengan sebutan eomma yang ternyata membuat tangis wanita itu pecah dihadapanku. Untung saja café masih sepi, hanya ada aku dan dia di dalam karena waktu yang memang masih pagi. Kalau tidak, orang-orang pasti sudah mengira kalau ini adalah adegan dari sebuah drama. Hanya kurang beberapa crew,sutradara dan kamera.

Dia pun menyeka air matanya lalu memegang tanganku yang terkepal erat. “Jeongmal mianhae Hara-ya. Eomma telah menelantarkanmu selama ini,” ucapnya kemudian. Aku masih tidak tahu harus mengatakan apa. Namun kalimat itu yang keluar. “Ehmm.. Apa anda benar-benar ibuku?”

Sebuah pertanyaan yang mungkin terasa wajar bagi seorang anak sepertiku yang bertahun-tahun hidup di panti asuhan tanpa kasih sayang  orangtua. Wanita itu kembali menangis walaupun air matanya tak sebanyak sebelumnya.

“Ye,”

“Lalu, bagaimana caranya kau bisa mengetahui kalau aku benar-benar anak kandungmu?”

“Aku tahu semuanya dari halmeoni.”

“…….”

“Sekali lagi maafkan eomma Hara-ya. Dan sekarang eomma ingin membayar hutang padamu selama ini. tinggalah bersama eomma. Eomma janji akan membahagiakanmu.”

“Tapi, Jonghyun oppa?”

“Jonghyun? Siapa dia?”

“………”

“Apa yang kau maksud Lee Jong Hyun?”

Aku menganggukan kepala. Tapi sekarang wajah eomma berubah menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

“Jadi lelaki yang dimaksud nenek tinggal bersamamu itu benar-benar Lee Jong Hyun?” tanyanya yang terlihat cemas. Tiba-tiba saja perasaan buruk mulai menghampiriku.

“Ye. Waeyo?” balasku dan kembali bertanya.

“Dia… dia sebenarnya adalah oppa kandungmu Hara-ya.” Jawabnya sedikit terputus-putus lalu menundukkan kepalanya.

“Mwo? MALDO ANDWAE!!!” seruku tak percaya. Tangisku pun langsung pecah seketika.

“Jonghyun itu,,, anak kandung appa-mu Hara-ya. Tetapi bukan anak kandung eomma. Kau dan dia satu ayah, tapi beda ibu. Salahkan appa-mu ia yang membuatnya menjadi seperti ini. tapi ini juga salah eomma, seharusnya eomma tidak mengirimu ke panti asuhan.”

Katakan eomma, kalau kau bohong!

***

“Oppa, mianhae,” sahutku lirih. Aku mendapati rumah yang kosong. Tak ada oppa disana. Aku tahu, ia pasti sedang mencariku kemana-mana. Dan itu semakin membuat hatiku sakit. Aku tahu ini bukan salahku, takdir yang membawa kita ke arah jalan yang berbeda.

Rumah yang sepi ini memberiku kesempatan untuk mengemasi barang-barangku untuk pergi. Sebelum Oppa datang, aku harus sudah membereskan semuanya. Aku tak tahu, apa aku harus mengatakan ini semua padanya atau tidak. Cepat atau lambat, semuanya pasti akan terbongkar. Karena itu aku memutuskan untuk mengatakannya pada oppa hari ini.

Aku mengemasi setiap helai pakaianku ke dalam sebuah koper besar dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti. Memandangi dalam-dalam isi sekeliling rumah sewa mungil ini yang baru saja kutempati selama dua tahun bersamanya. Dan sebentar lagi aku akan merindukan tempat ini. tempat yang menyimpan banyak kenangan yang harus kubuang. Karena ternyata hubungan ini adalah sebuah kesalahan.

Aku dan dia tidak dapat bersama.

Aku lalu duduk dengan punggung yang bersender pada tembok rumah ini. aku memegang lutuku erat dan menundukkan kepalaku dalam-dalam diatasnya. Tentu saja aku menangis. Aku mengabaikan setiap panggilan telepon darinya. Dan aku tahu itu membuatnya semakin cemas dan khawatir padaku. Tapi aku hanya ingin menenangkan perasaanku sejenak, meski tidak bisa.

Aku tetap saja sedih, kenyataan ini benar-benar menyakitkan. Selama ini aku mencintai kakakku sendiri. ternyata takdir yang sedang kujalani selama ini lebih sulit daripada yang kubayangkan. Aku kira aku hanya tidak mempunyai orangtua, itu saja. Tetapi ternyata aku salah. Aku telah sampai di tikungan itu. tikungan yang membuat takdir ini menjadi lebih rumit.

Tiba-tiba seperti film, kenangan-kenangan antara aku dengan jonghyun oppa terputar di dalam otakku. Semua dimulai saat aku bertemu dengannya saat di panti asuhan hingga sekarang. Hidup bersamanya layaknya sepasang kekasih normal lainnya. Dan saat kenangan skinship-ku dengan oppa lagi-lagi mengiris hatiku. Kami memang tidak pernah melakukan ‘hal itu’. akan tetapi tetap saja itu bukanlah hal yang wajar bagi seorang kakak-adik. Ini cinta terlarang yang harus segera dihapus. Dan satu-satunya jalan untuk menyelesaikannya adalah pergi meninggalkannya.

Rasanya aku ingin menyalahi appa-ku.  Ia yang menyebabkan semua ini. seandainya appa bukanlah seorang lelaki yang tidak bertanggung jawab seperti saat itu. menghamili dua gadis yang salah satunya adalah eommaku. dan tentunya yang satu lagi adalah eomma dari Jonghyun oppa. Jonghyun yang lahir dua tahun sebelumku. Jonghyun yang eommanya telah meninggal sejak ia baru dilahirkan.

***

Melihat hari yang sudah malam aku menjadi cemas dengan oppa yang belum juga kembali ke rumah. Aku pun memutuskan untuk menelponnya. Menghubunginya bahwa aku baik-baik saja. aku tidak boleh egois.

“Oppa? Neon eodi itni?” tanyaku cemas.

“Ya! Seharusnya aku yang mengatakan itu. Kau tidak tahu kalau a―” serunya kencang dari seberang telepon. Nadanya terdengar sangat mengkhawatirkanku. Dengan cepat aku memotong kalimatnya.

“Oppa, ada yang ingin kukatakan padamu. Pulanglah,”

“Eo.”

Aku mengakhiri telepon. Dan sekarang tinggal menunggunya untuk pulang. Dan kurang dari sejam, dia sudah pulang. Aku lupa, kalau oppa adalah seorang atlit yang hebat. Aku pun segera membukakan pintu untuknya. Aku mengikutinya di belakang. Aku harus menyembunyikan kesedihanku dari hadapannya.

“Ya! Aku mencarimu kemana-mana Ha Ra-ya! Aku sangat mengkhawatirkanmu.”

“Ah, jeongmal mianhae oppa.”

“Bab muna?”

“Oppa, ada yang ingin kubicarakan padamu.”

“Eung? Katakan saja disini. Memangnya ada apa?”

“Jangan disini, aku mau di luar saja, di taman.”

“Arasseo.”

***

Aku hanya bisa diam duduk termangu di bangku ayunan di taman. Tak bisa bicara sedikitpun padahal aku yang mengajaknya kesini karena aku ingin membicarakan hal itu. tapi sepertinya tidak bisa. Semua kalimat itu seperti tersangkut di tenggorokanku. Tak bisa keluar dari mulutku.

Oppa mengelus rambutku lembut. Perasaan aneh kini mulai hinggap di tubuhku. Seharusnya aku selalu suka saat oppa melakukan itu padaku, tapi itu dulu sebelum aku mengetahui kenyataan pahit ini. Aku mencoba memberanikan diri untuk menatapnya. Ia pun menatapku dalam. Aku yakin, ia bisa dengan jelas melihat mataku yang sembab, bekas menangis seharian tadi. Tapi ternyata ia salah menafsirkan tangisanku ini. ia justru meminta maaf padaku, seolah dia yang bersalah. Dia yang telah menyakitiku.

Awalnya aku tidak mengerti saat ia mengucapkan kata maaf itu. tapi sepertinya aku mengerti setelah ia mengatakan “Aku pasti akan bertanggung jawab Ha Ra-ya. Mianhae,”  sambil berlutut dihadapanku dan mencium kedua tanganku. Dia kira dia telah menghamiliku. Mendadak aku merasa geli. Ini menyadarkanku kalau hubunganku dengan Oppa memang harus berakhir.  Aku harus pergi dari kehidupannya.

Aku segera melepaskan tanganku kasar dari tangannya yang sedang mencium tanganku lembut. Dia terlihat kaget, dan justru kembali mencoba untuk,,,, mencium bibirku. Hasratku mengatakan ia, tapi otakku tidak. Bagaimanapun ciuman itu tak boleh terjadi! Aku pun terpaksa untuk menamparnya. Dan ia pun terjatuh di atas tanah. Hujan rintik-rintik mulai turun membasahi taman, aku dan juga oppa.

Dengan berat hati, aku harus meninggalkannya. Tanpa kalimat perpisahan sedikitpun. Aku tak bisa menceritakan cerita yang sebenarnya padanya. Lebih baik aku seperti ini menghilang dari kehidupannya tanpa ia tahu.

Aku segera kembali pulang, dan langsung membuka pintu dengan kunci cadangan milikku. Aku mengambil koperku yang sudah kubereskan tadi saat oppa tidak ada. Sebelumnya, aku sudah menghubungi eomma untuk menjemputku. Dan aku pun pergi. Entah apa aku bisa melihatnya lagi apa tidak. Mungkin aku terlalu gegabah. Tetapi ini benar-benar menyakitiku. Aku harap oppa bisa melupakanku. Tapi, aku tak ingin ia melupakanku.

“Annyeong Oppa, haengbokhae yadwae.”

*****

Mungkin chapter kedua lebih fokus ke Hara. Gimana? Udah jelas belum atau masih gantung? Kalau masih gantung mian ya. Mungkin author gak ada bakat nulis FF. ehheheeh, Chapter kedua ini dibuat ditengah-tengah ulangan yang menumpuk loh.😀 Cast yang belum muncul sabar aja ya… bakal muncul di chapter selanjutnya. Okay, silahkan kalau mau kasih komentar dan kritik kalian. Saya terima dengan senang hati. Annyeong! Gamsa *bow with Jonghyun* plak! xD

 

10 thoughts on “Sky Heart [Part 2]

    • kurang panjang ya? berarti gantung lagi dong? xD aku kira kepanjangan hehehe makanya bagian jonghyun yang abis ditampar aku masukin di chapter ketiga….

    • ehmm maksudnya? hehe agak gak jelas ya.. jadi Hara sama hyun ternyata kakak adik kandung, pdhal mereka saling suka dan udah pacaran. makanya hara sedih banget dan berat buat lepasin jonghyun, dia jadi tinggal sama eommanya dan pergi dari jonghyun.. pokoknnya tunggu aja chap ke 3 :))

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s