Sky Heart [Part 3]

tumblr_lmahk9uVLT1qcrsn7o1_500

caqst

Title: Sky Heart

Author: Han Seo Ra (@burningbuzz)

Casts:

-Lee Jonghyun (CNBLUE)

-Park Hana (OC)

-Kim Soo Hyun

-Song Hara (OC) *You can imagining yourself as Hara ;>*

Genre:

AU, Romance, Drama

Length:

Chaptered 3 [On going]

Rating:

T/PG-17

Disclaimer: It’s pure my storyline. All cast belong to entertainment and GOD. OC’s cast belong to author. Inspired from kpop and kdrama.

A/N: Annyeong! *bow* ini chapter ke-3 ^^ di chapter kali ini bakalan muncul cast yang di chapter sebelumnya belum muncul. Sekali lagi mian kalau masih banyak kesalahan dalam FF ini. Kalau gak nyambung / gantung/ jelek/ bosenin/ etc sekali lagi author minta maaf ya. Namanya juga masih belajar. I’m just doing this for fun!😀 So, happy reading.

—————————————————————————————————————————————–

Lee Jonghyun POV’

Dia pergi. Meninggalkanku tanpa alasan yang jelas.

Kejadian saat malam itu masih membekas di ingatanku. Saat Hara pertama kalinya menamparku dan berkata kasar padaku. Untuk pertama kalinya ia juga menolak ciuman dariku. Dan tiba-tiba menghilang.

Awalnya kukira aku akan menemukannya dirumah seperti biasa. Tapi ternyata aku mendapati pintu rumah yang terkunci dan tanpa sosoknya di dalamnya. Serta barang-barangnya yang ternyata  juga tidak ada. Dia, kabur. Tapi kenapa?

Hari ini, aku kembali untuk mencari gadis itu. namun hasilnya nihil. Seharian aku telah mencarinya kemana-mana. Ke panti asuhan, kampusnya, hingga rumah Chae Rin, teman dekatnya. Namun ia tidak ada dimana-mana.

Aku juga baru mengetahui kalau Hara ternyata berbohong padaku saat aku mengunjungi panti asuhan pagi tadi. Kemarin ia tidak mengunjungi panti asuhan sama sekali aku bertemu dengan nenek, dan menanyakan tentang Hara. Dan nenek mengatakan kalau Hara tidak ke panti asuhan akhir-akhir ini.

Lalu dia pergi kemana? Bukannya hanya aku satu-satunya orang yang dimilikkinya? Kalau dia memang benar-benar hamil, tetapi kenapa Hara pergi meninggalkanku? Apa bukan aku orangnya, tetapi orang lain? Karena itu ia kabur dariku?

Aggghh! Aku menggelengkan kepalaku, tidak mungkin! Hara bukan gadis yang seperti itu kan? Dia gadis yang baik dan polos. Ini semua membuatku stress. Tiba-tiba aku mengingat sesuatu.

Hill of wind, Seoul Sup. Tempat itu…..

Dengan cepat aku langsung berlari menuju stasiun subway myeongdong menuju ttuksom untuk pergi ke Seoul Forest. Tempat favoritku bersama Hara sejak kecil untuk menghabisi waktu sore dengan memandangi matahari terbenam disana. Aku harap dia ada disana.

Tak butuh waktu lama, kurang dari sejam aku sudah sampai di stasiun ttuksom dengan menggunakan subway. Dengan langkah yang tergesa-gesa aku segera berlari menuju Seoul Sup. Sebuah hutan yang terletak di tengah-tengah kota Seoul namun terlihat seperti taman yang luas dan indah.

Aku sampai di gerbang Seoul Sup, suasana disana mulai sepi karena hari sudah semakin gelap. Matahari hampir tenggelam. Langit yang berwarna jingga keemasan perlahan membuat hatiku berdesir karena hal itu mengingatkanku pada Hara. Aku tak sabar untuk sampai di kawasan Hill of wind. Padang rumput luas dengan ilalang disana-sini.

“Hara!!” berkali-kali aku memanggil Hara. Berharap kemudian ia akan muncul di hadapanku. Aku pun berlari kesana-kemari untuk mencarinya. Namun hasilnya sama. Nihil, gadis itu tetap tidak ada. Dimanapun.

Aku menyerah. Aku tak kuat lagi untuk berlari. Aku pun terbaring di atas rumput dengan kedua tanganku yang kugunakan sebagai bantalan kepala. Memandangi langit senja keemasan yang terasa sendu ini. langit yang seolah melukiskan isi relung hatiku yang kesepian, sendirian,  dan kehilangan.

***

Author POV

Gangdong-gu, Seoul-Autumn — Oktober 2012

One month later….

Jonghyun melihat isi dompetnya yang kian menipis. Melihat isi dompetnya yang hanya tersisa beberapa lembar ribu won. Sudah hampir sebulan ini ia tidak bekerja lagi, sebagai gitarist sebuah band cafe.Sejak Hara pergi,  setiap hari waktunya ia habiskan untuk mencari Hara. Namun hasilnya tetap saja nihil. Gadis itu hilang seperti ditelan bumi. Tidak ada dimanapun.

Jonghyun membuang  napas panjang. Ia kembali teringat oleh Ahjumma Yam yang menagih sewa rumahnya bulan ini. Jonghyun tak tahu harus membayar pakai apa, uangnya habis karena sudah lama tidak bekerja. Padahal kalau tidak cepat membayar,  Ahjumma Yam akan mengusirnya karena sudah ada pelanggan yang ingin menempati rumahnya. Mau tak mau Jonghyun harus kembali bekerja.

CNBLUE…

Jonghyun tak yakin, apa teman-teman bandnya itu mau membantunya. Tapi ia akan kembali, mencoba untuk meminta maaf pada teman-temannya.

***

Gangnam-gu, Black café at 20.45 KST

Jung Yong Hwa. Lelaki itu menatap kosong ke arah sebuah gitar berwarna hitam yang tak lain adalah milik Jonghyun. Sudah hampir sebulan ini gitar itu terabaikan oleh si pemiliknya saat dipanggung. Yonghwa lalu mendengus kesal dan membuang pandangan ke arah Minhyuk dan Jungshin yang sedang asik membersihkan Black café dari tadi. Tentu saja ia kesal. Sebagai leader dari band CNBLUE, ia kesal dengan sikap Jonghyun yang seenaknya seperti itu. melupakan pekerjaannya walaupun ini hanyalah sebuah band café biasa.

Yonghwa pun terpaksa menutup café selama beberapa hari ini. Selama Jonghyun tidak ada, Blak café yang biasanya selalu ramai pengunjung ketika mereka tampil kini mendadak sepi. Tentu ini karena kekurangan personil yang tentunya membawa dampak juga untuk penampilan mereka diatas panggung. Tentu saja ini juga membuat Minhyuk dan Jungshin kesal karena mereka berganti pekerjaan menjadi tukang bersih-bersih di café itu. Yah, mau tidak mau.

“Hyung! Sampai kapan kau akan menutup Black Café? Hhh.. aku lebih baik menabuh drum sepanjang malam daripada mengelap meja seperti ini. Apa kau tidak kasihan padaku?” gerutu Minhyuk tiba-tiba yang membuat Yonghwa terkekeh pelan.

“Berhentilah mengeluh Minhyuk-ah. Kau jauh terlihat tampan seperti itu daripada saat menabuh drum,”

“Aissh~ Apa maksudmu hyung!” Minhyuk berdecak sebal, namun ia tak terlalu mengambil pusing dan kembali melanjutkan aktivitasnya, mengelap kaca jendela Black cafe.

“Eoh! Hyung!!!” pekik Minhyuk tiba-tiba. Yonghwa yang merasa dipanggi langsung menyahut, “Wae?” kini ia sedang asik dengan gitarnya memetik senar, menghasilkan melodi indah lewat jari-jarinya. Ia sama sekali tak melihat Minhyuk. “Hyung!!!” kini giliran Jungshin yang berseru kencang. Merasa dipanggil lagi Yonghwa pun akhirnya menoleh ke arah para dongsaengnya itu.

“Wae? Ada apa kalian memanggilku ter—” perkataanya terputus saat ia melihat sosok lelaki berhoodie abu-abu sedang masuk ke dalam café dan langsung disambar pelukan oleh Minhyuk dan Jungshin. Jadi ternyata kedua bocah itu memanggil hyung-nya yang lain, Lee Jonghyun.

Jonghyun tersenyum hangat saat Minhyuk dan Jungshin memeluknya bersamaan. Jujur, ia sangat merindukan mereka. Dan juga lelaki itu, lelaki yang sedang menatapnya dingin. Jung Yong Hwa yang sekarang membuang muka saat Jonghyun balas menatapnya.

“Hyung,,,,” Jonghyun mencoba untuk memanggil Yonghwa yang masih terdiam. Terlihat dengan jelas rasa kesal dimuka lelaki itu. “Kau kembali? Huh..” balas Yonghwa dengan nada meremehkan. “Ikut aku ke belakang,”  lanjutnya kemudian, dan langsung pergi menuju ke dalam belakang cafe.

Yonghwa membawa lelaki itu ke dalam toilet. Toilet yang hanya berukuran mungil, terdiri dari tiga buah pintu di dalamnya. Dan sebuah wastafel. Yonghwa lalu menutup pintu toilet itu, lebih tepatnya membanting pintu itu kasar. Membuat Minhyuk dan Jungshin sedikit bergidik ngeri dari luar sana. Jonghyun sendiri masih diam, ia tahu ini adalah salahnya. Karena itu ia membiarkan Yonghwa melakukan apa saja kepadanya.

“Hhhh…” Yonghwa membuang napas panjang. Dengan gerakan cepat telapak tangan kanannya langsung membentuk tonjokan ke arah wajah Jonghyun. Pukulan yang sangat keras itu mengenai tepat sasaran ke arah hidung dan juga pipi kanan Jonghyun yang sekarang tergeletak di atas lantai toilet. Darah segar mulai mengucur dari hidung Jonghyun. Tangannya pun langsung menyeka darah itu.

“Ya! Apa maumu hah?” bentak Yonghwa, kali ini emosinya sudah tidak bisa ditahan lagi.

“Geunyang,,,,” Jonghyun mencoba mengatakan sesuatu dengan nada lirih karena kesakitan.

“Aissh~ Kemana saja kau selama ini? Kau ingin keluar dari CNBLUE? HAH?!!”

“……” Jonghyun hanya terdiam, sekarang ia membalas menatap Yonghwa dengan tatapan dingin.

“YA!! Cepat jawab! Kemana saja kau selama ini?!!” tanya Yonghwa penuh emosi. Tangannya lalu menarik kencang kerah hoodie  Jonghyun yang masih tergeletak di lantai.  Memukul wajah Jonghyun kembali. Dan meninggalkan lebam di wajahnya.

Jonghyun masih belum mau membalas pukulan itu. padahal, sebagai ahli taekwondo maupun judo seharusnya ia bisa membuat Yonghwa lebih parah dari apa yang rasakan saat ini. Jonghyun hanya tak ingin mencari masalah lagi.

“Hara….” ucap Jonghyun kemudian. Mendengar Jonghyun menyebut nama itu, perlahan Yonghwa melepaskan tangannya dari kerah hoodie Jonghyun. Tatapannya juga mulai melunak. Ia terdiam membisu dan segera bangkit berdiri. Membuang pandangan ke langit-langit atap toilet itu.

“Dia pergi,” ucap Jonghyun lagi. Yonghwa langsung menoleh kearahnya saat Jonghyun mengatakan itu. Wajahnya langsung berubah menjadi cemas. Menunggu Jonghyun berbicara lagi. “Meninggalkanku.” Mata Yonghwa membesar saat mendengar kata terakhir yang diucapkan Jonghyun barusan. Apa maksudnya dengan “pergi meninggalkanku”?

“Hara jauh lebih penting dari segalanya bagiku. Karena itu selama ini aku terus mencarinya, hyung. Mianhae.. aku telah membuatmu kesal. seharusnya aku menceritakan ini padamu sebelumnya.” Jelas Jonghyun panjang lebar. Lelaki itu pun mencoba untuk bangkit berdiri.

“Kalau hyung ingin aku keluar dari CNBLUE, aku akan keluar sekarang juga.” Kata Jonghyun kemudian, ia masih memandang Yonghwa dengan tatapan dingin. Sementara sekarang giliran Yonghwa yang tak berani menatap wajah Jonghyun yang sudah berlumeran darah itu.

Jonghyun pun segera keluar dari toilet. Minhyuk dan Jungshin yang sedari tadi mencoba untuk menguping dari depan pintu langsung salah tingkah saat Jonghyun membuka pintu. Mereka memandang perih ke arah wajah Jonghyun yang penuh luka dan darah itu.

“Hyung!!” seru keduanya kompak. Jonghyun terhenti sesaat dan menoleh ke arah Minhyuk serta Jungshin. “Kau yakin ingin keluar dari band kita?” tanya Jungshin cemas. Jonghyun tak menjawab, ia kembali berjalan dan saat melihat gitarnya di atas panggung kecil café itu, ia segera mengambilnya dan membawanya.

“Hyung! Jangan pergi! Apa masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan baik-baik?” Minhyuk mencoba menahan Jonghyun untuk pergi. Tapi terlambat, Jonghyun sudah pergi keluar dari café ini, dan juga dari CNBLUE. Secara tidak resmi.

***

Jung Yong Hwa POV’

“Hara….dia pergi,,,, meninggalkanku.”

Hara pergi? Tapi kemana?

Aku langsung cemas saat mendengar hal itu keluar dari mulut Jonghyun. Jadi itu yang membuatnya selama ini mengabaikan CNBLUE. Dan lebih memilih untuk mencari gadis itu. Ya, kalau aku jadi dia aku pasti juga akan melakukan hal yang sama. Aku juga akan mencari gadis itu. Karena aku, juga mencintai gadis itu.

Aku merasa bersalah pada Jonghyun. Seandainya aku tahu alasan yang sebenarnya, pasti hal ini tidak akan terjadi. Aku merasa kesal pada diriku sendiri yang terlalu emosi. Sekarang, jonghyun sudah pergi. dan itu semua salahku.

Aku menjambak rambutku sendiri kasar di wastafel. Aku melihat bayangan wajahku sendiri di depan cermin  dengan kesal. Rasanya aku ingin memukul wajahku sendiri di bayangan cermin itu. Sama seperti yang kulakukan tadi terhadap Jonghyun. Tak seharusnya aku memukulnya.

Aku lalu keluar dari toilet. Dan menemukan Minhyuk dan Jungshin yang sedang menahan Jonghyun untuk pergi. Aku hanya bisa pasrah melihat Jonghyun meninggalkan café ini.

“Lebih baik kalian pulang,” ujarku yang membuat Minhyuk dan Jungshin menoleh ke arahku.

“Mwo? Kau malah menyuruh kami untuk pulang?” tanya Minhyuk tak habis pikir.

“Eo, pulanglah.” Ucapku lemas, tak mau melawan.

“YA!! Hyung, kau tidak bisa seenaknya mengeluarkan Jonghyun hyung!” Jungshin mulai membentakku. Aku tahu mereka pasti kecewa.

“Itu kemauannya dia sendiri. Sudahlah pulanglah. Biar aku yang mengurusnya.”

“Jinjja?” seru keduanya kompak. Aku hanya bisa menganggukan kepala. Memang itu kan jawabannya.

Dan, mereka pun akhirnya pulang.

***

Aku berjalan dengan tatapan kosong menuju rumah sewaku di kawasan Gangnam. Bayang-bayang tentang kepergian Hara dan juga Jonghyun yang keluar dari band terus terputar di otakku.

Song Hara, aku bohong kalau aku tidak menyukai gadis itu. Aku mencintainya dan mungkin sama seperti Jonghyun mencintai gadis itu. memang tak ada yang tahu kalau selama ini aku menyimpan perasaan itu. karena aku tahu, Hara adalah milik Jonghyun seorang. Dan aku mulai mencoba untuk mengalah, melepaskan gadis itu. Menjadi seorang pecundang yang mencintainya diam-diam.

Aku lalu berhenti sejenak di tepi jalanan kawasan Gangnam yang malam ini makin terlihat sepi karena hari sudah semakin larut. Hanya ada beberapa kendaraan yang melintasi jalan raya.

“Aagghh…”

Tiba-tiba aku mendengar suara gadis mengaduh kesakitan. Aku langsung mencari sumber suara, mataku menangkap sosok seorang gadis sedang terduduk di atas aspal jalanan. Secara refleks, kakiku berlari mendekati gadis itu untuk menolongnya.

“Ya! Gwaenchanha?” tanyaku pada gadis itu. Aku memegang bahunya erat dari arah belakang. Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu karena ia tidak mengarah ke arahku. “Aaahhh sakit..” Gadis itu lalu meringis kesakitan, memegangi telapak kakinya yang mungkin keram atau terkilir. Dengan cepat aku langsung melepas sepatu dari gadis itu dan mulai untuk memijat kakinya yang mulus itu.

Aku masih memijat pelan kaki gadis itu. tapi aku belum melihat wajahnya. “Kakimu pasti terkilir,” kataku pada gadis itu. namun tak ada jawaban darinya. Aku pun terus memijatnya. Namun entah kenapa, secara tidak sadar aku menoleh ke arah wajah gadis itu yang ternyata juga sedang memandangiku. Pandangan kami bertemu. Dan aku seperti merasa tak asing dengan mata itu. mata yang bisa menyihirku kapan saja. Aku pun membeku. Gadis itu,,,,,

*To be continued*

——————————————————————————————————————————

Ini dia chapter ketiga. Mian ya kalau ceritanya makin gak jelas dan ngaco. Heheheh -,-v

Silahkan kasih komentar kalian..😀

10 thoughts on “Sky Heart [Part 3]

    • maaf yaa jadi bikin bingung T.T nanti chap ke empat bakal nulis lebih panjang lagi deh biar soohyun sama hana muncul.. gak tau nihh tiba-tiba mikirin yongie terus jadinya kebawa emosi waktu nulis… sebenernya dia juga maincast kok..😀

      • oiya ralat yaa.. heheh di sini gak ada sohyun snsd… adanya cast kim soo hyun dream high… namanya mirip sihh jadi mungkin salah nebak… hehehee :>

  1. terharu pas minhyuk n jungshin meluk abang hyun,,,,ohhhhh unyu bgt ^^
    ternyata abang hyun n yongppa memiliki perasaan yg sma buat hara,,,,
    lanjut trus ya author ^^

    • makassiii dibilang unyu authornya… *plak* kkkk~ iyaa begituu lah imajinasi saya.. hehehehe terimakasih kalau sudah mulai mengerti alur fanfic ini yaa ^^

  2. thor, kalo ff ini di post di fpku boleh? Ntar dicantumin author nya kok🙂 hubungi aku di @df_astrina ya thor..😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s