Sonjinan Sarang [Part 8]

Sonjinan Sarang cover (3)

 

Tittle: Sonjinan Sarang  [Part 8]

Author: Danieehee (@Danieehee)

Rating: PG-13

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

-Yonghwa (CNBlue)

-Suzy (miss A)

-Im Jae Bum/JB (JJ Project)

-Sung Lee [OCs]

Other Cast:

-member CNBlue

-Lee Ji-eun (IU)

-Park Jin Young/Jr (JJ Project)

-Min (miss A)

Disclaimer: terinspirasi dari muka ganteng Yonghwa❤ hohoho dan terinpirasi dari drama korea dan MV CNBlue ^^ selebihnya, cerita asli karangan saya sendiri.

Note: Heyya! Part 8-nya jadi juga! Maaf ya lama._. Hohooho~~ semoga kalian suka! Oh ya, jangan lupa baca FFku yang baru~ pliiiiiisss banget komen apa ajaaa soalnya akhir-akhir ini aku agak males gitu bikinnya’-’)/ makanya komen kalian sangat berpengaruh~ hehehe..

***

Suzy POV

Di bawah naungan langit mendung yang menggantung. Aku melihat mereka. Sekarang hatiku benar-benar patah. Sakit sekali rasanya. Tuhan, ku mohon… Semoga ini hanya mimpi… Aku tak kuat. Aku tak kuat.

Setetes air mata jatuh dari mataku. Biarlah aku menangis. Mungkin ini akan melegakanku. Biarlah aku seperti ini. Mungkin ini yang terbaik. Aku menutup mulutku sambil terisak pelan. Melihat Sung Lee mencium Yonghwa oppa membuat dadaku sesak. Sangat sesak. Kenapa? Bukankah dia sudah menolak Yonghwa oppa? Apa salahku padanya? Kenapa ia dengan teganya merebut semuanya dariku. Kenapa? Pikiranku dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan. “Baboya saranghaeyo” gumamku perih sambil menatap keduanya pasrah. Air hujan terus mengguyurku tanpa ampun. Aku membiarkan badanku basah kuyup oleh air hujan. Kakiku lemas. Aku terduduk di tengah-tengah trotoar. Membiarkan orang-orang memperhatikanku dengan tatapan aneh. Bodohnya aku. Kenapa aku langsung percaya begitu saja saat Yonghwa oppa bilang bahwa ia mencintaiku? Tidak mungkin dia berpaling dengan begitu cepat! Suzy babo! Suzy babo!! Yonghwa oppa pasti masih mencintai Sung Lee. Bahuku berguncang hebat. Mencoba menahan air mataku agar tidak meledak. Bahkan hubunganku dengan Yonghwa oppa tidak jelas. Untuk apa aku menangis? Suzy babo…

Tiba-tiba, seseorang memelukku dari belakang. Dengan payung yang menaungi tubuh kami. “Suzy… Jangan seperti ini.. Nanti kau sakit..” Ucapnya lembut. Suara ini… Lama aku tak mendengarnya. “JB…”

“Ne.. Aku di sini Suzy… Aku tidak akan pergi lagi…” Ia membisikkan kata-kata itu tepat di telingaku. Tangisku kembali pecah. “Mianhae JB…. Mianhae…” Aku memegang lengannya yang melingkariku. Ia membantuku berdiri dan menggiringku menjauhi tempat Yonghwa oppa dan Sung Lee berada.

Saat aku berjalan menyebrangi zebra cross, tiba-tiba telingaku berdenging. Aku tak bisa mendengar apa-apa. Kurasakan air hujan kembali membasahi rambutku. Aku menengadahkan kepalaku menatap langit yang kelabu. Aku heran melihat orang-orang yang berlari ke arahku dengan wajah panik. Tapi ternyata orang-orang itu berlari ke belakangku. Aku melihat mulut mereka berteriak tapi aku tak dapat mendengar satu suara pun. Aku menoleh ke belakang dan sangat terkejut melihat JB yang tergeletak dengan darah yang bercucuran dari pelipisnya. Aku berlari menghampirinya sembari teriak. Tapi aku merasa aku tak berteriak sama sekali. Aku benar-benar tak bisa mendengar. Ya tuhan, ada apa denganku?

Aku mengguncang-guncangkan tubuh JB sambil terisak-isak. Semua ini seakan seperti pertunjukkan bisu bagiku. Tiba-tiba telingaku dapat berfungsi kembali. Dan suara pertama yang ku dengar adalah suara ambulan yang memekakkan telinga, diikuti dengan bisikan orang-orang yang mengerumuniku dan JB. “Mwo? Tabrak lari? Aigo… Kasian sekali..” Aku mendengar salah satu dari mereka berkata seperti itu. “Tolong! Tolonglah temanku!!” Aku memohon sambil memperhatikan wajah orang-orang itu. Kemudian beberapa orang membantuku mengangkat JB ke dalam ambulan untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

“JB…. Bangunlah…” Aku memeluk JB dengan erat, berharap ia akan terbangun, tersenyum padaku dan berkata, “aku baik-baik saja Suzy.. Kau tak perlu khawatir” Namun, semua itu adalah hal yang tak mungkin. Dokter sudah memberikan pertolongan pertama pada JB dengan memberikan semacam cairan pada luka-lukanya.

Tangisku tak berhenti-henti setibanya kami di rumah sakit. Bahkan tangisku meledak saat ku ketahui bahwa tulang tengkorak JB retak. Ya tuhan, apa yang harus kulakukan? Aku menangis menghampiri JB yang tergeletak di kasurnya dengan kepala yang diperban. “JB…” Aku mengelus pipinya lembut. Kulihat tekanan jantungnya melemah. Tidak… JB… Bertahanlah. Aku membaringkan kepalaku di dadanya. Mencoba mendengarkan detak jantungnya. JB.. Mianhaeyo.. Aku tak bisa membalas cintamu… Mianhaeyo.. Yang kucintai hanyalah Yonghwa oppa… Kau tahukan? JB.. Terima kasih sudah menjadi penyanggaku saat aku terjatuh. Terima kasih sudah mau menjadi orang yang sabar terhadap semua perilakuku. JB.. Bangunlah. Kita belum sempat tampil di acara kampus. Kita masih butuh latihan. Aku sudah pandai menari JB. Kau harus bangun dan lihat gerakanku. Kau bahkan akan takjub melihatku menari JB. Ayo.. Bangun JB. Aku… Membutuhkanmu. Sangat membutuhkanmu.

***

Author POV

Suara menggelegar yang tercipta karena gesekan antara ion-ion di atas langit, membuat Suzy dengan berat membuka kelopak matanya. Ternyata Suzy tertidur di kasur JB. Tapi.. ‘Kemana dia?’ Pikir Suzy. Suzy masih terdiam, mengumpulkan nyawa. Hingga tiba-tiba, suara yang sangat ia kenal menyapanya. “Annyeong, Suzy…” Suzy menoleh dan mendapati JB sedang duduk di kursi roda sambil membawa secangkir teh dan tersenyum pada Suzy. “Ah.. JB! Kau tak apa?” Tanya Suzy langsung menghampirinya. “Ne.. Aku sudah sembuh!” Ujarnya sambil mengangguk. “Benarkah?” Tanya Suzy tak percaya. Wajah JB masih pucat. ‘Tentu saja tidak..’ Jawab JB dalam hati. Namun ia tak akan berkata seperti itu pada yeoja yang ia cintai. Ia memaksakan seulas senyum untuk Suzy. Melihat JB yang seperti itu membuat Suzy khawatir.

JB menganggukkan kepalanya lagi. Suzy hanya tersenyum lalu mendorong kursi rodanya menuju jendela rumah sakit. JB menghela napas panjang lalu menatap Suzy. Entah mengapa, melihat JB seperti itu Suzy ingin menangis. Suzy menggigit bibirnya. “Mianhae JB-ah…” Ucap Suzy sambil menahan tangis yang ingin pecah. JB tersenyum lembut. “Tak apa Suzy.. Kau tidak salah..” Katanya sambil menyesap tehnya. “Sejak kapan JB?” Tanya Suzy. Ia benar-benar tak menyangka JB mencintainya. Karena mereka baru saja saling mengenal.

JB mengendikkan bahunya. “Entahlah. Aku juga tidak tau. Perasaan itu.. Datang begitu saja” jawabnya. JB menatap keramaian lalu lintas di bawah sana. Suzy mengikutinya. “Tapi kau tau aku mencintai Yonghwa oppa JB… Berarti selama ini.. Aku telah menyakitimu..” Ucap Suzy sedih. “Tidak.. Kau tidak menyakitiku. Aku sudah kebal..” Ucap JB. ‘Kalau kau tau.. Hati ini sangat rapuh Suzy..’ Ucapnya dalam hati dengan getir. Air mata Suzy tumpah. Tak tahan Suzy mendengar perkataan JB. Sangat menyedihkan. JB mengusap punggung Suzy dengan hangat. “Tidak apa Suzy… Sungguh..” Kata JB. Air mata Suzy terus saja bercucuran. Suzy menundukkan kepalanya sambil mengusap air matanya sendiri. “Tapi.. Izinkan aku.. Untuk menyatakan perasaanku secara langsung kepadamu sekali saja..” Pinta JB. Suzy mengangguk dalam diam. “Suzy-ah… Saranghaeyo.. Naneun neoreul saranghada..” Suzy mulai terisak mendengar pernyataan cinta JB padanya. ‘Ya tuhan… Kenapa terasa sangat sesak? Apa dosaku terlalu banyak?’ Pikir Suzy pahit.

Hening di antara mereka. JB terus mengelus punggung Suzy. “Aku bingung…” Gumam JB. Suzy mengangkat kepalanya. “Mwo?”

“Aku bingung… Bagaimana caranya agar aku berpaling darimu? Rasanya susah sekali.. Hahaha.. Kau tau aku kan? Tak banyak yang tau aku… Apa lagi menyukaiku….” Ucapnya. Matanya terlihat sendu. Suzy menggenggam erat tangan JB sambil menatap dalam ke mata JB. “Kau tau?” Suzy menyeka air matanya sebentar.

“Kau itu bagaikan bunga, Jaebum-ah” ucapan Suzy sukses membuat JB bertanya-tanya. “Wae?” Tanya JB heran. “Kau itu indah.. Kau bisa memikat banyak kupu-kupu. Kupu-kupu di sini.. Diibaratkan sebagai yeoja.” Jelas Suzy. JB terdiam. “Tidak. Aku tidak berpikir seperti itu. Aku selalu menganggap orang yang kusuka adalah kupu-kupu. Kupu-kupu selalu terbang kemanapun yang ia suka. Jadi, yang melihat keindahan mereka bukan hanya aku. Tapi banyak orang. Kalau kupu-kupu itu sedang berada di dekatku, apa aku salah kalau aku ‘berpikir’ dia menunjukkan dirinya untuk aku seorang? Tidakkan? Asalkan aku senang karena itu, kenapa tidak? Tapi kupu-kupu tidak bisa menetap selamanya, bisa pergi dan kembali lagi, bisa pergi dan tak akan kembali lagi….” Jelas JB panjang lebar.

Ia benar-benar tak bisa berpikir bagaimana anggapannya itu akan menjadi kenyataan. Bahwa yeoja yang ia sukai, hanya ‘kebetulan’ lewat di kehidupannya. Suzy menarik napas dengan berat. “Kau seperti bunga yang disembunyikan oleh dedaunannya sendiri.” Jelas Suzy. JB diam, menunggu ucapan Suzy selanjutnya. “Kau itu tampan. Kau punya bakat. Kau pintar. Kau baik hati. Kau punya semuanya, JB.” Perkataan itu cukup membuat JB harus berpikir dua kali. Perlahan, timbul secercah semangat dari mimik JB. Juga secercah harapan.

“Kalau kau ingin disukai banyak orang, kau harus berusaha. Kau harus menyingkirkan dedaunan yang menyembunyikanmu. Kau harus bisa menarik perhatian kupu-kupu agar mau menghampirimu dan menetap di tempatmu… Selamanya.” Suzy tersenyum melihat JB. JB termenung sejenak lalu menganggukkan kepalanya. “Ne.. Aku akan berusaha..” Ujar JB lalu meremas jemari Suzy yang terpaut dengan jemarinya. ‘Semoga aku bisa…. Menggantikan kupu-kupuku yang cantik… Dengan kupu-kupu yang lain…’ Pikirnya dalam hati.

***

Yonghwa POV

Aku bangun dari tidurku dengan sakit kepala yang menyerang dengan ganasnya. Akhhh! Ini pasti karena semalam! Ah kepalaku pening memikirkan apa yang Sung Lee lakukan padaku. Aku memijit ringan pelipisku. Berusaha meredakan sedikit saja sakit kepalaku. Aku berjalan dengan langkah gontai menuju dapur. Aku butuh air mineral agar pikiranku kembali jernih. Aku mengambil gelas yang berisi air mineral dan meneguknya sampai habis. Aku duduk di sofa dan memejamkan mataku sebentar. Rasanya mataku masih saja terasa berat. Pikiran-pikiran yang menumpuk di kepalaku terasa begitu berat.

Ne, saat Sung Lee menciumku secara tiba-tiba. Di tengah hujan pula. Ya tuhan… Sebenarnya ada apa? Kenapa disaat aku ingin melupakannya, ia justru melakukan hal itu? Terlebih lagi, saat ia mengatakan hal yang benar-benar tak pernah terlintas di otakku.

“Aku ingin.. Oppa terus berada di sampingku.. Selamanya. Aku berbohong oppa. Aku menyukaimu. Jebal.. Jangan pernah tinggalkan aku..”

Perkataannya kembali terngiang dalam pikiranku. Ini benar-benar membuatku gila! Siapa yang harus kupilih? Sung Lee atau…. Suzy? Akkhh!! Kepalaku seakan ingin pecah!! Aku berjalan keluar menuju balkon. Memandang lautan Jeju yang sangat indah. Laut birunya seakan menyatu dengan langit biru di atasnya. Terpaan angin yang mengandung garam menerpa pori-pori kulit wajahku. Aku harus benar-benar memikirkan masalah ini dengan matang. Aku memejamkan mataku sejenak.

Tiba-tiba suara seseorang yeoja tertangkap pada gendang telingaku. Aku membuka mata dan mengedarkan pandanganku ke bawah. Ku lihat Sung Lee sedang berbicara dengan seseorang di handphone-nya. “Eomma.. Ne, penyakitku kambuh..” Aku membelalakkan mataku. Penyakit? Penyakit apa? “Ye eomma.. Hari ini hari terakhirku di Jeju..”

“……..”

“Hari ini aku akan ke rumah sakit..”

Dug! Kulihat siku Sung Lee terpentok pohon kelapa di sebelahnya. “Aww!” Pekiknya. Aku hendak membuka suara ketika kulihat sikunya berubah warna menjadi biru lebam dan ia langsung memuntahkan darah segar. Aku terkejut melihatnya. Aku langsung ke bawah dan berlari menghampiri Sung Lee. Aku terhenti saat Sung Lee masih berbicara dengan eommanya di handphone. Aku memilih untuk mengundurkan niatku untuk membantunya saat ku dengar Sung Lee berkata sambil terisak. “Eonni.. Aku tak sanggup lagi.. Aku sangat jahat padanya eonni.. Aku tak kuat..” Sung Lee terisak. Ternyata ia memasang loudspeaker di handphone-nya sembari membersihkan darah yang masih tersisa di mulutnya. Dan lawan bicaranya bukan lagi eomma-nya, tapi eonni-nya. Aku diam di tempat. Terus mendengarkan.

“Kalau begitu.. Kau harus berubah Sung Lee.. Kau harus bilang apa yang sebenarnya.. Kau harus meminta maaf pada mereka” terdengar suara eonni-nya berkata. Sung Lee semakin terisak. Ia menggeleng kuat-kuat. “Aku tak akan bisa eonni! Aku.. Aku pasti akan dibenci oleh mereka.. Eonni.. Aku takut..” Isaknya sambil menelungkupkan wajahnya dengan telapak tangan. “Kau pasti bisa! Kau tak bisa seperti ini terus!” Kudengar suara eonni-nya meninggi. Sung Lee terdiam. “Tapi.. Bagaimana caranya eonni?” Tanya Sung Lee, menahan tangis yang mendesak ingin keluar lebih banyak.

“Kau hanya perlu menutup matamu sebentar, tarik napas dalam-dalam.” Sung Lee mengikuti instruksi eonni-nya. “Lalu, kau buka matamu. Lihat sekitarmu. Lihat dunia ini. Dunia ini indah, Sung Lee-ah! Jangan kau rusak hanya karena egomu!” Kulihat Sung Lee mulai terisak lagi. “Ne eonni.. Aku terlalu mengikuti egoku.. Aku.. Aku jahat eonni.. Aku pantas untuk dibenci!” Maki Sung Lee pada dirinya. Aku memejamkan mata, mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini. “Kau harus bilang pada.. siapa nama namja itu? Ah, ne, Yonghwa?” Aku membelalakkan mataku begitu mendengar yeoja itu menyebut namaku. “Kau harus meminta maaf pada dia -Yonghwa- kalau kau tidak mencintainya.. Bilang padanya kalau kau mencintai Jonghyun..” Lanjutnya. Aku benar-benar tak bisa mengendalikan pikiranku. Aku memukul pohon yang menjadi tempat berlindungku sedari tadi dengan amarah yang memuncak.

Membuat Sung Lee menoleh dan terdiam kaku. “O..o..op..oppa…” Katanya dengan suara bergetar. Aku memandangnya dengan tatapan dingin. Aku benar-benar marah! “Kenapa kau harus berbohong padaku?!” Tanyaku dengan emosi yang tak dapat dikendalikan. Sungguh, aku tak bermaksud mengeraskan suaraku. Tapi ini sudah terjadi, ya sudahlah. Kulihat Sung Lee menatapku dengan tatapan ketakutan. “A-a-aku t-ti-ti-tidak bermaksud oppa…” Ucapnya dengan suara tercekat. Ia menghampiriku. Aku menghindar dengan memundurkan langkahku. “Maaf.. Mungkin lebih baik.. Kita tak perlu berbicara dulu. Aku.. Ingin menenangkan diri.” Ucapku dengan nada yang sedikit melunak tetapi tetap dingin. Ia menunduk sambil mengangguk perlahan. “A-aku.. Mengerti..”

Aku berbalik dan melangkahkan kakiku dengan cepat. Aku harus cepat pergi dari sini. Ya, harus.

***

Author POV

Jonghyun sedang mengangkat barang-barangnya untuk dibawa ke bus ketika ia melihat Sung Lee tergeletak di atas pasir dengan hidung yang mengeluarkan darah segar dan pipi yang biru lebam. Seolah-olah ia habis terkena pukulan yang keras sehingga menimbulkan sebercak warna biru di pipi mulusnya. Jonghyun berlari ke arah Sung Lee dengan jantung yang bertalu-talu. Hatinya seakan-akan terpelintir melihat Sung Lee yang tergolek lemas di pasir. “Astaga! Sung Lee!” Jonghyun mengangkat tubuh mungil Sung Lee dan segera berlari ke jalan raya dan menyetop kendaraan yang melintas di depannya. Ia tak mempedulikan apapun kecuali Sung Lee. Jonghyun memangku Sung Lee dengan perasaan kacau. Hatinya perih melihat wajah cantik Sung Lee menjadi seperti itu. “Sung Lee…” Jonghyun terus mengucap nama Sung Lee sambil mengelus rambutnya.

Ketika mereka sampai di rumah sakit, Jonghyun mengucapkan terima kasih kepada pemilik mobil yang rela mobilnya ia tumpangi dan bergegas ke dalam rumah sakit. Sung Lee segera dibawa ke ruang ICU. Sementara Jonghyun hanya bisa menunggu dengan perasaan gelisah.

“Sung Lee… Sebenarnya kau kenapa?” Tanya Jonghyun berkali-kali kepada dirinya sendiri. Ia merasa bodoh. Ia tak bisa melindungi Sung Lee. ‘Apa gunaku untuknya? Aku sampah!’ Pikirnya kesal. Ia duduk di kursi tunggu dan menutup wajahnya yang memerah karena kesal. “Jonghyun babo! Jonghyun babo!!” Jonghyun berteriak sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Beruntung di tempat itu hanya ada dirinya sendiri. Jonghyun berdiri, berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang ICU dan kembali duduk. Hanya itu yang ia lakukan selama kurang lebih 1 jam.

Akhirnya, pintu ruang ICU terbuka dan munculah seorang lelaki separuh baya. Dahinya keriput dimakan usia. Ia melepas kacamatanya dan berdeham pelan. Jonghyun dengan segera menghampirinya. Wajahnya tampak panik. Lelaki separuh baya itu tersenyum hangat untuk menenangkannya.

“Ba-bagaimana keadaan Sung Lee, uisanim?”

“Dia tidak apa.. Anda tak perlu khawatir. Ia hanya terjatuh dan pipinya terbentur sehingga lebam seperti itu.”

“La-lalu, ada apa dengan hidungnya? Kenapa berdarah?”

“Ah itu. Sung Lee menderita darah rendah, jadi ia mudah mimisan ketika banyak yang ia pikirkan.”

Jonghyun terlihat lega. Semua hal buruk yang sempat terparkir rapi di pikirannya menguap begitu saja. Ia tersenyum pada dokter itu lalu kemudian membungkukkan badannya. “Gamsahamnida uisanim. Anda sangat berjasa!” Ucap Jonghyun tulus. “Haha, kau terlalu berlebihan! Saya hanya melakukan tugas saya sebaik mungkin.” Balas dokter itu. “Eoh, saya permisi dulu ne?” Dokter itu kemudian pergi setelah Jonghyun menganggukkan kepalanya.

Jonghyun segera memasuki ruang ICU dan menghampiri Sung Lee yang sudah sadar. “Oppa…” Panggilnya lirih. Sung Lee terlihat sangat lemas. Jonghyun tersenyum lembut kepada Sung Lee lalu duduk di sebelah kasurnya. “Bagaimana kabarmu, Sung Lee? Baik-baik saja ne?” Tanya Jonghyun sambil mengelus puncak kepala Sung Lee. Sung Lee mengangguk dan balas tersenyum pada Jonghyun.

“Ne, oppa.. Aku tak apa..”

‘Aku sakit oppa..’

“Kata dokter, kau hanya terjatuh, benar?”

“Ne oppa.. Aku belum sarapan.. Jadi kepalaku pusing..”

‘Aniyo oppa, aku terbentur dan penyakitku kambuh..’

“Kalau begitu, kau mau makan?”

“Ne oppa..”

‘Aku sudah kehilangan napsu makanku oppa…’

“Tunggu sebentar.. Aku akan mengambilkan makanan untukmu.”

Sung Lee menghela napas dengan berat ketika Jonghyun keluar dari ruangannya. Air mata terasa tercekat di tenggorokannya. Ia tak mungkin berkata yang sebenarnya pada Jonghyun. Ia takut… Ia takut Jonghyun akan menjauhinya. Ia terpaksa berbohong. Sungguh, ia tak ingin seperti itu. Tapi…

***

Sung Lee terbangun ketika dokter sedang membersihkan luka lebam di sekitar tubuh Sung Lee. “Uisanim..” Panggilnya lirih. “Ne?” Jawab dokter itu sambil tetap membersihkan luka-luka Sung Lee. “Siapa yang mengantarku ke sini?” Tanya Sung Lee. “Seorang pemuda tampan” jawab dokter itu seadanya. “Siapa namanya?”

“Kalau tidak salah.. Jonghyun?”

Jantung Sung Lee tiba-tiba berdetak lebih cepat. Mendengar nama itu… Dia merasa sangat senang! Tapi, bagaimana cara ia menjelaskan keadaannya pada Jonghyun? Sung Lee berpikir sejenak hingga terbersit sebuah ide.

“Uisanim..”

“Ne?”

“Tolong jangan biarkan Jonghyun mengetahui penyakitku…”

“Lho? Ada apa? Lebih baik dia tau”

“Jebal uisanim.. Saya tidak mau kalau dia mengetahui penyakitku..”

Sang dokter terlihat berpikir sejenak. Ia merasa iba melihat Sung Lee yang memohon dengan keadaan lemas seperti itu. Apalagi, saat tau bahwa gadis secantik dan semuda ini sudah memiliki penyakit yang sangat serius. Dokter itu mengangguk dengan berat hati. “Baiklah..” Seketika itu, senyum Sung Lee mengembang. “Gamsahamnida uisanim..”

“Ne, sekarang lebih baik anda istirahat yang cukup..”

Sung Lee mengangguk sambil tersenyum. Tapi, ia merasa janggal dengan permintaannya ini. ‘Apa tidak apa-apa kalau aku berbohong?’ Pikirnya.

‘Mungkin tidak apa… Aku tak mau.. Jonghyun oppa.. Mengetahui penyakitku.. Mianhaeyo oppa…’

TBC=)

 

10 thoughts on “Sonjinan Sarang [Part 8]

  1. tbc’a nikin kaget,,,he3
    ohhh ternyata sung lee sakit,,,tpi bukan alasan buat menyakiti perasaan orng kan,,,,,
    bikin penasaran suzy ntar milih siapa !!!!
    pokok’a lanjut author >_o

  2. kasian bgt dh suzy-sung lee,, sung lee jdian ja ma jonghyun. Yonghwa ma suzy, jb ma min.. Happy ending deh thor, #hehe

  3. Haah setelah obrak abrik ffcnblueindo ff ini tetep blm ada lanjutanya😮
    Ayo dong thor dilanjut..
    Tapi sebelumnya maaf ya thor udah jdi silend rider selama ini *plak >.<V
    Tapi aku janji deh thor gak bakal jdi silend rider lagi ._.v
    Jadi terusin yaah.. *narik kolor author* /kabur/

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s