End and Begin Again

ending (1)

 

Title             :   End and Begin Again

Author         :   SaferPink

Rating         :    PG 17 +

Genre          :   Family, Little Romance

Length         :   OneShot

Main Cast   :   CNBLUE Jonghyun SNSDYoona DBSK (JYJ) Park Yoochun

Disclaimer  :    FF ini murni asli dari pikiran author, tidak menjiplak apalagi copy paste, apabila ditemukan unsur kesamaan dengan FF lain maka itu tidak lain adalah ketidaktahuan author

 

End and Begin Again

“Bagiku, aku tidak suka orang-orang yang tidak pernah cemburu, aku tidak ingin ia terang-terangan cemburu, tapi hanya cukup untuk membuat diriku tahu kalau dia melindungiku”

End and Begin Again

“Lagi? Kalau aku tidak cocok bagaimana?”

“Tak masalah, yang penting kalian bertemu dulu”

“Kali ini orang mana yang oemma rekomedasikan?”

“Busan”

“Oemma!!! Tidak bisakah Oemma membiarkanku mengurus diriku sendiri?”

“Tidak, Oemma tidak percaya padamu, Minggu depan pastikan kau tidak membuat kesibukan konyol kali ini”

“Aku butuh waktu untuk berpikir Oemma, aku tutup dulu teleponnya, Anyyeong, Ne aku menyayangi Oemma”

Fuuttf …… Gadget keluaran terbaru itu tergeletak begitu saja. Aku memijat-mijat kepalaku yang agak penat

“Oemma Gila” umpatku tanpa sadar

Entah sudah ke berapa kalinya dia menjodohkan aku dengan anak relasi bisnisnya yang terdiri dari berbagai genre itu, dan terakhir Oemma menjodohkan aku dengan anak pendeta

“Aku bisa gila” lagi-lagi aku mendesah pasrah

End and Begin Again

Satu minggu kemudian tepat hari dimana pertemuan itu akhirnya terjadi. Bagaimana pun aku bersikeras menyibukkan diri di hari ini, ternyata jauh-jauh hari Oemma sudah mengijinkanku cuti pada Ketua Choi, Presiden dimana aku bekerja tanpa sepengetahuanku. Menyebalkan, dan entah kenapa hari ini rasanya waktu berjalan sangat lambat

“Otte?” Oemma tersenyum seolah ia tidak tahu apa yang ada di pikiranku

“Dia tampan dan mapan, dia juga tipe orang yang romantis”

“Jinja, romantis?” aku menaikan sudut bibir sebelah kiri. Jadi orang yang tidak peduli dengan keadaan sekitar dan hanya mementingkan pesan dan panggilan pada smartphone-nya itu termasuk romantis saat ini?

“Dia terlihat seperti work holic” komentarku akhirnya

“Ahhh, kau tahu WavePro perusahaan game dari Jepang yang baru-baru ini menginvestasikan sahamnya pada perusahaan Korea?”

“Oh, kenapa? Oemma menang tender?”

“Bukan, dia bekerja di sana sebagai emm istilahnya perancang game”

“Oh”

“Jadi? Bagaimana?” Oemma masih saja mempertahankan senyum penuh harap itu

“Tentu saja, Oemma sudah tahu jawabannyakan … Ti ….”

“Tidak Yoona, kali ini tolong pikirkan baik-baik”

“Aku sudah memikirkannya dengan sangat baik, bahkan sebelum pertemuan ini terjadi. Sampaikan pada mereka aku menolak”

Aku bangkit dari duduk ku berniat menuju kamar

“Yoona ….?”

Ah Oemma, jangan memelas padaku

“Duduklah sebentar lagi, Oemma belum selesai bicara”

Aku menghela napas berat, dan dengan terpaksa kembali bertatapan dengan Oemma

“Kau tahu kenapa Oemma memaksamu terus akhir-akhir ini?”

Karena Jin Ah, tentu saja anak kesayangan Oemma itu baru saja dilamar satu bulan yang lalu, tapi gadis sok baik itu menolak. Kenapa? Karena aku belum menikah dan dia tidak ingin mendahului ku, cih … alibi

“Ini semua untuk masa depanmu, sayang”

Masa depanku? Aku ragu

“Oemma tidak ingin kau terlalu larut dengan penantian yang tidak jelas itu, dan lagi usia mu sudah matang untuk menikah, bahkan Jin Ah yang hanya selisih 1 tahun dengan mu sudah di lamar”

Haaahhhh, hal yang paling aku benci jika membicarakan pernikahan dan membanding-bandingkan aku dengan Jin Ah

“Pikirkan lagi, pikirkan masa depanmu, pikirkan Ayahmu yang menginginkan diri mu bahagia, dan pikirkan Jin Ah juga, kasihan jika pacarnya menunggu terlalu lama, kau tidak  mungkin menjadi pemutus hubungan mereka bukan?”

“Araseo”

Aku beranjak bangkit dengan wajah tertekuk

“Yoona ….”

Apa lagi sekarang?

“Oemma menyayangimu”

TSK! Oemma menyayangiku jika Oemma ada perlu denganku, bukan?

End and Begin Again

“Oemma sudah mengatur pertemuan dengan Lee Jonghyun hari ini, pastikan kau mempersiapkan dengan baik”

Pesan singkat Oemma di pagi buta ini benar-benar merusak mood. Meskipun saat itu Oemma menyuruhku untuk memikirkan lagi, tapi yang terjadi di sini adalah pemaksaan kehendak yang bersifat telak. Ya tentu saja aku tidak bisa mengelak kecuali aku membawa seseorang yang mau menikah denganku dalam waktu dekat ini. Mustahil!,

“Yoona-Ssi mau makan siang bersama?” Choi Sooyoung ketua tim kami itu dengan baik hati menawarkan

“Emm Maaf ketua, hari ini aku ada janji dengan seseorang”

“Oh, kalau begitu kami pergi dulu”

Aku memasang senyum seadanya mengantar kepergian mereka

“Hati-hati di jalan”

Baiklah sekarang aku harus bersiap untuk pertemuan yang sudah di atur susah payah oleh Oemma. Bayangkan diriku yang sedang tersenyum licik saat ini. Mempersiapkan dengan baik? maaf Oemma, kau akan kecewa lagi kali ini.

Tuk tuk tuk tuk

Aku mengetuk bosan jemariku ke atas meja. Aku sengaja terlambat 15 menit dari waktu perjanjian, dan dia? Dia sama sekali belum terlihat di sini. Apa aku salah tempat? Tidak aku benar-benar menanyakan dengan jelas tadi pada Oemma

“Mianhae agashi” seseorang tiba-tiba duduk dengan raut wajah menyesal, tentu saja Lee Jonghyun

“Aku tahu kau sibuk tuan, tapi aku juga punya kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan sama seperti mu”

“Mianhae Noona, aku sudah berusaha menghubungi mu tadi, tapi handphonemu tidak aktif”

“Ne?” Aku mengangkat alisku

“Oh, maaf”

Aku sengaja mematikannya agar Oemma tidak mengganguku dengan saran-saran konyolnya

“Baiklah, karena kita sama-sama sibuk, jadi langsung saja ke pembicaraan utama”

“Maaf tuan, sejujurnya aku …”

“Aku tahu, dan aku juga”

“Ne?”

“Aku tidak ingin menikah dengan cara seperti ini, maksudku akan lebih baik jika kita mengenal dengan apa adanya bukan karena keterpaksaan seperti ini”

“Senang bertemu dengan anda noona, semoga hubungan kita tetap baik kedepannya”

“Ne?” aku menunduk membalas salamnya

Hmm jadi dia paham apa maksud ku, baguslah. Sekarang tinggal melaporkan pada Oemma, kalau tuan Lee Jonghyun menolak menikah dengan ku, HA HA HA

End and Begin Again

“APA? BULAN DEPAN?” semua yang ada di lokasi theater kontan menatapku tajam. Aku hanya menunduk diiringi ringisan tanpa dosa. Memalukan. Aku berjalan cepat ke atap studio, mencari ketenangan

“Mwoya, Oemma apa maksudnya?”

“Orang tua Lee Jonghyun baru saja menelpon, dia mengatakan untuk mempercepat pernikahan kalian. Sepertinya kau melakukan dengan baik pertemuan tempo hari”

“Oemma jangan bercanda, aku sudah bilangkan aku belum ingin menikah”

“Jangan protes sayang, ini untuk kebaikanmu, untuk ayahmu dan untuk Jin Ah. Hari ini kau harus pulang ada banyak hal yang ingin Oemma bicarakan,ara!”

Jangan protes sayang, ini untuk kebaikanmu, untuk ayahmu dan untuk Jin Ah

Aku mencibir menirukan gaya bicara Oemma tepat setelah ia mengakhir panggilan teleponnya

Lee Jonghyun sialan! Ku pikir dia paham apa yang aku maksudkan kemarin, tapi ternyata dia justru yang menginginkan pernikahan terkutuk ini berlangsung

End and Begin Again

Aku hanya bisa terdiam memandangi diriku yang sudah berbalut gaun pengantin ini. Satu bulan ternyata berjalan dengan cepat, dan seberapa keras aku memberontak mereka tetap memaksaku, dan aku baru tahu kalau ternyata Ayah-lah yang mengatur semua ini

“Ayah tidak memikirkan kebahagiananku?”

“Justru karena ayah menyayangi mu sayang”

Haaah? Sayang? Sekarang aku bahkan tidak tahu lagi pengertian sayang

“Waah Yeppota Onnie” Im Jin Ah tiba-tiba saja muncul dengan sebuklet bunga

“Shut Up Jin Ah, kau ikut ambil peran dalam hal ini”

“Aniya, ini untuk kebaikan Onnie, kau tidak ingin jadi perawan tua kan?” Jin Ah merapikan gaun ku seadanya, lalu membimbingku keluar ruangan

“Jangan tegang onnie, bukankah kau pernah melakukannya dalam theater?” ia berbisik

“SHUT UP IM JIN AH”

Aku berusaha keras menahan amarahku. Aku benci kalian semua yang terlibat dalam pernikahan ini. Terutama kau Tuan Lee Jonghyun.

End and Begin Again

Jadi … Apa yang harus aku ceritakan sekarang? Kehidupanku saat ini?

Datar, terlewat datar untuk seorang yang baru saja menikah, Lee Jonghyun yang terlewat sadis, dia mendiamkanku sejak berlangsungnya pernikahan kami tiga bulan yang lalu. Tak masalah pada awalnya, tapi ini sedikit aneh, bukankah dia yang menginginkan pernikahan ini, tapi kenapa dia melakukan ini

“Ehem” Ketua Choi menyenggol lenganku

“Ne?”

“Jangan melamun terus noona, apa tugasmu sudah beres?”

“Ne? tugas? Ahhh belum ketua” aku meringis seadanya

#PLETAK

Lembaran script itu menciptakan bayangan bintang terbang di atas kepalaku

“Appo-ya ketua” aku meringis kesakitan

“Aku akan segera melakukannya, ketua”

“Ahh Yoona-Ssi pastikan kau melakukannya dengan baik”

“Ne!”

Aku menunduk memberi hormat kemudian pamit.

“Aish, aku baru tahu kalau ketua Choi ringan tangan” gerutuku sepanjang perjalanan sembari mengelus ubun-ubun yang masih terasa sakit

Ahhhh aku lupa tadi ketua Choi menyuruhku melakukan apa, ahhh bodoh kau Im Yoona. Aku menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal sembari berkeliling di depan Lobby studio

“Ehem, permisi agashi, dimana aku bisa bertemu dengan Ketua Red Production

Aku menoleh ke arah pemuda yang tiba-tiba saja berada di sampingku, aku seperti mengenalnya

“Nuguseyo?”

Pemuda itu membuka kaca mata hitamnya kemudian tersenyum lebar

“Sunbae?”

“Annyeong noona, merindukanku?”

“Sunbae?”

“Ya ini aku Park Yoochun, sunbae yang selalu menyiksamu saat ospek dulu”

“Jinja? jadi Mickey Yoochun artis theater yang terkenal itu adalah kau?”

“OMO Sunbae!!!” aku ingin berteriak saat ini jika saja orang-orang di sekitar mengijinkan ku

“Sssttt, kita lanjutkan nanti, sekarang dimana aku bisa bertemu dengan ketua Choi”

Aku mengangguk kemudian mengantarkannya menemui ketua Choi. Untuk sesaat aku hampir saja kehilangan akal sehatku untuk percaya kalau sunbae ada di hadapanku.

“Aku tahu kau terkejut dengan kedatanganku Yoona, tapi bisakah kau bersikap biasa?”

“Ne?”

“Orang-orang akan berpikiran aneh dengan senyum konyolmu itu” bisiknya

“Araseo sunbae” aku menunduk memberi hormat layaknya bawahan pada atasannya

“Aish jinja!” ia memukul ubun-ubunku dengan beberapa berkas di tangannya

“Appo-ya” rengekku manyun

“Aku dengar kau baru saja menikah?”

“Ne?”

“Ah Ne, Appa dan Oemma yang mengaturnya”

“Cukkaeso” ia tersenyum ikhlas ke arah ku dan aku… aku hanya tersenyum kecut

“Gwenchana-yo” ia menarik sudut bibirnya seadanya

“Gomawo sunbae”

Andai kau datang satu detik lebih cepat

End and Begin Again

Aku mendesah panjang. Aku paling bersemangat dengan hari libur, aku dengan mudahnya menghabiskan waktu 24 jam itu untuk tiduran atau bermalas-malasan, namun tidak untuk saat ini. Aku tidak mungkin mengurung diri di apartemen dengan orang terkutuk itu kan?

“Mau kemana?” tanyanya masih berkutat dengan notebooknya

“Latihan” aku menjawab sekenanya

“Dihari libur?”

“Hmm, kami mendapat proyek istimewa untuk akhir bulan ini”

“Oh!”Jonghyun hanya mengangguk tanpa beralih dari fokusnya

See? Lihat betapa tidak pedulinya dia dengan kehidupan sekitarnya. Kurasa benar kata pepatah yang mengatakan Programer tidak punya kehidupan sosial. Sudahlah setidaknya dia masih sadar aku tidak berada di rumah hari ini.

Aku hanya berjalan mengikuti kemana kaki ini berpijak. Aku tidak tahu ingin kemana. Biasanya Jin Ah dengan senang hati menemaniku kabur dari rumah, tapi tidak untuk hari ini. Dia sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pernikahannya bulan depan dan seharusnya aku membantunya tapi aku sedang malas meribetkan diri.

“Yoona-Ssi? Apa yang kau lakukan di studio? Maksudku ini hari libur” ketua Choi entah sejak kapan berdiri di sana

“Umm, aku …. aku hanya lupa membuat backup script untuk besok, aku terlalu ceroboh” aku meringis tertawa garing

“Ketua sendiri, apa yang ketua lakukan di studio?”

“Oh! Aku sedang jalan-jalan sekitar sini dan melihatmu masuk ke dalam”

“Oh!”

“Wae? aku tahu kau ada masalah, meskipun hubungan kita tidak dekat tapi kurasa tak ada salahnya kau menceritakannya padaku”

“Ne? ah Mianhae ketua jika itu menggangu pikiran ketua, aku bisa mengatasinya sendiri saat ini”

“Jinjayo?”

“Ne!”

“Hmm baiklah, apapun itu cepat selesaikan aku tidak ingin sampai mengganggu kinerjamu, Annyeong”

Ketua Choi tersenyum datar kemudian pergi

“Ketua!!!”

Entah kenapa aku memanggilnya. Ada sesuatu yang mendorongku untuk menceritakan semuanya pada ketua sok bijak ini.

End and Begin Again

 Finally, hari pernikahan Jin Ah tiba juga. Aku untuk pertama kalinya pergi dengannya ke acara resmi berdua. Aku memperhatikan pantulan diri ku dalam cermin kemudian tersenyum. Yeppo

“Aish jinja” aku mendengar runtukan kekesalan di dekatku.

Aku menoleh sejenak. Jonghyun ia tampak kesusahan mengikat dasinya. Huh? Padahal untuk mengerjakan rumus fisika yang jauh lebih ribet, dia dapat melakukannya kurang dari satu menit. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Seolah ada yang menggerakkan kaki ku berjalan ke arahnya entah apa, yang jelas saat ini aku tengah berdiri dihadapannya membantu mengikat simpul dasinya. Sedikit ku benahi kemejanya sekenaku dan tersenyum ramah ke arahnya.

“Baboya?” runtukku mendapati dirinya yang tengah menatap ku heran

“Gomawo” Jonghyun menahan tanganku saat aku berniat menjauh

Aku hanya mengangguk dan bergegas pergi tapi Jonghyun, ia masih menahan tanganku. Aku terpaksa membalikkan badanku menghadap ke arahnya. Jonghyun berjalan mendekatiku. Ia terdiam memperhatikan diriku yang tengah menunduk saking tegangnya. Detak jantungku bahkan berdetak tak beraturan saat ini. Dengan agak ragu Ia mengangkat daguku ke atas untuk menatapnya.

“Aku … ingin memulai dari awal, seperti Jin Ah, dan yang lainnya, sepasang kekasih yang saling mencintai kemudian menikah, bukan seseorang yang terpaksa menikah”

Ia tersenyum, Jonghyun, meskipun tidak begitu kelihatan setidaknya mampu memudarkan aura dingin yang biasa memancar di wajahnya.

End and Begin Again

Sepanjang pernikahan Jin Ah berlangsung, Jonghyun benar-benar menjaga nama ku di depan orang tua kami. Ia tidak berhenti menceritakan kebaikan yang bahkan belum pernah aku lakukan padanya, seperti

“Yoona benar-benar pintar memasak, dia istri yang baik”

Atau

“Omonim jangan khawatir, aku akan menjaganya”

Cih? Apa kau sedang menyindirku tuan Lee. Dan juga sejak kami tiba di tempat resepsi ia belum melepaskan gandengan tanganya. Apa kau ingin tampak mesra di depan orang-orang? Tanganku sudah berkeringat Lee Jonghyun

“Yoona-Ssi?”

“Sunbae? Kenapa ada di sini?” heranku tentu saja, karena aku tidak mungkin menggundangnya

“Aku menemani kakak ku, pengantin laki-laki itu adalah temannya”

“Oh!”

“Kau sendiri?”

“Ehmm sebenarnya pengantin perempuan-nya adalah adikku”

“Jinjayo? Tapi seingatku kau tidak mempunyai adik”

“Ah! Ne, dia adik tiri ku, ibunya dan ayahku menikah 4 tahun yang lalu”

“Ah pantas saja aku seperti melihat ayahmu saat beliau menjadi pendamping”

“Ahh kau pasti Lee Jonghyun bukan?” sunbae menghampiri Jonghyun yang tengah sibuk menguping sedari tadi

“Annyeong haseo, Lee Jonghyun-Imnida”

“Park Yoochun, sunbae Yoona saat dikampus dulu”

Jonghyun hanya tersenyum tipis, aku bisa merasakan wajah tegang keduanya. Entah kenapa? Maksudku aku bisa mengerti kenapa wajah sunbae tegang tapi tidak dengan Jonghyun. Peduli apa aku ingin segera keluar dari situasi ini. Mengenalkan suami pada seseorang yang pernah di sukai rasanya seperti masuk ke kandang harimau.

 End and Begin Again

“2-3 hari ini aku dan tim peneliti lainnya ada ekspedisi ke Jepang, sang investor ingin melihat langsung proses penelitian kami”

“Jepang?”

Aku mengangkat sedikit alisku, sendok berisi makanan penuh itu bahkan masih setengah perjalanan menuju mulut

“Ini memang mendadak, jaga dirimu baik-baik, aku akan sangat sibuk di sana”

Jonghyun menyelesaikan sarapannya dengan santai seolah tidak pernah mengatakan apapun sebelumnya.

“Aku berangkat, Annyeong”

Haaah …..

Aku mendengus kesal menjauhkan sarapan yang baru aku makan sepertiganya. Berhentilah bersikap tidak peduli Lee Jonghyun, jangan menyiksaku. Aku benci hidupku!!!!!!

End and Begin Again

Aku mengetuk-ngetuk pensil pada lembaran script. Ketua Choi menyuruhku memeriksa ulang bagian script yang typo untuk segera di perbaiki. Gegara Penulis amatiran itu sedang sakit dan script harus di cetak secepatnya agar para aktor dan aktris bisa segera mempelajarinya , ketua dengan mudahnya mengalihkan beban kerjanya padaku, ketua Choi posisi ku ini sebagai Co PD bukan asisten penulis, Oh My!

“Wae?”

Seseorang menyenggol lengannku, membuat kepalaku yang menopang di atasnya terjungkal

“YA!! Sunbae!!!!” aku membuang napas kesal. Kenapa semua orang begitu menyebalkan hari ini, Jonghyun, ketua dan sunbae juga

“Maaf aku tidak sengaja, emm maksudku aku memang sengaja tapi tidak sengaja membuatmu jatuh emm maksudku …”

“Aish sudahlah”

Aku tidak mungkin marah pada mu sunbae, tenang saja

“Ketua Choi mencarimu!”

“Jinja? Aish!!”

Aku merapikan script itu sekenanya dan beranjak pergi. Dia bahkan tahu aku ada benjubel tugas yang belum terselesaikan dan sekarang dia hendak membebaniku tugas lagi

“Eiittt! Kau mau kemana?” Sunbae menarik lengan ku

“Kau bilang ketua Choi mencari ku?”

“Ne! dia menyuruhmu untuk menemaniku jalan-jalan”

“Errr jangan bercanda”

Sunbae nyengir, jelek sekali

“Hehehe, aku memang bercanda lanjutkan saja pekerjaanmu”

“Ketua tidak mencariku?”

“Aniya! Aku yang mencarimu kemana-mana, biasanya kau itu sibuk lalu lalang ke sana kemari, berteriak sana sini …”

“Apasiih!!!” aku mengetukkan pensil yang aku pegang pada keningnya. Sunbae hanya tersenyum menampakkan gigi putihnya. Sunbae, jika aku boleh meminta, ahh tidak, bagaimana pun Jonghyun adalah suamimu saat ini, terlepas bagaimana sikapnya dia terhadapmu, dia tetap suamimu kan?? Im Yoona

End and Begin Again

Aku menganga tidak percaya di depan pintu apartemenku. Apa ini? Kenapa nenek lampir ini ada di sini? Bukankah dia harusnya di Illsan rumah suaminya

“Annyeong Onnie, aku dengar suamimu pergi ke Jepang, jadi sebagai adik yang baik, dengan senang hati aku akan menemani Onnie agar tidak kesepian”

“Cih Modus”

Jin Ah memasang senyum penjilatnya .

Aku membuka password rumah ku, kemudian melegang masuk diikuti Jin Ah. Ia merebahkan dirinya di atas sofa tamu sedang aku masuk ke kamar

“Kapan kau pulang?” tanyaku dari dalam kamar

“Beberapa jam yang lalu”

“Dan meluncur ke sini?”

“Hmm, baik sekalikan adikmu ini”

“Hul”

Aku berjalan ke arahnya sembari mengikat rambut belakangku

“Apa? Katakan padaku apa maksud kedatanganmu?”

“Kau tidak merindukanku Onnie?”

Aku hanya tersenyum sinis

Merindukanmu? Jangan bercanda Im Jin Ah, bahkan aku akan sangat senang jika kau dan ibumu kembali ke LA

“Sebegitukah kau membenci kami Onnie?”

“Jika kau ke sini hanya untuk protes, pulanglah aku ingin istirahat”

“Anniyyyaaa, Ya! sudah ku bilangkan aku ke sini untuk menemani Onnie sementara Lee Jonghyun tidak ada”

“Bahkan aku sudah terbiasa hidup sendirian sebelum menikah, pulanglah temani Oemma atau suamimu”

Aku mendorong tubuhnya menuju pintu keluar

“Dia sedang di Illsan, Onnie, aku akan bersikap baik, aku janji” Jin Ah mengacungkan ibu jari dan jari tengahnya membentuk huruf ‘V’.

“Errr, araseo tapi aku tidak akan bersikap baik padamu, jangan banyak bertanya dan jangan banyak protes”

Jin Ah menganguk paham kemudian kembali rebahan di sofa

“Onnie?”

“Dimana aku tidur? Tidak mungkinkan aku tidur di sofa”

“Aku bilang jangan banyak bertanya”

“Onnie, setidaknya berikan aku tempat tidur yang nyaman, Onnie”

“Onnie”

Aish Jinja orang ini, bahkan ini belum ada satu menit sejak dia mengatakan akan bersikap baik

“Onnie!!!!!!”

Aaahhh suara dolphinnya itu benar-benar menggangu mataku yang hampir menutup

“Aish, kau bisa tidur di kamarku” kata itulah yang terlontar saat aku membuka kasar pintu kamar

“Jinja? Aku tidur dengan mu?”

“Tsk!! Aku bilang kau tidur di kamar ku bukan tidur denganku, bodoh”

Jin Ah mengucrutkan bibirnya, ekspressi berbinarnya mendadak berubah seperti orang yang baru di tolak cintanya

“Lalu kau tidur dimana?”

“Bukan urusanmu noona, sudahlah kau masuk sana, aku sudah bilang jangan banyak bertanya”

Haaaahhhhh

Aku hanya bisa menghela napas berat saat membuka pintu kamar Jonghyun. Tidur di kamar Jonghyun untuk pertama kalinya, ahh tidak untuk kedua kalinya lebih tepatnya, walaupun saat itu aku tidak sengaja tertidur di kamarnya. Waktu itu, saat aku hendak membereskan kamarnya, karena tubuhku yang terlewat lelah, aku  mencoba rebahan sebentar namun yang terjadi adalah aku tertidur pulas di atas ranjang sampai tengah malam, dan ketika aku terbangun tangan kanan ku masih memegang sapu. Aku yakin Jonghyun pasti sudah menertawakanku waktu itu,  dan saat aku mencari-cari sosoknya, dia, Lee Jonghyun memilih tidur di atas sofa tamu, mengenaskan. Kenapa tidak membangunkanku atau setidaknya tidur di kamarku, bodoh.

End and Begin Again

Aku menarik sudut bibir sebelah kiri, kikuk. Aku baru saja mendapat kabar kalau aktris yang memerankan theater minggu ini mendapat kecelakaan dan harus mendapat perawatan yang intensif. Tidak bukan itu yang membuatku shock, akan tetapi saat sunbae mengusulkan diriku untuk menjadi penggantinya hanya karena aku pernah memainkan peran ini saat di theater kampus dulu, tentu saja bersama sunbae.

“Otte?” Ketua Choi bertanya penuh harap

“Ani, itu sudah beberapa tahun yang lalu, lagi pula ketua tahu sendirikan? Aku tidak pernah latihan lagi”

Semuanya kru mendesah kecewa

“Jika theater ini tidak bisa pentas minggu ini, habislah sudah rumah produksi ini, kita harus membayar denda pada sponsor karena dianggap melanggar kontrak” ketua Choi berguman pelan namun cukup jelas didengar

“Ayolah Yoona-Ssi, aku yakin kau bisa melakukanya, kau mengikuti theater ini dari awal, kau bahkan sering menirukan mimik wajah para artis saat mereka latihan” Sutradara Shin bahkan ikut membujukku

“Untuk rumah produksi ini!” tegasnya kembali

“Apa tidak ada artis lain? Bukankah jadwal noona Kim Yoo Jin kosong?”

“Kim Yoo Jin baru saja menyelesaikan theaternya minggu ini dan dia minta istirahat sejenak”

“Kim Nana? Yong Eun Seo? Kim Tae Hee?”

Semua kru terutama sunbae menatapku penuh harap. Otte? Bukan kemampuan ku yang aku takutkan tapi karena lawan main dalam theater ini adalah sunbae, aku takut perasaan yang mati-matian aku jaga, datang kembali.

End and Begin Again

“Fine!! Kita istirahat sejenak, latihan dilanjutkan setelah makan siang”

PD-nim itu memberi arahan pada semua kru untuk segera mengambil jatah makan siang mereka

“Aktingmu masih bagus” kata Sunbae di sela-sela kami mengantri untuk box-lunch

“Gomawo, tanpa sunbae katakan pun aku sudah tahu”

“Eiiiissshhhh!!!” Sunbae bersiap menjitak kepalaku namun tidak jadi, aku hanya terkekeh pelan. Kami kemudian berjalan  menuju atap gedung theater ini, tempat biasa mengobrol, menghabiskan waktu berdua

“Aku tidak percaya kita akan bermain bersama lagi” sunbae membuka percakapan

“Kau ingat, dulu klub drama benar-benar hampir mati dan berkat theater kita klub drama mulai banyak peminatnya”

“Ne, aku mengingatnya dengan jelas, sunbae bahkan mempromosikan besar-besaran untuk projek drama theater terakhir kita”

“Ani, bukan hanya aku, kau juga, bahkan kau yang paling semangat, kau rela hujan-hujanan hanya untuk menempel poster dikawasan Hongdae”

Aku tersenyum kala mengingat kejadian lima tahun silam itu.

Voice of Heaven theater terakhir yang aku perankan dengan sunbae. Kisah tentang sepasang kekasih yang terpaksa berpisah karena si laki-laki pergi untuk menjalankan wajib militer. Sang kekasih dengan setia menunggu keluarnya masa si laki-laki dari militer, dari namun di tengah perjalanan, terjadi bencana besar di negara itu. Kawanan sekutu yang merupakan musuh bebuyutan negara tersebut melanggar perjanjian perdamaian yang menyebabkan perang antar dua negara. Si laki-laki meminta pada sang kekasih untuk menunggunya, dia berjanji akan kembali membawa kemenangan untuk negaranya.

Seiring waktu berjalan, perang pun berakhir dengan kemenangan negaranya, namun si laki-laki belum nampak tanda-tanda kepulangannya. Hari demi hari sang kekasih menunggu dan berdoa agar di berikan keselamatan dan segera kembali untuk menemuinya. Namun apalah daya, beberapa tahun kemudian datang seorang prajurit mengatakan bahwa si laki-laki itu meninggal di tengah medan perang dan dia menitipkan sebuah harmonica untuknya. Sang kekasih pun hanya mampu tersenyum getir. Ia mengambil alat itu dan menangis sambil memainkan intrumen “Voice Of heaven” lagu yang dinyanyikan si laki-laki saat mereka pertama bertemu.

Kisah yang hampir sama dengan milikku, hanya saja saat itu sunbae pergi bukan untuk membela negara kami. Entahlah sampai saat ini aku tidak tahu apa alasannya pergi ke Jepang, dan meskipun saat itu dia memintaku untuk tidak menunggunya tapi tetap saja aku merasa bersalah karena menikah dengan Jonghyun, aku seolah mengkhianati cintanya.

“Kajja, kita harus segera turun, atau ketua Choi akan meledak lagi”

Aku beranjak dari dudukku dan berjalan cepat menyusulnya.

“Sunbae tungg …..Hwaahhh!!!!”

Aku tidak bisa mengontrol keseimbanganku, lantai tangga itu terlewat licin bekas air hujan semalam. Aku tergelincir hingga ujung tangga, aahhh benar-benar memalukan

“Gwencahanayo?”

“Yoona-Ssi??? Kau bisa berdiri?”

Arrhhhh, aku hanya merintih saat sunbae mencoba membantuku berdiri, sepertinya kaki kanan ku terkilir. Oh tidak!

End and Begin Again

Aku tidak bisa menolak saat sunbae memaksa untuk mengantarkanku ke rumah, walaupun Ahjumma yang mengurut kaki ku tadi mengatakan ini akan segera sembuh beberapa hari. Dia masih sama seperti dulu keras kepala

“Di sini tempatnya?”

“Hmm, terima kasih telah mengantarku sunbae”

“Ani … itu hal yang harus aku lakukan”

Sunbae masih saja mematung di depan pintu apartement, sepertinya dia menunggu sesuatu, apa ada yang ingin dikatakannya

“Ehhmmm, suamimu belum pulang?”

“Dia sedang pergi”

“Jinja?” ia bertanya dengan antusias

“hmm, maksudku kemana dia pergi?”

“ehem,,,, onnie kenapa tidak persilahkan ahjussi itu masuk”

Jin Ah -entah sejak kapan di belakangku- berkata dengan ketusnya

“Annniiyyyaa noona, aku hanya mengantarnya aku harus segera pergi”

“Ne, memang sebaiknya begitu bukan?”

“Ya, Im Jin Ah”

“Baiklah aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik”

“Dia bisa menjaga dirinya dengan sangat baik” cibir Jin Ah dengan sangat tajam, Aish, jinja orang ini

“Annyeong”

Aku bisa melihat gurat kekecewaaan dalam wajahnya, sunbae maafkan aku!

“Nuguya? Onnie?” Jin Ah menahan tanganku yang hendak beranjak masuk

“Siapa orang itu? apa dia orang yang menjadi penengah kau dan Lee Jonghyun?”

Aku memberikan death glare ku kepadanya, mwoya? Kenapa dia sangat berisik hari ini

“Kenapa kau tidak urus saja urusanmu, Noona IM JIN AH”

Aku membanting pintu masuk apartement, tidak peduli betapa dia akan terkena serangan jantung karenanya.

End and Begin Again

Ku pikir hari-hari ku akan lebih baik saat tidak ada Jonghyun, tapi nyatanya Jin Ah jauh lebih menggangu. Ia benar-benar berisik, membuat otakku seakan ingin pecah, terlebih suara cemprangnya itu yang merusak pendengaran. Kalau seperti ini lebih baik aku terkurung dengan Jonghyun. Aaahhh kenapa aku mendadak merindukanya? Ini sudah hari ketiganya di Jepang, dia bahkan tidak pernah menelponku. Apa dia benar-benar sesibuk itu?

Dering handphone itu berhasil mengusik pikiranku tentang Jonghyun atau justru membuatku tertegun karenanya. Aku membaca tulisan yang tertera di layar gadget itu dengan seksama, ini memang nomornya.

“Yobo … seyo?” agak ragu aku menjawab telepon itu

“Ini aku, semuanya baik-baik saja?”

“Nnnn Ne!”

“Syukurlah, mungkin aku akan sampai besok pagi”

“Itu saja, aku tutup telep…”

“Tunggg gu Joon-ahh!!!”

“Ne?”

“hmm, apa kau sudah … mmm …..”

Aku mengacak-acak rambut belakangku mencari pertanyaan yang sesuai

“Ne?”

“Apa kau sudah makan?” akhirnya kata itu lah yang keluar

“Ne? Hmm, aku baik-baik saja tidak usah mengkhawatirkan aku, aku tutup teleponnya”

Susah payah aku mencari kalimat untuk memulai percakapan dan dia menyudahinya begitu saja. Lee Jonghyun apa kau sesibuk itu, jauh-jauh menelpon dari Jepang hanya untuk berbicara kurang dari satu menit. Tapi bukankah akan lebih canggung jika pembicaraan itu tidak segera di akhiri, Lagi pula tariff roaming Jepang-Korea lumayan mahal bukan?

End and Begin Again

Seperti yang di katakan Jonghyun kemarin, hari ini dia kembali dari Jepang. Jin Ah yang sangat berisik berganti Jonghyun yang luar biasa canggung, TSK!! tidak begitu buruk. Aku menggigit kuku jari ku resah

“Apa dia benar pulang hari ini?”

Aku menatap layar ponselku, kenapa dia tidak menghubungiku? Atau setidaknya memberi pesan untuk tidak usah menjemputnya di bandara. Aish jinja! Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

“Mungkin dia sedang di pesawat” aku menenangkan diriku.

Akhirnya yang aku lakukan hanyalah duduk di sofa sembari mengawasi ponsel yang tidak tahu kapan akan bordering.

Entah sudah berapa menit berlalu sejak aku memutuskan untuk menunggunya sembari tiduran atau aku benar-benar tertidur. Aku merasa tubuhku seolah terbang. Apa aku sedang bermimpi? Aku seperti melihat sosok Jonghyun sedang memindahku menuju kamar

“Kau sudah pulang?” entah itu berguman atau setengah sadar, kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku, dan dengan mata yang sedikit terbuka aku melihat Jonghyun tersenyum memamerkan lesung pipinya

Keesokan paginya saat aku benar-benar sudah bangun. Aku mendapati  diriku tertidur rapi di atas kasur kamarku. Aahhh jadi yang tadi malam benar dirinya, syukurlah.

“Kakimu baik-baik saja?” tanyanya di sela-sela sarapan kami

“Bagaimana kau…?????”

Ahhh tentu saja Jin Ah, siapa lagi, dasar tukang adu

“Ne, hanya terkilir, beberapa hari akan sembuh” aku mencoba mengulas senyum mencairkan suasana

“Oh”

Aish, Lee Jonghyun kau membuatku gila jika terus bersikap seperti ini

End and Begin Again

Hari pementasan theater tinggal menghitung menit. Sunbae, ketua Choi bahkan sutradara Shin tak henti-hentinya menyemangatiku sedari tadi. Aku benar-benar gugup meskipun aku pernah memerankannya tapi tetap saja itu sudah beberapa tahun yang lalu

“Im Yoon Ah FIGHTING”

Aku mengangguk seadanya, gurat kegugupan itu tidak juga hilang dari wajahku

“FIGHTING” aku menyemangati diriku sendiri, bersamaan saat tirai penutup itu terbuka

Aku hanya tersenyum getir, baris pertama bangku penonton itu kosong satu. Kursi yang harusnya di isi oleh oleh tamu istimewa itu masih terpasang dengan jelas nama pemiliknya. Dia tidak datang. Lee Jonghyun

Melupakan tentang Jonghyun, aku mulai fokus pada theater ini. Terlihat di sana sunbae sudah mulai memasuki panggung diikuti tepukan riuh oleh penonton. It’s Show Time.

Setengah jam telah berlalu, kini kami telah sampai di pertunjukan klimaks, cerita saat sunbae harus meninggalkan ku untuk berperang membela negara kami.

“Gwenchana, aku akan kembali, aku berjanji” sunbae merapikan rambutku. Aku bersiap meneteskan air mata. Perlahan, sunbae meraih tulang tenggorakku dan mendekatkan ke arahnya. Mwoya? Apa yang akan dilakukannya? Ini bahkan tidak ada script atau saat gladi resik tadi

“Mianhae” ucapku tiba-tiba membuat semua kru termasuk sunbae terkejut

“Wae???” sunbae segera melakukan improvisasi

“Hanya mianhae” aku menangis dalam pelukannya. Tidak, ini air mata yang sesungguhnya, aku benar-benar minta maaf karena tidak sabar menunggunya. Aku minta maaf karena mengkhianati cintanya, aku minta maaf karena perasaanku yang tidak lagi padanya. Aku benar-benar minta maaf

End and Begin Again

“Hwaaahhh benar-benar Melow drama” komentar PD-nim usai pertunjukan

“Cukkae Yoona-Ssi”

Para kru yang lain pun berhamburan memberi selamat dengan senyum ramah mereka,termasuk Sutradara Shin yang selama latihan selalu membentakku agar lebih menjiwai karakter

“Comeback mu tidak terlalu mengecewakan, Yoona-Ssi”

Aku hanya tersenyum merasa tersanjung. Untuk seorang sutradara yang begitu angkuhnya bisa memujiku? apa aktingku benar-benar hebat tadi. Kurasa mungkin aku sudah terbang ke langit ke tujuh, jika saja Ketua Choi tidak menyadarkanku

“Ehem”

“Ahhh ketua” aku hampir saja mengucrutkan bibirku

“Kenapa kau menolaknya tadi?”

“Ne?”

“Apa seseorang tiba-tiba saja terlintas dibenakmu?”

“Ne?”

“Ahhh sudahlah, aku tahu siapa yang kau pikirkan, sejujurnya ada sedikit kekecewaan tadi”

Bisik Ketua Choi menepuk pundakku sebelum akhirnya berlalu saat sadar sunbae tengah menungguku di depan pintu dengan banyak karangan bunga di tangannya

“Apa maksudnya?” aku berguman pelan seraya menghampiri sunbae datang

“Hwaahhh, kau mendapat banyak perhatian”

“Ini milik mu”

“Jinja?”

“Hmm”

Aku mengambil sebagian karangan bunga yang ada di tangannya

“Kau pasti sangat terkejut”

“Ne?”

“Maaf, aku hanya melakukan improvisasi, aku pikir akan lebih baik jika ada sedikit emm kiss scene-nya”

Ahhh, jadi ini semua tentang adegan itu

“Saat itu, aku pikir Sunbae lupa pada scriptnya, aahhh harusnya aku sadar kalau sunbae melakukan improvisasi, lagi pula Sunbae kan actor professional, tidak mungkin lupa pada script, aku harus banyak belajar lagi”

Sunbae hanya tersenyum mengacak-acak puncak kepalaku. Maaf sunbae, sepertinya benar kata ketua ada seseorang yang sedang aku pikirkan saat itu, seseorang yang mungkin akan terluka jika aku melakukannya di belakangnya, Lee Jonghyun mungkinkah?

“Kajja, orang-orang pasti sudah menunggu peran utama”

Sunbae mengayunkan kepalanya mengajakku keluar ruangan. Sepertinya para kru sedang mengadakan pesta untuk merayakan suksesnya theater hari ini.

End and Begin Again

Aku berjalan gontai menuju ke arah kamar, padahal aku hanya minum jus anggur tapi kenapa kepalaku rasanya berat. Aku hendak membuka pintu kamarku, namun niat itu beralih saat aku melihat kamar Jonghyun yang sedikit terbuka. Entah apa yang mendorongku, aku berjalan mendekatinya, ke arah Jonghyun yang sedang tidur dengan tenang. Aku mensejajarkan kepalaku di hadapannya, hingga aku dapat melihat jelas detail lekuk wajah suamiku sendiri.

Aku merapikan rambut Jonghyun yang menutupi keningnya sembari tersenyum geli, kalau di lihat dari dekat Jonghyun punya sisi manis juga. Aku masih saja mengelus-elus wajahnya hingga membuat kerutan di dahi Jonghyun sedikit bergerak, sepertinya sudah aku mengganggu tidurnya.

Jonghyun terbangun membuka mata. Meski tidak begitu kentara tapi aku tahu ia kebingungan mendapati diriku berada di kamarnya. Entah kenapa saat itu aku justru menangis, ada rasa menyeruak dalam dada yang membuatku sulit untuk bernapas.

“Wae?” binggung Jonghyun mengusap satu persatu air mata yang mengalir dengan ibu jarinya. Aku semakin sesugukkan karenanya. Jonghyun yang tidak tahu harus berbuat apa hanya mendekapku kemudian mengelus punggungku dengan lembut.

Kenapa seperti ini, Lee Jonghyun tidakkah kau sadar bahwa aku …. telah jatuh cinta padamu

End and Begin Again

“ANDWEEE!!!!”

Aku terperanjat dari tidurku dengan napas terengah-engah. Sekujur tubuhku basah oleh keringat. Aku memegangi dadaku mengatur napas agar lebih stabil. Mimpi apa itu? aku melihat Jonghyun tengah terduduk pasrah di atas kursi roda, dan di sana aku bersama dengan seorang anak kecil dengan sabar merawat dan memberikan perhatian padanya. Apa yang telah terjadi?

“Onnie?? Kau sudah bangun???”

Jin-Ah, sepertinya aku mendengar suara Im Jin Ah

“Oppa, Yoona Onnie sudah sadar” teriaknya memanggil seseorang yang sedang berada di luar

Sadar?

Kini aku melihat Jonghyun menatapku dengan senyum penuh kelegaan

“Kau sudah bangun? Akan aku panggilkan dokter” Jonghyun meremas lembut tangan kananku kemudian berlalu keluar kamar

Dokter? Aku di rumah sakit? Bagaimana bisa?

Seperti apa yang dikatakan Jonghyun tadi, segerombolan orang dengan baju serba putih datang menghampiriku. Ia memeriksa tekanan darahku, denyut nadi dan lain-lain yang biasa mereka lakukan untuk cek-up rutin.

“Onnie, aku merindukanmu” Jin Ah tiba-tiba saja memeluk saat gerombolan orang berbaju putih itu membawa Jonghyun untuk mengikuti mereka

“Mwoeyo?” aku bertanya dengan ragu

“Kami semua benar-benar terkejut saat mendengar onnie masuk rumah sakit, bagaimana onnie bisa pingsan di kamar mandi?”

Aku? Pingsan di kamar mandi?

“Kata Jonghyun Oppa, tubuh Onnie benar-benar seperti es bersuhu di bawah 0oC, dia benar-benar panik saat itu, kenapa Onnie bisa sampai seceroboh itu? huh?”

“Aish,aku bahkan baru sadar, kenapa kau malah menceramahiku dengan hal-hal yang sudah berlalu, pergilah kau sangat berisik” aku menaikkan selimutku menutupi seluruh kepala, kemudian membalikkan tubuhku membelakanginya

“Onnie, apa terjadi sesuatu saat onnie koma? Apa Onnie melihat pemandangan yang aneh?”

“Apa  maksud mu?”

Aku membuka selimutku menatap Jin Ah tajam

“Maksudku …..”

Jin Ah menghentikan kalimatnya saat melihat Jonghyun masuk ruangan

“Ahh Oppa, Bagaimana? Apa dokter mengatakan sesuatu?”

“Hmm, jika keadaannya membaik dia boleh pulang lusa depan”

“Ahhh, begitukah?”

Jonghyun hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaan Jin Ah

“Ahh Oppa, maaf aku harus pulang, Oemma memintaku untuk menjemputnya”

“Ahh ye, terima kasih Jin Ah-Ssi”

“Ne, Onnie aku pergi dulu, jaga diri baik-baik, Fighting!”

Cih, masih saja dia bertingkah seperti itu, dasar. Jin Ah berlalu menyisakan aku dan Jonghyun yang masih terdiam damai. Apa ini! Terlalu canggung, Jin Ah bilang dia sangat mengkhawatirkan aku

“Kau baik-baik saja?”

“Hmm”

Aku hanya mengangguk lemah dengan senyum seadanya

“Kau ingin sesuatu? Akan aku ambilkan”

Aku menggeleng lemas

“Cukup temani aku saat ini”

Sebisa mungkin aku meraih tangan Jonghyun, ia yang tadinya bersiap pergi, kini kembali duduk di tepian kasur memijat pelan kakiku yang masih sangat kaku. Aku menutup mataku menikmati pijatan Jonghyun yang terlewat halus hingga aku tidak merasakannya lagi. Tidak, aku bukan tidak merasakannya tapi Jonghyun yang menghentikan pijatannya. Aku membuka mataku saat merasakan kecupan singkat di kening. Jonghyun-ah kau?…. Jonghyun hanya tersenyum tipis kemudian melanjutkan aktifitas sebelumnya.

End and Begin Again

“Ho, Ketua Choi?”

Aku tersenyum seadanya saat melihat ketua Choi tiba-tiba muncul dari balik pintu masuk dengan sebuklet bunga tulip putih.

“Apa yang kau pikirkan hingga membuat dirimu pingsang di kamar mandi, huh?”

Aku hanya meringis, aku bahkan belum ingat apa yang terjadi hari itu

“Ketua sendirian?”

“Ani, Sutradara Shin sedang memarkir mobil dan Mickey Yoochun ada urusan dengan toilet”

“Ahhh”

“Dimana suamimu?” Tanya ketua Choi sembari mengganti bunga yang ada di vas dengan bunga segar yang ia bawa

“Oh, dia sedang menebus obat dan melunasi administrasinya”

“Yoona-Ssi, kau tahukan kalau theater kita sukses besar akhir minggu kemarin”

“Ne”

“Pihak Sponsor ingin melihat sequelnya”

“Bukankah Voice Of Heaven itu tidak ada sequel-nya?”

“Karena itulah, kita yang akan membuat sequelnya”

“Ne? bagaimana caranya? cerita itu dari jaman perang dunia II, penulis aslinya pasti sudah lama meninggal”

“Eiiii, kita akan membuat sequel versi kita, kau persiapkan diri saja dengan baik”

“Aniya, kemarin aku terpaksa melakukannya karena tidak ada aktris yang memainkannya, tapi tidak untuk kedua kalinya, ketua tahu sendirikan bagaimana aktingku kemarin, sekarang aku sadar kenapa dulu ketua mengatakan aku sangat berlebihan saat aku bersikeras ingin menjadi aktris theater”

“Baiklah, aku memang tahu persis dimana titik lemahmu saat berakting, tapi ini permintaan langsung pihak sponsor, mereka ingin melihat kalian berdua menjadi couple dalam theater”

Aku menatap mata ketua Choi, kalian berdua? Siapa? Aku dengan sunbae? Jika bisa memutar waktu, bukan hanya kalian aku juga ingin menjadi couple yang sesunggguhnya dengan sunbae. Aku memegangi dadaku, jika memikirkan ini selalu ada sesuatu yang menyeruak di dalamnya, membuatku sesak

“Gwenchanayo?”

“Aku akan memikirkannya kembali”

“Pastikan kau membawa jawaban yang memuaskan saat kembali, ara”

Kenapa ketua mendadak kembali menjadi serigala memangsa? Aneh. Aku beranjak bangun saat melihat pintu keluar-masuk itu terbuka. Sutradara Shin nampak tersenyum dari sana kemudian beberapa detik kemudian di susul Sunbae dan Jonghyun. Kenapa aku merasa aneh melihat mereka berdua datang bersamaan?

“Kau baik-baik saja?” Tanya sutradara Shin

“Hmm, kata dokter besok sudah bisa pulang”

Kemudian kami melanjutkan mengobrol mengenai apa saja yang tengah terjadi. Benar-benar lucu membayangkan bagaimana PD-Nim mengcover pekerjaan sendirian saat diriku tidak ada, atau ketua Choi yang mencari penggantiku untuk menjadi sasaran kemarahannya.

End and Begin Again

Ketua Choi tersenyum mengejek saat aku mulai mempelajari script yang di sodorkannya. Bagaimanapun, Ia punya segudang alasan untuk memaksaku menjadi bagian dari theater ini. Menyebalkan.

“Ahh sunbae, Anyyeong” aku berlari menghampiri sunbae, tapi ia hanya tersenyum kemudian berlalu

“Ada apa?” aku berguman pelan kemudian menyusulnya ke ruang latihan

Sunbae benar-benar aneh hari ini. Wajahnya tampak murung. Saat latihanpun dia tidak lagi mengusiliku seperti yang biasa dilakukannya. Apa dia sedang ada masalah?

“Ehem” aku berdehem meletakkan menu makan siangku di hadapannya. Sunbae yang sadar akan adanya diriku buru-buru bangkit bergegas pergi

“Kau tidak berniat menghindariku sepanjang hari kan sunbae?”

“Ne? aniya … Yoona-Ssi jangan salah paham”

“Lalu kenapa saat aku datang kau malah pergi, huh?”

“Itu karena … karena aku tiba-tiba saja teringat untuk mengambil cucianku di laundry”

“Aku pergi dulu, Annyeong”

Lihat bagaimana sikapnya yang berubah 90o padaku, bukan? lagi pula bukankah pihak hotel tempatnya menginap pasti menyediakan fasilitas laundry? Ini terlalu aneh

End and Begin Again

Aku bergegas keluar saat taxi itu berhenti di lobby bandara. Aku berlari serabutan kearah loket penerbangan menuju Jepang, mencari-cari sosok itu dan berharap bahwa aku tidak terlambat untuk kedua kalinya

“Waeyo? Kenapa ia selalu saja pergi tanpa pamit seperti ini”

Pandanganku mulai kabur karena cairan bening yang hampir tak terbendung oleh mataku. Aku mulai putus asa kemudian menjatuhkan diri pada bangku yang tak jauh dari tempatku berdiri. Aku menunduk, menenggelamkan kepalaku ke bawah kemudian terisak.

Yoona-Ssi Annyeong

Maaf aku pergi tanpa pamit lagi, aku hanya merasa tidak pantas bertemu dengan mu

Aku harus kembali ke Jepang, kotrak ku di Korea sudah hampir habis dan perusahaan tidak memperpanjangnya.

Ani, itu hanya alasan, aku tahu, aku memang seharusnya tidak muncul lagi saat memutuskan menghilang dari kehidupanmu. Kau benar-benar serasi dengan suamimu, kuharap dia bisa menjagamu dengan baik. Kau jangan khawatir, aku akan segera menikah, dan saat itu tiba pastikan kalian sudah mempunyai momongan. Aku pergi

Sunbae – Park Yoochun

Note:

Kau tidak perlu merasa bersalah, ini memang seharusnya terjadi

End and Begin Again

“Aku pulang”  kataku pelan saat memasuki apartement. Jonghyun yang tadinya sibuk dengan berbagai rumus di otaknya sedikit menyempatkan diri untuk melihatku

“Kau sudah pulang?”

“Aku sedang ingin sendiri, bisa kau tinggalkan aku?”

Pintaku agak sedikit kasar. Peduli apa aku sedang tidak ingin bicara ataupun melihatnya saat ini. Aku menjatuhkan diri di atas kasur menutup sebagian kepalaku dengan bantal kemudian dengan sendirinya air mataku mengalir melalui sudut mata.

Aku menghela napas panjang, ini sudah hampir satu bulan kepergian sunbae, dan hari ini aku benar-benar tahu alasan sebenarnya ia pergi. Lee Jonghyun, ya karena Jonghyun yang memintanya untuk menghilang. Ini terjadi saat mereka datang menjengukku dirumah sakit. Aku sudah bilang ada yang aneh saat melihat Jonghyun dan sunbae datang bersamaan. Saat itu, Jonghyun yang baru saja selesai menebus obat, tidak sengaja berpapasan dengan sunbae di dalam lift. Selama perjalanan mereka hanya diam tanpa bertegur sapa, hingga saat pintu lift terbuka, Jonghyun meminta Sunbae untuk mengikutinya. Sutradara Shin yang kebetulan melihatpun menghampiri keduanya, tapi niatnya itu berubah saat ia tidak sengaja mendengar percakapan mereka

“Aku memintamu dengan sopan untuk tidak lagi muncul dalam kehidupan kami”

“Apa maksud anda tuan Lee?”

 “Apa kau sedang mengharapkan dia untuk kembali padamu setelah apa yang kau perbuat? huh?, maaf saja tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi”

“Tinggalkan Yoona, seperti saat kau memutuskan untuk pergi dari kehidupannya 5 tahun yang lalu”

“Kau? TSK!! Kupikir kau tidak mencintainya”

“Untuk seseorang yang mengharapkan pernikahan sekali seumur hidupnya, jangan bercanda”

Jonghyun tersenyum sinis

“Bagaimana jika aku menolak?”

“Apa kau sedang bernegosiasi dengan ku?”

Sunbae memainkan raut wajahnya

“Itu tidak akan terjadi karena kau … tidak punya pilihan lain”

Terlihat kilatan tajam diantara kedua bolah mata mereka berdua

Aku benar-benar marah saat tahu bahwa Jonghyun mengatakan itu pada sunbae, aku ingin meneriakinya. Kenapa tidak dia saja yang pergi, kenapa dia harus mengusir orang yang telah aku tunggu sekian lamanya. Tapi kemudian pertanyaan ketua Choi melintas di pikiranku

“Sebenarnya siapa yang kau inginkan Im Yoona? Lee Jonghyun yang saat ini adalah suamimu atau Park Yoochun cinta tak berbalasmu?”

Aku bangkit dari tidurku menatap wajahku yang sedikit sembab di cermin.

“Yang aku inginkan …..?” aku berguman pelan

 End and Begin Again

“Bagaimana kau bisa mengajukan cuti di saat sibuk seperti ini?”

Ketua Choi mengucrutkan bibirnya menatapku tajam. Raut wajah dinginnya seolah memberiku jawaban kalau permintaanku akan di tolak kali ini

“Baiklah hanya satu hari”

Aku merekahkan senyumku

“Kamsahamnida” aku pamit setelah menunduk 90o

Aku berjalan santai di pusat kota Seoul. Aku butuh refreshing. Aku benar-benar penat memikirkan beberapa hal yang mengganggu akhir-akhir ini. Entah itu tentang Jonghyun pun tentang ketua Choi yang memintaku untuk menjadi aktris theater ketimbang Co PD yang setiap hanya menjadi pelampiasan kemarahannya. Mengesampingkan itu semua, hari ini aku harus memanfaatkan cuti sehari ini sebaik mungkin.

Aku memasuki mall mewah di daerah Myeongdong. Belanja memang alternative terbaik penghilang stress meskipun nantinya kartu kredit ku akan over limit.

“Gwenchana agasshi?” seseorang memegangi kedua pundakku. Beberapa detik yang lalu pandangan mataku menjadi kabur, dan kepalaku serasa berputar dengan cepat.

Aku hanya mengangguk kemudian menyunggingkan senyum. Noona muda itu mengangguk paham kemudian berlalu, namun sedetik kemudian dia berbalik saat mendapati diriku yang hampir terjatuh lagi. Oh tidak! Aku tidak ingin pingsan disini, memalukan.

“Apa sebaiknya kita ke rumah sakit, agasshi?”

“Aniyo, aku baik-baik saja” jelasku tanpa melepas senyum manis ku

“Wajahmu pucat, anda yakin baik-baik saja?”

“Aku akan memeriksakannya sendiri nanti, anda tidak usah khawatir”

“Jinja?”

“Ne!!!”

Aku berusaha meyakinkan noona muda ini tapi sepertinya ini tidak mudah, dia bersikeras mengantarku ke rumah sakit.

End and Begin Again

Aku terbangun begitu saja dari tidur pulasku. Ini bahkan baru jam 11 Pm. Aku berusaha menutup mataku lagi, tapi gagal. Aku mendesah kesal, beranjak bangun keluar kamar sembari menyempatkan diri melihat kamar Jonghyun.

“Ho? Dia tidak ada di kamar?” pikirku melihat kamarnya yang masih rapi. Sesaat setelahnya aku beralih melihat ke arah ruang kerjanya. Gelap.

“Dia belum pulang? Di tengah malam seperti ini?”

Buru-buru aku mengecek handphone-ku, melihat apakah Jonghyun mengirimiku pesan atau sejenisnya, tapi semuanya Nihil, tidak ada sms pun voice mail.

“Oediesoe?”

Aku menekan angka satu berniat menghubunginya, namun saat akan menekan panel call, jemariku terhenti. Aku seperti mendengar suara gitar dari arah atap rumah. Mungkinkah?

Aku sedikit tersentak saat melihat Jonghyun benar-benar berada di atap rumah dengan sebuah gitar akustik di tangannya. Apa yang dilakukan di sini?

“Huh, apa aku menganggu tidurmu?” tanyanya saat melihatku yang berdiri diambang pintu melipat tangan memperhatikannya

“Hmm, sedikit”

Jonghyun menunduk sedikit menyesal, tapi kemudian dengan cepat berganti dengan senyum tipis

“Kemarilah”  Suruhnya, menyodorkanku pada tempat kosong di sampingnya

“Katakan lagu apa yang ingin kau dengar, aku akan memainkannya untukmu”

“Jinja?” ada sedikit nada ledekan saat aku mengatakanya tapi Jonghyun, ia malah mengangguk penuh percaya diri. Aku mendesah tidak percaya.

“Baiklah bagaimana kalau Brian Mc Knight – End and Begin With You”

“Mwoeya? Aku tidak tahu lagu itu”

Aku mengucrutkan bibirku

“Hmm, Kalau begitu mainkan saja lagu yang kau tahu”

“Uhmm, Jason Mraz?”

Aku mengangguk.

Jonghyun menyetel suara gitarnya menyelaraskan dengan tempo lagu yang akan ia mainkan. Dengan senyum tipisnya, Jonghyun menggerak-gerakkan kepalanya mengajakku menikmati alunan music Im Yours milik Jason Mraz.

Aku tersenyum mengikuti gerakan kepala Jonghyun yang benar-benar serius mengcover lagu itu, namun detik berikutnya, aku mendesah tidak percaya, Jonghyun, ia mencoba menyeimbangkan instrument music Jazz itu ke dalam Bad Girl Good Girl milik Miss A yang notabene-nya beraliran Pop Dance, aku semakin merekahkan senyum kala dia melanjutkannya dengan Shy Boy-nya Secret di susul I Don’t Care dari 2NE1, akhirnya tawa kami meledak saat dia mengakhiri permainannya

Mwoe? Aku tidak tahu ia punya bakat menyatupadukan instrument musik.

“Otte?” tanyanya senyum yang tidak bisa di sembunyikan

“Jonghyun-ah?” Panggilku saat kami sudah tenang dari insiden gado-gado lagu itu.

Jonghyun menatapku tajam, senyum yang tadinya menghiasi wajahnya berubah serius menanti kata yang hendak keluar dari mulutku.

“Besok kau ada waktu?”

Jonghyun meletakkan gitarnya pada sisi samping yang lain yang masih kosong

“Wae?”

“Aku …. Bisa kau menemaniku ke rumah sakit besok?”

“Kau sakit?” Buru-buru Jonghyun memeriksa suhu tubuhku

“Aniya, hanya cek up biasa, bisakah?”

Jonghyun menatapku penuh curiga, tapi kemudian ia mengangguk mengiyakan.

“Baiklah, aku akan kembali ke kamar kalau begitu”

Aku bersiap berdiri tapi tangan Jonghyun mencegahku. Ia merangkulku kemudian memaksa kepalaku untuk bersandar di bahunya.

“Tetaplah di sini sebentar saja,  jika kau mengantuk tidurlah, aku akan memindahkanmu nanti”

Aku mendongakkan kepalaku, memperhatikan Jonghyun yang tengah menutup matanya santai sembari menggenggam tanganku erat

“Jonghyun-ah”

“Hmm”

Aku menggeleng cepat, menepis pikiran aneh yang tiba-tiba hinggap di kepalaku.

“Ani”

Aku mengecup pipi Jonghyun singkat sebelum akhirnya menenggelamkan kepalaku dalam dekapannya. Malam yang hangat. Tidak peduli seberapa keras dulu aku menentangnya, pada akhirnya aku terjatuh juga, terlepas dari semuanya, tentang tipe ideal atau tentang cinta tak berbalas, Jonghyun menghapus semuanya. Kurasa ini saatnya aku mengakhiri semuanya dan memulai kehidupan yang baru dari awal. Lee Jonghyun, saranghae

End and Begin Again

The End

 

21 thoughts on “End and Begin Again

  1. sumpah demi apa ..ini bener2 keren bgetttt.

    beberapa ff deerburning yg q baca itu bagus bget.

    tapi ff ini bener2 diluar ekspektasi.

    keren, nice idea, gak terlalu rumit tapi menarik.

    cuma ada beberapa penggambaran sikap yoona n jonghyun yg kurang jelas.
    mis: scene yg agak potong2.

    tapi overall bener2 daebakk…

  2. Heee Jonghyunnya manly banget disini. Dan ada bbrp percakapan yg pernah Yoona sm Jonghyun ungkapin di khidupan nyata.. mgkin ini yg ngebuat FF nya kerasa kaya beneran.🙂

  3. aihhhh,,,,, seru bgt cerita’y, mski bner kta komen2 d atas, ada bbrpa bagian yg g jlas, tpi overall keren bgt!!! >.<
    dtgu ff slanjut'y y! bykin yg cast'y JongHyun y…..!

  4. OMO….Daebakk…
    Satu kata yang terpikir saat selesai membaca ff ini adalah
    Speechless….
    I wanna cry… T.T…
    Bagus bangett….
    Gamsahamnida,…Jeongmal

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s