My Valentine (FICLET)

My Valentine

Title : My Valentine

Author : Shineelover14

Cast :

  • Krystal Jung
  • Kang Minhyuk

Rating : PG-13

Genre : Romance

Length : Ficlet

Note : Sebenarnya ini FF yang mau aku post pas Valentine kemarin. Ehh malah gak jadi karena sesuatu hal. Moga gak basi yagh ceritanya. Mian klo terkesan maksa alurnya. Oke deh ,, Happy Reading !!

***

Terdiam gadis itu di tempat. Sudah 15 menit berlalu, namun ia masih menikmati lalu lalang kendaraan yang melintas di hadapannya. Ia duduk seorang diri di bangku halte. Ia tidak sedang menunggu bus atau pun menunggu kendaraan umum lainnya. Ia hanya menikmati sisa-sisa waktu yang entah akan berakhir didetik atau dimenit ke berapa.

Lalu lalang pejalan kaki melangkah dengan cepat menuju tempat tujuannya masing-masing. Ada beberapa diantaranya saling bergandengan tangan. Ada pula yang berjalan sambil bercanda dan tertawa riang. Banyak muda-mudi yang manghabiskan malam valentinenya bersama orang yang terkasih. Namun tidak bagi gadis itu.

Tubuh kurusnya dibalut mantel tebal berwarna krim yang manis dengan syal yang menutupi sebagian wajahnya. Sekarang telah memasuki pertengahan bulan Februari, namun hawa dinginnya masih menusuk tulang. Mata indahnya masih tak lepas menatap ke arah sebuat baliho berukuran besar yang berada di seberang jalan sana. Sedari tadi, hanya sosok itulah yang telah menyita seluruh perhatiannya. Bahkan ia tidak sadar, seorang wanita paruh baya terus saja menatap heran kearahnya.

“Mereka sangat tampan. Para gadis di Seoul sangat mengidolakannya,” tutur wanita paruh baya itu memecah keheningan. Krystal memalingkan wajahnya kemudian tersenyum. Alam sadarnya telah kembali.

Ne, mereka memang sangat tampan. Tapi pria bermata sipit itu lebih tampan diantara semuanya,” jawab Krystal sembari menatap kembali sosok yang tengah mereka perbincangkan.

“Apa kau sangat mengidolakan pria itu?” tanya wanita paruh baya tadi dengan nada ingin tahu.

Lagi-lagi senyum Krystal reka, “Lebih dari itu, aku sangat menyukainya.”

“Banyak gadis yang tergila-gila padanya. Mereka memang sangat populer. Apa kau tak menghabiskan malam valentine bersama kekasih mu? Biasanya, gadis seusia mu akan menghabiskan malam valentine bersama pasangannya,” ucap wanita paruh baya itu.

Krystal tersenyum getir. “Ne, memang banyak gadis yang menggilainya. Kadang aku merasa cemburu, namun aku sadar bahwa tak hanya aku yang mencintainya.” Krystal memutus ucapannya. Ia menghela nafas sejenak, berusaha mengatur suasana hatinya yang kurang baik. “Kekasih ku sedang sibuk. Ia tak punya cukup waktu untuk ku. Mungkin dilain waktu aku bisa merasakan malam valentine bersamanya.”

“Hm .. Ku harap kau mendapatkan hari terbaik mu nak,” ucap wanita paruh baya itu sebelum ia masuk ke bus yang baru saja tiba di halte tersebut.

Krystal memaksakan senyumnya dari balik syal yang menutupi sebagian wajahnya. Ia tak ingin terlihat sombong lantara suasana hatinya sedang tidak baik. Lagi pula penyamarannya kali ini sukses membuat wanita paruh baya tadi tak mengenalinya.

Kembali dunianya menjadi hening setelah kepergian wanita paruh baya itu. Hiruk pikuk jalanan kota Seoul yang padat oleh kendaraan tak membuatnya gentar untuk bangkit dari posisinya dan segera bergegas pulang. Ia masih betah berlama-lama disana. Memandangi sosok yang sangat dicintainya. Sosok yang telah mengisi seluruh relung hatinya. Bahkan sosok itulah yang menjadi penyebab mengapa suasana hatinya menjadi kacau seperti sekarang.

Lama Krystal menatap lekat ke arah ponselnya. Disana tertulis sebuah panggilan kesayangannya untuk pria yang ia cintai. “Lovely” nama itulah yang telah memenuhi kotak masuk di ponselnya sebulan yang lalu.

Air matanya jatuh ketika satu per satu pesan tersebut dibukanya kembali. Perasaan sedih serta kecewa mengaduk. Betapa sedihnya ia, mengingat sudah sebulan terakhir ia tak bertemu dengan kekasihnya yang juga memiliki profesi yang sama dengannya sebagai seorang publik figur. Jadwal manggung keduanya yang sangat padat membuat mereka jarang mengahabiskan waktu bersama. Ditambah lagi rutinitas kekasihnya yang sedang sibuk di Negeri Sakura itu membuatnya lost contacts selama sebulan terakhir. Krystal tahu betul itulah konsekuensinya bila ia menjalin hubungan dengan seorang idola, apa lagi dirinya pun selalu menjadi sasaran kamera wartawan.

Namun keegoisan mengalahkan semuanya. Ia ingin manjalani hubungan yang layak pada umumnya. Ia ingin bahwa seluruh dunia tahu, ialah gadis yang dicintai oleh Kang Minhyuk. Namun sayang, angannya terlalu melambung tinggi hingga membuatnya jatuh dan tenggelam oleh rasa kecewa.

Dan malam ini menjadi puncaknya. Ia benar-benar merasa iri ketika dilihat sepasang kekasih yang saling bergandengan tangan, berjalan-jalan ditengah keramaian tanpa takut harus dikenali oleh banyak orang.

Krystal menghela nafas panjang. Kini rasa bosanlah yang menghinggapinya. Diliriknya sekilas, jam telah menunjukkan pukul 22.00 malam, sudah saatnya ia pulang. Dengan berat hati ia bangkit dari duduknya.

Sebelum beranjak, tak lupa di tatapnya sekali lagi baliho yang memuat gambar para personil CN BLUE itu. Bibir tipisnya berbisik pelan, “Saranghae, oppa.”

Malam semakin pekat menyelimuti. Hawa dingin pun semakin menjadi-jadi menampakkan kekuasaannya. Dirapikan mantelnya yang sedikit kusut. Tak lupa ia membenahi tatanan rambutnya yang sedikit berantakan karena tertiup angin.

Suara ketukan dari heelsnya, membuat langkahnya terdengar berirama. Krystal memasukkan tangannya kedalam saku mantel. Wajahnya tertunduk dalam menghindari angin malam yang membuat pipinya terasa beku.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Krystal meraih ponsel itu dan segera menjawab panggilannya. Senyumnya mengembang setelah mengetahui siapa pemilik panggilan tersebut. Ia benar-benar merindu sosok yang ada diseberang sana. Tanpa menunggu lagi, Krystal mengangkat panggilan itu.

Oppa,” panggilnya bersemangat.

Ne. Apa yang sedang kau lakukan sekarang?” tanya Minhyuk di seberang sana.

“Aku—“ Krystal berpikir, memutar otaknya untuk mencari sebuah alasan yang tepat. Ia tidak mungkin berkata jujur pada Minhyuk bahwa ia masih berkeliaran di jalanan sedangkan jam hampir menunjukkan tengah malam.

“Aku—aku berada di pekarangan rumah oppa. Mencari udara segar. Tadi aku meminta izin dengan manajer ku untuk pulang kerumah,” dusta Krystal.

“Benarkah?” tanya Minhyuk ragu.

Ne, tentu saja.”

“Sejak kapan didepan rumah mu ada yang berjualan bunga?” tanya Minhyun membuat Krystal menyernyit heran. Krystal mengedarkan pandangannya dan tak jauh dari posisinya berdiri ada seorang pedagang bunga kaki lima sedang menjajakan jualannya. Krystal memukul jidatnya cukup keras, tanda ia menyesali kebodohannya. Namun akalnya tidak berhenti sampai disitu, segera ia mencari alasan untuk membohongi Minhyuk.

“Oh, tadi ada tukang bunga yang lewat di depan rumah. Inikan malam valentine, jadi wajar saja kalau ada pedagang keliling yang berteriak-teriak dimalam hari untuk menjajakan dagangannya.”

“Benarkah?” tanya Minhyuk masih ragu.

“Ten—tentu saja. Oh ia, oppa ada dimana sekarang?” tanya Krystal mengalihkan pembicaraan.

“Aku ada di hotel. Kami baru saja selesai mengisi acara Award,” jawab Minhyuk.

“Kapan oppa akan pulang?” tanya Krystal penuh harapan bahwa pria yang dicintainya itu akan kembali besok.

“Kenapa? Apa kau merindukan ku?” Minhyuk membalas pertanyaan Krystal dengan nada menggoda.

“Tentu saja aku sangat merindukan mu oppa. Mengapa oppa baru menghubungi ku sekarang? Sesibuk itu, hingga sebulan kau biarkan ponsel ku tak bernyawa?”

Mianhae,” jawab Minhyuk dengan nada menyesal.

“Hmmm .. Gwenchanayo oppa,” ucap Krystal dengan nada bergetar. Ia menangis. Air matanya menganak. Hanya kata maaf yang didapatnya.

“Kau menangis?” tanya Minhyuk merasa bersalah.

“Tidak apa-apa oppa, aku baik-baik saja,” ucap Krystal segera menghapus air matanya. Ia tidak ingin membuat kekasihnya itu semakin khawatir. Mungkin itulah nasib yang harus diterimanya.

“Jadi, kapan oppa pulang?” tanya Krystal mengulang pertanyaan yang belum sempat dijawab Minhyuk.

Minhyuk belum menjawab. Hanya suara deru mesin mobil yang terdengar di telinga Krystal. “Waeyo oppa? Mengapa oppa tidak menjawab? Apa oppa sedang berada diluar?”

“Ah, ne. Tidak lama lagi aku pulang,” jawab Minhyuk. “Aku sedang dalam perjalanan menemui seseorang,” lanjutnya lagi membuat dahi Krystal berkerut penasaran.

“Seseorang? Siapa?” cerca Krysta ingin tahu.

“Seseorang yang sangat ku rindukan. Kami sudah lama tidak bertemu. Dia juga sangat merindukan ku sepertinya?” jawab Minhyuk membuat Krystal semakin geram.

YA! Kang Minhyuk, akan ku tendang kau ke ujung dunia jika coba-coba bermain hati dibelakang ku,” ucap Krystal marah.

“Aku sudah menemukannya. Sepertinya ia sedang menunggu ku,” ucap Minhyuk tak memperdulikan amarah Krystal.

YA! Oppa! Aku benci pada mu!” marah Krystal.

Diputusnya panggilan itu sepihak. Ia tak kuasa membentung ke marahannya. Air mata yang tadinya telah mengering, kini menganak kembali. Cepat-cepat dihelanya air mata itu, tak ingin seorang pun tau kemalangan nasibnya.

Krystal membenamkan wajahnya semakin dalam, menutup dirinya dari beberapa pasangan yang baru saja melewatinya. Cemburu, tentu saja. Ia sangat cemburu dengan pasangan-pasangan yang sedari tadi melintas dihadapannya. Seburuk itukah nasibnya hingga ia harus menghabiskan malam seorang diri dipinggiran jalan.

Tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan membuat Krystal panik ketakutan. Ia berteriah kencang, namun mulutnya segera dibekap oleh seseorang itu.

Jantungnya berdetak cepat. Mungkin kah ada seseorang yang mengenali penyamarannya dan hendak menculiknya. Pikiran negatif itu yang kini tengah bersarang dibenaknya.

Krystal membulatkan matanya ketika diketahuinya Minhyuk lah pria yang kini berada dihadapannya sekarang. Seseorang yang telah membuatnya ketakutan setengah mati.

“Oppa!” ucapnya tak percaya.

Pria itu tersenyum manis membuat Krystal tak kuasa membendung rindunya lagi. Menghambur ia kedalam pelukan Minhyuk. Ia terisak dalam dekapan hangat kekasihnya.

Minhyuk mengecup puncak kepala Krystal. Memeluk gadis itu dalam damai. “Uljimayo,” ucapnya lembut.

Dikendurkannya pelukan itu. Ditatapnya wajah Krystal yang memarah karena menangis. Diusapnya sudut mata gadis itu lalu dikecupnya pelan kedua kelopak mata gadisnya.

Saranghae,” bisiknya. Krystal tak kuasa, ia kembali memeluk Minhyuk erat. Kini dadanya terasa lega. Perasaan kacaunya tak lagi menggundah.

Rindu itu telah terobati dengan adanya kau saat ini bersama ku …

Tak perduli dingin ini telah menusuk hingga ketulang …

Bagi ku kau seperti kobaran api yang selalu membakar jiwa ku …

Memberi rasa hangat. Menghidupkan api cinta ku yang padam karena hampanya masa …

Tetap disini. Seperti ini, selalu dan selamanya.

 

Hanyut keduanya akan perasaan rindu hingga membuat sepasang kekasih itu enggan untuk melepas pelukkannya. Beberapa pasangan lainnya pun kini menatap iri ke arah mereka. Tak ada yang mampu mengalahkan cinta mereka. Terlalu sederhana untuk diungkapkan dengan kata-kata. Mungkin hanya mereka berdua yang tau bagaimana menggambarkan perasaan keduanya.

-FIN-
My Valentine

10 thoughts on “My Valentine (FICLET)

  1. W O W……keren,bagus banget…………….Bagus x 100….alias bagus banget..hadehh ampe gak bisa komentar saking bagusnya…keren !!!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s