The Girl Who Ever Love Me (Drabble)

 

The Girl Who Ever Love Me (Drabbel)

Author : @febianaNS

-happy read-

“Shin Hye!” aku berguman pelan, tidak berani memanggilnya dari arah sini. Aku hanya berani memandanginya dari sini. Memandangi sosoknya yang tampak bersinar diantara penghuni-penghuni kereta lainnya. Walaupun setengah wajahnya ditutupi dengan masker aku masih bisa mengenalinya. Rambutnya pendeknya yang berwarna coklat, kulitnya yang putih dan matanya yang bersinar. Aku yakin dia tidak menyadarinya, dan aku harap begitu.

Dua tahun yang lalu saat kami lulus dari SMA, aku mengetahui bahwa dia ternyata menyukaiku. Dan beberapa bulan kemudian aku menolaknya secara tak langsung dan dia menyadari itu. Pada awalnya setelah lulus SMA kami memang tak jarang berkomunikasi dan sering mengadakan acara reunion. Aku sadar kalau semakin sering dia bertemu dan melihatku dia tidak akan pernah bisa melupakanku. Sementara aku disini tidak bisa mencintainya.

Terlihat pengecut bukan? Yah memang begitu. aku  mengakui bahwa dia bukanlah tipeku, Dia terlalu dingin dan datar. Kami tak pernah mengobrol dalam jangka waktu panjang, dia tampak tidak pernah nyaman dan tidak pernah melihat kearahku ketika kami sedang bicara.

Tapi ditempat inilah didalam kereta dan stasiun, untuk pertama kalinya aku melihat dia merasa nyaman dan tenang  berada lama didekatku. Walaupun jarang sekali bicara, tapi ketika didalam kereta dia tidak pernah sekalipun berada dalam jarak lebih dari satu meter dariku.

Pernah sekali-kali aku menwarkan tanganku ketika dia kehilangan keseimbangannya, namun nihil dia terlalu munafik dan malu untuk menerimanya. Dan akhirnya dia hanya bertumpu pada ujung lengan bajuku atau tas sekolah yang terkadang membuatku kesal. Tentu itu akan membuatnya salah tingkah dan cemburut, ekspresi lainnya selain datar. Yah ekspresi datar itulah yang membuatku mengira pada awalnya dia tidak menyukaiku.

6 tahun kemudian

“Yonghwa? Jung Yong Hwa?” seseorang memanggil namaku, aku menengok kearah kiriku. Seorang yeoja berambut hitam panjang dengan mantel berwarna hitam berdiri didepanku dan tersnyum.

“Shinhye? Lama tidak bertemu!” aku mengulurkan tangan kepadanya.

“Ne, gwechana. Oh kau terlihat bertambah tinggi Yong~” dia masih tak melepaskan senyumnya.

“Jincha dan lihat rambutmu bertambah panjang ShinHye-ah!” dan kemudian obrolan kami berlanjut sepanjang kereta api selama perjalanan ini layaknya sahabat lama yang sudah lama tak jumpa. Mungkin pandanganku terhadap sikap dinginnya berubah untuk saat ini, dia tampak ceria.

“Mmm Yonghwa!” dia memberiku sebuah kartu undangan berwarna sapphire blue setelah kami berdua berhasil turun dari kereta.

“Dua minggu lagi aku menikah, Ku harap kau akan datang”

“Arra, aku akan mengusahakannya” tidak dapat berkata apapun, aku hanya membalasnya dengan senyuman, Senyum penyesalan dengan perasaan lega didalamnya.

_ _

_ _
_ _

_ _

_ _

_ _

_ _

_ _
_ _
_ _
_ _

_ _

_ _
_ _
_ _
_ _

_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _

_ _

_ _
_ _

_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _
_ _

 

_ _
_ _
_ _

_ _

end

6 thoughts on “The Girl Who Ever Love Me (Drabble)

  1. simple, but i like this story.
    oh ya, untuk judulnya, mungkin yg lebih tepat itu ‘the girl who ever loved me’. menurut saya sih gitu, soalnya kan lampau. tapi…maaf kalo saya salah, soalnya saya juga masih belajar hehe.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s