Im In Love With You

Minimalistic_BW_1280_WIN

 

Title                       : Im In Love With You

Author                  : ree

Rating                   : G

Lenght                  : Chaptered

Genre                   : Romance

Main Casts          : Choi Hye Ra (fiktif)

Shin Ha Seok (fiktif)

Lee Jung Shin

Kang Min Hyuk.

Other Casts        : Kim Jong woon

Shin Eun Jin (fiktif)

Disclaimer           : Dont jugde me by my ff ya xD, cerita ini hanya fiktif belaka, berasal dari pemikiran   absurd asli author. No Copas! Enjoy ^^

 

***

“Heiiii, jangan tarik bajukuuu” teriak Ha Seok sambil menenteng tas berisi laptop dengan susah payah.

“Apa kau yakin aku harus bekerja sebagai barista cafe di mall yang ramai dikunjungi orang-orang hahh? Mau di taruh dimana muka imutku ini” =,= lanjutnya sambil tetap berusaha melepas tangan Hye Ra di lengan bajunya.

“Habis mau kerja dimana lagi hah? Kau sendiri saja malas buat portofolio. Bagaimana bisa perusahaan-perusahaan itu melihatmu sebagai desainer grafis yag kredibel?” teriak Hye Ra sambil sambil berusaha menahan emosi karena kelakuan sahabatnya yang pemalas itu.

Semenjak lulus kuliah 2 bulan yang lalu, Ha Seok hanya menjadi pengangguran tanpa berusaha mencari pekerjaan. Berbeda dengannya, sahabat sekaligus teman kecilnya, Choi Hye Ra paling tidak betah diam dirumah. Tidak heran dalam waktu kurang dari 1 bulan mencoba melamar pekerjaan kebeberapa perusahaan, dirinya sudah mendapat pekerjaan sebagai desaigner grafis di sebuah perusahaan media cetak.

“Memangnya kau tidak bosan dengan peranmu didunia ini yang hanya menjadi penggangguran dan guling-guling dikasur setiap hari? Bahkan untuk memuaskan hasrat perutmu saja aku harus berbagi denganmu?” ungkap Hye ra pada sahabatnya tersebut.

“Aish bahasamu, kau lebih cocok menjadi guru Bahasa yang mengajar tentang majas perbandingan” ujar Ha Seok kesal.

“Maka dari itu, kaukan bisa memberitahu bosmu bahwa ada seorang temanmu yang juga lulusan desain grafis. Bukankah kantormu membutuhkan desaigner layout pre press? Nanti gunakan saja tugas desainmu sewaktu kuliah sebagai portofolio anggap itu hasil buatanku” pinta Ha Seok seenaknya.

“Apa kau bilaaangg?? Dasar wanita pemalas, lagipula bosku  bukan seorang yang mudah percaya pada orang, sudahlah ayo cepat ikut aku ke cafe itu, nanti keburu tutup lowongannya” Ucap Hye Ra sambil menarik lengan baju sobatnya itu.

“Aaaaahhh jangan menarikku seperti iniii.. Yaaaahhh biarkan aku mencari kerja di internet… Hye Ra-yaaahh~ ayo cari wifi sajaaa.. aku bawa laptop jugaa.. aahhh Hyera-yahh jangan mencubit lengankuuu”

“Yaaahh cerewet sekali, ayo masuk, sudah jangan banyak bicar..aaaaahhhh”

Pada saat yang bersamaan ketika ingin masuk ke Cafe itu, Hye Ra yang sedang berjalan terburu-buru menabrak seorang pelanggan yang hendak keluar hingga keduanya terjatuh. Dan tiba-tiba Hye ra merasa panas di sekitar dada dan tangannya.

“AAAAAAAAAAAAAAAA PAANAAAAAASSSSSSSSSSS!!!!!!!!” Hye Ra berteriak karena bajunya tersiram kopi.

“Yaaaahhh maaf, maafkan aku nona, aahh bagaimana ini”

“hei yaahh Hyera-ssi!” Dengan cepat pria yang ditabraknya menghampirinya sambil mengelap tangan Hye Ra dengan sapu tangannya.

‘Aww panas sekali ini aahhh”  gerutu Hye Ra sambil memandang pria yang sedang mengelap tangannya itu. Dan…. betapa terkejutnya ia karena pria yang ditabraknya barusan ialah Pemimpin Redaksi disebuah kantor media cetak tempatnya bekerja sekarang.

“Omoo aahhh Jung…Jung Shin-ssi ahh maafkan aku Jungshin-ssi” HyeRa pun segera berdiri dan bow 90O kepada atasannya tersebut.

“Ah maafkan aku, aku benar-benar tidak melihat ada orang didepanku”

“hey apa… uhm…itu masih terasa panas?” tanya JungShin sambil menunjuk kearah (kearah mana hayo? Baju atau dada? Baju aja yak XDXD)

wajah HyeRa yang masih tertunduk malu.

“Uhmm oh hmmm ahh hahaha sse..sedikit panas” jawabnya gugup.

“Huh bagaiman bisa kopi panas itu tumpah didadaku, haaahhh kau tidak tahu, ini cukup panas jika tumpah tepat didadamu” =,= batinnya kesal.

“fffiuuuuhhh ffffiiuuuuhhh” JungShin mengibas-ngibaskan tangannya dan meniup baju HyeRa agar rasa panasnya sedikit menghilang.

“Bagaimana kalu kita masuk sebentar untuk mengeringkan kemejamu”

Ha Seok yang cekikikan di balik punggung HyeRa karena melihat HyeRa terjatuh tiba-tiba berbicara

“Heei aku ikut”

Mereka bertigapun masuk kedalam cafe tersebut dan duduk di sofa Cafe tepat di bawah AC

“Aku akan memesan kopi, kalian tunggu disini sebentar”.

Jungshin hendak bediri namun tiba-tiba Hye Ra menahannya “Ah biar aku sja yang memesan. Lagi pula aku kan yang sudah menumpahkan kopimu”

“Memangnya kau tidak malu memesan minuman dengan baju basah bernoda coklat seperti itu hah?”

“Ah tapii”

Tanpa memperdulikan pinta HyeRa, JungShin berjalan kekasir untuk memesan kopi.

Ha Seok termangu memperhatikan pria tinggi itu.

“Hey, HyeRa-yah, pria jangkung itu apa dia PemRed (red : Pemimpin Redaksi) yang kau bilang tampan itu? Ahh dia cool sekali”

“Yaaaah Shin Ha Seok  awas  saja ya kalau kau sampai naksir dengannya”

“Hahahahah HyeRa-yah kau ini lucu sekali, kaukan tahu cem-cem-an ultimate ku dari dulu itu siapa”

“Yayayaya silakan saja menunggu dengan sabar pengakuan cinta dari Ahjussi pecinta kura-kura bernama Jong Woon itu. Kau sudah lupa hah, sampai kapanpun Ahjussi tetap menganggapmu adik. Uhmm kurasa secret admirer mu itu lebih cocok denganmu, sama-sama pengangguran Hahahahah”

“secret admirer? Maksudmu MinHyuk? Aish dia memang cute, Tapi jongwoon oppa? Hiks aku  belum bisa move on darinya.  Aahhh aku bingung. Yah HyeRa-yah menurutmu siapa yang harus ku perjuangkan? Aku masih berharap pada Jong Oppa”

“Mengapa bertanya padaku? Hitung kancingmu saja dan lihat siapa yang mesti dipilih, dasar bodoh, lagipula ahjussi Jong kan sudah tua”

“Sigh, apalah arti umur bila cinta sudah bicara, (ß raffi ahmad- yuni saara shipper XD) lagipula kau lebih bodoh, menumpahkan kopi orang yang kau suka kedadamu, lihat bajumu, basah seperti orang yang sedang menyusui saja”

“Yaah Ha Seok-ah apa aku terlihat seperti itu? Ah aku tidak bawa baju lagi, Aku juga tidak punya uang untuk membeli baju”

“Apalagi aku”, ucap Haseok berbisik karena melihat jungshin sedang berjalan mendekat dengannya membawa nampan berisi 3 gelas kopi.

“HyeRa-ssi memangnya desain cover edisi mendatang sudah kau kerjakan? Mengapa kau terlihat santai hang out ke mall bersama temanmu?” Tanya Jungshin sambil menyeruput kopi hangatnya.

“Hahahah dia akan mengerjakan tugasnya jika tenggat waktu yang diberikan sudah hampir habis, karena disaat itulah banyak ide bermunculan” Jawab Ha Seok sekenanya.

“Aahh… hahaha itu tidak benar, aku datang kesini karena ingin mengantar temanku melamar pekerjaan disini, Ah iya perkenalkan ini temanku Shin Ha Seok, Ha Seok-ah ini PemRed di Bagian redaksi dikantorku”

“Hai aku Lee jung Shin” Sapa JungShin sambil menunduk.

“Ah aku sudah tau namamu, Hye Ra sering bercerita tentangmu” Ucap Haseok.

“Ah benarkah? Ahahaha” Jungshin tertawa karena bingung mau jawab apa =,=

“Ahh… hahahah ah tidak, maksudku uhmm… tapi aku memang selalu menceritakan pengalaman kerja pertamaku kepadanya” Ucap Hye Ra sambil menatap mata Haseok penuh kesal.

Bisa-bisanya Haseok mengatakan hal itu. Meskipun itu memang benar, tapi kan aaaaahhh memalukan. Jangan sampai dia tahu bahwa aku menyukainya, bagaimana jika ia berpikir seperti itu? Bisa-bisa aku dipecat. Hei aku baru saja 3 minggu bekerja. Ah tidak tidak, mana mungkin, Ah aku masih ingin bekerja dikantor itu.

 

Flashback

 

“Yaaaaaayyyyyyyyy!!!!! lo lo semua siap-siap cepet kita cus ke Kedai Ramen Yoo Chun” (ngapa bahasanya jadi lo gue cus -__-)

Teriak Hyera pada HaSeok dan MinHyuk. Keduanya termangu dan saling bertatapan bingung terhadap kelakuan sahabat seperkuliahan mereka.

“Hei kenapa diam saja, cepat sana aku yang traktir”

“Cius miapa?” tanya MinHyuk bingung

“Iya karna tadi interviewku berhasil ihiiyyy dan besok aku mulai kerja. Dan kalian tahu? Aigooo PemRed nyaaaa, seorang pria tinggi dan berwajah tampan” Hyera menghela napas panjang “Kurasa aku akan sangat betah kerja disana” lanjutnya.

“Ah jinjja? Hei setampan apa aigoo kau membuatku penasaran, yayayaya ceritakan padaku” ujar Ha seok

“Dia cool, ah aku tidak bisaa me- eh…. mau tau aja, yaah…. Ha Seok-ah dia cem-ceman ku, kau sanah dengan MinHyukmu” tukas Hye Ra sambil menengok ke arah Min Hyuk yang cekikikan hingga barisan gigi rapinya terlihat mmenghiasi wajah imutnya.

“Sudahlah Lets Go! Kita makaaaann”

-end flashback-

***

“yahh Choi HyeRa mengapa diam seperti itu? Ayo kita berangkat” Jungshin menghabiskan kopinya dan kemudian berdiri. “haah kemana?” tanya Hye Ra

“Kau ini masuk shift siang bukan? 30 menit lagi kan masuk kerja shift siang. Tidak mungkin kan bisa tiba 30 menit sampai kantor dengan menaiki bis. Ayo ikut aku, di mobil ku ada kemeja, kau bisa memakainya dulu” Jelas JungShin.

“Ah tapi aku harus mengantar HaSeok menaruh lamarannya” tolak HyeRa.

“Hei Haseok-ssi memangnya kau tidak bisa melamar pekerjaan sendiri?” tanya JungShin.

“Memangnya aku ini anak kecil? Sudah sana berangkat kerja. Aku tidak ingin HyeRa dipecat, nanti siapa yang akan memberiku makan?” ToT ucap Ha Seok melas.

“Yaaah kau ini, maka dari itu berhentilah menjadi pengangguran, baiklah aku pergi dulu” ucap HyeRa.

hyeRa dan JungShin pun berjalan menuju pelataran parkir. HyeRa berjalan dibelakang JungShin sambil menutupi kemeja nya yang terkena noda kopi, noda tersebut sangat terlihat jelas teronggok di kemeja berwarna krem itu. JungShin yang melihatnya pun langsung membuka jasnya (blazer cowok namanya apa ya? Tuxedo atau emang jas ah molla xD)  dan memberikannya pada HyeRa.

“Ini, pakailah daripada kau berjalan sambil menutupi dadamu itu” Hyera pun segera memakainya.

Jungshin membuka mobilnya dan mengambil kemeja kotak-kotak merah (author : boleh dikasih ama Jokowi(?)) lalu memberikannya pada HyeRa yang berdiri disampingnya.

“Ini, masuklah kedalam, ganti bajumu, aku akan menunggu diluar” Pinta JungShin

Hyera pun segera masuk “Omooonaaa aku didalam mobil Jung aaaa, uhmm… aku ganti baju disini tidak terlihat kan jika dilihat dari luar” batin HyeRa.

***

 

 

 

 

 

 

 

 

Chapter 2

Title                       : Im In Love With You

Author                  : ree

Rating                   : G

Lenght                  : Chaptered

Genre                   : Romance

Main Casts          : Choi Hye Ra (fiktif)

Shin Ha Seok (fiktif)

Lee Jung Shin

Kang Min Hyuk.

Other Casts        : Kim Jong woon

Shin Eun Jin (fiktif)

Disclaimer           : Dont jugde me by my ff ya xD, cerita ini hanya fiktif belaka, berasal dari pemikiran   absurd asli author. No Copas! Enjoy ^^

 

***

Last Chapter

“yahh Choi HyeRa mengapa diam seperti itu? Ayo kita berangkat” Jungshin menghabiskan kopinya dan kemudian berdiri. “haah kemana?” tanya Hye Ra

“Kau ini masuk shift siang bukan? 30 menit lagi kan masuk kerja shift siang. Tidak mungkin kan bisa tiba 30 menit sampai kantor dengan menaiki bis. Ayo ikut aku, di mobil ku ada kemeja, kau bisa memakainya dulu” Jelas JungShin (author POV : OMOOO aaaa gilagilagila bisa nebeng mobil JungShin *pe’ak*)

“Ah tapi aku harus mengantar HaSeok menaruh lamarannya” tolak HyeRa (author : muna luh –__–)

“Hei Haseok-ssi memangnya kau tidak bisa melamar pekerjaan sendiri?” tanya JungShin.

“Memangnya aku ini anak kecil? Sudah sana berangkat kerja. Aku tidak ingin HyeRa dipecat, nanti siapa yang akan memberiku makan?” ToT ucap Ha Seok melas.

“Yaaah kau ini, maka dari itu berhentilah menjadi pengangguran, baiklah aku pergi dulu” ucap HyeRa.

hyeRa dan JungShin pun berjalan menuju pelataran parkir. HyeRa berjalan dibelakang JungShin sambil menutupi kemeja nya yang terkena noda kopi, noda tersebut sangat terlihat jelas teronggok di kemeja berwarna krem itu. JungShin yang melihatnya pun langsung membuka jasnya (blazer cowok namanya apa ya? Tuxedo atau emang jas ah molla xD)  dan memberikannya pada HyeRa.

“Ini, pakailah daripada kau berjalan sambil menutupi dadamu itu” Hyera pun segera memakainya.

Jungshin membuka mobilnya dan mengambil kemeja kotak-kotak merah (author : boleh dikasih ama Jokowi(?)) lalu memberikannya pada HyeRa yang berdiri disampingnya.

“Ini, masuklah kedalam, ganti bajumu, aku akan menunggu diluar” Pinta JungShin

Hyera pun segera masuk “Omooonaaa aku didalam mobil Jung aaaa, uhmm… aku ganti baju disini tidak terlihat kan jika dilihat dari luar” batin HyeRa.

***

 

 

“ Haah?? Sudah ada yang mengisi?”

“Iya, maaf sekali ya, mungkin lain kali jika ada lowongan bisa kami kabari”

“Ah, baiklah kalu begitu, terima kasih”

Ha Seok pun pergi meninggalkan cafe itu dengan wajah kesal. Apaapaan? Baru kemarin lowongan itu diiklankan, sudah ada yang mengisi. “Ah lebih baik aku tidur dirumah saja tadi” batinnya kesal.

Ha Seok pun berjalan santai meninggalkan cafe itu kemudian menuju halte bis. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti karena teringat sesuatu. Ia tidak penya uang untuk pulang kerumah karena sejak awal HyeRa yang membayar ongkos.

“Bagaimana ini? Hiks.. Berjalan kaki mana mungkin, Ahhh… Minhyuk-ah”

Tiba-tiba Ha Seok menekan tombol BB nya dan mengetik pesan singkat.

To           : Pabo MinHyuk yang imut nan lucu (ini nama apa ga kepanjangan di hp)

“Hyuk-ah bisa tolong jemput aku di halte bis depan Mall X?”

Tidak perlu menunggu lama bagi Ha Seok untuk mendapat pesan balasan dari secret admirer-nya itu (ini sih bukan pengagum rahasia lagi, wong terang-terang gitu si MinHyuk XD)

From     : Pabo MinHyuk yang lucu nan imut

“baik Seok-ah tunggu aku disana wahai pujaan hati, Abang segera datang” (yah abang ama oppa sama aje lah XD)

Sudah Haseok duga Minhyuk pasti mau melakukan apapun untuknya. Ha Seok tertegun di halte bis. Entah apa yang sedang merasuki pikirannya. Ia merasa sangat egois terhadap apa yang selama ini ia lakukan pada MinHyuk. Jelas ia tahu bahwa MinHyuk menyukainya dengan tulus. (Hal tersebut sudah terpampang nyata membahana diseluruh jagat khatulistiwa, *author kebanyakan nonton IMB). Ia ingin sekali membalas perasaan MinHyuk, namun ia selalu merasa bahwa Bang Jong Woon lah yang pantas untuknya,

 

Flashback…

“Maaf Seok-ah, bukan bermaksud egois, abang ingin kau fokus pada kuliah mu, terimakasih selama kurang lebih  9 bulan (kayak mau brojol-in anak XD) ini kau sudah menemani abang” Ucap Jong Woon, Pria imut bermata sipit sambil melepas tangan Ha seok.

“Tapi bang, kita bisa kan LDR, lagipula Busan dan Seoul tidak terlalu jauh bang” ucap Ha Seok terisak, sesekali ia mengapus airmata yang terjatuh dipipnya.

“Hei berhentilah menangis, maaf, abang (oke kita ganti oppa aja ya) oppa merasa hati oppa berkata yang sebenarnya, oppa hanya ingin mengikuti kata hati oppa. Maafkan oppa karna selama ini hati oppa belum bisa mencintaimu sepenuhnya. Oppa… oppa (oppa gangnam style) (oke plis serius dikit) hanya bisa menyayangimu sbagai adik”

“Oppa harap kau mengerti Shin Ha Seok, bagaimanapun oppa akan tetap menyayangimu…. sebagai adik” lanjut Jong Woon.

Ha Seok menarik napas panjang dan mengembusnya perlahan, terlihat senyum kecil mulai mengembang dibibir manisnya. “Baiklah oppa, janji kita tetep berteman? Uhmm.. sebagai kakak-adik?” Ha Seok mengacungkan jari kelingkingnya yang disambar manis oleh jari kelingking kecil JongWoon.

“Iya, sudah cepat sana berangkat, besok kan sudah mulai ospek, oia btw selamat menempuh studimu, nanti sampaikan salamku pada dosen Park ya, kau pasti akan segera bertemu dengannya, dia dosen yg cukup tenar di Universitas Kyunghee, sanaaa, Hyera menunggumu tuh” tukas Jong woong pelan sambil melihat kearah pintu depan klinik hewan miliknya.

“Sigh manis sekali kalian berdua aku sampai terharu mendengarnya ahahaha, sudah ayo kita pergi Seok-ah, Ahjussi kami pamit dulu yaa” Ujar HyeRa sambil melambaikan tangannya pada Jong woon.

Hye ra selalu memanggil Joong Woon dengan sebutan Ahjussi, ya dikarenakan perbedaan usia kira-kira 9 tahun.

_end flashback_

 

 

 

NNGGGOOOOKKKNNNGGGOOOKKK

Sebuah bunyian aneh  membuyarkan lamunan Ha Seok. “Yaaahhh mister pabo, berisik sekali kalkson babi mu itu” teriak Ha Seok pada seorang pria imut di depannya yang sedang duduk di atas vespa merahnya.

Sejurus kemudian vespa merah itu sudah melanglang buana di jalan raya kota Seoul.

“kau mau diantar kemana tuan putri” tanya MinHyuk

“Kemana saja”

“Baiklah kita keistanamu saja, aku lapar”

“Hei dikontrakanku tidak ada makanan”

“Tenaangg.. Aku sudah beli indomie”

“-____-“

***

 

“Aku pulanggg” sapa HyeRa sambil menutup pintu rumah (ani, rumah kontrakan maksudnya)

“Aigooo, kau benar-benar memakai baju JungShin-ssi, yak permulaan yang bagus, HyeRa, adeganmu bagus sekali tadi siang”

PPLLLAAAAKKK

“hey siapa yang kau maksud beadegan? Kopi itu benar-benar jatuh didadaku tanpa ada rekayasa, lagian siapa juga yang mau kopi hangat tumpat didada?” teriak HyeRa kesal

“hei lalu bagaimana selanjutnya? Nanti kau tidak mengembalikan kemeja ini dengan tangan kosong kan?” tanya Ha Seok sambil mengusap-usap kepalanya yang dijitak HyeRa.

“Apa? Uhm… jadi maksudmu aku harus memberinya sesuatu begitu?”

“Kau ini bodoh sekali, jelas-jelas dia sudah baik sudah meminjamkan kemejanya pada mu, sudah semestinya kau membalasnya. Hmmm mungkin bisa kau balas dengannn Chuuuu~” Jelas Ha Seok sambil menempelkan bibirnya pada tembok.

“Hey yadongers, memangnya aku ini kau, maen cium-cium saja seenaknya, ah paboyaa kalau itu terjadi bisa-bisa aku di tendang dari perusahaan itu” ujar HyeRa

“Aku hanya bingung mau membalas dengan apa? Ah hei Seok-ah, bagaimana jika dia aku ajak traktir minum kopi, itung-itung bayar kopi yang ku tumpahkan kemarin.” Lanjut Hye Ra.

“terserah kau saja lah, aku mau tidur duluu~ ada indomie di dalam kulkas jika kau mau” Ujar Hye Ra sambil berjalan ke kamarnya.

“Heii punya uang dari mana kau untuk membeli indomie?”

“MinHyuk-ah yang beliiiii” teriak Hye Ra di balik pintu kamarnya.

“mwo?? Minhyuk kerumah? Tumben akur” pikir Hye Ra. Ia pun beranjak kedapur untuk memasak mie. Seharian bekerja membuat perutnya lapar. Bahkan ia lupa kapan terakhir makan nasi. Maklum belum genap 1 bulan ia bekerja dan belum mendapatkan gaji. Untuk biaya makan ia masih bisa mengandalkan uang hasil kerja sebagai desainer lepas.

***

“Ini, terimakasih atas pinjamannya” Ucap Hyera pada Jungshin yang baru saja keluar dari mobilnya. Hye Ra memang sengaja menunggunya di pelataran parkir lantaran takut rekan kerjanya melihat.

“uhmm, apa sepulang kerja kau ada waktu luang? Enggg… aku ingin mentraktirmu ke cafe seberang kantor, yah sebagai tanda ganti kopimu yang kutumpahkan”

Seketika Hye Ra merasa meyesal mengucapkan hal yang baru saja ia ucapkan “Pabopabopabopabo Hyera, mana mau Jungshin menerima tawaranmu” batinnya.

“Baiklah” “Nanti kutunggu di lobi, okay aku masuk dulu, ayo” ajak Jungshin

“ah, hmmmm…. kau duluan saja, aku ingin ke toilet sebentar”

“ohh, okay, aku duluan” Jungshin pun masuk ke dalam gedung tempat kantornya, memunggunggi Hye Ra  yang berdiri gelisah. Bagaimana tidak, perasaan gugupnya hampir membuatnya mengeluarkan cairan tubuh yang berlebihan, keringatnya membasahi rambut dan keningnya. Sejurus kemudian ia berlari melewati tangga kecil dan masuk kedalam toilet di lantai bawah.

“Ahhhh legaaa” batinnya

“sigh sial, saking gugupnya sampai-sampai harus menahan peep gini” ungkapnya dalam hati sambil menyeka keringatnya.

“Okay flirting dimulai! Fighting! HAHAHAHA” ujar hyera sambil merapihkan make up nya.

***

Tuuniiinuuniinuuutt

“Halo”

“Halo, Jungshin-ah”

Jungshin terkejut mendengar sebuah suara di seberang telponnya. Suara yang lama tak ia dengar. Suara yang paling tidak ingin ia dengar.

“bisa kita bertemu? Ada yang ingin kubicarakan”

“Apa lagi? “ tanya Jungshin

“Sebentar saja Jungss-”

“Aku sedang ker-” belum selesai Jungshin bicara, suara di seberang telepon memotong ucapannya dengan cepat

“kutunggu kau di cafe depan kantormu”

Tut…tut…tut…

Jungshin menghela nafas panjang. Entah apa yang ingin Eunjin bicarakan padanya. Sudah 6 bulan lebih mantan calon tunangannya itu menghilang. Bukan  tanpa alasan, keputusan bijaknyalah yang yang membuat Jungshin galau  berkepanjangan. (ajegile galaw niyee) Cukup sulit Jungsin mencoba bangkit dari rumitnya permasalahan yang ia hadapi. Dan kini wanita itu muncul kembali disaat Jungshin mulai menata kehidupan barunya.

 

 

Flashback….

“Jagi-ah”

setengah berlari Jungshin menghampiri kekasihnya. Ia mendekat dan memeluk tubuh ramping Eunjin, wanitanya sejak 5 bulan yang lalu.

Eunjin membalas dengan erat pelukan hangat Jungshin. Erat sekali. Air matanya mulai jatuh.

“Maaf”

“Untuk?” tanya Jungshin sambil mencoba melepas pelukan erat jungshin. Namun Eun Jin malah memeluknya erat. Sangat Erat. (ini lagi ngapain sih -_-)

“Biarkan, biarkan tetap seperti ini” pinta Eunjin.

“Aku senang sekali kau memelukku seperti ini, tapi sejujurnya aku hampir kehabisan nafas hehehe, ah tidak aku bercanda, Aku sangat senang, ahhh..” Jungshin mengencangkan pelukannya. Terdengar suara isak tangis EunJin.

“Jagi-ah kenapa? Hei ada apa?” tanya Jungshin sambil memegang wajah Eunjin dan menghapus air matanya.

“Lee Jung Shin. Dengar aku baik-baik. Aku… aa..kuu ingin membatalkan pertunangan kita. Aku tidak pantas untukmu. Aku jahat. Aku tidak mencintaimu. Aku harus mengikuti kata hatiku. Aku haru”

“Tidak” lirih Jungshin.

“Ahahah HAHAHAH kau BOHONG, IYA KAU BOHONG, HEI KAU SEDANG MABUK SHIN EUN JIN??”

“Aku serius Jungshin-ah, Maafkan aku, aku tidak bisa bertunangan denganmu. Maaf” Ujar Eunjin. Air matanya sukses  membasahi wajah cantiknya.

“Ini kukembalikan” Lanjutnya sambil menyodorkan cincin tunangannya pada Jung Shin. Jung Shin memundurkan langkah gontainya.

“Tidak, tidak, Yah, aku pasti sedang mimpi, YA BENAR LEE JUNG SHIN INI MIMPI, INI MIMPIIIIII”

Teriak JungShin sambil berlalu meninggalkan Eunjin yang masih terperangkap dalam tangisnya. Ia berlari menuju mobilnya yang terparkir dilapangan, ia menangis, berteriak. Bahkan ia mematahkan simcard ponselnya dan membantingnya beserta ponselnya keluar mobil.

 

_flashback end_

 

“Ada apa?” tanya Jungshin ketus.

“ Ah, Jung Shin-ah, duduklah, aku sudah pesankan kopi untukmu” sapa Eunjin.

“Aku banyak tugas, kau ingin bicara apa?”

“Ini” Eunjin menyodorkan kotak kecill berwarna merah pada JungShin

“Maaf, aku baru bisa mengembalikannya padamu, aku ingin sekali menjelaskan padamu apa yang sebenarnya terjadi, tapi nomormu tidak bisa dihubungi” ujar EunJin.

“Awalnya aku senang kau mulai membenciku, karna hal itu membuatku bisa meninggalkanmu dengan tenang, Lee Jung Shin, aku tidak ingin kau membenciku lagi, alasanku adalah”

“Sudahlah aku sudah” sergah Jungshin, namun belum selesai ia bicara, Eun Jin melanjutkan lagi perkataannya

“orangtuaku sudah menjodohkanku dengan seoran lelaki, ia baik, sangat baik sekali terhadapku, ia sangat sabar menghadapiku, tapi apa yang kulakukan, a..aku malah berselingkuh denganmu, kuakui awalnya hanya untuk main-main, tapi hal itu terlalu manis untuk dipermainkan, jujur aku mulai jatuh cinta padamu, namun aku tidak ingin semakin mencintaimu karena aku sadar ada pria yang jauh lebih baik darimu yang sedang menungguku, maafkan aku telah menyakitimu, maaf. dan ada satu hal yang sudah aku tahu, hal yang kau  coba sembunyikan dariku, ya aku tahu bahwa Ibumu tidak merestui hubungan kita, karena aku 2 tahun lebih tua darimu, Ma..maaf maafkan aku”

Air mata Eunji mulai mengalir. Ia tahu sangat sulit mengatakan hal ini, namun harus ia katakan.

“Sudahlah, sudah 6 bulan berlalu, aku mengaku salah, harusnya aku mendengarkan penjelasanmu, mengenai Ibuku, ya itu benar” ujar JungShin.

“Aku tidak ingin kau membenciku JungShin-ah, aku ingin tetap berhubungan baik denganmu”

“baiklah, mungkin kita memang lebih cocok untuk berteman” ucap Jungshin lirih.

“terimakasih Jungsin-ah, aku juga ingin menyampaikan sesuatu, hmm… 3 bulan lagi aku akan menikah, aku ingin mengundangmu juga, kau pasti datangkan?” tanya Eunjin

“Ya aku pasti datang”

‘Entahlah aku bisa datang atau tidak, apa aku siap melihatnya menikah dengan lelaki lain, lelaki itu seharusnya aku’ ucap Jungshin dalam hati.

***

 

“engg.. kemana dia? Katanya mau menungguku di Lobby” tukas Hye Ra sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa lobby.

Hye Ra menoleh kearah jam tangannya. Jam menunjukkan pukul 17.00 KST.

“Oke aku tunggu” batinnya.

15 menit, 30 menit, 45 menit

“Kemana diaa, Mungkin tidak datang, iiiiiiihhhh iihhhhh” ucapnya kesal sambil menggigit-gigit tasnya. Langkah gontainya membawa ia ke Cafe depan kantornya. Mungkin segelas kopi bisa menenangkan kepala penatnya.

Hye Ra memasuki cafe itu dan duduk sambil memesan 1 cangkir coffee latte hangat.

Terdengar alunan lagu CN Blue – Coffee Shop yang diputar di cafe tersebut. Hye Ra melihat sekeliling interior cafe. “hmm boleh juga nih interion disainnya” Namun pandangannya terhenti pada 1 orang yang dikenalnya. “Hei sedang apa dia” ucapnya dalam hati.

 

****

 

“Aku harap janjimu bukan sekedar ucapan, baiklah Jungshin-ah, aku pergi dulu, maaf telah mengganggu pekerjaanmu, sampai jumpa”

“Ah iya, sampai jumpa”

Eunji berjalan keluar cafe itu, meninggalkan Jungshin yang masih duduk setengh tak percaya apa yag telah terjadi”

Mata nya masih melihat kearah punggung Eunji yang mulai menghilang.

“Sudah cukup Lee Jung Shin, bukankah kau bertekad untuk melupakan kenangan bersamanya, baiklah! Fighting!” ucapnya dalam hati sambil mengepalkan jarinya dan mengangkatnya keatas.

TAP

Seketika itu pandangan JungShin menangkap sesosok bayang wanita yang dikenalnya.

“Hye Ra-ssi” ucapnya pelan.

“Astaga! Dia melihatku, Apa dia ingin menghampiriku” batinnya. dengan cepat Hyera memalingkan wajahnya.

“Maaf aku telat”

Sesosok pria tampan duduk dihadapan Hye Ra.

“Ah tidak apa, kau sedang apa tadi?”

“Ah maaf tadi aku bertemu dengan teman lamaku, hei mana kopiku?” tanya JungShin mengalihkan perbicaraan.

“Ah iya aku hampir lupa, hehehe sebentarr” HyeRa berpaling menuju meja barista dan memesan pesanannya lalu membawanya kemejanya.

“Ini” Hyera menyodorkan segelas kopi hangat ke meja depan JungShin.

Terdengar sayup-sayup Lagu TVXQ – Humanoids yang sedang diputar di cafe itu

“Kyaaa~  aku sangat suka lagu ini” teriak Hye Ra yang tidak memperdulikan Jungshin yang terkejut mendengarnya.

“cih, hei membuatku kaget saja” ucap JungShin.

“Maaf, aku hanya excited” sergah hye Ra malu.

“Yaaah selera musikmu lumayan juga hyera-ssi”

“ah benarkah? Memangnya kau suka musik seperti apa?” tanya Hyera.

“Semuanya, aku suka semua aliran musik yang penting musik itu selalu ngena dikupingku” jawab JungShin.

“Kau tahu, dulu aku sempat bermimpi ingin menjadi pemain band, dan entahlah takdir membawaku jadi seperti ini”. Lanjutnya.

“Ah benarkah? Bahkan aku juga bermimpi ingin menjadi penyanyi, dan kau tahu? Takdir mewujudkan mimpiku, ya benar aku jadi penyanyi, penyanyi kamar mandi” Ahahahaha celoteh Hye Ra sontak membuat Jung Shin tertawa.

Suasana menjadi cair, Hyera tidak lagi merasa canggung terhadap atasannya itu. Ya itulah HyeRa. Dirinya memang tidak bisa menjaga image-nya. Mereka berduapun semakin akrab, melanjutkan pembicaraan bodoh yang tak lain adalah pernyataan-pernyataan konyol HyeRa yang malah disambut oleh tawa JungShin.

“Apa-apan gadis ini, bodoh sekali, tapi lucu juga dia, sudah lama aku tidak tertawa lepas seperti ini” batin Jungshin sambil menatap Hye ra yang sedang menyeruput secangkir kopinya.

-tobecont-

***

Title                       : Im In Love With You

Author                  : ree

Rating                   : G

Lenght                  : Chaptered

Genre                   : Romance

Main Casts          : Choi Hye Ra (fiktif)

Shin Ha Seok (fiktif)

Lee Jung Shin

Kang Min Hyuk.

Other Casts        : Kim Jong woon

Shin Eun Jin (fiktif)

Disclaimer           : Dont jugde me by my ff ya xD, cerita ini hanya fiktif belaka, berasal dari pemikiran   absurd asli author. No Copas! Enjoy ^^

***

 

Last Chapter

“Maaf aku telat”

Sesosok pria tampan duduk dihadapan Hye Ra.

“Ah tidak apa, kau sedang apa tadi?”

“Ah maaf tadi aku bertemu dengan teman lamaku, hei mana kopiku?” tanya JungShin mengalihkan perbicaraan.

“Ah iya aku hampir lupa, hehehe sebentarr” HyeRa berpaling menuju meja barista dan memesan pesanannya lalu membawanya kemejanya.

“Ini” Hyera menyodorkan segelas kopi hangat ke meja depan JungShin.

Terdengar sayup-sayup Lagu TVXQ – Humanoids yang sedang diputar di cafe itu

“Kyaaa~  aku sangat suka lagu ini” teriak Hye Ra yang tidak memperdulikan Jungshin yang terkejut mendengarnya.

“cih, hei membuatku kaget saja” ucap JungShin.

“Maaf, aku hanya excited” sergah hye Ra malu.

“Yaaah selera musikmu lumayan juga hyera-ssi”

“ah benarkah? Memangnya kau suka musik seperti apa?” tanya Hyera.

“Semuanya, aku suka semua aliran musik yang penting musik itu selalu ngena dikupingku” jawab JungShin.

“Kau tahu, dulu aku sempat bermimpi ingin menjadi pemain band, dan entahlah takdir membawaku jadi seperti ini”. Lanjutnya.

“Ah benarkah? Bahkan aku juga bermimpi ingin menjadi penyanyi, dan kau tahu? Takdir mewujudkan mimpiku, ya benar aku jadi penyanyi, penyanyi kamar mandi” Ahahahaha celoteh Hye Ra sontak membuat Jung Shin tertawa.

Suasana menjadi cair, Hyera tidak lagi merasa canggung terhadap atasannya itu. Ya itulah HyeRa. Dirinya memang tidak bisa menjaga image-nya. Mereka berduapun semakin akrab, melanjutkan pembicaraan bodoh yang tak lain adalah pernyataan-pernyataan konyol HyeRa yang malah disambut oleh tawa JungShin.

“Apa-apan gadis ini, bodoh sekali, tapi lucu juga dia, sudah lama aku tidak tertawa lepas seperti ini” batin Jungshin sambil menatap Hye ra yang sedang menyeruput secangkir kopinya.

 

***

 

DDDDRRRRRRTTTTTTTTTT

Getar handphone HyeRa membuyarkan tawanya.

From     : Lazyseok

“Hyeraaaaa dimana kau? Aku lapar T.T”

‘Cih apa-apaan gadis ini, mengganggu saja’ batinnya kesal.

To           : Lazyseok

“Kau bikin saja nasi goreng, aku sedah masak nasi tadi pagi”

Hyera memasukkan handphone nya kedalam tas nya. Ia melihat jam tangan Alba-nya yang menunjukkan pukul 20.40.

“Maaf, kurasa aku harus pulang sekarang, ada tugas yang mesti kukerjakan, hmm mungkin lain kali kita bisa mengobrol lagi, sampai jumpa” ujar HyeRa seraya menunduk tanda pamit.

“Baiklah, sampai jumpa, dan terimakasih traktirannya” jawab Jungshin.

***

 

“Selamat pagi, Hyeraaa, Seoookiieeee~” (seokkie? Sejak kapan? Sejak kemarin dirinya semakin akur dengan HaSeok, Ya begitulah MinHyuk, terserah dia sajalah XD) teriak Minhyuk sambil membuka pintu rumah hyera dan Haseok. Ia berjalan perlahan memasuki rumah tersebut dan menaruh beberapa kantung yang ia bawa tadi diatas meja.

KKKYYYAAAAAAHHHH

KKKYYYAAAAAAAAHHHHH

Teriak Minhyuk dan HaSeok berbarengan.

“Minhyuk-ah sedang apa kau? Mau mengintipku ya, awas yaa kau!” bentak HaSeok kesal sambil berbalik dan bersembunyi dibalik tirai karena dirinya yang hanya memakai sehelai handuk.

“Tidak! Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya mau mengantarkan makanan dari Ibuku” jawab Minhyuk gugup sembari menutup wajah malunya dengan kedua tangannya.

“Ya sudah, tunggu sebentar dan balikan tubuhmu, aku ingin masuk kemarku” pinta Haseok sambil berjalan kekamarnya.

Lima menit kemudian HaSeok keluar dari kamarnya dan langsung menyambar kantung pemberian MinHyuk yang ada diatas meja.

“Apa ini? Hwaaaa tteokpokki” tanpa basa-badi HaEok segera menyambar makanan itu.

“Bagaimana seokkie? Enak tidak?” tanya Minhyuk.

“Tak perlu kau tanya lagi, apapun yang Ibumu buat sudah pasti enak” jawab Haseok sembari mengunyah makanan, sudut bibirnya penuh dengan saus tteokpokki.

Tanpa disadari, gerakan tangan sesorang menyambar sudut bibir HaSeok dan mengusapnya. Ha Seok yang menyadarinya tertegun akan aksi romantis pria imut tersebut, Ia tersenyum kecil pada Minhyuk yang sedari tadi pria tersebut hanya memperhatikan dirinya sambil tertawa kecil melihatnya makan.

Entah mengapa hal tersebut membuat HaSeok tiba-tiba canggung. MinHyuk, Pria periang yang ceroboh yang merupakan tetangga sekaligus sahabat semasa kuliahnya itu memang suka padanya, ia tahu walau Minhyuk tak pernah mengungkapkannya. Entah sejak kapan, itu karena MinHyuk selalu memperhatikan Haseok lebih dari sekedar teman. Bahkan minhyuk rela menemani HaSeok menjadi pengangguran beberapa bulan ini, ia berdalih pada ibunya bahwa ia belum siap bekerja.

“Maaf, Ahjumma (Ibu Minhyuk) sudah sangat baik terhadap kami (seok&hyera) namun aku belum bisa membalasnya” ujar Ha Seok sedih.

“Sudahlah, tidak usah dipikirkan, hei bulan depan aku sudah mulai kerja dikantor sepupuku, kau juga kan? HyeRa bilang kau melamar kerja disebuah cafe?”  tanya MinHyuk.

“Ah tidak jadi, lowongan sudah tutup, mungkin aku akan mencarinya ditempat lain.” Jawab Haseok tidak bersemangat. Ia pun kembali melanjutkan sarapan yang dibawakan MinHyuk.

“Ah apa bungkusan satu ini buat Hyera? Lebih baik makan saja ya” ucap haseok seraya membuka kantung berisi makanan itu.

“Hei jangan itu milik HyeRa, kau jangan begitu” sela MinHyuk sembari merebut kantung itu.

“Baiklah” ucap haseok malas. ‘Lagipula HyeRa kan masih tidur’ batinnya kesal.

“Hei ikut aku yuk” ajak MinHyuk.

“Kemana?”

“Sudah ikut saja, kau masih laparkan?”

“ah hahahah, hmm, tapi mau kemana?”

“Mancing!”

“Hah untuk apa?”

“Nanti ikannya bisa kau makan”

Minhyuk dengan Vespa merahnya membawa HaSeok pergi, sejurus kemudian vespa itu sedah melanglang buana menuju dermaga.

 

***

 

“Aih panjang sekali antriannya” gerutu HyeRa kesal. “Semoga tidak kehabisan” batinnya.

Jauh dibarisan depan seorang pria tinggi terlihat sedang melakukan transaksi.

“Silahkan, mau tiket yang mana, kita ada promo buy 1 get one khusus tiket VIP” tanya ahjussi penjaga tiket.

“Baiklah tiket VIP nya saja, ini” jawab pria itu sembari menyodorkan kartu kreditnya.

“1 tiket VIP atas nama Lee Jung Shin, transaksi menggunakan kartu kredit, baik sudah kami konfirmasi, ini tiketnya, terimakasih” pria tersebut menjelaskan.

“Ah iya terimakasih”

Jungshin bergegas keluar dari antrian panjang itu dan sembari memegang tiketnya.

‘Ah bukankah itu jungshin, apa dia membeli tiket juga?’ batin HyeRaa

“Yaahhh JungShin-ssi, kau membeli tiket juga?” tanya Hyera sembari menunjuk tiket yang berada ditangan Jungshin.

“Ah hai, hmm iya, kau sendiri?”

“entahlah kebagian atau tidak, aku kesiangan mengantri tadi”

“ini, untukmu satu”  ucap Jungshin seraya menyodorkan sati tiketnya pada HyeRa.

“Ah tidak usah aku coba mengantri dulu”

“Maaf kuota tiket untuk hri ini sudah habis” terdengar teriakan para crew penjual tiket.

“Sudah ini saja, tadinya aku ingin memberi pada TaeYong habis kupikir mungkin dia juga ingin menonton konser CNBlue”  (Office Boy yang dimanapun kapanpun selalu memakai headphone untuk  mendengarkan musik).

“Ah baiklah ku terima, aku tidak menyangka kau juga suka CN Blue” ucap HyeRa

“Ya aku memang sering menghabiskan weekend untuk menonton konser, tadi pagi aku tidak sengaja melewati kios tiket disini dan kulihat mereka sedang menjual tiket, yasudah aku mampir” jawab Jungshin.

‘Apa? Jadi menonton konser itu hobinya? Aku saja harus menunggu 1 bulan hingga aku gajian baru bisa menonton konser artis kesayanganku’ batin HyeRa.

“Yasudah, aku harus pergi, konsernya mulai jam 8 malam kan? Nanti  kujemput dirumahmu, berikan alamatmu” pinta Jungshin.

“Aku, tidak membawa kertas, hanya ada pulpen di tasku, ponselku juga mati” jawab Hyera sambil membuka tasnya.

“ah begini saja, sini berikan tanganmu”. Hyera meraih telapak tangan Jungshin dan  menuliskan nomornya.

“Itu nomor telponku” ujar Hyera tersenyum.

“Cih lucu sekali, seperti contekan saja hahaha” Jungshin tertawa kecil sambil melihat telapak tangannya.

“Hei tulisanmu jelek sekali disini, mengotori saja, lebih baik tadi kau mengetiknya di ponselku”

“eh dimana ponselku” Jungshin meraba2 kantung celananya. “Aissh tertinggal di mobil” ucapnya kesal.

“Yasudah kalau begitu, nanti kutelpon, aku duluan ya” Jungshin tersenyum dan membelakangi Hyera. Langkahnya sangat cepat menuju keluar.

“Apa ini hari keberuntunganku?” Hyera tersenyum bahagia sambil menatap tiket konser VIP nya.

‘ya sepertinya aku makin percaya pada keajaiban love at first sight’ batinya senang.

***

“Oppa sepertinya kau harus mencari karyawan lagi untuk membantumu merawat binatang-bintang itu, bulan-bulan mendekati pernikahan kita kan akan membuatmu sangat sibuk”

“iya, mungkin kau benar Eunjin-ah, dulu ada seorang temanku yang membantu disini tapi dia memutuskan untuk pindah ke Seoul untuk meneruskan kuliahnya, tapi kudengar ia sudah lulus, kerjanya sangat terampil dan ia juga penyayang binatang, mungkin aku bisa memintanya untuk membantuku, ah kau belum kenal ya? Namanya Ha Seok, ia sudah ku anggap seperti adik perempuanku sendiri”

“Ah kau kan belum pernah cerita padaku tentang dirinya” jelas Eunjin sambil mengeringkan obat luka pada kaki kucing salah satu pasien JongWoon.

“iya aku lupa, sudah lama aku tidak bertemu dengannya, terakhir menelponnya hmm sekitar 5 bulan yang lalu, ah Eunjin-ah bagaimana jika aku telpon dia? Sekalian aku ingin menawarinya untuk membantuku” Jong woon menoleh ke arah Eunjin yang masih sibuk dengan membersihkan kucing yang sedang terluka itu.

“hu’uh, teleponlah” jawab Eun jin sambil mengangguk.

Joong Woon lekas mengambil ponselnya dan mengetik nama HaSeok kemudian memanggilnya

 

Tut…tut..

“Halo”

“Halo, Ha Seok-ah, ini oppa”

“Oppaa! Annyeong, apa kabar?”

“baik, hei bagaimana? Sudah lulus kan? Sudah dapat pekerjaan?”

“ennnggg, aku sudah lulus, tapi hehehe belum tuh” jawab Ha Seok tersenyum malu

“Hei Bulan X oppa akan menikah, uhmmm…. kau mau tidak menolong oppa? Jadi perawat di Klinik oppa? Tidak lama kok hanya 3 bulan. Tapi oppa tak memaksakan kok”

“Apaa?? Secepat itukah oppa ingin menikah? Hmm iya aku mau kok oppa” Ha Seok sedikit terkejut mendengar apa yang barusan ia dengar.

“yah kau tau sendiri usia oppa kan sudah matang untung berumah tangga, terimakasih Haseok, kau memang adik oppa yang terbaik”

“Hiks, tapi oppa tidak akan melupakanku kan setelah menikah nanti?”

“Tidak mungkin itu terjadi”

“Baiklah, kapan aku mulai kerja?”

“secepatnya kalo bisa, aku juga ingin mengenalkan calon oppa padamu”

“Baiklah oppa”

“yasudah, oppa tutup ya, jaga dirimu baik-baik”

“iya”

Tut

***

 

 

“hei apa barusan Ahjussi yang menelpon?” tanya Hyera dengan wajah penuh krim masker.

“iya, yaah dia 3 bulan lagi akan menikah, hiks dan aku disuruh kerja di Kliniknya krna oppa sedang sibuk, bagaimana?” tanya HaSeok seraya melipat tangannya diatas meja tepat didepan HyeRa yang sendang menata maskernya.

“Bagaimana apanya?”

“Kerja di Klinik opaa, tidak lama, hanya 3 bulan”

“Yasudah kalau, begitu,’

“tapiii, minhyuk-ah” ujar Ha Seok pelan.

“ah apa?”

“tidak”

“MinHyuk kenapa? Kau berat meninggalkannya?”

“Tidak, aku tidak bilang begitu”

“Iya, tapi raut wajahmu yang mengatakannya”

‘Apa benar’ batin Ha Seok

 

Flashback

5 bulan yang lalu Jong Woon Oppa menelpon Hyera.

“Hei jangan lupa belajar yang giat, bir kau cepat datang keklinikku, kura-kuramu sudah rindu padamu”

“Ah oppa, jaga dia baik-baik, aku juga merindukannya”

“Hei ada yang ingin ku bilang padamu”

“hu’uh katakan”

“hmm, aku sudah bertunangan, kami ingin serius menjalani hubungan, lalin kali akan kuperkenalkan padamu”

“benarkah, baiklah” jawab haseok datar.

“oppa tutup ya, jangan lupa belajar, fighting!”

“iya”

Tututut

 

Hyera termenung mendengar apa yang abrusan ia dengar. Aneh ia memang sangat terkejut mendengarnya, namun ia samasekali tidak merasakan sakit.

‘Apa aku sudah benar-benar bisa melupakan Oppa’ batinnya sambil memegang dadanya.

 

End flashback

 

***

 

“Apa Jungshin mau kesini untuk menjemputmu, apa kau gila?” tanya Hyera tak percaya.

“aisshh aku serius, kau tahu, kita mau nonton konser bersama ihihiww” Hyera menjawabnya sambil tertawa.

“Yahh bahkan kau tidak mengajakku, kau tahu kan aku juga ingin menonton konser itu”

“Awalnnya sih iya, tapi aku kehabisan tiket dan tiba-tiba ia datang dan menawariku tiket” jelas HyeRa.

“hei apa kau menyukainya?”

“kenapa memangnya? Hmm iya aku menyukainya” Jawab Hyera sambil tersenyum.

“Apa kau mencintainya?”

“entahlah, mungkin nanti,” jawab Hyera masih dengan senyumnya yang mengembang. Entah pikirannya melayang kemana ia masih tersenyum-senyum sendiri.

“kurasa aku mulai mencitai MinHyuk” ucap Haseok tertunduk.

Hyera yang mendengar pengakuan sahabatnya tersenyum bahagia. “Ikutilah kata hatimu, percayalah, hatimu tak mungkin berbohong” hyera mendekatkan diri dan memeluk shabatnya tersebut. “Sudah saatnya kau membalas cinta Minhyuk” lanjutnya.

“enggg” Haseok mengangguk,  butiran bening mulai terlihat dikedua sudut mata Haseok, dan megalir indah dipipinya.

“hei sudahlah, kau siap-siap sana, dandan yang cantik, ini kencan pertamamu dengan Jungshin, kajja” Haseok melepas pelukan Hyera dan menghapus air matanya.

“apa bisa dibilang kecan?” Hyera bingung sambil berjalan kearah kamarnya hendak bersiap-siap.

“Tentu saja , dasar bodoh” tukas Haseok

***

 

1 jam yang lalu Jungshin menelpon Hyera untuk menanyakan alamat rumahnya. Setelah memberi tahu alamatnya, Hyera segera bergegas untuk bersiap-siap.

“Hmm sepertinya kita datang terlalu awal” Jungshin melihat-lihat sekeliling venue yang mulai ramai didatangi orang-orang. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda yang menonton dengan pasangannya, ada juga dengan sekumpulan teman-temannya dan bahkan ada pula yang membawa anak mereka.

“Ah tidak, lebih cepat lebih baik, tunggu sebentar”

“hei kau mau kemana?” tanya Jungshin yang sudah di tinggal Hyera sebelum ia selesai bicara.

‘aissh gadis itu benar-benar ya.’ Batinnya. Pandangannya masih melihat-lihat sekeliling dan tiba-tiba ia merasa tertarik untuk menghampiri stand merchandise yang ada didekatnya. Ia pun membeli 2 banda yang dijual distand itu lalu kembali untuk menemui Hyera yang terlihat sedikit panik tengah mencari-cari Jungshin.

“ini” Jungshin menyodorkan bandana berbentuk 2 tanduk yang memancarkan sinar biru.

“mwo? Kau membelinya? Ah ternyata kau lucu juga” goda Hyera.

“ah tidak, aku hanya ingin membelinya karena kulihat orang-orang banyak yang memakainya”

“ah, baiklah aku pakai, ah ini kau juga” Hyera memakai bandana itu lalu menyodorkan sebuah LightStick yang baru dibelinya tadi kepada Jungshin.

“hahaha, kurasa aku sekarang menjadi seorang fanboy betulan” Jungshin tertawa sambil makai bandana tanduk birunya.

“ah pintunya sudah dibuka, ayo”

Mereka berdua pun segera masuk ke dalam venue dan menempati kursi diarea VIP sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket. Dan konserpun dimulai dengn lagu Love Revolution. Sesekali Hyera berdiri dari kursinya sambil meneriakkan nama member, hal ini sontak membuat Jungshin tertawa. Hyera pun mengajak Jungshin untuk menggoyangkan Lightsticknya. Sesekali hyera meraih tangan Jungsin dan menuntunnya untuk menggoyangkan lightsticknya kekiri dan kekanan. Jungshin hanya tertawa malu melihat dirinya ikut ber-fanboy-ing-an. Sesekali Hyera bernyanyi mengikuti alunan lagu  dan meneriakkan fanchant  bersama fans yang lain.

“Anak ini lucu sekali, ya mungkin ia sangat nge-fans sampai-sampai se-excited itu hahaha’ batin Jungshin sambil melihat Hyera yang tengah sibuk menggoyangkan lightsticknya.

“Kenapa malah melihatku? Hei gerakkan lightsticknya” Hyera memberi arahan.

Kurang lebih selam 2 jam konser digelar. Para penonton berduyun-duyun mulai bergegas meninggalkan venue.

“Nanti saja tunggu 30 menit, pasti masih ramai sekali diluar, sulit untuk menuju parkiran” tahan Jungshin seraya menarik tangan Hyera.

“Duduk saja dulu” lanjutnya

“hu’uh”

“ahh cepat sekali konsernya berakhir T^T aku kan masih ingin nyanyi” Hyera memandangi lightsticknya dengan tatapan sedih.

“hahaha kalau Cuma ingin bernyanyi, kau kan bisa menggelar konsermu sendiri” ujar Jungshin

“……”

“iya konser di kamar mandi ahahaha” canda Jungshin sambil tertawa menyebabkan lightsticknya terguncang-guncang.

“tidak lucu” Hyera memasang muka cemberut, sontak membuat Jungshin tertawa makin keras melihat reaksi Hyera.

“Ayo kita keluar” ajak Jungshin

Suasana diluar masih ramai namun tidak terlalu padat. Jungshin dan Hyera berjalan lewat jalur selatan venue yang berbatasan dengan Sungai Han. Disana masih ramai di penuhi stand-stand merchandise dan makanan yang dipenuhi sebagian besar penonton yang baru keluar.

“Tunggu disini, aku ingin jajan”

‘jajan, seperti anak kecil saja’ ungkap ungshin dalam hati sambil berdiri memandangi aliran sungai.

“ini”

“apa ini? Gulali? Memangnya aku anak kecil”

“memangnya anak kecil saja yang boleh makan gulali, standnya ramai sekali, makanya aku jadi penasaran untuk membelinya, nyamm enak juga hahaha kalau tidak mau yasudah nanti kumakan” ujar Hyera sambil menikmati gulalinya.

“yaaah enak saja, ini kan buatku” Jungshin merebut gulali itu dari tangan Hyera dan melahapnya.

‘mungkin terlihat agak konyol, tapi anak ini benar-benar lucu, makan gulalu setelah nonton konser, hahaha bahkan aku tidak pernah makan dipinggiran berasama EunJin’ batin Jungshin.

***

“Yak sudah sampaii” Jungshin melepas seatbelt dan menoleh kearah Hyera.

“hey yahh kita sudah sampai dirumahmu” ujar jungshin.

“aissh dia malah tertidur” Jungshin mendekatkan dirinya kesamping jok hyera.

“yaaah, kau tidak mau pulang, hyera-yah” Jungshin semakin mendekat, menatap wajah HyeRa yang sedang tertidur.

‘manis sekali anak ini, bahkan sedang tidurpun terlihat lucu’ Jungshin tersenyum masih menatap wajah Hyera. Ia mendekat, dan semakin mendekatkan wajahnya kearah Hyera.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Chapter 4

Title                       : Im In Love With You

Author                  : ree

Rating                   : G

Lenght                  : Chaptered

Genre                   : Romance

Main Casts          : Choi Hye Ra (fiktif)

Shin Ha Seok (fiktif)

Lee Jung Shin

Kang Min Hyuk.

Other Casts        : Kim Jong woon

Shin Eun Jin (fiktif)

Editor Shim Jae Won

Jung Ha Na

Disclaimer           : Dont jugde me by my ff ya xD, cerita ini hanya fiktif belaka, berasal dari pemikiran   absurd asli author. No Copas! Enjoy ^^

 

Last Chapter

 

“Yak sudah sampaii” Jungshin melepas seatbelt dan menoleh kearah Hyera.

“hey yahh kita sudah sampai dirumahmu” ujar jungshin.

“aissh dia malah tertidur” Jungshin mendekatkan dirinya kesamping jok hyera.

“yaaah, kau tidak mau pulang, hyera-yah” Jungshin semakin mendekat, menatap wajah HyeRa yang sedang tertidur.

‘manis sekali anak ini, bahkan sedang tidurpun terlihat lucu’ Jungshin tersenyum masih menatap wajah Hyera. Ia mendekat, dan semakin mendekatkan wajahnya kearah Hyera.

 

***

 

‘manis sekali anak ini, bahkan sedang tidurpun terlihat lucu’ Jungshin tersenyum masih menatap wajah Hyera. Ia mendekat, dan semakin mendekatkan wajahnya kearah Hyera dan tiba-tiba Hyera membuka matanya.

“hei Yaaaah kau kau sedang apa” teriak Hyera

“aa…a..aku hanya, aku hanya.. ingin membangunkanmu saja, hei siapa yang suruh kau tidur, sudah sana masuk, aku mau juga kan mau pulang” bantah Jungshin malu.

“ah sudah sampai rumahku ya, yasudah aku masuk dulu, terimakasih sedah mengantarkanku pulang” Hyera membuka pintu mobil dan berniat untuk menutupnya namun ia buka pintunya.

“engg…. Jungshin-ah”

“Terimakasih untuk hari ini” ucap Hyera cepat seraya menutup mobil Jungshin.

Ia pun bergegas masuk kedalam rumahnya..

Didalam mobil, Jungshin hanya tersenyum dengan apa yang barusan terjadi.

“hei lee jung shin, memangnya kau tidak takut hah, jatuh cinta itu berbahaya” Jungshin berbicara pada dirinya sendiri.

“aaaahhhhh sudah sudah, bikin pusing saja” lanjutnya sambil mengacak-acak rambutnya.

 

***

 

Dirumah, Hyera tengah terhuyung-huyung menenteng tas punggungnya yang besar menuju ruang tengah. Nampak juga Haseok sedang merapikan barang-barang yang hendak ia bawa ke Busan.

“yaaah mengapa bawaanmu sebanyak itu? Kau kan tidak ikut pindah!” ujar HaSeok seraya memasukkan beberapa potong baju kedalam tasnya.

“yaahh kau tidak berniat untuk ikut pindah kan?” tanya HaSeok.

“tentu saja tidak, aku hanya menemanimu 1 minggu saja di Busan, aku kan juga rindu rumahku” jelas Hyera sambil meletakkan tas nya di kursi.

“kau gila? Pekerjaanmu nanti bagaimana? Lalu nanti jungshin bagaimana?” tanya HaSeok sambil menatap hyera bingung.

“bagaimana apanya? Majalah yang diproduksi kantorku kan terbit 1 minggu sekali, lagi pula aku sudah mencicil beberapa desain dan sudah kukirimkan ke editor Shim. Mengenai Jungshin, hmm.. hei lagi pula aku kan sudah izin cuti” Hyera berusaha mengalihkan pembicaraan.

“cih dasar kau, awas saja nanti kalu merindukannya” goda HaSeok sambil tertawa.

“cih lucu kau, harusnya aku yang bertanya, awas saja kau kalau merindukan Minhyuk hahaha” hyera membalas perkataan Ha Seok.

“eh ngomong-ngomong, kemana dia? Tumben pagi ini belum terlihat” ucap Hyera

“Seok-ah, kau tidak memberitahukannya bahwa kau dan aku akan ke Busan hari ini?” tanya Hyera bingung.

“engg, sudak kok, entahlah kemana dia” jawab ha Seok kecewa.

 

“yayaya aku telat aku telat pabopabopaboyaaaa” teriak Minhyuk sambil berlari menuju rumah sewa Hyera&Haseok yang berjarak hanya 1 km.

“SSSSSEEEEEEOOOOOKKKKIIIIIEEEEE~~” Minhyuk tiba dirumah Haseok dan langsung membuka pintu rumah sambil berteriak memanggil nama Haseok. Terdengar keras hembusan nafas lelah minhyuk akibat berlari.

“Astaga Minhyuk kau mengagetkan- KYYYAAAAA” Hyera yang tengah terkejut mendengar teriakan Minhyuk kemudian berteriak sambil menutup waajahnya.

“yaahh paboyaa! Hyukkie liat dirimu, kau baru bangun tidur hah?” tanya Haseok dengan wajah bingung sembari menunjuk kearah MinHyuk yang hanya memakai kaus lengan buntung dengan bawahan celana boxer pendek sepaha bermotif doraemon. (sekseeehhh bok😄 *ngebayangin*)

Minhyuk yang semula tidak menyadarinya langsung meraih taplak meja yang berada disampingnya dan menutupi celananya sambil tertawa malu.

“hehehe, aku bangun telat pagi ini dan aku langsung teringat bahwa pagi ini kau akan pergi ke Busan, maka dari itu aku langsung buru-buru kesini sambil berlari” jelas minHyuk sambil menggaruk-garuk kepalanya. Terlihat pipinya seketika memerah menahan malu.

“Iya kami sebentar lagi akan berangkat ke stasiun, kau mau ikut mengantar kami tidak? Jika iya, ganti pakaianmu dulu sanah, cepat ya, tidak usah mandi” ujar Haseok.

“Baiklah seokkie, aku ganti baju dulu, sebentar, kalian tunggu disini saja”. MinHyuk bergegas keluar dan kembali berlari menuju rumahnya.

“ckckck dasar mister pabo”. HaSeok menggelengkan kepalanya.

“pabo-pabo gitu ganteng loh”. Goda HyeRa.

“yaah apa-apaan kau, dia milikku tahu” Ha Seok mengendus kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

“ciiyyeee sekarang sudah berani bilang dia milikku, ihiiwww”. Goda Hyera sambil tertawa. Haseok hanya bisa tersenyum malu mendengarnya.

 

***

 

(di stasiun)

“Jaga dirimu baik-baik Hyukkie, jangan lupa isi pulsaku nanti agar aku bisa menelponmu” Haseok menggoda MinHyuk dengan senyum manisnya.

“Ku juga, hiks, aku pasti akan merindukanmu, hiks, aku akan menelpon setiap saat Seokkie”

“yaah apa-apaan kau ini memalukan, jangan menangis ditempat umum seperti ini, sudah jangan menangis, aku tidak lama” Ujar Haseok sambil menghapus air matanya yang ikut keluar karena melihat MinHyuk menangis.

“hei kalian berdua sedang latihan drama hah? Sudahlah Minhyuk-ah kami pamit dulu ya, ayo”.

Hyera menggandeng tangan Haseok menuju kedlam gerbong kereta. Keduanya masuk dan duduk dinomor kursi sesuai yang tertera pada tiket.

“Kau ini, bisa-bisanya meminta pulsa pada MinHyuk, cih dasar, kau kan tahu minhyuk belum bekerja” ujar Hyera kesal.

“ani, sebenarnya tanpa diminta, ia juga akan tetap mengirimkanku pulsa, eh kau belum tahu ya? Minhyuk sebentar lagi akan bekerja, ia bilang ia mulai bekerja di kantor sepupunya” jelas haseok.

“Benarkah? Syukurlah”

 

***

 

“Opaaaa!”

“Seok-ah Hyera-yah, ah senang bisa melihat kalian datang secepat ini” sapa Jongwoon sambil memeluk Ha Seok dan Hye Ra.

“oppa, aku sudah bisa bekerja kan” tanya Ha Seok sambil menyenggol-nyenggol bahu Jong Woon.

“tentu saja hehehe” Jong Woon mengusap-usap rambut Ha Seok. “kau juga boleh kerja di Klinikku jika kau mau HyeRa” lanjutnya

“aniiy, aku sudah bekerja di Seoul, aku disini hanya 1 minggu saja….,  hey Ahjussi, aigoooooo akhirnya kau akan menikah juga, hei jangn lupa kenalkan calonmu pada kami”. Goda HyeRa.

“Ah iya uhmm…. seharunya sih dia sudah datang ke Klinik, hmm mungkin sebentar- ah itu sepertinya dia datang” JongWoon menunjuk sebuah mobil yang hendak parkir didepan Kliniknya. Nampak seorang gadis cantik bertubuh tinggi keluar dari mobil itu.

“omooo… neomu yeppoda oppa, aisshh pintar sekali kau mencari calon istri”. goda HaSeok sambil memukul pelan bahu Jong Woon.

Hyera kemudian menoleh keluar Klinik.

‘Huh, sepertinya wajahnya tidak asing’ batinnya. Hyera masih mencoba mengingat-ingat wajah wanita itu.

‘Yaa, ahh aku ingat, dia, dia kan wanita yang kulihat di Cafe bersama Jungshin waktu itu’. pikir Hyera.

‘jadi.. dia calon istri ahjussi? Lalu apa sebenarnya hubungan gadis itu dengan jungshin?’. Hyera termenung memikirkan hal itu.

“Oh… annyeonghaseo”. sapa Eunjin seraya menunduk.

“Ahh Eun Jin-an, kau sudah datang, sini sini, aku memperkenalkan seseorang”. Jongwoon menarik pelan tangan gadisnya.

“Ini yang kuceritakan padamu kemarin, namanya Shin Ha Seok, hei ini calon oppa, cantik kan?” tanya Jongwoon kepada Ha Seok.

“hu’uh cantik, aku Ha Seok” sapa Haseok sambil mengulurkan tangannya.

“Aku Shin Eun Jin, senang mengenalmu” ujar Eunjin seraya menjabat tangan Haseok.

“Dan ini Choi Hye Ra”

“oh uhmm hai, Hye Ra” sapa Hyera sambil menjabat tangan Eun Jin.

“hai aku Eun Jin”

‘Eun Jin, hmm gadis ini apakah hanya sekedar teman Jung Shin? Rasanya aneh, karena di Cafe itu aku melihat matanya seperti habis menangis, ekspresi Jungshin juga serius ketika sedang bersamanya, ah apa yang kau pikirkan Hye Ra’. ucap Hyera dalam hati.

 

***

 

Seusai mamarkir mobilnya, Jungshin berjalan setengah berlari memasuki gedung perkantoran tempatnya ia bekerja.  Kemacetan dijalanlah yang menyebabkan ia sedikit telat datang kekantor.

“Selamat pagi pak” beberapa karyawan meja receptionist  menyapanya.

“Pagi” jawabnya terburu-buru sambil memasuki ruang redaksi.

“heii, tumben sekali kau telat”. sapa Editor Shim yang tengah duduk dimejanya sambil mendengarkan musik. Bekerja di perusahaan media memang tidak terlalu kaku, namun bagi Jungshin, datang terlambat merupakan hal yang sangat ia hindari agar bisa menjadi contoh para karyawan lainnya.

“Ah ia jalanan Seoul pagi ini sangat ramai”. jawabnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti tepat didepan meja kerja yang sedang brpenghuni. Diatas meja tersebut terpampang papan nama yang bertuliskan “Choi Hye Ra”.

‘huh… kemana dia? Apa dia datang terlambat juga’. batinnya. Kemudian melanjutkan langkahnya menuju meja kerjanya.

“Junghin-ssi”. Editor Shim berjalan menghampiri meja Jungshin.

“beberapa artikel sudah aku review, ini, bisa kau tolong kerjakan sisanya? Aku ingin mengerjakan sesuatu”. pinta Editor Shim sambil menyodorkan berkas-berkas kerjanya.

“Ah, uhmm okay, yang ini?” Jungshin memeriksa berkas itu.

“iya, terimakasih”

1 jam berlalu. Beberapa artikel pemberian Editor Shim sudah selesai Jungshin kerjakan. Ia berdiri dari kursinya, berjalan menuju meja dispenser dan menyeduh segelas kopi hangat. Membawa gelas itu lalu berjalan hendak kembali kemejanya.

‘uhm… sudah jam segini belum datang juga, apa dia tidak masuk?’. tanyanya dalam hati.

Ia berjalan kearah meja Jung Ha Na. Menanyakan keberadaan Hyera padanya.

“HaNa-yah, Hyera kemana?” tanya Jungshin sambil meyeruput kopinya.

“Tidak tahu, dia bilang ingin cuti tapi tidak bilang alasannya padaku” Jawab HaNa yang tengah sibuk mengetik.

“ooowh” Jungshin berjalan kembali kemejanya.

“Cuti? Untuk apa memangnya” batin Jungshin.

 

***

 

“hei oppa, lihat, eonnie Eun Jin terampil sekali dalam hal merawat luka hewan” ujar Haesok sambil melempar senyum  kearah EunJin.

“apa eonnie terlihat seperti itu? Kau ini berlebihan, hehehe” tukas EunJin sambil tertawa kecil.

“aku serius, hei oppa, sepertinya kau tidak perlu mencari perawat lagi, nanti setelah menikah eonnie bisa menjadi assistant pribadi merangkap sebagai perawat, hehehe” puji HaSeok diselingi tawa.

“Aku setuju denganmu HaSeok-ah, eonnie terlihat penyabar jika sedang merawat hewan-hewan itu, tidak seperti kau Ha Seok-ah hahahah” sindir Hye Ra.

“Heeeiii memangnya dirimu penyabar” gerutu Ha Seok.

“Hei kalian, oppa senang melihat kalian sangat akrab, padahal baru 5 hari kalian disini, tapi nanti oppa dan eunjin akan semakin sibuk mengurus pernikahan kita, jadi mohon bantuannya ya” ucap Jong Woon.

“Tenang saja oppa, tapi aku minta kenaikan gaji ya’ canda Haseok.

“tenang, bonus dari oppa sudah ada untukmu, itu” Jongwoon menunjuk sebuah kotak kaca berisi anak 4 kura-kura.

“sebanyak inikah anak kura-kura ku, ini sih bukan bonus oppa, tapi nambah pekerjaan” Haseok cemberut sambul memandangi bayi kura-kura itu.

“Lebih tepatnya bonus tambah pekerjaan, hahaha” ucap Jongwoon menyebabkan semuanya tertawa.

 

 

***

 

Ditaman Klinik kecil milik Joong woon, Hyera menghampiri Eunjin yang sedang duduk memangku kucing yang sedang ia rawat.

“Hei kau rupanya” sapa Eunjin sembari melempar senyum.

Hyera membalas senyumnya dan duduk disampingnya.

“Eonnie, uhmm.. itu ada yang ingin ku tanyakan padamu” Hyera gugup.

“kenapa? Ada apa? Bilang saja” ujar Eunjin sambil menyisir bulu kucing tersebut.

“enggg, itu hmm…. sebenarnya hmm. Kau kenal Lee Jung Shin? Ah hm.. maksudku, aku pernah melihatmu di Cafe depan kantorku dan JungShin. Tapi.. hmmm aku melihatmu seperti habis menangis, sebenarnya apa hubungan kalian?” ujar Hyera berhati-hati.

“Ahh.. hmm… kau bekerja di kantor itu juuga ternyata?” “

Hmm… iya, sejujurnya Jungshin mantan pacarku 6 bulan yang lalu, lebih tepatnya mantan selingkuhanku. Jong Woon oppa sudah tahu, bahkan memaafkanku ketika aku menceritakan sejujurnya. Aku berpacaran dengannya ketika aku masih berpacaran dengan Jong woon, semua ini karena keegoisanku, hanya karna hubunganku dengan jong woon sedang ada masalah, aku malah bermain cinta dengan Jungshin, padahal dia orang yang baik”.

“Namun sebelum ia jatuh cinta lebih dalam terhadapku, aku memutuskannya dan kembali pada Jong Woon sesuai dengan kata hatiku, aku telah sadar bahwa semua yang kulakukan salah…  dia membenciku, dia bahkan tak memberi kesempatan bagiku untuk memberi penjelasan. Tapi ketika aku menemuinya di Cafe itu, kurasa dia sudah tidak membenciku lagi, ku harap seperti itu. Aku menangis hanya karna luapan penyesalanku. Entahlah ia bersedia datang kepernikahanku atau tidak, kemarin aku juga sekalian mengundangnya.”

“Hei Hyera-ah kau dekat dengannya bukan” lanjut Eun Jin.

“Tolong ajak dia datang ya, aku ingin dia juga datang” ucap Eun jin pada HyeRa.

“Ah? hmm…. iya, eonnie, akan aku usahakan” jawab HyeRa.

 

***

 

“Yaah Ha Na-yah, memangnya HyeRa cuti berapa hari sih? Sudah 5 hari dia belum kerja juga? Dasar anak itu” Jungshin bertanya pada HaNa yang sedang membaca artikel.

“Entahlah sepertinya 1 minggu, hei kau ini kenapa? Belakangan ini selalu menanyakan Hyera, jangan bilang kau sedang galau dia tidak datang” canda HaNa. Jung HaNa rekan kerja JungShin yang sudah menikah 3 bulan yang lalu itu memang sudah akrab dengan Jungshin selama mereka bekerja, Tak sedikit permasalahan tentang kehidupan JungShin yang Ha Na ketahui.

“Cih galau? Bahasa apa itu? Hei Apa itu bahasa baru para ibu muda sepertimu? Hahaha tidak… aku hanya bingung dengan tugas-tuganya” ledek Jungshin.

“Aissh, jangan mengalihkan pembicaraan, lagi pula dia sudah mengirim tugasnya ke Editor Shim, yaaahh… aneh, tidak pernah kau menanyakan seperti ini rekan-rekan kerja yang tidak masuk, kecuali pada HyeRa seorang, apa itu kalau bukan galau namanya” celetuk HaNa sambil tersenyum meledek.

“Hei dasar ibu-ibu tukang gosip, sudah sana lanjutkan kerjamu” tukas Jungshin sambil berjalan kearah mejanya.

“Yasudah makanya jangan bertanya padaku, aku punya nomor telponnya jika kau mau kau bisa menanyakan langsung padanya”  ujar Hana sambil mengangkat ponselnya.

“tidak perlu”  ledek Jungshin.

‘Ah iya, kenapa tidak ku hubungi nomornya saja’ batinnya.

Jungshin pun segera berjalan keluar ruangan menuju taman belakang. Ia membuka kontak diponselnya dan mencari nama HyeRa.

“telpon, jangan, telpon, jangan, ah, tidak usah ah, ah tapi, yasudah telpon saja” Jungshin bertanya pada diri sendiri.

 

Tut…tut…tut..

 

“Halo”

“Hei kemana saja kau 5 hari ini hah, bagaiman dengan tugas-tugasmu”

“oh hmm aku.. heeiiii… aku kan sudah mengirimkan tugasku melalui email Editor Shim… aku hanya pulang ke Busan sebentar”

“sebentar ? kau bilang sebentar? 1 minggu sebentar?” ucap Jungshin.

“Hei kenapa kau ini? cih, tiba-tiba memarahiku, lagi pula 1 minggu kan waktu yang singkat” Hyera membela diri.

“Yaaa.. tapi.. kan…heiii kau kan bisa.. ahhh sudahlah, aku masuk kantor dulu” Jungshin memutus panggilannya

‘aisshh aku ini kenapa’ batin Jungsin.

“halo, halo” “cih orang ini aneh sekali” ucap Hyera kesal.

‘uhm tumben sekali menelponku hanya menanyakanku dimana’ Hyera bingung, namun tiba-tibanya senyumnya mulai mengembang

‘ahh tapi aku senang sekali ditelpon, iiiiihhhh aahhh kenapa jadi pingin pulang gini :3’. ucap Hyera dalam hati tanpa tersadar kedua tangannya sudah dalam  memeluk pohon taman Klinik.

‘huh… cih dasar orang gila’. ucap Haseok dalam hati sambil tersenyum ketika melihat kelakuan HyeRa.

 

***

 

“Hati-hati dijalan ya” ucap Jongwoon.

“HyeRa yah jangan lupa tentang yang sudah kita bicarakan” Eunjin berbisik pada HyeRa.

“Yaahh, berikan salamku pada MinHyuk-ah~” pinta HaSeok manja.

“iya iya, kalian semua jaga diri juga ya, aku berangkat dulu” ujar Hyera seraya melambaikan tangannya.

Kereta yang Hyera tumpangi perlahan menjauh.

‘aaahh senangnya sabtu ini aku bisa beristirahat dirumah dengan tenang’ ucap Hyera dalam hati. Di dalam kerata menuju Seoul, Hyera mulai tertidur menikmati perjalanan.

 

***

 

Waktu menunjukkan pukul 16.30

“Iya sampai disini saja pak, ini, terimakasih” ucap Hyera sambil memberi uang tarif taksi kepada supirnya.

Ia menggendong tasnya dan berjalan kearah rumahnya, namun langkahnya tiba-tiba terhenti. Ia melihat mobil yang tidak asing lagi baginya sedang terparkir didepan rumahnya. Seseorang didalamnya seperti sedang tertidur dengan posisi menelungkup, menghadap stir.

“JJ..Jungshin-ah” Hyera menghampiri mobil tersebut dan mengetuk-ketuk kaca mobil itu.

Jungshin yang mendengarnya tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia merapikan rambutnya kemudian keluar dari mobilnya.

“Sedang apa kau didepan rumahku? Sampai-sampai tertidur seperti itu, aaaahhh kau sedang menungguku pulang ya?” Goda Hyera sambil tersenyum manis.

“huh… uhmm… tidak.. kau ini… ehhh, ayo” Jungshin mengambil tas Hyera dan menaruhnya di jok belakang kemudian menarik tangan Hyera dan membawanya masuk kedalam mobil.

“yaaahh Jungshin-ah aku baru saja pulang, yahh kita mau kemana?” tanya Hyera bingung.

“Aku ingin makan gulali” jawab Jungshin sekenanya.

“Huh apa aku tidak salah dengar? Hahaha, uhh.. baiklah ayo, kita cari” Hyera memakai seatbeltnya.

“baiklah” ucap Jungshin sambil menjalankan mobilnya.

 

***

 

Mobil Jungshin terparkir disebuah tempat. Sebuah tempat yang tidak terlalu ramai dikunjungi orang. Hanya ada para nelayan kecil yang terlihat sedang sibuk menyiapkan perahu untuk berlayar. Entah apa alasan mereka memilih petang sebagai waktu yang tepat untuk berlayar. Matahari terlihat seperti sedang bersiap-siap ditelan laut. Menyebabkan langit berubah menjadi jingga kemerahan.

Jungshin dan Hyera duduk diatas jembatan yang mengubungkan tepi pantai dengan laut. Merelakan ujung jari kaki-kaki mereka tersapu ombak kecil air laut. Menyaksikan matahari tenggelam sudah menjadi hobi baru Jungshin ketika libur kerja. Ia merasa dermaga ini tempat yang menyejukkan untuk menghilangkan penat, karena tak banyak orang yang berkunjung. Filosofi dermaga baginya seperti sebuah tempat dimana hatinya kelak akan berlabuh. Ia sadar bahwa sebelum berlabuh, hatinya harus melakukan pelayaran panjang melintasi berbagai macam rintangan yang terjadi pada lautan kehidupan. Bagaikan pelayaran para nelayan ini yang akan berlabuh ketika telah mendapatkan tujuannya.

“wah…. aku bahkan belum pernah menyaksikkan sunset seindah ini” ujar HyeRa kagum.

“ini tempat favoritku jika sedang ada waktu luang” ucap Jungshin tersenyum sambil memakan gulalinya.

“haaahhh” Hyera menarik nafas panjang dan menghembuskannya menikmati aroma laut biru.

“rasanya aku ingin berteriak” ucap Hyera sambil memandangi laut.

Jungshin tersenyum melihanya. “berteriaklah, aku sering berteriak jika aku sedang banyak masalah, memang tidak membantu, tapi cukup melegakan hati” ucap Jungshin yang.

“KYYYAAAAAA AAAAKUUUU LEELLLAAAAAAHHH” teriak Hyera.

“KAAU TAHUUU AKUUU HANYA TIDUR DIKERETAAAA, HAHAHAHA” Hyera berteriak sambil tertawa.

Jungshin yang melihatnya pun ikut tertawa.

“sini bersandarlah jika kau lelah” tawar Jungshin pada Hyera sembari membelakangi Hyera.

Hyera segera bersandar pada punggung Jungshin yang duduk membelakanginya. Mereka duduk saling membelakangi sambil menghabiskan gulali.

“Jungshin-ah, boleh aku bertanya?” Hyera tak mengubah posisi duduknya.

“eungg, tanya apa?” jawab Jungshin mengangguk.

“aku bertemu sesorang di Busan, dia wanita yang ku lihat di cafe  bersamamu waktu itu” ucap Hyera

“dia… hmm sebenarnya siapa?” tanya HyeRa.

“kau….  bertemu Eun Jin?” tanya Jungshin sambil mengubah posisi duduknya dan duduk di samping Hyera.

“Aku ke Busan bersama Haseok untuk menemui teman lamaku, dia akan segera menikah, dan aku diperkenalkannya pada wanita itu” jelas Hyera

“….” hening, tak ada jawaban dari Jungshin.

“sebenarnya selam 1 minggu disana, aku dan Haseok semakin akrab dengannya, bahkan aku bilang padanya bahwa aku pernah melihatnya di Cafe saat ia sedang bersamamu” ucap Hyera pandangannya masih menuju ke laut.

“Jungshin-ah, maaf…” ucap Hyera

“aku sudah tau semuanya, uhmm… Eun Jin menceritakannya padaku, 6 bulan berlalu seharusnya kau bisa memaafkannya” Hyera memandang Jungshin yang tertunduk melihat air laut.

“Entahlah, aku rasa aku  sudah memaafkannya, tapi…” ujar Jungshin.

“aku masih harus meyakinkah diriku bahwa aku benar-benar melupakan kenanganku bersamanya”. Lanjutnya. Pandangannya masih tetap tertunduk.

“3 bulan lagi ia akan menikah” Hyera memandangi langit yang semakin jingga.

“Kim Jong Woon…., temanku itu pria yang sangat baik, Eunjin sudah memantapkan hatinya. Ia sangat berharap kau mau memaafkannya. Ia bahkan berpesan padaku bahwa kau diharapkan datang kepernikahannya” ujar Hyera

“sebagai teman baik” lanjutnya.

Jung shin mengalihkan pandangannya menuju langit jingga, menarik nafas pelan dan menghembuskannya.

Ia hanya mengangguk sambil tersenyum pada Hyera.

‘entahlah…. aku hanya perlu waktu untuk belajar untuk memahami perasaanku, hati dan pikiran terkadang tidak sepakat, mungkin rasa itu belum sepenuhnya pudar sebelum akhirnya kau datang, HyeRa, apa aku takut jatuh cinta padamu? Bahkan aku tidak mengerti perasaanku’. batin Jungshin.

Matahari benar-benar telah tertelan oleh laut. Menghilangkan warna jingga langit sore. Jejaknya mengilang. Langit berubah menjadi gelap pekat. Lampu-lampu dermaga mulai menyala.

“Mau sampai kapan kau bersandar di punggungku seperti itu? Kalau mau tidur dirumah saja” ujar Jungshin pelan memecahkan keheningan diantara mereka.

“huh” Hyera kaget medengarnya.

“aku tidak tidur” ucap Hyera dengan mata terpejam.

“Ayo pulang saja” ajak Jungshin.

Hyera segera masuk kedalam mobil jungshin, raut wajahnya sangat lelah, dengan setengah terpejam ia segera duduk didalam mobil. Jungshin pun menjalankan mobilnya dan melesat menuju Seoul yang cukup memakan waktu hampir 2 jam. Hyera tertidur di sampingnya. Jungshin hanya tersenyum melihatnya. Tangan kanannya berusaha meraih seatbelt pada jok Hyera dan memasangkannya pada Hyera.

 

***

 

Mobil Jungshin tiba didepan rumah Hyera. Ia mematikan mesin mobilnya. Matanya menatap wajah Hyera yang sedang tertidur, tangan kanannya mengusap lembut rambut Hyera. Jungshin tersenyum, kedudian ia mendekatkan wajahnya, dan semakin mendekat. Namun ia sgera memundurkan wajahnya lantaran Hyera tengah membuka matanya.

“yaahh kau mau membangunkanku ya?”. tanya Hyera dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.

“Yaaah kita sudah sampai, cih tidur mulu” ucap Jungshin sedikit canggung.

Hyera kealuar dari mobil Jungshin dan begitu pula Jungshin.

“masuklah” ucap Jungshin.

“hu’uh” Hyera menggangguk “gomawo” lanjutnya sambil tersennyum kemudian berjalan perlahan.

Namun ia menghentikan langkahnya. Ia berbalik arah setengah berlari dan mendekati Jungshin. Mendekatkan wajahnya pada Jungshin dan mencium pipinya. 2 detik. Dengan cepat ia berbaik arah dan setengah berlari menuju rumahnya.

Jungshin termangu sesaat. Ia mengejar Hyera. Menarik bahunya dan membalikan tubuh Hyera. Bibirnya mengecup bibir Hyera dengan pelan dan lembut.

Tidak lama bibir mereka terpaut, Hyera menjauhkan wajahnya dari wajah Jungshin. Ia membalikan tubuhnyadan segera memasuki rumahnya. Meninggalkan Jungshin yang masih termangu.

Hyera menutup pintu rumahnya dan terduduk di depan pintu. Airmatanya mulai jatuh.

‘saranghae’ batinnya.

Jungshin segera masuk kedalam mobilnya.

‘Ku harap aku segara mendapatkan tempat berlabuh’ batin Jungshin. Mobilnya berjalan meninggalkan rumah Hyera, melewati kegelapan malam.

 

***

 

“Akhirnya hari ini tiba juga” ucap Ha Seok pada Hyera yang tengah bersiap menyaksikan upacara pernikahan Jong woon dan eunJin.

“Iya, ahjussi sudah menemukan pelabuhan cintanya” ucap Hyera tersenyum.

“Cihh, bahasamu itu benar-benar” timpal Haseok.

“ngomong-ngomong kenapa tidak datang bersama Jungshin?” tanya Haseok.

“Aku tidak ingin  memaksakannya, biarkan dia mengikuti kata hatinya saja” jawab Hyera.

“Aigooo, cantik sekali mempelai wanitanya” Minhyuk yang duduk disebelah Haseok segera berdiri ketika meliha EunJin datang bersama ayahnya.

Haseok dan Hyera ikut berdiri. Mereka menyaksikan upacara sakral mengikat janji 2 orang yang saling mencintai. Eunjin pun telah resmi menjadi istri Jong Woon. Hyera, Haseok dan Minhyuk menghampiri keduanya untuk memberikan selamat.

“eonnie, kau cantik sekali, selamat ya”. ucap Hyera tersenyum.

Eunjin tersenyum mendengar pujian Hyera “apa dia tidak datang?” tanya Eunjin.

“entahlah, aku sudah memberitahunya” jawab HyeRa.

“tidak apa, aku tidak memaksa, walau sejujurnya aku mengharapkan ia datang” ucap Eunjin tersenyum.

“Hey ayo, aku dan Jong Woon ingin melempar bunga, pokoknya salah satu dari kalian harus mendapatkannya ya” ujar Eunjin

“Seokkie~ aku akan menangkapnya untukmu” ujar MinHyuk yang disambut dengan tawa Hyera, Eunjin dan Jong Woon. Wajah Ha Seok memerah.

 

***

 

‘apa aku telat?’

‘Yaahh sepertinya aku telat’ batin Jungshin sambil mencari pengantin di tengah rombongan tamu yang hadir. Namum pandangannya segera menangkap 2 orang pengantin yang berdiri diatas panggung kecil membelakangi para tamu-tamu muda. Jungshin mendekat kekerumunan tersebut namun tiba-tiba wajahnya tertimpa sesuatu.

“siapa? Siap yang dapat bunganya?”. Ujar Jong Woon.

EunJin termangu melihat Jungshin tampak memegang buket bunya yang ia lempar. Begitu pula dengan HyeRa, HaSeok dan MinHyuk. Para kerumunan segera membubarkan diri. Ada yang kecewa tidak dapat dan ada yang memberi selamat pada jungshin.

Eunjin dan Jong woon mendekatkan diri pada Jugshin.

“Selanjutnya kau ya yang akan menyusul kami” Jongwoon menepuk bahu Jungshin sambil tersenyum.

“ah hehehe, apa benar akan seperti itu? Ah iya semoga” jawab Jungshin.

“ngomong-ngomong, selamat ya! maaf aku telat, jalanan Seoul menuju Busan cukup padat” ucap Jungshin.

“tidak apa, yang penting kau sedah mau datang” “Kami tinggal dulu ya, ingin menyapa tamu yang lain” Eunjin tersenyum sambil berjalan meninggalkan Jungshin.

“Aigo aigo kau mencuri bunga kami, pokoknya, aku tunggu undanganmu” ucap Haseok terkekeh.

“Ayo Minhyuk-ah kita makan” Haseok dan Minhyuk meninggalkan Hyera dan Jungshin yang masih berdiri di depan mimbar pelaminan.

Jungshin berjalan menghampiri Hyera.

“kukira kau tidak datang” ucap Hyera.

Jungshin tersenyum pada Hyera “Aku hanya mengikuti kata hatiku” jawabnya.

“Bagaimana?” tanya Jungshin sambil memberikan bunga pada Hyera.

“apanya yang bagaimana?” tanya HyeRa heran.

“Eunjin dan bilang aku harus menyusulnya, jadi aku harus tanyakan dulu padamu, bagaimana?” Jungshin tersenyum pada Hyera sontak membuat wajah HyeRa memerah.

Jungshin meraih kedua tangan HyeRa. Dan mengecupnya pelan.

“Choi HyeRa”

“Maukah kau menjadi pelabuhan hatiku?” Tanya Jungshin serius.

Hyera menangis. Ia bahagia mendengarnya. Senyumnya mengembang menghiasi wajahnya.

“Saranghae” ungkapnya.

“Nado”

‘Hyera-yah, sepertinya aku sudah belajar mencintaimu’

 

-END-

 

10 thoughts on “Im In Love With You

  1. hwaaa😀
    this is sweet story, like gulali lol wkwk
    Jung shin aduh, disini dia keren banget.
    keep writing thor, fighting^^

  2. maaf… bukannya aku gimana2. tapi aku udah jadi author tetap disini sama di salah satu blog lain. kalo namanya sama, aku takutnya rancu dan readersnya jadi bingung. maaf… mohon pengertian dan pertimbangannya aja. makasih

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s