My Boyfriend Is a Ghost

huhu

 

Title: My Boyfriend Is a Ghost

Scriptwriter: Han Seo Ra

Main Casts:

-Kang Min Hyuk of CNBLUE

– Krystal Jung of f(x)

-Lee Jong Hyun of CNBLUE

Support Cast:

-Choi Jinri a.k.a Sulli f(x)

-Jung Yong Hwa of CNBLUE

-Lee Jung Shin of CNBLUE

-Bae Suzy of Miss A

Duration:

One Shoot

Genre:

-AU, Romance, Drama, Tragedy, Fluff, Fantasy-

Rating:

PG+17

Disclaimer: Mungkin judulnya terdengar mirip sama K-drama My Girlfriend is Gumiho. Hmm,, gak ada maksud buat ngejiplak atau apa. Jujur aja author belum pernah nonton drama itu jadi ya kalau ada kesamaan dengan dramanya lee seung gi itu author minta maaf ya😀 Hehehe… tapi yang jelas, it’s pure my imagination hohoho ^o^

A/N: Annyeong^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih buat para readers yang udah RCL FF-ku kemarin *bow* Komentar kalian bikin aku semangat buat nulis FF lagi. Heheheh kali ini aku bawa couple Minhyuk-Krystal. Ini FF pertamaku tentang mereka. Dan gak tau kenapa genre-nya Fantasy lagi. Seperti biasa, mian kalau jelek dan jangan lupa kasih kritik ya! J

————————————————————————————————————————————–

Summary:

“Ya! Kau tertawa?”

“Tentu saja! Jaman sekarang mana ada orang yang mengaku kalau dirinya itu sudah mati. Kau aneh sekali!”

“Bagaimana kalau aku benar-benar hantu?”

Krystal mematung.

“Kalau kau hantu, kau hantu tertampan yang pernah kulihat.” Ucap yeoja itu kemudian. Membuat senyum mulai merekah kembali di wajah Minhyuk.

 

***

2 Months Ago

Last Spring 2013

Seoul, 23.15 KST

Krystal Jung, gadis itu baru saja pulang dari café tempatnya bekerja. Sebagai seorang part time job, Krystal memang sering pulang larut malam. Hal ini dilakukannya untuk tetap hidup. Ya, seandainya ayah dan ibunya masih ada, ia pasti tak akan seperti ini. Bekerja seharian demi mengejar uang, menghidupi dirinya sendiri.

Krystal kini menaikki setiap anak tangga rumah sewanya di kawasan Gangdong-gu dengan rasa lelah serta ngantuk yang menghampiri tubuhnya. Rumahnya berada di paling atas, dan Krystal mulai menyadari telah memilih tempat yang salah. Seharusnya ia pilih rumah yang berada di lantai dasar, sehingga ia tak usah repot-repot menaikki anak tangga yang semakin membuatnya lelah ketika ia pulang bekerja.

JEG

Krystal menghentakkan kedua sepatunya di atas lantai bersemen yang ia pijak. Akhirnya ia sampai juga di depan rumahnya. Tapi tunggu, ia melihat seorang namja di depan rumahnya. Ia terduduk dan bersandar di depan pintu rumahnya sambil menangis. Krystal tahu siapa namja itu. dan dengan cepat rasa kantuk serta lelahnya hilang seketika setelah melihat seorang namja di hadapannya,  rasa itu lalu digantikan dengan rasa cemas.

“Oppa,” Krystal langsung menghampiri namja itu dan memandanginya dengan tatapan khawatir. Namja itu memakai kaos biru tua dengan balutan jaket hitam kulit di tubuhnya. Ia juga memakai celana jeans sedikit belel di bagian lutut serta sepatu catsnya yang sudah hampir buluk.

“Krystal-ah,” Namja itu menoleh ke arah Krystal dengan tatapan nanarnya. Tangisannya mulai terhenti. Ia lalu meraih kedua tangan Krystal yang sedari tadi memegangi kedua bahunya. Meraih kedua tangan yeoja itu ke dalam genggamannya. Membuat yeoja itu merasakan kecanggungan. Karena baru kali ini ia menatap namja itu dari jarak yang sedekat ini.

“Ehmm, aku disini Jonghyun-ah,” Krystal berusaha mengusir rasa canggung yang ada dalam hatinya. Ia tidak lagi memanggil namja itu dengan sebutan oppa, melainkan dengan namanya. Lee Jong Hyun, lelaki yang selama ini ia cintai diam-diam. Satu-satunya lelaki yang selalu ada untuknya saat Krystal membutuhkannya. Dan sekarang, mungkin ini saatnya Krystal untuk melakukan hal yang sama.

Senyum tipis mulai mengembang di bibir Jonghyun. Ia masih menggenggam tangan Krystal erat, seakan tak ingin melepaskannya. “ Bae Suzy, dia memutuskanku. Hatiku sakit Krystal-ah,” ujar Jonghyun sambil menggerak-gerakkan tangan Krystal memukul dadanya. Krystal hanya terdiam, mulutnya membeku seketika. Matanya mulai berair, air matanya hampir saja menetes namun dengan sekuat mungkin ia menahannya agar terjatuh. Krystal tak tahu harus mengatakan apa. Ia kecewa, jauh di dalam hatinya ia juga merasakan hal yang sama. Memendam cinta yang terpendam cukup dalam dengan seorang yang tak mungkin membalas perasaannya karena ada gadis lain yang telah dicintainya.

Dengan tanpa banyak bicara, Krystal segera membawa Jonghyun yang ternyata mabuk berat itu masuk ke dalam rumahnya. Ia merangkul tangan namja itu dilehernya, dan membuka kunci pintu secepat mungkin. Baru kali ini ia melihat namja itu rapuh seperti ini, dan jujur Krystal tidak menyukainya jika Jonghyun seperti ini hanya karena Bae Suzy. Ia tidak rela.

Krystal lalu menggeletakkan tubuh Jonghyun di atas kasur miliknya. Kasur dengan balutan spray berwarna pink lembut. Kondisi rumahnya masih berantakan, hanya kasurnya saja yang masih terlihat rapi, karena itu ia menggeletakkan lelaki itu disana. Suasana di dalam rumahnya juga masih gelap remang-remang, hanya diterangi oleh seberkas cahaya terang bulan yang masuk melalui ventilasi rumahnya.  Krystal pun bergegas untuk pergi ke dekat pintu untuk menyalakan lampu dan menutup pintu yang masih setengah terbuka.

Baru saja ia ingin pergi untuk menyalakan lampu, Jonghyun sudah menahan lengannya agar tidak pergi dan menariknya untuk duduk disisinya. Keduanya kini duduk bersebelahan di pinggir ranjang. Krystal lagi-lagi merasakan kecanggungan. Ia mencoba untuk berdiri, tapi lagi-lagi Jonghyun menahannya. Dan kali ini hanya hembusan napas dari keduanya yang terdengar. Krystal mulai mengkhawatirkan sesuatu hal… Ia takut, tapi ia juga pasrah.

“Kajima,” ucap Jonghyun kemudian. Suaranya terdengar parau. Krystal menoleh ke arah Jonghyun, yang wajahnya tersorot oleh cahaya bulan yang remang-remang. Ia melihat Jonghyun sedang menatapnya dalam-dalam dan tatapan ‘lainnya’. Krystal tahu Jonghyun dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar. Tapi ia hanya diam mematung saat Jonghyun mulai memeluk pinggangnya. Tak ada gerakan menolak dari Krystal. Dengan mudahnya ia membiarkan tubuhnya dipeluk Jonghyun.  Bukan hanya dipeluk, Jonghyun sekarang mulai mencium leher Krystal. Membuat Krystal seperti merasakan aliran listrik mengalir di tubuhnya.

“Saranghae,” bisik Jonghyun lembut tepat di kuping Krystal. Jonghyun semakin memeluk Krystal erat. Krystal hanya bisa pasrah membiarkan Jonghyun yang sekarang mencoba untuk mencium bibirnya. Setetes air mata mulai jatuh di pipi Krystal.

Ia jelas tak bisa menolak ciuman itu. ciuman dari seseorang yang sangat dicintainya. Ia mungkin bodoh, karena mungkin pelukkan dan ciuman itu bukan untuknya dan dilakukan oleh Jonghyun dalam keadaan setengah sadar.

Tapi Krystal masih membiarkan tubuhnya dimilikki Jonghyun. Hanya untuk malam ini, biarkan Krystal melakukannya, bersama Jonghyun. Menjadi gadis bodoh karena cinta. Karena lelaki itu.

Dan……….

***

Minhyuk POV

Hosshh.. Hosshh

Napasku tersengal-sengal. Berlari secepat mungkin dengan dada yang terasa sesak dan sakit. Apa yang kulihat barusan benar-benar membuatku tak percaya. Tapi aku yakin mataku melihatnya dengan jelas, dan aku menyesali tindakan bodohku itu. Tak seharusnya aku pergi ke rumah Krystal. Ahh babo!

Tapi tetap saja aku masih tidak mempercayai kalau Krystal yang kukenal selama ini melakukan hal itu bersama seorang namja yang tak kukenal. Rasanya aku ingin menghajar namja itu sampai babak belur. Berani-beraninya ia melakukan hal itu terhadap Krystal?!

Aku baru sadar, ternyata aku sudah berlari sejauh ini. aku sudah berada di tengah jalan raya. Dan tiba-tiba aku melihat cahaya terang mulai mendekat ke arahku. Cahaya itu sangat terang, menyilaukan mataku. Membuatku tak bisa melihat apa-apa.

TINNN!! TINNN!!

DUAAGGGHH

Tubuhku terhempas di atas aspal. Sekarang bukan hanya dadaku yang sakit, tapi semua tubuhku terasa sakit. Aku bahkan tak dapat bergerak saking sakitnya. Bukan hanya itu, aku baru menyadari darah segar mulai mengalir hampir di setiap tubuhku. Dan semuanya kini berubah menjadi gelap.

****

Krystal POV

The next day….

Aku masih menangis di atas kasur. Dengan tubuh yang hanya dibalut kemeja tipis. Aku tak sadar aku telah melakukannya sampai sejauh itu bersama Jonghyun. Aku mulai menyesalinya, bagaimanapun juga tak seharusnya aku melakukannya bersama Jonghyun semalam. Jonghyun yang sekarang sudah pergi meninggalkanku tanpa bertanggung jawab. Brengsek! Aku memang bodoh. Ia telah merampas semuanya dariku. Hatiku serta tubuhku. Tapi kenapa ia tidak bisa membalas untuk mencintaiku? Apa ia masih menganggapku hanya sebatas teman? Aku membutuhkanmu Jonghyun-ah. Sungguh.

************************************************************************************

Summer, Seoul 2013

Sudah dua bulan semenjak kejadian itu berlalu. Membuat Krystal berubah menjadi seorang yeoja yang dingin dan pemurung. Bahkan ia tidak pernah tersenyum lagi saat bertemu dengan Ahjumma Min si pemilik rumah sewa. Ia sudah tak tersenyum lagi. Semenjak Jonghyun yang mulai menghilang dari kehidupannya. Menjauhinya.

“Ya! Krystal-ah,berhentilah melamun. Kalau kau ada masalah, ceritakan saja padaku.” Sahut Sulli menyadarkan Krystal dari lamunannya. Krystal sekarang sedang berada di café tempatnya bekerja. Sulli, teman kerjanya sebagai part time job benar-benar khawatir dengan tingkah laku Krystal akhir-akhir ini. tak biasanya yeoja itu memurungkan diri dan melamun hampir tiap hari.

“Ah, gwaenchanha. Jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja.”  Ucap Krystal berbohong. Sulli hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Yasudah kalau kau tidak mau,” kata Sulli dan mulai melanjutkan mengelap meja-meja di café itu.

Krystal hanya diam, jauh dalam hatinya ia sebenarnya ingin membagi seluruh bebannya selama ini kepada temannya, Sulli. Tapi ia belum siap. Ini sudah diluar batas, Krystal takut Sulli akan menganggapnya sebagai yeoja yang tidak baik. Atau hanya Krystal saja yang menganggap dirinya seperti itu?

Suasana café masih sepi, karena baru dibuka beberapa menit yang lalu oleh si pemilik café, Lee Jung Shin. Yang sekarang entah pergi kemana. Café itu merupakan café mungil di tengah-tengah kawasan Myeongdong. Walaupun mungil, Lee Jung Shin berhasil membuat suasana indah dan nyaman di dalam café itu. membuat siapa saja pasti akan betah di dalamnya sambil menikmati hidangan-hidangan café.

Karena belum ada pengunjung yang datang, Krystal memilih untuk menenangkan diri sejenak di lantai atap café. Meninggalkan Sulli yang masih asik dengan kesibukannya dengan kain lap membersihkan meja.

Krystal memandang langit dalam-dalam. Menghirup udara sejuk pagi ini yang belum terasa panas, karena matahari masih bersembunyi di balik awan.

Krystal lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tanaman-tanaman di sekeliling atap seperti menari kesana kemari terbawa angin yang baru datang. Angin juga mengibaskan rambut panjang coklat miliknya yang tergerai indah ke udara. Ia terlihat sangat cantik, namun sayang tak ada senyum diwajahnya.

Mata gadis itu lalu menangkap sesuatu benda kecil panjang berwarna putih dibalik sebuah pot salah satu tanaman. Dengan cepat ia mengambil benda itu yang tak lain adalah test pack punyanya sendiri. Yang ia sembunyikan beberapa minggu yang lalu.

Krystal melihat tanda (-) yang terdapat di test pack itu. seharusnya ia senang, kejadian saat malam itu tak membawanya ke jurang permasalahan yang lebih dalam lagi. Tapi tetap saja, rasa sakit hati dikhianati oleh Jonghyun masih membekas.

“Aku senang kau tidak hamil,” Tiba-tiba suara seorang namja mulai terdengar. Membuat Krystal sedikit merasakan panik. Namun ia tidak melihat ada siapa-siapa disana.

“Disini! Aku disini,” suara itu terdengar lagi. Kali ini Krystal sedikit ketakutan. Tapi ia masih belum mau bersuara.

“BAA!”

“AAAAA~”

Krystal langsung menutup mata dengan kedua tangannya dan menjerit ketakutan, setelah melihat seorang namja dengan balutan kemeja kotak-kotak berwarna biru muda muncul di hadapannya. Padahal lelaki itu sedang menatapnya dengan senyum lebar yang terihat manis dan imut.

“Ya! Nugu ya?” tanya Krystal dengan wajah yang masih tertutup oleh kedua tangannya.

Namja itu hanya tertawa singkat dan kemudian mengatakan sesuatu. “Namaku Hyukkie. Kang Min Hyuk, tapi kau panggil saja aku Hyukkie. Kau Krystal kan? Krystal Jung.” Setelah mendengar namanya disebut oleh namja yang bernama Min hyuk itu Krystal langsung membelalakan matanya melihat namja itu.

“YA! Bagaimana kau bisa tahu namaku?”

“Krystal-ah! Ayo kebawah, café sudah mulai ramai. Aku butuh bantuanmu.” Tiba-tiba Sulli datang untuk mengajak Krystal kembali bekerja.

“Eo. Sebentar Sulli-ya!” seru Krystal menoleh ke arah Sulli, tapi setelah ia kembali menatap lurus ke depan, namja itu sudah tidak ada. Lagi-lagi Krystal membelalakan matanya, tapi sepertinya tadi ia hanya berhalusinasi dan memilih untuk mengabaikannya.

***

Hari sudah semakin siang, dan sudah waktunya untuk makan siang tiba. Sulli ingin mengajak Krystal pergi bersama mencari makan siang. Namun Krystal menolaknya. Ia masih penasaran dengan namja bernama Min Hyuk itu.

“Ah aku tidak lapar, kau pergi duluan saja Sulli-ya bersama yang lain. Aku akan menjaga café,”

Sulli hanya bisa mengangguk pasrah, dan langsung pergi bersama pegawai-pegawai café yang lain pergi keluar untuk makan siang.

“Tidak usah biar aku saja yang menjaga café Krystal-ssi.” Tiba-tiba si pemilik café Lee Jung Shin datang dan langsung menawarkan diri untuk menjaga cafenya. Krystal mengipas-ngipaskan kedua tangannya di hadapan Jungshin. “Aniya! Biar aku saja Jungshin-ssi.”  Jungshin akhirnya mengiyakan Krystal. Dan kembali pergi dari café itu. “Ya sudah, kalau begitu aku pergi lagi ya. Annyeong!”

Krystal membuang napas lega.Keadaan café sudah sepi. Pintu café sudah ia kunci dan diberi tanda close untuk sementara. Ini saatnya ia kembali ke lantai atap untuk menemui namja itu. Ada banyak pertanyaan dari Krystal untuk namja itu.

“Kau mencariku?” tanya seorang namja tiba-tiba. Krystal baru saja berniat pergi ke tangga menuju balkon atap, tetapi namja itu ternyata sudah berada di bawah. Lebih tepatnya duduk santai di salah satu meja pembeli.

“Ya! Bagaimana kau bisa masuk ke dalam? Pintunya kan sudah kukunci?” serang Krystal langsung sambil berjalan menghampiri namja itu.

Bukannya menjawab, namja itu malah mengeluarkan sesuatu dari kantong kemejanya. Sebuah test pack milik Krystal. Krystal pun mulai menatap namja itu dengan tatapan geram.

“Ya!!!! Apa yang ingin kau lakukan padaku hah?!”

Lagi-lagi namja itu tak menjawab. Ia masih terduduk santai di kursinya sambil memegang testpack milik Krystal. Krystal berusaha untuk merebut test pack miliknya dari tangan namja itu. namun bukannya berhasil mendapatkannya, namja itu tiba-tiba seperti mengeluarkan api dari telunjuknya. Dan membakar test pack itu. Krystal membuka mulutnya lebar-lebar. Tak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya saat ini. dengan hitungan detik, test pack itu sudah tidak ada dan digantikan oleh sebatang permen lolipop manis.

“Untukmu,” kata namja itu sambil menyerahkannya ke arah Krystal yang kini sudah duduk di seberangnya. Krystal menerimanya ragu, lalu ia membuang napas. “Huuhhh.. Jadi kau itu pesulap? Kau penyihir? Dan apalah itu. dan kau mengikutiku seperti hantu yang menggentayangiku seharian. Dengar ya, jangan mengganggu hidupku yang sudah hancur ini. jangan membuat hidupku semakin terpuruk! JUSEYO!” Krystal tanpa sadar membentak namja itu yang sekarang menatapnya datar. Perlahan Krystal mulai menangis lagi. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Mianhae, Krystal-ah.”

Krystal mengangkat kepalanya untuk kembali menatap namja itu.

“Aku hanya ingin membuatmu tersenyum kembali,” ucap namja itu lagi.

“Apa pedulimu hah? Bahkan, aku tidak tahu kau siapa.”

“Kang Min Hyuk. Hyukkie.”

“…….”

“Aku ini tetanggamu. Mungkin kau tidak mengenalku karena aku suka diam-diam memperhatikanmu.“

“Tetangga? Kau tetanggaku? Tetapi kenapa aku tidak pernah melihatmu?”

“Itu karena kau selalu pergi pagi hari dan pulang hingga larut malam, kau sangat bekerja keras semenjak kematian kedua orangtuamu. Itu yang kudengar dari Ahjumma Min.”

“…….”

“Sampai akhirnya aku tak sengaja pergi ke rumahmu malam itu yang saat itu pintunya tak terkunci. Dan aku melihatmu sedang…….”

“CUKUP!!!!”

Krystal langsung bangkit berdiri dari kursinya. Ia menghentakkan kedua tangannya di atas meja. Matanya terlihat gusar menatap Minhyuk.

“Jangan pernah mengucapkan hal itu lagi!” seru Krystal sungguh-sungguh.

“Aku juga tidak mau mengingat hal itu lagi, kau tahu? Itu benar-benar menyakitkan hatiku.” Ujar Minhyuk yang terdengar aneh di kuping Krystal. Buat apa lelaki itu sakit hati melihatnya?

“Saranghae, aku mencintaimu Krystal-ah, sejak pertama kali aku melihatmu.”

Krystal hanya terdiam. Secepat itukah namja itu menyatakan cinta padanya padahal ia sama sekali tidak mengenal namja itu. apa ia menyepelekan apa itu cinta?

“Jangan bercanda Min Hyuk-ah,” sahut Krystal yang mulai melunak setelah Minhyuk menyatakan cinta padanya.

Minhyuk menggelengkan kepalanya pelan dan kembali tersenyum lebar ke arahnya.

“Aku tidak bercanda, aku serius. Untuk apa aku meminta waktu setahun pada Yonghwa hyung agar aku bisa menyatakan perasaanku ini padamu sebelum bereinkarnasi.” Ucapan MinHyuk terdengar polos dan apa adanya. Namun Krystal mengira Minhyuk sepertinya tidak normal.

“Haha, kau bilang bereinkarnasi? Memangnya kau hantu dan sudah mati? Kau itu lucu sekali Hyukkie,” kata Krystal yang tanpa sadar telah tersenyum dan tertawa kembali. Benar-benar tertawa tanpa dibuat-buat.

“Ya! Kau tertawa?”

“Tentu saja! Jaman sekarang mana ada orang yang mengaku kalau dirinya itu sudah mati. Kau aneh sekali!”

“Bagaimana kalau aku benar-benar hantu?”

Krystal mematung.

“Kalau kau hantu, kau hantu tertampan yang pernah kulihat.” Ucap yeoja itu kemudian. Membuat senyum mulai merekah kembali di wajah Minhyuk.

“Jinjjayo?”

“Eo,”

TOK TOK TOK!

Terdengar suara orang mengetuk pintu kaca café itu. Sulli ternyata sudah kembali dari makan siangnya dan sekarang sedang berada di luar depan café itu sambil memanggil Krystal di dalam untuk membukakan pintu café yang terkunci.

“Krystal-ah!”

“Ah, Ye! Sebentar Sulli-ya.” Krystal langsung bergegas membukakan pintu untuk Sulli. Meninggalkan Minhyuk yang sekarang sudah menghilang kembali.

Ceklek. Pintu pun terbuka.

“Ya! Kau sedang apa sih Krystal-ah?”

“Ahh itu tadi aku sedang mengobrol dengan….” Krystal menunjuk ke arah tempat tadi ia mengobrol dengan Minhyuk, tapi namja itu sudah tidak ada.

“Nugu?” tanya Sulli yang sekarang sudah masuk ke dalam café bersama yang lain.

“Ahh.. amugotdo aniya. Hehehe,” jawab Krystal dengan senyum yang dibuatnya untuk menutupi rasa kejanggalannya tadi.

Aneh.

***

Hari sudah hampir gelap, hawa panas semenjak siang tadi kini sudah digantikan oleh sejuknya angin petang. Matahari sudah bersembunyi dari hadapan bumi. Ini waktunya Krystal dan Sulli untuk pulang. Karena waktu bekerja mereka sudah habis dan digantikan oleh pegawai yang lain. Ya, semenjak hari itu, Krystal tak ingin bekerja hingga malam lagi. Ia tak mau tiba-tiba sosok Lee Jong Hyun muncul lagi di hadapannya seperti waktu itu.

Kedua yeoja itu kini sedang berada di depan lokernya masing-masing. Semuanya sudah mengganti pakaian mereka kembali. Krystal memakai kaos putih tipis dengan rok pink pendek di atas lutut miliknya. Memperlihatkan kedua pahanya yang ramping dan mulus.

Setelah berpamitan dengan boss muda mereka, Lee Jungshin, Krystal dan Sulli berjalan bersama menuju halte terdekat dari cafe. Suasana jalan kawasan Myeongdong terlihat ramai. Karena sudah banyak orang yang pulang bekerja.

“Oh Oppa!” sahut sulli kemudian seperti menyapa seseorang. Benar saja, seorang namja tiba-tiba sudah berada di hadapan keduanya. Namja itu mengenakan topi di kepalanya dengan jaket kulit hitam miliknya. Jaket yang tak terlihat asing dimata Krystal. Begitu juga dengan mata namja itu.

Sulli langsung menggandeng erat tangan namja itu. namja itu terlihat sedikit gugup di depan Krystal. Ia bahkan selalu membuang pandangannya saat Krystal mencoba menatapinya dengan seksama.

“Kau datang menjemputku Jonghyun oppa? Tumben sekali,” ucap Sulli terdengar sangat manja kepada namja itu.

Krystal yakin tak salah lihat. Ia juga yakin kupingnya tak salah mendengar. Namja itu memang benar-benar Jonghyun. “Sial!” rutuknya dalam hati.

“Ayo kita pulang chagi-ya.” Jonghyun mulai bersuara tanpa membalas tatapan Krystal yang mulai menatapnya sengit.

“Chagi katanya? Cih, benar-benar.”

“Eo, Krystal-ah. Annyeong! Sampai ketemu besok!” pamit Sulli kemudian sambil melambaikan tangannya ke arah Krystal.

“Hati-hati sulli-ya!” serunya setengah berteriak kepada Sulli yang sudah berjalan jauh di depannya.

“Hati-hati dengan Jonghyun!” kata Krystal sepelan mungkin. Coba Sulli mendengarnya. Ah, tidak . Sudah saatnya Krystal memberi tahu kepada Sulli besok tentang siapa Jonghyun sebenarnya. Jangan sampai Sulli menjadi korban yang selanjutnya! Ini tidak boleh dibiarkan.

Krystal baru saja ingin duduk kembali di bangku halte untuk menunggu bis yang datang menuju ke arah rumahnya di Gangdong. Tapi lagi-lagi ia dibuat terkejut oleh Minhyuk yang sekarang sudah duduk tenang di halte.

“Ya! Kau lagi!”

Minhyuk hanya bisa tersenyum lebar ke arahnya. Entah kenapa, setelah melihat senyuman itu, perasaan Krystal menjadi damai dan seakan menghangatkan hatinya yang selama ini dingin membeku. Senyum yang sangat manis bagi Krystal.

“Kenapa kau selalu muncul dan menghilang tiba-tiba?” tanya Krystal penasaran. Sekarang ia justru sudah mulai mencoba untuk bersikap ramah terhadap namja aneh itu.

“Kalau aku bilang aku hantu kau pasti tidak percaya,”

“Ahh kau ini jawab yang benar. Aku serius.”

“Aku juga serius,”

Dengan sekejap Krystal membekap mulutnya sendiri dengan tangannya.

“Benarkah kau hantu?”

“Eo. Aku mati tertabrak dua bulan yang lalu. Kira-kira tak lama setelah aku melihatmu dengan lelaki tadi malam itu…. Uhmm mianhae, aku tak bermaksud mengatakan itu.” terang Minhyuk tapi ia malah tak sengaja mengingatkan Krystal dengan kejadian waktu itu.

Tiba-tiba waktu seakan terhenti. Angin mulai berhembus dengan kencang. Daun-daun mulai berterbangan dari pohonnya. Kendaraan-kendaraan di sepanjang jalan raya mulai berhenti mematung. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan juga berhenti terdiam seperti patung. Semuanya tak bergerak begitu juga dengan Krystal. Kecuali Minhyuk. Sebongkah cahaya dari langit mulai datang menyinari ke arah halte bus yang disinggahi oleh Krystal serta Minhyuk.

Cahaya itu pun meredup, munculah sosok seorang namja berambut pirang. Ia tersenyum penuh gaya ke arah Minhyuk yang sekarang terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi.

“Hyung?” sahut Minhyuk kepada namja dihadapannya yang tak lain adalah Jung Yong Hwa, scheduler – malaikat pengatur jadwal Minhyuk untuk bereinkarnasi. Ia juga yang memperingatkan Minhyuk jika terjadi sesuatu.

“Ada apa ini? kau menghentikan waktu?” tanya Minhyuk langsung.

“Ye. Aku datang untuk memperingatkanmu.”

“Mwo? Katakan,”

“Kau sudah menghabiskan waktumu selama dua bulan. Itu berarti waktumu tersisa sepuluh bulan lagi untuk bereinkarnasi.”

“Lalu?”

“Tidak apa. Hanya itu saja. Tugasku hanya mengingatkanmu. Jangan sampai kau terbuai dengan gadis itu.”

“Aisshhh! Aku kira ada apa! Cepat kembalikan semuanya.”

Criiiinnnnggggg!

Jung Yong Hwa menggesekkan jari tengahnya dengan jempolnya. Seperti magis, seketika sosoknya menghilang. Dan semuanya kembali normal. Waktu mulai berjalan kembali. Semuanya mulai bergerak lagi. Tetapi Krystal masih mematung dihadapan Minhyuk. Minhyuk pun mencoba untuk menyentuh wajah Krystal dengan kedua tangannya. Menggenggamnya erat.

DEG!

Walaupun sudah mati dan menjadi hantu tapi Minhyuk tetap saja bisa merasakan jantungnya yang berdebar-debar saat melihat wajah Krystal lekat-lekat. Aigoo~ yeoja di hadapannya ini memang sangat cantik.

Begitu juga dengan Krystal, walaupun masih tak mempercayainya tapi ia tetap saja berdebar-debar saat Minhyuk yang mengakui dirinya adalah hantu tengah memegangi kedua pipinya erat. Keduanya kini terdiam. Saling menatap satu sama lain. Mengagumi satu sama lain.

Kalau ini mimpi aku mohon jangan biarkan aku terbangun. Guman Krystal tanpa sadar dalam hatinya.

Oh Tuhan, tidak bisakah kau memberikanku kesempatan untuk hidup sekali lagi? Aku benar-benar ingin memilikki gadis ini. kata Minhyuk dalam hatinya.

“Saranghae,” keduanya kini mengucapkan kata maut itu hampir berbarengan. Minhyuk mulai salah tingkah, ia sudah terlalu lama memegang wajah Krystal dan mulai untuk melepasnya. Tangannya menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.

“Kau mencintaiku juga?” tanya Minhyuk polos. Wajahnya yang terlihat imut seperti anak kecil terlihat ia sedang melakukan aegyo di hadapan Krystal.

“Ne, aku tak peduli kau siapa. Yang jelas, aku mencintaimu. Aku juga suka padamu semenjak pertama kali aku melihatmu Hyukkie.”

“Ehmm, sungguh?”

Krystal mengangguk pelan. Ia tak peduli dengan orang-orang yang sudah banyak muncul di sekitar halte yang melihatnya dengan tatapan aneh.Mungkin mereka menganggapnya orang gila atau stress karena Krystal tampak seperti bicara sendirian disana.

Krystal hanya bisa tersenyum bahagia ke arah Hyukkie, mengabaikan orang-orang disekelilingnya. Kekasih barunya. Seorang hantu yang tampan.

“Sebaiknya kita pergi dari sini,” ucap Minhyuk kemudian yang sudah menyadari banyak orang di sekeliling mereka.

“Eo,”

Criiiinnngggg!

Keduanya pun menghilang dari halte.

“Hahaha, dasar Hyukkie.” Terdengar tawa seorang namja. Yang tak lain adalah Jung Yong Hwa yang ternyata sedari tadi memperhatikan keduanya di atas pohon.

**************************************************

-FIN-

Hahhh😀 Lega udah selesai.. jujur ini FF pertamaku tentang Hyuk-stal.. dapet gak feelnya? Aneh ya? Hhehehe, gak tau kenapa Minhyuk aku jadiin hantu di FF ini. Mian ya ada unsur sedikit yadong dibagian awal ;__; heheh maaf atas ketidak nyamannya. Aku juga gak tau kenapa Jonghyun aku jadiin seorang nappeun saram. Bad boy banget di FF ini. Well,, I hope you like it readers!😀 don’t forget to leave a comment!

 

 

 

***

 

 

28 thoughts on “My Boyfriend Is a Ghost

  1. aku suka sama ceritanya bikin aki mau mau baca terus kelamjutannya apa .. tapi aku cemburu😦 waktu krystal sama Jonghyun aahhh.. buat kelanjutannya ya . aku penasaran sama sulli gimana tanggapanya kalo jonghyun itu ternyata Bad Boy

    • ahh makasih udah suka dan baca ffku. heheheh cemburu?? xD aku rencananya bakal bikin sequelnya kalau banyak yang suka.. jadi.. tunggu aja yaa.. hehehe😉

  2. alurnya ngebut ya~
    part akhirnya lumayan bikin ketawa, Yong ngintip diatas pohon, benar2 KuntiYong (?) sejati *digaplok*
    Nice nice😉

    • hahaha gomawo ya…😉 ff ini memang masih banyak kekurangannya. jadi sebenernya gak layak dibilang nice. kkkk -_-v

  3. Disini gw sebel bgt sama jonghyun oppa! Rasanya pengen ngejitak palanya! #ditabok
    Dia bener2 ngeselin… Dateng2 ke krystal nangis2 gegara diputusin suzy. Udah ngelakuin itu sm krystal dgn harapan dia bakal cinta sm krystal tp malah ninggalin…… Dan lebih nyebelinnya lg dia malah jadian sama sulli yg notabene sahabatnya krystal! Ckck jonghyun oppaaaaa *nangis di pojokan*

    • serius nih mau dibikiin sequel? okeh dehh.. hehehe nanti author bakal ceritain tentang kehidpan hyuk-stal waktu pacaran dan di masa lalu.. hehehe makanya di cover ada foto minhyuk waktu sma..😉

    • aigoo x_x jinjja kamu ilfil sama dia? hahahh brarti author sukses bikin karakter bad boynya jonghyun😀 *apasih* #abaikan kkk xD makasih udah mampir ke ff ini

  4. Aku suka bangeett >.<
    Bikin sequelnya ya
    Hadeeehh ngebanyangin Minhyuk disini pasti lucu banget deh.
    Ditunggu ya sequelnya🙂

    • hahaha tertipu ya?? kkk author sih belum pernah bkin FF yang sad ending.. rata2 pasti happy end..😀 gomawo udh baca ya ^^

  5. Si Burning playboy.. aihh kok penokohannya jadi gitu.. aku sampai melongo baca paragraf awal… dan kenapa fin nya nggantung *menurutku*

    hehe. Yonghwa itu lucu aku ngebayangin pas katanya di atas pohon jadi keingetan heartstring drama

  6. thor ini belum tamat kn?
    ayo dilanjut,,, itu minhyuk belum hidup lagi…
    walo udah pacaran sama kle tapi masih jdi hantu…
    q sebel lihat adegan krystal sama jonghyun… knp g sama minhyuk aja? #gubrak
    buat minhyuk sama krystal happy ending trus y thor,,, n wajib dlanjut…😀

    • heyy terimkasih sudah membaca dan komen yaa… hihihi wajib lanjut?? author udah ada niat buat lanjutin tapi sabar aja yahh… lagi ada banyak tuga *sok sibuk* jadi tunggu aja yaa… heheh adegan panasnya maunya ama Minhyuk?? wkwkwk

  7. Yah author tega nih bikin bias saya jadi nappeun namja
    Tapi bagus kok ceritanya, karakter minhyuk, jungshin, sama yonghwanya dapet banget
    saya bener2 ngebayangin mereka as these characters
    tapi gak buat jonghyun, gak tega T_T
    lanjut thor, nice ff
    fighting !!!!

    • hheheeh dia juga ultimate bias saya lohh :b sekali sekali bikin jonghyun bad boy gamasalah kan?? wkwkwk -_-v okee makasih yaa buat semangatnya… sequelnya tinggal tunggu di publishhh~ xD

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s