Rain (from Blue to Ice)

cover rain

 

Title: Rain (from Blue to Ice)

Author: @hayputrii

Rating: G

Genre: Romance

Length: Short Story

Main cast:

Kang Minhyuk

Jung Krystal

Other Cast:

Lee Jonghyun

Im Yoona

Jessica Jung

Jay Park

Jung Yonghwa

Soo Jo Hyun

Kakek Nenek Han

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari foto yang diambil seseorang di Hakodante, sebuah bukit yang sangat indah, tempat dengan pemandangan paling bagus di Jepang. Kiss the Rain milik Yiruma adalah lagu yang saya dengarkan ketika FF ini saya tulis. Bersama hujan yang jatuh di atap kamar saya dan inspirasi serta kemudahan dan berkah dari Tuhan yang tidak henti-hentinya menyirami otak kelabu saya dengan rangsangan-rangsangan impulsnya.

Note: Cerita ini saya persembahkan untuk kalian. Para Boice, para biru yang selalu tenang dan selalu percaya. Menjadi bagian dari kalian adalah satu rangkaian kehidupan yang menyenangkan dan menenangkan. Saya masih suka biru, biru alam, biru langit, dan empat laki-laki biru yang membangkitkan semangat dengan nada-nada dan musik mereka yang penuh rasa optimis dan pantang menyerah. Critic me, because mistake is my habit, and repair  is what I needed. Also keep support me if my work touch you. Always love this fanfiction home, FFCNBLUEINDO reader ssi. I do love you. :^)

 

KRYSTAL POV

Home sweet home…

Ternyata menjadi model profesional lebih melelahkan daripada sekedar menjadi idola. Sebelumnya, aku bisa pulang setiap hari ke rumah, kalau jadwal Fx sedang padat-padatnya pun paling tidak aku pulang seminggu sekali. Tidur sama Sicca oenni, atau pindah ke kamar eomma appa di malam hari, kalau aku sedang rindu mereka. Tapi sejak resmi menandatangani kontrak dengan Versace dan Dior, jadwal pulangku jadi sangat minim sekali.

Setelah Winter Fashion show di Milan, aku baru bisa menjejakkan kaki di rumah, pertama kalinya dalam dua bulan ini. Oh my… iImiss my room. Dan yah, aku kangen omelan Sicca oenni.

“Kleee… ada yang datang! Cepat turun!” suara eomma membuatku bangkit dari ranjang. Memeluk big teddy bear hadiah appa saat ulang tahunku ke lima, dan berjalan turun dari tangga dengan mata mengantuk. Demi apapun aku butuh tidur.

Aku melihat pria itu. berdiri di depan pantry. Sedang berbincang hangat dengan eomma. Tangannya terselipi kantung celana hitam panjang yang membalut kaki jenjangnya, badannya yang kurus berotot dibalut dengan kemeja polos berwarna turqoise. Aku mendengus sebal, dan berbalik ke atas.

“Ya! Mana sopan begitu, ayo ke sini Soojung~a!”

Suara eomma membuatku mengurungkan niat untuk menyurukkan diri ke tempat tidur. Aku berjalan gontai ke ruang tengah, menghempaskan diri ke sofa.

Lelaki itu menatapku dengan dingin, menolehkan wajahnya, dan berjalan ke arahku.

Aku masih marah. Kalau itu yang mau dia tanyakan.

“Apa kau tidak bisa mengurus diri sendiri di Milan?” Hah? Pertanyaan macam apa itu? Maaf saja ya, aku pergi ke sana Cuma bersama menejerku. Aku mengurus semuanya sendiri. Termasuk mengurus laundry bajuku dan berwisata kuliner di waktu-waktu sempit di antara fashion show.

Aku menyilangkan lenganku ke leher teddy bear di pangkuanku. Seandainya saja dia bisa bernafas sekarang dia pasti sudah mati mengenaskan karena aku merangkulnya dengan sangat erat.

“Hei, jadi begitu tampang super model terkenal Jung Soojung, Seperti patung. Beku.”

Sial sekali. Seharusnya aku pura-pura tidak mendengar panggilan eomma tadi. Seandainya aku tahu dia yang datang. Sekarang sudah terlambat, kalau aku naik, pasti eomma akan mengomeliku karena bersikap tidak sopan terhadap tamu. Lagipula, lelaki ini sudah menjadi favorit eomma. Bahkan melebihi Jay Park, kekasih Jessica oenni yang sebentar lagi menikahinya.

Lelaki sipit ini bernama Kang Minhyuk. Aku lebih suka memanggilnya kang goon. Dia adalah pacar, atau mantan, atau calon mantan pacarku. Status kami tidak jelas selama berbulan-bulan. Karena dia melakukan kesalahan besar. Dia melupakan hari penting kami. Hari jadian kami yang ke 200. Dan demi apapun dia adalah kekasih paling tidak romantis di dunia.

Aku tahu, mengerti benar bahwa berpacaran sesama idola itu sangat rentan gosip. Jadi ketika sepasang idol memutuskan untuk berpacaran. Maka hubungan itu akan dijalankan layaknya agen CIA menjalankan misi top secret. No one can know it, selain keluarga terdekat dan sahabat-sahabat terpercaya. Yang biasanya ya sesama idola yang juga punya rahasia sama. Intinya kami saling meutupi.

Aku juga mengerti benar posisi Kang goon. Bandnya CN blue sedang memuncaki dunia musik korea. Musik mereka adalah angin segar bagi kpop yang isinya penuh dengan boyband dan girlband yang menyanyi dan menari saja. CNblue menciptakan musiknya sendiri, memainkan musiknya sendiri, dan berkomitmen untuk tampil live di acara musik manapun. Itu membuat kualitas mereka meningkat drastis. Itu membuat tawaran manggung mereka padat merayap seperti antrian penumpang kereta api menjelang liburan. Tapi ya, masa sih di antara waktu-waktu itu dia tidak bisa bersikap manis padaku.

Image lovely itu pasti hanya ide dari agensinya, dia sama sekali tidak bisa bersikap seperti itu. Dia keras, seperti karang di tengah lautan. Argghhhh. Dia melupakan hari spesial kami. Dan dalam dua ratus hari itu juga dia tidak pernah sekalipun mengajakku makan malam romantis seperti pasangan yang lain, tidak pernah memberiku bunga, coklat, boneka, atau hal-hal sederhana seperti menjemputku selepas latihan.

Yang dia lakukan adalah datang ke rumah. Menemani eomma memasak, bermain mahjong bersama appa, dia bahkan pergi ke pemandian air panas bersama appa setelah seharian bermain golf atau tennis bersama. Dia berkencan dengan orang tuaku, sementara aku seperti orang bodoh mencintainya sampai nyaris sesak. Jadi ketika tawaran dari Milan itu datang. Hap! Aku langsung menangkapnya. Pekerjaan itu membuatku jauh darinya. Paling tidak aku tidak harus memendam rasa kesal setiap hari, melihat orang lain berkencan dengan pacarnya, sementara pacarku sedingin es batu di dalam freezer bersuhu minus dua puluh derajat celcius.

“Aku mengantuk,” ketusku.

“Aku tahu.” Dia tersenyum samar, dan menarikku bangkit,”Tidurlah, aku akan datang lain kali.”

Lain kali dan berkencan bersama orang tuaku lagi? Aku tidak mengatakan apa-apa dan hanya memandanginya pamit pada eommaku dan berjalan keluar. Sosoknya itu, Tuhan… aku mencintainya. Sungguh. Tapi kalau dia terus seperti ini apa aku sanggup hidup dengannya. Aku juga ingin cinta yang hangat, manis, dan berwarna. Bukan abu-abu dan hambar seperti ini.

~

MINHYUK POV

Aku tahu dia lelah. Pekerjaan itu menyiksa, karena oenniku juga seorang model untuk Versace di Paris. Aku tahu bagaimana pekerjaan itu menyiksanya. Membuat tubuhnya bekerja keras. Hanya saja aku sedih melihatnya kurus kering seperti itu. Baby jungku yang dulu tidak sekurus itu. dan aku tidak tahu kalau udara Milan mengajarkan nya utuk bersikap ketus. Aneh melihat Krystal yang ceria dan selalu merona itu terlihat sangat menjaga jarak denganku.

Entahlah.. apakah profesi bisa merubah seseorang.

“Ya! Kau kenapa murung begitu?” aku mendapati Yoona yang masih mengenakan mantel jalannya memasuki ruang tamu dorm baru kami.

Aku menggeleng.

“Sudah bertemu Krystal, dia pulang hari ini kan?”

Aku mengangguk dan menggeser tepat dudukku, memberi tempat untuk Yoona duduk.

“Mana hyung?” tanyaku.

“Masih di kantor FNC.”

Yoona dan Jonghyun hyung berpacaran sejak dua tahun lalu. Hubungan mereka berjalan baik. Menurutku sangat baik. Mereka saling memahami, dan tidak pernah ada pertengkaran. Malah terkesan terlalu romantis. Jonghyun hyung membuatkannya kumpulan lagu balad yang di masukkan dalam bentuk kaset. Yang digunakan Yoona untuk lulaby nya di malam hari. Mereka sering ke taman hiburan berdua. Melakukan penyamaran beresiko tinggi, yang entah bagaimana selalu berhasil. Yoona sering datang ke dorm. Membuatkan sarapan untuk kami. Kadang bersama Jonghyun mengunjungi orang tua mereka di hari minggu. Atau sekedar berjalan-jalan di pantai. Ah, bukan kah itu terlalu mainstream. Aku tidak suka hal-hal biasa seperti itu.

“Kalian tidak putus kan?”

Pertanyaan itu mengejutkan, tapi aku tidak pandai membuat ekspresi terkejut. Jadi aku hanya menatap Yoona. Itu membuatnya gemas, dan dia membalikkan tubuhnya ke arahku. Melipat sebelah kakinya di atas sofa.

“Jess bilang, suasana hati Krystal tampak buruk sebelum pergi ke Paris, dan tidak membaik juga selama dia di sana. Kami berasumsi dia menerima tawaran itu bukan karena mengejar karier modelnya. Tapi karena ada masalah denganmu. Kalian ada masalah tidak?”

‘Kita’ di sana, berarti SNSD, Fx, dan sekompi staf yang suka bergosip. Aku memutar mataku dan menyandarkan tubuhku di sofa. Masalah? Tidak. Kami tidak punya masalah.

“Kau tahu kan Kle itu suka memendam. Bahkan dia lebih parah daripada Jess. Diluarnya saja dia tampak baik-baik saja. Tapi di dalamnya, dia mengubur semua masalahnya sendiri. Bukankah kalian sudah berpacaran setahun, masa kau tidak menyadari sifat pacarmu sendiri?”

Kini Yoona bersikap ofensif. Membuatku sedikit tidak nyaman. Tapi dia benar. Aku tidak mengenali Krystal sebaik itu.

“Ya! Aku tahu kalian masih muda. Kita masih muda. Hanya saja, kita tinggal di dunia yang berbeda dengan orang normal. Saat kau sudah menemukan orang yang membuatmu nyaman, pertahankan. Lakukan sesuatu, jangan biarkan dunia yang kejam ini merenggutnya darimu. Hanya karena kau tidak membuka matamu lebar-lebar terhadapnya.”

Aku menarik nafas dalam. Sejak kapan wanita muda ini bersikap bijaksana? Dulu, dia adalah gadis ceking yang menjadi pujaan para pria, bahkan tipe ideal nyaris semua idola pria. Itu membuat imagenya imut dan manis. Tapi sekarang dia tampak seperti eommaku. Yang menasihatiku ketika aku terlalu banyak bermain dan melupakan sekolahku.

“Kau masih menyukai Krystal kan Hyuk?” tanya Yoona yang kini sudah mencondongkan tubuhnya ke arahku.

Aku bangkit dari sofa. Beranjak ke kamarku.

“Aku tidak menyukainya. Aku mencintainya.”

Dan aku meninggalkan Yoona yang sekarang bertepuk tangan girang dan berteriak-teriak senang. Ah, dia masih Im Yoona yang polos dan ceria seperti dulu. Beruntung sekali Jonghyun hyung memilikinya.

~

KRYSTAL POV

“Ya halo?” aku menempelkan ponselku ketelinga, sementara tangan kananku masih sibuk menulis.

“Kau pergi ke mana hari ini?” suara berat dan rendah itu menyapa telingaku.

“Hmm… pergi makan jajangmyun bersama teman.”

Suara di sana terdiam. Aku tahu, dengan begini semua berakhir sudah. Aku memutuskan untuk tidak mengharapkan perubahan apapun darinya. Aku mencintainya. Tapi aku tidak cukup cinta untuk bisa hidup bersama orang sedingin Minhyuk.

“Minhyuk~ssi… kau masih di sana?” tanyaku.

Dia tidak menjawab, tapi aku tahu dia belum menutup telponnya,”Maaf dan terimakasih. Kau pasti ingin menghanjarku kan, atau menghajar sesuatu, tolong jangan sakiti dirimu sendiri. Ini salahku, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini bersamamu. Terimakasih sudah berusaha selama ini.”

Minhyuk tetap tidak menyahut, dia membiarkan telponnya tetap menyambung tanpa merespon ucapanku.

“Berbahagialah, hidup yang baik ya.”

Aku menutup telponku, dan meletakkannya di meja. Rasanya sesak. Sangat sesak. Tapi ada kelegaan di dadaku. Aku bisa menikmatinya dari jauh. Itu jauh lebih baik daripada memilikinya tapi tidak bisa menjangkaunya. Itu seperti hidup di padang kosong penuh angin. Hanya angin. Angin. Dan angin. Tidak bisa kau raih, hanya kau rasakan. Aku tidak membutuhkan hubungan hampa seperti itu.

“Kalau aku datang, memangnya ada yang berubah?” aku tertawa kecil melihat sahabatku, Sungha Jung, gitaris terkenal dunia yang melejit lewat youtube meringis menatapku.

Dia memintaku hadir di konsernya di Jepang, dia bilang kali ini dia akan duet dengan Yiruma. Demi apapun aku mau hadir. Tapi tidak asyik kalau tidak mengerjainya seperti ini.

“Awas kau Kle, kalau kau tidak datang aku akan mengabarkan pada semua orang bahwa kau berpacaran dengan Kang Minhyuk drummer CNBlue.”

“Aku sudah putus.”

Sungha melotot, membulatkan sekuat tenaga mata sipitnya itu. itu membuatku tertawa. Lucu sekali.

“Ya! Kau baru putus dan tertawa girang seperti itu. perempuan macam apa kau Kle!”

Aku tertawa sampai memegangi perutku,”kau sangat lucu Sungha ah.” Ucapku terengah di sela tawaku.

Sungha menatapku datar dan menyipitkan matanya. Aku menghapus air mata yang mengalir dari bola mataku.

“Dasar masokis.” Ucapnya ketus.

“Apa?” seruku tertahan.

Dia memandangku dengan tajam dan menyilangkan tangannya di depan dada,”Kau. Krystlal Jung. Adalah seorang masokis sejati.”

“Apa maksudmu?” teriakku sebal.

“Kau mencintainya, tapi kau tidak mau menyakitinya. Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri Kle, bahwa kau juga pantas dicintai sedemikian rupa?”

“Apa maksudmu Sungha! Bicaralah yang jelas,” dia bisa saja sejenius Mozart dalam menciptakan nada. Tapi dia tidak pandai menyampaikan maksud lewat kata-kata.

“Kau putus karena kau yang memutuskannya bukan? Kau terlalu mencintainya sampai-sampai kau berpikir kau hanyalah beban untuknya, itu membuatmu tertekan, dan berpikir bahwa dia tidak cukup menginginkanmu. Kau tidak ingin menjadi beban lagi, dan pergi melarikan diri seperti ini.”

Aku terkesiap. Sungha bisa saja hidup dalam dentingan gitarnya. Tapi nilai-nilai kehidupan telah mengajarkannya banyak hal. Keliling dunia dan menggelar konser besar membuatnya berjiwa serendah itu untuk mengucapkan kejujuran. Kejujuran yang menyakitkan untuk sahabatnya. Aku.

“Aku tidak berpikir bahwa dia tidak cukup menginginkanku. Tapi dia memang tidak cukup menginginkanku. Apakah kau bisa hidup bersama orang yang tidak benar-benar menginginkamu?”

Sekarang Sungha meraih tanganku, menggenggam jemariku,”Pernahkah kau Kle, sekali saja, menghargai dirimu lebih dari ini. Dunia memujamu, tapi caramu menilai dirimu sendiri, membuat rumput keringpun merasa dirinya seperti putri raja. Kau pantas bahagia Kle. Pantas berbahagia.”

Aku menunduk, tidak sanggup menatap mata coklat itu. kami bersahabat baru setahun yang lalu. Tapi dia mengetahuiku terlalu dalam. Dia lebih pandai memahamiku daripada diriku sendiri. Itu membuatku malu dan sedikit melukai egoku.

Sungha bangkit dari kursinya dan menggandengku keluar,”Aku tahu saat begini aku harus melaksanakan tugasku sebagai pengawal tuan putri berhati gulma.”

~

MINHYUK POV

Aku mengikuti mereka, melihat dengan pedih saat laki-laki itu menyentuh tangannya, saat laki-laki itu menggandengnya, menatapnya, merangkulnya hangat.

Kini mereka sedang berada di kolam renang auditorium sunkyungkwang university, kampus Krystal dan Sungha. Aku tahu mereka bersahabat. Aku tahu benar Krystal menyayangi Sungha seperti dia menyayangi Jessica. Tapi tetap saja rasanya sakit melihat mereka seperti itu. aku sudah membuat drum di ruang latihan kami rusak gara-gara terlalu keras memainkannya. Tadi. Sesaat setelah Krystal menutup telponnya.

Jonghyun hyung yang menemukanku di sana menyuruhku pergi untuk meminta maaf pada Krystal. Dia tahu dari Yoona tentang hubunganku dan Krystal. Jonghyun hyung kecewa padaku. Dia bilang aku terlalu egois karena tidak pernah berpikir di posisi Krystal. Tidak pernah ingin tahu apa yang diinginkan perempuan itu. aku selalu berpikir dari sudut pandangku.

Ketika aku menemukan Krystal di cafe itu aku mengurungkan niatku untuk menghampirinya. Tapi sekarang saat melihat Krystal berenang cepat dan berlomba dengan Sungha itu membuatku ingin menceburkan diri dan menariknya keluar. Mereka memang tidak melakukan apa-apa selain berenang. Tapi melihat Krystal bahagia seperti itu. bersama orang lain. Rasanya salah.

Ya. Aku salah. Aku mengaku salah. Aku egois dan arogan. Aku bersikap dingin dan tidak bisa berubah hangat ketika bersamanya. Aku mengecewakannya. Mematahkan harapannya. Melukai hatinya. Ah, apakah ini sudah terlambat?

Aku berjalan ke tepi kolam renang ketika Krystal keluar dari air setelah dua jam berenang layaknya angsa.

Dia menatapku sejenak, dan berjalan melewatiku begitu saja.

Aku mengikutinya pergi ketika Sungha memanggilku. Aku berhenti dan berbalik menatap laki-laki itu.

Lelaki kurus tinggi itu tersenyum samar sebelum berkata,“Bisa bicara sebentar?”

“Kalau hyung ingin kembali pada Krystal, tolong jangan sakiti dia lagi. Dia perempuan yang baik.” Sungha duduk di kursi di tepi kolam, dengan handuk membalut bahunya yang kini sudah tampak berotot. Laki-laki itu sudah dewasa.

“Krystal salah karena dia tidak pernah mengatakan keinginannya pada hyung. Karena dia merasa itu membebani hyung. Tapi jauh di dalam hatinya, Krystal ingin hyung melakukan semua itu karena hyung menginginkannya.”

Semua itu. ya. Hal-hal romantis seperti kebanyakan pasangan lain.

“Aku sendiri heran kenapa bisa berkata seperti ini. Tapi aku menyayanginya hyung. Dan tidak ada pria lain yang bisa kupercaya lebih lagi selain hyung. Krystal mencintaimu. Masih. Dan selalu begitu.”

Aku menatap Sungha yang menyilangkan tungkai kakinya dan tersenyum. Dia menatapku dan tersenyum,”Jika kau tidak berusaha, aku yang akan berusaha untuknya.”

Itu tantangan. Bukan. Itu ancaman. Tapi kemudian aku mendapatkan sorot kasih sayang. Kasih sayang seorang sahabat. Seorang saudara terpancar di sana. Krystal telah mendapatkan segalanya. Hanya saja, aku membuat hidupnya berantakan. Karena diriku. Sungha benar. Laki-laki muda itu benar. Aku harus berusaha. Aku menerima kekalahan itu dan mulai lagi dari nol.

Krystal datang dengan pakaian lengkap tapi rambutnya yang basah masih dibiarkan tergerai. Dia menatap kami berdua seperti biasa, dan mendekat.

“Cepat mandi, Eomma menyuruhmu makan dirumah.” Ucapnya pada Sungha.

Sungha bangkit,”Aku akan datang lain kali, sekarang Minhyuk hyung lah yang perlu makan di rumahmu.”

Aku menatap Krystal yang memandang Sungha tidak setuju. Tapi kemudian laki-laki itu menepuk puncak kepala Krystal pelan dan berjalan ke kamar mandi. Krystal mengiringi langkah Sungha dengan matanya. Dia kemudian menatapku dan berpikir. Kemudian berbalik dan meninggalkanku.

“Kita tidak pulang?” tanya Krystal melihat tanda jalan yang mengarah ke Gangnam, arah yang berlawanan dengan rumahnya.

Aku menyetir dalam diam. Adam Levine berteriak dengan suara merdunya dari kaset di dashbor Lexusku. Krystal mengikat rambutnya yang sudah mulai mengering dan menyandarkan tubuhnya ke kursi di samping pengemudi itu. matanya mulai menutup.

Aku membiarkannya terlelap. Mengganti kaset dengan suara yang lebih mellow. Sabrina pilihan yang bagus. Aku ingat Krystal yang meletakkan kaset ini di mobilku. Aku selalu mengejeknya karena perempuan ini menyanyi seperti ingin menangis. Tapi Krystal bilang itu romantis. L-O-V-E mengisi mobil dengan nadanya yang lembut, dan suara sabrina membuat kami merasa berada di taman dengan bunga sakura yang berguguran anggun.

Krystal membuka mata dan menegakkan tubuh, kemudian mengecilkan volume audio.

“Antar aku pulang.”

Aku menggeleng,”Tidak sebelum aku berhasil.”

“Berhasil apa?”

“Membuatmu kembali padaku.”

~

KRYSTAL POV

Aku pasti sudah terjungkal jika sedang berdiri. Minhyuk ingin aku kembali padanya? Aku memutar mataku. Dan kembali bersandar.

“Aku tahu tidak mudah meluluhkanmu baby ice. Tapi aku tidak akan berhenti sebelum mencoba.” Ucapnya yakin.

Aku menarik nafasku dalam. Baiklah. Tidak ada gunanya melawan. Toh sekarang dia yang menyetir.

“Baiklah, terserah kau saja.” Ucapku malas. Lagipula aku ingin tahu seberapa keras dia mencoba.

Kami melewati jalanan menuju Gangnam. Sebelum masuk kawasan itu ada banyak toko kecil di sisi jalan. Toko yang tidak cukup modern untuk sebuah kawasan seperti Gangnam. Toko yang di miliki para orang tua. Kami melewati toko ramen kesukaanku. Di sana, dua orang itu sedang duduk. Merenung di depan toko mereka. Nenek Han dan Kakek Han. Nenek sedang melipat brosur untuk toko mereka, sedangkan kakek memandang jalanan dengan sedih. Aku menyentuh lengan Minhyuk. Memintanya berhenti.

Minhyuk menatapku dengan kelopak matanya yang hampir saling menyatu, aku menunjukkan kedua orang itu dengan mataku dan Minhyuk mengerti. Ia memarkir mobil di depan toko itu dan kami turun.

Toko ini adalah warung makan sempit dengan meja-meja kayu tua. Ramen di sini sangat enak. Tapi kemewahan mall-mall besar telah menggerus sifat tradisonal anak muda. Mereka lebih memilih tempat riuh itu daripada menikmati seruputan ramen di sini.

Nenek kakek Han menyambut kami dengan hangat. Aku melemparkan senyum dan memesan dua buah ramen untuk kami berdua. Kakek Han dengan cekatan meramu kuah ramen untuk kami, sementara nenek Han memotong ayam panggang dengan rapi untuk di taburkan di atas ramen. Aku lega. Hari ini, jika tidak banyak pelanggan, paling tidak kami adalah tamu yang mereka tunggu. Walaupun hanya dua mangkuk ramen. Ingin rasanya aku membeli semua ramen itu, tapi aku juga tidak tahu harus dikemanakan nanti.

“Aku suka swetermu,” suara di seberangku membuat perhatianku teralihkan,”Biru muda, kau jarang sekali memakai warna ini. Terakhir kali saat makan malam bersama Jay hyung dan Jessi nuna.”

Aku mengernyit, itu sudah lama sekali, hampir setengah tahun. Aku saja tidak pernah mengingat warna baju yang kupakai setiap hari. Sekarang Minhyuk ingat dengan jelas. Itu membuatku sedikit takjub.

Aku tersenyum berterimakasih.

“Kau tahu, betapa aku merindukan senyum itu.” kini dia menatapku dengan cara yang berbeda. Biasanya hanya ada kebekuan yang menggigit. Tapi tatapannya sekarang membuat hatiku terasa hangat. Dan dia berkata sesuatu yang tidak pernah kuduga. Seumur hidupku mengenalnya, dia tidak pernah mengatakan bahwa dia merindukanku.

Aku berkedip dua kali sebelum membuka mulut dan berkata,”Aku tidak suka kemejamu hari ini, kau selalu tampak aneh dengan kotak-kotak.”

“Kemeja seperti apa yang kau suka?” tanyanya.

“Polos. Biru tua. Aku suka sekali saat kau pakai itu. dan sweeter abu yang kau pakai di konser nigata tahun lalu, itu favoritku.”

Minhyuk mengangguk kecil dan tersenyum menatapku,”Kalau begitu aku akan beli banyak sweeter abu.”

Aku mendengus dan tersenyum,”Jangan melakukan sesuatu karena aku memintanya.”

Minhyuk menggeleng,”Aku suka melakukan apa yang kau minta, selama kau tidak memintaku melompat dari kereta yang sedang melaju.”

Aneh rasanya melihatnya begini. Kehangatan yang benar-benar asing dari laki-laki seperti dia.

Tidak lama kemudian ramen kami datang, dan untuk hari ini rasa ramen itu tidak berasa apa-apa, karena bisa melihat Minhyuk yang tersenyum dan berusaha berbicara denganku seperti ini, terasa lebih nikmat dari rasa ramen di manapun.

Di sudut sana, kakek dan nenek han juga tersenyum melihat kami yang melahap nikmat ramen buatan mereka.

Dunia bisa mendatangkan kebahagiaan sederhana seperti ini. Bahkan dari toko ramen tua yang nyaris dilupakan dan tergerus zaman.

“Rumah siapa ini?” aku menatap rumah dua lantai dengan pondasi kayu yang sangat bergaya Korea dengan halaman yang sangat luas.

“Turunlah dulu.”

Minhyuk membuka seat belt ku dan mengajakku turun. Aku mengikutinya masuk ke dalam rumah dan terpaku ketika melihat Minhyuk membuka pintu utamanya. Ini rumah bergaya modern dengan arsitektur korea yang indah. Di dominasi warna peach dan penuh dengan ornamen kayu dan kaca.

Aku terpaku pada kolam di tengah rumah, yang menjadi pusat dari empat ruangan tanpa sekat di sekelilingnya.

Minhyuk berdiri di sampingku dan berkata,”Ini akan jadi ruang tamu, di situ dapur dan meja makan dengan enam kursi, itu ruang keluarga, dan itu ruang koleksi untuk menyimpan kaset dan buku. Kaset-kaset koleksiku, dan buku-buku koleksimu.”

Aku terkesiap dan menatapnya heran,”Aku membeli rumah ini untuk kita berdua sesaat sebelum kau pergi ke Milan. Sekarang rumah ini sedang di perbaiki dan di tata ulang. Aku ingat kau pernah bilang bahwa kau menyukai rumah dengan taman yang luas. Ini rumah dengan halaman terluasa yang bisa kutemukan di daerah ini.”

Dia membeli rumah? Untuk kami? Untuk apa? Aku tidak pernah memintanya membeli rumah atau membayangkan tentang rumah. Kami masih terlalu muda. Masih jauh dari hal-hal seperti rumah untuk ditempati berdua.

“Aku tidak bisa melakukan sesuatu tanpa rencana. Maaf jika tidak melibatkanmu dalam hal ini. Atau memberitahumu lebih dahulu.”

Minhyuk mendekatiku dan mentapa mataku lurus-lurus,”Jung Soo Jung, aku berniat melamarmu tiga tahun lagi. Atau saat di mana kau sudah siap. Selama setahun ini aku mengumpulkan uang agar ketika saatnya tiba kita menikah aku sudah bisa menanggung semua kebutuhan hidup kita berdua. Dan anak-anak kita kelak.”

Sungguh aku tidak pernah membayangkan hal ini. Membayangkan Minhyuk melamarku, atau memikirkannya menikahiku. Dan anak-anak? Apa yang dia bicarakan?

“Jangan takut begitu, aku tidak sedang melamarmu.”

Aku hanya bisa menatap rumah besar ini dengan mata berkaca-kaca. Jika dia sudah punya rencana sejauh ini? Sudah mempersiapkan sejauh ini? Kenapa dia tidak pernah bilang.

“Kau tidak pernah bilang kalau kau… rumah ini…” suaraku tercekat ditenggorokan.

Minhyuk tersenyum getir dan menjawab,” Awalnya aku ingin mengabarimu tentang rumah ini nanti, saat rumahnya sudah jadi, tapi aku sadar, jika aku akan menempatinya denganmu, tentunya rumah ini harus jadi tempat yang nyaman untukmu. Maukah kau mendiskusikan dekorasinya dengan arsiteknya? Dia orang terbaik, direkomendasikan oleh Yonghwa hyung.”

Minhyuk menungguku menjawabnya. Tapi aku tidak sanggup mencerna ataupun menjawab pertanyaannya. Ini semua terlalu besar untuk dipikirkan sekarang.

Minhyuk tersenyum pahit dan berkata,”Baiklah, aku tidak akan memaksamu, tapi dengar, aku menunggumu untuk membuka hatimu lagi Jung Soo Jung.”

Aku menatapnya. Pria itu, dia sudah membuat kehidupanku jungkir balik. Membuatku terbang ke Milan dan bekerja karena ingin melarikan diri dari suasana hati yang buruk. Berlari dari kehidupan. Kenapa aku harus berlari kalau dia memberi kehidupan yang sangat nyata di sini? Kenapa dia tidak bisa bilang?

Aku mengangguk dan berkata,”Mulailah dengan menyampaikan maksudmu dengan kata-kata. Aku tidak bisa membaca pikiran Hyuk~a.”

Minhyuk mengangguk dan tersenyum,”Baiklah… aku coba.”

Aku mengangguk dan membalas senyumnya.

~

“Ya, kau baikan lagi dengan Minhyuk?” oenniku yang kepo masuk ke kamarku tanpa permisi dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangku. Aku menggeser badan dan laptop di depanku. Aku sedang berbaring dan menonton konser CNBlue di Tokyo yang di putar ulang di salah satu stasiun TV sana. Cnblue sedang tur keliling dunia, dan sekarang mereka sedang berada di Jepang untuk konser di beberapa kota di sana.

“Mau tahu aja sih oenni…”

Jessica oenni mencubit pipiku gemas,”Sejak kapan dongsaengku ini menyimpan rahasia, ayo ceritakan seminggu yang lalu kemana saja kalian pergi? Kenapa kau pulang dengan pipi semerah sakura begitu.”

Aku tetawa pelan dan berkata,”Kami makan ramen.”

“Itu saja?”

“Pergi melihat gunung.”

“Ada lagi?”

“Aaaahhh oenni… mau tahu banget sih.”

Jessica oenni mengacak rambutku pelan,”Nggak asyik tahu, boring.”

Aku tersenyum. Dia tidak tahu, bahwa apa yang Minhyuk tunjukan padaku kemarin jauh dari kata boring. Bagiku itu sangat menakjubkan. Sebuah rencana hidup. Peta hidup yang dia susun. Dengan aku di sisinya. Ah, adakah yang lebih indah dibandingkan pria yang kau cintai berencana untuk hidup selamanya bersamamu? Dan menyiapkannya dengan sangat baik?

“Ya! Malah senyum-senyum begitu! Kau ini!” Jessica oenni bangkit dari ranjangku dan berjalan pergi, ia berhenti di pintu dan berbalik menatapku,”Kenapa ya aku merasa kalau kau akan menikah lebih dulu dariku.”

Aku mengernyit menatapnya kemudian tersenyum lebar.

“Jangan coba-coba melakukan itu ya Baby Jung! Pokoknya aku dulu yang harus menikah. Ingat itu!”

Aku mengacuhkannya dan tersenyum menatap pria yang sedang menggebuk drum dengan bersemangat di layar laptopku. Tuhan, jika yang ia lakukan sekarang adalah bentuk tanggung jawabnya bagi masa depan kami, tolong berkahi hidupnya, sehatkan selalu dia.

Handphoneku berbunyi dan aku melihat tanda pesan masuk dari Minhyuk.

‘Kau sudah makan? Aku merindukanmu sebanyak penonton yang datang ke konser kami. Kkeke… kau tahu, Tokyo dorm itu besar sekali, apa hatimu muat menampung rinduku? Ah, aneh rasanya aku mengungkapkannya sekarang. Tapi kalau kau sempat, tolong buka emailmu ya, aku menitipkan paket untukmu.’

Aku tersenyum membacanya. Sekarang dia jago sekali menggodaku.

Aku membuka email melalui laptopku dan menemukan satu video yang dilampirkan dari emailnya.

Video itu menyorot sebuah piano yang ada di atas bukit. Piano klasik? Di atas bukit? Gambar itu tampaknya di ambil dari sisi bawah bukit, dan gambarnya bergerak-gerak. Kemudian gambarnya menyorot ke satu orang yang memegang kamera.

‘Soojung ah di sini dingin sekali, sedang turun hujan,” Minhyuk tersenyum sambil mengarahkan kamera ke arah hujan.

‘Tapi tenang saja aku tidak sempat lama hujan-hujanan karena orang-orang Jepang itu berhasil mendirikan ini dalam sekejap. Aku sampai melongi melihatnya.’ Rupanya piano itu diletakkan di bawah tenda.

‘Kau lihat, mereka sedang makan mie panas di sana. Mereka membantuku dengan sangat baik.’

Minhyuk mengarahkan kameranya ke arah dua truk besar yang memiliki terpal di atasnya, mereka sedang berada di tenda kecil di tepi terpal dan menghirup mi dari panci yang di buat di atas kompor listrik. Ada sekitar sepuluh orang dan sekarang mereka melambai ke kamera dengan semangat. Aku tersenyum melihat orang-orang Jepang yang terkenal sebagai pekerja keras itu.

‘Aku menemukan tempat ini dari seorang teman. Dia bilang Hakodante adalah tempat paling romantis di Jepang. Sekarang sedang musim hujan di Jepang. Kau masih suka hujan kan? Jadi aku melakukan ini untukmu. Ehm. Aku tidak sebaik Sungha dalam memainkannya, tapi aku harap kau lebih menyukai permainanku daripada pria kurus itu. Semoga kau suka, oh maksudku kau harus suka.’ Dia terkekeh pelan.

Video itu berubah gelap, dan beberapa detik kemudian pemandangan yang luar biasa menakjubkan membuatku terkesiap. Aku menahan napas beberapa saat. Itu adalah pemandangan terindah yang pernah kulihat. Sekarang kamera itu menyorot gambar dengan fokus, sepertinya kameranya diletakkan di atas bukit dengan bantuan tripod.

Hamparan kota yang penuh lampu-lampu berkelap kelip, yang menakjubkan adalah kota itu di apit oleh dua sungai besar yang meliuk indah memeluk tepian kota, kemudian di ujungnya, kota di bawah bukit itu menghampar hingga ke tepian gunung di ujung sana. Luar biasa indah.

Dengan rintik-rintik hujan yang terdengar samar.

Kemudian perhatianku kembali pada piano putih besar itu dan Minhyuk yang duduk di depannya. Dia menekan jarinya pada tuts itu, dan aku terkesiap lagi. Kiss The Rain milik Yiruma. Lagu favoritku! Lagu yang paling kusukai di dunia. Minhyuk memainkannya. Di atas bukit dengan pemandangan kota Hakodante yang indah. Nada-nada itu berbaur serasi bersama derai hujan yang menjatuhi bukit. Laki-laki itu. bermain dengan tenang dan indah. Menarikan jemarinya di atas tuts piano. Demi apapun aku menyukainya. Lebih daripada siapapun. Baik Sungha yang mengcover lagu itu dengan gitar dan pianonya ataupun versi asli Yiruma-kun.

Video itu diakhiri dengan Minhyuk yang menyorot jalanan dengan hujan mengecup kerasnya aspal, dan bukit Hakodante yang tampak semakin jauh.

‘Semoga kau suka hujannya Soojung~a’

Tidak. Aku tidak suka hujannya. Aku mencintai hujannya. Dan mencintai pria hujan ini lebih dari yang pernah kurasakan sebelumnya.

~

MINHYUK POV

“Aku lebih suka taplak meja yang ini, birunya lembut,” Krystal menunjuk gambar taplak meja dalam katalog ornamen pernikahan yang ada di pangkuanku.

“Tapi aku lebih suka yang peach, serasi dengan lampunya.”

“Ya! Minhyuk~a, kau personel CNBlue bukan sih?” Yonghwa hyung menatapku kemudian tertawa dari meja makan.

Kami sedang berada di rumah Krystal, Seohyun dan Yoona sedang membantu Jessica mencoba gaun pengantin yang baru dikirimkan designer tadi siang.

“ Aku tidak suka warna yang bertabrakan dalam satu ruangan. Peach yang paling cocok.”

“Tidak bisa, kalau semuanya warna peach, itu sangat membosankan. Bisa-bisa tamu undangan mati bosan di sana.” Krystal tetap pada pendiriannya.

“Ya ya ya! Kalian ini, ini kan pestaku, kenapa kalian yang menentukan semuanya,” Jay hyung yang baru menutup telpon dari orang tuanya sekarang memandang galak ke arah kami.

Krystal menyembunyikan wajahnya di bahuku,”Dia tampak seperti vampir, tidak ada lembutnya sama sekali. Pengantin macam apa itu.”

Aku tergelak dan menutup katalog itu, kemudian berbisik pada telinga yang berada sangat dekat dengan bibirku,”Apa kau sudah tidak sabar melihat bagaimana pengantin pria yang baik, apa aku harus melamarmu sekarang?”

Krystal mendongak dan menatapku dengan mata bulat dan bibir terkatup rapat sebelum berteriak,”Ya! Apa yang kau pikirkan Kang Minhyuk???!!!”

Aku tertawa keras melihat wajahnya yang kini merona merah dan tangannya sibuk memukul-mukulku dengan katalog pernikahan tadi. Dia yang seperti ini. Wanita pemarah ini. Tuhan, aku mencintainya. Tolong jaga dia selamanya, di sisiku, hanya untukku.

~

My favorite part is in the Hakodante hill, when Minhyuk play piano and make video to Krystal. Do you like it too? :^)

 

 

 

34 thoughts on “Rain (from Blue to Ice)

  1. so sweet bgt sih ini. paraaaaaah
    penggambaran minhyuk ma krysta berasa kaya liat org aslinya. krystal yg moody yg bener2 dingin terus minhuk yg susah ngungkapin perasaannya tp sbnrnya pny sjuta hal yg bs dia lakukan. kayanya mereka bgt sih. parahhh sih.
    suka bgt bgt ini. nice story. romance story. aaaaaaa hyukstal is one of the best pairing couple who I have. dan baca ff ini senyum2 terus bayanginnya.

    jjang bgt author. selamat!!
    ditunggu cerita berikutnya🙂

    • terimakasih ocii.🙂 saya juga seneng banget sama pasangan ini. misterius dan menarik untuk digali karakternya.
      terimakasih sudah membaca, menikmati, dan memberi komentar.
      terimakasih juga bersedia menunggu! I’ll come with other story soon ;’)

  2. Yeaaayy,,
    selalu suka ma ff yg menyangkut tentang hyukstal…
    Ditunggu cerita hyukstal2 yang lainnya yaaa….
    Semangaaattt!!🙂

  3. Aaaaah mau juga dong dibeliin rumah sama minhyuk oppa… *reader mupeng*
    Ceritanya kereeeen! Bener2 ikut masuk ke ceritanya apalagi pas krystal mutusin minhyuk… Rasanya nyes….. Tapi untung mereka balikan lagi😀

  4. Kyaaa~sosweeeeeeet abis x3
    Kirain tdi mereka bakal pisah trnyata balikan lagi , suka bnget kalo hyukstal trus ceritanya kyk gini xD dtunggu ff hyukstal yg lainnya yah;) author hayputrii fighting! ;D

  5. Ya ampun,, Hyukkie romantis bangeett.
    Jadi makin suka deh sama kamu. heheee
    Sumpah, gemes banget baca ff ini. Daebak banget thoorr. Kereeenn
    Kayak beneran ceritanya.

    Klo bisa dibikin sequelnya ya thoorr. Huhuhuu
    Suka bangeet bengeet bangeeettt

  6. aaaaaaaaaaaaaaaaaaarhhhhh so sweeet banget sih :’D ya aku suka part hakodente itu, aku ngebayanginnya loh wkwkwk. ditunggu ya ff romantis lainnya. kali ini harus jonghyun oke? wkwk

  7. omo>< romantis banget aaaa♥~ iya.. aku juga suka bagian main piano thor, tapi yg paling aku suka pas minhyuk nunjukkin rumah yg dibeli dia buat masa depan mereka. DEMI APAPUN ITU ROMANTIS BANGET!!!!!

    ah good job thor^^ aku suka^^ ditunggu hyukstal yg lain ya^^

  8. kyaaaa ya ampun aku tau banget perasaannya krystal pacaran sama cowo dingin begitu. #pengalaman -__- hahaha
    ini ceritanya realistis banget, masuk akal, gak mengada-ada. maksudku apa yang ada dicerita ini tuh bisa aja kejadian didunia nyata. adegan manisnya pun gak berlebihan tapi tetep menyentuh. jadi aku suka! sangat suka!

    bagian favoritku sih dari adegan mereka makan ramen sampe pas minhyuk nunjukin rumah baru mreka ke krystal. hehehe😀

  9. Ya Ampunnn…pengen punya cowok kayak Hyukkie Oppa!! Romantis benerr atuhh!!!
    Ceritanya bagus pake banget thor!! DAEBAK!! Keep Writing Thor~
    Hyukstal jjang!!!

  10. waaa bener2 kerennn bgt ffnya..semuanya so sweet..kyk kehidupan aslinya aja…kkk
    daebak thor..bingung mau koment apa lagi..pa lagi waktu video di jepabg itu…bener2 sweet..

  11. Ohmygod, I’m dying for the sweetness here. Kyyaaa.. Ide critanya beda dari yg lain. Keren. Aihh si hyukkie trnyata udh ngerencanain buat masa depan. Ohh, pls berikan aku lelaki seperti itu. Hhha. Keren thorrr hyukstalll❤

  12. Waw DAEBAK thor hihi . Annyeong aku readers baru disini waw aku suka banget HyukStal aku shipper bgt sama Couple ini , tapi aku ga suka Yonghwa sama Seohyun Maunya sama Shin Hye . I’m same with you thor suka adegan pas minhyuk main piano buat krystal dan pas dia bercanda baca katalog waw this story like a real life thor suka bangetttt pokoknyaaa kerennnn bangettt , so sweettt bgt + romantis akhh pokoknya ga bisa diukur pake kata2 . Oh iya jangan bosen bikin FF HyukStal yaaa . Fighting thor .

  13. kalo aku suka pas Minhyuk nunjukkin rumah yang udah di beli-nya buat mereka berdua.. that amazing, kalo ada cowok yang udah mikir sampe mas adepan gitu gimana bisa buat nolaknya.. ^^

  14. anneyong, aku reader baru disini…salam kenal.
    ceritanya keren thor. minhyuk keren banget disini, sampe udah mikir persiapan apa aja kedepannya buat hubungan mereka.
    ditunggu karya lainnya thor.

  15. aaaaaa sukaaaaa
    setelah sekian lama gak baca ff, kehibur bgt sm cerita ini
    dasar minhyuk oneng
    sok ganteng smp ngacangin krystal gitu
    *ditabok minhyuk
    aku paling suka bagian minhyuk nunjukkin rumah buat mereka
    serius, itu sweet bgt
    terus berkarya, author
    semangaaattt

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s