By The Dream

 

by the dream

Author: @hannamoran
Rating: G
Genre: Romance
Lenght: Oneshoot
Cast : Kang Min Hyuk

Park Han Young (OCs)

Desclaimer : my own

Note: postingan pertama di tahun 2013🙂 enjoy itm happy read and dont forget to leave some comments🙂

 

*****

Mereka bermimpi dan saat terbangun mimpi itu menjadi nyata!

Langit berubah jingga, saat minhyuk baru saja memasuki apartementnya, minhyuk duduk disofa nyamannya, dan ia melonggarkan simpul dasinya, meregangkan otot lehernya dan tangannya meraih  remote televisi. Akhirnya lagi dan lagi matanya menelusuri layar berwarna itu, hari ini tubuhnya lelah, ia harus menghadiri 2 rapat berturut-turut belum lagi banyak pekerjaan lain yang harus segera ia bereskan, 20 menit bertahan akhirnya minhyuk mematikan televisi dan beranjak, tubuhnya terasa lengket oleh keringat, ia ingin segera membasuh seluruh tubuhnya dengan air dingin yang biasanya membantunya menghilangkan sedikit rasa lelahnya.

****

Hanyoung masih menyusuri jalanan kota seoul walaupun langit sudah tak lagi terang, ia berjalan seorang diri sambil bersenandung kecil, udara dingin tak ia hiraukan, ia menghirup oksigen banyak-banyak memenuhi rongga paru-parunya, lalu menghembuskannya lagi menciptakan kumpulan asap putih. Jam 8 malam, hanyoung mempercepat langkah kakinya, ia harus sampai dirumahnya sebelum larut, ada rasa puas dalam dirinya setelah menempuh setengah perjalanan pulang dengan berjalan kaki, moment langka kalau saja mobilnya tidak harus menginap dibengkel mungkin akan sulit menemukan sosok hanyoung tengah menikmati malam di trotoar jalanan seoul, bayangan halte bus semakin terlihat jelas, hanyoung segera mendekat dan menunggu bus yang akan mengantarnya pulang.

*****

Minhyuk membiarkan butiran air dari rambutnya merembes turun ke pelipisnya, tubuhnya hanya terbalut celana training panjang warna abu-abu muda. Ia membuka salah-satu pintu lemari pendinginnya mengambil sekaleng minuman soda dan membukanya, ia berdiri menghadap jendela besar apartementnya, langit hitam pekat tetapi kelap-kelip lampu kota terlihat cantik di bawah sana, sekali lagi minhyuk meneguk minumannya sebelum ponselnya berdering.

“yoboseo?”

“wanna join the party, Mr. Kang?” terdengar suara seorang namja dengan latar dentuman music yang lumayan keras, minhyuk terkekeh mendengar tawaran itu

“ini masih jam 9 malam, tuan Ho, kau sudah  bersenang-senang rupanya?”

“tentu saja, apalagi yang kau tunggu. Aku di bar biasa, kau datanglah, aku juga akan mengajak yang lainnya”

“hari ini aku absen, lelah sekali rasanya hari ini. Lain kali ya…” tolak minhyuk halus

“kau yakin? Hari ini banyak gadis cantik disini”

“tidak… kau bersenang-senanglah dengan yang lainnya, aku tidak mau tumbang besok”

“oh apa kau sudah bersama wanita lain, katakan padaku dimana kau sekarang?” lagi minhyuk terkekeh

“aku diapartementku… seorang diri”

“sungguh-sungguh kau Kang minhyuk, carilah wanita yang bisa kau pacari, semakin hari kau semakin larut dalam pekerjaanmu, kau juga butuh bersenang-senang, kawan”

“hei, aku juga tahu itu…. tenang saja, aku menunggu wanita yang tepat. Sudahlah aku rasa kau sudah mulai mabuk, akan aku biarkan kau bersenang-senang… sampai jumpa!” minhyuk menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“sshhh…” minhyuk meringis saat merasakan denyutan di kepalanya, ia betul-betul butuh istirahat, tubuhnya sudah terlalu lelah terus-terusan di paksa bekerja, seperti yang ia bilang tadi minhyuk tak mau tumbang dan akhirnya membiarkan pekerjaannya terbengkalai begitu saja.

Minhyuk melemparkan kaleng kosong minuman sodanya ke keranjang sampah dan ia segera beranjak menuju kamarnya, membaringkan tubuhnya diatas ranjang king size yang hanya dihuninya seorang diri. Minhyuk menutup tubuhnya dengan selimut tebal, matanya melirik kesampingnya.

“apa ini saatnya aku mencari pendamping hidup? Apa aku sudah siap? Apa akan mudah menemukan seseorang yang cocok denganku?” minhyuk tampak berfikir, ia melipat kedua tangannya dibelakang kepalanya membuat tumpuan bagi kepalannya sambil mengamati langit-langit kamar berwarna kuning gading bersih dihadapannya.

Minhyuk meringis lagi, denyutan dikepalanya kembali terasa, migrain lagi. Akhirnya minhyuk mematikan lampu tidur di sampingnya dan beranjak tertidur.

****

Hanyoung menggelung rambut coklat tuanya diatas kepalanya, sebelah tangannya memegang mangkuk besar ice cream dan tangan yang lainnya terus menyendoki ice cream itu sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya. Jam 12 malam tapi hanyoung sama sekali belum mengantuk, matanya masih menekuni film yang sedang ia tonton, walaupun besok ia harus kembali bekerja tapi ia masih belum mau tidur. Cerita seru yang disajikan dvd yang sedang ia tonton sukses membuat matanya terus terjaga.

Tapi 1 setengah jam kemudian, bibir hanyoung mulai menguap, matanya beberapa kali mengerjap menahan kantuk, merasa menyerah dengan malam hanyoung meraih remote yang sedari tadi setia disisinya lalu menekan tombol merah dan layar televisi seketika mati. Hanyoung menyeret tubuhnya kelantai 2 dimana kamarnya berada, tubuhnya sudah siap pergi ke alam mimpi sesegera mungkin.

****

 

  Minhyuk terbangun, matahari sudah meninggi. Tapi tubuhnya tak bisa banyak bergerak karena seseorang masih terlelap disampingnya, sebelah tangan minhyuk dengan setia melingkar di pinggang gadis itu memastikannya tetap hangat. Minhyuk tersenyum melihat wajah polos gadis itu masih terlelap, ada dorongan dalam diri minhyuk untuk menyapa bibir mungil gadis itu tapi minhyuk khawatir ulah kecilnya itu akan mengganggu putri cantik yang tengah terlelap ini. Sebagai gantinya ia membiarkan tangannya yang bebas menelusuri kulit wajah gadis itu, dengan pelan dan sangat halus.

  Tapi ternyata ulah kecil minhyuk juga berakhir dengan mengerjapnya mata gadis itu. minhyuk menghentikan aktifitasnya menjauhkan tangannya dari wajah gadis itu, beberapa kali minhyuk memperhatikan mata gadis itu mengerjap membiasakan diri dengan pantulan cahaya matahari yang masuk dari celah-celah tirai. Mata itu akhirnya membulatt sempurna menunjukan warna coklat tua dari kedua bola mata yang dibingkai oleh bulu mata hitam yang lentik. Senyuman gadis itu adalah hadiah pertama hari ini untuk minhyuk.

  Minhyuk menunduk mengecup pipi yang langsung merona itu sebagai sapaan selamat pagi, lalu tangannya menggengam jemari gadis itu. minhyuk memainkan seberkas rambut panjang gadis itu yang masih berantakan. Gadis itu menguap, membuang sisa kantuknya membuat wajahnya merona merah, minhyuk tersenyum melihat tingkah gadis itu. kembali minhyuk mengecup gadis itu, kali ini dibibirnya, kecupan penuh rasa gemas. Gadis itu berusaha menjauhkan tubuh minhyuk yang masih mendekapnya, ia hampir kehabisan nafas, tapi minhyuk tak berhenti mengecup bibir merona gadis itu, dengan sedikit paksaan dan cubitan disalah satu lengan minhyuk, tubuh minhyukpun menjauh, sambil terkekeh jahil minhyuk memperhatikan gadisnya turun dari tempat tidur dan menggelung asal rambut ikalnya, gadis itu memakai sandal kamar kebesarannya dan berjalan menuju pintu kamar minhyuk, hendak memasak sarapan pagi mungkin. Tapi setelah pintu itu tertutup minhyuk tak lagi menemukan gadis itu dimanapun.

 

Mata minhyuk yang tadinya terpejam nyenyak kini terbelalakng hanya dalam hitungan detik. Ia terbangun oleh sebuah mimpi aneh, minhyuk bangkit dari posisi tidurnya, jam di atas nakas menunjukan pukul 6 pagi, seharusnya minhyuk masih mempunyai jatah satu jam lagi untuk tertidur sebelum jam itu berdering membangunkannya. Ia berusaha mengingat mimpinya barusan walaupun kepalanya masih terasa berat, wanita dalam mimpinya tadi belum pernah ia temui sebelumnya, minhyuk yakin itu tapi kenapa dalam mimpinya ia merasa begitu mencintai gadis itu? bahkan rasa cintanya terasa begitu nyata, ia merasa begitu mengenal sosok gadis itu, ia sangat ingin melindungi gadis itu, ia bahagia bersama gadis dalam mimpinya itu, bahkan minhyuk bisa merasakan detakan jantungnya yang lebih menggebu, tangan minhyuk memegang dada kirinya, benar saja jantungnya bergerak lebih cepat.

“siapa gadis itu?” desis minhyuk, ia mulai frustasi, minhyuk kembali membaringkan tubuhnya dan matanya menatap langit-langit kamarnya, sekilas raut wajah gadis itu masih membayang di pikirannya, tanpa minhyuk sadari senyum manisnya tercipta di bibirnya.

“dia cantik” gumam minhyuk senang.

 

****

 

 

 Pantai itu tampak indah, air laut yang berwana biru muda dan bergradasi menjadi biru tua hingga menyatu dengan samudra luas, pasir putih yang membentang luas, hijau daun kelapa yang tertiup angin pantai yang kencang juga sinar matahari yang tak malu-malu menunjukan sengatannya membuat gadis bernama hanyoung mengernyitkan hidungnya dan menyipitkan matanya menghalau silau yang menyengatnya, topi bundar yang lebar yang kini bertengger dikepalanya sama sekali tidak membantunya mengusir panas matahari. Ia berdiri di balkon sebuah cottage mewah dengan mini dress berwarna pastel, gadis itu membiarkan matanya liar mengamati pemandangan indah sekelilingnya, matanya memandang jauh ke ujung lautan yang tampak seperti tidak memiliki batas. Pantai ini sepi, sangat sepi hingga yang hanyoung lihat hanyalah beberapa pekerja cottage mewah ini saja, hingga ia merasa hanya dirinya yang ada disana. Tiba-tiba sepasang tangan melingkar dari belakang tubuhnya, memeluk pinggangnya, membuatnya sadar kalau ia tidak seorang diri di pantai ini.

  Tangan kekar seorang pria tengah memeluknya dan meletakan dagunya di pundak terbuka hanyoung, hanyoung melirik laki-laki itu dengan senyuman, dan laki-laki itupun tersenyum hingga matanya membentuk sebuah senyuman juga. Laki-laki itu mengecup pipi hanyoung dan berdiri disamping hanyoung, kini tinggal satu tangan lelaki itu yang merangkul pinggang ramping hanyoung, laki-laki itu juga mengedarkan pandangannya keseluruh pantai luas, lalu lelaki itu menggandeng tangan hanyoung dan membawa gadis itu keluar dari area cottage dan membawa hanyoung ke tepi pantai, kaki telanjang mereka berdua menginjak pasir putih yang halus.

  Debur ombak menyambut mereka, gulungan ombak menari mengucapkan selamat datang. Hanyoung duduk diatas pasir dengan lelaki itu memeluknya disisinya, hanya itu yang mereka lakukan tapi mereka sangat menikmati waktu mereka, lalu hanyoung memiliki sebuah ide, ia menarik lengan laki-laki itu mendekati lautan, kaki mereka telah basah oleh air laut. Hanyoung berlari kesana kemari dengan ceria, laki-laki itu mengejar tubuh lincah hanyoung, setengah badan mereka basah kuyup tapi mereka tak peduli, laki-laki itu beberapa kali berhasil menangkap tubuh hanyoung dan memeluknya, mengangkatnya tinggi kadang ia mencuri kesempatan untuk sekedar mengecup pipi hanyoung atau bibir hanyoung. Tak ada yang peduli apa yang mereka lakukan, pantai ini milik mereka berdua. Lama mereka brmain dengan air ,rasa lelah menghampiri, hanyoung menyerah dan duduk berselonjor lagi diatas pasir, mengatur nafasnya yang memburu dan mengumpulkan tenaga setelah berlarian sepanjang garis pantai, laki-laki itu masih dengan setia disamping hanyoung, tangan mereka berdua bertaut, senyum bahagia tergambar jelas diwajah mereka.

  Langit mulai membias orange, matahari siap menghilang, hanyoung terpana melihat pemandangan indah ritual matahari berpamitan untuk bertukar posisi dengan bulan, warna jingga menyebar di langit hingga terpantul di air pantai. Tiba-tiba sepasang tangan menutup mata hanyoung, membuatnya tak bisa melihat apa-apa, ia tahu sisi jahil laki-lakinya sedang beraksi, laki-laki itu menutup kedua mata hanyoung dengan telapak tangannya, laki-laki itu mengecup pipi hanyoung mesra, tak lama kedua telapak tangan itu menjauh dari mata hanyoung,membuat hanyoung bisa kembali membuka matanya, awan semakin pekat. Hanyoung melihat sekeliling, memutar tubuhnya kesana kemari mencari laki-laki itu tapi ia tak menemukan siapapun disekitarnya, ia seorang diri.

 

Dering alarm terdengar nyaring di telinga hanyoung, hanyoung mau tak mau terbangun dari tidurnya, tangannya menggapai –gapai alamrmnya dan menekan tombol “off” seketika kamar hanyoung menjadi senyap. Gadis itu tahu ia akan terlambat kalau ia masih berbaring terus diatas ranjang hangatnya, ia segera melipat selimut tebalnya, membereskan tempat tidurnya lalu segera masuk ke dalam kamar mandi membasuh dirinya dan bersiap bekerja.

Semua persiapan hampir selesai, hanyoung hanya tinggal merapikan sedikit bajunya lalu menyisir rambutnya. Hanyoung memperhatikan pantulan wajahnya dicermin, tiba-tiba ia terkesiap. Sesosok laki-laki muncul dalam pikirannya membuatnya tiba-tiba merasa tak karuan, ada gurat bahagia diwajah hanyoung tiap bayangan wajah laki-laki itu muncul. Sejenak hanyoung menghentikan aktifitas berdandannya, laki-laki itu tak hanyoung tahu siapa namanya, tapi setiap hanyoung ingat laki-laki itu datang mimpinya hanyoung merasa senang, tiba-tiba mimpi itu terasa nyata, hanyoung merasa ia sungguh-sungguh hidup dalam mimpinya, bahkan indra penciuman hanyoung bisa merasakan aroma pantai padahal jelas-jelas rumahnya terletak sangat jauh dari pantai.

Lalu hanyoung meraba salah satu pipinya, hangat kecupan dalam mimpinya masih terasa, hanyoung merasa ia gila, ia gila karena mimpinya semalam, karena laki-laki dalam mimpi itu.

“hanyoung…. Sarapanmu hampir dingin. Cepat turun” terdengar suara yang memanggil hanyoung dari lantai dasar. Hanyoung tersadar dari lamunannya, sekali lagi ia memperhatikan pantulan wajahnya dicermin, ia tersenyum lagi saat senyuman laki-laki itu terbingkai dalam pikirannya.

 

***

Minhyuk menutup laptop dihadapannya, satu pekerjaannya sudah selasai. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi empuknya, menghirup nafas lega, ia melirik jam tangannya sudah jam makan siang ternyata. Minhyuk bangkit dari kursinya dan hendak pergi keluar mencari makan siang.

“tuan minhyuk, pukul 4 anda harus menghadiri rapat di hotel Golden dengan beberapa petinggi perusahaan dari swiss” salah satu tangan kanan minhyuk memberitahukan agenda acara minhyuk setelah makan siang.

“baik, aku akan kesana kau siapkan saja mobil dan berkas-berkas yang harus aku bawa”

“baik tuan, segera saya siapkan” selepas tangan kanannya pergi minhyuk segera berjalan masuk kedalam lift yang sudah menunggunya.

 

****

“Hanyoung, sore nanti kau temani perwakilan dari swiss untuk rapat di hotel golden dengan perusahaan Star Construct”

“ya ayah” hanyoung mengangguk, ayahnya adalah pemilik perusahaan ini, ia sebagai anak sulung membantu ayahnya menjalankan perusahaan ini setelah beberapa waktu lalu ayahnya terserang sakit dan dokter melarangnya untuk bekerja terlalu lelah dengan jadwal padatnya sebagai president direktur.

“hanyoung… akhir-akhir ini ayah melihat kau begitu giat bekerja, kau sampai harus lembur dan mengerjakan semua pekerjaan dengan kerja keras.

“aku kan membantu ayah… aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa”

“bukan itu maksud ayah, ayah merasa semua pekerjaan ini terlalu menyita waktumu. Kau masih muda, ayah yakin kau juga pasti ingin bersenang-senang menghabiskan banyak waktu dengan teman-temanmu kan? Pergilah jalan-jalan sekali-kali, asisten ayah bisa mengerjakan pekerjaanmu selama kau pergi. Berkencanlah, kau ini butuh teman laki-laki juga” hanyoung menghentikan aktifitas mengetiknya dan melirik ayahnya.

“ayah, kalau masalah jodoh tidak usah terlalu dipikirkan, jodoh itu akan datang dengan sendirinya”

“tapi kalu kau hanya berkutat dengan pekerjaanmu saja, mana ada yang tahu kalau ada gadis secantik anak ku ini” hanyoung terkekeh mendengar protes ayahnya. Hanyoung berpindah posisi duduk kesebelah ayahnya.

“baiklah kalau itu yang ayah mau, bukan ide buruk juga untuk memulai suatu hubungan dengan pria. Aku akan mengatur waktu dulu, setelah itu aku akan menikmati liburan panjang”

“ide bagus, anakku. Bersenang-senanglah selagi kau masih muda dan punya banyak waktu dan kesempatan” puncak kepala hanyoung di usap lembaut oleh tangan ayahnya.

 

***

Mobil hitam minhyuk berhenti di depan lobby Golden hotel, salah stau hotel berkelas di seoul. Minhyuk segera mausk dan diantar menuju ruangan rapat.

“apa para tamu dari swiss itu sudah datang?” Tanya minhyuk

“sudah tuan, 5 menit yang lalu mereka ditemani beberapa perwakilan dari korea juga”

“baiklah kalau begitu” tak lama minhyuk sudah hampir sampai diruangan rapat itu, ia masuk dan membungkuk memberi hormat pada rekan-rekan bisnisnya.

“Annyeonghaseyo, Good evening everybody” sapa minhyuk, lalu ia duduk disalah satu kursi.

“I’m Kang Minhyuk CEO of Star Construct” minhyuk memperkenalkan dirinya, lalu saat asisten minhyuk tengah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk peresentasi mata minhyuk bertemu mata sesosok wanita yang duduk bersebrangan dengannya, gadis korea yang minhyuk yakin salah satu perwakilan dari perusahaan rekanan bisnisnya.

Ada sesuatu yang bergetar dalam hati minhyuk saat melihat gadis itu, ia pernah melihat gadis itu beberapa hari lalu, tapi bukan secara langsung. Wajah gadis itu begitu familiar dimata minhyuk, ia merasa sudah mengenal wanita itu sebelumnya. Minhyuk terus berusaha mengingat.

Minhyuk sedikit tersentak saat ia sadar gadis yang kini tengah ia tatap adalah gadis yang muncul dalam mimpinya, gadis yang ada dalam pelukannya saat ia bangun didalam mimpinya, betul ia yakin gadis itu adalah gadis yang sama dengan gadis yang kini tengan memandangnya juga dengan tatapan heran.

Jantung minhyuk berpacu, ada rasa bahagia yang terselip seperti seseorang yang menemukan barang kesayangannya yang sudah lama hilang, minhyuk tersenyum pada gadis itu dan gadis itu membalas senyum minhyuk dengan canggung. Minhyuk semakin yakin gadis itu adalah gadis dalam mimpinya, karena ketika gadis itu tersenyum minhyuk bisa melihat kecantikan yang sama dengan gadis dalam mimpinya. Minhyuk tengah jatuh cinta, jatuh cinta pada gadis dihadapannya yang baru saja ia temui secara langsung didunia nyata 10 menit yang lalu.

****

Hanyoung terkesiap saat pintu terbuka dan sesosok pria dalam balutan jas hitam rapih menampakan diri. Ia yakin laki-laki itu adalah CEO perusahaan yang akan mengadakan presentasi hati ini.

“tampan juga, masih muda ternyata” pikir hanyoung dalam hati

“tunggu!!” hanyoung memekik dalm hatinya, ia memperhatikan dengan seksama laki-laki yang kini tengah memperkenalkan diri. Hanyoung terpaku ditempat duduknya, otaknya bekerja dengan sangat cepat memberitahukan informasi kalau laki-laki itu adalah laki-laki dalam mimpinya, laki-laki yang bermain dipantai bersama dengannya.

“astaga… orang itu benar-benar ada didunia nyata” hanyoung panic didalam hatinya tapi ia berusaha terlihat tenang. Laki-laki itu kini duduk diseberangnya, dan tanpa hanyoung sangka laki-laki itu menatapnya tepat dimatanya.

“ommo… dia sunguh-sungguh laki-laki dalam mimpiku saat itu, aku sungguh yakin… ommo… apa yang harus aku lakukan?? Andwee…” laki-laki it uterus menatap hanyoung dengan tatapan mengamati yang membuat hanyoung menjadi risih dan salah tingkah. Laki-laki itu tersenyum keraha hanyoung, mau tak mau hanyoung membalas walaupun dengans enyuman kaku karena ia masih salah tingkah.

Tapi akhirnya perhatian hanyoung teralihkan saat rapat dan presentasi sudah dimulai, ia harus focus pada pekerjaannya.

***

Akhirnya rapat itu berjalan lancar, kedua perusahaan sudah melakukan perjanjian kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Kini saatnya hanyoung pulang, sudah jam 9 malam tapi karena mobilnya maish harus menginap di bengkel lebih lama lagi jadilah hanyoung menunggu taksi dipelataran lobby hotel. Tapi bukan taksi yang berhenti didepannya tapi sebuah mobil mewah. Kaca mobil itu diturunkan dan tampaklah sosok sang pengemudi yang membuat hanyoung terkesiap untuk kedua kalinya.

“laki-laki itu lagi” gumam hanyoung

“nona, apa kau menunggu dijemput?” Tanya laki-laki itu sopan

“ani, aku sedang menunggu taksi” jawab hanyoung lagi, laki-laki itu tersenyum menunjukan wajah tampannya yang hanyoung akui membuatnya mulai sesak nafas.

“dimana rumahmu? Biar aku antar”

“tidak usah tuan, kau duluan saja, biar aku menunggu taksi” hanyoung menolak halus, tak mau merepotkan ditambah ia tak mengenal laki-laki ini selain untuk urusan bisnis. Tapi laki-laki itu membuka pintu penumpang.

“mari masuk, aku akan mengantarmu dengan selamat. Sudah malam dan jarang taksi yang lewat daerah sini, lagipula kau salah satu rekanan bisnis baruku, anggap saja ini rasa terima kasihku karena perusahaan tempatmu bekerja mau bekerja sama dengan perusahaanku” hanyoung tampak berfikir, ia melihat sekitar, sudah sangat sepi memang dan dari tadi tak ada satupun taksi yang lewat. Pilihan terakhir dan pilihan satu-satunya memang menerima tawaran laki-laki ini, hanyoung masih tampak berfikir dan minhyuk setia menunggu.

Akhirnya hanyoung memilih menerima tawaran laki-laki itu, ia masuk kedalam mobil minhyuk yang langsung melaju dijalanan.

“jadi aku dengar kau anak sulung tuan Park?” Tanya laki-laki itu memecah keheningan

“ah ne.. aku anaknya” hanyoung menjawab

“kenalkan aku kang minhyuk” minhyuk mengenalkan dirinya, memancing hanyoung untuk menyebutkan namanya.

“aku park han young” hanyoung memperkenalkan diri, minhyuk tersenyum, akhirnya ia tahu nama gadis itu.

“bagaimana kesehatan ayahmu? Aku dengan beberapa waktu lalu beliau jatuh sakit, apa sudah membaik?”

“ya dia sudah jauh lebih baik, tapi doketr tetap melarangnya bekerja terlalu sibuk, itulah kenapa aku yang menangani sebagian besar urusan perusahaan sekarang ini, ayahku hanya mengawasi dan memberikan beberapa petunjuk”

“salam dariku untuk beliau ya, perusahaanku sudah beberapa kali bekerja sama dengan perusahaan milik ayahmu, ayahmu orang yang sangat baik” puji minhyuk tulus

“baik minhyuk-ssi, akan aku sampaikan”

Dan suasana kembali hening, tak ada yang bicara, sesekali minhyuk melirik gadis disebelahnya, cinta pada pandangan pertamanya, walaupun mereka pernah bertemu sebelumnya dalam mimpi.begitu juga yang dilakukan hanyoung, ia sedang berusaha membuat jantungnya berdetak dengan normal tapi tiap kali ia melirik minhyuk makan jantungnya akan memompa darah dengan lebih cepat. Minhyuk senang meliaht semburat merah dikedua pipi hanyoung, gadis itu benar-benar sudah mencuri hatinya.

Hanyoung mencari bahan pembicaraan agar suasan hening ini segera lenyap.

“minhyuk-ssi…” panggil hanyoung

“ne?”

“mian aku jadi merepotkanmu begini” hanya itu topic yang bisa ditemukan hanyoung, otaknya terllau penuh terisi oleh pikirannya yang disita habis oleh minhyuk.

“sudah kubilang ini sama sekali tak merepotkan. Aku malah senang mengantarmu”

“terima kasih banyak”

“sama-sama” tak terasa mobil minhyuk sudah sampai didaerah rumah hanyoung dan kini mobil itu terparkir didepan halaman rumah hanyoung. Hanyoung turun dari mobil, dan minhyuk juga ikut turun.

“jeongmal kamsahamnida minhyuk-ssi” hanyoung membungkuk

“ya, kau masuklah udara semakin dingin diluar” kata minhyuk, hanyoung sedikit melambaikan tangannya dan memutar tubuhnya hendak meninggalkan minhyuk, tapi hatinya terasa berat untuk berpisah dengan minhyuk ia maish ingin lebih lama dengan laki-laki itu.

Begitupun minhyuk, melihat punggung hanyoung semakin jauh rasanya ia tak rela, ia tak mau hanyoung menghilang begitu saja dibalik pagar rumahnya yang tinggi itu,terbersit ide gila.

“ommo…” pekik hanyoung saat tiba-tiba pergelangan tangannya ditarik seseorang tepat sebelum ia membuka pagar rumahnya, yang kini hanyoung tahu seseorang tengahn mendekapnya.

“minhyuk-ssi… apa yang kau lakukan?” Tanya hanyoung terbata, tubuhnya terkunci dalam pelukan minhyuk.

“mungkin kau pikir aku gila, tapi tak masalah. Kau harus tahu walaupun kita baru bertemu tadi sore tapi aku sudah jatuh hati padamu, nona park. Aku tidak ingin kau jauh dariku”

“minhyuk-ssi… tapi… jangan bermain-main seperti ini”

“aku serius nona park, aku tak sedang bermain-main, aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu. Well. Sebenarnya tak bisa dibilang pandangan pertama juga karena aku pernah bertemu denganmu sebelumnya di dalam mimpi”

“mimpi?” hanyoung mendorong tubh minhyuk, dan mundur beberapa langkah untuk memperhatikan wajah minhyuk.

“ya, beberapa hari lalu aku bermimpi bertemu dengan seorang wanita dan wanita itu adalah kau. Dan sejak kita bertemu tadi sore aku merasa yakin kalau kau adalah wanita untukku”

“kau…kau juga prnah ada dalam mimpiku minhyuk-ssi”

“jinjja?”

“ya, aku dank au menghabiskan waktu bersama seharian tapi tiba-tiba kau menghilang dan aku terbangun dari tidurku, saat aku melihatmu tadi aku juga maerasakan perasaan yang aneh”

Minhyuk tersenyum, menunjukan pesonanya

“perasaan apa itu? apakah itu perasaan jatuh cinta padaku yang tampan ini?”

“oh please…. Tapi ku akui kau tampan”

“lalu perasaan apa itu?” minhyuk kembali bertanya, tapi hanyoung mengulum senyum malu.

Minhyuk yang gemas mendekat pada hanyoung, lalu ia mengecup bibir hanyoung lembut.

“saranghae…” bisik minhyuk, hanyoung mendekatkan bibirnya ketelinga minhyuk, sedikit berjinjit untuk berbisik pada minhyuk.

“nado” bisiknya, keduanya tersenyum lalu minhyuk memeluk hanyoung.

“terima kasih sudah menjadi nyata dalam hidupku”  ucap minhyuk, pelukannya semakin erat menghangatkan tubuh hanyoung agar tak kedinginan diterpa angin malam.

 

-End-

 

 

 

 

 

 

3 thoughts on “By The Dream

  1. kalo beneran di dunia nyata kayaknya bakal kena tampol deh…wkwkwkwk…baru ketemu rekan bisnis pula….langsung maen cipok aja…tapi karena mereka dah pacaran di dunia mimpi bisa dimaklumi kali yaa….

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s