Where You Are

Author            : @VIVITDN

Rating             : G

Length            : One Shoot

Genre              : Tragedy, Angst

Cast                :

1. Kang Minhyuk

2. Jung Soojung (Krystal)

Disclaimer      : My own plot

@@@@@

Where You Are

Pagi ini tampak begitu cerah, suara burung-burung terdengar merdu berkicau dibalik jendela kamar. Tetapi Minhyuk enggan membuka matanya, walau sinar matahari sudah masuk melalui celah-celah jendela kamarnya dan mulai menyinari kamarnya tetapi tetap saja dia enggan membuka matanya. Dia malah menarik selimutnya, menutupi seluruh tubuhnya.

“Minhyuk oppa” terdengar suara lembut Jungrang wanita memanggilnya dari balik pintu kamarnya yang hanya terbuka separuh. Minhyuk masih saja tidak mau bangun dari tempat tidurnya.

“Oppa, ayo bangun. Ini sudah siang, kau harus bangun, mandi dan sarapan” suara lembut itu terdengar kembali, dan Minhyuk sangat mengenali suara ini. Dia langsung membuka selimutnya dan melihat kearah pintu, dan dia langsung duduk ketika melihat wanita itu.

“Soojung-ah?”

“Ne oppa. Ini aku, cepat bangun” dia bicara dengan senyum manis yang selalu Minhyuk suka.

“Soojung-ah itu benar kau? Aku benar-benar merindukanmu, jangan pergi lagi dariku” Minhyuk langsung bangun dan setengah berlari menghampiri gadis yang bernama Soojung itu, dia membuka pintunya lebar-lebar, tetapi tiba-tiba gadis itu menghilang.

“Soojung-ah, kau pergi kemana? Kumohon jangan tinggalkan aku” Minhyuk langsung duduk dengan lemas bersandar pada pintu ketika gadis itu menghilang. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba menahan tangis. Dia langsung berdiri  dan masuk ke kamarnya kembali dan berdiri di depan kaca besar dikamarnya, dia melihat refleksi dirinya dikaca. Dia terlihat seperti orang depresi, wajahnya masih terlihat kusam, lingkaran hitam dimatanya masih terlihat. Rambut yang acak-acakan, menandakan sipemilik rambut tidak menyisir rambutnya selama beberapa hari ini. Dia melihat sekeliling kamarnya, dan kamarnya tampak berantakan, debu yang mulai menebal di meja kecil yang ada didepan kasur. Kasur yang teramat sangat berantakan sekali. Buku-buku dan bantal yang berserakan dilantai. Minhyuk menghela nafas panjangnya, tidak habis pikir kenapa semuanya bisa jadi seperti ini, padahal dulu dia terkenal sebagai yang paling bersih diantara teman-temannya, bahkan teman-temannya menjuluki dia Mr. Perfect.

“Aku akan membereskan semua ini nanti”

Dan dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, menyegarkan kembali tubuhnya yang sudah seperti mayat hidup, mungkin dinginnya air yang menjalar ditubuhnya akan menenangkan dan menyegarkan kembali pikirannya dan tubuhnya. Dia keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya yang kusam, dia berdiri di depan kaca lagi melihat refleksi dirinya, dia tersenyum melihat refleksi dirinya, sekarang terlihat lebih segar dari sebelumnya.  Saat dia ingin memulai membersihkan kamarnya, perutnya berbunyi memberikan sinyal bahwa perutnya harus di isi. Dia langsung keluar menuju dapur, membuka kulkas, mencari sesuatu yang bisa dimakan, dia menemukan roti tawar dan selai strawberry.

“Oppa apa kau beberapa hari ini tidak makan nasi atau roti? Pantas saja tubuhmu sekarang lebih kurus” Minhyuk mendengar suara gadis itu lagi, dia menoleh kebelakang dan menemukan Soojung sedang tersenyum manis.

“Soojung-ah? Apa benar itu kau? Kenapa tadi kau pergi?” Suara Minhyuk sedikit bergetar.

“Ne oppa”

“Kau, kau kenapa tadi kau pergi?”

“Aniyo. Aku disini menjagamu”

“Jeongmal?”

“Ne jeongmalyo” Minhyuk langsung memeluk tubuh Soojung erat sekali, seakan takut dia akan pergi meninggalkannya.

“Oppa, lepaskan aku, sekarang saatnya kau makan. Aku akan membuatkan susu untukmu”

“Ne” Minhyuk melepaskan pelukannya, dan langsung duduk sambil memakan rotinya dan kadang-kadang tersenyum sambil melirik Soojung yang sedang membuat susu.

Ting Tong suara bel berbunyi

“Oppa buka pintunya” Minhyuk langsung menuju ke depan dan membuka pintu. Yonghwa, Jonghyun dan Jungshin saling melirik satu sama lain ketika melihat Minhyuk membukakan pintu dengan senyum sumringah.

“Hai hyungnim, Jungshin-ah. Apa kalian hanya akan diam saja di luar? Tidak mau masuk?”

“ah, ne” ada perasaan aneh ketika mereka melihat Minhyuk. Mereka tidak menyangka Minhyuk akan menyambut mereka dengan wajah segar dan penuh senyum seperti itu. Terakhir mereka mengunjungi Minhyuk, dia tidak mau beranjak dari tempat tidurnya dan bahkan tidak mau berbicara dengan mereka.

“Minhyuk-ah kau baik-baik saja kan?”

“tentu saja aku baik Jonghyun hyung, kalian kenapa dari tadi melihatku dengan tatapan aneh seperti itu? Apa ada yang aneh denganku”

“Ani, kita senang melihat kau kembali seperti dulu lagi. Tidak lagi mengurung diri di kamar.”

“Oh itu. Itu karna Soojung”

“Soojung???” Tanya mereka bersama.

“Ne Soojung. Dia membangunkanku pagi ini. Bahkan dia sekarang membuatkanku susu di dapur”

Yonghwa, Jonghyun dan Jungshin saling berpandangan heran.

“Aku rasa Minhyuk semakin parah” bisik Jungshin.

“ehem, Minhyuk-ah, ku mohon jangan seperti ini, kau harus melupakan Soojung. Soojung sudah..”

“Aniyo Yonghwa hyung, dia ada di sini di rumah ini. Dia bilang dia menjagaku. Ayo ikut aku ke dapur” Minhyuk menarik teman-temannya menuju dapur.

“Soojung-ah, Soojung-ah Jonghyun hyung, Yonghwa hyung  dan Jungshin datang, sudah lama kau tidak bertemu dengan mereka kan?”

“Minhyuk-ah hentikan ini” Yonghwa berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Minhyuk, tetapi tidak berhasil.

“Soojung-ah, mereka da—“ Minhyuk tidak bisa melanjutkan ucapannya ketika di dapur ternyata tidak ada siapa-siapa. Soojung menghilang (lagi).

“Soojung-ah, kau kemana? Kau tidak boleh meninggalkan aku lagi” Minhyuk berlari mencari Soojung di rumahnya, di kamar, di kamar mandi, dia tidak bisa menemukan Soojung.

“Soojung-ah. SOOJUNG-AH KAU KEMANA? INI TIDAK LUCU, BERHENTILAH BERSEMBUNYI” Minhyuk berteriak karena frustasi tidak bisa menemukan Soojung. Yonghwa  menghampiri Minhyuk.

“Minhyuk-ah, hentikan ini. Soojung sudah tidak ada, kau harus menerima kenyataan itu” Yonghwa mencoba menenangkan Minhyuk, dan menepuk pelan punggungnya. Tetapi Minhyuk malah menangis.

“Hyung  aku tidak berbohong, dia benar-benar ada di sini. Dia membuatkan aku susu sebelum aku membukakan pintu untuk kalian”

“MINHYUK HENTIKAN. Berhentilah berhalusinasi,  Soojung tidak ada” Jonghyun tidak bisa menahan emosinya, melihat Minhyuk seperti ini.

“Aku tidak berbohong, dia membuatkan aku susu barusan, bahkan aku sempat memeluknya, aku TIDAK BERHALUSINASI” Minhyuk langsung berdiri.

“Susu apa? Tidak ada susu di sini. Berhentilah Minhyuk, lupakan Soojung”

“Hyung tenagkanlah dirimu, kau tidak bisa berbicara seperti ini kepada Minhyuk, dia sedang dalam keadaan depresi. Kita harus berbicara dengan pelan-pelan” Jungshin berusaha menenangkan Jonghyun. Jonghyun hanya bisa menarik nafas panjang, menyesal kenapa dia tidak bisa menahan emosinya.

“Minhyuk-ah Mianhae”

“SOOJUNG?” Minhyuk melihat Soojung berdiri di depan pintu. Tanpa pikir panjang dia langsung menghampiri dia.

“Soojung-ah”

“Minhyuk-ah kau mau kemana?” Teman-temannya mencoba mencegah Minhyuk.

“Tidak ada Soojung. Aku tidak melihat dia” kata Jungshin. Minhyuk tidak mendengarkan ucapan temannya dan terus berjalan menghampiri Soojung, tetapi Soojung malah keluar, dan Minhyuk terus mengejarnya. Soojung setengah berlari dan sekali-kali menoleh kebelakang sambil tersenyum pada Minhyuk, Junglah berkata ‘oppa ikuti aku’.

“Soojung-ah? kau mau kemana? Jangan pergi”

Tetapi Soojung tidak mendengar dan terus berlari. Dia berlari hingga ke jalan. Minhyuk melihat dengan horror ketika dia melihat dari arah kanan sebuah mobil merah dengan kecepatan yang lumayan tinggi melintas.

“SOOJUNG-AH, AWAS ADA MOBIL”  Minhyuk terus berlari tetapi dia terlambat, Soojung berlari menyebrang jalan dan mobil itu menabrak tubuh Soojung. Tubuh Minhyuk seketika membeku dan dia berjalan dengan lunglai menuju jalan raya. Mobil yang menabrak Soojung sudah pergi, Junglah tidak terjadi apa-apa. Minhyuk mencari tubuh Soojung di jalan, tetapi tidak ditemukan, darahpun tidak ada.

“Soojung, Soojung-ah, Jung Soojung kau kemana?”

“Minhyuk-ah” Yonghwa, Jonghyun dan Jungshin menghampiri Minhyuk dengan nafas terengah-terengah.

“AAAAA JUNG SOOJUNG” Minhyuk duduk ditengah jalan, dimana barusan dia melihat tubuh Soojung tertabrak. Teman-temannya langsung menghampirinya dan mengajaknya untuk duduk dipinggir jalan.

“Soojung, dia kecelakaan, gara-gara aku” jawab Minhyuk dengan lemas, dan tatapannya kosong”

“Minhyuk jangan menyalahkan dirimu”

“Ini karena aku. Sekarang dia pergi, dan tidak akan kembali. Aku harus menyusulnya”

“Minhyuk-ah jangan seperti itu. Soojung akan sedih jika dia melihatmu seperti ini. Dia ingin kau bangkit, melanjutkan hidupmu, dia tidak ingin kau larut dalam kesedihan. Dia ingin kau menerima kenyataan dan tidak menyalahkan dirimu sendiri” Jonghyun memeluk tubuh Minhyuk, sedangkan tubuh Minhyuk terasa kaku, dia tidak menggerakkan tubuhnya, tatapannya terlihat kosong. Teman-temannnya hanya bisa menangis melihat Minhyuk seperti ini.

“Minhyuk-ah, ku mohon jangan seperti ini. Menangislah sekencang-kencangnya, jangan diam membisu seperti ini, kau membuat kami khawatir”

Minhyuk melihat Soojung dibalik pohon besar diujung jalan, dia bisa melihat Soojung menangis sambil tersenyum manis

‘saranghae oppa’ dan dia langsung menghilang. Ketika melihat Soojung menghilang dibalik pohon besar, air matanya mengucur deras dan dia tidak bisa menahan air matanya untuk keluar, dia menangis histeris, dan menguburkan wajahnya dibalik dada Jonghyun, menumpahkan semua kesedihannya selama beberapa hari ini yang dia pendam.

“Mianhae, mianhae Soojung-ah. Berbahagialah di sana, aku akan melanjutkan hidupku di sini, seperti yang kau mau walau itu sangat susah bagiku , untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan”

“Saranghae, neomo saranghae.”

-4 HARI YANG LALU”

Hari ini adalah hari jadi Minhyuk dan Soojung, sudah 3 tahun mereka berpacaran. Minhyuk sudah mempersiapkan pesta kecil dirumahnya. Dia memasak makanan kesukaan Soojung, dia juga sudah menyiapkan cake, dan tentunya kado untuk Soojung.

“Morning cantik. Happy 3rd anniversary”

“Happy 3rd anniversary too oppa”

“Kau sudah sampai di kampus? Maaf aku tidak bisa mengantarmu ke kampus hari ini, aku sedang sibuk mempersiapkan kejutan untukmu”

“Ey, Gomawo oppa”

“Kau pulang jam 12 kan hari ini? Cepat datang kerumahku setelah kau selesai kuliah”

“Ehm soal itu oppa, mianhae”

“Ne? ada apa? Jangan bilang kau tidak bisa merayakan 3rd anniversary kita?”

“Bukan begitu oppa. Tiba-tiba Jinri tadi minta tolong padaku untuk menemaninya ke toko buku, dan dia meminta bantuanku untuk membantunya membuat laporan. Aku tidak bisa menolaknya oppa”

“MWO? Jadi kau lebih memilih  temanmu dibanding aku?”

“Bu-bukan seperti itu oppa, tapi Jinri benar-benar membutuhkanku”

“Apa kau pikir aku tidak membutuhkanmu? Aku sudah mempersiapkan semuanya Soojung-ah. Dan kau menghancurkannya”

“Oppa, bukan seperti itu, nanti malam kita masih bisa merayakannya. Aku akan ke rumahmu”

“Tidak usah”

Tut Tut Tut. Minhyuk langsung mematikan telefonnya, mengeluarkan baterainya dan melemparnya ke atas sofa.

Soojung menghela nafas panjang.

“Soojung-ah apa Minhyuk marah padamu?”

“Ani, sebentar lagi pasti dia akan menelepon aku lagi”

“Jangan bohong. Maafkan aku Soojung-ah. Kau bisa membantuku mengerjakan laporan nanti malam saja, sekarang kau pergi menemui Minhyuk saja, dia sudah menyiapkan pesta kecil untukmu”

“Tapi, tapi bagaimana denganmu?”

“Tenang, aku bisa pergi ke toko buku sendiri”

“Benar, tidak apa-apa?”

“Ne. sekarang cepatlah temui Minhyuk”

“Terima kasih Jinri-ya. Mianhae. Aku janji lain kali aku akan menemanimu”

@@@@@

Soojung mencoba menelpon Minhyuk, tetapi nomernya tidak aktif. Di dalam bus dia tetap mencoba menelepon Minhyuk tetapi tetap saja, handphonenya tidak aktif.

Di sisi lain Minhyuk begitu kesal, dan emosi karena Soojung tidak bisa merayakan 3rd anniversary mereka siang ini. Dia tau dia sedikit egois, tetapi menurutnya ini hari special mereka, dia harus menolak semua permintaan temannya, dan harus menghabiskan hari ini bersamanya. Dia butuh udara segar, jadi dia mencoba keluar rumah, karena jika dia berada di dalam rumah, mungkin dia akan melempar barang-barang yang ada dirumahnya.

@@@@

Soojung sudah sampai dipiggir jalan depan rumah Minhyuk. Dia tetap mencoba menghubungi Minhyuk dan menyebrang tanpa menoleh. Di saat yang bersamaan Minhyuk baru keluar dari rumahnya dan melihat Soojung sedang menyabrang. Dari arah kanan dia melihat sebuah mobil merah melintas. Reflek dia berlari dan berteriak memanggil nama Soojung.

“SOOJUNG-AH AWAS ADA MOBIL?”

Soojung mendengar orang berteriak memanggil namanya, dan dia tersenyum ketika tau orang itu Minhyuk. Dia melambai-lambaikan tangannya, dan sedikit aneh melihat Minhyuk berlari kearahnya dengan  ekspresi ketakutan. Di saat Soojung  menoleh ke kanan, dia melihat mobil merah, dan dia hanya bisa terdiam, dan beberapa detik kemudian dia merasakan mobil itu menabrak tubuhnya dan tubuhnya terpental 2 meter.

BAM

Tubuh Minhyuk seakan membeku, dia melihat pacarnya ditabrak dihadapan matanya sendiri, dengan langkah gontai dia menghampiri tubuh Soojung yang berlumur darah, dia langsung memeluk tubuh itu dengan erat.

“Soojung-ah, Soojung-ah bangun”

“Op- oppa. Mianhae” dia masih bisa tersenyum

“Stop, kau tidak salah. Aku yang salah, aku yang harus minta maaf. Kau tidak harus datang ke sini. Aku tidak harus egois” kata Minhyuk dengan suara yang mulai bergetar.

“Hush, jangan menyalahkan dirimu oppa, ini sudah taksir Tuhan. Kau harus tetap melanjutkan hidupmu walau tanpa aku.  oppa… sa.. sarang.. saranghae” Soojung menghembuskan nafas terakhirnya.

“ANDWEEEE, SOOJUNG-AH BANGUN”

“JUNG SOOJUNG, JANGAN PERGI”

“Tolong, tolong, tolong panggil ambulans, tolong selamatkan Soojung ku”

“ AAAAA Soojung bertahanlah. Jebal”

THE END

Halo, setelah sekian lama saya hiatus gara-gara gak ada ide, akhirnya kembali dengan FF ya mungkin agak mengecewakan , saya sebenernya g suka cerita tragedy yang berakhir sedih kayak begini, tetapi dari dulu pengen banget bikin FF yang menyedihkan kayak gini. semoga reader suka ceritanya dan g ngelempar author pakai sandal ya *ampun*. semoga gak bingung sama ceritanya. Jangan lupa komen ya🙂

13 thoughts on “Where You Are

  1. Ceritanya bagus thor,walaupun harus sad ending…
    Sedih banget hiks…. Ngga kebayang…. Minhyuk pasti nyesel senyesel2nya… Pacarnya meninggal di depan mata sendiri rasanya kayak apa😥
    Aku sempet nitikin air mata pas part soojungnya blg saranghae😥 *lebay*
    Keep writing thor!!

  2. sad endingg T,T ,, entah knp aku ngerasa jungie mati gegara ssul dehh.. tp,, hyukkie juga egoiss! .. U,U .. bikin hyukstal lagii yaa! yg happy ending tp.nyaaaaaa😀

  3. hua…. minhyuk… aaa~ hiks hiks… jgn gitu dong.. hidup yg baik biar soojung juga bahagia.. :’) atau ga hidup sama aku aja gimana? *eh

  4. FF nya keren.. Apalagi part demi part dari ff ini bgs2 banget..apalagi cast nya itu hyukstal, ngga nyessel deh baca ff ini.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s