I Realize

I Realize

Author : Mona

Genre: Sad, angst, romance, AU

Length : Ficlet

Rating : T

Cast :

–          Kang Minhyuk

–          Jung Soo Hee (Ocs)

Other cast :

–          Lee Jong Hyun

–          Kang Ji Hee (OCs)

–          Jung Yong Hwa

–          Lee Jung Shin

Disclimer : Cerita ini milik saya seutuhnya

Notes : Berasal dari sebuah pertengkaran kecil dengan chingu saya dan beberapa pengembangan dan jadilah ff ini.. Semoga ff ini bisa menjadi lebih baik, dan happy reading chingu ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku tahu harapan itu tak akan pernah terwujud…

Bahkan sampai kapan pun…

Mengharapkanmu sama saja mengharapkan sebuah jagung berubah menjadi popcorn tanpa dimasak…

Tapi semua ini merupakan candu bagi ku..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seoul, 1 Juli 2013

Pagi ini seperti biasanya aku berjalan kaki menuju ke sekolah tempat dimana aku bekerja, sebagai guru, itulah pekerjaaan yang selama ini ku lakukan..

‘Apakah hari ini akan hujan? Soo Hee, bisakah kau memberitahukan ku kau sedang ingin hujan atau tidak?’

 

FLASHBACK ON

Sore itu 1 Juli 2006 hujan kembali mengguyur Seoul bahkan hujan kali ini lebih deras dari yang kemarin.

“Soo Hee! Kau tidak pulang?”

“Anio.. Nanti saja aku masih ingin disini”

“Untuk apa?”

“Melihat hujan” jawabnya sambil tersenyum dan menunjuk rintikan air hujan yang turun dari langit

Aku pun ikut menyaksikannya yang asyik menatap halaman sekolah yang mulai tergenang air. Jujur. Ini sangat membosankan.

“Soo Hee-ah! Kajja kita pulang!” ajak ku sekali lagi tapi dia hanya  menjawab dengan menggeleng perlahan

“Memang kenapa kau tak mau pulang?” tanya ku sekali lagi

“Aku masih ingin melihat hujan” katanya sekali lagi sambil tersenyum kembali lalu mengalihkan pandangannya ke arah halaman kembali

“Kau tahu kenapa?” tanyanya lagi

Aku pun menggeleng

“Karena.. Semua orang pasti akan menghindari hujan pada saat ingin pergi ke suau tempat, orang itu sudah berpakaian rapi dan berdandan sebaik mungkin, tapi karena rintikan air dari langit itu jatuh semuanya menjadi berantakan..”

“Jadi kau senang melihat mereka berantakan kan?” tanya ku asal memotong pembicaraannya

“Csk dasar namja pikiran pendek! Bukan itu, tapi mereka berusaha menghapus rintikan air hujan dari wajahnya, dan semua ini sama saja dengan manusia.. Kita selalu mempunyai banyak cobaan yang sudah di sediakan Tuhan, dan kita berusaha menghapus satu persatu pekerjaan itu dari daftar kita”

“Aku sama sekali tak mengerti dengan maksud mu”

“Lupakan” jawabnya singkat

FLASHBACK OFF

Setibanya di sekolah ku lihat beberapa murid mulai berlari kecil karena rintikan hujan mulai turun pagi itu…

‘Ayo cepat mendekat nanti hujan membasahi baju mu Hyuk-ah!’

FLASHBACK ON

2 Juli 2006, hujan kembali turun padahal ramalan cuaca mengatakan hari ini tidak akan hujan..

Di tengah perjalanan ke sekolah bersama Soo Hee tiba-tiba rintikan air hujan mulai turun. Aku yang berjalan di depan Soo Hee melangkahkan kaki ku cepat agar kami tak basah kuyup sampai di sekolah.. Tak lama kemudian Soo Hee berjalan lebih cepat dari ku bahkan bisa dikatakan berlari, sambil membuka payung..

“Ayo cepat mendekat nanti hujan membasahi baju mu Hyuk-ah!”

Aku pun mendekat ke arah nya..

“Apa kau tidak melihat ramalan cuaca pagi ini?” tanya ku

“Lihat”

“Lalu bagaimana mungkin kau bawa payung?”

“Karena hari ini aku yakin hujan pasti akan turun.. Karena aku mengharapkannya dan benar bukan?”

“Itu hanya kebetulan Soo Hee-ah”

“Baiklah terserah kau”

“Kau pikir kau dewi yang bisa menurunkan hujan huh?”

“Walaupun bukan tapi aku yakin hujan akan turun jika aku mau”

“Baiklah terserah kau! Lain kali kalau kau ingin hujan katakan pada ku”

FLASHBACK OFF

 

“Selamat Pagi Seosangnim” sapa para murid begitu aku memasuki kelas

“Baiklah hari ini saya akan meberikan tugak pada kalian, tugas kelompok”

“Yah…” teriak semua murid di kelas itu

“Pada bab 4 tentang sejarah kerajaan kalian buat sebuah presentasi dikumpulkan minggu ini, tepatnya 3 hari setelah ini, tanggal 4 Juli 2013”

“Hah.. Seosangnim.. Tambahkan 2 hari lagi.. Ku mohan” minta salah satu murid pada ku

Tapi aku hanya menjawab dengan satu kata “Andwe”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seoul, 4 Juli 2013

Sepertinya hari ini kau sedang tidak menginginkan hujan, tapi bagus karena hari ini aku bisa berjalan dengan tenang..

KRING!! Bel sekolah berbunyi.. Aku pun mempercepat langkah kaki ku menuju kelas 8-A

“Selamat Pagi seosangnim”

“Pagi.. Baiklah tugas presentasi kalian tolong di copy ke satu flashdisk dan kumpulkan sekarang”

Tak lama seorang namja memberikan flashdisk tersebut pada ku. Aku melangah ke arah meja ku sambil menyalakan laptop yang ku bawa..

“Barapa jumlah murid di kelas ini?” tanya ku pada para murid tanpa mengalihkan pandangan ku dari laptop

“20 orang seosangnim” jawab seorang gadis sambil tersenyum manis pada ku

Aku pun mengecek satu persatu presentasi itu

“Kenapa hanya ada 19 orang? Satu orang lagi? Ummm.. LEE JONG HYUN kau tidak ada di sini!”

“KANG JI HEE! KAU TIDAK MEMASUKAN KU!” tariak Jonghyun pada yeoja yang bernama  Ji Hee

Aku pun mendatangi Jonghyun dan menenangkannya

“Tenanglah Lee Jong Hyun, dia itu yeoja”

“Tak ada bedanya seosangnim!” jawabnya sedikit membentak.

Dia sama seperti ku temperamen yang tak bisa diatur, dan menggebu-gebu.

“Nanti sepulang sekolah kita bicarakan, Kang Ji Hee bawa semua anggota kelompok mu dan Jonghyun nanti kau datang juga”

Aku pun kembali ke kursi ku.. Dan menampilkan materi yang harus di tulis para murid.

‘Aku lebih membenci mu sama seperti tikus yang berjalan di selokan!’

FLASHBACK ON

Pagi itu 4 Juli 2006, kali ini berbeda seperti biasanya, aku berjalan sendiri tak ada Soo Hee disamping ku sepertinya dia ada perlu sehingga berangkat lebih awal..

“Selamat pagi seosangnim” sapa ku kepada guru yang masuk

“Baiklah tugas kliping kalian sudah jadi?”

Semua murid pun berjalan ke depan memberikan kliping mereka, ku lihat Soo Hee ikut melangkah ke depan

“Kang Min Hyuk! nama mu tidak ada di kelompok mana pun!”

Aku pun langsung menatap ke arah Soo Hee tepat dua kursi di sebelah kanan ku, dia malah memalingkan wajahnya tidak peduli

KRING!!! Bel berbunyi tandanya istirahat, seosangnim tak memperdulikan ku dan langsung berjaan keluar kelas di ikuti beberapa muris, sementara Soo Hee tetap diam di bangku nya.

“Kenapa kau tidak memasukan NAMA KU!” teriak ku di akhir kata

Sementara Yong Hwa dan Jung Shin berusaha menenangkan ku

“Karena kau tidak ikut bekerja”

“Bukan kah sudah ku bilang, kalau aku ada kursus aku lelah!” jawab ku mulai kesal

“Kau lelah?! Kau pikir aku tidak lelah! Aku juga ada kursus! Bahkan lebih banyak dari kau! Tapi aku tetap berusaha melaksanakan semua ini, mengerjakan tugas kelompok!”

“Kau berbeda dengan ku!” kata ku berteriak sekali lagi

Rasanya aku ingin melayangkan tinjuan ku pada Soo Hee.

“Ya! Karena aku lebih tua dari mu! Dan kau adalah namja terlemah yang pernah ku kenal!”

Dan dia menghina ku ‘namja lemah’ dia pikir dia siapa?

“Jung Soo Hee! Aku Benci pada mu!”

“Aku lebih membenci mu sama seperti tikus yang berjalan di selokan!”

DEG! Aku tak bisa berkat apa-apa lagi, Jung Soo Hee dia sama sekali tidak pernah berkata kasar pada siapa pun, dan kali ini aku lah yang pertama kali mendapatkannya.

Lalu Soo Hee melangkah keluar sambil memegang perutnya entah aku sama sekali tak tahu apa yang terjadi.

FLASHBACK OFF

 

“Permisi Kang seosangnim”

“Oh Ji Hee! Ayo masuk”

Dan masuklah 4 orang anak ke dalam ruangan ku, dan Jong Hyun sebagai orang yang terakhir masuk. Aku tersenyum kepada mereka

“Ji Hee! Kenapa kau tak mencantumkan nama Lee Jong Hyun?”

“karena dia tidak bekerja seosangnim”

“Baiklah, Jong Hyun, kenapa kau tak ikut mengerjakan tugas ini?”

“Karena aku ada kursus”

“Ji Hee, kau bisa menerima alasannya?”

“Anio seosangnim, aku juga ada kursus, 3 hari berturut-turut saat mengerjakan tugas ini, bahkan aku bergadang”

“Ji HEE! KAU PELIT SEKALI” teriak Jong Hyun tiba-tiba

“Jong Hyun kau tetap di sini kalian ber-empat pulang lah”

Dan tersisalah Jong Hyun yang masih berdiri.

“Jong Hyun duduklah”

Jonghyun pun duduk di sofa kecil milik sekolah ini.

“Minta maaf lah pada Ji Hee, Jong Hyun. Ji Hee pasti memaafkan mu.” kata ku memberi saran

“Anio”

“Ayolah Jong Hyun”

“Anio seosangnim.. Apa seosangnim tak mengerti perasaan ku?”

Aku pun tersenyum

“Aku mengerti.. Aku juga pernah merasakannya.. Tapi tindakan mu sama seperti ku dulu, dan itu salah.. Percaya lah, jika kau meminta maaf Ji Hee akan memaafkan mu”

“Mianhe Seosangnim aku tak mau. Dan aku pulang dulu seosangnim. Permisi” pamitnya lalu berjalan keluar ruangan ku

Aku menghela napas dan kembali tersenyum.

1 Week Later

Terdengan suara riuh di kelas 8-A, aku pun segera masuk untuk mengajar

“Selamat pagi seosangnim”

Setelah mereka mengucapkan salam mereka kembali sibuk bergosip, dan ku lihat Ji Hee dan Jong Hyun duduk bersama.

“Kenapa kalian ribut sekali?” tanya ku penasaran

“Ne, ada yang menjadi pasangan kekasih”

“Nugu?”

“Jonghyun dan Ji hee”

Aku hanya tersenyum dengan semua yang terjadi hampir sama seperti ku tapi aku tidak beruntung.. Bukan karena aku tidak di terima oleh Soo Hee, tapi karena dia telah pergi jauh sebelum aku mengatakannya.

FLASHBACK ON

Sudah 2 hari sejak perdebatan itu berlalu, perdebatan antara aku dan Soo Hee. Semenjak kejadian itu aku selalu memperhatikannya, dan mencari kesalahan-kesalahan yang dia perbuat. Dan aku hampir prustasi dengan sumua ini, karena aku sama sekali tak menemukan kesalahan atau suatu hal yang buruk untu ku katakan. Sampai 1 minggu pun berlalu, aku mulai sadar bahwa aku menyukainya, karena aku selalu memperhatikannya dan memikirkannya setiap hari. Sehingga jika sehari saja aku tak memikirkannya aku bisa gila. Jung Soo hee merupakan candu untuk ku.

“Soo Hee!” sapa ku di saat istirahat

Soo Hee pun menengok ke arah ku.Untung saja keadaan kelas saat istirahat sangat sepi. Aku menatap Soo Hee bingung, bingung mengatakan apa.

“Soo Hee, mianhae”

“Untuk apa?”

“Untuk waktu itu.. Aku tak ikut bekerja, dan aku telah membentak mu”

“Ne, gwechana Hyuk-ah” kata nya sambil tersenyum

Di hari berikutnya aku telah menyusun rencana, bahkan aku sudah membelikan setangkai mawar untuk Soo Hee. Aku ingin menyatakn perasaan ku padanya

“Yong Hwa! Hari ini aku duduk dengan Soo Hee ya?”

“Heh? Tapi..”

“Ah sudahlah duduk saja di tempat ku”

Aku pun segera mendorong Yong Hwa ke kursi yang biasanya ku duduki

KRING!!! Bel berbunyi, tepat di saat bel berbunyi Soo Hee masuk ke kelas. Dan wajahnya telihat pucat.

“Soo Hee, kau sakit?”

“Tidak” jawabnya, bibirnya bergetar saat menjawab pertanyaan ku

Tak lama kemudian seosangnim pun masuk ke kelas kami.

“Baiklah, pagi ini saya akan menyuruh kalian untuk menyanyikan lagu kebangsaan kita, bisakah kalian berdiri?”

Semua murid pun berdiri, aku mengulurkan tangan ku untuk membantu Soo Hee, tapi Soo Hee mengulurkan tangannya tanda menolak tawaran ku. Di saat kami bernyanyi aku diam-diam, dan sesekali mencuri pandang ke arah Soo Hee. Aku melihat tangan kirinya meremas bajunya bahkan mungkin perutnya pun ikut di remas, dan sedikit meringis.

“Kau baik-baik saja?” tanya ku sekali lagi

Dia mengangguk pelan. Dan ku lihat tubuhnya mulai terhempas jatuh ke lantai. Semua murid di kelas panik. Aku segera duduk di samping Soo Hee yang pingsan lalu mengangkat kepalanya dan menaruhnya di paha ku

“Soo hee! Soo Hee! Bangun Soo Hee!”

10 menit berlalu. Mobil Ambulance pun datang membawa Soo Hee. Karena tak ada yang mendampingi aku dan Yong Hwa pun mengantar Soo hee ke rumah sakit..

Di ruang tunggu.. tepatnya di depan UGD kami menunggu dokter yang keluar membawa kabar gembira bahwa Soo Hee sudah bangun tapi, 5 menit setelah itu aku sangat kaget karena dokter mengatakan bahwa Soo Hee telah tiada.

“Keluarga Jung Soo Hee!” panggil dokter

“Ne aku temannya”

“Apa tidak ada oang tuanya?”

“Tidak, mereka sedang dalam perjalanan”

“Baiklah, kami minta maaf yang sebesar-besarnya, kami tak dapat menolong Soo Hee. Dia sudah tidak kuat menahan rasa sakit di perutnya, karena kanker perut. Sekali lagi kami minta maaf”

Aku pun meneteskan air mata ku. Serasa tubuh ku melemah, aku pun jatuh sambil bersujud.

“Soo Hee! JUNG SOO HEE!” teriak ku mungkin koridor rumah sakit itu penuh dengan suara ku, dan semua orang menatap ku tapi aku tak peduli dengan semua itu yang sekarang sangatlah ku pedulikan adalah Soo Hee seorang, Soo Hee yang ku cintai. Aku pun segera masuk ke ruang UGD itu melihat Soo Hee yang sudah tertutup selimut putih. Aku berjalan gontai ke arah ranjang itu lalu membuka selimutnya. Tetesan air mata ku jatuh di pipi Soo Hee.

“Soo He, bangunlah! Aku ingin mengatakan sesuatu!”

kata ku sambil mengguncang tubuh Soo hee. Tapi sama sekali tak ada respon darinya

“JUNG SOO HEE! Aku mencintai mu!” kata ku sambil memeluk tubuh Soo Hee

FLASHBACK OFF

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku tahu aku hanya berharap pada hal yang tak mungkin, tapi aku tahu dengan berharap aku dapat tetap hidup, walau hanya dengan bayang mu saja, tapi bisakah kita kembali ke 1 Juli 2006?

Aku sangat ingin mengatakan ‘maafkan aku karena perbuatan ku, dan maafkan aku karena aku tak pernah bisa berpikir dengan baik’. Kau benar aku adalah namja berpikir pendek dan namja terlemah. Tapi jika aku tahu lebih awal aku berjanji aku akan melakukan semua ini dengan lebih baik. Bahkan sesuai dengan keinginan mu.

 

Jika seseorang bertanya pada ku:

Kenapa kau selalu melakukan semua sebisa mungkin?

Karena seorang yeoja yang mengubah ku

Kenapa sekarang kau berpikir panjang?

Karena seorang yeoja mengajarkannya pada ku

Kenapa kau setegar ini sekarang? mengahadapi semua cobaan ini dengan tersenyum?

Karena aku melihat yeoja itu selalu tersenyum baik dalam keadaan apa pun, bahkan saat aku terakhir melihatnya dia masih tersenyum

Senyum manis mu untuk siapa?

Hanya untuknya, JUNG SOO HEE seorang

Apakah yeoja itu masih ada?

Dia selalu ada di dalam hati ku dan selalu berada di sampingku memberikan sebuah pelajaran hidup yang berarti

 

END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bagaimana? Apakah cukup baik? Tolong ya commentnya ^^~

14 thoughts on “I Realize

    • Jinja? Mian aku buat Minhyuk sendiri sebab aku bingung dia mau bareng sama siapa.. Biarkan dia mencari jodohnya sendiri.. Dan gomawo dah mau baca ^^

  1. keren,,,,,,
    cerita dlu dan sekarang’a nyambung bgt ^^
    klo ada sesuatu yg ga bisa disampaikan sampe akhir’a bnr2 ga bisa tersampaikan pst rasa’a sakit bgt,,,tpi akan menjadi kenangan yg sangat berharga
    nice ff’ author ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s