My Boyfriend is a Ghost (Sequel!)

Untitled-1

 

Title: My Boyfriend is a Ghost (Sequel!)| Scriptwriter: Hanseora | Cast(s): Krystal Jung &  Kang Min Hyuk  Sub Cast(s): Jung Yong Hwa and others :3| Genre: AU, Fantasy, Romance | Length: Sequel [One Shoot] | Rating: PG+17

Disclaimer: Inspired by many things… Kalau ada kemiripan dengan film, hal itu tidak disengaja karena tulisan ini murni berasal dari imajinasi saya.

A/N: hei hei!! Ada yang nungguin ff ini? hehhehe *gubrak* gak ada yaahh? T,T mian ya kalau terlalu lama… soalnya saya juga bingung kok males banget bikin sequelnya._. *dilempar-drum-sama-minhyuk* hehhhee yahh pokoknya makasih banget buat yang udah nungguin….. and HAPPY READING GUYS!! :*

Warning!!: Typo(s) mungkin bertebaran dimana-mana.. Sider(s) dilarang masuk ke wilayah ini karena kalian adalah penduduk gelap (?)

Summary:

….Please don’t go, Hyukkie…

………..

“Meski aku telah bereinkarnasi, aku akan selalu mencintaimu Krystal,”

………

Hyung! Bisakah kau menuruti permintaan terakhirku?”

“Apa?”

“Aku ingin menjadi seekor kucing,”

“Kucing?”

…………

In Krystal’s Rooftop

Author POV

23 May 2014

Krystal. Gadis itu masih belum bisa melepas pandangannya dari sebuah kalender yang tergantung di salah satu dinding rumah atapnya. Ia menghela napas beberapa kali. Desahannya terdengar berat. Seakan tak ada udara lagi di sekitarnya. Padahal angin sejuk menjelang akhir musim semi ini berhembus sepoi-sepoi masuk ke dalam celah jendela rumahnya. Lalu kenapa ia terlihat tak bersemangat?

Jawabannya hanya satu.

Kang Min Hyuk.

Tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Tinggal 7 hari. Waktu yang tersisa bagi Krystal agar bisa bersama dengan kekasihnya itu yang memang merupakan sejenis hantu. Mahkluk kasat mata yang anehnya dia sendiri mampu melihat sosok Minhyuk. Krystal sendiri masih tak mengerti kenapa selama ini, ia bisa melihat sosok Minhyuk. Mahkluk yang sangat dicintainya itu.

Hyukkie…” ucapnya memanggil nama kekasihnya. Namun, sosok itu belum muncul di hadapannya.

Hari memang masih terlalu pagi. Matahari baru saja muncul dari ufuk  timur. Menjelang akhir bulan Mei ini, Krystal sendiri jadi sering bangun lebih pagi. Sedetik pun ia tak mau melewatkan hari-hari terakhirnya bersama Minhyuk. Ya, karena ia tak mau kehilangan sosok itu.

****

In The Heaven (?)

Di suatu tempat yang mungkin bernama surga, terdapat seorang lelaki yang tengah terlihat kebingungan. Berkali-kali ia bolak-balik di tempatnya. Seperti ada suatu hal yang mengganggui pikirannya.

Seorang lelaki lain dengan rambutnya yang menyilaukan melihat tingkah aneh lelaki itu dari kejauhan. Merasa mengenali sosok lelaki itu, ia pun memilih untuk mendekatinya.

“Kau? Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya kepada lelaki itu. Lelaki itu langsung menoleh setelah mendengar sebuah suara yang memanggilnya.

Hyung!!!” serunya setengah berteriak.

“Kenapa? Bukankah waktumu tersisa tinggal 7 hari lagi sebelum bereinkarnasi? Kenapa kau malah kembali lagi ke sini? Jangan bilang kau sedang bertengkar dengan gadis itu?” ujar seorang namja yang tak lain adalah Jung Yong Hwa.

Aissh~ Bukan begitu! Aku hanya bingung. Ada yang ingin kutanyakan padamu,” kata lelaki itu, yang ternyata adalah Kang Minhyuk.

“Katakan, apa yang ingin kau tanyakan Hyukkie.” balas Yonghwa santai.

Hyung! Bisakah kau menuruti permintaan terakhirku?”

“Apa?”

“Aku ingin menjadi seekor kucing,”

“Kucing?”

“Ya, setelah bereinkarnasi nanti aku akan memilih menjadi seekor kucing. Kau bisa mengabulkannya kan?”

“Kau gila? Rata-rata setiap arwah disini ingin hidup kembali menjadi manusia. Tapi kau? Aigoo~ Hyukkie… Kau memang aneh.”

“Kalau aneh memang kenapa?” tantang Minhyuk sambil memeletkan lidahnya ke arah Yonghwa.

Aigoo~ Aku masih tidak percaya kenapa Krystal bisa menyukaimu.”

Ya!! Hyung! Apa maksudmu? Tentu saja ia menyukaiku karena aku tampan dan baik hati.”

“Omong kosong.”

***

Back to Krystal….

Ddrrtt… Ddrrttt…

Terdengar suara ponsel yang bergetar. Sepertinya ada pesan sms yang masuk, Krystal pun segera mencari ponsel miliknya di sekitar meja dekat ranjangnya. Setelah ia menemukannya, ia langsung membaca pesan masuk yang ternyata dari Sulli, temannya.

                “Krystal-ah… Kau tidak lupa dengan janjimu kan? Katanya kau ingin melakukan double date menjelang akhir musim semi ini. Kajja! Aku dan Jonghyun oppa menunggu kedatanganmu di Namsan Tower.

Double date? Ahh, ia lupa pernah berjanji seperti itu kepada Sulli saat di kafe. Dan sekarang ia sedikit menyesalinya.

Jarinya pun segera mengetik sesuatu, membalas pesan dari Sulli.

Mianhae Sulli-ya… Sepertinya aku tidak bisa. Kau pergi berdua saja dengan Jonghyun.”

Dalam hitungan detik, pesannya pun terkirim. Dan tak berselang lama setelah itu, Sulli membalasnya.

“Ahh.. Ya sudah. Padahal aku sangat penasaran sekali dengan sosok pacarmu itu! Kapan-kapan kenalkan padaku ya! Annyeong ^^!”

Krystal hanya bisa mendesah pelan. Tentu saja ia tak bisa mengenalkan Minhyuk pada Sulli. Siapa yang bisa percaya bahwa dirinya berpacaran dengan seorang hantu? Itu terdengar sangat mustahil dan tidak masuk akal. Tapi Krystal sendiri yang mengalaminya.

Jonghyun?

Ya. Semenjak Minhyuk datang, ia sendiri sudah mulai mencoba untuk melupakan hubungan kelam antara dirinya dengan Jonghyun. Ia tak ingin mengungkit-ungkitnya lagi. Hal itu dijadikan pelajaran baginya untuk masa yang akan datang. Tetapi ia juga tak lupa mengingatkan hal buruk pada Sulli. Meski sampai saat kini Sulli belum mempercayainya dan bahkan hampir membencinya saat Krystal menceritakan hal itu pada Sulli. Tapi untungnya, seiring berjalannya waktu Sulli sudah bersikap normal dan biasa-biasa saja dengan Krystal. Dan itu jauh lebih baik daripada harus saling menjauh bukan?

***

Ttookk Ttookk!

Terdengar bunyi seseorang yang mengetuk pintu. Krystal yang saat itu sedang melamun langsung buyar seketika saat mendengar ketukan pintu itu.

Ye. Sebentar,” sahutnya dari dalam dan bergegas untuk membukakan pintu.

Krystal sedikit tercengang setelah melihat seseorang di hadapannya. Awalnya ia kira, ahjumma Yam yang datang pagi-pagi ini untuk menagih uang sewa. Namun ternyata yang datang adalah sosok seorang namja dengan pakaian serba modisnya. Lelaki itu berdiri membelakangi Krystal yang sedang menatapnya penasaran.

Nuguseyo?” tanya Krystal dengan sopan. Suaranya terdengar sangat halus. Salah satu tangannya masih menggenggam ujung gagang pintu rumahnya. Sementara tubuhnya masih dibalut piyama berwarna biru muda dengan corak pororo dimana-mana. Rambutnya yang ikal coklat keemasan, tergerai indah sampai ke pinggangnya. Kakinya juga masih memakai sandal rumah berbulu dengan motif boneka beruang berwarna pink.

“Ehem..” Lelaki itu belum menjawab dan justru terkesan mengabaikan pertanyaan Krystal.

“Kau siapa? Ada apa datang pagi-pagi ke rumahku, huh?” Krystal mengulangi pertanyaannya dengan sedikit tegas.

“Cepat sana mandi, lalu ganti pakaianmu dan pergi bersamaku.” Lelaki itu mulai bersuara. Suaranya terdengar sangat berat dan serak. Suara yang terdengar asing di kuping Krystal.

Krystal mulai menatap lelaki itu yang masih membelakanginya dengan tatapan mencurigai. Seolah lelaki itu adalah seorang penjahat atau sejenis gangstar mungkin? Ya, itu yang dipikirkan Krystal melihat pakaian yang dikenakan lelaki itu.

Ya! Mau apa kau? Kau kira kau siapa? Enak saja menyuruhku seperti itu. Kau pasti akan dihabisi oleh kekasihku nanti kalau kau berani macam-macam padaku.”

“Oh ya? Aku tidak takut,” Diluar dugaan, lelaki itu sekarang malah terkesan berani menantangnya. Itu jelas membuat Krystal sedikit emosi.

“Kau benar-benar….” ujarnya sambil berdesis sinis, sekilas menatap lelaki itu.

“Hai…” Lelaki itu kemudian membalikkan badannya ke arah Krystal sembari melambaikan telapak tangannya menyapa gadis yang masih berdiri di depan pintu itu.

Seketika, jantung Krystal seakan mencelos saat itu juga setelah melihat sosok namja itu. Kang Min Hyuk!

Ya!” seru Krystal sedikit sebal karena tingkah Minhyuk barusan yang hampir membuatnya ketakutan.

“Hihihi…” tawa Minhyuk renyah dari tempatnya. Wajahnya terlihat sangat berseri-seri melihat Krystal.

Hampir bersamaan, keduanya mendekat satu sama lain. Dan sekarang posisi mereka tak lebih dari lima belas sentimeter. Sangat dekat, bahkan Krystal bisa merasakan hembusan nafas yang keluar dari lubang hidung Minhyuk.

Keduanya kini saling menatap satu sama lain. Tatapan penuh cinta. Minhyuk hanya bisa mengedarkan senyumnya untuk Krystal, membuat gadis itu tersenyum haru.

“Kemana saja kau kemarin? Kau membuatku cemas! Aku…aku takut kehilanganmu,” ucap Krystal yang suaranya terdengar sangat dalam. Perlahan, setetes air mata mulai jatuh membasahi pipi kanannya. Ia menangis, tentu saja. Kedua tangannya memukuli dada Minhyuk yang cukup bidang itu beberapa kali.

Mianhae…” jawab Minhyuk yang suaranya terdengar begitu menenangkan hati Krystal. Senyum masih mengembang di wajahnya. Meskipun hanya kemarin Krystal tak mendengar suaranya, ia sudah sangat merindukan suara khas kekasihnya itu.

Angin musim semi yang terasa sejuk, kembali menghembuskan udara ke arah mereka berdua. Angin yang sejuk itu menerbangkan sedikit beberapa helai ujung rambut milik Krystal yang menutupi sebagian wajahnya. Dengan cepat, Minhyuk menggunakan tangannya untuk merapikan rambut Krystal yang menutupi wajahnya itu. Krystal sendiri hanya bisa merasakan hatinya berdesir tak karuan saat Minhyuk melakukan hal yang baginya cukup romantis itu. Seingatnya, selama hampir sepuluh bulan ini ia berpacaran dengan Minhyuk, kekasihnya itu tak pernah melakukan hal-hal yang romantis. Krystal memakluminya, baginya tindakkan Minhyuk yang polos seperti anak kecil sudah cukup baginya. Apalagi, Minhyuk merupakan seorang hantu. Jadi, ia tak mau berharap lebih. Bisa bersama dengan Minhyuk setiap hari sudah suatu keajaiban baginya.

Keduanya kini merasakan canggung. Hanya hembusan angin musim semi yang terdengar di telinga masing-masing. Namun perlahan, Minhyuk mulai menggerakkan tangannya kembali untuk meraih wajah Krystal. Krystal sedikit terkejut dengan tingkah Minhyuk saat kedua tangan Minhyuk itu mulai menyentuh kedua pipinya sama seperti pertemuan mereka waktu di halte dulu.

Saranghae…” kata Minhyuk dengan tatapan matanya yang berubah menjadi sangat tajam memandangi manik mata Krystal lekat-lekat. Ia sendiri semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Krystal yang sekarang sudah memejamkan matanya rapat-rapat. Ini yang diinginkan Krystal sejak dulu. Momen disaat Minhyuk mencium bibirnya. Dan sekarang, lelaki itu telah melakukannya. Membuat Krystal seperti melayang indah tak karuan. Perasaannya sama seperti bunga-bunga yang baru saja bermekaran dengan indah di awal musim semi. Sama cantiknya dengan bunga sakura yang berguguran terbawa angin, dan sama manisnya seperti es krim vanilla kesukaannya. Sama hangatnya seperti matahari yang menyinari pagi ini.

Minhyuk masih melumat bibir Krystal pelan dan lembut. Tentu saja tidak ada gerakan menolak dari Krystal. Ia terkesan sangat menginginkannya. Dan bahkan ia tak ingin Minhyuk menghentikannya. Krystal ingin waktu berhenti saat ini juga. Ia tak peduli dengan aksi burung-burung yang hinggap di atas kabel tiang listrik dekat rumahnya yang seperti cemburu memandanginya bersama Minhyuk.Ia hanya bisa semakin memeluk pinggang lelaki itu erat, seakan tak ingin melepasnya.

I Love You, batin Krystal dalam hatinya.

Namun tiba-tiba Minhyuk menghentikan ciumannya. Ia bergerak mundur, sedikit menjauh dari Krystal. Wajahnya terlihat sangat gugup sekarang. Ia bahkan terlihat sedikit ketakutan meskipun pipinya terlihat bersemu merah. Sebenarnya Krystal sedikit kecewa, tetapi ia juga tak bisa menyembunyikan rasa senangnya yang sekarang masih membuat jantungnya berdegup kencang.

“Maaf,” Hanya kata itu yang keluar dari bibir Minhyuk. Seakan dirinya telah melakukan hal yang salah.

“Untuk apa?” tanya Krystal dengan senyuman yang sedikit menggoda.

Minhyuk seperti tak tahu harus mengatakan apa, ia sendiri sekarang menggaruk-garuk kepalanya yang membuat rambutnya acak-acakkan. Ia sedikit meringis malu.

“Aku senang kau menciumku. Ciuman yang bagiku mampu melelehkan dinginnya salju di musim dingin. Hyuk-ah, aku ingin kau melakukannya lagi,” ucap Krystal setengah merajuk sekaligus menggoda Minhyuk yang sekarang terlihat salah tingkah.

“A..apa?”

Chu!

Dengan cepat Krystal langsung mengambil kesempatan untuk mencium bibir Minhyuk. Sekarang gilirannya yang menciumnya pertama. Namun ciuman itu tak berlangsung lama, hanya ciuman singkat dari Krystal. Karena tiba-tiba ia teringat sesuatu.

Jamkanmman! Kenapa tubuhmu seperti nyata? Dan kau tampak berbeda dari biasanya? Apa yang terjadi Hyukkie? Apa aku sedang bermimpi?” tanya Krystal bertubi-tubi.

“Itu karena… Sekarang aku sedang menjadi manusia… Setiap hantu memilikki kesempatan untuk berubah menjadi manusia. Dan aku akan menggunakannya selama tujuh hari ini Krystal,” jawab Minhyuk. Setelah mendengar jawaban dari Minhyuk, wajah Krystal berubah menjadi murung. Ya, sebentar lagi Minhyuk akan meninggalkannya.

Seolah menyadari apa yang dirasakan Krystal, Minhyuk kembali mencairkan suasana. Ia mulai tersenyum lebar menghadap Krystal yang masih menundukkan kepalanya. Ia pun bergerak mendekati yeoja-nya itu.

“Karena itu aku datang, untuk berkencan denganmu satu minggu penuh! Kau mau kan? Cepat sana kau mandi dan kita akan berangkat untuk berkencan. Aku sudah membuat daftar ke tempat apa saja yang akan kita kunjungi untuk berkencan.” ucap Minhyuk panjang lebar sekaligus mengusulkan ide.

Walaupun sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama seperti Krystal, namun ia menyembunyikan perasaan sedihnya itu dan berusaha terlihat bahagia di hadapan Krystal. Bagaimanapun juga ini adalah takdir yang terjadi di antara mereka berdua. Meskipun Minhyuk sendiri masih tidak mengerti dengan takdir yang dijalaninya ini. Mati disaat muda dan bahkan belum menikah sama sekali dengan orang yang dicintainya. Namun setidaknya ia masih memilikki kesempatan untuk bisa menjadi seorang kekasih Krystal walaupun dalam wujud yang berbeda.

Babo!” Bukannya menuruti perintah Minhyuk, Krystal justru meledek Minhyuk. Minhyuk sendiri hanya bisa tersenyum aegyo ke arah Krystal yang membuat gadis itu luluh seketika saat melihat senyumannya.

Arasseo, senyumanmu itu memang selalu menghipnotisku. Dasar..” Krystal akhirnya mengalah dan segera masuk ke dalam rumahnya. Minhyuk yang sekarang tengah berubah menjadi manusia juga mengekor di belakang gadisnya itu.

“Kau tunggu sini! Jangan mengintipku,” sahut Krystal dengan sehelai handuk yang tergantung di pundaknya. Minhyuk kembali tertawa singkat. “Hei, aku ini bukan lelaki mata keranjang seperti…” Hampir saja Minhyuk ingin mengatakan Jonghyun. Dan untungnya, gadis itu sudah meluncur masuk ke dalam kamar mandinya.

“Huhhh…” Minhyuk bernapas lega setelah memastikan bahwa Krystal benar-benar sudah berada di dalam kamar mandi. Ia lalu duduk di pinggir ranjang Krystal yang terbalut spray berwarna cerah. Ditatapnya ruangan yang dicat serba putih itu. Rapi dan nyaman, itulah kesan Minhyuk mengenai kondisi rumah Krystal saat ini. Tak lama setelah itu manik matanya menangkap sesuatu. Sebuah buku yang tampak seperti sebuah catatan tergeletak di atas sebuah meja lemari tak jauh dari ranjang tidur Krystal. Minhyuk tertarik untuk mengambilnya dan tentunya membacanya.

Dibukanya secara perlahan buku itu. Mulai dari halaman pertama.

January, 2010

Kecelakaan telah mengambil kedua orangtuaku.

Lalu apa yang harus kulakukan?

 Kenapa Tuhan tak mengambil nyawaku saja?

Aku lebih baik mati daripada harus hidup seorang diri di dunia ini.

Kumohon Tuhan…

May 2010

Aku senang, Kau mempertemukanku dengannya.

Lee Jonghyun, lelaki yang sangat kucintai.

Sekarang, aku tak ingin menyia-nyiakan hidupku lagi.

BUUKK

Ditutupnya buku itu kasar oleh Minhyuk. Ia terlihat sangat muak dengan berbagai curhatan yang semua isinya hampir mengenai Lee Jonghyun, lelaki yang pernah melukai Krystal. Ia mulai memasang wajah geram ke arah buku itu.

Waeyo?” tanya Krystal kemudian yang sangat mengejutkan Minhyuk dan membuat lelaki itu melongo. Tubuh Krystal hanya dibalut oleh handuk yang menutupi sebagian tubuhnya, rambutnya masih terlihat basah begitu juga dengan tubuhnya. Sungguh, Krystal terlihat sangat…seksi.

Dan itu membuat naluri laki-laki Minhyuk bangkit. Berbagai pikiran macam-macam mulai berkecambuk di otaknya. Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya beberapa kali. Sejak kapan ia memilikki pikiran kotor seperti itu?

Krystal sendiri kini mulai duduk disamping Minhyuk. Jujur saja, jantung Minhyuk sekarang berdetak lebih cepat seribu kali lipat dari biasanya. Semoga saja Krystal tak mendengar suara jantungnya yang terdengar sangat kencang dalam tubuh Minhyuk. Krystal sebenarnya tak ada maksud aneh-aneh dengan Minhyuk, ia justru tak ingin menggoda Minhyuk. Namun ia hanya lupa membawa pakaian ganti karena itu ia tak sengaja berpenampilan yang baginya, uhm.. cukup seksi dan berhasil membuat Minhyuk gugup tak karuan. Krystal tersenyum jahil, sekali-sekali sepertinya lelaki itu memang harus digoda. Aduh, apa yang ia pikirkan?

“Hey! Sana pergi!!” usir Minhyuk ke arah Krystal, sekarang ia menggunakan tangannya untuk menutupi matanya agar tak melihat Krystal. Krystal mendengus sebal waktu Minhyuk mengusirnya dengan cara seperti itu.

“Iya, iya.. sana kau tunggu di luar!”

***

Minhyuk masih berdiri di dekat dinding pembatas balkon depan rumah Krystal. Ia menatap langit yang terlihat sangat cerah pagi ini. Ia membiarkan angin menerpa wajahnya. Menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya panjang. Sungguh udara yang sangat segar, sesuatu yang dirindukan oleh Minhyuk. Bernapas kembali.

Ia lalu mengedarkan pandangan ke arah rumah Krystal yang pintunya masih tertutup. Ah, gadis itu lama sekali. Apa ia berdandan? Hihihi.., batinnya senang.

Cklek..

Terdengar suara pintu yang terbuka. Dan tak lama setelah itu muncul seorang gadis cantik dengan gaun putihnya yang pendek di atas lutut. Krystal, dia terlihat sangat cantik sekarang. Minhyuk membeku seketika, seakan Krystal telah menyihirnya menjadi patung.

Kajja!” ajak Krystal yang menyadarkan Minhyuk.

Minhyuk mengangguk singkat dan langsung meraih lengan Krystal.

Ini adalah kencan pertama mereka. Kencan pertama Minhyuk menjadi manusia untuk Krystal. Dan Krystal terlihat sangat gembira. Senyum tak pernah berhenti terlukis di wajahnya.

***

“Kita mau kemana?” tanya Krystal manja saat di dalam bis. Beberapa penumpang lain menatap ke arah mereka iri. Siapa yang tak iri dengan pasangan itu? Dua-duanya terlihat cantik dan tampan.

Krystal yang duduk di dekat jendela merasa terlindungi oleh Minhyuk yang duduk di pinggir, seolah melindungi gadis itu dari tatapan lelaki lain yang seakan menggodanya karena kecantikannya. Ada rasa cemburu terbesit dalam benak Minhyuk waktu beberapa penumpang lelaki yang berdiri karena tak mendapat tempat duduk memandangi Krystal dengan wajah mesumnya.

Sial!, umpat Minhyuk dalam hati sambil memandang sinis ke arah setiap lelaki yang menatap Krystal seperti itu.

“Hah? Ke suatu tempat yang spesial.. kau ikuti saja..” jawab Minhyuk kemudian sambil tersenyum menggoda ke arah Krystal.

Krystal hanya bisa semakin menggenggam telapak tangan Minhyuk erat-erat.

***

Keduanya kini sudah turun dari bis dan berada di sebuah halte. Krystal heran. Kenapa Minhyuk malah membawanya ke sekolah waktu ia SMA dulu?

Hyeonju High School.

“Ini kan sekolahku? Kau gila ya? Kau ingin kita berkencan disini? Ini kan hari minggu. Tentu saja sekolah tutup.” tanya Krystal heran.

Minhyuk masih tersenyum tenang. “Siapa bilang? Kau tidak lihat gerbangnya terbuka?” jawab Minhyuk sembari menunjuk ke arah pintu gerbang yang memang sedikit terbuka.

“Ayo,” Minhyuk menarik lengan Krystal dan membawanya masuk ke dalam lingkungan sekolahnya dulu itu.

Sepi.

Tak ada siapapun. Hanya ada beberapa anjing penjaga serta beberapa satpam yang menjaga keamanan sekolah ini. Sungguh Krystal masih tidak mengerti kenapa Minhyuk membawanya kesini.

Sekarang Minhyuk membawa Krystal ke halaman sekolah yang cukup luas. Mereka berteduh di bawah sebuah pohon yang daunnya cukup lebat.

“Kau masih ingat tempat ini?” tanya Minhyuk.

Krystal mengangguk pelan dan kembali menatap Minhyuk penasaran.

“Ini adalah tempat kesukaanku waktu aku masih bersekolah disini. Aku selalu memperhatikanmu diam-diam dari sini.” jelas Minhyuk.

Krystal lantas mendongak tak percaya menatap Minhyuk yang sedang menerawang ke atas langit.

“Kau bersekolah disini juga?”

Eo. Dan kau tahu, aku adalah sunbae-mu dulu. Hmm.. aku juga yang selalu mengirimi permen lollipop kesukaanmu di loker milikmu. Aku adalah penggemarmu. Penggemar rahasiamu,”

Glek.. Krystal tertegun. Ia tak percaya bahwa selama ini Minhyuk ada di dekatnya, namun ia yang tak menyadarinya.

“Itu artinya, aku sudah menyukaimu sejak dulu. Hanya saja aku tak berani mendekatimu karena sikapku yang terlalu pendiam dan pemalu. Aku sendiri juga tak menyangka bahwa kau bisa membalas perasaanku meskipun aku telah berwujud menjadi hantu. Karena itu aku sangat berterimakasih padamu. Meskipun aku sendiri tak tahu apa kau benar-benar telah bisa melupakan Jonghyun atau tidak.”

Krystal langsung memeluk tubuh Minhyuk erat. Minhyuk pun membalasnya dan merangkul tubuh itu lebih erat.

“Aku tak mungkin menerimamu jika aku masih menyukai Jonghyun. Kau tahu, aku sendiri juga tidak mengerti mengapa aku bisa menyukaimu secepat itu. Yang jelas, aku merasa sepertinya aku telah mengenalmu sangat dekat meski aku sedikitpun belum pernah melihatmu, Hyuk-ah..”

“Aku senang mendengarnya Krystal…”

“Aku mohon…. Jangan pernah pergi dariku. Aku tak mau kehilanganmu lagi,” ucap Krystal memohon.

Minhyuk hanya bisa mendesah pelan sambil mengelus rambut Krystal yang tercium cukup harum di hidungnya.

“Tenang saja, kalau kita berjodoh.. pasti kita akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya.”

“Sampai kapan aku harus menunggu waktu itu tiba?”

“Entahlah… biarkan takdir membawa kita ke arah yang lebih baik.”

“Hyuk-ah…” lirih Krystal yang sekarang mulai menangis lagi.

“Meski aku telah bereinkarnasi, aku akan selalu mencintaimu Krystal,”

“Selama masih ada ingatan, kita akan selalu bersama-sama.” lanjut Minhyuk dan itu membuat Krystal semakin mengencangkan pelukannya ke Minhyuk.

Aku akan tetap mencintaimu….Selamanya…

FIN

Maybe yes..

Maybe no…

1, June 2014

Summer, Seoul.

Sinar matahari di musim panas pertama menyeruak masuk ke dalam celah jendela sebuah rumah atap milik seorang gadis. Si pemilik rumah masih terbaring di atas ranjangnya. Pipinya terlihat basah, matanya juga sembab. Ia menangis semalaman. Karena orang yang dicintainya sudah pergi. Untuk selamanya.

—–Last Night—–

Dduarr… Ddduaaarr!

Bunyi kembang api di langit terdengar cukup menggelegar. Semuanya terlihat seperti menghiasi langit malam yang terlihat gelap. Memang tak ada yang lebih indah selain festival musim semi yang selalu diadakan di penghujung akhir musim semi yang berlokasi di hangang riverpark. Jangan heran kalau banyak pasangan kekasih yang berkunjung ke tempat ini di waktu malam hari tiba. Tempat yang sangat romantis untuk bercumbu mesra dan berkencan.

Tak terkecuali Krystal dan Minhyuk. Pasangan kekasih itu kini terlihat sangat terkagum-kagum memandangi petasan serta kembang api yang beraksi di atas langit. Keduanya sama-sama duduk di atas rumput sambil memegangi lutut masing-masing. Tatapan keduanya tak lepas dari kembang api yang terlihat berwarna-warni.

Minhyuk sekarang mengalihkan pandangannya ke arah Krystal. Sebentar lagi waktunya sudah habis. Ia tersenyum nanar ke arah Krystal yang masih asik menatap langit. Senyuman perpisahan.

Setetes bulir kristal bening jatuh perlahan membasahi wajah Minhyuk. Ia menangis, tak menyangka waktu sudah berjalan secepat ini.

Jinjja..Yeppuda~” puji Krystal yang sekarang menoleh ke arah Minhyuk yang sedang menatapnya nanar. Minhyuk menangis. Krystal bisa melihatnya dengan jelas. Seketika, matanya memanas. Air matanya pun ikut jatuh membasahi kedua wajahnya.

“Terimakasih… untuk selama ini.” ucap Minhyuk sungguh-sungguh disela tangisannya. Krystal tak bisa mengatakan apa-apa kecuali air matanya yang mengalir semakin deras.

“Tinggal satu menit lagi…”

Kajima..” lirih Krystal.

Sosok Minhyuk kini sudah terlihat seperti bayangan samar-samar dan memudar. Transparan. Dan itu membuat Krystal semakin sedih.

Annyeong saranga.. Haengbokhae yadwae..1 Itu adalah kalimat terakhir Minhyuk sebelum sosoknya telah menghilang dari hadapan Krystal. Benar-benar menghilang. Tak ada ciuman perpisahan dan pelukkan perpisahan. Dengan cepat, Minhyuk telah pergi meninggalkannya.

“MINHYUK-AH!!!”  teriak Krystal kencang berharap Minhyuk akan kembali. Namun semuanya sia-sia. Minhyuk memang sudah tiada.

Saranghae.. Jeongmal saranghaeyo…”

—————————-

“Meoww~”

Suara kucing yang cukup nyaring terdengar di luar rumah Krystal. Krystal yang masih menangis tanpa air mata langsung berdiri dari kasurnya dan pergi keluar.

Seekor kucing kecil berbulu oranye bulat dengan mata yang menggemaskan sedang berdiri tepat di bawah kaki Krystal. Gadis itu lantas menundukkan badannya untu meraih kucing yang tiba-tiba muncul di depan rumahnya.

“Kau lucu sekali. Matamu mirip seperti Minhyuk.” ucap Krystal mengomentari kucing itu yang sekarang telah ada di genggamannya, tanpa sadar ia telah berhenti menangis. Digantikan oleh senyum yang terukir di wajahnya.

“Aku ingin memeliharamu. Akan kuberi namamu Kang Minhyuk. Kau suka?”

“Meooowwww                ~” Kucing itu mengeong panjang, seperti menyukai nama pemberian dari Krystal.

“Dan Hyukkie adalah panggilanmu,” ucap Krystal lagi yang sambil membawa kucing itu masuk ke dalam rumahnya. Setidaknya, kehadiran kucing itu cukup untuk menemani hari-harinya yang sepi.

Cklek..

—oOo—

Krystal…

Aku akan selalu menemanimu.

Seperti waktu dulu hingga sekarang.

Meski aku berwujud menjadi seekor kucing saat ini,

Perasaanku masih sama terhadapmu.

Karena aku tak akan pernah melupakanmu.

—oOo—

Minhyuk…

Kau ada dimana sekarang?

Aku harap kita bisa bertemu kembali..

Di waktu yang akan datang…

 

*FIN*

 

 

-THE END-

[1]Goodbye love, you gotta be happy.

Fiyuuuhh~ Akhirnya selesai juga… hehehee bingung ya? Pasti jelek dan mengecewakan ya? Ini sebenernya twisted end. Tapi kayaknya gagal deh.. T^T sebenarnya saya pengen happy ending, tapi sepertinya ini juga bukan sad ending kan? Hehehe selain itu saya sebenernya juga pengen bikin sad ending tapi kayaknya saya gak bisa bikin tulisan yang menyentuh sampai ke dalam hati(?). Sungguh maafkan saya.. makasih buat kalian yang udah nungguin sequel ini.

Salam hangat dari author😀 maaf kalau endnya gantung lagi.. wkwkkwk sisanya silahkan kalian bayangin sendiri ya..

Sequel lagi? (;___;) *gubrak kepedean amat* wkwkwk

Okeh makasih, jangan lupa RCL! Meski ff ini sangat jelek dan banyak kekurangannya..

23 thoughts on “My Boyfriend is a Ghost (Sequel!)

  1. Akhir’a keluar juga sequel’a aq nunggu bgt loh thor bkin sequel lanjutan’a dong thor#penasaran-tingkat-dewa-somplak-akut *bow*

  2. Aku nungguin thor sequelnya, dan baru baca yg bagian pertamanya setelah keluar sequel *telat*, dan sequel kedua dong thor.. jebal.. dan ini cukup menyentuh apa lagi pas Minhyuk udah jadi kucing ^^

  3. Demi apapun ini sedih banget huweeee T___T
    Minhyuk sama krystal setia banget sampe maut memisahkan… Hiks… Ceritanya bagus thor…
    Good job!
    Tapi aku mau tanya satu hal thor,kenapa minhyuk milih reinkarnasi jadi kucing? Kenapa ngga jadi manusia aja? Kan kalo jadi manusia mereka bisa bersatu lagi? *reader banyak nanya*

  4. Kenapa gak dibikin berchapter aja thor ?
    Konflik disini banyak bet yg belum dituntaskan
    Masalah Jonghyun misalnya..
    Jadi menurutku sequel itu wajib bagimu thor..😀 #Maksa

  5. entah apa yang buat aku nangis setelah baca FF yang per 1 dan yang ini.. ngena banget jalan ceritanya .. gk bohong deh kalo dibuat drama asli pasti seruu banget pasti banyak yg suka author ^-^.. kalo bisa sequel lagi yaahh .. heeeee

  6. entah apa yang buat aku nangis setelah baca FF yang per 1 dan yang ini.. ngena banget jalan ceritanya .. gk bohong deh kalo dibuat drama asli pasti seruu banget pasti banyak yg suka author ^-^.. kalo bisa sequel lagi yaahh .. heeeee

    • jangan terlalu memuji.. hehehe ini gak ada apa-apanya kok. gak pantes disebut drama yang seru.. thx for your comment^^

  7. huahahaha antara ngakak ama sedih endingnya=_= jadi kucing huahahaha……

    kenapa gak jadi manusia aja? -00- tapi aku suka ceritannya. good job thor^^

  8. yak! kang minhyuk apa kau sudah gila?!! *plakk* gue kali yg gila -_- ihhh knapa milih jd kucing siiihh, klu krystal tau kucing tu reinkarnasi minhyuk pasti udh di getok tu kucing hehe klu menurt ku sihh ini sad ending #plakk

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s