[Ficlet] Faith of Missing You

index

 

Author : @hannamoran

Rating: G

Genre: Romantic

Cast : Kang Min Hyuk
Hwang Yun Ha (OCs)

Desclaimer: Belongs to Author

Note: Fan fiction kali ini bentuk lain dari curhatan, harapan, imajinasi dan karangan author yang dituangkan dalam deretan kalimat-kalimat sebanyak 1776 kata. gaya bahasa sedikit ribet dan beda dari FF sebelumnya, tapi masih bisa di mengerti kok🙂 happy reading, leave some comments below please. even you just comment like “nice ff” it makes me more than happy🙂 thank you.

 

****

Hwang Yun Ha POV

 

Aku merindukannya, sangat merindukannya. Bagai sungai tanpa air rasanya aku ini kering. Bagai musim panas tanpa matahari semuanya terasa sia-sia. Aku merindukannya jika ada kata lain yang bisa menggambarkan sengsaranya aku menunggu dan berharap melihatnya sekali lagi, mungkin kata itu yang paling pas, aku lebih dari merindukannya.

Setiap hari aku tulis kalimat-kalimat yang mungkin bisa membagi rasa sepiku disini, tapi pada akhirnya semuanya hanya tinta yang merangkai kata pada lembaran kertas, tidak berarti banyak. Karena semua arti itu sudah dia bawa pergi entah kemana, entah di ujung bumi sebelah mana ia menyembunyikan arti itu, arti dari “menunggu”.

 

Author POV

April 2010

“harus sekarang? Tidak bisakah nanti saja? Aku sibuuuk” Yunha mengerucutkan bibirnya kesal, seorang teman sekelompoknya tiba-tiba meneleponnya mengatakan bahwa iya harus merangkum beberapa bab makalah yang akan menjadi bahan ujian dikampusnya.

“…..”

“apa yang lain tidak bisa? Aku sungguh sibuk” yunha menatap putus asa pada tumpukan tugas kuliahnya yang lainnya.

“……”

“baiklah… aku akan segera ke perpustakaan kampus dan menyelesaikan semuanya, nanti sore kau datang kerumahku dan ambil rangkumannya”

“….”

“ne” yunha memasukan ponselnya juga lembaran kertasnya yang lain, ia segera menuju perpustakaan utama kampusnya.  Setelah menemukan buku yang harus dirangkumnya yunha memilih sebuah tempat duduk yang agak sepi disudut ruangan perpustakaan, ia mulai mencatat apa saja yang harus ia catat. 2 jam berlalu, jemari tangan yunha mulai terasa kaku, tapi ia baru menyelesaikan setengah dari pekerjaannya. Yunha meregangkan tubuhnya pelan, dan tanpa sadar ia menangkap pemandangan indah didepannya. Kaca besar perpustakaan didepannya menyuguhkan pemandangan musim semi yang indah bagai lukisan. Yunha menyandarkan tubuhnya sesaat menikmati pemandangan dihadapannya.

Langit sore yang mulai berwarna kuning jingga menyempurnakan segalanya.

Sreeek…

Yunha terkesiap saat seseorang menggeser kursi  disampingnya dan seketika duduk disana.

Laki-laki dengan rambut coklat terang, dengan bentuk rahang tegas dan mata sipit yang menawan duduk tepat disampingnya, laki-laki itu mengeluarkan laptopnya dan tatapan mata tajamnya langsung terfokus pada layar laptop sembari sebelah tangannya membuka-buka halaman sebuah buku.  Tanpa yunha sadari dirinya terdiam menatapi sosok laki-laki asing disampingnya, ada getar yang berbeda didalam hatinya, jantungnya berdegup cepat tidak seperti biasanya.

Secara tiba-tiba laki-laki itu menoleh kearah yunha yang masih diam menatap, mata mereka saling berpandangan, yunha terkesiap tapi tak bebuat apa-apa. Laki-laki itu tersenyum, mempesona yunha yang kini secara refleks kembali menatap bukunya dengan wajah tersipu karena malu tertangkap basah tengah memperhatikan orang asing disampingnya, laki-laki itu pasti merasa tidak nyaman.  Lagi dan lagi genderang  dalam jantung yuhna tak bisa berdetak normal, senyuman laki-laki itu terukir jelas dipikiran yunha, manik mata tajam laki-laki itu juga menyempurnakan bayangan laki-laki  itu di pikiran yunha, padahal laki-laki itu masih duduk disampingnya tapi yunha merasakan rindu untuk melihatnya lagi.

Pelan-pelan yunha mengarahkan bola matanya kesudut mata bulatnya, mengintip apa yang sedang dikerjakan laki-laki itu, laki-laki itu masih berkutat dengan buku dan laptopnya tampak serius ditambah headset yang menyumpal telingannya membuat laki-laki itu larut dalam dunianya sendiri. kang minhyuk. Yunha membaca nama itu disalah satu sudut buku yang sedang dipegang laki-laki itu, yunha menebak itu adalah nama laki-laki yang ada disampingnya kini. Tanpa sadar senyum yunha mengembang, hatinya berdesir sejak saat itu laki-laki itu menjadi satu-satunya pemilik hati yunha.

***

Hwang Yun ha POV

 

Terlambat, kenapa semuanya harus terlambat. Kenapa hanya ada sedikit waktu yang diberikan padaku untuk sekedar merasakan kehadirannya disekelilingku. Kenapa waktu senang sekali menggantungkan harapanku? Kenapa matahari cepat sekali ingin pulang ke peraduannya padahal kalau ia sedikit bersabar dan tetap digaris batas antara siang dan malam barang semenit saja mungkin waktuku bersama dengannya sedikit lebih lama. Banyak hal bisa terjadi dalam hitungan 60 detik itu kan.

Aku tak bisa berbuat apa-apa ,kata terlambat  sudah terlanjur melekat pada kisah pertemuan kami, singkat memang tapi aku senang. Senang bisa merindukannya sampai rasanya gila, rindu yang berlebihan, rindu yang mematikan.

 

***

Author POV

Hati yunha mencelos saat laki-laki disampingnya mulai membereskan barang-barangnya, memasukan laptop dan buku-bukunya kedalam ranselnya dan berdiri meninggalkan ruangan perpustakaan. Yunha hanya bisa menatap punggung laki-laki itu yang kini menghilang dibalik rak-rak penuh dengan buku. Yunha menyandarkan tubuhnya lemas, langit sudah berubah hitam diluar sana, jalanan makin semarak dengan kelap-kelip lampu kota, tapi hati yunha terasa sepi. Yunha menatapi bangku yang kini kosong disampingnya, tangannya mengusap meja tempat laki-laki tadi menghabiskan 2 jam miliknya dimeja itu. kening yunha berkerut karena berfikir, logikanya berkata ia jatuh cinta, jatuh cinta pada pandangan pertama, jatuh cinta pada mata laki-laki yang mungkin benar bernama kang minhyuk itu, jatuh cinta juga pada senyumnya, bentuk rahangnya, wajah serius laki-laki itu hingga ia sadar ia jatuh cinta pada semua yang laki-laki itu miliki bahkan sebelum yunha belum sempat mengenal laki-laki itu.

Hati yunha juga menyetujui rumusan cinta yang ditawarkan oleh logikanya. Yunha makin tercenung, masih tak habis fikir kalau hati dan logikanya bisa bekerja sama untuk membuatnya jatuh hati hari ini. Salah! Tapi ia tercenung karena laki-laki tadi bisa membuat hati dan logikanya menurut untuk membuatnya jatuh hati.

Drrrt…. Drrrttt….

“yoboseo…” yunha menjawab malas panggilan dari ponselnya

“….”

“ya, semua rangkuman baru saja beres, wae?”

“…..”

“kau tak jadi kerumahku? Kalau begitu biar aku yang kerumahmu, bagaimana?”

“……”

“hmm… aku akan segera kesana sekarang, tunggu aku”

Sesaat setelah hubungan ponselnya terputus yunha segera beranjak menuju rumah temannya.

 

****

“maaf aku merepotkanmu, tiba-tiba badanku rasanya tak enak dan aku mulai demam”

“gwenchana jimin-a”

“kau tunggu sini, biar kuambilkan minuman” jimin, teman yunha beranjak menuju dapur meninggalkan yunha yang sekarang kembali melamun, melamunkan laki-laki tadi. Hingga saat jimin kembali membawakannya minuman dan beberapa kue kering yunha tak menyadarinya.

“yunha-ya kenapa kau bengong?”

“anio” yunha mengedikan bahunya, lalu menerima gelas yang disodorkan jimin. Yunha menyesapnya sementara jimin memeriksa hasil rangkuman yunha. Yunha lalu memandang sekeliling ruang tamu jimin yang tampak rapih dengan sentuhan klasik, jimin memperhatikan sebuah figura berukuran sedang yang diletakan diatas meja hias, mata hyuna memicing melihat sosok seorang pria diantara beberapa orang lainnya didalam foto.

“itu…” yunha menunjuk figura itu.

“oh itu… itu foto angkatan oppaku, itu fotonya dan teman-temannya” kata jimin. Yunha mengamati foto itu lagi.

“wae?” jimin penasaran

“namja ini teman oppa mu?” yunha menunjuk seorang pria yang berdiri disamping kakak laki-laki jimin, laki-laki sipencuri hati jimin tadi sore

“oh itu kang minhyuk, teman dekat kakakku, beberapa kali ia datang kerumah”

“kakakmu 3 tahun lebih tuakan?” Tanya yunha, jimin mengerutkan kening heran tetapi mengangguk juga.

“dan kakakmu baru saja lulus dari kampus yang sama dengan kitakan?” lagi jimin mengangguk

“berarti laki-laki ini juga sudah lulus?” Tanya yunha

“betul, dan setauku kang minhyuk akan melanjutkan program S2 nya diluar negeri tapi ntah dimana. Besok ia akan berangkat, dan sekarang ia sedang pesta perpisahan dengan teman-temannya termasuk kakakku, baru saja kakakku meninggalkan rumah makanya aku dirumah sendirian” jimin bercerita dengan santai sambil membuka-buka rangkuman tugas yunha tanpa sadar raut wajah yunha yang berubah sedikit pucat.

“mungkin tadi seore ia tengah mempersiapkan keberangkatannya besok” pikir yunha

“jimin, aku pulang dulu. Besok kita bicarakan lagi tugas kita dikampus ya” yunha berpamitan, ia segera meninggalkan halaman rumah jimin. Langkahnya lalu melambat menyadari ia tak punay waktu untuk lebih dekat dengan laki-laki itu. yunha menunduk, membawa langakh kakinya yang berat menuju rumahnya. yunha menghembuskan nafas berat, hari ini berkali-kali jantungnya harus bergerak lebih cepat karena seorang laki-laki yang bahkan tak bisa bersamanya lebih dari 3 jam.

***

April 2013

Kang Min Hyuk POV

Aku kembali, kembali ketempat aku seharusnya berada. Sekian lama tanah yang aku pijak masih sama, wangi bunga bermekaran memenuhi sepanjang jalan ikut menemaniku tapi aku tetap seorang diri.

Aku kembali bukan untuk diriku saja, aku kembali untuk seseorang yang hanya sekejap aku lihat, yang hanya hitungan detik aku pandang bola matanya tapi menyisakan gambaran utuh kecantikannya yang terus membayangi 3 tahun hidupku. Seharusnya aku bisa menemukannya disini, dimana dia?

****

Hwang Yun Ha POV

Menyerah! Apa betul aku harus menyerah? Tapi aku harus menyerah untuk siapa? Bahkan aku sedang tidak memperjuangkan apapun. Menyerah pada waktu? Menyerah pada kenangan, atau menyerah pada rasa rindu itu?

Menyerah sebelum kehilangan, kehilangan sesuatu yang bahkan tak pernah kau miliki. Itu konyol.  Melewatkan musim-musim seorang diri, berkutat dengan hidup yang kata orang “terlalu sepi” tapi aku berusaha menikmatinya dan pada akhirnya aku harus menyerah juga? Menyedihkan. Merindu itu menyiksa memang, tapi lebih tersiksa lagi saat kau tidak tahu pasti kapan rindu itu akan selesai menyiksamu lalu kau menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Terus merindukannya, atau menyerah? Hanya itu pilihannya.

 

***

Author POV

Lelah dengan pekerjaannya sebagai penulis yunha beranjak dari kursinya dan mendekat kearah dapur dan membuat segelas kopi hangat untuk ia nikmati sendiri dirumah kecilnya. Ia melipat kakinya diatas kursi rotan beralaskan busa empuk. Matanya menjalari tetesan hujan di kaca besar rumahnya.  ia menarik nafas panjang membiarkan aroma kopi menyatu dengan aroma tanah yang basah masuk kedalam indra penciumannya dan masuk dalam rongga paru-parunya, lalu berlari menuju otaknya memberikan perintah yang membuat pikirannya tenang.

Yunha memejamkan mata, sedetik kemudian matanya terbuka lagi karena tepat di pusat pikirannya lagi-lagi ia menemukan laki-laki itu. 3 tahun sudah, yunha mendesah pikirannya untuk menyerah terus bergema, semakin keras dan keras.

“bukankah konyol jika kita menyerah padahal kita tidak sedang memperjuangkan apapun?” lagi kalimat itu yunha teriakan dalam hatinya.

“kau sedang berjuang menahan rindu, jadi menyerahlah sekarang” kata sisi hatinya yang lain. Batinnya berperang antara logika dan perasaan, juga pada kenyataan.

Yunha meletakan gelas kopinya yang sudah kosong, hujan sudah reda dan yunha memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar  rumahnya, daripada ia jadi gila sungguhan diam dalam rumahnya seorang diri dengan pikiran-pikiran yang tak hentinya menerornya. Yunha mengintip isi lemari pendinginnya, ia mencatat apa saja yang harus ia beli. Lalu kakinya melangkah ringan.

 

“selamat sore bi…” sapa yunha pada bibi penjaga toko roti langganannya

“yunha ya… kau datang juga, roti kesukaanmu baru saja keluar dari pemanggang, masih segar. Biar aku ambilkan yang paling besar ya” bibi penjaga toko roti tampak senang melihat  yunha datang. Sementara bibi penjaga toko mengambilkan pesanan yunha, yunha berkeliling toko roti dan memilih beberapa roti lainnya lalu duduk disalah satu bangku dekat jendela. Ini salah satu aktifitas kegemarannya, memperhatikan bagaimana kota seoul “hidup” disekelilingnya bagaimana orang-orang berlalu lalang sehabis hujan, hidip dalam hiudp yang harusnya mereka jalani tanpa tahu ada sesosok manusia yang tengah merindu setengah mati. Tak ada yang mengusik yunha hingga matanya bertemu lagi dengan mata yang ia rindukan, hingga bibir yang rindukan tersenyum lagi padanya, hingga sosok laki-laki itu muncul tepat disebuah tikungan diseberang toko roti itu, tepat saat laki-laki itu menemukan sosok yunha yang sedang terpaku dibalik kaca sebuah toko roti. Langkah kaki itu mendekat dan jarak diantara mereka semakin dekat. Sebuah ketidak sengajaan atau memang semesta sedang bekerja sama untuk mempertemukan mereka lagi?

***

Kang Min Hyuk POV

Aku tau keputusanku untuk kembali ini benar, aku menemukannya lagi.

 

Hwang Yun Ha POV

Mempertahankan rasa rinduku hingga membuncah hingga hampir meledak, menolak tawaran untuk menyerah itu mentah-mentah bukan pilihan yang buruk ternyata, aku menemukannya lagi.

-End-

6 thoughts on “[Ficlet] Faith of Missing You

  1. nice ff kak. dan ff kali ini memang beda sama ff sebelumnya, diksinya rapi dan menarik. tapi ada beberapa typo, meski pun itu sebenarnya gak masalah sih wkwk. dan juga, penulisannya ada yang keliru. misalnya, ditempat, seharusnya penulisannya adalah di tempat. atau mempesona, yang seharusnya memesona. lalu huruf kecil di awal kalimat, yang seharusnya adalah huruf kapital.
    maaf ya saya cerewet, lagi mood komen panjang sih wkwk… *kabur*
    ~yeowon

  2. pas kamu bilang tadi bikin ff, aku langsung ke sini.
    iya, bahasanya beda, dan aku suka.
    kalau kritik, aku setuju apa kata yeowon. masalah typo.
    overall, khood😀

  3. Oh my gooodd…
    Bikin ff series donkkk…
    Keren sangat ini mah author..
    Aq sma spt kisah ini.. “ingin menyerah tapi sdg kn aku tak sdg mmperjuangkan sesuatu,,tapi memiliki rasa rindu pda ssorg” mk.a dr awal smpe akhir kata2 feel.a lgsg dpet… Buat series.a donk author.. Yh yh yh.? (-,-)/\

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s